Volume 1 Nomor 2 . Pages 75 Ae 84 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial Ratu Rosdiana Zafira1. Putri Ramadhani2. Agus Sopiandi3. Rengga Januardi4 Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Siber Syekh Nurjati Cirebon Email : ratursdianazafira27@gmail. com1, putriramadhani51@gmail. Sopiandiagus08@gmail. com3, renggajanuardi11@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-05-01 Kata Kunci: Budaya Asing. Nilai Ae nilai Pancasila. Globalisasi Abstrak Istilah Pancasila berasal dari kata sansekerta India yaitu panca yang berarti lima dan kata sila yang mempunyai arti umum. Dengan demikian, istilah Pancasila yaitu dalam segala arti mengacu pada lima hal mendasar. Globalisasi yang melanda di suluruh negara yang ada dunia, dimana semua masyarakat dapat berinteraksi dengan siapapun di seluruh dunia tanpa adanya batasan teritorial. Adanya globalisasi, membawa dampak bagi masyarakat Indonesia Penelitian ini didasari karena banyaknya remaja milenial yang mulai terpengaruhi oleh budaya-budaya asing yang sudah masuk ke Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, dan data diperoleh dari referensi kepustakaan. Google Scholar. Tantangan untuk melestarikan budaya kita sendiri kini sudah menjadi sangat berat, karena derasnya ideologi dari luar yang masuk ke negara khususnya di indonesia. Nilai-nilai pancasila seharusnya selalu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya mampu menyaring pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia, dimana remaja pada rentang usia tersebut sangat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia dan melenceng atau tidak sesuai dangan nilai-nilai Pancasila seperti maraknya kriminalitas, kenakalan remaja, freeseks dll. Maka dari itu, diperlukan sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan cara pentingnya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia untuk memfilter budaya luar yang masuk dan pentingnya mengimplementasikan kembali nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 76 | Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial Keywords: Foreign Culture. Pancasila Values. Globalization Abstract The term Pancasila comes from the Indian Sanskrit word panca which means five and the word sila which has a general meaning. Thus, the term Pancasila in all its meanings refers to five basic things. Globalization has hit all countries in the world, where all people can interact with anyone throughout the world without any territorial boundaries. The existence of globalization has had an impact on Indonesian society in particular. This research is based on the large number of millennial teenagers who are starting to be influenced by foreign cultures that have entered Indonesia. This research uses a qualitative method which produces descriptive data in the form of words, and data is obtained from literature references. Google Scholar. The challenge of preserving our own culture has now become very difficult, because of the influx of ideologies from outside entering the country, especially in Indonesia. Pancasila values should always be implemented in everyday life in order to be able to filter out the influence of foreign cultures that enter Indonesia, where teenagers in this age range are very easily influenced by foreign cultures that enter Indonesia and deviate or are not in accordance with the values. Pancasila such as the rise of crime, juvenile delinquency, free sex, etc. Therefore, a solution is needed to overcome this problem, namely the importance of preserving original Indonesian culture to filter foreign culture that comes in and the importance of re-implementing Pancasila values in national and state life. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 77 | Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial PENDAHULUAN Budaya adalah kumpulan nilai, norma, kepercayaan, kebiasaan, ataupun simbol, dan praktik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya di dalam suatu Budaya juga mencakup berbagai aspek kehidupan. Menurut Hasan Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sekelompok orang. Kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya. Budaya itu terbentuk dari beberapa unsur yang Diantaranya yaitu seperti adat istiadat, bahasa, karya seni, sistem agama dan (Hasan. Majidah, et al. , 2. Bahasa sama halnya dengan budaya, yaitu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari manusia. Apa lagi diera globalisasi saat ini Kebudayaan Indonesia pada