JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENGARUH RASIO LIKUIDITAS. SOLVABILITAS. DAN PROFITABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYA MANDIRI JAMBI PERIODE 2019-2023 Rindah Sharma Situmorang. Manajemen/Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi. rindahsharma4@gmail. Friska Artaria Sitanggang. Manajemen/Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi. artaria888@gmail. Nyayu Fadilah Fabiany. Akuntansi/Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi. nyayufadilah24@yahoo. ABSTRAK Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh rasio likuiditas . urrent rati. , rasio solvabilitas . ebt to total asse. , dan rasio profitabilitas . eturn on asse. terhadap kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi pada tahun 2019 hingga 2023. Rancangan penelitian ini mengadopsi metode deskriptif analitik dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan koperasi pada rentang waktu tertentu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam pengaruh variabel independen terhadap kinerja keuangan koperasi sebagai variabel dependen. Data yang dikumpulkan diolah melalui berbagai metode, termasuk analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menjelaskan rasio likuiditas . urrent rati. dan rasio solvabilitas . ebt to total asse. memiliki kontribusi minimal terhadap kinerja keuangan, sedangkan rasio profitabilitas . eturn on asse. memberikan pengaruh signifikan terhadap keberhasilan finansial koperasi. Kata kunci : rasio, kinerja, finansial dan kopersai. PENDAHULUAN Dengan persaingan bisnis dan usaha yang semakin ketat, perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja keuangan mereka, yaitu kinerja yang stabil dan efisien, untuk tetap kompetitif dan memperoleh keuntungan yang tinggi. Laporan keuangan merupakan instrumen penting untuk menilai kinerja keuangan suatu organisasi. Dokumen-dokumen ini merangkum hasil keuangan untuk periode tertentu dan memberikan wawasan berharga tentang posisi ekonomi organisasi, tren keseluruhan, dan prospek kinerja potensial di masa mendatang. Dengan memanfaatkan rasio, laporan keuangan ini dapat diubah menjadi tolak ukur yang mengintegrasikan data keuangan dan menawarkan gambaran terperinci tentang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 146 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 kondisi keuangan organisasi, membantu peneliti menafsirkan dan menganalisis tren keuangan secara lebih efektif. Sebagaimana dinyatakan oleh Irham Fahmi . , laporan keuangan berfungsi sebagai representasi status keuangan perusahaan, yang menawarkan gambaran yang jelas tentang kinerjanya. Laporan ini memberikan ilustrasi transparan tentang berbagai kondisi keuangan dalam suatu organisasi. Dalam konteks industri yang tengah mengalami pertumbuhan pesat saat ini, berbagai industri menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutan operasional mereka. Oleh karena itu, dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil, setara, dan sejahtera yang menumbuhkan kesejahteraan masyarakat, bisnis harus memainkan peran penting. Koperasi berfungsi sebagai model bisnis ideal yang mendukung tujuan ini. Koperasi adalah jenis organisasi yang berpusat pada kegiatan ekonomi seperti simpan pinjam, penjualan produk dan layanan, pemasaran, dan penyediaan perlengkapan kantor. Mengacu pada Undang-Undang Koperasi Republik Indonesia No. 25 Tahun 1992, khususnya pada Bab 2. Pasal 3, tujuan pokok koperasi adalah untuk memperbaiki kesejahteraan anggotanya dan turut mendukung kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, koperasi diberi kewajiban untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Secara keseluruhan, upaya ini ditujukan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, sejahtera, dan penuh inovasi, dengan pijakan pada prinsip-prinsip Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi merupakan koperasi simpan pinjam yang berdiri pada tahun 2000. Koperasi ini memiliki Nomor Badan Hukum Koperasi: 08/BH/KDK. 56/2000 dan beralamat di Jl. Kolonel Amir Hamzah No. Rt. 02 Rw. 01 Simpang IV Sipin Telanaipura. Jambi. Awalnya didirikan hanya dengan 50 nasabah, koperasi ini telah berkembang secara signifikan, saat ini melayani 665 nasabah, dengan struktur kepemimpinan yang terdiri dari 5 anggota khusus. Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri membantu anggotanya mengumpulkan dana melalui simpanan dan tabungan. Peningkatan dalam koperasi dapat dilihat dari sisa hasil usaha (SHU) tahunan. Peningkatan ini dapat menjadi dasar untuk pertumbuhan dan peningkatan keuntungan koperasi. Berikut ini adalah ringkasan posisi finansial pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri. Untuk mengukur UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 147 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 performa keuangan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi, ukuran utama berikut diterapkan: Laporan Keuangan (SHU), rasio likuiditas menggunakan rasio lancar . urrent rati. , rasio solvabilitas dengan rasio utang terhadap aset . ebt to total asse. , dan rasio profitabilitas menggunakan rasio pengembalian ekuitas . eturn on asse. Analisis indikator-indikator tersebut dilakukan dengan memanfaatkan data dari laporan keuangan tahunan koperasi yang mencakup rentang waktu 2019 hingga 2023: Tabel 1. SHU Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri tahun 2019-2023 Sumber :Data Diolah, 2024 Sebagaimana dalam tabel di atas. Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi berfluktuasi secara signifikan antara tahun 2019 dan 2023. Demikian pula, rasio lancar menunjukkan variabilitas dari tahun ke tahun, awalnya meningkat pada tahun 2020, kinerja keuangan koperasi mengalami perbaikan sebelum mengalami penurunan, yang kemudian diikuti oleh tren positif lainnya pada tahun 2023. Di sisi lain, rasio hutang terhadap total aset berkurang pada tahun 2020, naik pada tahun 2021, dan kembali menurun pada tahun 2023. Namun, pengembalian aset menurun pada tahun 2021 tetapi membaik pada tahun 2022. Berdasarkan penelitian Damar Kinasih . Analisis kinerja keuangan dengan menggunakan Sisa Hasil Usaha (SHU) menjelaskan rasio likuiditas memiliki dampak yang signifikan. Sebaliknya, rasio profitabilitas memberikan dampak yang menguntungkan pada hasil keuangan, menyoroti pentingnya rasio-rasio ini dalam mengevaluasi kesehatan keuangan koperasi. Berdasarkan temuan yang dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi mempertahankan kualitas kinerja keuangan yang sangat baik meskipun terjadi fluktuasi dalam laporan keuangannya. Peneliti bermaksud untuk melakukan analisis kinerja keuangan yang lebih mendalam dengan menggunakan rasio-rasio keuangan untuk lebih memahami faktor-faktor yang mendorong hasil tersebut. Selain itu, penulis mengambil judul tersebut karena belum ada penelitian yang mempelajari pengaruh rasio keuangan pada kinerja keuangan Koperasi Karya UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 148 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Mandiri. Didasarkan pada wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan pengurus koperasi tentang masalah kinerja keuangan yang paling umum. Bisa disebabkan oleh perilaku nasabah yang tidak konsisten dalam jangka waktu tertentu, bunga bank, modal yang digunakan untuk keperluan di luar koperasi, dan faktor lainnya. Tujuan penelitian ini, sebagaimana diuraikan dari penjelasan di atas, adalah sebagai berikut: . untuk menguji kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi. untuk menilai apakah rasio likuiditas berpengaruh pada kinerja keuangan koperasi antara tahun 2019 dan 2023. untuk mengetahui apakah rasio solvabilitas mempengaruhi kinerja keuangan koperasi selama periode yang sama. untuk mengetahui apakah rasio profitabilitas memainkan peran yang signifikan dalam mempengaruhi kinerja keuangan koperasi dari tahun 2019 hingga 2023. Dengan memperhatikan uraian diatas, penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai permasalahan kinerja keuangan yang ada pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi dengan mengambil judul AyPengaruh Rasio Likuiditas. Solvabilitas, dan Profitabilitas terhadap Kinerja Keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi Periode 2019-2023Ay. METODOLOGI Studi ini mengimplementasikan pendekatan kuantitatif, yang menggunakan data statistik yang dikumpulkan melalui laporan keuangan tahunan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi untuk rentang tahun 2019 hingga 2023. Populasi dalam penelitian ini meliputi keseluruhan dokumentasi keuangan koperasi, sedangkan sampel secara khusus terdiri dari catatan keuangan yang ditinjau selama periode lima tahun ini, yang mencakup total 60 bulan. Penelitian ini membedakan antara variabel independen dan dependen, di mana variabel independen meliputi Aurasio Likuiditas (X. , rasio Solvabilitas (X. , dan rasio Profitabilitas (X. , variabel dependennya yaitu kinerja keuangan (Y)Ay. Rasio Likuiditas Sebagaimana dijelaskan oleh Kasmir . , rasio likuiditas, atau rasio modal operasi, digunakan untuk mengukur likuiditas organisasi. Menurut Kasmir . 