At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir Vol. No. : 181-203 Available online at https://jurnal. id/index. php/tafasir Anxiety (Kecemasa. dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir F eilAl Al- QurAoAn Wulan Rahmawati1, 1 Universitas Islam Negeri Ponorogo Wulanrahma712@gmail. Muchlis Daroini2 2 Universitas Islam Negeri Ponorogo muchlisdaroini@gmail. ARTICLE INFO Article History: Received: Mei 22, 2025 Revised: Oktober 16, 2025 Accepted: December 4, 2025 Keywords: Anxiety. Sayyid Qutb. Tafsir F eilAl Al-Qur'An ABSTRACT Anxiety is an emotional condition characterized by feelings of discomfort, fear, and worry about uncertain future events. This study uses a qualitative literature review method, focusing on an in-depth understanding of written sources, especially Sayyid Qutb's Tafsir F eilAl Al-Qur'An which is supported by books, journals, and The data were analyzed descriptively and systematically by presenting Sayyid Qutb's interpretation. This study interprets Sayyid Qutb's views on the symptoms, factors causing anxiety, and how to overcome it. Anxiety is seen as a mental state that arises due to fear of the future, and weak faith. He advocates a spiritual approach to overcoming anxiety through dhikr, tawakal, and patience, which aims to achieve inner peace. Sayyid Qutb's interpretation has advantages and disadvantages. The advantages are in terms of simple language style, and easy to understand. However, this interpretation has disadvantages, especially in terms of the lack of in-depth explanation of the meaning of the words in the verse and Sayyid Qutb's limitations in compiling his work. How to Cite: Wulan Rahmawati. Muchlis AuAnxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAnAy At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir 2. No. : 181-203. A 2022. The author. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Interpretation is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 PENDAHULUAN Kemajuan zaman modern telah mendorong perkembangan signifikan diberbagai bidang, namun disisi lain juga menimbulkan tantangan yang kompleks. Tantangan tersebut terletak pada bagaimana individu dapat tetap maju dan meraih kesuksesan. Hal ini juga menjadi sesuatu yang dikhawatirkan karena takut dan cemas akan gagal dalam menghadapi tantangan tersebut. Sehingga menyebabkan adanya fenomena anxiety atau Fenomena Anxiety . semakin sering ditemukan dikalangan Hal ini terjadi karena setiap individu menghadapi permasalahan yang berbeda-beda. Sebagian orang merasa takut terhadap masalah dunia, sementara yang lain cemas terhadap urusan akhirat. Pada dasarnya anxiety atau kecemasan yang dialami ini berkaitan dengan ketakutan baik dalam kehidupan dunia atau kehidupan setelah mati. Salah satu alasan utama dibalik anxiety atau kecemasan ini adalah adanya tekanan atau tuntutan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Manusia secara naluriah mendambakan kehidupan yang baik dan bahagia serta berusaha menghindari kerugian. Namun kenyataanya, kerugian dan permasalahan selalu ada seiring berjalannya waktu. Fenomena kecemasan lainnya terjadi pada anak muda. Penyebab utama kecemasan pada Anak Muda antara lain: Tekanan Sosial Media, hal ini merupakan salah satu faktor terbesar yang berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan di kalangan anak muda. Anak muda saat ini hidup dalam dunia yang sangat terhubung secara digital, di mana mereka terus- menerus membandingkan diri mereka dengan orang lain. Gambar-gambar yang diposting di media sosial sering kali menampilkan standar kecantikan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang tidak realistis, yang dapat menyebabkan perasaan rendah diri dan kecemasan. Ketidakpastian masa depan generasi muda saat ini dimana ketidakpastian masa depan yang lebih besar daripada generasi sebelumnya. Selain itu. Hasil yang ditemukan pada hasil survei I-NAMHS, yang menyebutkan bahwa satu dari tiga remaja . ,9%) atau setara dengan 15,5 juta remaja Indonesia memiliki setidaknya satu masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental ini merujuk pada depresi, kecemasan, stress pasca trauma, masalah perilaku, dan masalah terkait pemusatan perhatian atau hiperaktivitas. Kecemasan menjadi masalah kesehatan Dadang Hawari. AuManajemen Stres. Cemas dan DepresiAy (Jakarta: FK UI, 2. , 18. Gresensia Iling. Fenomena Anxiety Pada Kaum Muda https://w. id/kesehatan/903694/fenomena-anxiety-pada-kaum-muda Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. mental yang paling tinggi dialami remaja Indonesia, lebih tinggi pada perempuan . ,2%) dibandingkan pada remaja laki-laki . ,4%). Ketika dalam situasi itu setiap manusia pasti ingin mencari ketenangan batin, untuk mencapai ketenangan itu Allah telah ajarkan langkah yang nyata yaitu dengan selalu mengingat-Nya maka hati akan menjadi tentram begitupun dengan sebaliknya apabila makhluk ciptaannya jarang mengingat Allah maka hati akan terasa hampa dan gundah gulana. Apabila dikaji secara mendalam ternyata terdapat ayat Al-QurAoan yang memberikan agar manusia sehat baik itu secara psikis maupun fisik. Hal ini terdapat terdapat pada QS. Ar-RaAod ayat 28ca. Menurut Sayyid Quthb, ketika seseorang merasa dekat dengan Allah, mereka akan merasakan kedamaian yang mendalam. Mereka tidak akan merasa bingung atau tersesat dalam menjalani hidup karena mereka memahami tujuan hidup dan tempat kembali mereka. Orang-orang yang seperti Ini akan menerima semua cobaan dan ujian dengan sabar karena mereka yakin bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Allah. Dengan begitu, mereka akan hidup tenang dan bahagia di dunia dan berharap akan mendapatkan rahmat Allah di akhirat. Untuk memperdalam pemahaman mengenai ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan anxiety . dan cara mengatasinya penelitian ini menggunakan penafsiran serta pandangan Sayyid Qutb dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn. Dalam konteks penelitian ini, corak tafsir adybi ijtimy'i dipilih karena sejalan dengan fokus pembahasan, yaitu mengkaji kehidupan sosial serta permasalahan masyarakat yang berhubungan dengan kecemasan. Setelah penulis melakukan telaah terhadap