EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Juli-Desember 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tenun Ikat Cintamani Keninjal Pada Pembelajaran SBDP Siswa Kelas V SD Negeri 3 Ribang Semalan Nora Rosalina1Joni Albar2 Mukhlisin3 1 Mahasiswa Program Studi PGSD STKIP Melawi 2,3 Dosen STKIP Melawi A E-mail: norarosalina2002@gmail. Abstract The cintamani keninjal batik woven fabric is a cultural heritage, the Ribang Semalan, which has a unique pattern and cultural values. This study seeks to explore how SBdP learning incorporates elements of local wisdom. of the cintamani ikat weaving in the fifth grade of SD Negeri 3 Ribang Semalan. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data are gathered through observation, interviews, and document review. To ensure data validity. Both source and method triangulation are employed. The data analysis proceeds as follows a qualitative descriptive process, which encompasses the reduction of data, presentation of data, and the drawing of The results show that learning process by integrating this ikat weaving can enhance students' understanding of local culture. Through the process of making and explaining the philosophy behind the weaving motifs, students become more appreciative and understanding of their regional cultural wealth. It concludes that local wisdom-based learning plays a crucial role in school education to enhance the values of love for the homeland by integrating weaving as a learning medium for Arts and Culture in elementary schools. Keywords: local wisdom values, ikat weaving, keninjal dayak. Abstrak Kain tenun ikat cintamani keninjal merupakan warisan budaya. Ribang Semalan yang memiliki corak unik serta nilai-nilai budaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan Pembelajaran SBdP dengan mengintegrasikan kearifan lokal tenun ikat cintamani Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 3 Ribang Semalan dengan pendekatan deskriptif dalam metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian bahwa pembelajaran dengan mengintegrasikan tenun ikat ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Melalui proses pembuatan dan penjelasan filosofi dibalik motif-motif tenun, siswa menjadi lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya daerahnya. Kesimpulah bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dibelajarkan di sekolah untuk menambah nilai cinta tanah air dengan meintegrasikan tenun sebagai media pembelajaran SBdP di sekolah dasar. Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal. Tenun Ikat Cintamani. Dayak Keninjal Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 PENDAHULUAN Pendahuluan Pendidikan memegang peranan krusial dalam mendorong kemajuan sebuah bangsa. Secara bertahap, setiap satuan pendidikan perlu melaksanakan pengelolaan pendidikan secara terstruktur. Pelaksanaan Pendidikan yang sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) berperan sebagai tolok ukur minimum dalam sistem pendidikan nasional di seluruh wilayah NKRI. Guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang kontekstual dengan mengangkat kearifan lokal dari lingkungan sekitar peserta didik sebagai bagian dari materi ajar Menurut Novisatul Chusna et al. untuk mengenal kearifan lokal ini guru perlu memasukan materi yang Penggunaan Kearifan lokal diterapkan dalam pembelajaran agar siswa mampu memelihara dan melestarikan pengetahuan daerah mereka, sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan tanpa kehilangan identitas budaya khas daerahnya. Pembelajaran mengintegrasikan materi Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Kearifan lokal digunakan agar siswa merasa tertarik dan mampu menyerap menyampaikan materi secara efektif agar hasil belajar siswa optimal. Kearifan lokal adalah elemen budaya yang dipercayai dan dijunjung tinggi oleh masyarakat, baik dalam bentuk nilai-nilai maupun norma maupun hasil budaya yang diciptakan masyarakat seperti tenun ikat, tarian, bahasa dan sebagainya. Kearifan lokal tersebut dapat di kaitkan pada pembelajaran SBdP Kearifan lokal berfungsi sebagai sumber belajar yang juga berfungsi sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai yang membentuk karakter siswa. Menurut Malik . , materi SBdP mencakup beberapa komponen, yaitu: seni rupa yang menghasilkan karya visual yang dapat dinikmati melalui indera penglihatan. seni musik yang melibatkan indera pendengaran dalam menangkap berbagai bunyi. seni tari yang menggabungkan gerakan ritmis yang terlihat oleh mata dan diiringi oleh musik. serta seni drama yang merupakan pertunjukan audiovisual karena melibatkan baik indera pendengaran maupun penglihatan. Kearifan lokal sering dilihat sebagai identitas suatu bangsa, khususnya di Indonesia yang mendukung keberagamannya. Kearifan lokal mengalami perubahan