. Page Jurnal Ilmiah Stikes YARSI Mataram (JISYM) Vol 10 No 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 Website:http://Journal. IDENTIFIKASI PASIEN COVID-19 BERDASARKAN RIWAYAT KONTAK Zaenal Arifin1. Baiq Ruli Fatmawati2. Zuliardi3 1Program Studi Ners. STIKES Yarsi Mataram. Indonesia 2Program Studi Keperawatan. STIKES Yarsi Mataram. Indonesia 3Program Studi Keperawatan. STIKES Yarsi Mataram. Indonesia Email: z. arifin70@gmail. ABSTRAK Latar Belakang Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru yang disebut dengan SARS-CoV-2. Kasus pada manusia yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan Cina pada Desember 2019. Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyebar ke seluruh dunia tremasuk di Indonesia. Penyebaran kasus yang cepat dapat dipengaruhi oleh moda transmisi virus yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang telah terkonfirmasi Covid-19 maupun transmisi secara tidak langsung seperti melalui udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasien Covid-19 di Kota Mataram berdasarkan riwayat kontak Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan menggunakan pendekatan Observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 286 kasus Covid-19 khususnya di Kota Mataram periode Juni 2020. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder hasil press release Satuan Tugas Pencegahan dan penaggulangan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang riwayat Hasil : penelitian menunjukkan bahwa pasien Covid-19 di Kota Mataram yang tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19 sebanyak 97 orang . ,9%), riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tapi belum teridentifikasi sebanyak 107 orang . ,4%), kontak dengan orang tanpa gejala sebanyak 2 orang . ,7%), kontak dengan orang dengan gejala sebanyak 49 orang . dan riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 31 orang . ,8%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tentang identifikasi kasus Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020 ditinjau dari riwayat kontak diperoleh gambaran bahwa sebagian pasien memiliki riwayat dengan orang dideteksi menderita Covid-19 baik yang belum teridenifikasi, orang tanpa gejala, orang dengan gejala serta orang yang telah terkonfirmasi Covid19. Kata kunci: covid-19, kota mataram, riwayat kontak ABSTARCT Background Covid-19 is a disease caused by a new corona virus called SARS-CoV-2. Human cases were first reported in Wuhan City. China in December 2019. Covid-19 has become a pandemic that has spread throughout the world including in Indonesia. The rapid spread of cases can be influenced by the Coresponding author: Zaenal Arifin Email coresponding author: z. arifin70@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 Page mode of transmission of the virus which can be transmitted through direct contact with people who have been confirmed as Covid-19 or indirect transmission such as by air. The purpose of this study was to identify the characteristics of Covid-19 patients in Mataram City based on their previous contact Research Methods This study is a descriptive study using an observational approach. The sampling technique was carried out by total sampling and a sample of 286 Covid-19 cases was obtained, especially in Mataram City for the period of June 2020. Data collection was carried out through secondary data from the press release of the Covid-19 Task Force for West Nusa Tenggara Province about contact history. Results The study showed that there were 97 patients with Covid-19 in Mataram City who did not have a history of contact with Covid-19 patients . 9%), 107 people with a history of contact with Covid-19 patients who had not been identified . 4%). ), contacts with people without symptoms were 2 . 7%), contacts with people with symptoms were 49 . and contact history with patients who were confirmed positive for Covid-19 were 31 people . 