JPFT - volume 11, nomor 1, pp. April 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DENGAN MEDIA APLIKASI WHATSAPP PADA MATA PELAJARAN FISIKA DI SMAN 3 SIGI STUDENT'S PERCEPTION OF ONLINE LEARNING WITH WHATSAPP APPLICATION MEDIA IN PHYSICS LESSONS IN SMA N 3 SIGI Julisman. Syamsu Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Julisman905@gmail. Kata Kunci Pandemi pembelajaran daring WhatsApp Persepsi Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp pada mata pelajaran fisika di SMA N 3 SIGI. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu terdiri dari 32 0rang siswa kelas XI MIPA I. Pengumpulan data menggunakan lembar angket dan Lembar angket pada penelitian ini meliputi 4 indikator yaitu sikap, suasana lingkungan, interaksi dan sarana komonikasi siswa terhadap pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp. Dilanjutkan dengan wawancara sebagai data pendukung penelitian. Berdasarkan hasil penelitian untuk indikator sikap memperoleh sebesar 57,2% dalam kategori kurang baik, suasana lingkungan sebesar 57,3% kategori kurang baik, interakasi 69,3% kategori kurang baik dan indikator sarana komonikasi 60,3% kategori kurang baik. Berdasarakan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa secara umum persepsi siswa masi kurang baik terhadap pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp pada mata pelajaran fisika dengan persentase nilai rata-rata yaitu 61,1% termasuk dalam kategori kurang Keywords Pandemic online learning WhatsApp Perception Abstract This study aims to determine how students' perceptions of online learning with the WhatsApp application media in physics subjects at SMA N 3 SIGI. The research method used is descriptive qualitative research. The research subjects consisted of 32 students of class XI MIPA I. The data were collected using questionnaires and interviews. The questionnaire sheet in this study includes 4 indicators, namely attitudes, environmental atmosphere, interaction and means of communication of students towards online learning with the WhatsApp application media. Followed by interviews as research supporting data. Based on the results of the study, the attitude indicators obtained were 57. 2% in the unfavorable category, the environmental atmosphere at 57. 3% in the unfavorable category, interaction 69. 3% in the unfavorable category and 60. 3% in the poor category for communication facilities indicators. Based on the results obtained, it can be concluded that in general students' perceptions are still not good towards online learning with the WhatsApp application media in physics subjects with an average score percentage of 61. 1% including in the poor category. A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 10/01/2023. Revised 28/01/2023. Accepted 15/02/2023. Available Online 30/04/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN Covid-19 bermula timbul di Wuhan Cina dan telah diumumkan sebagai pandemic oleh organisasi kesehatan dunia, berbagai negara telah menerapkan isolasi, yaitu pemisahan orang sakit dengan penyakit menular dari orang yang tidak terinfeksi untuk melindungi orang yang tidak terinfeksi. Pendidikan di indonesia pada masa pandemi ini perlu melakukan Pelaksanaan pembelajaran dari waktu ke waktu mengalami beragam dinamika,dalam dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi sudah tidak asing lagi digunakan sebagai media pembelajaran salah satu kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi adalah media sosial . Perkembangan mencapai kemajuan yang berkembangnya zaman media sosial bahkan telah digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja, orang tua, guru, pelajar dan lain Ada berbagai macam media sosial diantaranya, yakni whatsApp, facebook, twitter, instagram, bbm, line, path, linkedin, snapchat dan media sosial lainya . WhatsApp adalah aplikasi pesan lintas platform yang di akses menggunakan paket kuota internet dimana penggunaannya sama dengan browsing web, email dan lain-lain Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online