9, hlm. , rasio lancar berfungsi sebagai pembanding untuk menentukan kapasitas organisasi dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendek jika UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 149 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Rasio ini mengukur proporsi aset lancar perusahaan terhadap kewajiban lancarnya, yang memberikan wawasan tentang kesehatan keuangan jangka pendek perusahaan. Kasmir . 9, p. rasio lancar adalah perbandingan yang digunakan ketika akan menilai tingkat kesanggupan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek atau yang mendekati jatuh tempo apabila diminta membayar secara penuh. Menurut Irfani . likuiditas adalah ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo dengan jaminan aset lancar yang dimiliki. Untuk menghitung rasio lancar, bagi aset organisasi saat ini dengan kewajiban jangka pendeknya. biasanya, rasio yang menguntungkan melebihi nilai 1, menjelaskan organisasi memiliki cukup aset untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya, yang menandakan kesehatan keuangan yang baik. Sebaliknya, rasio yang terlalu rendah dapat mengindikasikan potensi tantangan likuiditas dan dapat menunjukkan kesulitan keuangan atau kemungkinan kebangkrutan yang meningkat. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dan kewajiban lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas menilai kapasitas suatu perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab keuangannya dalam situasi kebangkrutan atau proses likuidasi. Seperti yang dijelaskan oleh Kasmir . 9, hlm. , rasio utang menunjukkan proporsi total kewajiban terhadap total aset. Rasio ini menentukan persentase aset perusahaan yang dibiayai melalui utang, sehingga memberikan wawasan tentang leverage keuangannya. Menurut Irfani . solvabilitas adalah ukuran kemampuan perusahaan dalam menutupi/melunasi total kewajiban . , terutama jangka panjangnya dengan jaminan seluruh aset dan atau modal sendiri pada saat perusahaan dilikuidasi. Menurut Hasan et al. rasio solvabilitas atau leverage ratio adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang. Untuk menentukan rasio solvabilitas, total utang perusahaan dibagi dengan total asetnya. Rasio ini mencerminkan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 150 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 sejauh mana bisnis bergantung pada utang untuk mendukung operasi dan aktivitas investasinya. Rasio yang lebih tinggi cenderung memiliki utang lebih besar, yang dapat meningkatkan risiko keuangan karena suku bunga yang berfluktuasi dan kemungkinan kesulitan dalam memenuhi kewajiban utang. Sebaliknya, rasio yang lebih rendah memiliki struktur keuangan yang lebih terkelola dengan kewajiban yang lebih rendah. Rasio Profitabilitas Menurut Hasan et al. rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri. Rasio profitabilitas menilai sejauh mana organisasi dapat memperoleh keuntungan dalam jangka waktu tertentu, serta mencerminkan bagaimana pengelolaan sumber daya yang ada oleh manajemen pada pencapaian target finansial. Menurut Sujai et al. profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, maka semakin besar return yang diharapkan oleh investor. Rasio profitabilitas yang lebih tinggi menunjukkan kemungkinan yang lebih besar bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan jangka panjang perusahaan. Rasio Pengembalian Ekuitas (ROA) adalah rasio yang menunjukkan pendapatan terhadap total aset yang digunakan, sehingga menilai seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan menunjukkan kesehatan keuangan suatu organisasi dan merupakan indikasi seberapa baik atau buruk kinerjanya dalam hal posisi keuangannya selama periode tertentu (Anggraeni, 2020, hlm. Dalam konteks koperasi, kinerja keuangan mengacu pada kemampuannya untuk menghasilkan laba, membayar kembali modal yang diinvestasikan, dan memenuhi kewajiban keuangan yang terkait dengan pembiayaan aset. Evaluasi kinerja keuangan sangat penting karena memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan tentang stabilitas keuangan dan efektivitas operasional koperasi secara keseluruhan. Sangat penting untuk memahami tujuan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 151 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pengukuran kinerja keuangan karena hasilnya dapat mempengaruhi perilaku pengambilan keputusan perusahaan. Hipotesis AuHa1 : Diduga ada pengaruh signifikan antara Rasio Likuiditas terhadap Kinerja keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi pada tahun 20192023Ay. AuHa2 : Diduga ada pengaruh