SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. RESEARCH ARTICLE OPEN ACCESS Menjelajahi Peran Kemampuan Dinamis dalam Meningkatkan Kebaruan Produk Baru: Fokus pada Sensing. Seizing, dan Resource Reconfiguration Septian Wahyudi1*. Syafaruddin Z2 Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau *Correspondent email: septianwahyudi21@soc. Abstract. Dynamic capability encompassing sensing, seizing, and reconfiguring, are key to product innovation, especially for Village-Owned Enterprises (BUMDes. in Indonesia. Nevertheless, the literature on the use of these capabilities in rural business contexts is scarce. This research purpose to find out how these three capabilities are useful for BUMDesa in plugging product novelty. Data collection and analysis had a quantitative approach to demonstrate the impact of each capability. The results suggest that sensing and reconfiguring are key components of product novelty, while the effect of seizing is insignificant. The strategy of sensing encourages BUMDesa to know market opportunities and threats, while reconfiguring gives flexibility to the organization and the adoption of a new technology that support input for innovation. On the other hand, the captures had less effect because of limited resources and the idealism of BUMDesa with practical local solutions. Sensing and reconfiguring are imperative in the support of product innovation in BUMDesa, while seizing strategies may require some adjustment to soconditions. The present research adds a new perspective on the dynamic capabilities of rural enterprises by assessing product novelty and its impact on rural enterprise development. Keywords: Sensing. Seizing. Reconfiguring. Dynamic Capability PENDAHULUAN Kemampuan entitas bisnis dalam menciptakan produk baru menandakan kehandalannya dalam bergerak secara dinamis. Kemampuan ini tidak lepas dari peran penginderaan pasar . , penyederhanaan strategi untuk merebut hati pelanggan . dan memoles model bisnis . yang semua terangkum dalam teori dynamic capability (Teece. Pisano et al. Kapabilitas dinamis, didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan, membangun, dan mengkonfigurasi ulang kompetensi internal dan eksternal untuk mengatasi lingkungan yang berubah dengan cepat. Namun, literatur sering kali melihat sensing, seizing dan reconfiguring secara terpisah daripada sebagai sistem yang kohesif (Schilke. Hu et al. Pendekatan yang tersegmentasi ini mengabaikan potensi dampak sinergis dari keunggulan-keunggulan tersebut. Oleh karena itu, masih terdapat kesenjangan pemahaman tentang bagaimana kapasitas dinamis berdampak pada pengembangan produk baru, terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah pedesaan (Heider. Gerken et al. Penelitian tentang kapasitas dinamis untuk usaha kecil dan pedesaan masih terbatas. kebanyakan fokus pada organisasi besar atau industri teknologi tinggi (Evers and Development 2. Tantangan khusus usaha pedesaan, seperti keterbatasan akses ke pasar dan sumber daya, sering diabaikan, termasuk untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. di Indonesia. Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah usaha milik masyarakat desa yang bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan mendorong pembangunan ekonomi di tingkat akar rumput. Indonesia, meskipun kapabilitas dinamis diakui penting dalam inovasi produk, masih sedikit penelitian yang mengaitkan kapabilitas ini dengan kebaruan produk pada BUMDes, yang didefinisikan sebagai seberapa unik produk baru dibandingkan dengan yang sudah ada (Heider. Gerken et al. Memahami hubungan ini dapat menjelaskan bagaimana kapabilitas dinamis membantu menciptakan produk baru yang menonjol di pasar. Penelitian ini mengajukan pertanyaan utama: Apakah sensing, seizing dan reconfiguring berpengaruh positif terhadap kebaruan produk BUMDes? Proses spesifik di mana kapabilitas dinamis mempengaruhi kebaruan produk masih kurang dibahas secara mendalam. Studi yang ada sering kali terbatas pada pembahasan konseptual yang luas tanpa menggali