WIDHARMA JURNAL PENGABDIAN WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 01 No. 01 Agustus 2022 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH EKONOMI PADA LIMBAH SAYURAN DI DESA GADUNGAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 Fakultas Ekonomi. Universitas Widya Dharma E-mail: triutami@unwidha. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 22/07/2022 Reviewed: 23/07/2022 Revised: 25/07/2022 Accepted: 26/07/2022 DOI: 10. 54840/widharma. Abstract Terdapatnya banyak limbah buah dan sayur di Pasar Wedi mendorong tim pengabdi untuk memanfaatkan limbah tersebut. Hasil survey yang dilaksanakan oleh Tim pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa terdapat kelompok warga di Desa Gadungan Kecamatan Wedi yang mengalami permasalahan tingginya kos pakan hewan ternak dan merasa kurang masksimal dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Kegiatan pengabidan ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan pendapatan warga atau menekan pengeluaran rumah tangga dengan memanfaatkan limbah sayur, buah, dan minyak bekas. Limbah sayur dan buah diawetkan dengan proses pengeringan dan pengolahan menjadi pellet pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga didukung dengan pemahaman tentang literasi keuangan rumah tangga. Setelah diadakan kegiatan pengabdian, masyarakat atau mitra mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah yang dihasilkan oleh dirinya dan mitra dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan yang sempit dengan budidaya ikan dan sayur dalam ember. dan yang terkahiradalah masalah keuangan muncul bukan karena rendahnya pendapatan, akan tetapi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang dalam mengelola keuangannya. Kegiatan literasi keuangan yang diberikan dalam pengabdian kepada masyarakat membantu ibu rumah tangga mengelola keuangan. Keywords : limbah sayur, pendapatan dan pengeluaran, literasi keuangan rumah tangga PENDAHULUAN Latar Belakang Limbah mempunyai banyak dampak pada manusia dan lingkungan antara lain kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi. Salah satu limbah yang banyak terdapat di sekitar pasar adalah limbah sayuran. Limbah sayuran adalah sisa sayuran yang bagian utamanya sudah diambil. Limbah buah-buahan terdiri dari limbah buah semangka, melon, pepaya, jeruk, nenas dan lain-lain sedangkan limbah sayuran terdiri dari limbah daun bawang, seledri, sawi hijau, sawi putih, kol, limbah kecambah kacang hijau, klobot jagung, daun kembang kol dan masih banyak lagi limbah-limbah sayuran lainnya. Limbah sayuran merupakan limbah yang lebih berpeluang digunakan sebagai bahan pengganti hijauan Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 untuk pakan ternak adalah limbah sayuran karena selain ketersediaannya yang melimpah, limbah sayuran juga memiliki kadar air yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan limbah buahbuahan sehingga jika limbah sayuran dipergunakan sebagai bahan baku untuk pakan ternak maka bahan pakan tersebut akan relatif tahan lama dan tidak mudah busuk (Hadiwiyoto,1. Disamping potensi di atas, limbah sayuran memiliki beberapa kelemahan sebagai pakan, antara lain mempunyai kadar air tinggi . ,56%) yang menyebabkan cepat busuk sehingga kualitasnya sebagai pakan cepat menurun. Oleh karena itu, limbah sayur yang tidak bisa diberikan langsung kepada ternak perlu diolah terlebih dahulu untuk mempertahankan kualitasnya (Muktiani et,al. , 2. Hal ini sangat bermanfaat, sebab selain mengurangi jumlah sampah, diharapkan pula dapat mengurangi biaya pemeliharaan hewan ternak. Limbah sayuran sebelum dibuat pellet harus dibersihkan dan dipilah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi ternak. Jika sampah non-organik bercampur dengan sampah yang mengandung logam atau senyawa lain, akan menimbulkan masalah bagi ternak sebab logam atau senyawa plastik tersebut dapat terakumulasi di dalam tubuhnya (Suprihatin et,al. , 