Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Tarian di TK Aryandini Kota Bandung Otin Martini1. Yahfenel2 Program Studi Pendidikan Seni Pascasarjana ISBI Bandung otinmartini2@gmail. Abstrak : Pada anak usia dini motorik kasar sangat diperlukan untuk dapat membentuk perkembangan dan pertumbuhan anak salah satunya melalui sebuah tarian. Permasalahan yang dihadapi di TK Aryandini masih ada ditemukan beberapa anak yang masih belum optimal dalam melakukan motorik kasar pada tarian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh motorik kasar melalui tarian untuk usia 4 tahun. Pada penelitian ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan learning by doing, peserta didik belajar melalui praktik langsung. Sumber data penelitian terkait aspek motorik kasar yang dijadikan penelitian berjumlah 6 anak perempuan terdiri dari 3 anak pendiam, dan 3 anak aktif dengan usia rata-rata 4 tahun. Kesimpulan hasil penelitian antara anak pendiam dan anak yang aktif dari nilai rata-rata perbedannya sebanyak Rekomendasi perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua agar anak tersebut dalam pembelajaran motorik kasar melalui tarian dapat tercapai secara optimal. Kata Kunci: Keterampilan Motorik Kasar. Tarian. PENDAHULUAN Taman kanak-kanak (TK) merupakan suatu lembaga jenjang pendidikan formal yang mewadahi anak usia dini, pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar guna mempersiapkan pendidikan Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 halaman 6 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1, butir 14: Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 . tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan pada anak ini sangatlah penting karena dengan adanya pendidikan mereka lebih mengerti dengan semua yang ada pada kehidupan seperti hal nya bermasyarakat dengan baik dan bisa mentaati peraturan juga disiplin terhadap peraturan yang ada. Menurut Suyadi . 0, hlm. Pentingnya pendidikan bagi anak usia dini salah satu aspek perkembangan yang perlu dikembangkan secara optimal adalah aspek perkembangan fisik motorik, karena pada usia anak-anak, perkembangan keterampilan motorik kasar berada dalam proses perkembangan yang sangat pesat sehingga perlu diberikannya stimulasi yang tepat kepada anak agar perkembangan fisik motoriknya dapat berkembang secara optimal. Selain itu, perkembangan fisik motorik juga merupakan hal yang menjadi dasar bagi kemajuan perkembangan Menurut Septiani . 9, hlm. Motorik kasar adalah kemampuan yang berhubungan dengan menggerakkan tubuh secara penuh, contoh: berlari, memanjat, melompat, sehingga di TK perlu adanya pembelajaran seni melalui pendekatan learnig by doing anak belajar sambil bermain terutama dalam peningkatan kemampuan motorik kasar salah satunya melalui tarian yang merupakan bagian dalam bidang pembelajaran seni. Pembelajaran seni merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan sikap dan tingkah laku sebagai hasil pengalaman berkesenian dan berinteraksi dengan budaya lingkungan untuk mencapai tujuan tertentu. sedangkan pembelajaran seni tari untuk anak bertujuan untuk melatih motorik anak, melatih perkembangan kognitif, afektif, psikomotor, melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan bahasa, melatih minat, bakat, dan kretivitas anak, menanamkan nilai-nilai pendidikan, nilai-nilai kemanusiaan, kepekaan estetis dan melestarikan budaya, tentunya pembelajarannya harus menyenangkan melalui belajar sambil bermain agar anak menarik sehingga dapat belajar seni tari dengan semangat. Dalam pembelajaran motorik kasar anak usia dini perlu dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan learning by doing sehingga anak merasa nyaman, proses pembelajaran pada anak usia dini selalu mengupayakan konsep belajar yang bermakna dan menyenangkan, namun pada kenyataannya masih ada lembaga dalam proses pembelajaran pada anak usia dini selalu menekankan pada aspek kognitif saja, sehingga aspek-aspek lainnya yang akan membentuk kepribadian anak yang mandiri dan berkembangnya aspek motorik sering Pendidikan seni melalui pembelajaran tari merupakan jembatan bagi berkembangnya motorik 136 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l anak baik motorik kasar dan motorik halus. Ada beberapa stimulus sehingga anak dapat melakukan gerakan tari, seperti: rangsang visual, rangsang auditif, rangsang kinestetik, dan rangsang ide. Keterampilan gerak dasar tari merupakan proses belajar anak agar bisa konsentrasi, aktif, ekspresif dan kreatif melalui gerakan-gerakan secara Tari merupakan gerakan yag tergolong untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar bagi anak usia Motorik kasar merupakan gerakan yang menggunakan otot-otot besar tubuh, seperti berjalan, berlari, melompat, melempar bola, menendang pola, menari, menimba, air, bersepeda, berenang, berangkat ke sekolah. TK Aryandini salah satu lembaga yang mewadahi anak-anak usia dini bermain sambil belajar. Pada anak usia dini motorik kasar sangat diperlukan untuk dapat membentuk perkembangan dan pertumbuhan anak salah satunya melalui sebuah tarian. Kondisi anak di sekolah bervariasi ada anak yang pendiam, dan malas berlatih tetapi ada juga anak yang aktif yang selalu mencari tantangan dalam pembelajaran sehingga orang tuanya menindaklanjuti pembelajarannya di rumah yang didampingi oleh orang tuanya untuk belajar tari. Permasalahan yang dihadapi di TK Aryandini masih ada ditemukan beberapa anak yang masih belum optimal dalam melakukan motorik kasar pada sebuah tarian sehingga tarian tersebut walau diulang-ulang pembelajarannya tetap hasilnya belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pembelajaran motorik kasar melalui tarian untuk usia 4 tahun secara optimal. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan learning by doing belajar sambil bermain yang diartikan peserta didik belajar melalui praktik langsung yang mereka lakukan dengan sebuah tarian yang sesuai dengan usia anak. Konsep learning by doing sangat erat kaitannya dengan pemikiran John Dewey seorang Filsuf dan pendidik yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar. Hasil penelitian didapat dari setiap pertemuan pembelajaran yang diobservasi, didokumentasikan dan diwawancara kepada guru, anak dan orang tua yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah . anak perempuan daintaranya terdiri dari 3 anak yang aktif dengan 3 anak yang pendiam. Rekomendasi dari penelitian ini perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua agar anak tersebut dalam pembelajaran mototik kasar melalui tarian dapat tercapai secara optimal sebagai dasar anak untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Berikut Foto peserta didik dan guru di TK Aryandini. Gambar 1. Guru dan Peserta Didik TK Aryandini (Sumber: Otin Martini, 2. Gambar 2. Peserta Didik TK Aryandini (Sumber: Otin Martini, 2. 137 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Pembelajaran Tarian di TK Aryadini bervariasi menarinya, semua anak megikuti pembelajaran, tetapi hasilnya berbeda-beda tergantung karakter anaknya dengan gerakan dan ekspresi yang berbeda. Menurut Soedarsono . 0, . mengatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak yang ritmis dan indah, gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan oleh manusia untuk dapat dinikmati dan dirasakan, pada saat menari keindahan gerak anggota badan manusia yang bergerak, berirama,dan berjiwa menjadikan satu kesatuan yang harmonis. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen pertama dalam mengumpulkan dan menginterpretasikan data, data yang bersifat narasi deskriptif dan non numerik sesuai pendapat Hardani . 0, hlm. , adapun pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan learning by doing. Muawanah . 4, hlm. berpendapat bahwa learning by doing ini tidak sekedar menerima materi pelajaran dari guru semata, tetapi juga harus berbuat banyak dengan kreativitas anak yang didampingi orang tuanya sehingga mereka dapat menguasai materi pelajaran dengan baik dalam pembelajatan tarian dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut John Dewey . alam Mulyani, 2016, hlm. Model pembelajaran learning by doing melibatkan pendekatan kontekstual. merupakan sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa seorang pelajar akan mampu menyerap materi pelajaran jika mereka dapat menangkap makna dari pelajaran tersebut yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada anak usia 4-5 tahun, perkembangan motorik kasar menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka mulai mampu melakukan gerakan yang lebih koordinatif dan kompleks, seperti berlari, melompat, berjalan di papan keseimbangan, dan melakukan berbagai variasi gerakan berjalan. Menurut Mansyur . 5: . pada anak usia dini pertumbuhan vertikal fisik anak pada umumnya tumbuh lebih menonjol dibanding pertumbuhan horizontal. Keterampilan-keterampilan yang menggunakan otot tangan dan kaki sudah mulai berfungsi. Pertumbuhan fisik anak usia dini adalah pertumbuhan otak dan sistem syaraf. Perkembangan fisik anak usia dini meliputi motorik kasar . ross motor skill. dan motorik halus . ine motor skill. Menurut Sumantri . 5, hlm. menyatakan bahwa perkembangan motorik adalah proses sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terkoordinasi dan tidak terampil kearah penampilan keterampilan motorik yang kompleks dan terkoordinasi dengan baik. yang pada akhirnya ke arah penyesuaian keterampilan menyertai terjadinya proses kematangan. Dalam Sumantri . 5, hlm. menyatakan bahwa perkembangan motorik adalah perubahan kemampuan gerak dari bayi sampai dewasa yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan gerak. Menurut Sujiono . 8, hlm. , bahwa pengembangan fisik anak usia prasekolah adalah suatu upaya untuk memberikan perlakuan tertentu secara sistematis pada kegiatan yang memperlihatkan interaksi dari kematangan anak dengan lingkungannya. Kemampuan fisik-motorik anak berkembang secara bertahap sesuai dengan usia anak. Semakin banyak stimulasi yang diberikan kepada anak maka perkembangan motorik anak semakin lancar. Pengertian kemampuan motorik kasar erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, motorik kasar merupakan gerakangerakan yang melibatkan otot-otot besar anak baik kaki maupun tangan. Menurut Santrock . alam Nelva Rolina, 2012, hlm. , motorik kasar . ross motor skil. meliputi kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan, sementara itu motorik halus meliputi gerakan-gerakan menyesuaikan secara lebih halus seperti ketangkasan jari. Menurut Sumantri . 5, hlm. , motorik kasar merupakan keterampilan yang bercirikan gerak yang melibatkan sekelompok otot-otot besar sebagai dasar utama gerakannya. Santrock . 9, hlm. menyatakan bahwa keterampilan motorik kasar . ross motor skil. merupakan keterampilan yang melibatkan aktivitas otot besar seperti tangan seseorang untuk bergerak dan berjalan. Menurut Samsudin . 8, hlm. motorik kasar adalah kemampuan anak TK beraktivitas dengan menggunakan otot-otot besar yang tergolong pada kemampuan gerak dasar. Menurut Gallahue . 2, hlm. , tahap kemampuan motorik anak usia dini yaitu: . Reflextive Movement Phase (Tahap Gerak Retlek. tahap gerak refleks merupakan gerakan motorik yang terjadi secara tidak sengaja, yang dikendalikan untuk membentuk gerak dasar pada tahap perkembangan motorik. Melalui gerakan retleks, bayi akan memperoleh informasi tentang lingkungannya, seperti reaksi menyentuh, cahaya, musik, dan perubahan tekanan yang memicu aktivitas tidak sengaja. Gerakan-gerakan yang terjadi secara tidak sadar ini, akan meningkatkan kortikal pada awal bulan kehidupan anak. Anak yang bermain peran akan membantu anak belajar tentang dirinya atau tubuhnya dan dunia luar. Tahap gerak refleks ini terjadi pada anak usia 4 bulan-1 tahun. Tahapan ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu pertama, primitive rellexes . erakan sederhan. , seperti mengumpulkan informasi. mencari makanan. dan tanggap mencegah. Tahap kedua. Spostural reflex . erakan posisi tubu. , gerakan ini hampir sama keterampilannya, hanya perilaku ini dilakukan secara sadar atau sengaja tetapi sebenarnya dilakukan dengan sengaja. Gerakan refleks hampir sama dengan uji neuromotor perangkat keseimbangan, lokomotor, dan manipulatif yang digunakan dengan kontrol sadar. Rudimentary Movement 138 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Phase (Tahap Gerak Permulaa. tahap gerak permulaan yaitu kemampuan gerak dasar bagi bayi yang mewakili bentuk dasar kelahiran yang bergantung pada gerakan dasar. Gerakan dasar ini diperlukan untuk kelangsungan hidup anak. Keterlibatan gerakan keseimbangan hampir sama dengan perolehan kontrol kepala, leher, dan otot Tugas gerak manipulatif adalah menyentuh, menggenggam, dan melepaskan, sedangkan gerak lokomotor yaitu merangkak, merayap, dan berjalan. Tahap gerak permulaan dibagi menjadi dua untuk menggambarkan kontrol peningkatan motorik, yaitu Reflexs Inhibition Stage dan Precontrol Stage. Fundamental Movement Phase (Tahap Gerak Dasa. kemampuan gerak dasar anak usia dini merupakan hasil pertumbuhan dari gerakan motorik pada waktu tertentu yang menggambarkan dimana aktivitas anak terbawa saat anak bereksplorasi dan bereksperimen melalui gerakan tubuh mereka. Sujiono . 8, hlm. , menyatakan bahwa tahap kemampuan motorik kasar anak usia dini dapat dikelompokkan sebagai berikut: . Gerakan refleks adalah gerakan atau tindakan manusia yang timbul sebagai reaksi terhadap suatu stimulus tanpa keterlibatan kesadaran. Gerak refleks ini terjadi tanpa kemauan diri sendiri dan merupakan gerak dasar dari perilaku manusia yang telah dimiliki sejak lahir dan berkembang hingga dewasa. Gerak dasar fundamental merupakan pola gerakan yang menjadi dasar untuk ketangkasan gerak yang lebih kompleks. Gerakan ini terjadi atas dasar gerakan refleks yang berhubungan dengan badannya, merupakan bawaan sejak lahir dan terjadi melalui latihan. Kemampuan perseptual membantu seseorang menafsirkan stimulus secara tepat sehingga ia mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat menghasilkan perilaku yang efektif dan efisien. Kemampuan fisik adalah karakteristik fungsional dari semua organ kekuatan. Apabila kemampuan tersebut dikembangkan pada seseorang maka ia akan mempergunakannya secara benar dan efisien dalam melakukan suatu gerakan. Menurut Sumantri . 5, hlm. , bahwa: Tahap kemampuan motorik anak usia 4-5 tahun adalah mampu melakukan gerakan seperti: . Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik. Berjalan pada satu garis lurus dengan tumit dan jari kaki tengah sejauh 6 kaki. Berjalan mundur. Lomba lari. Melompat ke depan 10 kali. Melompat ke belakang . Roll/berguling ke depan. menangkap bola dengan dua tangan yang dilemparkan jarak 2 dan . melempar bola kecil dengan kedua tangan kepada seseorang berjarak 2 meter. Tahap kemampuan anak pendapat Rudiyanto . 6, hlm. usia 4-5 tahun meliputi: Berdiri di atas satu kaki yang lainnya selama 10 detik. Berjalan di atas papan keseimbangan ke depan dan kebelakang. Melompat kebelakang dengan dua kaki berturut-turut. Melompat dengan salah satu kaki. Mengambil salah satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola: . Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah di depan. Mengayun tanpa bantuan. Menangkap dengan mantap, ketika menangkap bola menggunakan dua tangan kemudian menariknya ke Menurut Sumantri . 5, hlm. , menyatakan bahwa: Terdapat komponen gerak dasar untuk mengembangkan kemampuan motorik pada anak usia dini yaitu: Lokomotor merupakan kemampuan untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Seperti anak melakukan jalan, lari, meluncur, dan skipping. Non Lokomotor merupakan pola gerak yang dilakukan di tempat. Contohnya. anak melakukan gerakan berayun, menarik, menolak, menekuk, memegang suatu benda, dan terakhir. Manipulatif merupakan gerak yang menggunakan alat, obyek lain yang melibatkan koordinasi tangan mata, koordinasi kaki tangan, koordinasi kaki mata. Contohnya anak melakuan gerakan melempar, menangkap, memukul. dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan tahap kemampuan motorik kasar anak usia dini meliputi . tahap gerak reflek . sia 4 bulan-1 tahu. , gerakan yang dilakukan secara tidaksengaja. tahap gerak permulaan . -2 tahu. , gerakan yang dilakukan oleh anak sejak lahir yang bergantung dengan gerak dasar. tahap gerak fundamental . -7 tahu. , dimana anak usia sekolah berada pada tahap ini. Gerakan yang dilakukan anak melalui aktivitas-aktivitas fisik melalui eksperimen dan eksplor kegiatan. kemampuan perseptual. kemampuan fisik. tahapan-tahapan ini akan didukung dengan komponen gerak seperti lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif, serta tahap perkembangan anak yang sesuai usianya akan mendukung kemampuan motorik kasar anak. Berikut tabel komponen gerak dasar motorik kasar. Komponen Gerakan Lokomotor Gerakan yang dilakukan Jalan, lari, meluncur, dan skipping Non lokomotor Gerakan berayun, menarik, menolak, menekuk, memegang suatu benda Manipulatif Koordinasi tangan mata, koordinasi kaki tangan, koordinasi kaki mata. Seperti menyentu, menggenggam, melepaskan Tabel 1. Komponen Gerak Dasar Motorik Kasar 139 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Menurut Suryanto . 