era zaman saat ini, telah terpengaruhi oleh budaya luar karena arus globalisasi, masyarakat semakin mudah bersosialisasi dengan berbagai masyarakat dipenjuru dunia. Dari waktu ke waktu, tanpa harus bertemu teknologi yang diciptakan sudah semakin canggih. Di berbagai belahan dunia yang memudahkan masyarakat menerima hal-hal baru dari luar, dan semakin banyak pula budaya Ae budaya asing yang masuk ke indonesia. Melestarikan kebudayan bangsa sendiri sangat penting demi mempertahankan identitas bangsa itu sendiri. Dan sebagai bangsa Indonesia tentunya harus dapat mempertahankan dan terus melestarikan kebudayaannya . udaya loka. Pada saat ini, pengaruh-pengaruh budaya asing banyak mempengaruhi perkembangan remaja yang cenderung meniru gaya-gaya barat yang sudah tidak sesuai dengan normanorma budaya atau tidak sesuai dengan nilai Ae nilai Pancasila. Perlahan-lahan mereka mulai meninggalkan budaya lokal yang merupakan budaya mereka sendiri. Banyak yang beranggapan bahwa dengan menirukan budaya asing bisa dianggap gaul, modern, dan tidak kampungan, dan di tambah dengan adanya istilah fomo . kut Ae ikuta. yang saat ini Sebagai contohnya yaitu dari segi perilaku, banyak perilaku para remaja yang tidak sesuai dengan norma agama bahkan dilarang dalam norma agama. Seperti sek bebas, penggunaan narkoba, tawuran, geng motor, dan kenakalan-kenakalan remaja yang lainnya yang sudah menyimpang dari ajaran islam. Hal-hal baru tersebut menimbulkan berbagai dampak yang cukup tinggi diera milenial ini. Hal tersebut berpengaruh terhadap identitas nasional remaja di Indonesia, karena masyarakatnya lebih menyukai dan menggunakan budaya luar, sehingga budaya lokal yang seharusnya dilestarikan, dipelihara, dan diperkenalkan sebagai keciri khasan bangsa Indonesia, menjadi tertimbun dan terlupakan oleh budaya-budaya asing dari luar. Kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia yang kemudian berkontaminasi dengan kebudayaan asli Indonesia Akibatnya muncul kebudayaan-kebudayaan baru yang terkadang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Sehingga berakibat pada munculnya hal-hal yang tidak diharapkan di dalam masyrakat Indonesia sendiri. Dan sehingga menimbulkan penurunan moral dari masyarakat Indonesia sendiri dan dampak yang terlihat jelas yaitu memudarnya nilai-nilai pancasila sebagai sumber nilai masyarakat Indonesia (Pengaruh_budaya_asing_terhadap_implement . Seharusnya pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi cara yang sangat ampuh untuk menanggulangi hal tersebut, agar bisa menjadi benteng untuk budaya kita sendiri. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 78 | Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial Tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait dengan derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA. (Zamzami, 2. Bangsa Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah arus derasnya globalisasi. Berdasarkan literatur tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penyerapan budaya asing terhadap nilai - nilai Pancasila di era modern. Tidak semua budaya asing membawa dampak negatif maupun positif bagi remaja saat ini, oleh sebab itu para remaja harus dapat memilah-milah budaya asing yang masuk ke indonesia. Dari permasalahan penerapan nilai Ae nilai pancasila dalam penyaringan budaya asing itu sangat penting karena untuk mencegah dan juga mengurangi dampak negarif dari budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Ae budaya yang di indonesia. Dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk menjaga atau mengurangi dampak negatif dari budaya asing yang masuk ke indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika Pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yakni pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena secara mendalam berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber pustaka. Pendekatan ini dipilih karena fokus kajian penelitian terletak pada pemahaman makna, nilai, dan pengaruh budaya asing terhadap internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan generasi Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena sosial dan budaya secara menyeluruh melalui kajian terhadap wacana, nilai, dan perilaku yang ditampilkan dalam berbagai sumber tertulis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur yang relevan seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan sumber daring terpercaya, termasuk melalui pencarian referensi menggunakan platform seperti