mekanisme rinci yang mendukung kapabilitas ini. Diperlukan kerangka teoretis yang menjelaskan bagaimana mengenali peluang, memanfaatkannya, dan mengkonfigurasi ulang sumber daya sehingga menghasilkan kebaruan produk. Mengisi kesenjangan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kapabilitas dinamis dalam berbagai konteks. SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang bagaimana kapabilitas dinamis dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kebaruan produk baru dengan menjembatani kesenjangan teori yang ada. Dengan fokus pada proses sensing, seizing dan reconfiguring dalam konteks perusahaan pedesaan, penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang mendalam secara teoritis dan relevansi yang kuat secara praktis. Teori Dynamic Capabilities menjelaskan bagaimana organisasi mampu mencapai dan mempertahankan keunggulan serta kebaruan produk di lingkungan yang volatile (Teece. Pisano et al. Tiga komponen utama dari Dynamic Capabilities: sensing, seizing, dan resource reconfiguration. Kemampuan ini melibatkan aktivitas pemindaian, pencarian, dan eksplorasi di berbagai pasar dan teknologi untuk mendeteksi sinyal awal perubahan. Selain itu. Zhou dan Li . menunjukkan pentingnya jaringan eksternal, dengan menyarankan bahwa perusahaan dengan hubungan yang kuat dengan pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengumpulkan intelijen pasar yang berharga secara lebih efektif (Zhou & Li 2. Ketika perusahaan telah melakukan penginderaan peluang dan ancaman, langkah berikutnya adalah seizing, yaitu memobilisasi sumber daya untuk menangkap nilai dari sebuah peluang (Achtenhagen. Melin et al. Teece . menggambarkan seizing sebagai kemampuan untuk menerjemahkan peluang yang teridentifikasi menjadi tindakan nyata yang meningkatkan posisi kompetitif perusahaan salah satunya kemampuannya dalam meningkatkan new product novelty (Teece 2. Keberhasilan seizing bergantung pada proses pengambilan keputusan organisasi dan kemampuannya untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Eisenhardt dan Martin . menyoroti pentingnya struktur yang fleksibel dan adaptif yang memungkinkan perusahaan merespons perubahan dengan cepat (Martin & Eisenhardt 2. Selain itu. Helfat dan Peteraf . menyarankan bahwa perusahaan perlu mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang kuat, yang melibatkan tidak hanya pengenalan peluang tetapi juga keberanian dan visi strategis untuk meraihnya (Helfat & Peteraf Komponen ketiga dari Dynamic Capabilities adalah resource reconfiguration, yang melibatkan penyesuaian kembali basis aset perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan keadaan. Kemampuan merupakan kemampuan perusahaan untuk merombak dan mengkombinasikan kembali sumber daya dan kemampuan untuk mempertahankan atau meningkatkan kesesuaian strategis perusahaan dengan Teece et al. berpendapat bahwa reconfiguration sangat penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang, karena memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan di pasar yang dinamis. Oleh karena itu, resource reconfiguration menekankan pentingnya fleksibilitas organisasi dan pembelajaran berkelanjutan. Karimi & Walter . menekankan perlunya perusahaan untuk mengembangkan konfigurasi sumber daya yang modular dan skalabel yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan (Karimi & Walter 2. Selain itu. Ambrosini & Bowman . menyoroti peran manajemen pengetahuan, dengan menyarankan bahwa perusahaan yang secara efektif menangkap dan memanfaatkan pengetahuan dapat merombak sumber daya mereka dengan lebih terampil (Ambrosini & Bowman 2. Dengan demikian Dynamic Capabilities menyediakan kerangka kepada perusahaan untuk menavigasi lingkungan yang dinamis. Sensing, seizing, dan resource reconfiguration adalah proses yang saling terkoneksi yang secara kolektif memunculkan kemampuan bagi organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Dengan mendorong budaya pembelajaran berkelanjutan, mempertahankan struktur yang fleksibel, dan memanfaatkan jaringan eksternal. BUMDes dapat meningkatkan kemampuan dinamis mereka dan memposisikan diri mereka lebih baik untuk sukses dalam lanskap yang selalu berubah. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel BUMDes di Provinsi Riau dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini karena Provinsi Riau memiliki jumlah BUMDes terbanyak kedua secara nasional di Indonesia. Data diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Riau. Provinsi Riau sendiri memiliki BUMDesa maju sebanyak 192. BUMDesa berkembang sebanyak 517, pemula 128, perintis 196, sehingga total BUMDesa di Riau sebanyak 1. 033 BUMDesa. Teknik Penarikan Sampel Pemilihan BUMDes sebagai sampel untuk studi ini didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, survei ini dilakukan secara offline melalui kuesioner dan focus group discussion, sehingga penting untuk SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. menyoroti permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes. Kedua. BUMDes merupakan penggerak utama perekonomian masyarakat desa. Ketiga. BUMDes juga merupakan salah satu sektor industri yang menawarkan inovasi produk dengan kearifan lokal. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah BUMDesa maju. Dengan pertimbangan, pertama. BUMDesa maju cenderung telah mengalami proses sensing . endeteksi peluan. , seizing . engambil langkah untuk memanfaatkan peluan. , dan melakukan konfigurasi sumber daya dengan baik. Studi pada BUMDesa yang telah maju dapat memberikan wawasan tentang bagaimana proses sensing, seizing, dan konfigurasi sumber daya dilakukan dengan efektif. Kedua. Meskipun fokus pada BUMDesa maju, analisis Anda dapat memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan oleh BUMDesa lain untuk meningkatkan kinerja mereka dalam sensing, seizing, dan resource configuration. Peneliti menyebarkan 192 kuesioner kepada pengelola BUMDesa, dan analisis data dilakukan sepenuhnya menggunakan SPSS. Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner kemudian dikoding dan ditabulasikan di SPSS untuk mempersiapkan analisis statistik. Berbagai teknik analisis seperti uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, serta analisis regresi atau korelasi dapat digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel yang diteliti. Operasional Variabel dan Model Penelitian Penelitian ini menggunakan skala 1-10 untuk mengukur instrumen (Hyhne. Krebs et al. Kami mempertahankan item indikator dari bentuk aslinya. Gambar 1. Model Penelitian Sensin, seizing. Reconfiguring dikembangkan dengan menggunakan instumen yang diadaptasi dari (Khan. Daddi et al. New product novelty dikembangkan dengan menggunakan lima skala yang diadaptasi dari (Yi. Amenuvor et al. Sensing Variabel Dimensi Market Monitoring and Technology Scanning Tabel 1. Operasional Variabel Cronbach alpha Indikator > 0. Identification of customer . Tracking new market trends . Analyzing competitorsAo . Observing Corrected item > 0. Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Variabel Dimensi Indikator Idea Generation . Organizing . Involving development process . Undertaking R&D to create new knowledge for developing new products / processes . Undertaking R&D to try out new ideas having strategic / . Operational implication . Assessing environmental impacts of products / processes / services . Networking organizations / industrial associations / universities / . Formulation of a strategy Knowledge Creation Experiential Learning Strategic Planning Cronbach alpha > 0. Corrected item > 0. Finding strategic partners . Planning investments Seizing . Capital budgeting Business Model and Governance Collaboration Organizational Restructuring Reconfiguring Technological Upgradation Knowledge Integration Best Practices Adaption . Planning requisite human . Redesigning / transforming business models . Restructuring of governance . Collaboration to acquire requisite knowledge / skills* . Collaboration to acquire requisite raw materials / . Interdepartmental cooperation . Merger with or acquisition of another organization changed