untuk bertukar pesan serta menggunakan koneksi 3G/4G atau WiFi untuk komunikasi Aplikasi WA adalah aplikasi yang dapat di gratis di penggunaannya juga mudah dan murah Oleh karena itu, aplikasi ini digunakan oleh banyak kalangan terutama pihak sekolah sudah banyak yang menggunkannya sebagai media pembelajaran . jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS yang biasa dipergunakan di ponsel lama. Namun, pada WhatsApp ini tidak digunakan pulsa seperti biaya sms pada umumnya, tetapi menggunakan jaringan internet sesuai dengan perkembangan teknologi yang saat ini terhubung dengan jaringan dan teridentifikasi dengan nomor HandPhone (HP) . cara penggunaan media social WhatsApp ini adalah peserta didik dapat berdiskusi dengan guru misalnya dengan mengirimkan hasil penyelesaian soal-soal latihan sesuai materi apabila ingin mengetahui benar atau salah dari hasil penyelesaian soal tersebut . Vol. No. 1, pp. April 2023 membagikan materi di aplikasi pembelajaran tanpa menjelaskannya. rangsangan yang berupa peristiwa, objek, atau hubungan antargejala sampai rangsangan itu disadari oleh seseorang. Persepsi tentunya tidak berlangsung begitu saja, akan tetapi terjadi suatu proses agar persepsi bisa Proses pembentukan persepsi dimulai dengan masuknya sumber melalui suara, penglihatan, rasa, aroma, atau sentuhan manusia, diterima oleh indra manusia . ensory recepto. sebagainya bentuk sensation . Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh pengindraan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya . suatu proses menyangkut masuknya pesan atau informasi dalam otak manusia melalui Jadi dapat dinyatakan bahwa persepsi adalah berkenaan dengan perlakuan seseorang terhadap informasi tentang suatu objek yang masuk kepada dirinya . melalui pengamatan dengan menggunakan indra-indra yang dimilikinya . Didukung Pangestika dibandingkan dengan media sosial lainnya. WA adalah aplikasi paling populer di masyarakat. juga merupakan media sosial yang memiliki tampilan paling sederhana dan mudah digunakan sehingga diminati oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa WA dirancang untuk memudahkan berkomunikasi kapan saja, dan dimana saja. Terlebih lanjut dijelaskan bahwa setiap persepsi selalu didahului oleh penginderaan yaitu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indra yang selanjutnya diteruskan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf dan disinilah terjadi proses fisiologi yang menyebabkan individu dapat menyadari tentang apa yang diterima dengan alat indra atau alat reseptornya . WhatsApp ialah aplikasi berbasis internet di mana penggunanya dapat saling berbagi berbagai macam konten sesuai dengan fitur pendukungnya . SMA N 3 Sigi yang berada di desa Sibalaya Utara kecamatan Tanambulava merupakan salah satu sekolah unggulan di kabupaten sigi dan diharapkan menjadi acuan dari sekolah lain, terlepas dari itu bukan berarti sekolah SMA N 3 Sigi tidak memiliki permasalahan menggunakan pembelajaran online, terutama pada siswa dan juga terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh siswa-siswi saat melakukan pembelajaran daring adalah menumbuhkan rasa malas saat mengerjakan soal dari guru yang diakibatkan karna kurangnya motivasi yang didapat oleh Salah satu pelajaran yang sulit dimengerti oleh siswa di SMA N 3 Sigi saat melakukan pembelajaran daring adalah mata pelajaran Karna saat masuk pelajaan fisika menggunakan aplikasi pembelajaran, sangat kurang sekali interaksi antara guru dan peserta didik, terkadang juga guru hanya langsung METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pada siswa terhadap penggunaan media sosial WhatsApp pada saat pembelajaran secara daring dimasa pandemi Covid-19. Subjek penelitian ini ialah 32 siswa fisika kelas XI IPA I SMA 3 Sigi kemudian dipilih 5 orang responden untuk diwawancara. Angket yang digunakan berisi tentang hal pribadinya atau sesuai yang diinginkan peneliti dan untuk hasil wawancara digunakan untuk sebagai data pendukung pada pembahasan, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 juli 2021. Pengukuran skor data hasil angket dihitung dengan menggunaka pengukuran skala likert. Dengan kategori sangat setuju (SS), tidak setuju (TS). Setuju (S), dan sangat setuju (SS). Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online HASIL DAN PEMBAHASAN Vol. No. 1, pp. April 2023 Nomor 5, diperoleh 22 orang siswa . ,8%) menjawab setuju dikarenakan proses belajar mengajar daring dengan media aplikasi WhatsApp tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan persentase terhadap materi yang diajarkan kepada Nomor 6, diperoleh 18 0rang siswa . ,3%) menjawab setuju. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran daring dengan media WhatsApp menjelaskan secara langsung materi yang diajarakan sedangkan pada materi pelajaran fisika memiliki rumus-rumus yang sangat sulit untuk diketahui tanpa ada penjelasan. Untuk indikator pertama memperoleh persentse ratarata nilai 54,9% secara umum respon siswa masi kurang baik. Indikator suasana lingkungan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Diagram Hasil Penelitian Persepsi siswa terhadap pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp pada mata pelajaran fisika diamatai melalui lembar angket dan lembar wawancara. Terdapat 4 indikator yaitu: Indikator sikap siswa terhadap pembelajaran fisika menggunakan system pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Diagram Gambar 1: diagram angket untuk indikator sikap siswa pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp. Untuk indikator sikap siswa terhadap pembelajaran fisika menggunakan sistem pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp diperoleh 14 orang siswa . ,8%) menjawab Hal ini menandakan bahwa sebagian besar siswa cenderung setuju bahwa materi pembelajaran fisika selama proses belajar WhatsApp selalu tersedia dengan baik. Nomor 2, diperoleh 17 orang siswa . ,1%) menjawab tidak setuju. Hal ini disebabkan oleh proses belajar mengajar menggunakan media WhatsApp berdiskusi atau bertukar pikiran terhadap materi sehingga sebagian besar siswa tidak dapat menjelaskan materi tersebut kepada Nomor 3, diperoleh 19 orang siswa . ,4%) menjawab tidak setuju. Hal ini dikarenakan oleh proses belajara mengajar menggunakan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhasApp sulit untuk membuat siswa untuk mengerti materi disebabkan guru mengirim materi dalam bentuk file tanpa ada penjelasan dari guru tersebut. Nomor 4, diperoleh 15 orang siswa . ,8%) menjawab tidak seuju. Hal ini dikarenakan materi sudah tersedia dengan baik diberikan oleh guru dan sudah dikirim dalam bentuk file. Gambar 2: Hasil angket untuk indikator suasana lingkungan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Untuk indikator suasana lingkungan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp diperoleh 18 orang siswa . ,2%) menjawab tidak setuju. Hal ini disebabkan kualitas jaringan di daerah mereka berbeda-beda sehingga untuk mengakses pembelajaran menggunakan media aplikasi WhatsApp masih sering diskoneksi. Pernyataan nomor 8, diperoleh 17 orang siswa . ,1%) menjawab tidak setuju. Hal ini di karenakan proses pembelajaran fisika yang memiliki banyak hitungan dan rumus ditambbah lagi mereka hanya melalui media aplikasi WhatsApp yang dimana guru sulit untuk menjelaskannya dikarenakan guru hanya mengirim materi dalam bentuk file saja. Pernyatan nomor 9, diperoleh 16 orang siswa . %) menjawab tidak setuju. Hal ini dikarenakan seperti penjelasan sebelumnya pembelajaran daring dengan media aplikasi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online WhatsApp pemberian materi dari guru ke siswa itu mengirim materinya dalam bentuk file saja materinya di karenakan tidak ada penjelasan dari guru mereka. Pernyataan nomor 10, diperoleh 20 orang siswa . ,5%) menjawab tidak setuju. Hal ini disebabkan siswa sangat merasa bosan dengan pembelajaran daring selain mereka tidak bisa bertemu dengan teman mereka, mereka juga tidak bisa saling bertukar pikiran memahami materi pelajaran fisika tersebut. Pernyataan nomor 11, diperoleh 22 orang siswa . ,8%) menjawab tidak setuju. Hal memahami materi fisika melalui media daring dengan menggunakn aplikasi WhatsApp sebab mereka tidak saling bertukar pikiran dan juga proses pembelajaran yang tidak tatap muka juga membuat mereka kesulitan dikarenakan tidak adanya penjelasan terakait materi tersebut dari guru. Pernyaatan nomor 12, diperoleh 16 orang siswa . %) menjawab setuju. Hal ini disebabkan kualitas jaringan dilokasi mereka tinggal masih sangat rendah sehingga siswa Pernyataan nomor 13, diperoleh 12 orang siswa . ,5%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan siswa sangat sulit memahami materi yang dikirim dari guru ke siswa hanya dalam bentuk file saja tanpa adanya penjelasan dari guru sebab proses pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp tidak memungkinkan guru menjelasan secara tatap muka. Pernyataan nomor 14, diperoleh 14 orang siswa . ,7%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan seperti penjelasan sebelumnya pembelajaran secara daring dengan media WhatsApp menjelaskan secara langsung materi yang diajarkan sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi tersebut. Pernyataan nomor 15, diperoleh 14 orang siswa . ,7%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan siswa tidak dapat bertemu dengan teman mereka sehingga membuat mereka bosan dengan proses pembelajaran dan mereka juga tidak bisa saling bertukar fikiran tentang materi pelajarannya sehingga mereka masi kurang mengerti terkait pelajaran mereka. Pernyaataan nomor 16, diperoleh 21 orang siswa . ,6%) menjawab setuju. Hal ini notabenenya adalah pelajaran yang memiliki banyak rumus dan angka yang sangat sulit jika tidak dijelaskan secara langsung atau tatap Vol. No. 1, pp. April 2023 kesulitan mengerti dengan materi tersebut terlebih lagi kita ketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan media aplikasi WhatsApp adalah pembelajaran daring yang berarti proses pembelajaranya dari jarak jauh. Untuk indikator kedua memperoleh persentase nilai rata-rata 57,3 dan tergolong masi kurang baik. Indikator interakasi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Diagram Gambar 3: hasil angket untuk interakasi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Untuk indikator interaksi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp pernyataan nomor 17, diperoleh 15 0rang siswa . ,9%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan pada aplikasi WhatsApp terdapat salah satu sarana komunikasinya yang disebut dengan pesan suara hal ini lah yang membuat guru dapat menyampaikan arahan serta menjelaskan tujuan pembelajaran mereka. Pernyataan nomor 18, diperoleh 18 orang siswa . ,3%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan pada saat poses pembelajaran siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan guru juga selalu menjawab setiap pertanyaan mereka melalui pesan chatting atau pesan suara. Pernyataan nomor 19, diperoleh 16 orang siswa . %) menjawab setuju. Hal dikarenakan walaupun proses pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp siswa dan guru tidak dapat bertatap muka tetapi guru selalu berusaha membimbing siswa mereka agar dapat memamahami materi tersebut atau juga menggunakan cara lain yaitu mengirimkan video pembelajaran kepada siswanya yang masih kurang paham terhadap materi tersebut. Pernyataan nomor 20, diperoleh 20 orang siswa . ,5%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan pemberian nilai yang dilakukan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online oleh guru sesuai hasil yang didapatkan mereka selama proses belajar mengajar tanpa ada pemberian nilai kasihan kepada siswa. Pernyataan nomor 21, diperoleh 14 orang siswa . ,8%) menjawab tidak setuju. Hal mendengarkan arahan dari guru mereka tetapi sebagian mereka juga tidak memperhatikan arahan dari guru mereka bahkan tidak membuka pesan suara yang dikirim oleh guru Pernyataan nomor 22, diperoleh 15 orang siswa . ,9%) menjawab tidak setuju. Hal ini dikarenakan guru mereka selalu menerima pertanyan serta menjawab setiap pertanyaan