ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN-MESIN DI LANTAI PRODUKSI PT. AoXAo MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS Koko Aji Prasetiyo1. Agus Riyanto2 Program Studi Teknik Industri. Universitas Komputer Indonesia. Bandung Jl Dipati Ukur No 112-116 40132. Telp . Fax . 2533754 Email: koko. p@email. id1, agus. riyanto@email. Abstrak Perusahaan semakin meningkat kapasitas produksinya agar dapat memenuhi permintaan pasar. Kinerja mesin terus-menerus bekerja tanpa melihat efek dari performa mesin tersebut. Perusahaan hanya ingin memenuhi kebutuhan konsumen dengan melupakan tindakan yang harus dilakukan pada mesin yang digunakan. Mesin yang sudah tua mengalami performance yang menurun sehingga mengakibatkan terhambatnya pada proses produksi. Solusi untuk mengetahui faktorfaktor apakah yang menentukan kinerja mesin mengalami penurunan performance di setiap proses produksi dan mengetahui akar penyebab masalah, peneliti mengunakan metode Overall Equipment Effectiveness untuk menghitung nilai mesin-mesin yang paling kritis Hasil dari pengolahan data metode OEE mesin-mesin yang digunakan tidak effisien karena masih banyak mesin yang memiliki nilai di bawah standar umum OEE yaitu 85%. Hal ini dikarenakan performance yang menurun. Untuk mengetahu akar penyebab masalah maka di lakukan analisis fault tree dimana dilakukan untuk mengetahui akar penyebab masalah dari performance yang menurun maka didapat akar penyebab masalah yang terjadi. Akar penyebab yang terjadi yaitu meliputi 2 faktor yang pertama dari number of units manufactured dan yang kedua possible number of units. Dari 2 faktor ini yang menyebabkan menurunnya performance mesin. number of units manufactured disebabkan oleh waktu operasi yang lama dan umur mesin yang sudah tua, kemudian dari umur mesin yang sudah tua diakibatkan besar oleh perawatan yang kurang baik sehingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan terhadap komponen mesin. Kinerja mesin mengalami penurunan performa karena terus menerus meningkatkan kapasitas produksinya. Maka solusi untuk mengetahui penurunan mesin dilakukan analisis menggunakan metode OEE untuk mengetahui nilai-nilai mesin yang paling kritis. Hasil dari metode OEE menunjukan performance yang kecil diakibatkan oleh umur mesin yang sudah tua, perawatan yang kurang baik, dan minimnya spare part karena harga yang mahal. Kata Kunci : Availability. Performance. Quality 1 Pendahuluan 1 Latar Belakang Masalah Pesatnya kemajuan teknologi dibidang produksi membuat perusahaan semakin meningkat. Kapasitas pembuatan produksinya dapat memenuhi permintaan pasar. Pada umumnya perusahaan tersebut menargetkan berapa jumlah produk yang harus dibuat dalam satu hari. Kinerja mesin terus-menerus bekerja tanpa melihat efek dari performa mesin tersebut. Perusahaan hanya ingin memenuhi kebutuhan konsumen dengan melupakan tindakan yang harus dilakukan pada mesin yang digunakan. Pembuatan produk dalam proses produksi yang berperan penting adalah kinerja mesin, tanpa melupakan operator. Baik buruknya kinerja mesin tergantung pada tindakan perawatan yang dilakukan terhadap mesin itu sendiri. Tindakan ini dilakukan agar mencegah terjadinya breakdown dan proses produksi terus berjalan. Mesin yang sudah tua tetap digunakan dalam proses produksi dan mempunyai target produk yang sama dengan mesin baru. Mesin yang sudah tua mengalami performance yang menurun sehingga mengakibatkan terhambatnya pada proses produksi. Kondisi nyata diperusahaan mesin-mesin yang sudah tua tidak bisa bersaing dengan mesin baru. Solusi untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menentukan kinerja mesin mengalami penurunan performance di setiap proses produksi dan mengetahui akar penyebab masalah, peneliti mengunakan metode Overall Equipment Effectiveness untuk menghitung nilai mesin-mesin yang paling kritis dalam kinerjanya yang mengalalmi penuruan efektivitas disetiap Performa dan kemudian akan ditindak lanjuti. Setelah diketahui faktor penyebab kinerja mesin menurun, peneliti membuat fault tree analisis untuk mengetahui akar penyebab terjadinya penurunan kinerja mesin dan menjadi acuan perbaikan yang akan dilakukan untuk menaikan performa kinerja mesin agar dapat memenuhi target perusahaan. Maka dari itu diperlukan preventive maintenance untuk menghindari breakdown dan menjaga performansi mesin agar tetap konstan, mengacu pada masalah tersebut maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Efektivitas Mesin-mesin Di Lantai Produksi PT. AoXAo Menggunakan Metode Overall Equipment EffectivenessAy (Studi kasus di PT. AoXAo. 2 Tinjauan Pustaka 1 Overall Equipment Effectiveness AyOverall Equipment Effectiveness (OEE) adalah total pengukuran terhadap performance yang berhubungan dengan availability dari proses produktivitas dan kulitas. Pengukuran OEE menunjukkan seberapa baik perusahaan mengunakan sumber daya yang dimiliki termasuk peralatan, pekerja dan kemampuan untuk memuaskan konsumen dalam hal pengiriman yang sesuai dengan spesifikasi kualitas menurut konsumen. Berdasarkan penghargaan yang pernah diberikan oleh Japan Institute of Plant Maintenance sebagai promotor kunci TPM melalui PM Price, kondisi ideal OEE yaitu sebagai berikut: (Nakajima, 1988, . - Availability > 90% - Performance Efficiency > 95% - Rate Quality Product > 99% Dari ketiga faktor diatas maka untuk perhitungan Overall Equipment Effectiveness yaitu: OEE = Availability Ratio (%) x Performance Ratio (%) x Quality Ratio (%). 2 Fault Tree AuFault three analisis merupakan metodologi analisis yang menggunakan model grafis untuk menunjukan analisis proses secara visual. FTA memungkinkan untuk mingidentifikasi kejadian gagal berdasrkan penilaian probabilitas kegagalan. (Susetyo. Joko, 2. Ay 3 Metodologi Penelitian Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, proses selanjutnya adalah melakukan pengolahan data: Menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) . cycuycycayco ycycnycoyce ycaycycaycnycoycaycaycoyceOeyccycuycycuycycnycoyc. yaycycaycnycoycaycaycnycoycnycyc = ycycuycycayco ycycnycoyce ycaycycaycnycoycaycaycoyce Nilai availability didapat dari waktu mesin produksi, waktu mesin berhenti/ downtime dan kemudian dilakukan perhitungan dengan rumus OEE maka didapatkan nilai availability setiap mesin. ycEyceycyceycuycycoycaycuycayce = ( . cuycycoycayceyc ycuyce ycycuycnycyc ycoycaycuycyceycaycaycycycyceyc. ycyycuycycycnycaycoyce ycuycycoycayceyc ycuyce ycycuycnycyc Nilai Performance Efficiency didapat dari number of units manufactured dan possible number of units. Nilai ini didapat dari target produksi setiap mesin yang dibagi dengan nilai actual yang dihasilkan oleh setiap mesin. Maka didapat nilai Performance Efficience. Quality = . cuycycoycayceyc ycuyce ycycuycnycyc ycyycycuyccycycayceyccOe ycuycycoycayceyc ycuyce yccyceyceyceycaycy. ycu 100% ycuycycoycayceyc ycuyce ycycuycnycyc ycyycycuyccycycayceycc Product Quality didapat dari produk yang dihasilkan dikurangi dengan jumlah cacat maka didapat nilai Product Quality. OEE = Availability (%) x Performance (%) x Quality (%) Membuat Fault Three analisis. Fault Three analisis yaitu teknik untuk mengidentifikasi resiko terjadinya kegagalan dari akar penyebab permasalahan. 