Indonesian Journal of Public Administration and Management (IJPAM) Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Terhadap Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan Dalam Meningkatkan Efektivitas Program Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Teguh Iman Pribadi Universitas Garut 24091724038@pasca. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, yang diduga dipengaruhi oleh pelaksanaan Kebijakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana serta manajemen kelembagaan satuan pendidikan yang belum sepenuhnya berjalan optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan statistik dan model analisis regresi berganda. Populasi sekaligus responden penelitian berjumlah 140 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan, manajemen kelembagaan, dan efektivitas program sarana dan prasarana secara umum berada pada kategori sangat Pengujian hipotesis membuktikan bahwa pelaksanaan kebijakan dan manajemen kelembagaan berpengaruh positif dan cukup kuat terhadap efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan secara simultan. Namun demikian, temuan lapangan menunjukkan masih adanya kelemahan pada aspek dukungan anggaran pegawai, pembagian beban kerja, pembimbingan, serta penyelesaian tugas yang belum optimal. Kata Kunci : Manajemen. Efektivitas. Pendidikan. Dinas Pendidikan. Sarana dan Prasarana Pendahuluan Sarana dan prasarana pendidikan merupakan komponen strategis dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Ketersediaan fasilitas yang memadai tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis pembelajaran, tetapi juga menjadi indikator mutu layanan pendidikan serta kenyamanan psikologis peserta didik. Oleh karena itu, pengelolaan sarana dan prasarana yang sistematis, efisien, dan akuntabel menjadi prasyarat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Mulyasa . menegaskan bahwa kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan pengelolaan sarana prasarana yang terencana dan berkelanjutan. Sebagai landasan regulatif, pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Kebijakan ini mengatur secara komprehensif tahapan perencanaan kebutuhan, pengadaan, pendistribusian, pemanfaatan, pemeliharaan, inventarisasi, hingga penghapusan sarana dan prasarana pendidikan. Tujuan utama kebijakan ini adalah menjamin Teguh Iman Pribadi Indonesian Journal of Public Administration Vol. No. Halaman 01-08 tersedianya fasilitas pendidikan yang layak, merata, dan berkelanjutan pada seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Di Kabupaten Garut, implementasi kebijakan tersebut pada tahun 2024 menunjukkan adanya komitmen anggaran yang relatif kuat. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp61,7 miliar untuk pembangunan fisik dan pengadaan sarana pendidikan dasar. Alokasi ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan serta menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program konkret di tingkat daerah. Dari sisi perencanaan. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut telah melakukan sosialisasi teknis kepada lebih dari 300 kepala sekolah dan ketua Kelompok Masyarakat (Pokma. Pendekatan ini menunjukkan penerapan prinsip partisipatif dan transparansi, di mana Pokmas diberi peran dalam pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan secara swakelola di bawah pengawasan sekolah dan dinas terkait. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan fisik juga berdampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi setempat. Namun demikian, implementasi kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 di Kabupaten Garut belum sepenuhnya berjalan efektif. Berbagai permasalahan masih ditemukan, terutama pada aspek perencanaan berbasis data, pengadaan, pemeliharaan, serta pengawasan dan evaluasi. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tahun 2024 menunjukkan bahwa hanya 87% sekolah yang memperbarui data kebutuhan sarana prasarana secara berkala, sementara realisasi pengadaan tepat waktu baru mencapai 78%. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program. Permasalahan lain yang menonjol adalah ketidaksesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi teknis serta keterlambatan penyelesaian proyek. Beberapa fasilitas pendidikan baru tersedia ketika tahun ajaran telah berjalan, sehingga pemanfaatannya tidak optimal. Kondisi ini sejalan dengan temuan Supartika et al. yang menyatakan bahwa lemahnya mekanisme pengadaan menjadi salah satu penyebab rendahnya efisiensi program Dari aspek pemeliharaan, sebagian besar sekolah belum memiliki anggaran rutin dan jadwal pemeliharaan sarana, sehingga banyak fasilitas cepat mengalami kerusakan dan tidak berfungsi secara maksimal. Pengawasan dan evaluasi juga menjadi titik lemah dalam implementasi kebijakan. Monitoring lapangan belum dilakukan secara berkala dan sistem pelaporan masih bersifat manual serta tidak terintegrasi. Akibatnya, pengambilan keputusan berbasis data menjadi kurang optimal, sebagaimana dikemukakan oleh Mulyasa . bahwa sistem evaluasi yang tidak konsisten akan menyulitkan peningkatan kinerja organisasi Meskipun demikian. Pemerintah Kabupaten Garut memperoleh apresiasi nasional berupa Anugerah Merdeka Belajar dalam kategori Transformasi Anggaran Pendidikan. Penghargaan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam aspek transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran pendidikan. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya merefleksikan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana di tingkat satuan pendidikan. Berdasarkan kondisi tersebut, efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Garut masih perlu ditingkatkan melalui penguatan manajemen kelembagaan. Arikunto . menekankan bahwa efektivitas program sangat ditentukan oleh kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 terhadap manajemen kelembagaan satuan pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Garut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan serta rekomendasi perbaikan tata kelola sarana dan prasarana pendidikan di tingkat daerah. Metodologi Teguh Iman Pribadi Indonesian Journal of Public Administration Vol. No. Halaman 01-08 Bagian Metode penelitian menjelaskan tentang: pendekatan, ruang lingkup atau objek, definisi operasional variable/deskripsi fokus penelitian, tempat, populasi dan sampel/informan, bahan dan alat utama, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Bagian ini berisi uraian prosedur dan langkah-langkah penelitian yang bersifat khas sesuai dengan topik yang dikaji. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survey. Pendekatan ini melibatkan variabel independen, variabel dependen, dan variabel mediasi yang memiliki hubungan sebabakibat yang efektif di antara mereka. Data dikumpulkan melalui studi lapangan dan studi kepustakaan menggunakan metode angket terhdap 140 responden, wawancara, dan observasi. Instrumen penelitian diuji untuk validitas dan reliabilitasnya, dengan teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dan statistik. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan analisis data mengenai pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. Tahun 2013 tentang pengelolaan sarana dan prasarana terhadap manajemen kelembagaan satuan pendidikan dalam meningkatkan efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, bahwa Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang pengelolaan sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sudah baik Indikator tertingginya ada pada standar operasional prosedur (SOP) dengan kriteria Sangat Baik adapaun indikator terendah ada pada pada indikator Dukungan anggaran pegawai termasuk dalam kategori cukup Baik. Manajemen kelembagaan satuan pendidikan hasil dari analisis data ditemukan bahwa sudah baik adapun indikator tertinggi ada pada indikator penetapan sasaran dari perencanaan sedangkan indikator terendahnya ada pada indikator pembagian tugas/beban kerja serta pembimbingan termasuk dalam kategori cukup Baik. Efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Sudah sangat baik hasil dari analisis data bahwa didapat indikator tertinggi ada pada kualitas sarana dan prasarana dengan kriteria sangat baik dan indikator terendahnya ada pada indikator Penyelesaian tugas dengan katagori cukup baik. Temuan dilapangan dari hasil penelitian ini bahwa Dukungan anggaran pegawai, pembagian tugas/beban kerja serta pembimbingan dan Penyelesaian tugas masih belum optimal. Berdasarkan hasil Uji simultan menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara keseluruhan untuk menerangkan variabel terikat atau dependen. Pengujian ini menggunakan tingkat signifikan sebesar 5% dan membandingkan antara t-hitung dan t-tabel. Jika nilai t-hitung > t-tabel maka setiap variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan sebaliknya, jika t-hitung < t-tabel maka setiap variabel independen yang diteliti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini, uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah dengan menggunakan model regresi berganda. Hal ini dikarenakan pada penelitian ini peneliti ingin meneliti pengaruh dari dua variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Berikut disajikan hasil dari analisis regresi linear berganda. Teguh Iman Pribadi Indonesian Journal of Public Administration Vol. No. Halaman 01-08 Tabel 1. Hasil Uji Regersi Linear Berganda Sumber : Peneliti 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa kedua variabel bebas, yaitu Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana dan Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan, berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Program Sarana dan Prasarana Pendidikan. Nilai koefisien untuk variabel pelaksanaan kebijakan sebesar 0,272 dengan nilai signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa semakin baik implementasi kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, maka efektivitas program akan semakin meningkat. Hal ini dipertegas oleh nilai t-hitung sebesar 4,907 yang lebih besar dari t-tabel, sehingga variabel ini terbukti berpengaruh secara signifikan. Sementara itu, variabel manajemen kelembagaan satuan pendidikan memiliki nilai koefisien sebesar 0,773 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti bahwa perbaikan dalam tata kelola kelembagaan mampu meningkatkan efektivitas program sarana dan prasarana secara lebih besar. Nilai t-hitung sebesar 6,317 yang lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya menunjukkan bahwa variabel ini merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi efektivitas program. 6 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin optimal pelaksanaan kebijakan sesuai Permendikbud No. 23 Tahun 2013 dan semakin efektif manajemen kelembagaan pada satuan pendidikan, maka efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan semakin meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan regulasi yang baik, diikuti tata kelola kelembagaan yang kuat, merupakan kunci dalam mencapai program sarana dan prasarana pendidikan yang efektif. Uji F . ji simulta. dalam analisis regresi adalah untuk mengetahui apakah semua variabel independen . secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen . Dengan kata lain, uji F digunakan untuk menguji kelayakan atau keberartian model regresi secara keseluruhan apakah model yang digunakan Teguh Iman Pribadi Indonesian Journal of Public Administration Vol. No. Halaman 01-08 mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel terikat. Berikut Hasil Uji F disajikan dalam tabel di bawah ini : Tabel 2. Uji Keadalan Model (Uji F) Dependent Variable: Efektivitas Program Sarana dan Prasarana Pendidikan Predictors: (Constan. Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan. Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasaran Sumber : Peneliti . Berdasarkan hasil analisis ANOVA yang disajikan pada Tabel di atas, uji F digunakan untuk mengetahui apakah model regresi yang dibangun signifikan secara keseluruhan dalam menjelaskan variabel dependen, yaitu Efektivitas Program Sarana dan Prasarana Pendidikan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 49,131 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai signifikansi ini berada di bawah taraf = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi secara simultan signifikan. Dengan kata lain, kedua variabel prediktor, yaitu Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan dan Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana, secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pengelolaan kelembagaan satuan pendidikan dan pelaksanaan kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 akan berdampak positif terhadap efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Se4dangkan hasil uji Koefisien Determinasi (R. bahwa Nilai R2 menunjukan seberapa besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh seluruh variabel independen (Ghozali, 2. Dalam penelitian ini. R2 variabel pelaksanaan kebijakan permendikbud no. 23 tahun 2013 tentang pengelolaan sarana dan prasarana dan variabel manajemen kelembagaan satuan pendidikan. Berikut hasil uji koefisien determinasi: Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Predictors: (Constan. Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan. Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sumber : Peneliti . Berdasarkan hasil Model Summary, hubungan antara variabel prediktor, yaitu Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan dan Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana, dengan variabel dependen Efektivitas Program Sarana dan Prasarana Pendidikan tergolong positif dan cukup kuat, ditunjukkan oleh nilai R = 0,646. Selanjutnya, nilai R Square sebesar 0,418 menunjukkan bahwa 41,8% variasi efektivitas program Teguh Iman Pribadi Indonesian Journal of Public Administration Vol. No. Halaman 01-08 sarana dan prasarana pendidikan dapat dijelaskan oleh kedua variabel prediktor secara bersamasama. Nilai Adjusted R Square = 0,409 memperhitungkan ukuran sampel dan jumlah prediktor, sehingga secara realistis sekitar 40,9% variasi efektivitas program dapat dijelaskan oleh manajemen kelembagaan satuan pendidikan dan pelaksanaan kebijakan Permendikbud No. Tahun 2013, sementara sisanya sebesar 59,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model Dengan demikian, hasil ini menegaskan bahwa peningkatan pengelolaan kelembagaan dan pelaksanaan kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 berperan penting dalam meningkatkan efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan, meskipun terdapat faktor lain yang juga memengaruhi efektivitas program tersebut. Kesimpulan Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang pengelolaan sarana dan prasarana, manajemen kelembagaan satuan pendidikan dan efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Sudah sangat baik. Adapun hasil pengujian hipotesis bahwa Manajemen Kelembagaan Satuan Pendidikan dan Pelaksanaan Kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana, 8 dengan variabel dependen Efektivitas Program Sarana dan Prasarana Pendidikan tergolong positif dan cukup kuat, artinya bahwa variasi efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan dapat dijelaskan oleh kedua variabel prediktor secara bersama-sama. Dengan demikian, hasil ini menegaskan bahwa peningkatan pengelolaan kelembagaan dan pelaksanaan kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2013 berperan penting dalam meningkatkan efektivitas program sarana dan prasarana pendidikan, meskipun terdapat faktor lain yang juga memengaruhi efektivitas program tersebut. Daftar Pustaka