signifikan antara Rasio Solvabilitas terhadap Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi pada tahun 2019-2023Ay. AuHa3 : Diduga ada pengaruh signifikan antara Rasio Profitabilitas terhadap Kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi pada tahun 2019-2023Ay. PENGUMPULAN DATA Adapun analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut: Uji Asumsi Klasik Uji normalitas residual dengan menggunakan metode KolmogorovSmirnov. Kriteria untuk menentukan normalitas adalah tingkat signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi secara normal. Uji multikolinearitas, menggunakan uji Variance Inflation Factor (VIF). Nilai toleransi lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF di bawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas Uji heteroskedastisitas dengan menggunakan grafik scatterplot, jika tidak terbentuk pola tertentu dimana titik-titik tersebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Autokorelasi dapat di uji dengan menggunakan uji run test, jika nilai Asymp. Sig . -taile. > 0,05, maka tidak terjadi autokorelasi. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi dilakukan untuk menilai kecukupan model regresi dalam memprediksi variabel dependen. Analisis ini menerapkan rumus regresi linier standar: UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 152 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 e Y = Kinerja Keuangan a = Konstanta b = Koefisien Variabel X X1 = Rasio Likuiditas AuCurrent RatioAy X2 = Rasio Solvabilitas AuDebt to Total AsetAy X3 = Rasio Profitabilitas AuReturn On AsetAy e = Eror Tern Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Data diproses menggunakan perangkat lunak SPSS versi 29, yang menghasilkan hasil yang ditampilkan di bawah ini: Nilai signifikansi < 0,05 menjelaskan variabel independen (X) memiliki efek parsial yang signifikansi terhadap variabel dependen (Y). Sebaliknya, nilai signifikansi > 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji F menganalisis efek simultan variabel independen pada variabel nilai signifikansi < 0,05 maka ada pengaruh secara simultan . ersama-sam. Koefisien Determinan . 2 atau r squar. Nilai r2 berkisar antara 0 hingga 1, dengan nilai 1 maka terjadi kecocokan dari variabel independen yang menjelaskan variabel HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 153 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 Most Extreme Differences pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber . Data diolah SPSS vs. Hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,818, yang melebihi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. Current Ratio Debt to Total Asset ROA Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Tolerance Tolera VIF Sumber . Data diolah SPSS vs. Berdasarkan olah data SPSS diatas, nilai toleransi lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih besar dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 154 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Heteroskedastisitas Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber . Data diolah SPSS vs. Pengujian heteroskedastisitas menggunakan grafik scatterplot maka dapat diketahui titik-titik tersebar diatas dan dibawah angka maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Median Sumber . Data diolah SPSS vs. Runs Test Unstandardized Unstandardized Residual Residual Unstandardized Residual Hasil olah SPSS di dapat hasil yang menyatakan uji autokorelasi menghasilkan nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 1,000, yang lebih besar dari 0,05. maka dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui apakah regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasikan nilai variabel dependen . Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 e UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 155 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Tabel 5 Uji Regresi Linier Berganda Sumber . Data diolah SPSS vs. Dengan menggunakan data dari tabel di atas, persamaan regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut: Y = -0,301 0,006CR Ae 0,024DAR 1,726ROA e Dari persamaan regresi linier berganda diatas dapat diartikan sebagai berikut : Nilai konstanta . = -0,301, dapat diartikan apabila semua variabel bebas . asio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilita. dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan. Maka, kinerja keuangan ( ROE) sebesar -0,301 yang artinya berpengaruh negatif. Konstanta negatif artinya terjadi penurunan kinerja keuangan sebesar -0,301, kondisi ini