Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Volume 7. Issue 2, 97-114 e_ISSN: 2775-0833 https://jurnalequivalent. id/index. php/jequi/index DOI: doi. org/10. 59261/jequi. Optimasi Kinerja Sistem Fotovoltaik Terhubung Jaringan (On-Gri. Berkapasitas 308 kWp *Dimas Bagus Sandra Kurniawan Dwi S Rifki Abdillah Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Diaz Budi Machmud Effendy Haneef Naufal Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang. Indonesia *Corresponding author: Dimas Bagus Sandra. Muhammadiyah Malang. Indonesia, nC dimasbagussandra@gmail. Article Info : Article history: Received: June 28, 2025 Revised: August 29, 2025 Accepted: October 29, 2025 Keywords: performance ratio. zero export. UVR. UVT. energy efficiency Kata Kunci: performance ratio. UVR. UVT. efisiensi energi Abstract Background: The deployment of grid-connected solar photovoltaic (PV) systems in industrial environments requires optimal performance and high operational reliability, particularly under zero-export regulations. System performance is influenced by environmental and technical factors such as dust accumulation . DC cable power losses, and the effectiveness of voltage protection devices including Under Voltage Relay (UVR) and Under Voltage Trip (UVT). Aims: This study aims to evaluate the performance of a 308 kWp on-grid solar PV system installed in an industrial area in Lumajang by assessing the impact of soiling. DC cable losses, zero-export policy implementation, and UVR/UVT protection systems on overall system efficiency and stability. Methods: A case study method was applied using real operational data obtained from the Huawei FusionSolar monitoring system. The analysis focused on performance ratio (PR), power losses due to DC cable length, energy utilization under zero-export conditions, and the effectiveness of UVR/UVT systems in maintaining voltage stability. Results: The findings show that soiling significantly reduces system performance, causing a PR decrease of approximately 30Ae40%. DC cable length contributes to additional power losses, while the zero-export system, although effective in preventing grid energy injection, results in potential unused energy. UVR and UVT systems operate effectively in maintaining voltage stability and preventing system disturbances. Conclusion: The performance of industrial on-grid PV systems is strongly affected by environmental and operational factors. Regular module cleaning, optimized DC cable design, adaptive zero-export strategies, and reliable UVR/UVT protection systems are essential to enhance efficiency, reliability, and voltage stability Abstrak Pendahuluan: Penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terhubung jaringan . n-gri. di sektor industri menuntut kinerja sistem yang optimal dan keandalan operasional yang tinggi, terutama dalam penerapan kebijakan zero-export. Kinerja PLTS dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan teknis, seperti akumulasi debu . , rugi-rugi daya pada kabel DC, serta efektivitas sistem proteksi tegangan berupa Under Voltage Relay (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS on-grid berkapasitas 308 kWp yang terpasang di kawasan industri Lumajang dengan meninjau pengaruh soiling, rugi-rugi daya kabel DC, 97 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A penerapan kebijakan zero-export, serta kinerja sistem proteksi UVR/UVT terhadap efisiensi dan stabilitas sistem. Metode: Metode studi kasus digunakan dengan memanfaatkan data operasi aktual yang diperoleh dari sistem pemantauan Huawei FusionSolar. Analisis difokuskan pada parameter kinerja utama, meliputi rasio kinerja . erformance ratio/PR), rugi-rugi daya akibat panjang kabel DC, pemanfaatan energi pada kondisi zero-export, serta efektivitas sistem UVR/UVT dalam menjaga stabilitas tegangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa soiling berdampak signifikan terhadap penurunan kinerja sistem, dengan penurunan PR mencapai 30Ae 40% dibandingkan kondisi optimal. Panjang kabel DC meningkatkan rugirugi daya, sementara penerapan zero-export efektif mencegah ekspor energi ke jaringan namun berpotensi menimbulkan energi tidak Sistem proteksi UVR/UVT terbukti berfungsi dengan baik dalam menjaga stabilitas tegangan dan mencegah gangguan sistem. Kesimpulan: Kinerja PLTS on-grid di lingkungan industri sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan operasional. Pemeliharaan rutin untuk mengurangi dampak soiling, perancangan kabel DC yang efisien, strategi zero-export yang adaptif, serta sistem proteksi UVR/UVT yang andal sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan stabilitas sistem. To cite this article: Sandra. Kurniawan. Rifki. Abdillah. Effendy. Haneef, & Naufal. Optimasi kinerja sistem fotovoltaik terhubung jaringan . n-gri. berkapasitas 308 kWp. Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, 7. , 97Ae114. https://doi. org/10. 59261/jequi. PENDAHULUAN Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu teknologi yang memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju energi bersih adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Sianipar et al. , 2024. Lahope, 2. Teknologi ini semakin banyak diterapkan di berbagai sektor, termasuk sektor industri, seiring dengan menurunnya biaya produksi sistem fotovoltaik, meningkatnya efisiensi modul PV, serta adanya dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan (Maghami et al. Sidik et al. , 2. PLTS bekerja dengan mengonversi energi radiasi matahari menjadi energi listrik melalui modul fotovoltaik (PV), yang selanjutnya diubah dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter sebelum disalurkan ke beban atau jaringan listrik (Priatam et al. Arrosyid & Kusnadi, 2. Kinerja sistem PLTS sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis dan lingkungan, antara lain intensitas radiasi matahari, suhu lingkungan, orientasi dan kemiringan panel, serta tingkat kebersihan permukaan modul. Salah satu parameter utama yang umum digunakan untuk mengevaluasi kinerja PLTS adalah Performance Ratio (PR), yang merepresentasikan rasio antara energi aktual yang dihasilkan sistem terhadap energi teoritis pada kondisi ideal (Ghazi. Sayigh, & Ip, 2. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi kinerja PLTS. Darwish et al. menunjukkan bahwa akumulasi debu . , khususnya pada lingkungan industri dan area dengan aktivitas tinggi, dapat menurunkan produksi energi hingga 30Ae40%, yang secara langsung berdampak pada penurunan nilai PR. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Mani dan Pillai . , yang menegaskan bahwa soiling merupakan salah satu penyebab utama degradasi kinerja sistem PV di daerah tropis dan semi-kering. Selain faktor lingkungan, aspek desain kelistrikan juga berperan penting dalam efisiensi Ekici dan Kopru . melalui simulasi menggunakan PVsyst menunjukkan bahwa panjang dan ukuran penampang kabel DC berpengaruh signifikan terhadap kerugian daya. Kerugian daya akibat resistansi kabel dapat mencapai lebih dari 1% apabila desain kabel tidak dioptimalkan, sehingga berdampak pada efisiensi sistem secara keseluruhan. Dalam konteks operasional di Indonesia, penerapan kebijakan zero export menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam implementasi PLTS industri (Aprilianto & Ariefianto, 2. Sistem zero export dirancang untuk mencegah aliran daya berlebih dari PLTS ke jaringan PLN, guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan (Panjidinata, 2. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa pada kondisi beban rendah, kebijakan ini dapat menyebabkan energi Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 98 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A terbuang karena tidak seluruh energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan (Nugraha, 2. Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini berpotensi menurunkan efisiensi energi dan manfaat ekonomi dari sistem PLTS (Kadang & Windarta, 2. Untuk menjaga keandalan dan keselamatan sistem, penggunaan perangkat proteksi tegangan seperti Under Voltage Relay (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT) juga menjadi aspek penting dalam sistem PLTS industry (Kotb et al. , 2018. Zubkov et al. , 2. Widarsono . menjelaskan bahwa UVR dan UVT berfungsi melindungi inverter dan peralatan listrik dari kondisi tegangan abnormal, sekaligus menjaga stabilitas sistem pada saat terjadi fluktuasi beban atau gangguan jaringan. Meskipun demikian, kajian terkait efektivitas sistem proteksi ini umumnya masih dilakukan secara terpisah dari analisis kinerja energi (Tanoto, 2. Berdasarkan tinjauan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar studi masih berfokus pada satu aspek tertentu, seperti soiling, rugi daya kabel, atau kebijakan zero export, tanpa mengintegrasikan seluruh faktor tersebut secara komprehensif dalam satu studi berbasis sistem PLTS industri yang beroperasi secara nyata (Setianto & Anandhita, 2. Oleh karena itu, masih terdapat celah penelitian . esearch ga. dalam memahami keterkaitan antara faktor lingkungan, desain teknis, kebijakan operasional, dan sistem proteksi terhadap kinerja PLTS secara menyeluruh. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS OnGrid berkapasitas 308 kWp yang diterapkan pada lingkungan industri di Lumajang secara komprehensif, dengan menganalisis pengaruh akumulasi debu . , kerugian daya kabel DC, penerapan kebijakan zero export, serta efektivitas sistem proteksi UVR/UVT terhadap nilai Performance Ratio (PR) dan efisiensi operasional sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis dan operasional bagi pengelola serta perancang PLTS industri dalam meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan sistem. METODE Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis studi kasus, dengan mengambil lokasi pada instalasi PLTS On-Grid 308 kWp di industri pengolahan kayu Lumajang. Data diperoleh secara langsung dari sistem pemantauan Huawei FusionSolar selama periode September 2024 hingga Mei 2025. Pemantauan dilakukan secara real-time dan historis, dengan fokus pada nilai Performance Ratio (PR), produksi energi, dan kerugian daya sistem. Komponen utama yang dianalisis terdiri dari 560 unit PV modul tipe monocrystalline JAM72S30-550/MR/1500V, dua inverter Huawei SUN2000-115KTL-M2, dan satu inverter SUN2000-20KTL-M3. Sistem juga dilengkapi dengan konfigurasi zero export dan proteksi tegangan UVR/UVT. Setiap subsistem diuji secara terpisah dan gabungan untuk melihat pengaruh terhadap performa sistem secara keseluruhan. Analisis Performance Ratio (PR) Performance Ratio dihitung menggunakan rumus standar sebagai berikut: Keterangan : EAC : Energi keluaran inverter . A Pnom : Kapasitas normal sistem PLTS terpasang . A HPOA : Radiasi surya ttal pada bidang panel . Wh/m . Dalam praktik lapangan, digunakan variasi radiasi harian yang tercatat pada sistem FusionSolar, dikombinasikan dengan data produksi inverter per hari. PR dihitung secara harian dan dibandingkan antarbulan untuk melihat efek penurunan efisiensi karena soiling, kerugian kabel, dan pengaturan zero export. Rumus ini telah divalidasi dalam berbagai studi sebelumnya (Maghami et al. , 2016. Ghazi et al. , 2. 99 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Perlakuan Pembersihan Panel (Soiling Treatmen. Untuk menguji dampak debu kayu terhadap PR, dilakukan perlakuan pembersihan panel secara total pada tanggal 15 September 2024. PR dihitung sebelum pembersihan . Septembe. dan setelah pembersihan . Ae18 Septembe. Perbandingan dilakukan dalam 10 kali pengambilan data berbeda yang mewakili kondisi bersih dan kotor. Ketebalan debu tidak diukur secara langsung, tetapi diestimasi melalui penurunan nilai PR yang terjadi sebelum dan sesudah pembersihan. Rata-rata penurunan PR akibat soiling dalam kondisi tidak dibersihkan mencapai 30Ae40% dibandingkan kondisi bersih (Darwish et al. , 2. Pemendekan Kabel DC Untuk mengukur dampak panjang kabel terhadap kerugian daya, dilakukan simulasi dua Skenario awal: Panjang kabel DC sesuai konfigurasi lapangan . anjang > 50 . Skenario modifikasi: Kabel DC dipendekkan hingga < 30 m. Pengukuran dilakukan dengan menghitung voltage drop (V. dan persentase kerugian energi (%Losse. dengan rumus berikut: Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata penurunan rugi daya dari 2,08% menjadi 1,76% setelah pemendekan kabel. Efek ini berdampak positif terhadap peningkatan PR rata-rata sebesar A0,3%. Pengujian Zero Export dan Proteksi UVR/UVT Zero export dikonfigurasi menggunakan SmartLogger Huawei, yang mencegah energi masuk ke grid PLN saat konsumsi beban rendah. Data harian inverter yield dan ekspor listrik digunakan untuk mengidentifikasi jumlah energi yang tidak terserap beban. Evaluasi visual dan data parameter inverter dilakukan saat sistem berfungsi dan tidak berfungsi. Sementara itu. UVR dan UVT diuji dengan mensimulasikan penurunan tegangan menggunakan sensing genset. Sistem breaker diamati dalam dua kondisi: Normal beban: Tegangan stabil dan tidak terjadi pemutusan. Gangguan tegangan: Tegangan sengaja diturunkan hingga aktivasi UVR/UVT tercapai. Respons sistem dicatat untuk mengetahui sensitivitas dan efektivitas proteksi dalam menjaga kestabilan sistem. Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 100 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Subsistem Perankat Lunak Analisa pengaruh debu serbuk kayu terhadap keluaran daya sistem PLTS 308 kWp Lingkup Pengujian Fungsional Kinerja Komponen . Tabel 1. Lingkup Pengujian Deskripsi Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari debu yang berada pada permukaan panel surya, serta presentasi ketebalan debu yang dapat di liat di PR. Dilakukan sepuluh kali simulasi untuk mengevaluasi tingkat ketebalan debu dalam sistem. Sumber: Data olahan Tabel 2. Konfigurasi Pengujian Pengamatan Capaian Dapat mengetahui nilai PR pada sistem Berhasil PLTS Dapat mengetahui sejauh mana soiling Berhasil jika poin satu terpenuhi. mempengaruhi kinerja PLTS. Sumber: Data olahan Syarat Pengujian Dengan melakukan perhitungan terhadap ketebalan debu yang menumpuk, menggunakan variasi nilai Performance Ratio dari panel surya yang berbeda dalam sistem, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai dampaknya terhadap efisiensi dan kinerja Prosedur Pengujian Pemanfaatan panel surya tipe JAM72S30-550/MR/1500V, bersama dengan dua inverter SUN2000-115KTL-M2 serta satu inverter SUN2000-20KTL-M3, digunakan dalam proses perhitungan bertahap. Perhitungan dilakukan dengan menerapkan nilai Performance Ratio (PR) sesuai ketentuan pengujian, yang kemudian diulang sebanyak sepuluh kali percobaan dengan beberapa tanggal atau bulan yang berbeda untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Teknik analisa output daya. Efisiensi PV modul, dalam hal ini dapat di lihat pada perhitungan dengan rumus: = Ppeak y y PR Keterangan : = hasil daya pada waktu . dalam satuan watt. Ppeak = kapasitas PLTS yang terpasang. = radiasi matahari yang diterima pada waktu . 1000 W/m =standart insensitas matahari. = performance ratio. 101 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Hasil Pengujian Data Performance Ratio (PR) bulan September. November 2024 dan Mei 2025 Gambar 1. Data Performance Ratio September 2024 Sumber: Data olahan Gambar 1 merupakan data dari produksi PLTS pada pabrik kayu di lumajang, pada table diatas meripakan data yang diambil pada bulan september, pada tanggal 15-17 september performa resio plts tinggi di angka sekitar 85% sampai 89% pada tanggal ini dilakukan pembersihan pada keseluruhan panel surya, pembersihan ini dilakukan untuk menghilangkan debu yang terdapat pada panel surya sehingga mengurangi penyerapan energi matahari. Gambar 2. Data Performance Ratio November 2024 Sumber: Data olahan Gambar 2 merupakan data hasil dari produksi PLTS pada pabrik kayu di lumajang, jika dibandingkan dengan data pada bulan september pada bulan november performa ratio atau tingkat penyerapan energi matahari, pada bulan ini mengalami penurunan mulai dari sekitar 85% sampai pada 59% pada titik terendahnya jika dibandingkan dari bulan sebelumnya. Gambar 3. Data Performance Ratio Mei 2025 Sumber: Data olahan Gambar 3 merupakan akhir pada proses pemantauan pengambilan data performa rasio, data menunjukan bahwa tingkat soiling debu pada pabrik kayu di lumajang sangat tinggi. Penyerapan energi matahari sangat merugikan dari produktifitas maupun dari biaya tidak maksimal, sistem ini hampir kehilangan sekitar 30-40% dari puncak produksi yang terjadi pada bulan september. Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 102 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Gambar 4. Data Pvsyst aktual Sumber: Data olahan Pengambilan nilai PR di lakukan pada sistem monitoring huawei selama rentang beberapa Pengambilan nilai PR yang di ambil di awal pemasangan panel surya, dua bulan setelah pemasangan panel surya dan 9 bulan setelah pemasangan panel surya. Berdasarkan hasil pengujian bertahap, terlihat bahwa seiring berjalannya waktu, lapisan debu pada permukaan panel surya semakin menebal. Kondisi ini menghambat modul PV dalam mengoptimalkan penyerapan energi matahari, sehingga berdampak pada penurunan performance ratio sistem. Nilai PR yang kurang dari 79% disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyimpangan suhu operasi modul PV sebesar 25 derajat, serta berbagai kerugian sistem seperti kehilangan daya akibat kabel, kondisi pemasangan di lapangan, dan efek soiling. Perbandingan nilai PR di lapangan dilakukan dengan menggunakan sistem monitoring Huawei yang disebut Fusion Solar. Data dikumpulkan selama lima hari dalam rentang tiga bulan. Pada 14 September, panel PV masih dalam kondisi belum dibersihkan, kemudian pada 15 September dilakukan pembersihan. Setelah itu, berdasarkan data yang tercantum dalam tabel, terlihat bahwa nilai PR mengalami penurunan secara bertahap hingga mencapai 61,964% pada 18 Mei. Tabel 3. Energi yang di hasilkan dan di buang pada sistem PLTS Performance PV Yield Losses PV Ratio (PR) . Yield . 14 September 2024 15 September 2024 16 September 2024 17 September 2024 18 September 2024 14 November 2024 15 November 2024 16 November 2024 17 November 2024 18 November 2024 14 Mei 2025 15 Mei 2025 16 Mei 2025 17 Mei 2025 18 Mei 2025 Sumber: Data olahan Date 103 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Berdasarkan tabel 3, terlihat adanya tren penurunan nilai Performance Ratio (PR), energi yang dihasilkan, serta energi yang terbuang selama periode beberapa bulan terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa seiring waktu, akumulasi debu pada permukaan panel surya semakin meningkat, sehingga menghambat penyerapan energi matahari oleh modul PV. Dalam kondisi ideal, semakin besar energi yang berhasil dibangkitkan, semakin tinggi pula nilai PR. Namun, keberadaan debu yang menempel pada panel surya menyebabkan kehilangan daya yang signifikan, sehingga nilai PR mengalami penurunan secara bertahap. Debu memiliki dampak besar terhadap efisiensi sistem pembangkit listrik tenaga surya, terutama dalam hal produksi energi. Banyak penelitian dan artikel yang membahas persoalan ini dan menekankan perlunya pembersihan rutin pada permukaan panel surya agar akumulasi debu dapat diminimalisir. Salah satu metode yang disarankan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperhatikan lingkungan sekitar tempat pemasangan modul PV. Misalnya, dengan menanam rumput di area sekitar panel surya guna mengurangi jumlah debu yang terbawa oleh angin dan menempel pada permukaan modul. Selain itu, metode lain seperti penggunaan sistem pembersihan otomatis atau penerapan pelapis khusus yang dapat mengurangi adhesi debu juga menjadi solusi yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi sistem. Dengan pemeliharaan yang tepat, sistem pembangkit listrik tenaga surya dapat bekerja lebih optimal, mengurangi kerugian akibat debu, serta mempertahankan nilai PR yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan efektivitas dalam pemanfaatan energi matahari. Analisa Kerugian Daya pada Kabel DC pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya 38 kWp di Lumajang Lingkup Pengujian Table 4. Lingkup Pengujian Lingkup Deskripsi Pengujian Fungsional Digunakan untuk mengetahui dampak panjang kabel DC terhadap keluaran nilai PR dalam sistem PLTS Kinerja Dilakukan perhitungan losses kabel DC dengan menggunaan Komponen Excel . Di lakukan perbandingan rata-rata Losses kabel DC terhadap nilai PR Memperpendek kabel DC sehingga di dapatkan nilai PR yang Sumber: Data olahan Konfigurasi Pengujian Table 5. Konfigurasi Pengujian Pengamatan Capaian Dapat mengetahui PR yang maksimal Berhasil Dapat membandingkan nilai PR dengan Berhasil jika ukuran panjang kabel DC yang berbeda Sumber: Data olahan Syarat Pengujian Pengujian DC losses pada kabel panjang dan pendek dalam sistem PLTS dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap nilai Performance Ratio (PR). Variasi panjang kabel dapat mempengaruhi resistansi dan efisiensi transmisi daya, sehingga penting untuk menganalisis perbedaan energi yang hilang. Dengan metode pengukuran yang akurat, hasil pengujian dapat membantu dalam optimalisasi pemilihan kabel untuk meningkatkan kinerja sistem PLTS. Prosedur Pengujian Dalam analisis ini, panjang kabel DC awal yang sesuai dengan sistem PLTS dihitung dan dibandingkan terhadap nilai Performance Ratio (PR). Kabel kemudian diperpendek untuk mengoptimalkan efisiensi dan mencapai nilai PR maksimal. Dari hasil pengujian, sistem dengan Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 104 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A kabel lebih pendek menunjukkan peningkatan efisiensi dibandingkan dengan konfigurasi awal, memberikan dasar untuk pemilihan Hasil Pengujian ycOycoycy = Tegangan maksimum daya modul (Vol. ycu = Jumlah modul dalam satu string Nilai persentase voltage drop ini digunakan untuk merepresentasikan kerugian daya pada sisi DC (DC cable losse. Semakin besar nilai voltage drop, semakin besar pula energi yang hilang pada penghantar DC, yang secara langsung berdampak pada penurunan Performance Ratio (PR) sistem PLTS. Solar Cable STRING 01-INV 1 STRING 02-INV 1 STRING 03-INV 1 STRING 04-INV 1 STRING 05-INV 1 STRING 06-INV 1 STRING 07-INV 1 STRING 08-INV 1 STRING 09-INV 1 STRING 10-INV 1 STRING 11-INV 1 STRING 12-INV 2 STRING 13-INV 1 STRING 01-INV 2 STRING 02-INV 2 STRING 03-INV 2 Core Size . mA Tabel 6. Losses DC dengan Sistem yang Tepasang Over Imp 20AC no. Vmp * Losses (R. Dia. strin string Cable (V) 13,11 5,09 Losses DC Cable (%) 1,96% 1C-4 13,11 5,09 1,86% 1C-4 13,11 5,09 1,83% 1C-4 13,11 5,09 1,81% 1C-4 13,11 5,09 1,67% 1C-4 13,11 5,09 1,67% 1C-4 13,11 5,09 1,51% 1C-4 13,11 5,09 1,48% 1C-4 13,11 5,09 1,77% 1C-4 13,11 5,09 1,73% 1C-4 13,11 5,09 2,00% 1C-4 13,11 5,09 2,02% 1C-4 13,11 5,09 2,00% 1C-4 13,11 5,09 1,96% 1C-4 13,11 5,09 1,97% 1C-4 13,11 5,09 1,81% 105 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Solar Cable STRING 04-INV 2 STRING 05-INV 2 STRING 06-INV 2 STRING 07-INV 2 STRING 08-INV 2 STRING 09-INV 2 STRING 10-INV 2 STRING 11-INV 2 STRING 12-INV 2 STRING 13-INV 2 STRING 01-INV 3 STRING 02-INV 3 Core Size . mA 1C-4 Over Dia. Imp (R. Vmp * 5,09 13,11 1C-4 13,11 5,09 1C-4 13,11 1C-4 1C-4 1C-4 Optimasi Kinerja A Losses DC Cable (%) Losses Cable (V) 1,88% 5,09 1,53% 13,11 5,09 1,53% 13,11 5,09 1,46% 13,11 5,09 1,81% 1C-4 13,11 5,09 1,77% 1C-4 13,11 5,09 1,92% 1C-4 13,11 5,09 1,71% 1C-4 13,11 5,09 1,64% 1C-4 13,11 5,09 1,71% 1C-4 13,11 5,09 Avera Losse 1,64% 1,76% 1,72% Sumber: Data olahan Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 6, diperoleh nilai rata-rata losses kabel DC sebesar 1,76%, yang masih berada dalam batas toleransi desain sistem PLTS (< 2%). Tabel 7. Losses DC dengan Pengurangan Panjang Rata-rata losses kabel DC Rata-rata losses kabel DC setelah pengurangan Sumber: Data olahan Selanjutnya, pada Tabel 7 ditunjukkan bahwa pengurangan panjang kabel DC mampu menurunkan losses rata-rata dari 2,08% menjadi 1,76%, sehingga memberikan peningkatan efisiensi sistem secara keseluruhan. Hasil perbandingan losses kabel DC Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, terdapat selisih sebesar 0,32% yang berpengaruh terhadap nilai keluaran Performance Ratio (PR) pada sistem PLTS. Selisih ini menunjukkan bahwa kerugian pada kabel DC memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap efisiensi sistem. Dengan adanya kerugian ini, performa keseluruhan PLTS bisa Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 106 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A mengalami penurunan, yang berpotensi mempengaruhi produksi energi dan efektivitas penggunaan sumber daya. Selain itu, dari sisi instalasi, penempatan inverter shelter menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan secara matang. Idealnya, inverter sebaiknya ditempatkan sedekat mungkin dengan modul PV untuk mengurangi kerugian daya akibat panjang kabel DC. Namun, dalam praktiknya, lokasi yang telah disediakan oleh pihak klien berada cukup jauh dari modul PV, sehingga diperlukan solusi yang dapat meminimalkan dampak negatif dari penarikan kabel yang lebih panjang. Pendekatan yang dapat dilakukan antara lain adalah pemilihan kabel dengan ukuran yang lebih besar guna mengurangi rugi-rugi daya, serta evaluasi kembali desain sistem untuk memastikan kompromi terbaik antara efisiensi energi dan keterbatasan lokasi yang tersedia. Dengan cara ini, diharapkan sistem PLTS tetap dapat bekerja secara optimal meskipun ada tantangan dalam aspek instalasi. Analisis Zero Export terhadap Kinerja dan Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya 308 kWp di Lumajang Lingkup Pengujian Lingkup Pengujian Fungsional Kinerja Komponen Table 8. Lingkup Pengujian Deskripsi Digunakan untuk mengetahui dampak Zero export dalam sistem PLTS Dilakukan analisa Zero export melalui SLD serta Fusion solar Sumber: Data olahan Konfirmasi Pengujian Table 9. Konfirmasi Pengujian Pengamatan Capaian Dapat mengetahui cara kerja zero export Berhasil Dapat mengetahui cra setting zero export huawei Berhasil jika poin satu terpenuhi. Sumber: Data olahan Syarat Pengujian Syarat pengujian untuk menilai dampak Zero Export terhadap kinerja PLTS 308 kWp di Lumajang. Pengujian dilakukan dalam kondisi sistem yang stabil, dengan alat ukur terkalibrasi seperti power meter dan data logger. Prosedur Pengujian Dampak Zero Export terhadap kinerja dan efisiensi PLTS 308 kWp di Lumajang. Pengujian dilakukan dengan analisis data historis dan pemantauan langsung menggunakan alat ukur seperti power meter dan data logger. Hasil Pengujian Sistem PLTS beroperasi dengan konfigurasi Zero Export, di mana energi yang dihasilkan diarahkan untuk konsumsi internal tanpa masuk ke jaringan PLN. Parameter utama yang diamati . Daya DC yang dihasilkan oleh panel surya . Daya AC yang dikonsumsi oleh beban local 107 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Gambar 5. Data Daya Existing dan