mereka walaupun hanya melalui media aplikasi WhatsApp. Pernyataan nomor 23, diperoleh 18 orang siswa . ,2%) menjawab tidak setuju. Hal ni dikarenakan guru mereka sudah pembelajaran daring menggunakan aplikasi WhatsApp WhatsApp termasuk aplikasi komunikasi yang sudah umum di masyarakat Indonesia jadi sebagian besar mereka sudah memahaminya. Pernyataan nomor 24, diperoleh 19 orang siswa . ,4%) menjawab tidak setuju. Hal ini dikarenakan mereka sudah memahami cara menggunakan media aplikasi WhatsApp sehingga tidak mempengaruhi nilai yang mereka dapat. Untuk indikator ketiga secara umum interakasi antara guru dan siswa pada saat proses pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, memperoleh nilai rata-rata persentase 68,9% dalam kategori masi kurang Untuk indikator sarana komonikasi pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Vol. No. 1, pp. April 2023 media aplikasi WhatsApp sebagian besar siswa sudah memahami cara pakai aplikasi ini selain itu pembelajaran dengan aplikasi WhatsApp juga tidak rumit serta sudah umum dipakai. Pernyataan nomor 26, diperoleh 17 orang siswa . ,1%) menjawab tidak setuju. Hal ini dikarenakan siswa masih sangat sulit menggunakan aplikasi WhatsApp sebab mereka tidak leluasa bertanya dikarenakan waktu yang sangat terbatas. Pernyataan nomor 27, diperoleh 15 orang siswa . ,9%) menjawab setuju. Hal ini dikarenakan pengiriman tugas melalui media WhatsApp memerlukan waktu yang lama. Pernyaatan nomor 28, diperoleh 16 orang siswa . %) menjawab tidak setuju. Hal aplikasi WhatsApp merupakan pembelajaran yang sangat simpel cara pakainya sehingga tidak mempersulit siswa dalam melakukan peroses pembelajarannya. Pernyataan nomor 29, diperoleh 19 orang siswa . ,3%) menjawab setuju. Hal ini memahami pebelajaran daring di karenakan siswa sudah terbiasa pada pembelajaran konvensional yang membuat siswa leluasa dalam peroses pembelajaran. Pernyataan nomor 30, diperoleh 13 orang siswa . ,6%) menjawab tidak setuju. Sebab proses pengiriman tugas mlalui aplikasi WhatsApp sangat mudah karena sudah sangat umum digunakan masayarakat Indonesia. Untuk persentase nilai rata-rata 59,0% dalam kategori tergolong kurang baik. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat dilihat bahwa dari keempat indikator yaitu indikator sikap siswa terhadap pembelajaran fisika menggunakan sistem pembelajaran daring dengan media WhatsApp, lingkungan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, interakasi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, dan sarana komunikasi pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp dapat diuraikan sebagai berikut. Indikator pembelajaran fisika menggunakan sistem pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, tertinggi yaitu pernyataan nomor 5, 68,8% siswa menyatakan bahwa siswa masi sangat sulit memahami penjelasan dari teman mereka Gambar 4: hasil angket untuk indikator sarana komunikasi pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp Pernyataan nomor 25, diperoleh 16 orang siswa . %) menjawab setuju. Hal ini disebabkan pembelajaran daring menggunakan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online dikarenakan pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa tidak diberikan kesempatan untuk melakukan persentase atau saling bertukar pikiran dan untuk pernyataan dengan nilai terendah yaitu pernyataan nomor 1, 43,8% siswa menyatakan bahwa materi pembelajaran fisika sudah tersedia dengan baik, dan untuk indikator ini memperoleh persentase nilai rata-rata yaitu 57,2% atau dalam kategori kurang baik dan dapat disimpulkan bahwa siswa kesulitan dalam peroses belajar dikarenakan sulitnya mereka diakibatkan oleh masi kurangnya kesempatan diberikan kepada siswa untuk bertanya atau menjelaskan kepada teman mereka dan berdasarkan presentase nilai yang didapat untuk penyediaan materi masih sangat kurang Diperkuat dengan pernyataan Syafrin muslimah . dalam penelitianya menyatakan dari segi siswa, psikologi kurang fokus karena berbagai pelik kehidupan di rumah yang menggangu konsentrasi