4 Hasil dan Pembahasan 1 Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dari nilai availability. Performance dan Product Quality kemudia didapat nilai dari Overall Equipment Effectiveness (OEE). Rumus untuk menentukan nilai OEE yaitu = Availability (%) x Performance (%) x Quality (%). Berikut ini merupakan hasil dari Overall Equipment Effectiveness (OEE) dari setiap mesin Blowroom. Carding. Drawing. Simplex. Ring Frame dan Winding selama bulan September Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Blowroom Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Blow Room Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Carding Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Carding Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Drawing Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Drawing 1 Drawing 2 Drawing 3 Drawing 4 Drawing 5 Drawing 6 Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Simplex Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Simplex 1 Simplex 2 Simplex 3 Simplex 4 Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Ring Frame Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Ring Frame 1 Ring Frame 2 Ring Frame 3 Ring Frame 4 Ring Frame 5 Ring Frame 6 Ring Frame 7 Ring Frame 8 Ring Frame 9 Ring Frame 10 Ring Frame 11 Ring Frame 12 Ring Frame 13 Ring Frame 14 Ring Frame 15 Ring Frame 16 Ring Frame 17 Ring Frame 18 Ring Frame 19 Ring Frame 20 Tabel Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Winding Data OEE Bulan September Mesin Availability Performance Efficiency Quality OEE Presentase Winding 1 Winding 2 Winding 3 Winding 4 Winding 5 Winding 6 Winding 7 Winding 8 Winding 9 Winding 10 Winding 11 Winding 12 Winding 13 Winding 14 Winding 15 Winding 16 Winding 17 Winding 18 Winding 19 Winding 20 2 Fault Tree Analisis dari fault tree yang digunakan untuk mengetahui akar penyebab dari permasalahan. Akar permasalah dari perhitungan OEE ini yaitu performance, mesin mengalami penurunan yang kemudian akan dilakukan perbaikan. Performance Menurun Actual Cycle Time Waktu operasi lama Theretical Cycle Time Umur mesin terlalu Perawatan kurang Spare part terbatas Kesimpulan Dari penelitian bulan September 2017 perawatan yang dilakukan. Divisi maintenance selalu melakukan cleaning setiap memulai pekerjaan dan melakukan prosedur standar perawatan yang ditetapkan oleh perusahaan. Akan tetapi banyaknya mesin dilantai produksi dan terbatasnya operator maintenance mengakibatkan tidak terfokusnya pekerjaan yang dilakukan berdampak penurunan performasi pada mesin-mesin PT. AoXAo. Terbatasnya ketersediaan spare part karena harganya yang mahal juga menjadi kendala pada perawatan mesin. Dari pengolahan data yang dilakukan maka didapat nilai availability, performance dan quality mesin-mesin di PT. AoXAo. Untuk nilai availability dan quality menunjukan nilai diatas rata-rata standar umum availability 90% dan quality 99%. Hal ini dikatakan baik karena nilai availability memiliki nilai down time yang kecil pada setiap mesinnya dan quality memiliki reject 0. 8% pada setiap produksinya. Untuk nilai performance memiliki presentase dibawah standar umum Hal ini dikarenakan 2 faktor yang pertama dari number of units manufactured dan yang kedua possible number of units. mengakibatkan nilai performance yang kecil. Untuk mengetahui akar penyebab masalah maka di lakukan analisis fault tree dimana dilakukan untuk mengetahui akar penyebab masalah, dari performance yang menurun di dapat akar penyebab masalah yang terjadi. Akar penyebab yang terjadi yaitu meliputi 2 faktor yang pertama dari number of units manufactured dan yang kedua possible number of units. Dari 2 faktor ini yang menyebabkan menurunnya performance mesin. number of units manufactured disebabkan oleh waktu operasi yang lama dan umur mesin yang sudah tua, kemudian dari umur mesin yang sudah tua diakibatkan besar oleh perawatan yang kurang baik sehingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan terhadap komponen mesin. Dari kerusakan mesin mengakibatkan pergantian spare part pada komponen mesin. Minimnya spare part yang ada dan harga yang mahal. Daftar Pustaka