Lestari, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol. No. 1, (Oktober 2. Hal. 35 - 39 Pengaruh Waktu Pirolisis Biomssa Limbah Pengolahan Kelapa Sawit Terhadap Ph Asap Cair Egi Lestaria. Purwo Subektib*. Aprizalb,Yose Rizalb. Ahmad Fathonib Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian INFO ARTIKEL ABSTRAK Histori artikel: Tersedia Online Oktober 2025 Limbah kelapa sawit yang sangat besar baik limbah padat maupun limbah cair jika limbah diurus dengan salah, itu akan mencemari lingkungan. Teknologi alternatif yang dapat menjadi solusi bagi penanganan permasalahan limbah pabrik pengolahan kelapa sawit ialah dengan teknik pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu dan hasil asap cair dari pirolisis limbah pabrik kelapa sawit serta pH yang dihasilkan. Metode eksperimental digunakan dengan pengujian kontinyu dan pembukaan reaktor. Hasil menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengujian, semakin tinggi volume asap cair yang dihasilkan: TKKS . 112 mL. POME . 188 mL, serabut . 96 mL, dan cangkang . 115 mL. Nilai pH dari asap cair TKKS adalah 01. POME 3. 11, serat 3. 00, dan cangkang 3. Kata kunci: Pirolisis, tandan kosong kelapa sawit, cangkang, serat. POME EAeMAIL ABSTRACT lestariegi515@gmail. purwos73@gmail. ijalupp@upp. yose_punya@yaho. ahmadfathoniupp@gmail. Palm oil waste is very large, both solid and liquid waste, if the waste is managed incorrectly, it will pollute the environment. Alternative technology that can be a solution to handling the problem of solid palm oil waste is the pyrolysis This study aims to compare the time and results of liquid smoke from palm oil mill waste and the pH produced. The experimental method is used with continuous testing and opening the reactor. The results show that the longer the test time, the higher the volume of liquid smoke produced: EFB . 112 mL. POME . 188 mL, fiber . 96 mL, and shell . 115 mL. The pH value of EFB liquid smoke is 3. POME 3. 11, fiber 00, and shell 3. Kata kunci: Pyrolysis, empty oil palm bunches, shells, fibers, and POME. PENDAHULUAN sawit dengan teknik pirolisis. Pirolisis merupakan Limbah kelapa sawit yang sangat besar baik proses pemanasan tanpa kehadiran oksigen yang limbah padat maupun limbah cair jika limbah diurus mendegradasi suatu biomassa menjadi arang, tar dan dengan salah, itu akan mencemari lingkungan. Akan Dengan teknik pirolisis limbah padat kelapa sawit dapat diolah secara cepat menghasilkan produk maupun tanah . Presentase limbah kelapa sawit berupa arang dan asap. Asap yang dikeluarkan dapat sebagai limbah biomassa produk pengolahan kelapa dicairkan menjadi destilasi . sap cai. dengan sawit yang cukup besar dapat dijadikan alternatif sumber energi terbarukan dan untuk menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia . Bermanfaat memberikan solusi untuk mengurangi Teknologi alternatif yang dapat menjadi solusi dampak lingkungan dari limbah kelapa sawit dengan bagi penanganan permasalahan limbah padat kelapa 35 iCENOTEK Lestari, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol. No. 1, (Oktober 2. Hal. 35 - 39 produksi asap cair melalui proses pirolisis menyebutkan bahwa pemakaian serat kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan Menurut penelitian . dalam performansi mesin mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat otto yang menggunakan bahan bakar biogas dari berperan aktif dalam penurunan kadar BOD. COD dan TSS pada limbah kelapa sawit. perhitungan diperoleh bahwa terdapat penurunan Berdasarkan daya dan efisiensi termal serta peningkatan konsumsi memiliki beragam manfaat sesuai grade nya. Asap bahan bakar spesifik saat mesin menggunakan bahan cair grade 3 diorientasikan untuk pengawetan karet, bakar biogas berkisar 7% - 9%. Namun untuk emisi gas buang yang dihasilkan terjadi pengurangan kadar patogen yang terdapat di kolam ikan. Asap cair grade menggunakan bahan bakar biogas POME. Berdasarkan jamur dan mengurangi bakteri 2 dapat digunakan sebagai pengawetan bahan . pengolahan limbah biomassa tandan kosong kelapa makanan mentah seperti daging, termasuk daging unggas dan ikan . sawit secara pirolisis menghasilkan produk asap cair. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk Pemanfaatan asap cair limbah tandan kosong kelapa mengetahui perbandingan waktu terhadap jumlah asap cair yang dihasilkan dan nilai pH dari pirolisis keuntungan ganda yaitu pemanfaatan limbah dan limah pabrik pengolahan kelapa sawit. Selain itu, alternatif pengendalian hama yang lebih ramah mengetahui niai pH. II. MATERIAL DAN METODE Pada penelitian ini peralatan yang digunakan Berdasarkan penelitian terdahulu . Pengolahan menghasilkan produk asap cair yang dapat digunakan sebagai bahan penggumpal lateks. Pada kisaran suhu 300 - 400 EE, pH yang dihasilkan sebesar 2,8 , kadar asam asetat sebesar 50,54 % dan fenol sebesar 32,59 %. Kelebihan asap cair dibandingkan asam formiat sebagai penggumpal lateks adalah asap cair mengandung senyawa asam asetat, senyawa fenol serta senyawa lainnya yang berpengaruh terhadap pH dan anti bakteri serta ramah lingkungan. Berdasarkan penelitian terdahulu . dalam penelitiannya bahwa pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BOD. COD dan TSS pada limbah kelapa sawit adalah bakteri Dalam pemanfaatan serat sabut kelapa sawit keramik, data logger, gelas ukur, stopwatch, botol plastik, timbangan digital, pH meter. Sedangkan LPG (Liquefied Petroleum Ga. , tandan kosong kelapa sawit, cangkang, serat, palm oil mill effluent (POME). Penelitian eksperimental dimana limbah kelapa sawit diuji dengan rencana yang telah direncanakan. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Pasir Pangaraian dengan cara menguji alat piolisis dengan kapasitas limbah pengolahan kelapa sawit 0,250 kg dengan waktu pengujian 5 menit, 10 menit, 15 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 180 menit dan dengan suhu 500 EE. sebagai bahan pengolah limbah cair manusawai juga 36 iCENOTEK Lestari, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol. No. 1, (Oktober 2. Hal. 35 - 39 Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pirolisis biomassa limbah pabrik pengolahan kelapa sawit adalah : untuk proses pengujian pirolisis dengan 3 kali variasi waktu. Pengujiannya di lakukan Tabel 3. 1 Hasil Pengujian Pengolahan Kelapa Sawit Pirolisis Limbah dengan cara kontinyu, dan ada pembukaan reaktor untuk mengeluarkan sisa limbah sebelum memulai kepengujian selanjutnya, dan temperatur reaktor Bahan Baku Tempe (CA) Waktu . Jumlah Asap Cair . L) Jumlah Melakukan proses penimbangan pada gas LPG yang TKKS akan digunakan sebelum dan sesudan pengujian. TKKS TKKS POME POME yang dapat mempengaruhi efisiensi pirolisis. Limbah POME tandan kosong dicacah menjadi ukuran yang lebih SERAT Menimbang jumlah limbah biomassa kelapa SERAT sawit yang akan di pirolisis. Menyalakan api untuk SERAT CANGKANG CANGKANG CANGKANG Limbah yang basah seperti tandan kosong, serat, dan cangkang dikeringkan untuk mengurangi kadar air, memanaskan reactor. Mengendalikan stabilitas untuk memanaskan reactor. Memulai pengambilan data pada komputer. Berdasarkan hasil pengujian pH seperti terlihat pada Gambar 3. 2 untuk hasil limbah dari TKKS i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari pengujian dapat di lihat pada Tabel nilai pH 3. 01, untuk limbah dari POME nilai pH 3. Hasil dari pengujian dengan suhu 500 EE dengan kemudian untuk limbah dari serat nilai pH 3. 00, dan massa bahan baku 0,250 kg, dengan waktu yang untuk pH dari limbah cangakang nilainya 3. Hasil bervariasi sebanyak 3 kali di setiap bahan bakunya. pengujian pH tersebut di lakukan pada bahan baku Untuk TKKS dan serat dilakukan 3 kali pengujian asap cair terbanyak dari masing-masing biomassa dengan waktu yang berbeda yaitu : 120 menit limbah kelapa sawit. Selain itu, pengujian pH terhadap asap cair dari menghasilkan asap cair 48 Ml, dan 60 menit limbah cangkang dan serat, hal tersebut dilakukan menghasilkan asap cair 41 mL. Untuk POME karena kedua limbah tersebut menghasilkan asap cair dilakukan 3 kali pengujian dengan waktu yang yang mencukupi volume untuk pengujian Ph. Hasil berbeda yaitu : 15 menit menghasilkan asap cair 188 dari asap cair cangkang dengan waktu 60 menit nilai mL, 10 menit menghasilkan asap cair 101 mL, dan 5 pH 3. 02, untuk waktu 120 menit nilai pH 3. 03, dan menit menghasilkan asap cair 27 mL. Begitu juga utuk waktu 180 menit nilai pH 3. Sedangkan pada cangkang dilakukan 3 kali pengujian dengan untuk hasil pengujian pH limbah dari serat dengan waktu yang berbeda yaitu : 180 menit menghasilkan waktu 60 menit nilai pH 3. 00, untuk waktu 90 menit asap cair 115 mL, 120 menit menghasilkan asap cair nilai pH 3. 06, dan utuk waktu 120 menit nilai pH 101, dan 60 menit menghasilkan asap cair 93. Dari hasil pengujian semakin lama waktu penggujian pirolisis nilai pH asap cair yang 37 iCENOTEK Lestari, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol. No. 1, (Oktober 2. Hal. 35 - 39 Sedangkan asap cair dari limbah TKKS DAFTAR PUSTAKA dan pome tidak mencukupi volume alat pengujian pH. Gambar 3. 2 Hasil Pengujian pH Asap Cair Limbah Pengolahan Kelapa Sawit IV. KESIMPULAN Peroses pirolisis limbah pabrik pengolahan . kelapa sawit TKKS dengan waktu 120 menit menghasilkan asap cair tertinggi 112 Ml, untuk POME dengan waktu 15 menit menghasilkan asap cair tertinggi 188 mL, kemudian serat dengan waktu . 120 menit menghasilkan asap cair tertinggi 96 mL, dan pirolisis cangkang dengan waktu 180 menit Sedangkang untuk hasil pengujian pH asap cair dari . limbah dari TKKS nilainya 3. 01, untuk limbah dari POME nilai pH 3. 11, kemudian untuk limbah dari serat nilai pH 3. 00, dan untuk pH dari limbah cangakang nilainya 3. UCAPAN TERIMA KASIH