beberapa penelitian terdahulu, ditemukan beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan diteliti oleh penulis diantaranya: Pertama, skripsi yang ditulis oleh Rahmad Hilal Aminudin yang berjudul Gangguan Kecemasan (Anxiety Disord. dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Atas Kitab Tafsir F eilAl Al-QurAoAn Karya Sayyid Quth. Dimana Gangguan kecemasan . nxiety disorde. merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perasaan takut dan khawatir secara berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi, sehingga Nadhifa Aurellia Wirawan, 15,5 Juta Remaja Indonesia Mengalami Masalah Kesehatan Mental https://goodstats. id/article/15-5-juta-remaja-indonesia-mengalami-masalah-kesehatanmental-m9Njh At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 menimbulkan kesempitan jiwa . , kegelisahan . alAo. , dan kesedihan mendalam . , sebagaimana digambarkan dalam Al-QurAoan melalui istilah khauf, haluAoa, dan uuzn. penelitian dengan pendekatan tafsir tematik terhadap kitab tafsir F eilAl Al-QurAoAn menunjukkan bahwa ketaatan pada perintah agama dapat menjadi benteng perlindungan terhadap gangguan kecemasan, sedangkan lemahnya iman membuka peluang munculnya masalah psikologis, termasuk kecemasan. Al-QurAoan menawarkan solusi komprehensif dengan menata masa depan melalui usaha, keimanan, ketakwaan, berbuat baik dengan hati yang ikhlas, serta memperkuat spiritualitas melalui dzikir, salat, sabar, tawakal, dan istiqamah, sehingga hati menjadi tenteram dan individu mampu menghadapi kecemasan dengan lebih baik. 4 Adapun penelitian ini sama dengan penelitian yang akan dikaji tetapi perbedaanya yaitu penelitian ini mengungkapkan gejala, faktor dan cara mengatasi kecemasan menurut Sayyid Quthb dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn. Kedua. Skripsi yang ditulis oleh Halida Ulin Nuhaya berjudul Psikologi Kecemasan Dalam Al-QurAoan. Penelitian ini membahas tentang kecemasan merupakan kondisi emosi yang menimbulkan ketidaknyamanan, ditandai oleh perasaan ketakutan, kesedihan, kesempitan jiwa dan kegelisahan. Kondisi ini dapat mempengaruhi masa depan dan berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Tingkat kecemasan bervariasi dari ringan hingga berat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui library research dan pendekatan tafsir tematik untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-QurAoan yang terkait kecemasan. Kesimpulannya yaitu bahwa Al-QurAoan menawarkan solusi psikologis untuk mengatasi kecemasan seperti, bertawakal dan berusaha untuk mengatasi ketakutan, istiqamah dan ikhlas untuk mengatasi kesedihan, kesabaran dan tidak berperasangka buruk untuk mengatasi kesempitan jiwa, serta iman, takwa, dan amal saleh untuk mengatasi kegelisan. 5 Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yakni Penelitian terdahulu berfokus pada psikologi kecemasan dalam Al-QurAoan sedangkan penelitian ini berfokus pada penafsiran Sayyid Quthb tentang anxiety . dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn. Ketiga, artikel yang ditulis oleh Aditya Dedy Anugrah, yang berjudul Memahami Kecemasan Perspektif Psikologi Islam. Artikel tersebut membahas kecemasan sebagai Rahmad Hilal Aminudin, skripsi: Gangguan Kecemasan (Anxiety Disord. dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Atas Kitab Tafsir F eilAl Al-QurAoAn Karya Sayyid Quth. , 2024. Halida Ulin Nuhaya. AuPsikologi Kecemasan Dalam Al-Qur'an(Tafsir Tematik Atas Ayat-Ayat Syifa Tentang Kecemasa. ,Ay Institut Agama Islam Negeri (Iai. Salatiga, 2020, 1Ae80. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. topik penting dalam kajian ilmiah. Dimana kecemasan dapat memicu gangguan kepribadian lain dan mempengaruhi kemampuan adaptasi individu. penelitian ini mengeksplorasi definisi kecemasan dan metode mengatasinya dari dua perspektif yaitu psikologi umum dan psikologi islam. Penelitian ini menggunakan metode literatur rivew dari Garba Rujukan Digital (Garud. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikoterapi islam efektif menurunkan kecemasan secara signifikan. Pendekatan ini menawarkan alternatif pengobatan komplementer selain psikopiterapi konvensional. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan teori psikologi islam dalam mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup individu. 6 Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yakni Penelitian terdahulu berfokus pada kecemasan perspektif psikologi Islam sedangkan penelitian yang akan dikaji penulis mengarah kepada salah satu tokoh mufassir yaitu Sayyid Quthb. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (Library Researc. , dimana data dan bahan kajian bersumber dari perpustakaan baik online maupun offline. Sumber-sumber tersebut mencakup kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dokumen, dan lainnya yang relevan dengan topik penelitian. 7 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena tertentu yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan. 8 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik dokumentasi yakni pengumpulan data berdasarkan dokumentasi tertulis dan dokumen terekam. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi merupakan cara yang digunakan untuk meneliti pemikiran yang bersifat 10 Dalam konteks ini, penafsiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat Al-QurAoan yang membahas tentang kecemasan dianalisis dengan menggunakan aturan-aturan tafsir Aditya Dedy Nugraha. AuMemahami Kecemasan : Perspektif Psikologi Islam * Corresponding Author Pendahuluan Age of Anxiety Istilah Yang Umum Kita Dengar Mengenai Kecemasan . Yakni Masa Atau Abad Yang Penuh Kecemasan . Apalagi Mengingat Pandemi Covid19 Yang Menambah Keyakinan KitaAy 2, no. : 1Ae22. Nursapia Harahap. AuPenelitian Kepustaka,Ay Jurnal Iqra 8, no. : 68Ae73. Feny Rita Fiantika et all. Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin, 2022. Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian. Antasari Press, 2018. Cik Hasan Bisri. Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi: Bidang Ilmu Agama Islam (Jakarta: Logos, 1. , 56 At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 yang berlaku, serta dihubungkan dengan ilmu psikologi. Setelah data diolah menggunakan metode analisis isi, langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut dengan cara penyajian deskriptif-analitis. Langkah ini berarti menguraikan penafsiran Sayyid Quthb yang telah dipilih secara teratur dan sistematis. Metode deskriptif ini lebih berfokus pada bagaimana Sayyid Quthb menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan kecemasan dan cara-cara untuk menghadapinya Hasil dan Pembahasan Pengertian Anxiety (Kecemasa. Kecemasan atau dalam bahasa Inggrisnya AuanxietyAy berasal dari bahasa Latin AuangustusAy yang berarti kaku, dan Auango, anciAy yang berarti mencekik. Kecemasan merupakan bagian dari kondisi hidup, maknanya kecemasan ada pada setiap orang. Secara istilah, kecemasan atau anxiety memeliki berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Jenis-Jenis Anxiety (Kecemasa. Menurut Freud kecemasan dalam tiga jenis, yaitu. Kecemasan neurosis Kecemasan neurosis adalah rasa cemas akibat bahaya yang tidak diketahui. Perasaan itu berada pada ego, tetapi muncul dari dorongan id. Kecemasan neurosis bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, namun ketakutan terhadap hukuman yang mungkin terjadi jika suatu insting dipuaskan. Kecemasan moral Kecemasan ini berakar dari konflik antara ego dan superego. Kecemasan ini dapat muncul karena kegagalan bersikap konsisten dengan apa yang mereka yakini benar secara moral. Kecemasan moral merupakan rasa takut terhadap suara hati. Kecemasan moral juga memiliki dasar dalam realitas, di masa lampau sang pribadi pernah mendapat hukuman karena melanggar norma moral dan dapat dihukum kembali. Kecemasan realistic Kecemasan realistik merupakan perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak spesifik yang mencakup kemungkinan bahaya itu sendiri. Kecemasan realistik merupakan rasa takut akan adanya bahaya-bahaya nyata yang berasal dari dunia luar. Dona Fitri Annisa and Ifdil Ifdil. AuKonsep Kecemasan (Anxiet. Pada Lanjut Usia (Lansi. ,Ay Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kecemasan menurut Islam Islam memiliki pandangan yang terbuka atas semua kemungkinan penyebab Kecemasan menurut Islam, bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti: Iman yang lemah Seorang yang imannya lemah cenderung kurang yakin dalam melakukan segala sesuatu, karena dia tidak yakin ada Allah SWT. , yang ada dibalik dan beperan setiap masalahnya. Dan tidak yakin bahwa Allah SWT. , akan menolongnya. Selain itu iman yang lemah juga akan membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan ini membawa ketidaktenangan. Penyakit Hati Penyakit hati seperti sombong, marah, iri, dengki, ghibah, namimah, riyaAo, ujub, kadzib, dan yang lain, pasti diikuti perasaan tidak tenang dan gelisah. Sebagai contoh orang yang dengki kepada seseorang pasti akan merasa tidak senang jika orang tersebut mendapat nikmat, bahkan ia berusaha untuk menghilangkan nikmat orang itu. Orang seperti ini akan menderita jika orang lain mendapat kenikmatan dan ia tidak dapat hal demikian dan menjadika hidupnya menjadi selalu gelisah dan cemas. Pertentangan antar dorongan Pertentangan antara dorongan yang baik dan buruk di dalam diri, yang menimbulkan konflik di dalam diri orang tersebut. Apabila konflik ini tidak dapat di atasi akan menyebakan kecemasan. Kehilangan makna hidup atau tujuan hidup Orang yang kehilangan makna atau tujuan hidup, hidupnya menjadi hampa, dan tidak mempunyai arah hidup. Cara Mengatasi Anxiety (Kecemasa. Beraneka ragam terapi dikembangkan para ahli guna mengatasi rasa cemas itu, di antaranya latihan relaksasi, terapi tingkah laku, dan sebagainya. Latihan relaksasi Konselor 5, no. : 93 Shanty Puspitasari. AuKonsep Khauf Dan RajyAo Al-Ghazali Dalam Kitab IhyyAo AoUlym Al-Dyn Sebagai Terapi Terhadap Gangguan KecemasanAy, (Skripsi. Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. Semarang, 2. , hlm. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 dilakukan guna menimbulkan rasa tenang melalui teknik pengencangan dan pengendoran otot-otot tubuh. Terapi tingkah laku dilakukan guna menghilangkan berbagai bentuk dan gejala kecemasan dengan jalan melatih diri menghadapinya, baik sedikit demi sedikit maupun secara langsung dan frontal menghadapinya. Ada pula terapi-terapi yang dilandasi teori psikoanalisis yang berusaha menelusuri masa lalu dan menyadarkan kembali pengalaman-pengalaman hidup yang sudah tidak disadarinya lagi serta menyusun kembali sejarah hidupnya secara pro-porsional. Adapun pendekatan yang bercorak humanistis antara lain logotherapy, memanfaatkan daya-daya kejiwaan manusiawi seperti kemampuan mengambil jarak dengan diri sendiri, kebebasan berkehendak, hasrat untuk hidup bermakna dan rasa humor, yang masing-masing dikembangkan untuk mencapai kesehatan mental dan hidup secara berarti. Bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, doa adalah penawar kecemasan yang paling efektif. Keimanan bukan sekedar keyakinan, namun juga cara berpikir yang berorientasi pada Sang Maha Pencipta, kekuatan tunggal yang selalu merespon saat dimohonkan pertolongan. Melalui doa, seseorang merasa tidak sendirian menghadapi Tidak semua orang mampu memikul beban seseorang, dan seringkali kecemasan yang dirasakan begitu mendalam sehingga sulit untuk diungkapkan, bahkan kepada teman atau kerabat terdekat. Berbagi cerita dengan orang lain dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan masalah, tetapi ketika itu tidak memungkinkan, menceritakan masalah kepada Tuhan melalui doa adalah pilihan terbaik. Doa tidak hanya memberikan ketenangan, tetapi juga memotivasi seseorang untuk bertindak. Ia menjadi langkah awal yang mendorong aksi nyata. Doa dapat dibaratkan sebagai bentuk energi terkuat yang dapat dihasilkan oleh manusia, terutama ketika hidup terasa berat dan dipenuhi kecemasan. Biografi Sayyid Quthb Nama lengkap Sayyid Quthb adalah Ibrahim Syadzili Sayyid Quthb. 15 Ia lahir Hanna Djumhana Bastaman. Integrasi Psikologi Dengan Islam. Menuju Psikologi Islam, (Yogyakarta: Yayasan Insan Kami. , 157. Dale Carnegie and Associates Inc. AuPetunjuk Hidup Bebas Stres Dan Cemas,Ay 2019. Muhamad Yoga Firdaus and Eni Zulaiha. AuKajian Metodologis Kitab Tafsir Fi Zhilalil Al- QurAoan Karya Sayyid Qutb,Ay Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal 5, no. : 2717Ae 30, https://doi. org/10. 