organizational structure . Made slight modifications in . Introduced . Acquisition manufacturing plant . Organized . Acquisition of existing knowhow . Adopted . Adopted new methods of Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Variabel Dimensi Cronbach alpha > 0. Indikator Corrected item > 0. organizing external relations . Adopted new or significantly improved logistics . Is really Auout of the ordinary. Ay . Can . Is stimulating . Provides radical differences from industry norms . Shows an unconventional way of solving problems Sumber: Output SPSS. * Dieliminasi karena tidak memenuhi nilai ambang batas. New Product Novelty New Product Novelty Analisis Data Dalam penelitian ini, kami menggunakan SPSS untuk menilai dan menguji empat hipotesis yang Dengan menggunakan SPSS, peneliti dapat melakukan analisis data yang mendalam, menguji hipotesis secara akurat, dan menyajikan temuan penelitian dengan cara yang jelas dan terstruktur. Hal ini menjadikan SPSS sebagai alat yang ideal untuk penelitian yang berfokus pada peran dynamic capabilities dalam meningkatkan inovasi produk baru di BUMDes. Tabel 2. Uji Hipotesis Std. t-value Error Hypothesis Sensing berpengaruh terhadap new product novelty H2 Seizing berpengaruh terhadap new product novelty H3 Reconfiguring terhadap new product novelty H4 Sensing. Seizing. Reconfiguring berpengaruh terhadap new product novelty Sumber: Output Spss, 2024. Sig. Conclusion Supported Supported Supported Supported HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian terdahulu, teori kemampuan dinamis yang diusulkan oleh Teece menyatakan bahwa tiga kemampuan inti sensing, seizing, dan resource configuration memiliki peran krusial dalam meningkatkan pengembangan produk baru. Kombinasi dari ketiga kemampuan ini diyakini dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan inovasi produk. Namun, penelitian kami mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dengan menerapkan teori ini pada konteks usaha pedesaan, khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes. Kami bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan dinamis beroperasi dalam lingkungan BUMDesa, sehingga memungkinkan kami untuk mengidentifikasi hasil yang berbeda dan unik dibandingkan dengan penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai penerapan teori kemampuan dinamis dalam konteks usaha pedesaan dan kontribusinya terhadap peningkatan inovasi produk di tingkat lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan sensing memiliki pengaruh signifikan terhadap kebaruan produk baru (T-value 3. 339, sig 0. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan teori dan praktik manajemen inovasi, khususnya dalam konteks BUMDesa. Temuan ini mendukung teori kemampuan dinamis yang diusulkan oleh Teece, dengan menegaskan bahwa kemampuan sensing adalah elemen kunci dalam mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dapat diubah menjadi inovasi produk baru. Dengan pertimbangan, pertama. Kemampuan sensing meningkatkan organisasi untuk secara proaktif mencari dan mengenali peluang pasar baru yang mungkin belum dieksplorasi oleh pesaing, termasuk tren konsumen, perubahan kebutuhan pelanggan, dan kemajuan teknologi. Kedua. Selain mengenali peluang, kemampuan sensing juga membantu dalam mengidentifikasi ancaman potensial seperti pergeseran preferensi konsumen, munculnya pesaing baru, atau perubahan regulasi yang dapat SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. mempengaruhi bisnis. Ketiga. Dengan kemampuan sensing yang baik, organisasi dapat lebih cepat merespons perubahan di lingkungan eksternal. Ini memungkinkan BUMDesa untuk beradaptasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan dalam strategi bisnis dan pengembangan produk. Keempat, inkubasi ide, dalam kata lain Informasi yang diperoleh melalui sensing dapat digunakan untuk menginspirasi ide-ide baru dan inovasi. Organisasi dapat mengembangkan produk baru yang lebih kreatif dan sesuai dengan tren pasar. Sementara Hasil penelitian menunjukkan bahwa seizing, yang mencakup perencanaan strategis, model bisnis, tata kelola, dan kolaborasi, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan produk baru (T-value 0. 