8%). Conclusion Based on the results of research on the identification of Covid-19 cases in Mataram City in June 2020, in terms of contact history, it was found that some patients had a history of people who were detected as having Covid-19, whether they had not been identified, people without symptoms, people with symptoms and people who had confirmed Covid-19. Keywords: covid-19. Mataram city, contact history PENDAHULUAN Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru yang disebut dengan SARS-CoV-2. Kasus pada manusia yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan Cina pada Desember 2019. Tanda dan gejala yang menyertai infeksi Covid-19 antara lain gejala pernafasan, demam, batuk, sesak nafas dan kesulitan bernafas (Kemenkes, 2. Penularan Covid19 dapat melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi pada jarak kurang dari 1 . meter atau droplet orang yang terinfeksi pada saat batuk atau bersin. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Adanya peningkatan penyebaran virus corona tersebut, pada bulan maret WHO menetapkan Covid-19 . Pandemi berjangkit serentak dimana-mana atau meliputi geografi yang luas. Penyebaran Covid-19 sangat cepat hal ini dapat dilihat dengan peningkatan angka kejadian atau kasus setiap hari baik secara nasional Data WHO menunjukkan bahwa secara global Covid-19 Coresponding author: Zaenal Arifin Email coresponding author: z. arifin70@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 telah menyebar di 213 negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 2. kasus dengan jumlah kematian sebanyak 825 orang. Sedangkamn secara nasional data kasus positif Covid-19 sebanyak 7. kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 647 orang . ttps://w. Menurut WHO . penularan Covid-19 antara lain dapat melalui kontak, droplet, melalui udara, fekal-oral, serta melalui binatang ke manusia. Penyebaran Covid-19 dari individu terinfeksi dapat secara langsung maupun tidak langsung. Penyebaran secara langsung antara lain melalui droplet atau percikan langsung dari jarak 1-2 meter dari orang yang batuk atau bersin tanpa tutup. Sedangkan penyebaran tidak langsung melalui kontak dekat seperti menyentuh dan jabat tangan, menyentuh objek atau permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum cuci tangan (Burhan, 2. Hasil studi literatur oleh Nugroho et al . menjelaskan bahwa penularan Covid-19 dari manusia ke manusia dapat diantaranya adalah oleh hubungan yang dekat seperti keluarga, kerabat dekat, teman . Page dekat, kontak dengan orang yang sudah Selain itu penularan juga dapat terjadi melalui batuk, bersin dan aerosol. Transmisi melalui udara berkontribusi pada penyebaran wabah covid-19 terutama pada jarak kurang dari satu meter dari orang yang menularkan kepada orang lain. Untuk memutus rantai penularan dan mencegah penyebaran Covid-19. Kemenkes telah menetapkan rekomendasi standar diantaranya dengan mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan seksama, hindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit pernafasan seperti batuk dan bersin. Sedangkan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 akibat droplet yang menempel pada permukaan adalah dengan melakukan desinfeksi lingkungan (Kemenkes. Dalam rangka mencegah dan mengendalikan potensi penularan lebih lanjut maka diperlukan peran serta semua komponen baik di lingkungan masyarakat, lingkungan kerja maupun tempat-tempat umum (Kemenkes, 2. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengidentifikasi riwayat kontak penderita Covid-19 di Kota Mataram berdasarkan data sekunder . ress releas. Satuan Tugas Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya penderita di Kota Mataram ditinjau dari riwayat perjalanan dan riwayat kontak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasien Covid-19 di Kota Mataram berdasarkan riwayat kontak sebelumnya. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Deskriptif dengan menggunakan Observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak Coresponding author: Zaenal Arifin Email coresponding author: z. arifin70@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 286 kasus Covid-19 khususnya di Kota Mataram periode Juni 2020. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder hasil press release Satuan Tugas Pencegahan dan penaggulangan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang riwayat kontak. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi frekuensi subjek penelitian berdasarkan riwayat kontak penderita Covid19 di Kota Mataram Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Distribusi Pasien Covid-19 di Kota Mataram Berdasarkan Usia Tabel 1 Distribusi Pasien Covid-19 Berdasarkan Usia di Kota Mataram Tahun Umur 0 Ae 5 tahun 5 Ae 11 tahun 12 Ae 16 tahun 17 Ae 25 tahun 26 Ae 35 tahun 36 Ae 45 tahun 46 Ae 55 tahun 56 Ae 65 tahun > 65 tahun Total Sumber : data sekunder Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTB Tahun 2020 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pasien Covid-19 paling banyak pada kelompok umur 36-45 tahun yaitu sebanyak 68 orag . ,8%) dan paling sedikit pada kelompok umur 5-16 tahun yaitu sebanyak 2 orang . ,6%). Distribusi Pasien Covid-19 berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2 Distribusi Pasien Covid-19 Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Mataram Tahun 2020 Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total . Page Sumber : data sekunder Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTB Tahun 2020 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 147 orang . ,4%), sedangkan perempuan yaitu sebanyak 139 orang . ,6%). Distribusi Pasien Covid-19 Berdasarkan Riwayat Kontak Tabel 3 Distribusi Pasien Covid-19 Berdasarkan Riwayat Kontak dengan Orang Covid-19 di Kota Mataram Tahun Riwayat Kontak Tidak Ada Belum Teridentifikasi Orang Tanpa Gejala Orang Dengan Gejala Terkonfirmasi ( ) Total Sumber : data sekunder Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTB Tahun 2020 Tabel diatas menunjukkan bahwa ditinjau dari riwayat kontak dengan pasien Covid-19 di Kota Mataram berdasarkan data sekunder paling banyak adalah memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 namun belum teridentifikasi yaitu sebanyak 107 orang . ,4%). Sedangkan yang memiliki riwayat kontak dengan orang tanpa gejala adalah sebanyak 2 orang . ,7%). Coronavirus disease 2019 (Covid-. adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina dan telah menjadi pandemi serta menyebar ke negara lain tak terkecuali Indonesia. dan telah menjadi pandemi, salah satunya adalah Indonesia. Penyebaran Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat juga terus mengalami peningkatan salah satunya di Kota Mataram. Menurut data Satuan Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020 jumlah Coresponding author: Zaenal Arifin Email coresponding author: z. arifin70@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 kasus Covid-19 sebanyak 286 orang. Dari jumlah 286 kasus Covid-19 yang ada di Kota Mataram tersebut, jika dilihat dari distrribusi jenis kelamin didapatkan bahwa antara lakilaki dan perempuan tidak jauh berbeda dimana pada kelompok laki-laki didapatkan sebanyajk 147 orang . ,4%) dan pada kelompok perempuan sebanyak 139 orang . ,6%). Menurut Biwas . perbedaan fisiologis dalam sistem imun antara laki-laki dan perempuan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menghadapi infeksi termasuk respon terhadap infeksi virus SARS-2Cov2. Perempuan lebih resisten terhadap infeksi jika dibandingkan dengan laki-laki, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya faktor hormon seks dan ekspresi reseptor coronavirus (ACE-. yang lebih tingi pada laki-laki. Perubahan sistem imun dipengaruhi oleh beberaoa faktor yaitu lingkungan, makanan, kondisi kesehatan, obat-obatan dan . ttps://farmasi. Hasil identifikasi kasus Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020 berdasarkan usia didapatkan bahwa dari 286 kasus Covid-19 paling banyak terjadi pada kelompok usia antara 26-65 tahun yaitu sebanyak 236 orang . ,5%). Kemampuan tubuh melawan infeksi mengalami penurunan seiring peningkatan Menurut Fatmah . dengan bertambahnya usia dapat diikuti dengan adanya penurunan fungsi dari sistem imun. Penurunan imunitas pada usia lanjut akibat berkurangnya produksi immunoglobulin salah satunya adalah sel T. Sel T disimpan dalam kelenjar