47467/reslaj. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. pada tanggal 9 oktober 1906. Musyah kota Asyut. Mesir. 16 Beliau berasal dari keluarga yang religius dan dihormati dikampungnya. Ibunya. Fatimah Husain Usman, merupakan sosok wanita yang teguh dalam beragama dan taat dalam menjalankan ajaran al-QurAoan. Sementara itu, ayahnya Ibrahim, beliau seorang petani beliau juga dikenal sebagai orang yang teguh dalam menjalankan agama. Sayyid Quthb menghafal Al-QurAoan sejak usia 10 tahun. Beliau dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi cita-cita islam, dengan pola asuh yang penuh kaasih sayang dan perhatian terhadap Pendidikan. Setelah menyelesaikan empat tahun Pendidikan dasar di daerahnya. Sayyid Quthb melanjutkan studi ke Madrasah Tsanawiyah di Kairo pada tahun 1921. Pada tahun 1925, beliau berhasil menyelesaikan Pendidikan selama tiga tahun di Madrasah MuAoallimin dan memperoleh gelar kafaAoah atau guru. Selanjutnya, pada tahun 1929. Sayyid Quthb mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas Dar al-AoUlum . ekarang universitas Kair. Beliau menyelesaikan pendidikannya di universitas tersebut pada tahun 1933 dengan meraih gelar sarjana (L. dan sarjana muda dibidang pendidikan. Selama masa kuliahnya. Sayyid Quthb memperdalam pemahamanya tentang sastra inggris dengan membaca berbagai karya sastra, baik dalam versi asli maupun terjemah. Selain itu, beliau juga berada dibawah pengaruh Abbas Mahmud al-Aqqad, seorang tokoh yang cenderung terinspirasi oleh budaya barat. Pada tahun 1955. Presiden Nasser menangkap Sayyid Qutb. Alasan dibalik komplotan yang diklaim menggulingkan pemerintah. Ia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja wajib, namun dibebaskan pada 1964 atas perintah Presiden Irak Abdul Salam Arif. Namun, tahun berikutnya. Quthb dan tiga saudaranya ditahan kembali. Presiden Nasser memperkuat pernyataan bahwa Ikhwal Muslimin mengatur membunuhnya. Pada 29 Agustus 1966. Qutb dan dua rekannya dijatuhi hukuman mati tanpa Saiful Amin Ghofur. AuMozaik Mufasir Al-QurAoan dari klasik hingga kontemporerAy. (Yogyakarta: Kaukaba Dipantara, 2. , hal 143. Afrizal Nur. AuKonsistensi Sayyid Qutb . Dengan Corak Tafsir Al Adabiy Wal IjtimaAoiy Dan Dakwah Wal Harakah,Ay Majalah Ilmu Pengetahuan Dan Pemikiran Keagamaan TAJDID 24, no. : 1Ae21. Nuim Hidayat. AuSayyid Quthb: Biografi dan Kejernihan PemikirannyaAy, (Jakarta: gema Insani Press, 2. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 proses pengadilan yang adil. Meskipun demikian. Qutb dianggap sebagai syahid dan dihormati atas perjuangannya. Warisannya meliputi karya-karya penting seperti AuAtTashwir Al-Fanni Fil QurAoanAy. AuAl-AoAdalah Al-IjtimaAoyah Fi al-IslamAy, dan AuTafsir F eilAl Al-QurAoAnAy, yang menjadi rujukan penting dalam pemikiran Islam, yang menjadi salah satu karyanya yang berkaitan dengan tafsir. Tentang Tafsir F eilAl Al-QurAoAn Tafsir F eilAl Al-QurAoAn merupakan karya tafsir monumental yang disusun oleh Sayyid Quthb berdasarkan kajian mendalam terhadap al-Qur'an dan as-Sunnah. Selain itu, beliau juga Merujuk pada kitab-kitab tafsir yang diakui otoritasnya dalam tradisi Islam. Penulisan tafsir ini merupakan hasil dari separuh perjalanan hidup Sayyid Quthb yang dihabiskan dalam pembelajaran dan penelitian serius. Tak hanya itu, pemahamannya juga diperkaya melalui pengalaman di bidang literasi, pendidikan, pengajaran, serta pengamatan kritis terhadap dinamika sosial dan politik pada masanya. Karya ini lahir dari tinta derita dan pengalaman pahit yang disebabkan oleh pemikiran dan kekuasaan tirani. Sayyid Quthb mengalami renungan yang tidak manusiawi, yang justru membuatnya semakin bersandar kepada Allah dan menghayati makna mendalami al-Qur'an. Dalam kondisi tersebut, beliau hidup sepenuhnya di bawah naungan al-Qur'an dengan jiwa dan emosinya yang menyatu. Keseluruhan pengalaman ini menjadi fondasi penting lahirnya tafsir F eilAl Al-QurAoAn, yang menggambarkan kedekatan spiritual dan refleksi mendalam terhadap kitab suci. Sayyid Quthb dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn menggunakan metode Tahlili, yang ditandai dengan penafsiran ayat-ayat Al-QurAoan secara berurutan, mulai dari Surah al- Fatihah hingga Surah an-Nas, sesuai dengan urutan mushaf. Untuk memperlihatkan kesatuan ini. Sayyid Qutb menggunakan teori korelasi . antara ayat dan surah. Ia sering menafsirkan beberapa ayat sekaligus, bahkan hingga 10 ayat atau lebih, untuk menunjukkan hubungan antara ayat-ayat tersebut dan kesatuan pesan Al-QurAoan. Firdaus and Zulaiha. AuKajian Metodologis Kitab Tafsir Fi Zhilalil Al-QurAoan Karya Sayyid M Lestari and S Vera. AuMetodologi Tafsir Fi Zhilal Al-QurAoan Sayyid Qutb,Ay Jurnal Iman Dan Qutb. Ay Spiritualitas 1, no. : 51. Lestari and Vera. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. Corak penafsiran dapat dipahami sebagai AunuansaAy atau AuwarnaAy tafsir yang dominan dalam suatu karya tafsir. Dalam konteks ini. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn dapat dikategorikan sebagai bercorak Adab al-IjtimaAoI, yang berarti penafsirannya berfokus pada aspek sosial kemasyarakatan. Selain itu, kitab ini juga memiliki corak sastra yang kuat, dengan penyisipan keindahan sastra dalam penafsirannya. Analisis Data Anxiety (Kecemasa. Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al- QurAoAn Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan berikut hasil penelitian terkait anxiety . dan cara mrngatasinya menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir, dalam Tafsir terdapat beberapa ayat yang berkaitan dengan gejala, faktor yang menyebabkan kecemasan, dan cara mengatasi kecemasan. Berikut penjelasanya. Gejala Anxiety (Kecemasa. Kecemasan merupakan perasaan campuran berisikan ketakutan dan kekhawatiran mengenai masa-masa yang akan datang. Gejala kecemasan dapat berupa ketakutan, kekhawatiran dan kegelisahan. Sebagaimana penafsiran Sayyid Quthb dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn yang memuat hal tersebut yang tercantum dalam Al-QurAoan diantaranya yaitu dalam QS. Al- Baqarah ayat 155 a AOaeAa au ca s a eUA a a a A ac a ea e a aE aO eaeA aiA s AA aO eOaea aOAa eoA Aa ae aA c A aOu a aOca c aA ea a c e a e a e a Artinya: Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah . ahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. Menurut sayyid Quthb, ayat tersebut menjelaskan bahwa sudah menjadi keniscayaan untuk menguji jiwa dengan ketakukan, kelaparan, kekurangan harta. Hal ini untuk meneguhkan keyakinan orang beriman. Sehingga, ketika setelah mengalami ujian, tentu akan tangguh dan merasa berat untuk berkhianat kepada islam, karena pengorbanan yang telah dilakukannya. Akidah yang diperoleh dengan gampang tanpa ujian, akan mudah bagi seseorang untuk meninggalkannya, bila suatu ketika mendapat ujian. Semakin berat ujian dan pengorbanan akan semakin meninggikan nilai akidah keyakinan dalam hati dan jiwanya, yang terpenting dari pelajaran ini adalah kembali mengingat Allah ketika kita menghadapi segala kegoncangan dan keraguan, dan At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 mengosongkan hati dari segala hal kecuali ditujukan kepada Allah semata. Kemudian, agar terbuka hati Kita bahwa tidak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah, tidak ada daya kecuali daya Allah, dan tidak ada keinginan kecuali keinginan mengabdi kepada Allah. Selain itu, rasa takut juga mengacu kepada akhirat terdapat dalam QS. Al-AnAoam ayat 51: a Aa aa A aa a AA A asae ac e a eOa nU aOaE Oa a aie UO aU a e AaoA ao e aIA a AaOae e c e a auaaeaA e aI a eI eu a aeeO E acc e aeA Peringatkanlah dengannya (Al-QurAoa. orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya . ada hari Kiama. Tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat . selain Allah, agar mereka Menurut Sayyid Quthb. Rasulullah memberikan peringatan dengan hal ini kepada orang-orang yang takut jika dikumpulkan dalam perjumpaan, dengan Allah. Sedangkan, mereka tidak memiliki penolong yang membantu mereka, juga tidak memiliki penyelamat yang akan membebaskan, mereka dari kesulitan. Karena tidak ada seorang makhluk pun yang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya. Pada saat itu orang tersebut tidak dapat memberikan syafaat, kecuali kepada orang yang diridhai oleh Allah untuk diberikan syafaat. Orang-orang yang hati mereka merasa takut terhadap hari akhirat itu, yung padanya tidak ada penolong dan pemberi bantuari selain Allah, merupakan orang-orang yang paling tepat untuk di berikan peringatan, paling memperhatikan peringatan itu, dan yang akan mengambil manfaat dari peringatan itu. Dengan itu diharapkan agar mereka berusaha dalam kehidupan duniawi mereka untuk menghindarkan diri mereka dari perbuatan yang dapat menjerumuskan mereka dalam azab Allah di akhirat kelak. Peringatan adalah penjelasan yang mengungkapkan sesuatu yang sebelumnya tak terlihat. Ia juga adalah suatu redaksi yang memberi pengaruh dan mmberikan ilham, aitu, penjelasan yang meng ungkapkan kepada mereka apa yang seharusnE mereka hindari dan mereka perhatikan juga memberikan pengaruh kepada hati mereka untuk meng hindari hal itu dan bersikap hati-hati Sehingga, mereka tidak terjerumus kepada apa yang dilarang, setelah hal itu jelas bagi mereka. Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 1, ter. AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 174. Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 4, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. Selain itu, kecemasan juga dialami oleh nabi Musa sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 21 a a a AaE A a a a nAiA a e A aeca ea a e ao eI OcA c a a a nA a Aea aa a eA aa aa ia Uia a Maka, keluarlah dia (Mus. dari kota itu dengan rasa takut dan waspada. Dia berdoa. AuYa Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. Ay Sekali lagi kita melihat karakter yang jelas dalam kepribadian yang emosional ini. Dan, kita dapati bersama sifat itu adalah tawajjuhnya yang langsung meminta kepada Allah, mengharapkan penjagaan dan perhatian-Nya, berlindung ke pemeliharaan Allah dari ketakutan, dan menanti keamanan serta keselamatan pada-Nya. AuAYa Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Ay . l- Qashash: . Kemudian redaksi Al-QurAoan mengikuti Musa yang keluar dari kota, dalam keadaan takut dan khawatir, dan sendirian tanpa ada yang menemani. Juga tanpa disertai perbekalan kecuali keyakinan-nya kepada Tuhannya, dan bertawajjuh kepada-Nya untuk meminta pertolongan dan petunjuk-Nya. Dari penafsiran diatas dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah bagian dari pengalaman emosional manusia yang bahkan pernah dialami oleh Nabi Musa, sebagaimana digambarkan dalam Al-QurAoan saat beliau keluar dari kota dalam keadaan takut dan khawatir. Kecemasan ini muncul akibat rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi, sehingga menimbulkan kegelisahan yang mendalam. Selain itu, gejala lainnya kecemasan yaitu kegelisahan. Kegelisahan termasuk cemas sebagai kehampaan hidup, karena keadaan yang dialami manusia sangatlah bermacam-macam, dari kecemasan ringan sampai kecemasan berat. Kecemasan ringan sangatlah mudah diatasi dan mungkin bisa untuk tantangan tersendiri bagi orang yang dapat mengendalikannya. Sedangkan kecemasan berat akan terjadi dalam diri seseorang jika terlalu lama dibiarkan tanpa ada penyegahan, dan akibatnya seseorang dapat mengalami gangguan kejiwaan. Kecemasan yang melanda kehidupan modern saat ini adalah kehampaan hidup . xistensial vacu. yang diakibatkan karena orang yang bersangkutan tidak berhasil menemukan makna dalam hidupnya. Manusia yang mengalami kehampaan hidup biasanya berkeluh kesah merasa serba bosan, hampa, dan penuh keputus asaan yang diakibatkan oleh lemahnya iman seseorang. Sebagaiman Press, 2. , 98. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 firman Allah dalam QS. Al-MaAoarij ayat 19-21. ae Aa IA Ae aa aI aa an aa e UUa aa a a a aeO UUa Oaa a a eUaeca a e UUaA Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ditimpa keburukan . , ia berkeluh kesah Apabila mendapat kebaikan . , ia amat kikir. Penafsiran sayyid Quthb dalam QS. Al-MaAoarij ayat 19-21 menjelaskan bahwa ayat tersebut dibuat untuk melukiskan sifat-sifat manusia, dalam 3 ayat tersebut membicarakan gambaran kehidupan. Dari celahnya digambarkanlah manusia dengan sifat dan ciri-ciri tetapnya yaitu Aukeluh kesahAy. Ketika ditimpa kesusahan dan kesedihan. Ia mengira bahwa kesedihannya bersifat kekal, abadi dan tidak ada yang dapat mengilangkannya, dia juga merasa takut dengan apa yang terjadi dimasa depan. Maka hatinya penuh dengan bermacam-macam rasa kesedihan, keburukan dan sebagainya. Sehingga, dia membayangkan disana tidak ada keterlepasan dari kesedihan ini. Selain itu, sifat dan ciri lain yaitu sangat kikir dalam hal kebaikan apabila Dia mengira bahwa kebaikan dan keberhasilanya itu merupakan usaha dan kerja keras sendiri. Lantas menjadi kikir terhadap orang lain. Karena itu, dia selalu berkeluh kesah disaat susah dan senang. Hal inilah ketika hatinya kosong dari iman. Dengan demikian, karena iman kepada Allah merupakan kondisi jiwa dan manhaj kehidupan, serta pandangan hidup yang sempurna terhadap norma dan nilai serta semua Karena, ketika hati kosong dari iman, maka akan goyah, goyang, dan terombang-ambing bagai bulu yang diembus angin. Ia akan terasa goncang dan takut. Ketika dia ditimpa kesesuhan mengeluh, dan apabila diberi kesenangan dia amat kikir. Apabila hatinya dipenuhi iman, maka ia akan senantiasa tenang karena dia percaya kepada Allah yang mengatur segalanya. Ia akan selalu tenteram terhadap segala kekuasaan-Nya mampu menerima ujian-Nya. Ia selalu berhusnudzon kepadanya dengan kebaikan karena apa yang infakkan adalah rezeki darinya dan kelak akan mendapatkan balasanya dari apa yang ia lakukan, didunia dan akhirat. Faktor yang menyebabkan kecemasan Selain itu, terdapat faktor kecemasan yang terdapat dalam QS. Al-Ahzab ayat 19. Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 12, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 24. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. dimana digambarkan sifat orang munafik karena lemahnya iman mereka. a a aAoA AeOaO aI A aA ea ao Ao a aO a eUa aua aO A ea Ua a a eA a AA AUA a ae ea a e a e a a a e a e e a a e a ae a a ea a Aa iU aUae au e n ea aA a a e AUA aou aace a si a s a i UaA a Ao UaA A a a e UcA a aAo aCe Aa eIa e ea eeA a AUaeac aO iaA a U a a a a e a e a a a eae c a a Aa a eU aa asae aOaua aI A c ACA Mereka . aum munafi. kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan . , kamu melihat mereka memandang kepadamu dengan bola mata yang berputar-putar seperti orang yang pingsan karena akan mati. Apabila ketakutan telah hilang, mereka mencacimu dengan lidah yang tajam, sementara mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Hal yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. Menurut Sayyid Quthb, dalam setiap generasi, kita akan selalu menemukan orang-orang yang memiliki sifat ganda. Di satu sisi, mereka terlihat berani dan hebat saat keadaan aman dan nyaman. Namun, ketika dihadapkan pada situasi yang sulit dan menakutkan, mereka justru menjadi penakut dan enggan berbuat apapun. Selain itu, orang-orang ini juga sering kali kikir dalam berbuat baik dan hanya pandai berbicara Menurut beliau, alasan utama mengapa orang-orang tersebut bersikap demikian adalah karena iman mereka belum benar-benar masuk ke dalam hati. Mereka belum sepenuhnya mendapatkan petunjuk dari Allah, sehingga tindakan dan perilaku mereka belum sesuai dengan ajaran agama yang benar. Allah SWT Maha kuasa dan segala kehendak-Nya pasti terjadi. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghalangi kehendakNya. Artinya, jika Allah SWT menghendaki sesuatu, maka pasti akan terjadi, tidak peduli seberapa sulit atau mustahil itu menurut pandangan manusia. Dari penafsiran diatas dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah perasaan takut atau khawatir terhadap sesuatu yang belum terjadi, yang diakibatkan oleh ketiadaan keimanan dalam hati. Dalam F eilAl Al-QurAoAn. Sayyid Quthb menekankan peran sentral iman dalam memengaruhi tingkat kecemasan, sebagaimana dicontohkan oleh ketakutan orang-orang munafik saat perang Al-Ahzab akibat lemahnya iman mereka. Pandangan ini memiliki korelasi dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang mendefinisikan kecemasan sebagai kondisi emosional tidak menyenangkan yang menimbulkan perasaan tertekan dan sangat takut, yang tergambar dalam respons orang25 Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 9, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 239. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 orang munafik tersebut. Kendati demikian. Sayyid Quthb menawarkan solusi yang berbeda, yaitu bahwa kecemasan dapat diatasi dengan memperkuat keimanan, menjadikannya penawar utama bagi rasa khawatir yang berlebihan terhadap masa depan. Cara untuk mengatasi kecemasan Menginggat Allah (Dziki. Dzikir kepada Allah adalah obat mujarab untuk menghilangkan segala bentuk kegelisahan dan kesedihan dalam hati. Kebahagiaan sejati hanya bisa ditemukan dalam kedekatan dengan Allah. Ketika seseorang merasa dekat dengan Allah, ia akan memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah akan selalu menjaganya. Kepercayaan inilah yang memberikan ketenangan dalam menjalani hidup. Hal ini dijelaskan dalam QS. Ar-RaAod ayat 28 sebagai berikut: a A a aA OaEe ia ac ca a eu a a aa ca a eu aA a A aEe a ia e aoa eA ea e a a e a a e (Yait. orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. Menurut Sayyid Quthb, ketika seseorang merasa dekat dengan Allah, mereka akan merasakan kedamaian yang mendalam. Mereka tidak akan merasa bingung atau tersesat dalam menjalani hidup karena mereka memahami tujuan hidup dan tempat kembali mereka. Orang-orang yang seperti ini akan menerima semua cobaan dan ujian dengan sabar karena mereka yakin bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Allah. Dengan begitu, mereka akan hidup tenang dan bahagia di dunia dan berharap akan mendapatkan rahmat Allah di akhirat. Bertawakal kepada Allah Dengan bertawakkal kepada Allah SWT kita tidak perlu merasa gelisah terhadap apapun hasilnya, segala yang diberikan akan menjadi hal yang baik untuk hamba yang telah bertawakkal kepada Allah SWT. Dalam Surat At-Taubah ayat 51 a a AA c Aa a a a a eaa aO aUaA Aa eaA eaAoaA au a e a eIa e aIA c a a a e e eAeae aa auoA Katakanlah (Nabi Muhamma. AuTidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 7, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 52. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. Dalam kitab tafsirnya. Sayyid Quthb menjelaskan bahwa Allah telah berjanji akan selalu menolong orang-orang yang beriman. Ketika seorang mukmin mengalami kesulitan atau cobaan, itu sebenarnya adalah persiapan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. Allah memberikan ujian sebagai cara untuk membuktikan keimanan dan kesabaran hamba-Nya. Orang-orang yang sabar dan terus berusaha akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Meskipun kita harus berusaha semaksimal. Selain itu, sikap tawakal kepada Allah juga terdapat dalam QS. Al-AAoraf ayat 35 AA aUae a e aOa a e aeua e aIA Aa a aI aa aea au e a a U ace au e Aa ao A U Aa a ea a a eA eeaeA e aA e aI aUae au e a eA ea a a A o aOA Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, siapa pun yang bertakwa dan melakukan perbaikan, tidak ada rasa takut menimpa mereka dan tidak . mereka bersedih. Menurut Sayyid Quthb fondasi untuk terhindar dari rasa takut terletak pada ketakwaan dan melakukan perbaikan. Ketakwaan kepada Allah menjadi benteng kokoh yang menghalau perbuatan dosa dan keji. Kualitas takwa ini menuntun individu pada jalan kebajikan dan kepatuhan, yang pada gilirannya melahirkan ketenangan jiwa, rasa aman dari segala kecemasan di masa depan, dan harapan akan tempat kembali yang penuh keridhaan di sisi-Nya. Sabar dan shalat dalam menghadapi kecemasan Sebagai seorang mukmin sikap yang harus dimiliki ketika mengalami musibah maupun cobaan adalah bersabar. a a A a O A a a e AeaA aa ae a Aa ae aA c A IA c Aa a aOA a e AoaUea e ac A Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan . epada Alla. dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Menurut Sayyid Quthb, sabar ini disebutkan di dalam Al-QurAoan secara berulang-ulang. Hal ini karena Allah mengetahui bahwa dalam melakukan aktivitas Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 4, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 365. Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 4, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 312. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 secara istiqamah menuntut usaha yang besar. Dan, hal ini pun biasa-nya masih sering diiringi dengan adanya desakan-desakan dan hambatan-hambatan. Begitu juga dalar berdakwah di jalan Allah di muka bumi akan meng hadapi pergolakan-pergolakan dan hukuman-hukurnan, yang bisa menyebabkan tekanan jiwa sehingga memerlukan kesabaran lahir dan batin. Sabar dalam taat kepada Allah, sabar dalam meninggalkan maksiat, sabar dalam arti tegar dalam kesulitan karena Allah, sabar atas segala fitnah dan tipu daya, sabar atas lambatnya pertolongan, sabar dalam menghindari tekanan, sabar atas sedikitnya penolong, sabar atas panjangnya jalan orang yang membuat ragu, sabar atas sulit dan beratnya jiwa, sabar atas beratnya kedurhakaan, dan sabar atas serangan orang-orang yang berpaling. Ketika usaha sedemikian sulit maka kadang-kadang kesabaran menjadi lemah. Karena itulah, diiringkan shalat dalam kondisi seperti ini. Sebab, shalat adalah penolong yang tidak akan hilang dan bekal yang tidak akan habis. Shalat juga merupakan penolong yang akan selalu memperbarui kekuatan dan bekal yang selalu memperbaiki hati. Dengan shalat ini, kesabaran akan tetap ada dan tidak akan Justru shalat akan mempertebal kesabaran. Sehingga, akhirnya kaum muslimin akan ridha, tenang, teguh, dan yakin. Berperasangka baik terhadap takdir Allah a Ao OAUa a a ea aaI Oa a e aO Aa ei aa auA ao Aa I Uae a U Uae aUA Aa aa U aOa AeA a AA AEA a AA a AA AOA AiA aa a e a a e aa e c aa a a ac U e a A aa IA n UAea ecA a Aa aUe UA c a e s AO aeA ca aA aacA U Aa e eO Aa eiA Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui . engan past. apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. Manusia tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun mereka diwajibkan Menurut Sayyid Quthb, dalam ayat ini membawa kita melintasi dimensi waktu dan ruang, dari peristiwa kiamat yang jauh hingga fenomena hujan yang dekat namun Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 1, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 170. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. misterius, dari kehidupan dalam rahim hingga usaha manusia di masa depan, dan bahkan hingga tempat kematian yang tidak diketahui. Gambaran-gambaran ini, meskipun terpisah jauh, dipersatukan dalam satu titik kegaiban, di dana semua manusia, tanpa terkecuali. Seandainya saja pintu benangnya itu terbuka sedikit saja, maka antara yang dekat dibelakangnya dengan perkara yang jauh, akan menjadi sama. Namun, rahasia ini tetaplah misteri di luar jangkauan manusia, hanya diketahui oleh Allah SWT, kecuali dengan izin-Nya dan melainkan dengan kadar yang ditentukan. Kelebihan dan Kekurangan penafsiran Sayyid Quthb tentang Anxiety . Dari sekian banyak karya-karya mufassir, dapat diketahui bahwa hasil ijtihad para mufasir sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tidak hanya tingkat kecerdasan, tetapi juga latar belakang keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing mufasir. Selain itu, kondisi sosial, budaya, dan situasi politik pada masa hidup mereka juga turut membentuk cara pandang dan penafsiran mereka terhadap ayat-ayat Al-QurAoan. Perbedaan latar belakang inilah yang menyebabkan munculnya ragam penafsiran antara satu mufasir dengan mufasir lainnya. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa tafsir merupakan usaha untuk menjelaskan makna firman Allah sesuai dengan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang mufasir. Kelebihan Dalam kajian ini, fokus pembahasan diarahkan pada salah satu tokoh mufasir, yaitu Sayyid Quthb. Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan, khususnya ayat tentang kecemasan. Sayyid Quthb menunjukkan gaya penafsiran yang berbeda dibandingkan dengan para mufasir lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dari berbagai aspek, seperti segi materi, metode yang digunakan, serta gaya penyampaian atau redaksi bahasa yang Dari sisi materi tafsir, gaya penulisan Sayyid Quthb dapat dikatakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Ia menyampaikan pesan-pesan Al-QurAoan dengan bahasa yang indah, mengalir, dan menarik, sehingga pembaca tidak mengalami kesulitan berarti dalam memahami isi tafsirnya. Hal ini menunjukkan bahwa bagi Sayyid Quthb. Sayyid Quthb. Tafsir F eilAl Al-QurAoAn, jilid 9, ter AsAoad Yasin Dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 187. Subhi as-Shalih. Membahas Ilmu-ilmu al-QurAoan, ter. Team, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 bahasa bukanlah tujuan utama, melainkan alat untuk menyampaikan makna dan pesanpesan dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn Ia memanfaatkan keilmuan dalam bidang nahwu, balaghah, sastra, serta kritik sastra sebagai sarana untuk membangun dan menjelaskan gagasan-gagasannya dan mewujudkan tujuan-tujuannya. Demikian halnya dengan Penafsiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan kecemasan. Dalam tafsir F eilAl Al-QurAoAn. Sayyid Quthb sering menekankan bahwa kecemasan yang dialami manusia pada dasarnya muncul dari kegelisahan hati yang jauh dari Allah dan kurangnya keyakinan terhadap kekuasaan-Nya. Menurutnya, iman adalah pondasi utama yang mampu menenangkan jiwa dan menghilangkan rasa takut serta kekhawatiran terhadap masa depan, rezeki, musibah, atau tekanan hidup lainnya. Bagi Sayyid Quthb, seseorang yang memiliki keimanan yang kuat akan selalu merasa tenang karena menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman dan kehendak Allah. Dari segi metode Sayyid Quthb dalam menafsirkan ayat-ayat al-QurAoan memulai prosesnya dengan menggunakan kemampuan berpikir yang ia miliki, kemudian mencoba memberikan penjelasan secara singkat mengenai kajian-kajian kebahasaan sebelum beralih ke topik lain yang relevan. Ia mendapatkan inspirasi dengan melibatkan dirinya secara langsung dengan al-QurAoan, setelah sekian lama hidup dalam naungan dan bimbingan kitab suci tersebut. Setiap aktivitas kehidupannya selalu diwarnai dengan perenungan mendalam terhadap surah dan ayat-ayat al-QurAoan, yang ia baca secara tartil, penuh ketenangan, dan dengan membuka hati serta pikirannya. Melalui cara ini, ia berusaha menangkap inspirasi dan menyingkap hakikat-hakikat kebenaran dengan memperhatikan realitas kehidupan yang ada. Dari proses perenungan ini, dapat disimpulkan bahwa metode penafsiran yang digunakan oleh Sayyid Quthub adalah metode bi al-raAoyi, yaitu penafsiran yang didasarkan pada pemikiran dan ijtihad pribadi. Dalam praktiknya, ia menggunakan metode tafsir tahlili dengan orientasi bi al-raAoyi, karena ia selalu berusaha menuangkan gagasan dan pemikirannya sendiri ke dalam tafsir yang ditulisnya. Shalah Abdul Fattah al-Khalidi. Pengantar Memahami Fi Dzilalil al-QurAoan. Sayid Quthub, ter. Salafuddin Abu Sayid, cet. I (Solo: Era Intermedia, 2. , hal 244. Shalah Abdul Fatah al-Khalidi. Pengantar Memahami Fi Dzilal al-Quran, hal 256. Anxiety (Kecemasa. Dan Cara Mengatasinya Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Wulan Rahmawati. Muchlis Daroin. Dari segi redaksi yaitu 1. Korelasi atau munasabah antara surah yang sedang ditafsirkan dengan surah sebelumnya sering menjadi perhatian dalam kajian tafsir. Korelasi ini biasanya dijelaskan di akhir penafsiran sebagai penutup dan penguat pesan yang terkandung dalam kedua surah tersebut. Menjelaskan mengenai sebab turunnya ayat atau asbabun-nuzul. Bersikap hati-hati terhadap cerita-cerita israiliyat serta tidak bertele-tele dalam membahas masalah bahasa, kalam atau filsafat. 34 Selain itu, karya ini dianggap sebagai pencetus pelmikiran dan corak baru dalam penafsiran Al-QurAoan. Kekurangan Setiap karya tafsir, baik yang lahir pada masa klasik maupun kontemporer, tentu tidak luput dari kekurangan. Hal ini wajar, sebab tafsir merupakan hasil pemikiran manusia yang jauh dari kesempurnaan. Demikian pula, ijtihad yang dilakukan oleh Sayid Quthub dalam menafsirkan ayat tentang kecemasan juga masih memiliki beberapa Salah satu kekurangan yang dapat ditemukan adalah kurangnya penjelasan mendalam mengenai makna-makna kata dalam ayat-ayat tersebut. Sayid Quthub lebih memilih untuk langsung membahas inti permasalahan tanpa menguraikan makna setiap kata secara terperinci. Selain itu, keterbatasan Sayyid Qutb dalam penyusunan karyanya. Kesimpulan Dalam penafsiran Sayyid Quthb terhadap kecemasan, baik sebagai faktor maupun Faktor utama penyebab kecemasan adalah ketidakpastian yang muncul akibat ketakutan terhadap masa depan, dan ujian hidup yang melibatkan kekurangan dan Gejala kecemasan itu sendiri terlihat dalam bentuk ketakutan, kekhawatiran, dan kegelisahan yang dapat mengarah pada gangguan psikologis bila tidak ditangani dengan baik. Namun. Al-QurAoan memberikan solusi untuk mengatasi kecemasan ini, yaitu dengan mengingat Allah . , bertawakal kepada-Nya, sabar dalam menghadapi ujian, serta memperbaiki hubungan dengan Allah melalui shalat dan berprasangka baik terhadap takdir Allah. Penafsiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat Al-QurAoan, khususnya yang berkaitan dengan kecemasan, menunjukkan pendekatan yang unik dan berbeda dari mufasir lainnya, dengan gaya bahasa yang sederhana, dan mudah dipahami, serta metode Nur Kholis. Skripsi: Penafsiran Sayyid Quthb Terhadap Surah Al-Kafirun Dalam Fi Dzilalil Al-QurAoan, 2016. At-Tafasir: Journal of Al-QurAoan Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number . December 2025 tafsir yang mengedepankan ijtihad pribadi . i al-raAoy. yang didasarkan pada perenungan mendalam dan keterlibatan langsung dengan Al-QurAoan. menekankan bahwa kecemasan berasal dari kegelisahan hati yang jauh dari Allah dan kurangnya iman, sehingga keyakinan kepada kekuasaan Allah menjadi solusi utama untuk ketenangan jiwa. Meski demikian, tafsirnya memiliki kekurangan, terutama dalam hal kurangnya penjelasan mendalam terhadap makna kata-kata dalam ayat dan keterbatasan dalam penyusunan karya, yang menunjukkan bahwa meskipun tafsir Sayyid Quthb kaya akan gagasan dan inspirasi, tetap membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk memperkuat aspek bahasa dan detail analisisnya. Daftar Pustaka