Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pendampingan Literasi Siswa Sekolah Menengah Pertama Untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Usep Sholahudin1. Ria Noviana Agus2. Sulasno3 1Pendidikan Matematika. FSIP. Universitas Serang Raya 2Pendidikan Matematika. FSIP. Universitas Serang Raya 3Hukum. FISIPKUM. Universitas Serang Raya usep@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar siswa di salah satu SMP swasta di Kota Serang Provinsi Banten. Hasil observasi melalui survei literasi diperoleh sebanyak 21 siswa dari kelas VII dan Vi yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Permasalahan ini berdampak pada keterbatasan siswa dalam memahami pelajaran dan menuangkan fikiran secara tertulis. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dilakukan program pendampingan literasi yang diberi nama Tutor Latihan Literasi yang melibatkan enam mahasiswa dari program Kampus Merdeka. Pendekatan yang digunakan meliputi bimbingan dalam kelompok kecil, latihan membaca, dan penugasan untuk melancarkan menulis. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan dengan pertemuan rutin pada jam istirahat sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan membaca dan menulis sebagian besar siswa yang didampingi, sehingga lebih memiliki rasa percaya diri dalam kegiatan belajar di sekolah. Selanjutnya mahasiswa pendamping juga memperoleh pengalaman terjun langsung dalam membimbing siswa dengan literasi yang rendah. Kata kunci: kampus merdeka. literasi dasar, pendampingan. ABSTRACT This community service initiative was motivated by the low level of basic literacy skills among students at a private junior high school in Serang City. Banten Province. Based on preliminary observations through a literacy survey, it was found that 21 students from Grades VII and Vi were still struggling with reading and writing. This issue affected their ability to comprehend lessons and express ideas in written form. To help address this problem, a literacy mentoring program called Tutor Latihan Literasi was implemented, involving six university students participating in the Kampus Merdeka The approach used included small-group tutoring, reading exercises, and writing practice The program was conducted over a three-month period with regular sessions held during school breaks, three times a week. Evaluation results indicated an improvement in the reading and writing abilities of most of the participating students, which contributed to increased self-confidence in their learning activities. Moreover, the student mentors gained valuable hands-on experience in guiding learners with low literacy skills. Keywords: basic literacy. Kampus Merdeka, mentoring. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pendidikan abad 21 menekankan pada upaya menghasilkan generasi muda yang memiliki empat kompetensi utama yakni kompetensi berpikir, kompetensi bekerja, kompetensi berkehidupan, dan kompetensi Kemampuan literasi siswa berkaitan erat dengan tuntutan empat kompetensi tersebut (Lumbantobing. M, 2. Kemampuan literasi dasar meliputi enam hal pokok, yaitu literasi numerasi, literasi membaca dan menulis, literasi finansial, literasi budaya, literasi kewargaan dan literasi digital (Sihombing. I, et al. Kemampuan literasi khususnya pada siswa tingkat dasar dan menengah di Indonesia hingga saat ini masih jauh tertinggal dari bangsa- bangsa lain di dunia, penelitian yang dilakukan oleh Programme for International Students Assessment (PISA). PISA merupakan program yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Cooperation Development (OECD) mengukur kemampuan siswa pada kelompok usia 15 tahun yang terdaftar dalam pendidikan formal. Program ini bertujuan untuk menilai sejauh mana siswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di sekolah ke dalam kehidupan seharihari. Berdasarkan hasil PISA tahun 2022. Indonesia menduduki peringkat ke-71 dari 81 negara untuk kemampuan literasi membaca (OECD, 2. Dari permasalahan yang dialami siswa Indonesia dalam hal masih lemahnya kemampuan literasi membaca siswa. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. melahirkan kebijakan yang inovatif yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan salah satu program yang dinamakan Kampus Mengajar (Yulianto et , 2. Kampus Mengajar bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah pembelajaran sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi di sekolah (Rachman, et al. , 2. Kemampuan literasi dasar, yaitu membaca dan menulis, merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki setiap siswa dalam proses pembelajaran di sekolah (Menge. M et al. , 2. Namun kenyataannya di banyak sekolah menengah pertama, terutama di daerah yang jauh dari perhatian Dinas Pendidikan dan terkait dengan keterbatasan sumber daya, masih banyak ditemukan siswa yang belum Berdasarkan hasil survei literasi yang dilakukan oleh guru mata Pelajaran Bahasa Indonesia dibantu para mahasiswa program Kampus Mengajar di salah satu SMP swasta di Kota Serang, ditemukan bahwa 21 siswa dari kelas VII dan Vi membaca dan menulis. Hal tersebut menjadi perhatian utama dalam program kerja dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa program kerja Kampus Mengajar. Kondisi ini tentu saja menjadi kendala utama para siswa tersebut dalam memahami isi pelajaran, mengerjakan tugas tertulis, dan mengikuti evaluasi Permasalahan tersebut telah banyak dibahas dalam artikel penelitian dan Menurut Septiyana . , rendahnya literasi membaca di tingkat SMP dipengaruhi oleh kurangnya pembiasaan membaca sejak dini dan minimnya strategi pembelajaran yang adaptif. Selanjutnya Diana. et al. menambahkan bahwa pendekatan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Salah satu program penting dalam Kampus Merdeka penguatan pendidikan dasar, termasuk dalam penguatan literasi dan numerasi (Dwi Noerbella. et al. , 2. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan membuat program pendampingan literasi yang disebut Tutor Latihan Literasi (TLT), dengan pendekatan kelompok kecil, latihan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 membaca dan menulis. Program ini mengintegrasikan hasil riset sebelumnya tentang pembelajaran literasi berbasis praktik dan pendekatan coaching siswa (Aryani. , & Wiranti. Tujuan kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa SMP yang masih mengalami kesulitan, serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan keilmuan di bidang pendidikan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga bulan di salah satu SMP swasta di Kota Serang. Sasaran kegiatan adalah 21 siswa kelas VII dan Vi yang mengalami berdasarkan hasil survei literasi yang dilakukan oleh guru mata Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tersebut dibantu para mahasiswa program Kampus Mengajar. Sebelum melakukan program pengabdian, para mahasiswa diberikan pelatihan terlebih dahulu bersama Guru Bahasa Indonesia lapangan melalui studi singkat tentang literasi dasar, teknik membimbing siswa, dan pembuatan materi dan modul sederhana untuk membaca dan menulis. Selanjutnya pembentukan kelompok masing-masing berdasarkan hasil survei literasi, siswa dibagi dalam enam kelompok berdasarkan jumlah mahasiswa yang menjadi Tutor Latihan Literasi, satu kelompok terdiri dari tiga atau empat siswa. Berikutnya kegiatan pendampingan . atihan membaca dan menuli. yang dilakukan pada saat jam istirahat siswa selama dua sampai tiga kali seminggu selama tiga bulan. Terakhir dilakukan evaluasi kegiatan dan refleksi Tahapan pelaksanaan meliputi: . Identifikasi masalah. Pemilihan siswa Pelatihan . Pembentukan kelompok . Kegiatan pendampingan . atihan membaca dan menuli. Evaluasi kegiatan dan refleksi hasil. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program berlangsung dengan lancar selama tiga bulan. Pada bulan pertama, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan mengenali suku kata dan menulis kalimat utuh. Namun, pada bulan ketiga, terjadi peningkatan signifikan kemampuan menulis paragraf pendek. Perubahan kondisi mitra: Sebelum program, siswa tidak mampu membaca teks sederhana tanpa terbata-bata dan menulis kalimat sederhana dengan benar. Setelah program, sebagian besar siswa dapat membaca dengan lancar teks naratif pendek dan menulis paragraf sederhana dengan struktur yang benar. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pelajaran meningkat. Gambar 1. Koordinasi Program Gambar 2. Pembentukan kelompok kecil Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dalam kegiatan pembelajaran. Di sisi lain, kegiatan ini memberi kontribusi nyata mahasiswa, khususnya kebutuhan literasi khusus. Pendekatan kelompok kecil dan pembiasaan intensif terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi dasar di jenjang pendidikan menengah pertama. Gambar 3. Tutor Latihan Membaca UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak LPPM Universitas Serang dan semua pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA