Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 ANALISIS KUALITAS PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN DI BIDAN WIDIARTI KIANGROKE Salsabila Nuril Jaoza1. Ida Jalilah Fitria2 Universitas Teknologi Digital. Bandung. Indonesia12 salsabila10121924@digitechuniversity. ABSTRAK Perkembangan profesional berkelanjutan adalah proses yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan bidan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari bidan utama, bidan pendamping, dokter, asisten bidan, pasien, administrasi dan petugas kebersihan. Wawancara fokus pada persepsi dan pengalaman mereka dalam pelaksanaan pengembangan profesional berkelanjutan dan pengaruhnya terhadap praktik bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri, sikap profesional dalam menangani berbagai kondisi persalinan. Bidan Widiarti secara aktif mengikuti pelatihan, seminar, dan kegiatan evaluasi rutin yang dilakukan. Hal ini berdampak positif terhadap kepuasan pasien, keamanan tindakan medis, dan kolaborasi antar staf. Meskipun demikian, ditemukan bahwa aspek pelayanan Keluarga Berencana (KB) masih memerlukan peningkatan dalam hal akses dan ketersediaan. Secara keseluruhan Praktik Bidan Widiarti telah menunjukkan upaya nyata dalam membangun budaya kerja profesional yang berkelanjutan dan dapat dijadikan contoh bagi praktik kebidanan lainnya Kata kunci: Pengembangan profesional berkelanjutan. Produktivitas. Profesionalisme. Keterampilan. Bidan Widiarti Kiangroke. PENDAHULUAN Pengembangan Profesional adalah suatu proses berkelanjutan yang dilakukan sepanjang masa karier individu. Proses pengembangan tidak mungkin dilakukan sekali waktu pada awal karier, namun harus terus dilakukan secara kontinu. Keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman juga harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Profesionalisme bidan merupakan perilaku profesional bidan yang sangat penting karena sebagai dasar dalam melakukan kontak antara bidan dan masyarakat. Bidan memiliki peranan penting di masyarakat sikap profesional sangat dibutuhkan dalam melakukan pelayanan kebidanan dan sebagai dasar kepercayaan masyarakat (Anggraini et al. , 2. Bidan Widiarti merupakan salah satu bidan yang membuka Praktik Mandiri di Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, memberikan pelayanan kebidanan secara langsung kepada masyarakat termasuk pemeriksaan kehamilan, persalinan, imunisasi, pelayanan nifas, keluarga berencana serta penyuluhan kesehatan. Dalam pelaksanaan di Bidan Widiarti menghadap berbagai tantangan, salah satunya adalah masih kurangnya dalam Keluarga Berencana (KB). Situasi ini menuntut Bidan Widiarti tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga melakukan pendekatan edukatif, komunikasi yang efektif, serta inovasi dalam penyuluhan kepada pasien atau masyarakat. Pentingnya untuk menganalisis bagaimana pengembangan profesional berkelanjutan dijalankan di praktik ini. Menurut G. Terry Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang Manajemen adalah suatu proses pencapaian tujuan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya dan diupayakan atau dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain. http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1618 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran . secara efektif dan efisien. Manajemen Kebidanan merupakan metode atau alur berpikir bagi bidandalam melakukan asuhan kebidanan dan membantu bidan dalam mengambil keputusan yang tepat dibantu dengan proses berpikir kritis agar keputusan yang diambil dapat efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan klien. Manajemen Kebidanan diartikan sebagai proses alur berfikir seorang bidan dalam melakukan asuhan kebidanan dan menyelesaikan permasalahan atau kasus yang dihadapi dalam memberikan pelayanan ( JM. Metha tahun 2. Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan Bidan yang terus mengembangkan kemampuannya dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, aman, dan efisien. Hal ini akan meningkatkan pengalaman, mengurangi risiko komplikasi, dan mendukung hasil kelahiran yang lebih baik. Selain itu, dengan pengembangan profesional yang berkelanjutan, bidan juga lebih siap menghadapi tantangan baru yang mungkin muncul dalam praktik mereka, baik yang terkait dengan teknologi medis baru maupun masalah kesehatan yang sedang Secara keseluruhan. Pengembangan Profesional Berkelanjutan membantu memastikan bahwa tenaga kesehatan, termasuk bidan, selalu memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar terbaru, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesehatan pasien. Dari penerapan standar terbaru pun perkembangan pengembangan Berkelanjutan membantu Bidan dalam mengikuti perkembangan s standar pelayanan terbaru dan praktik terbaik dalam dunia kebidanan. Kepercayaan Diri dan Kepuasan pasien dimana bidan yang terus belajar dan mengembangkan diri akan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan, yang berujung pada peningkatan kepuasan pasien. Keterbatasan dalam ketersediaan layanan Keluarga Berencana (KB) menunjukkan bahwa Pengembangan Profesional Berkelanjutan belum menyentuh seluruh area penting dalam Praktek Di Bidan. Pentingnya Pengembangan Profesional Berkelanjutan mungkin ada sebagian bidan yang belum sepenuhnya menyadari, atau mereka tidak memiliki dorongan internal untuk mengikuti program-program Pengembangan Profesional ini. Jika di Bidan Widiarti Kiangroke Pengembangan Profesional Berkelanjutan belum sepenuhnya diterapkan dengan baik, maka hal ini dapat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan Pengembangan Profesional Berkelanjutan di Bidan dan mencari solusi yang tepat agar pengembangan ini dapat dioptimalkan. Hal ini dapat ditingkatkan melalui pengembangan profesional berkelanjutan yang lebih terstruktur dan diprioritaskan. Penerapan Pengembangan Profesional Berkelanjutan yang baik sangat penting agar para Bidan terus meningkatkan Keterampilan dan pengetahuannya, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkualitas kepada pasien. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan desain studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk memahami fenomena secara mendalam, khususnya pengaruh pengembangan profesional berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan persalinan. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali pengalaman, persepsi, dan perspektif para bidan secara lebih Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiono, 2020:. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini dengan observasi, pengumpulan data, dan dokumentasi serta mewawancarai salah satu karyawan yang menunjang penelitian ini yang dilakukan secara langsung di klinik Bidan Widiarti untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan. http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1619 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: Observasi langsung,dilakukan ditempat Praktik Bidan Widiarti Wawancara mendalam dengan Bidan . Staf di Praktik dan Pasien , dapat menggali informasi yang lebih mendalam. Dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan dokumentasi sebagai hasil penelitian di Praktik Bidan Widiarti Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu untuk menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif (Hardani,2. Metode analisis data dengan Wawancara mendalam dengan bidan atau staf terkait untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai pengembangan profesional berkelanjutan yang telah mereka ikut Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif yaitu di mulai dari tahapan pengumpulan data dilanjutkan dengan reduksi data, display data dan tahapan terakhir yaitu penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap Praktik Bidan Widiarti yang berlokasi di Kiangroke Kecamatan Banjaran. Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan dari November 2024 hingga Mei 2025 di Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Berikut adalah hasil dari wawancara dan observasi yang sudah peneliti rangkum sebagai berikut : No Narasumber Tabel 1. Matriks Ringkasan Wawancara Efektivitas Profesionalisme Pelayanan Pengembangan Keterampilan Briefing harian, alat Bidan Widiarti (Bidan tertata, shift Utam. bergiliran, evaluasi Menjaga komunikasi, etika, adil, disiplin Bidan Astuti & Bidan Nurfitroh (Pendampin. Bagi tugas, hemat waktu dengan komunikasi efektif Pelatihan manajemen Empati, tanggap, kerja praktik, penanganan sama, komunikasi baik Dr. Dinar Restika Proses cepat & terstruktur, tenaga kerja tahu tugas Mengedepankan Komunikasi efektif & standar medis, empati, efisiensi dalam Ibu Pratiwi (Terapis/Asiste. Persiapan alat & jadwal harian tertata Pelatihan alat medis. Fokus, tanggung jawab, sanitasi, komunikasi bantu pasien Salma (Administras. Arsip layanan terpisah Pencatatan rapi, simpan Dokumentasi manual, berdasarkan jenis informasi rahasia Ibu Minah (Petugas Kebersiha. Bersihkan sebelum & Ramah, tanggung sesudah, sesuaikan jawab, jaga standar jadwal ramai Dilatih bersihkan alat non-medis & ruang Ibu Resti Ferawati (Pasie. Cepat, sigap, tidak menunggu lama N/A . enilai keterampilan bai. http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Dihormati, ramah, penjelasan jelas Rutin ikut pelatihan, membimbing staf Page 1620 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 No Narasumber Efektivitas Pelayanan Profesionalisme Pengembangan Keterampilan Proses ringkas & Pelayanan jelas & cepat Semua tenaga medis terampil, ramah Ira Nuraini (Pasie. PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi terhadap sembilan informan dari berbagai elemen layanan, termasuk bidan, dokter, pasien, hingga staf Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bidan Widiarti telah menerapkan prinsip-prinsip pelayanan kesehatan yang baik, terutama dalam hal komunikasi efektif, empati, dan ketepatan tindakan Meskipun ditemukan kekurangan, khususnya dalam layanan Keluarga Berencana (KB), komitmen terhadap perbaikan menjadi tanda positif atas potensi peningkatan layanan ke depan. Temuan ini sejalan dengan pandangan Kotler & Keller . , bahwa kualitas layanan berperan penting dalam membentuk kepuasan dan loyalitas pasien. Selain itu, pelayanan yang diberikan terbukti responsif, ramah, dan efisien, yang menjadi faktor penting dalam pengalaman positif pasien. Bidan Widiarti juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan profesional berkelanjutan dengan aktif mengikuti pelatihan, seminar, serta memanfaatkan media sosial seperti Instagram. Facebook, dan TikTok untuk edukasi dan komunikasi dengan pasien. Pengembangan ini memperkuat hubungan antara bidan dan masyarakat serta berkontribusi pada kualitas pelayanan yang lebih responsif dan modern. Hasil observasi menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan yang komunikatif dan inklusif sangat diapresiasi oleh pasien. Meski demikian, beberapa catatan perlu menjadi perhatian, seperti perlunya inovasi dalam layanan KB. Dampak dari pengembangan profesional berkelanjutan ini sangat signifikan. Terdapat peningkatan kualitas pelayanan sesuai standar profesi, efisiensi operasional melalui proses pelayanan yang cepat dan mandiri, serta peningkatan daya saing melalui layanan inovatif seperti senam hamil, hypnobirthing, dan edukasi digital. Dengan demikian, praktik Bidan Widiarti tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan yang efektif, tetapi juga berperan sebagai model praktik kebidanan modern berbasis komunitas yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasien secara KESIMPULAN Pelaksanaan Pengembangan Profesional Berkualitas di Praktik Bidan Widiarti Kiangroke telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Tiga dimensi utama Pengembangan Profesional Berkelanjutan Produktivitas. Profesionalisme, dan Keterampilan terlihat nyata dalam praktik sehari-hari. Meskipun demikian, tantangan dalam aspek fasilitas dan pelibatan seluruh tim dalam pengembangan perlu mendapat perhatian lebih lanjut. SARAN Bagi Bidan Widiarti. Terus mempertahankan komitmen terhadap Pengembangan Profesional Berkelanjutan, baik itu melalui kegiatan formal seperti seminar maupun pelatihan maupun informal seperti diskusi dengan sesama Bidan. Mengelola waktu secara efektif agar tetap dapat mengikuti Pengembangan Profesional Berkelanjutan. Keluarga Berencana masih perlu memerlukan peningkatan dari ketersediaan alat kontrasepsi, dan evaluasi rutin pelayanan KB untuk mengetahui kekurangan dan merancang perbaikan layanan ke depan. Merancang http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1621 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 kegiatan yang sistematis pada penerapan manajemen dengan fokus kepada kebutuhan pelayanan lokal maupun terkini dalam Praktik. Bagi penelitian selanjutnya ini dapat dijadikan referensi khususnya terkait pentingnya Pengembangan Profesional Berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memahami praktik nyata dalam Pengembangan Kompetensi oleh Bidan, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi di lapangan. DAFTAR PUSTAKA