203, sig 0. Hal ini disebabkan oleh, pertama. BUMDesa memiliki keterbatasan dalam sumber daya, baik finansial maupun manusia, yang menghambat penerapan penuh dari strategi Dalam konteks ini, kemampuan untuk merancang dan menerapkan rencana strategis yang kompleks mungkin lebih terbatas dibandingkan dengan perusahaan besar, hal ini menjadi penghambat dalam membangun jaringan kolaborasi yang luas dan kuat seperti yang dilakukan oleh perusahaan besar. Keterbatasan akses terhadap mitra bisnis, institusi penelitian, atau sumber daya eksternal lainnya dapat menghambat efektivitas kolaborasi dalam pengembangan produk baru. Kedua. BUMDesa sering kali berfokus pada kebutuhan lokal dan bersifat lebih pragmatis. Mereka mungkin mengutamakan solusi jangka pendek yang dapat memberikan hasil segera daripada strategi jangka panjang yang lebih formal dan Ketiga. Tata kelola di BUMDesa mungkin lebih sederhana dan informal, yang dapat membatasi kemampuan mereka untuk menerapkan model bisnis yang lebih kompleks dan inovatif. Hal ini dapat mengurangi pengaruh dari strategi seizing pada inovasi produk. Keempat. Model bisnis BUMDesa sering kali disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal, yang mungkin tidak memerlukan inovasi besar dalam struktur atau operasional untuk tetap relevan dan sukses. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi seizing mungkin perlu disesuaikan dengan konteks lokal BUMDesa untuk lebih efektif dalam mendukung inovasi produk baru. Ini bisa berarti pendekatan yang lebih sederhana, fleksibel, dan pragmatis dalam perencanaan dan kolaborasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan reconfiguring, yang mencakup restrukturisasi organisasi, peningkatan teknologi, integrasi pengetahuan, dan adopsi praktik terbaik, memiliki pengaruh signifikan terhadap kebaruan produk baru (T-value 11. 468, sig 0. Pertama. Restrukturisasi organisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan responsivitas BUMDesa terhadap perubahan pasar. Struktur yang lebih dinamis memungkinkan adaptasi yang lebih cepat terhadap kebutuhan baru dan peluang inovasi. Kedua. Restrukturisasi dapat menghilangkan hambatan birokratis dan meningkatkan efisiensi operasional, yang pada gilirannya mempercepat proses pengembangan produk baru. Ketiga. Restrukturisasi dapat menghilangkan hambatan birokratis dan meningkatkan efisiensi operasional, yang pada gilirannya mempercepat proses pengembangan teknologi dan produk baru. Keempat. Peningkatan teknologi memungkinkan BUMDesa untuk mengakses alat dan platform terbaru yang mendukung inovasi. Teknologi baru dapat mempercepat proses pengembangan, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang untuk fitur-fitur baru. Sensing, seizing, dan reconfiguration secara simultan berpengaruh terhadap pengembangan produk Temuan ini menegaskan pentingnya investasi dalam restrukturisasi organisasi, peningkatan teknologi, integrasi pengetahuan, dan adopsi praktik terbaik sebagai strategi utama untuk mendorong kebaruan produk. Kontribusi terhadap teori Penelitian ini memperluas penerapan teori kemampuan dinamis ke dalam konteks usaha pedesaan, yang berbeda dari lingkungan perusahaan besar di mana teori ini sering diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip teori kemampuan dinamis tetap relevan dan aplikatif di berbagai konteks organisasi. Namun penelitian ini juga memberikan temuan yang berbeda, bahwa seizing tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebaruan produk dalam konteks BUMDesa, reconfiguring justru memberikan dampak yang kuat. Ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana elemen-elemen kemampuan dinamis berfungsi berbeda tergantung pada konteks organisasi. Temuan ini menyarankan bahwa strategi seizing mungkin perlu disesuaikan atau diadaptasi untuk konteks usaha kecil atau pedesaan agar lebih efektif. Sebaliknya, reconfiguring yang melibatkan restrukturisasi organisasi, peningkatan teknologi, dan integrasi pengetahuan lebih kritis dalam memfasilitasi inovasi produk baru di BUMDesa. Kontribusi managerial BUMDesa dapat mengambil manfaat dari temuan ini dengan menekankan pada restrukturisasi organisasi, peningkatan teknologi, dan integrasi pengetahuan sebagai strategi utama untuk inovasi. Ini memberikan arah yang jelas tentang di mana mereka harus mengalokasikan sumber daya dan upaya mereka untuk mencapai hasil yang maksimal. Meskipun seizing tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam konteks ini. BUMDesa tetap dapat mengembangkan strategi yang lebih sederhana dan pragmatis yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk mendukung inovasi produk. Selain itu, temuan ini Vol 4. No 2. Oktober 2024, p. e-ISSN: 2777-0346 | p-ISSN: 2777-0354 https://doi. org/10. 52364/synergy. SYNERGY Jurnal Bisnis dan Manajemen mendorong BUMDesa untuk mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif dan fleksibel, yang dapat dengan cepat merespons perubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Keterbatasan penelitian Penelitian ini terbatas pada konteks spesifik BUMDesa di daerah tertentu, yang mungkin memiliki karakteristik unik yang tidak dapat langsung diterapkan pada BUMDesa di wilayah lain atau dalam konteks yang berbeda. Oleh karena itu, hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara luas. Penggunaan alat statistik sederhana seperti SPSS dapat membatasi kedalaman analisis yang dapat dilakukan terhadap hubungan antar variabel. Pendekatan kualitatif yang lebih mendalam atau analisis berbasis model mungkin diperlukan untuk memahami lebih dalam dinamika dan interaksi antara faktorfaktor yang terlibat dalam kemampuan dinamis BUMDesa. Alat statistik sederhana seperti SPSS mungkin tidak cukup untuk menangani model analisis yang lebih kompleks, seperti model struktural atau analisis jalur yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan sebab-akibat antara variabelvariabel yang dipelajari. Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan penggunaan metode yang lebih beragam, termasuk studi kasus, pendekatan eksperimental, atau penggunaan alat analisis yang lebih kompleks untuk memperdalam pemahaman tentang kemampuan dinamis dalam konteks BUMDesa. Menggabungkan teori kemampuan dinamis dengan kerangka kerja dan teori lain, seperti teori sumber daya berbasis pandangan . esource-based vie. atau teori jaringan . etwork theor. , dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang inovasi dan pengembangan produk. SIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan dinamis yang mencakup sensing, seizing, dan reconfiguring memiliki peran berbeda dalam inovasi produk pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes. Kemampuan sensing dan reconfiguring memiliki pengaruh kuat terhadap kebaruan produk, sementara seizing tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Sensing membantu BUMDesa dalam mengidentifikasi peluang pasar dan ancaman potensial, sehingga mendukung penyesuaian yang proaktif terhadap perubahan lingkungan. Reconfiguring memungkinkan restrukturisasi organisasi yang fleksibel serta adopsi teknologi baru, yang mendorong pengembangan produk yang inovatif. Namun, kemampuan seizing yang meliputi perencanaan strategis dan kolaborasi terbatas oleh keterbatasan sumber daya BUMDesa serta fokusnya pada kebutuhan lokal dan pragmatis. Oleh karena itu, strategi seizing mungkin perlu disederhanakan dan disesuaikan agar lebih relevan dengan konteks lokal. Temuan ini menyarankan agar BUMDesa lebih menekankan pada peningkatan fleksibilitas organisasi, peningkatan teknologi, dan integrasi pengetahuan baru untuk mendorong inovasi produk. Studi ini juga memberikan kontribusi pada teori kemampuan dinamis dengan menyoroti penerapan unik dan pengaruh kemampuan-kemampuan ini dalam konteks bisnis pedesaan. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi teori ini di lingkungan pedesaan atau usaha kecil lainnya untuk pemahaman yang lebih luas tentang aplikasinya. DAFTAR PUSTAKA