781 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PELESTARIAN ADAT NAMAAoIN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DUSUN BATU GEMBUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Oleh Marianim1. I Made Suyasa2. Primus Gadu3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : Ainingg1232@gmail. com, 2kadeksuyasa@gmail. com, 3primusgadu@gmail. Article History: Received: 12-10-2024 Revised: 14-10-2024 Accepted: 16-10-2024 Keywords: Upaya Pelestarian. Adat Namain,Lombok Utara. Abstract : Penelitian ini membahas tentang upaya-upaya masyarakat Dusun Batu Gembung dalam melestarikan ritual adat namain sebagai daya tarik wisata di Desa Andalan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini diuraikan dalam beberapa jawaban terhadap rumusan masalah yaitu bagaimana upaya-upaya pelestarian ritual adat namain sebagai daya tarik wisata budaya yang ada di Dusun Batu Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya-upaya dalam melestarikan ritual adat namain ( ngayungay. di Dusun Batu Gembung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dengan pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Dusun Batu Gembung dengan cara pengenalan adat istiadat dan melibatkan generasi muda dalam upaya mempertahankan dan tetap melestarikan ritual adat namain. PENDAHULUAN Keberadaan kampung wisata yang ada di Desa Andalan Kacamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi yang cukup baik untuk di lestarikan sebagai daya tarik tempat kunjungan para wisatawan yang ingin mengujungi tempat-tempat yang memiliki sejarah budaya yang tidak kalah lebih baik dari tempat-tempat wisata budaya lainnya. Masyarakat adat yang ada di Dusun Batu Gembung masih memiliki berbagai macam adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu seperti ritual mulud adat Dusun Batu Gembung, ritual adat namain, ritual ngoras sumur goar, meroah, ritual begawe, dan masih banyak lagi ritual adat di setiap tahunnya. Ritual adat namain . gayu-ngay. merupakan sebuah adat bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang di berikan kepada masyarakat Dusun Batu Gembung. Ritual adat Namian masih dilakukan oleh masyarakat wet montong Batu Batu gembung setiap tahunya sebagai bentuk terimakasih mereka. Ritual adat namain juga dilakukan atas masih terjaganya hutan adat yang ada di Desa Andalan tepatnya di dusun Pawang tenun. Setiap ritual adat namain . masyarakat dusun Batu Gembung secara serentak membuat makan tradisional penimbung, yang dibuat dari ketan dan santan kelapa yang dimasukan ke dalam bambu muda kemudian dibakar dengan kayu selama kurang lebih 2 jam. Seiring dengan berjalannya waktu kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal terbilang masih sangat minim. Masyarakat terpengaruh oleh perkembangan tehnologi sehingga dapat mempengaruhi keberlangsungan budaya lokal terutama dikalangan pemuda saat ini. Hal ini bukan berarti bahwa tidak boleh mengadopsi budaya asing, namun banyak budaya asing yang tidak a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sesuai dengan kepribadian bangsa. Banyaknya Budaya asing yang terus masuk ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang dimiliki oleh daerah setempat. Sehingga keaslian budaya setempat jadi tercampur dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan budayabudaya yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Untuk itu perlunya upaya-upaya penting terus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya di Indonesia khususnya di dusun Batu Gembung dapat tetap eksis dalam keasliannya walaupun diterpa arus globalisasi. Berbagai cara yang dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya sendiri, orang akan termotivasi untuk mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaannya akan tetap terus ada. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti melakukan penelitian dengan judulAy Upaya Pelestarian Adat Namain Sebagai Daya Tarik Wisata Di Dusun Baru Gembung Kabupaten Lombok UtaraAy LANDASAN TEORI Pelestarian budaya Pelestarian budaya . taupun budaya loka. adalah upaya untuk mempertahankan agar/supaya budaya tetap sebagaimana adanya. Pelestarian adalah upaya atau proses untuk membuat sesuatu tetap selama-lamanya tidak berubah. Menurut Jacobus dalam prayogi . Pelestarian sebagai kegiatan atau yang dilakukan secara terus menerus, terarah dan terpadu guna mewujudkan tujuan tertentu yang mencerminkan adanya sesuatu yang tetap dan abadi, bersifat dinamis, luwes, dan selektif Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam melestarikan budaya lokal (Yunus: 2014: . yaitu Meningkatkan kualitas SDM dalam memajukan budaya lokal. Mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan pelestariannya. Berusaha menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramah-tamahan dan solidaritas yang tinggi. Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah dan mengelola keanekaragaman budaya lokal. Daya tarik wisata Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Daya Tarik Wisata (DTW) adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Adapun jenis daya tarik wisata Wisata alam Wisata alam merupakan kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi alam untuk menikmati keindahan alam baik yang masih alami atau sudah ada usaha budidaya, agar ada daya tarik wisata ke tempat tersebut. Wisata budaya. Pariwisata berbasis budaya (Cultural Touris. adalah jenis kegiatan pariwisata yang memanfaatkan kebudayaan sebagai objek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Di destinasi wisata tersebut, wisatawan akan merasakan dan mempelajari berbagai budaya tertentu. Adanya wisata budaya dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisatawan yang dapat menyimpan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 warisan budaya Wisata religi Wisata religi adalah sebuah perjalanan atau kunjungan yang dilakukan baik individu maupun kelompok ke tempat dan institusi yang dianggap penting dalam penyebaran dakwah dan pendidikan Islam (Shihab dalam Safitri 2. Islam meninggalkan berbagai peninggalan sejarah penting, seperti makam, masjid, bekas kerajaan, perhiasan, adat istiadat dan sebagai-nya yang dapat dijadikan sebagai potensi daya tarik salah satu kegiatan. Wisata minat khusus. Wisata minat khusus merupakan jenis wisata yang baru dikembangkan di Indonesia. Wisata ini lebih mengutamakan wisatawan yang mempunyai motivasi khusus. Dengan demikian, biasanya para wisatawan harus memiliki keahlian. Jenis wisata ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai minat terhadap hal tertentu dan tidak banyak yang berminat dengan wisata yang satu ini. Contoh wisata minat khusus adalah trekking, rafting . engarungi sunga. , diving . , hiking . endaki gunun. , dan lain sebagainya. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ini dilakukan di Dusun Batu Gembung Desa Andalan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penentuan informan yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan kriteria menurut srauss dan corbin dalam buku (Harahap, 2. mengemukakan beberapa kriteria informan sebagai berikut: 1. Cukup lama dan intensif dengan informasi yang Masih terlibat penuh dengan kegiatan yang diinformasikan. Mempunyai cukup banyak waktu untuk memberikan informasi. Tidak dikondisionalkan atau direkayasa dalam pemberian informasinya. Siap memberikan informasi seperti seorang guru dengan ragam Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi karena tujuan utama dari penelitian ini adalah peneliti mengumpulkan data yang sesuai dilapangan dan memberikan hasil deskripsi nantinya. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam peneliti ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif, teknik analisis data deskriptif kualitatif adalah salah satu teknik analisis data yang sering digunakan sebagai metode penelitian. Jenis teknik analisis data deskriptif kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Jenis analisis data deskriptif kualitatif kerap digunakan untuk menganalisis kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial. Sekaligus merupakan gabungan dari teknik analisis data deskriptif dan kualitatif. Tentunya dengan menerapkan teknik analisis data yang tepat maka akan semakin banyak informasi dapat diurutkan dan akan membantu kita untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas dan memiliki pemahaman yang lebih baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya Masyarakat Masyarakat yang dimaksud di sini ialah masyarakat yang berdiam di dusun batu gembung Desa andalan, kecamatan bayan Kabupaten lombok utara. Masyarakat dusun batu gembung merupakan masyarakat yang memercayai adat namain . gayu-ngay. sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang telah di berikan rezki tahun sekarang dan meminta rezki tahun akan datang. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwasanya masyarakat adat dusun batu gembung memiliki adat yang hingga kini masih dilaksanakan. Beberapa adat yang hingga kini masih dilaksanakan oleh masyarakat Batu Gembung di Desa Andalan ialah adat mulud adat Dusun Batu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gembung, ritual adat namain, ritual ngoras sumur goar, meroah, ritual begawe. Adanya upayaupaya yang dilakukan untuk mempertahankan keberadaan adat oleh masyarakat adat ialah dikarenakan masyarakat adat percaya bahwa ketika suatu adat dilepaskan, maka hal tersebut dapat merugikan dan akan dirasa sebagai sebuah perbuatan yang menghilangkan kebahagiaan (Dewantara 2. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat dusun Batu Gembung dan pemerintah desa Andalan dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal seperti ritual adat namain diantaranya sebagai berikut: Pengenalan Adat Istiadat Pembelajaran adat istiadat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang adat istiadat, di dusun Batu Gembung masih banyak ritual-ritual adat seperti: maulid adat, ritual adat namain, membangar, ngoras sumur goar, dan alat musik tradisional gerantung. Kegiatan adat istiadat sangat diperlukan untuk diajarkan kepada generasi muda supaya memiliki penerus dimasa yang akan datang. Berdasarkan hasil wawancara Sekretaris Desa Andalan bapak Amirudin Aumengatakan dalam melestarikan budaya diperlukan generasi penerus terutama di kalangan pemuda, dengan memberikan peran penting dalam kegiatan adat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya, hal yang sangat dibutuhkaan oleh generasi pemuda dengan memberikan pemahaman-pemahaman akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya dan pemerintah desa akan mendukung hal yang mencangkup pelestarian budaya lokal melalui APBDesaAy Melibatkan Generasi Muda Melibatkan generasi muda dalam kegiatan adat namain sehingga dapat menjadikan generasi penerus dalam melestarikan budaya khususnya ritual adat namain, peran anak muda sangat dibutuhkan untuk menjaga dan melestarikan budaya. anak muda perlu dilibatkan dalam kegiatan terutama kegiatan adat, supaya ada generasi penerus adat budaya. Generasi muda diajarkan tentang adat contohnya seperti mengajarkan bermain alat musik tradisional gerantung. ritual adat namain ini merupakan kebiasaan leluhur terdahulu yang masih dijaga sampai sekarang dan merupakan kewajiban untuk di lestarikan. Salah satu cara untuk melestarikan ritual adat ini dengan memberikan peran kepada generasi muda untuk ikut terlibat dalam melestarikan budaya. PENUTUP Kesimpulan Upaya-upaya pelestarian adat namain yang ada di Dusun Batu Gembung diantaranya: Mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga dan melestarikan ritual adat namain. Memberikan pemahaman tentang adat istiadat. Melibatkan semua kalangan terutama generasi muda dalam berbagai kegiatan adat namain supaya ada generasi penerus yang menjalankan ritual adat tersebut. Saran Bagi masyarakat Untuk selalu menjaga kekompakan dan kerjasama dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal terutama ritual adat namain agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh penerus generasi yang akan datang. Bagi generasi muda Meningkatkan dan menumbuhkan kepedulian terhadap budaya lokal dengan mempelajari nilai-nilai tentang tradisi melalui berbagaisumber seperti buku ataupun media internet. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Bagi pemerintah Pemerintah desa lebih memperhatikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal, dikarnakan ritual-ritual adat banyak terkandung nilai-nilai seperitual di dalamnya. DAFTAR PUSTAKA