Google Scholar. Data dianalisis secara kualitatif dengan cara membaca secara kritis, mencatat gagasan penting, mengkaji keterkaitan antar gagasan, dan menyusun temuan dalam narasi yang sistematis. Metode ini mendukung pemahaman terhadap dinamika globalisasi dan dampaknya terhadap nilai-nilai Pancasila, serta membantu merumuskan rekomendasi dalam merespons tantangan budaya asing melalui revitalisasi nilai-nilai kebangsaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebudayaan yaitu segala hal yang diwariskan, dipelajari, dan diterima oleh semua anggota masyarakat, serta menjadi landasan bagi masyarakat dalam membentuk identitas, struktur sosial, dan cara pandang mereka terhadap dunia. Menurut Edward Burnett Tylor. Kebudayaan mencakup terhadap nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, ilmu pengetahuan dan keseluruhan makna dari semua struktur sosial, agama, dan lainnya, di samping semua klaim intelektual dan artistik yang spesifik pada masyarakat. (Ghaniyy & Akmal, 2. Sedangkan yang dimaksud dengan perwujudan kebudayaan adalah Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 79 benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk kebudayaan, berupa tingkah laku dan juga benda-benda nyata, seperti pola tingkah laku, bahasa, perlengkapan hidup, organisasi kemasyarakatan, agama, seni, dan yang lainnya, yang bertujuan untuk membantu orang dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Seiring berjalannya waktu, banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, di era globalisasi ini masyarakat semakin mudah berkomunikasi dengan berbagai komunitas di seluruh dunia. Teknologi yang diciptakan dari waktu ke waktu semakin maju dan canggih. Penciptaan berbagai teknologi berkembang pesat. (Agustina et al. , 2. tetapi hal-hal tersebut juga memiliki dampak negatif salah satunya pada bidang kebudayaan. Kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia kemudian mencemari kebudayaan Indonesia. Akibatnya muncul budaya- budaya baru yang terkadang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal-hal yang tidak terduga terjadi akibat hal tersebut. (Hidayat et al. Pembudayaan nilai dasar Pancasila sebagai ideologi nasional bersifat imperatif, yang artinya nilai-nilai ini bersifat mengikat dan wajib dijalankan oleh seluruh warga negara di Indonesia, dan juga menunjukkan bahwa Pancasila itu bukan sekadar pedoman atau saran, tetapi merupakan dasar yang wajib dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia merupakan negara hukum yang menegakkan hukum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. , dengan demikian semua perbuatan yang dilakukan oleh negara harus berdasarkan atas hukum dan harus bisa di pertanggung jawabkan dihadapan hukum, the rule of law menyatakan bahwa hukumlah yang memerintah dalam suatu negara, bukan manusia atau orang. bukan berdasar pada kekuasaan (Soepandji & Pulungan, 2. Generasi muda yang seiring berjalannya zaman budaya asing mempengaruhi pola pikir, budaya dan perilaku yang membuat melunturnya nilai Ae nilai pancasila. Kehidupan bangsa Indonesia memerlukan adanya implementasi nilai Ae nilai Pancasila, agar nilai norma dan etika yang terkandung di dalam nilai Pancasila agar menjadi bagian yang utuh dan dapat menyatu dengan kepribadian di setiap masyarakat Indonesia. Menurut Notonagoro (Sunoto, 1991:. berpendapat bahwasannya Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pandangan hidup bangsa dan menjadi alat pemersatu bangsa. Nilai yang tertera pada lima sila yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan merupakan ideologi yang digunakan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemampuan dalam menghadapi tantangan yang amat dasar akan melanda kehidupan pada nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa, maka benteng yang harus dijaga ialah keyakinan nasional atas dasar Negara. (Antari & Liska, 2. Pancasila hidup ber negara dan ber bangsa Indonesia di era globlalisasi, mengharuskan kita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila. Agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkan dan agar intisari nilai-nilai yang luhur itu, tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa. Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa: Terkandung di dalamnya kepercayaan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, kebebasan beragama dan toleransi terhadap umat beragama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa. Salah satu contohnya Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 80 | Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial pengaruh budaya asing yang mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat di indonesia adalah maraknya budaya korea yang masuk ke indonesia dan sangat populer, dari awal mulainya kehadiran musik korea yang biasa dinyayikan oleh boyband ataupun grilband, sehingga mengubah perilaku terutama pada anak muda, yang biasa dinamakan Westernisasi adalah proses meniru gaya hidup orang - orang barat yang dilakukan masyarakat secara berlebihan dalam bentuk gaya hidup, kebiasaan, gaya pergaulan, perilaku dan lainnya. (Munawaroh & Fauzi, 2. yang bisa dilihat dari anak muda bahkan ibu Ae ibu zaman sekarang yang menyalahi norma kesopanan di Indonesia, selain melanggar norma kesopanan, tindakan tersebut telah melanggar nilai Pancasila sila ke 1 . yang berbunyi AuKetuhanan Yang Maha EsaAy perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran islam seperti berpakaian terbuka atau ketat, pergaulan bebas, mabuk Ae mabukan, dan sebagainnya. Nilai Ae Nilai Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab: Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai Ae nilai bahwasannya negara harus menjungjung tinggi nilai harkat dan martabat terhadap masyarakat sebagai mahluk yang beradab, dalam kehidupan bernegara perundang Ae undang an harus mencapai tujuan mewujudkan ketinggian harkat dan martabat terutama dalam HAM. Salah satu contohnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan pancasila sile ke 2 . Yakni Ekstremisme sering kali mengarah pada tindakan atau pemikiran yang merusak harmoni sosial, mengabaikan hak asasi manusia, dan menimbulkan ketidakadilan, tidak menghargai martabat manusia Ekstremisme biasanya mengabaikan prinsip dasar kemanusiaan, seperti penghormatan terhadap martabat dan hak setiap individu dan sering kali ada kecenderungan untuk mendiskriminasi atau merendahkan suatu kelompok yang dianggap berbeda, baik berdasarkan agama, ras, atau pandangan politik. Nilai Ae Nilai Sila Persatuan Indonesia. Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah bersifatnya kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dan negara adalah merupakan suatu persatuan hidup bersama di antara elemen-elemen yang membentuk negara berupa, suku, ras, kelompok, maupun golongan. Oleh karena itu, perbedaan adalah merupakan bawasannya kodrat manusia itu merupakan ciri khas elemen-elemen yang membentuk negara. Dan indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya beragam tapi tetap satu tujuan, perbedaan bukan untuk menjadi konflik dan permussuhan tetapi melainnkan yakni persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama. Salah satu budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai pandasila terhadap sila 3 . seperti adanya sikap individualisme ekstrem yaitu sikap yang mengutamakan kepentingan, kebebasan, dan hak individu di atas kepentingan atau kebebasan disuatu kelompok atau masyarakat, tanpa memikirkan dampak terhadap suatu masyarakat. Nilai Ae Nilai Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyaratan/Perwakilan. Nilai yang terkandung dalam sila 4 . adalah rakyat berperan utama untuk mendukung dalam pokok utama negara. Prinsip negara indonesia yaitu oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi dalam perumusan, pengembangan, dan dalam pembuatan hukum, baik secara langsung maupun melalui perwakilan. (Lismanto & Utama, 2. Sistem demokrasi yang dianut oleh indonesia sesuai dengan sila ke empat, bahwasannya semua rakyat memiliki Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 81 kedudukan yang sama baik dari segi hak maupun kewajiban. Nilai demokrasi ditunjukan melalui dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Salah satu budaya asing yang membuat lunturnya nilai pancasila yaitu adanya intoleransi tidak mau menerima atau menghargai pandangan atau keyakinan orang lain yang berbeda, diskriminasi memberlakukan orang lain secara tidak adil. Dan sikap Anti- demokrasi yang merujuk pada penolakan terhadap sistem demokrasi dan prinsip-prinsip kebebasan yang terkait, seperti hak untuk memilih, berpendapat, dan berpartisipasi dalam pemerintahan. Sikap ini bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya pada sila keempat yang mengedepankan demokrasi, musyawarah, dan perwakilan rakyat. Nilai Ae Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia artinya Negara memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memakmurkan setiap orang dan