dan adaptasi melalui interaksi antar budaya pada akhirnya melahirkan nilai budaya Di Indonesia, kearifan lokal adalah filosofi dan pandangan hidup yang mewujud meliputi berbagai bidang aspek kehidupan, meliputi norma sosial dan ekonomi, desain arsitektur, kesehatan, pengelolaan lingkungan, serta sektor-sektor (Romadi dan Kurniawan, 2017:84. Pentingnya mengintegrasikan Pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal didukung oleh sejumlah penelitian, salah satunya oleh Utari . dalam studi berjudul "Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)", yang menekankan pentingnya Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Fokus permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran SBdP berlangsung dengan Mengintegrasikan Kearifan Lokal Tenun Ikat Cintamani di kelas V SD Negeri 3 Ribang Semalan. tujuan penelitian ini untuk Mendeskripsikan Pembelajaran SBdP Dengan Mengintegrasikan Kearifan Lokal Tenun Ikat Cintamani Di Kelas V SD Negeri 3 Ribang Semalan. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas berbasis kearifan lokal, terutama pada Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tenun Ikat Cintamani Keninjal Pada Pembelajaran SBdP Siswa Kelas V SDN 3 Ribang Semalan. Selain itu, penelitian ini diharapkan akan muncul kegiatan lebih lanjut oleh guru-guru dan juga pihak terkait. Serta dapat menjadi acuan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih bermakna. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian yaitu penelitian Sugiyono . Metode penelitian kualitatif didasarkan pada filsafat postpositivisme dan digunakan untuk mempelajari objek dalam situasi yang alami. Wahidmurni . Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian yang umumnya melibatkan data berupa narasi, yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen. Agar dapat menjelaskan dengan jelas mengenai pendekatan dan jenis penelitian, peran peneliti, lokasi studi, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, serta validasi temuan dalam sebuah proposal atau laporan penelitian, diperlukan pemahaman mendalam terhadap masing-masing konsep tersebut. Dalam studi ini, pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Data Observasi Observasi guru Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap guru pengampu mata pelajaran, peneliti dapat menguraikan bahwa yang terjadi selama proses pembelajaran siswa-siswi disekolah SD Negeri 3 Ribang Semalan selama ini hanya mengetahui pelajaran SBdP dengan mengetahui teori saja yang diberikan oleh guru dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana yang Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 Guru tersebut mempunyai kemampuan dalam menguasai materi dengan baik. Observasi siswa Setelah dilaksanakan observasi terhadap siswa-siswa SD Negeri 3 Ribang Semalan melalui 4 indikator, ditemukan beberapa hal yang terkait dengan nilai-nilai kearifan lokal tenun ikat cintamani keninjal dalam pembelajaran (SBdP) siswa kelas V. Bahwa ada sebagian siswa telah memahami dengan baik tentang tenun ikat cintamani keninjal, termasuk makna simboli yang terkandung dalam motif-motifnya, proses pembuatannya, serta nilai-nilai dari tenun ikat cintamani. Namun masih ada sebagian siswa yang memerlukan bantuan atau bimbingan tambahan untuk memahami tentang tenun. Hasil Wawancara Pemahaman Tentang Tenun Ikat Cintamani Untuk memperdalam hasil observasi peneliti melakukan wawancara dengan guru mapel. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diketahui bahwa guru tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik berbekal dengan pengalaman yang dimilikinya hanya saja keterbatasan sarana dan prasarana kurang memadai sehingga membuat pembelajaran menjadi kurang menarik, jenuh, dan menoton. Guru juga menyatakan bahwa kurangnya pendidikan tentang kearifan lokal tenun ikat cintamani di sekolah membuat siswa-siswi tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari serta mengerti nilai-nilai yang ada di Penerapan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tenun Ikat Cintamani Dari wawancara yang dilakukan peneliti di lapangan dengan guru kelas V SD Negeri 3 Ribang Semalan ditemukan sejumlah temuan penting mengenai data yang dikumpulkan mengenai apa saja nilai-nilai yang ibu sampaikan kepada siswa pada pembelajaran SBdP tentang kearifan lokal tenun ikat cintamani. Kesadaran Pentingnya Untuk Melestarikan Kebuadayaan Lokal Dari hasil wawancara peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan menanamkan pentingnya pelestarian kepada siswa dapat membantu siswa SD memahami pentingnya pelestarian kebudayaan lokal yaitu tenun ikat cintanmani, serta membangun rasa bangga terhadap warisan budaya lokal daerah mereka. Kaitannya Dengan Pembelajaraan SBdP Dari hasil wawancara denga guru mapel mengenai kaitannya dengan pemebelajaran SBdP ada sebagian siswa dapat memahami dan menjelaskan proses pembuatanya, makna dan motif dari tenun ikat cintamani. Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 maka dari itu peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran SBdP sangat berkaitan erat karena didalam materi pembelajarannya banyak ciri khas kebudayaan yang harus tetap dilestarikan untuk menjaga kearifan dimana di zaman era modern saat ini kearifan lokal sangatlah memperhatinkan karena zaman sekarang sangat sedikat anak-anak menyukai atau mencintai kearifan lokal. Pembahasan Pembelajaran dengan menguatkan kearifan lokal dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat seperti identitas budaya, pelestarian lingkungan, pengetahuan, nilai-nilai sosial, dan praktik-praktik lokal yang hidup di masyarakat dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asiyah . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pengembangan bahan ajar yang berakar pada kearifan lokal dapat memperkuat rasa tanggung jawab dan kepedulian yang mendalam terhadap budaya setempat. Maka dari itu peneliti mengatakan bahwa dari hasil penelitiannya pembelajaran kearifan lokal tidak hanya berfokus pada tradisional, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat. Peneliti juga mengatakan bahwa Kearifan lokal juga dapat membantu pada proses pembelajaran yang berguna untuk memperluas pengetahuan siswa sekaligus menanamkan karakter. Karena pendidikan memiliki peran penting dalam pengenalan serta pewarisan budaya maka pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat tepat diterapkan di sekolah. Khususnya di sekolah dasar, karena pada tahap ini peserta didik mulai memperoleh pengetahuan dasar yang akan menjadi fondasi sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka dari itu pentingnya Pembelajaran yang berlandaskan kearifan lokal ini bertujuan untuk mendukung proses pendidikan sebagai salah satu cara untuk mewariskan budaya. Rosala . mengemukakan bahwa pembelajaran yang berlandaskan kearifan lokal mampu meningkatkan karakter siswa dan dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler seni. Misalnya, melalui tarian, siswa secara tidak langsung belajar mengenai nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri. Kearifan lokal di sekolah dasar sangat penting untuk membantu generasi yang berkarakter, memiliki identitas budaya yang kuat, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan budaya nya. Dengan demikian, sekolah dasar memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya dan etika. Sularso . menyatakan bahwa penting untuk mengimplementasikan proses pendidikan yang mengutamakan kearifan lokal karena kearifan tersebut Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 semakin terlupakan. Hal ini terlihat dari perilaku sehari-hari yang tidak mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, yang semakin terpinggirkan oleh pola hidup modern yang didominasi oleh nilai-nilai pragmatis dan kapitalistik. Temuan penting dari penelitian ini ialah pembelajaran dengan mengintegrasikan tenun ikat ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Melalui proses pembuatan dan penjelasan filosofi dibalik motif-motif tenun, siswa menjadi lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya daerahnya serta giat dalam melestarikannya dengan ikut serta dan menunjukan semangat dalam belajarnya. Peneliti menyimpulkan bahwa pentingnya pembelajaran kearifan lokal untuk direalisasikan disekolah dasar agar menumbuhkan rasa keingintahuan siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal suatu daerah serta rasa cinta tanah air. KESIMPULAN Pembelajaran yang mengutamakan kearifan lokal memiliki dampak signifikan pada budaya, lingkungan, pengetahuan, nilai sosial, dan praktik masyarakat yang Penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempromosikan dan menjaga budaya, sehingga pembelajaran berfokus pada kearifan lokal cocok untuk diterapkan di sekolah dasar. Signifikansi pembelajaran yang berakar pada kearifan lokal ini dalam konteks pendidikan sebagai sarana untuk mewariskan budaya. Penerapan ini penting untuk melestarikan budaya dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa tentang nilai-nilai lokal di daerah mereka. Pembelajaran dengan mengintegrasikan tenun ikat ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Melalui proses pembuatan dan penjelasan filosofi dibalik motif-motif tenun, siswa menjadi lebih menghargai dan memahami kekayaan budaya daerahnya. pentingnya pembelajaran kearifan lokal untuk direalisasikan disekolah dasar agar menumbuhkan rasa keingintahuan siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal suatu daerah dan rasa cinta terhadap tanah air. Nora Rosalina. Joni Albar dan Mukhlisin / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 89 - 95 REFERENSI