1. Pemanfaatan limbah sayuran yang berada di berbagai pasar dapat digunakan sebagai pupuk cair organik sudah terlalu familiar dikalangan masyarakat sekitar. Untuk mengurangi limbah sayuran di berbagai pasar dapat juga dibuat pelet unggas sehingga dapat bertahan lebih lama. Pengolahan dan pengawetan bahan pakan dapat dilakukan dengan cara fisik atau mekanik, kimiawi, biologi dan kombinasinya. Perlakuan secara fisik dapat dilakukan dengan cara penjemuran, pencacahan atau pemotongan, penggilingan, penghancuran serta pembuatan pelet. Agar bahan-bahan dapat disebut sebagai pakan ternak, maka harus memehuni persyaratan yaitu bahan dapat dimakan oleh ternak itu sendiri, disukai, dicerna dan dan diserap dengan baik secara keseluruhan maupun sebagian dan tidak menimbulkan keracunan atau tidak menggangu kesehatan bagi hewan ternak yang Pelet hewan unggas adalah pembuatan pakan hewan unggas terutama ayam, yang memanfaatkan limbah sisa sayuran yang terbuang di berbagai pasar dan rumah tangga. Mengingat banyaknya sayuran yang terbuang begitu saja karena kurang layak untuk dijual, maka limbah sayuran tersebut dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi PELET sebagai solusi pakan hewan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memanfaatkan limbah sayuran yang ada di pasar dan rumah tangga menjadi PELET. Selain limbah sayuran, limbah minyak merupakan salah satu limbah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga. Jika limbah minyak goreng dibuang begitu saja ke tanah maka akan menutup pori-pori tanah dan membuat tanah menjadi keras dan mengurangi tingkat kesuburan tanah. Berbagai hasil penelitian memanfaatkan minyak jelantah sebagai sumber energi yang baru. (Erna & Wiwit, 2. memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Tingginya asam lemak jenuh dalam minyak menyebabkan minyak mudah rusak dalam proses penggorengan, dan apabila minyak ini digunakan secara terus-menerus akan mengganggu Kesehatan manusia. Oleh karena itu dalam rangka pencegahan penggunaan minyak jelantah yang tidak benar dan untuk menghindari pencemaran tanah maka perlu hal sederhana untuk memanfaatkan minyak jelantah. Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan minyak jelantah adalah dengan mengubahnya menjadi sabun untuk mencuci barang . ukan sabun untuk kuli. dan mengubah minyak jelantah menjadi lilin. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin diharapkan dapat mengurangi sedikit pencemaran lingkungan dan pengeluaran rumah tangga. Berbicari mengenai pengeluaran dan pendapatan rumah tangga dan hubungannya dengan sayuran, maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan digalakkan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Mengingat tidak semua rumah tangga mempunyai lahan yang luas untuk menanam sayur dan membuat kolam ikan, maka budidaya sayur dan ikan dalam ember bisa menjadi solusi mengurangi pengeluaran rumah tangga dan semakin sulitnya mencari penghasilan di masa pandemic COVID-19. Tujuan Kegiatan Mengurangi sampah rumah tangga . imbah sayur dibuat pellet dan limbah minyak goreng dibuat sabun/lili. dan memberikan nilai tambah ekonomi dari limbah sayuran. Mengurangi pengeluaran rumah tangga dengan menciptakan sendiri beberapa kebutuhan rumah tangga . ayuran, ikan, sabun, lili. Memanfaatkan lahan rumah tangga dengan maksimal . udidaya ikan dan sayur dalam embe. Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Meningkatkan pengetahuan pengelolaan keuangan dengan cara meningkatkan literasi keuangan rumah tangga. Manfaat Kegiatan Dapat membuka peluang usaha bagi mitra tentang pengolahan limbah sayuran menjadi pelet Memberikan pengabdian dan manfaat bagi masyarakat melalui perwujudan pengabdian yang merupakan bagian perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam hal perekonomian masyarakat. TINJAUAN PUSTAKA Gambaran Umum Mitra Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah warga yang berjualan sayuran di pasar yang ada di