timbul karena sifat nasabah yang pengurus/karyawan koperasi yang kurang tegas dalam mengambil tindakan, faktor lain karena pihak ketiga seperti bank. Hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja keuangan. Nilai koefisien 1 = 0,006, berarti jika CR . asio likuidita. berubah 1 persen, maka jumlah ROE . inerja keuanga. akan mengalami perubahan sebesar 0,006 persen. Koefisien CR bernilai positif maka. CR mempunyai pengaruh positif terhadap ROE . inerja keuanga. Apabila CR Meningkat 1 persen maka jumlah ROE akan meningkat sebesar 0,006 persen. Nilai koefisien 2 = -0,024, berarti jika rasio solvabilitas (DAR) kurang dari 1 persen , maka DAR akan mengalami sebesar -0,024 persen. Koefisien rasio solvabilitas (DAR) bernilai negatif, maka rasio solvabilitas berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Apabila rasio solvabilitas (DAR) naik 1 persen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 156 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 maka, jumlah kinerja keuangan (ROE) akan berkurang sebesar -0,024 persen. Kondisi ini disebabkan apabila koperasi kesulitan membayar utang jangka panjangnya dan menjadikan aktiva menjadi jaminannya. Nilai koefisien 3 = 1,726, berarti jika ROA ( rasio profotabilita. berubah 1 persen, maka jumlah ROE . inerja keuanga. akan mengalami perubahan sebesar 1,726 persen. Koefisien ROA bernilai positif maka. ROA mempunyai pengaruh positif terhadap ROE . inerja keuanga. Apabila ROA Meningkat 1 persen maka jumlah ROE akan meningkat sebesar 1,726 persen. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel 6 Hasil Uji t . ji Parsia. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Current Ratio Debt to Total Asset ROA Sumber :Data diolah SPSS vs. Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil dari signifikansi (Si. sebagai berikut: Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients diatas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,327 > 0,05 sehingga disimpulkan bahwa variabel Rasio Likuiditas (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan (Y). Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients diatas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,628 > 0,05 sehingga disimpulkan bahwa variabel Rasio Solvabilitas (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan (Y). Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients diatas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,018 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa variabel Rasio UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 157 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Profitabilitas (X. berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan (Y). Uji Simultan ( Uji F) Tabel 7 Uji Simultan (Uji F) Sumber . Data diolah SPSS vs. Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikansi . sebesar 0,013 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan . ersama-sam. antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Koefisien Determinan . 2 atau r squar. Tabel 8 Koefisien Determinan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. ROA. Debt to Total Asset. Current Ratio Dependent Variable: ROE Sumber . Data diolah SPSS vs. Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai r square sebesar 1,000 yang berarti bahwa rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas mempengaruhi sebesar 100% terhadap kinerja keuangan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil analisis mengenai pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri Jambi, maka diperoleh kesimpulan sebagai UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 158 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Hasil analisis data secara parsial menunjukan bahwa rasio likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Rasio likuiditas memiliki nilai t hitung lebih kecil dari t tabel sebesar 1,771 < 2,447 dengan nilai signifikansi 0,327 > 0. Hasil analisis data secara parsial menunjukan bahwa rasio solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Rasio solvabilitas memiliki nilai t hitung lebih kecil dari t tabel sebesar -0,661 < 2,447 dengan nilai signifikansi 0,628 > 0. Hasil analisis data secara parsial menunjukan bahwa rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Rasio profitabilitas memiliki nilai t hitung lebih besar dari t tabel sebesar 35,557 > 2,447 dengan nilai signifikansi 0,018 < 0. Hasil analisis data secara simultan, menunjukan bahwa rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan dengan nilai signifikansi 0,013 < 0,05. DAFTAR PUSTAKA