belajar, ditambah tugas-tugas yang harus dikerjakan tanpa adanya guru dan ustad/ustadzah Indikator pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, tertinggi ialah pernyataan nomor 11, 68,8% siswa merasa kesulitan memahami materi fisika melalui media daring dengan mengunakan aplikasi WhatsApp sebab mereka tidak saling bertukar pikiran dan juga proses pembelajaran yang tidak tatap muka juga membuat mereka kesulitan dikarenakan tidak adanya penjelasan terkait materi tersebut dari guru dan untuk pernyataan dengan nilai terendah yaitu pernyataan nomor 14, . ,5%) peserta didik sangat sulit memahami materi yang dikirim dari guru ke peserta didik hanya dalam bentuk file saja tanpa adanya penjelasan dari guru sebab proses pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp menjelaskaan secara tatap muka, dan untuk indikator ini memperoleh persentase nilai ratarata yaitu 57,3% atau dalam kategori kurang baik, jadi dapat disimpulkan bahwa suasana lingkungan pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp masi kurang baik sebab siswa masi sangat kesulitan pada saat proses penjelasan materi dari guru serta siswa kesulitan dikarenakan peserta didik sudah temannya dan pada saat pembelajaran daring dengan media aplikasi whatsApp mereka dibatasi oleh waktu dan tidak adanya tatap muka diantara mereka. Vol. No. 1, pp. April 2023 Diperkuat oleh peneliatian Adijaya dan santosa . menyatakan bahwa lingkungan belajar daring yang dilaksanakan secara terus perkuliahan, pertemuan tatap muka lebih menyenangkan dan membantu dalam proses belajar, karena dapat bertanya langsung kepada dosen jika ada yang belum paham. Indikator interaksi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media aplikasi WhatsApp, berdasarkan pernyataan dengan nilai tertinggi ialah pernyataan nomor 20, 62,5%. Dikarenakan pemberian nilai yang dilakukan oleh guru sesuai hasil yang di dapatkan mereka selama proses belajar mengajar tanpa ada pemberian nilai kasihan kepada siswa dan untuk pernyataan dengan nilai terendah adalah Pernyataan nomor 21, 43,8%. Hal ini dikarenakan pada saat proses mendengarkan arahan dari guru mereka tetapi seabagian mereka juga tidak memperhatikan arahan dari guru mereka bahkan tidak membuka pesan suara yang dikirim oleh guru mereka, dan untuk indikator ini memperoleh nilai 69,3% dan masih dalam kategori kurang baik dan dapat disimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa saat pembelajaran daring dengan media apliakasi WhatsApp sebenarnya sudah hampir medekati baik hanya memperhatikan arahan dari guru mereka sehingga mereka masih ada yang mendapatkan nilai yang kurang baik. Diperkuata pada penelitian Zainal Abidin pembelajaran daring yang dilakukan saat ini cukup efektif meskipun disana-sini masih ada pembelajaran jarak jauh seperti masalah interaksi antara guru dan siswa dan ekonomi peserta didik yang nyaris belum siap. Indikator pembelajaran daring, berdasarkan pernyataan dengan nilai tertinggi ialah pernyataan nomor 29, 59,3%. Hal ini dikarenakan siswa masih sangat sulit memahami pembelajaran daring disebabkan siswa yang sudah terbiasa pada pembelajaran konvensional yang membuat siswa leluasa dalam peroses pembelajaran dan untuk pernyataan dengan nilai terendah ialah 40,6%. Dikarenakan proses pengiriman tugas melalui aplikasi WhatsApp sangat mudah karena sudah sangat umum digunakan masyarakat Indonesia dan indikator ini mendapat persentase nilai rata-rata yaitu 60,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk indikator sarana komunikasi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online mendekati baik hanya saja dikarenakan siswa mengunakan aplikasi WhatsApp yang tergolong mudah tetapi masih sangat membatasi siswa dalam proses pembelajaran. Diperkuat dalam penelitian Lukman Hadi . menyulitkan bagi mahasiswa karena kurang bahan belajar dan kurangnya akses internet. Secara umum untuk perepsi siswa masi sangat kurang dimana memperoleh nilai persentase rata-rata yaitu 61,1% dalam kategori kurang baik. Vol. No. 1, pp. April 2023 DAFTAR PUSTAKA