Kecamatan Wedi. Pedagang sayuran kami pilih untuk menjadi mitra karena kami menganggap bahwa besar kemungkinan pedagang sayuran menghasilkan limbah sayur. Selian pedagang sayuran, kami juga mengajak ibu-ibu rumah tangga yang ada di Desa Gadungan dan Pandes Kecamatan Wedi sebagai mitra pengabdian masyarakat ini. Kelompok ibu rumah tangga dipilih karena mengingat rumah tangga juga merupakan salah satu penyumbang sampah organik maupun sampah non-organik. Permasalahan dan Solusi Masalah yang terjadi di pasar dan rumah tangga yaitu limbah sisa sayuran yang sangat banyak. Beberapa pasar didekat rumah biasanya terdapat banyak limbah sayuran yang setiap saat menghasilkan sayuran yang rusak. Sayuran yang rusak tersebut dibuang begitu saja oleh para pedagang, tetapi ada juga pedagang yang menjual sayuran rusak itu dalam harga murah. Setiap pedagang yang notabennya adalah pedagang besar dapat menjual harga sayuran dengan murah bahkan dapat membuangnya dengan jumlah yang lumayan banyak bisa satu kranjang bahkan lebih. Sayuran tersebut biasanya hanya dimanfaatkan masyarakat untuk pakan hewan ternak tanpa pengolahan sehingga sayuran tersebut mudah busuk dan dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak. Solusi yang dapat diambil dari masalah tersebut yaitu dengan memanfaatkan limbah sayuran menjadi pakan pelet hewan unggas khususnya ayam yang dapat bertahan lama dibandingkan hanya dikonsumsi tanpa adanya tahap pengolahan. Selain limbah sayuran, limbah minyak merupakan salah satu limbah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga. Jika limbah minyak goreng dibuang begitu saja ke tanah maka akan menutup pori-pori tanah dan membuat tanah menjadi keras dan mengurangi tingkat kesuburan tanah. Berbagai hasil penelitian memanfaatkan minyak jelantah sebagai sumber energi yang baru. (Erna & Wiwit, 2. memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Tingginya asam lemak jenuh dalam minyak menyebabkan minyak mudah rusak dalam proses penggorengan, dan apabila minyak ini digunakan secara terus-menerus akan mengganggu Kesehatan manusia. Oleh karena itu dalam rangka pencegahan penggunaan minyak jelantah yang tidak benar dan untuk menghindari pencemaran tanah maka perlu hal sederhana untuk memanfaatkan minyak jelantah. Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan minyak jelantah adalah dengan mengubahnya menjadi sabun untuk mencuci barang . ukan sabun untuk kuli. dan mengubah minyak jelantah menjadi lilin. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin diharapkan dapat mengurangi sedikit pencemaran lingkungan dan pengeluaran rumah tangga. Berbicara mengenai pengeluaran dan pendapatan rumah tangga dan hubungannya dengan sayuran, maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan digalakkan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Mengingat tidak semua rumah tangga mempunyai lahan yang luas untuk menanam sayur dan membuat kolam ikan, maka budidaya sayur dan ikan dalam ember bisa menjadi solusi mengurangi pengeluaran rumah tangga dan semakin sulitnya mencari penghasilan di masa pandemic COVID-19. METODE PELAKSANAAN Langkah Pelaksanaan Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Sosialisasi Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya Kegiatan pertama adalah memberikan pemahaman kepada mitra mengenai dampak dan cara-cara pemanfaatan limbah pasar dan limbah rumah tangga. Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Pelet Unggas Pada tahap ini mitra akan diberikan pendidikan dan pelatihan cara membuat pellet dari sayuran limbah rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi sampah organik rumah tangga terutama sisa-sisa sayuran yang diubah dalam pellet dan dapat digunakan untuk pakan hewan ternak. Pendidikan dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Bekas Minyak bekas yang dibuang begitu saja dapat meningkatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kami akan memberikan sedikit pengalaman kami dalam memanfaatkan minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas . dalam kegiatan ini akan diubah menjadi sabun dan lilin. Minyak jelantah diperoleh dari sisa-sisa penggorengan yang ada di rumah masing-masing mitra dan beberapa donasi yang diperoleh dari rumah makan. Pendidikan dan Pelatihan Budidaya Sayur dan Ikan dalam Ember Tidak semua rumah tangga mempunyai lahan yang luas untuk menanam sayur dan membuat kolam ikan, oleh karenanya dalam kegiatan pengabdian ini kami memberikan pelatihan dan mendemokan bagaimana cara budidaya sayur dan ikan dalam ember. Literasi Keuangan Rumah Tangga Literasi keuangan rumah tangga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengennai bagaimana mengatur keungan rumah tangga. Biasanya masalah keuangan muncul bukan karena rendahnya pendapatan, akan tetapi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang dalam mengelola Secara ringkas tahapan pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada bagan berikut ini. PERMASALAH Limbah rumah tangga inyak dan sayu. Membuat pellet, sabun. Lahan rumah tangga Budidaya sayur dan ikan di ember Ingin membatasi Pemanfaatan hulu-hilir dan zero waste Ingin menambah Mengurangi pengeluaran dan Kurangnya pengetahuan manajemen keuangan EVALUASI SOLUSI LUARAN: 1 Sabun Pelet Lilin Menekan Pengeluaran Pengetahuan Literasi Keuangan Pendidikan dan pelatihan literasi MONITORING DAN EVALUASI PASCA KEGIATAN Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Program Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Partisipasi Mitra Partisipasi mitra dalam kegiatan ini lebih ditekankan pada partisipasi dalam setiap kegiatan. Pada pelatihan pembuatan pellet kami meminta mitra untuk membawa limbah sayur dan limbah minyak. Limbah sayur akan dibuat pellet untuk ungags, limbah minyak akan diubah menjadi sabun dan lilin. Supaya mitra mahir bagaimana cara membuat pellet dan bahan, maka masing-masing mitra akan membuat langsung. Jadi tidak hanya melihat, tetapi juga mempraktikkan cara membuatnya agar ilmu yang diperoleh bisa ditularkan ke peserta lainnya. Partisipasi mitra dalam kegiatan budidaya ikan dan sayur dalam ember dengan cara menghadiri pelatihan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Keterampilan utama yang harus dimiliki oleh mitra adalah mengenai pemeliharaan ekosistem dalam Kemudian untuk kegiatan literasi keuangan, mitra diberikan sosialisasi dan pengetahuan mengenai manajemen keuangan rumah tangga. Keberlanjutan Program Supaya program yang dijalankan dapat terus berlanjut, maka monitoring dan evaluasi secara komprehensif akan dilakukan. Pertama, monitoring dan evaluasi terhadap produk yang sudah dihasilkan . ellet, sabun, lili. Apakah produk yang dihasilkan dapat bermanfaat dan mengurangi pengeluaran rumah tangga atau masih ada kekurangan terhadap produk itu. Melakukan motiroing pengeluaran dan pendapatan rumah tangga, apakah ada perbedaan pasca kegiatan atau tidak. Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program dapat dijalankan mitra sehingga secara tidak langsung juga digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelaksanaan program supaya dapat HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya Kegiatan pertama adalah memberikan pemahaman kepada mitra mengenai dampak dan cara-cara pemanfaatan limbah pasar dan limbah rumah tangga. Sosialisasi ini di laksanakan di salah satu rumah warga, sosialisasi dilaksanakan di bulan Agustus, yaitu pada minggu pertama bulan Agustus. Sosialisasi dilakukan dengan cara pemaparan materi menggunakan power point. Materi yang diberikan meliputi bahaya limbah rumah tangga, jenis limbah rumah tangga, pemanfaatan limbah rumah tangga. Gambar 2. Foto Kegiatan Pemaparan pemanfaatan Limbah Plastik. Kertas. Logam Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Pelet Unggas Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Pada tahap ini mitra akan diberikan pendidikan dan pelatihan cara membuat pellet dari sayuran limbah rumah tangga. Demo pembuatan pellet unggas dilakukan di salah satu rumah warga. Demo pembuatan pellet sayur untuk ungags dilaksanakan pada minggu ketiga dan minggu keempat bulan Agustus. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi sampah organik rumah tangga terutama sisa-sisa sayuran yang diubah dalam pellet dan dapat digunakan untuk pakan hewan ternak. Ada tiga tahap utama dalam proses pembuatan pellet sayur. Pada tahap pertama melakukan pengumpulan bahanbahan yang digunakan kemudian menyiapkan bahan-bahan yang akan dibuat menjadi Pellet Unggas Ayam, bahan-bahannya yaitu katul, dedak, dan limbah sayuran seperti kol, sawi, kangkung. Menyiapkan alat mixer, blender, baskom/tempat untuk menyatukan bahan-bahan pellet, kemudian alat untuk perebusan agar pellet lebih tahan lama, kemudian menyiapkan alat untuk cetakan pellet dan kemudian tempat untuk penjemuran/pengeringan. Tahap kedua yaitu menghaluskan limbah sayuran-sayuran dari pasar dan rumah tangga menjadi sayuran yang halus kemudian membuat adonan pellet dari bahan katul/dedak, jagung halus, air kemudian dicampur menjadi satu. Selanjutnya melakukan perebusan bahan-bahan adonan agar pellet dapat bertahan lama, kemudian mencetak adonan membentuk pellet kemudian melakukan pengeringan dengan menjemur dibawah sinar matahari dan jauhkan dari jangkauan hewan agar pellet tersebut tetap bersifat steril dan tidak mengandung penyakit sehingga aman jika dikonsumsi oeh unggas khususnya ayam. Penjemuran dapat dilakukan sampai adonan benar-benar kering selama kurang lebih 3 hari tergantung panas dari sinar matahari itu sendiri. Tahap selanjutnya yaitu pengemasan pada tahap ini pengemasan dilakukan bertujuan untuk menyimpan hasil produk pellet unggas ayam. Pada proses pengemasan di lakukan dengan memasukkan pellet kedalam plastik menggunakan alat sealer. Proses pengemasan dilakukan secara higienis sehingga produk ini dapat bertahan selama 6 bulan. Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Pendidikan dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Bekas Minyak bekas yang dibuang begitu saja dapat meningkatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kami akan memberikan sedikit pengalaman kami dalam memanfaatkan minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas . dalam kegiatan ini akan diubah menjadi sabun dan lilin. Minyak jelantah diperoleh dari sisa-sisa penggorengan yang ada di rumah masing-masing mitra dan beberapa donasi yang diperoleh dari rumah makan. Pendidikan dan pelatihan pemanfaatan minyak bekas dilaksanakan di Universitas Widya Dharma Klaten. Beberapa bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan sabun dari minyak jelantah adalah: jahe atau minyak esensial dengan aroma sesuai keinginan untuk mengurangi bau minyak jelantah, soda api, minyak jelantah, tempat untuk mengaduk . erbahan yang keras dan tahan terhadap pana. , cetakan sabun. Langkah pertama adalah menakar perbandingan minyak dengan soda api dengan perbandingan 1 soda api banding 3 minyak jelantah. Campurkan minyak jelantah dengan soda api sembari di aduk terus menerus. Pencampuran minyak jelantah dengan soda api menghasilkan rekasi kimia yaitu naiknya suhu minyak, oleh karena itu perlu kehati-hatian ketika proses pencampuran ini. Jika soda api dan minyak sudah merata dan mengental, dapat dicampurkan minyak esensial dengan aroma tertentu. Tunggu campuran agak dingin dan pindahkan ke dalam Gambar 3. Pengolahan Minyak Jelantah menjadi Sabun dan Lilin Pendidikan dan Pelatihan Budidaya Sayur dan Ikan dalam Ember Tidak semua rumah tangga mempunyai lahan yang luas untuk menanam sayur dan membuat kolam Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 ikan, oleh karenanya dalam kegiatan pengabdian ini kami memberikan pelatihan dan mendemokan bagaimana cara budidaya sayur dan ikan dalam ember. Pendidikan dan pelatihan budidaya sayur dan ikan dalam ember dilakukan di Universitas Widya Dharma Klaten. Sebelum pelatihan dan Pendidikan budidaya sayur dan ikan dalam ember, kami menghimbau masyarakat agar mengumpulkan gelas plastic atau bekas botol bekas sebagai media budidaya sayur yang akan diletakkan dalam ember besar. Penggunaan botol bekas ini sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan sampah. Selain gelas plastic atau botol plastic, diperlukan juga ember besar berukuran 70 liter sebagai tempat budidaya ikan dan Hal pertama yang kami jelaskan kepada masyarakat adalah mengenal jenis-jenis tanaman dan ikan apa saja yang mudah beradaptasi dalam ember. Jenis sayuran yang cocok adalah sayur kangkung, bayam, pokcoy, dan sawi. Sedangkan jenis ikan yang mudah beradaptasi adalah ikan lele dan ikan patin, pada waktu itu kami menggunakan ikan lele sebagai ikan yang paling mudah beradaptasi. Sebelum ember diisi air, ember sebaiknya dinetralisirkan terlebih dahulu, netralisir ember dapat dilakukan dengan melakukan perendaman selama 3 hari . ika ember bar. atau dapat juga digosok dengan daun papaya. Jika ember sudah cukup lama diggunakan maka bisa langsung dipakai untuk Untuk mendemokan, kami membawa ember yang sudah netral dari bau plastik. Langkah selanjutnya adalah melubangi bagian atas ember besar . -15cm dari bagian paling ata. supaya ketika ada hujan maka air tidak akan memenuhi ember dan merendam sayuran yang ada di atasnya. Jika batang sayuran terendam air akan menyebabkan batang sayur membusuk. Langkah selanjutnya adalah melubangi pot yang terbuat dari dari gelas plastik atau botol plastik bekas, pasang kawat pada gelas/botol sebagai pengait untuk dikaitkan pada tepi ember. Langkah selanjutnya adalah menyemai benih sayur. Untuk menyemai benih sayur, bisa menggunakan kapas atau kain yang cukup lunak atau menggunakan rockwool, masukkan benih ke dalam kapas/rockwool. Lubangi bawah gelas dan beri sumbu yang terbuat dari kain-kain bekas. Sumbu kapiler ini digunakan sebagai penyerap air dari ember besar menuju gelas, sehingga secara otomatis gelas dan benih sayuran tetap basah namun airnya tidak berlebihan. Masukkan bibit ikan lele atau ikan patin atau ikan lain yang mudah Gambar 4. Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember Literasi Keuangan Rumah Tangga Literasi keuangan rumah tangga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengennai bagaimana mengatur keungan rumah tangga. Biasanya masalah keuangan muncul bukan karena rendahnya pendapatan, akan tetapi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang dalam mengelola Literasi keuangan rumah tangga ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di Desa Pandes Kecamatan Wedi. Materi dipaparkan dengan menggunakan power point. Tri Utami1. Agung Nugroho Jati2. Susyanti3. Oki Kuntaryanto4. Cahaya Nugrahani5. Titik Purwanti6 /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Setelah diadakan kegiatan pengabdian ini masyarakat atau mitra mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sedikit sampah yang dihasilkan oleh dirinya dan keluarganya. Jika keterampilan pembuatan pellet, lilin dan sabun semakin ditingkatkan, tidak menutup kemungkinan tercipta produk yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Masyarakat atau mitra dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan yang sempit dengan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Masalah keuangan muncul bukan karena rendahnya pendapatan, akan tetapi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang dalam mengelola keuangannya. Kegiatan literasi keuangan yang diberikan dalam pengabdian kepada masyarakat membantu ibu rumah tangga mengelola keuangan. Saran Kegiatan pengabdian selanjutnya dapat menekankan pada pembentukan organisasi yang beranggotakan ibu rumah tangga. Misalnya dengan mitra ini dibentuk organisasi wanita dan dilakukan pendampingan secara berkelanjutan. Tujuan dari pembentukan organisasi dan pemberian berbagai pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para anggota. DAFTAR PUSTAKA