getah bening dan juga di dalam limpa, sedangkan sel B disimpan dalam sumsum tulang. Kelenjar getah bening bertanggungjawab atas pemeliharaan dan koordinasi respon imun baru yang diperlukan untuk mengendalikan virus diantarnta SARS2 (Nikolich-Zugich et al, 2. Berdasarkan data sekunder Satgas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi NTB, didapatkan bahwa sebanyak 37,4% pasien di Kota Mataram yang . Page dinyatakan positif Covid-19 memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tapi belum Sedangkan berdasarkan riwayat kontak dari 28,9% pasien Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020 memiliki riwayat kontak baik dengan orang tanpa gejala (OTG), orang dengan gejala (ODG) maupun orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Terjadinya penularan Covid-19 setelah kontak dengan OTG. ODG dan pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 kemungkinan dapat terjadi akibat adanya adanya kontak erat dengan ketiga kelompok tersebut. Menurut Kemenkes . yang dimaksud dengan kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dengan 1 meter dengan pasien dalam pengawasan atau terkonfirmasi dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. Menurut WHO . moda transmisi Covid-19 dapat melalui beberapa mekanisme sepeti ransmisi SARS-CoV-2 dapat terjadi melalui kontak langsung, kontak tidak langsung, atau kontak erat dengan orang yang terinfeksi, transmisi melalui udara, sekresi seperti air liur dan sekresi saluran pernapasan atau droplet saluran napas yang keluar saat orang yang terinfeksi melalui batuk, bersin, dan berbicara. Penularan Covid-19 dapat terjadi setelah kontak dengan orang tanpa gejala (OTG). Menurut Kemenkes . OTG adalah orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Polymerase chain reaction (PCR) tetapi tidak memiliki Kasus konfirmasi adalah pasien yang COVID-19 pemeriksaan tes positif melalui pemeriksaan PCR. Droplet saluran napas memiliki ukuran diameter > 5-10 m sedangkan droplet yang berukuran diameter O 5 m disebut sebagai droplet nuclei atau aerosol. Transmisi droplet saluran napas dapat terjadi ketika seseorang Coresponding author: Zaenal Arifin Email coresponding author: z. arifin70@gmail. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. Vol 10 NO 2. Juli 2020 P-ISSN : 1978-8940 melakukan kontak erat . erada dalam jarak 1 mete. dengan orang terinfeksi yang mengalami gejala-gejala pernapasan . eperti batuk atau bersi. atau yang sedang berbicara atau menyanyi. dalam keadaankeadaan ini, droplet saluran napas yang mengandung virus dapat mencapai mulut, hidung, mata orang yang rentan dan dapat menimbulkan infeksi. Transmisi melalui udara didefinisikan sebagai penyebaran agen infeksius yang diakibatkan oleh penyebaran droplet nuclei . yang tetap infeksius saat melayang di udara dan bergerak hingga jarak yang jauh. Transmisi SARS-CoV-2 melalui udara dapat terjadi selama pelaksanaan prosedur medis yang menghasilkan aerosol. Hasil studi literatur oleh Nugroho dkk tahun 2020 menyebutkan bahwa penularan coronavirus 2019 antar manusia dapat terjadi karena adanya hubungan yang dekat yaitu keluarga, teman atau kontak dengan orang yang telah terkonfirmasi positif covid-19. Menurut Galbadage et al . SARS-Cov 2 dapat bertahan lama rata-rata 6 ,8 jam pada permukaan plastik dan 5,6 jam pada permukaan logam dan partikel virus dapat bertahan sampai 72 jam setelah Hasil studi tersebut menunjukan bahwa SARS-Cov2 dapat bertahan lama jika dibandingkan dengan virus lain yang ditularkan melalui droplet. Berdasarkan memperkuat penjelasan hasil identifikasi bahwa sebagian besar penderita yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Juni 2020 pernah kontak dengan penderita yang telah dinyatakan positif covid-19 KESIMPULAN Berdasarkan identifikasi kasus Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020 ditinjau dari riwayat kontak diperoleh gambaran bahwa sebagian pasien memiliki riwayat dengan orang dideteksi menderita Covid-19 baik yang . Page belum teridenifikasi, orang tanpa gejala, orang dengan gejala serta orang yang telah terkonfirmasi Covid-19. DAFTAR PUSTAKA