PLTS pada Fusion Solar Sumber: Data olahan Gambar 6. Dokumentsai Pemasangan Zero Export pada Sisi Incoming PLN Sumber: Data olahan Gambar 7. Aliran Daya jika Zero Export berjalan pada Fusion Solar Sumber: Data olahan Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 108 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Gambar 8. Aliran Daya jika Zero Export tidak berjalan pada Fusion Solar Sumber: Data olahan Gambar 9. Kondisi inverter jika Zero export berjalan pada enspire smartlogger Sumber: Data olahan Gambar 10. Kondisi inverter jika Zero export tidak bekerja pada enspire smartlogger Sumber: Data olahan 109 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Data menunjukkan bahwa konsumsi energi internal cukup tinggi, dengan beberapa fluktuasi bergantung pada inverter yield harian. Pada tanggal 01-05 April 2025, memiliki daya PLN sebesar A100 kWh dan daya PLTS sebesar A0,2 kWh , sementara pada 07-10 April 2025, konsumsi PLN meningkat drastis mencapai A17,693. 3 kWh dan PLTS sebesar A900 kWh. Berdasarkan data yang diperoleh. Zero Export berfungsi ketika beban pada sistem mengalami penurunan hingga melampaui batas ekspor yang telah dikonfigurasi pada SmartLogger Huawei. Akibatnya, kelebihan daya yang tidak dapat disalurkan ke jaringan akan Analisis Kinerja Under Voltage Release (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT) pada Breaker di Sistem PLTS 308 kWp Lumajang Lingkup Pengujian Table 13. Lingkup Pengujian Lingkup Deskripsi Pengujian Fungsional Digunakan untuk mengetahui cara kerja UVT dan UVR pada panel PLTS Kinerja Komponen Dilakukan analisa UVT dan UVR melalui SLD . Di lakukan pemaparan cara kerja UVT dan UVR Sumber: Data olahan Konfigurasi Pengujian Table 14. Konfigurasi Pengujian Pengamatan Capaian Dapat mengetahui PR yang maksimal Berhasil Dapat membandingkan nilai PR Berhasil jika dengan ukuran panjang kabel DC yang Sumber: Data olahan Syarat Pengujian Dalam pengujian ini, sistem PLTS dioperasikan dalam dua kondisi utama: beban normal dan variasi beban. Kondisi beban normal mencerminkan operasi standar di mana konsumsi energi berjalan sesuai dengan kebutuhan harian tanpa perubahan signifikan. Sementara itu, variasi beban dilakukan untuk mensimulasikan fluktuasi daya yang dapat mempengaruhi stabilitas Dengan memonitor sistem dalam kedua skenario ini, dapat dianalisis bagaimana breaker merespons penurunan tegangan akibat perubahan beban. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa Under Voltage Release (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT) bekerja secara optimal dalam melindungi sistem dari potensi gangguan tegangan rendah yang dapat mempengaruhi performa inverter dan distribusi daya. Prosedur Pengujian Pada tahap pengujian respons Under Voltage Release (UVR) terhadap penurunan tegangan, sistem PLTS dioperasikan dalam kondisi tegangan normal dengan bantuan sensing genset sebagai sumber simulasi gangguan. Genset sensing dikonfigurasi untuk menghasilkan tegangan stabil sebelum secara bertahap diturunkan hingga mencapai batas aktivasi UVR pada breaker. Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik | 110 Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A Pembahasan Hasil Pengujian Pengujian dilakukan dengan tujuan mengevaluasi kinerja Under Voltage Release (UVR) pada breaker dalam menghadapi penurunan tegangan yang disimulasikan menggunakan sensing Dalam sistem PLTS 308 kWp. UVR berperan dalam melepaskan breaker saat tegangan turun di bawah batas tertentu untuk mencegah gangguan pada inverter dan sistem distribusi daya. Tahap awal pengujian dimulai dengan mengoperasikan sistem PLTS dalam kondisi beban normal, di mana semua parameter berada dalam rentang operasi standar. Sensing genset dikonfigurasi untuk menghasilkan tegangan yang stabil sebelum secara bertahap diturunkan untuk mensimulasikan gangguan. Pengurangan tegangan dilakukan secara terkontrol untuk mengamati respons UVR terhadap variasi tegangan yang diterima breaker. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Under Voltage Release (UVR) pada sistem PLTS 308 kWp mampu merespons penurunan tegangan secara tepat dengan melepaskan breaker ketika tegangan turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Perilaku ini sejalan dengan prinsip kerja sistem proteksi tegangan rendah, di mana UVR dirancang untuk mencegah inverter dan peralatan listrik lainnya beroperasi pada kondisi tegangan yang tidak aman. Jondra et al. dan Emiwati et al. , . menegaskan bahwa proteksi tegangan rendah memiliki peran penting dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik, khususnya pada sistem berbasis inverter yang sensitif terhadap fluktuasi tegangan. Dengan demikian, hasil pengujian ini mengonfirmasi bahwa UVR berfungsi efektif sebagai lapisan perlindungan utama terhadap gangguan tegangan pada sistem PLTS on-grid. Pengujian dengan simulasi penurunan tegangan menggunakan sensing genset memberikan gambaran realistis terhadap kondisi gangguan yang dapat terjadi pada jaringan distribusi, seperti drop tegangan akibat fluktuasi beban atau gangguan dari jaringan utilitas. Respons UVR yang konsisten dan cepat dalam memutus breaker menunjukkan bahwa sistem proteksi telah dikonfigurasi sesuai standar operasional. Hal ini selaras dengan temuan Achmadany et al. yang menyatakan bahwa integrasi sistem proteksi tegangan pada pembangkit listrik berbasis fotovoltaik sangat penting untuk mencegah kerusakan inverter dan meningkatkan umur Selain itu, proteksi yang bekerja dengan baik juga berkontribusi dalam menjaga kontinuitas operasi sistem setelah gangguan berhasil diatasi. Dari sudut pandang keandalan dan keselamatan sistem, keberhasilan UVR dalam pengujian ini menunjukkan bahwa sistem PLTS 308 kWp memiliki tingkat kesiapan yang baik dalam menghadapi kondisi abnormal pada sisi tegangan. Bashir et al. menyebutkan bahwa sistem proteksi yang andal merupakan faktor kunci dalam menjaga stabilitas operasi jangka panjang pembangkit listrik tenaga surya, terutama pada lingkungan industri dengan variasi beban yang Oleh karena itu, penerapan dan pengujian UVR secara berkala sangat direkomendasikan untuk memastikan bahwa sistem PLTS tidak hanya optimal secara energi, tetapi juga aman dan tangguh terhadap gangguan jaringan listrik. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa performa sistem PLTS sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti soiling dan desain teknis seperti panjang kabel DC. Kebijakan operasional seperti zero export perlu disesuaikan agar energi tidak terbuang sia-sia. Sistem proteksi UVR dan UVT terbukti mendukung keandalan sistem. Rekomendasi penting dari penelitian ini adalah perlunya perawatan rutin panel, optimalisasi desain instalasi, serta evaluasi kebijakan zero export untuk efisiensi maksimal. Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada pengembangan sistem pembersihan panel otomatis berbasis sensor serta integrasi baterai penyimpanan energi untuk meningkatkan keandalan sistem PLTS di luar jam produksi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak industri pengolahan kayu di Lumajang yang telah memberikan akses lokasi, data operasional, serta dukungan selama proses pengambilan data penelitian. Penulis juga mengucapkan apresiasi kepada tim teknis yang membantu proses observasi lapangan, validasi parameter sistem, dan dokumentasi instalasi PLTS. Selain itu, penulis berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang atas dukungan 111 | Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Dimas Bagus Sandra. Kurniawan Dwi S. Rifki Abdillah Abdillah. Diaz Budi. Machmud Effendy. Haneef Naufal Optimasi Kinerja A akademik dan fasilitas yang mendukung penyusunan penelitian ini. Data monitoring yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari sistem Huawei FusionSolar, yang sangat membantu dalam memperoleh data kinerja secara historis maupun real-time. Segala kekeliruan dalam interpretasi dan penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. PERNYATAAN KONTRIBUSI PENULIS DBS berperan dalam konseptualisasi penelitian, perancangan metode, pengolahan data utama dari Huawei FusionSolar, serta penyusunan draf awal manuskrip. KDS berkontribusi pada pengumpulan data lapangan, verifikasi konfigurasi sistem PLTS, serta penyusunan bagian metode dan prosedur pengujian. MRA berperan dalam analisis teknis kinerja sistem (PR, rugi kabel DC, dan evaluasi soilin. , termasuk perhitungan kerugian daya serta interpretasi hasil. berkontribusi dalam analisis penerapan zero export, penelaahan data operasional inverter, serta penyusunan bagian hasil dan pembahasan terkait kebijakan operasional sistem. ME berperan dalam evaluasi sistem proteksi UVR/UVT, penelaahan single line diagram (SLD), serta validasi teknis temuan penelitian. HN berkontribusi dalam kajian pustaka, penyelarasan penulisan ilmiah, penyuntingan bahasa, serta penataan format naskah sesuai kaidah jurnal. Seluruh penulis meninjau, memberikan masukan, dan menyetujui versi akhir manuskrip. DAFTAR PUSTAKA