mengedepankan kepentingan bersama, yakni bahwa rakyat indonesia mendapat kan perilaku yang sama dari segi huku, politik, sosial, maupun dari segi ekonomi dan agama, artinya tidak ada perbedaan perlakuan hanya karena dari segi sosial ataupun yang lainnya. Dan salah satu sikap yang membuat lunturnya nilai Ae nilai pancasila yaitu budaya Monopoli yang bertentangan dengan Sila Kelima Pancasila, yaitu "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Karena menyebabkan ketimpangan sosial, menghalangi akses dan peluang bagi sebagian besar rakyat indonesia, serta menciptakan pasar yang tidak sehat. Dalam masyarakat yang ideal, persaingan sehat dan pemerataan kesejahteraan itu adalah kunci untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan juga sikap kapitalisme ekstrem dimana keuntungan pribadi pribadi atau kelompok lebih diprioritaskan daripada kesejahteraan sosial, keadilan, atau keberlanjutan. Kapitalisme ekstrem menciptakan ketidakadilan sosial dengan memperburuk nya ketimpangan antara kaya dan miskin. Sumber daya ekonomi sering kali dikuasai oleh segelintir orang atau perusahaan besar, sementara mayoritas rakyat tetap miskin, dan sering kali mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti hak pekerja, upah yang adil, dan kondisi kerja yang layak. Nilai-nilai Pancasila yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak meluntur yaitu : Penerapan dalam sila pertama Pancasila dapat dilakukan dengan menghormati setiap perbedaan, yaitu perbedaan keyakinan yang beragam antar setiap individu, membina kerukunan hidup antar masyarakat yang memiliki perbedaan agama dan keyakinan, tidak memaksakan suatu keyakinan atau agama kepada orang lain, dan menumbuhkan sikap saling toleransi antar umat (Gultom, 2. Pengimplementasian dari sila kedua ini adalah dengan cara menanamkan dan menerapkan rasa toleransi kepada orang lain, menghargai dan menghormati antar masyarakat, dan selalu bersikap adil terhadap setiap orang tanpa membeda-bedakan ras, suku, ataupun golongan. Nilai kemanusiaan yang mencakup dalam sila kedua ini secara singkat dapat dinyatakan dalam menghormati perbedaan antar masyarakat, menghormati harkat martabat dan derajat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. sila ketiga ini dapat di implementasikan yaitu dengan cara menghidupkan segala perbedaan yang ada sehingga perbedaan tersebut dapat mengarah kepada kesatuan sebagaimana semboyan yang ada di negara Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda tapi tetap satu tujuan. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 82 | Pengaruh Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Kehidupan Generasi Milenial Dalam Pancasila Indonesia mengimplementasikannya dengan cara memuliakan, menghargai dan menghormati orang lain tanpa membedakannya sedikitpun, selalu bersikap jujur saat adanya pemilu, dan tidak saling menghina antar warga negara. Dapat mengimplementasikan Pancasila sila ke lima yaitu dengan menanamkan sikap tolong menolong sehingga dapat terwujud kehidupan yang rukun dan damai untuk mencapai kesejahteraan bersama. (Hasan. Ramadhan, et al. , 2. KESIMPULAN Budaya merupakan bagian penting dalam membentuk identitas suatu bangsa. Di era globalisasi, budaya asing masuk dengan sangat cepat melalui media sosial, teknologi, dan arus informasi yang tidak terbendung. Generasi milenial sebagai pengguna aktif teknologi menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh budaya luar. Hal ini mengakibatkan munculnya perilaku dan pola pikir yang mulai menjauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Tantangan ini tidak hanya berdampak pada pergeseran budaya lokal, tetapi juga mengakibatkan melemahnya identitas nasional serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti individualisme, konsumtivisme, serta lunturnya norma-norma kesopanan dan moral. Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga karakter bangsa di tengah derasnya arus budaya asing. Penerapan setiap sila Pancasila mulai dari Ketuhanan. Kemanusiaan. Persatuan. Kerakyatan, hingga Keadilan Sosial harus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan pendidikan dan keluarga. Penguatan nilai-nilai tersebut dapat menjadi filter terhadap budaya luar yang tidak sesuai, sekaligus menjadi benteng moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Dengan demikian, pelestarian budaya lokal dan revitalisasi nilai Pancasila menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan jati diri bangsa Indonesia. DAFTAR PUSTAKA