5, hlm. motorik merupakan kemampuan yang bersifat lahiriah yang dimiliki seseorang untuk mengubah beragam posisi tubuh. Proses perkembangan kemampuan gerak seorang anak disebut dengan perkembangan motorik. Keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan self-concept atau kepribadian anak, contoh keterampilan motorik kasar yaitu keterampilan menggunakan otot-otot besar seperti menggerakan lengan dan berjalan. Pendapat Sit. Masgandi . 2, hlm. perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang Menurut Hurlock . i dalam Indrijati, 2016, hlm. perkembangan melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independen. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan pengendalian gerak tubuh dan otak sebagai pusat gerak. Gerakan ini secara jelas dibedakan menjadi gerak kasar dan halus. Menurut Rinasari . 3, hlm. , keadaan sekitar sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik anak, terutama lingkungan keluarga, selain itu motorik juga berarti perkembangan gerak pengendalian jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot-otot yang terkoordinasi. Gerak dasar motorik kasar pada anak Rinasari . 3, . mengatakan bahwa terdapat empat macam gerak dasar motorik kasar pada anak, seperti: berjalan, berlari, lompat dan lempar. Menurut Wiyani . 4, hlm. , fisik dapat diartikan sebagi jasmani, badan, dan tubuh. Sedangkan motorik diartikan dengan penggerak. Perubahan yang terjadi pada tubuh atau jasmani seseorang dapat mempengaruhi keterampilan gerak tubuhnya. Jadi perkembangan fisik motorik anak usia dini dapat diartikan sebagai perubahan bentuk tubuh pada anak yang berpengaruh terhadap keterampilan gerak tubuhnya. Menurut Dariyo . 6, hlm. , mengemukakan bahwa yang paling menonjol dan nampak pada diri individu adalah terjadinya perubahan fisik. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan fisik yang terjadi sangat cepat yakni sejak masa konsepsi hingga masa kelahirannya. Kemudian dilanjutkan masa bayi, anak-anak, remaja dan dewasa. Menurut Mulyani . 8, hlm. , perkembangan motorik yakni gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerjasama antara otot, otak dan saraf. Ciri-ciri gerakan motoris: gerak yang dilakukan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu. Gerak yang dilakukan tidak sesuai untuk mengangkat benda dan Gerak. Menurut Hasninda . 4, hlm. menyatakan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan sebagian besar atau sebagian anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri, sesuai pendapat Wiyani . 4, hlm. , motorik kasar adalah gerak anggota badan secara kasar atau keras, semakin anak menjadi dewasa dan kuat tubuhnya atau besar, maka gaya geraknya sudah berbeda pula. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan otot yang semakin membesar dan menguat. Pembesaran dan penguatan otot-otot badan tersebut menjadikan keterampilan baru selalu bermunculan dan semakin bertambah kompleks. Menurut Samsudin . 0, . , perkembangan motorik kasar bagi anak usia dini memiliki tujuan yakni memperkenalkan gerakan kasar, melatih gerakan kasar, meningkatkan kemampuan mengelolah, mengontrol gerakan dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan dan cara hidup sehat. Menurut Novitasari . 9, hlm. , bahwa: Motorik kasar memiliki beberapa tujuan yaitu . Mampu meningkatkan keterampilan gerak. Mampu memilihara dan meningkatkan kebugaran jasmani. Mampu menanamkan sikap percaya diri. Mampu bekerja sama dan . Mampu berperilaku disiplin, jujur, dan sportif. Pembelajaran di TK Aryandini dengan konsep learning by doing sangat membantu anak dalam peningkatan kemampuan motorik kasar melalui Manfaat perkembangan motorik bagi anak usia dini yaitu: . Mampu meningkatkan keterampilan gerak, . Mampu memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani, . Mampu menanamkan sikap percaya diri, . Mampu bekerja sama, . Mampu berperilaku disiplin, jujur, dan sportif. Perkembangan motorik kasar anak dinilai dari keterampilannya motorik anak itu sendiri. Keterampilan motorik kasar adalah kemampuan anak dalam menggerakkan otot besar atau sebagian tubuh atau seluruh tubuh dalam aktivitas motoriknya. Anak usia 3 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Meskipun memiliki rentang konsentrasi yang relatif pendek, mereka menjadi ahli pemecah masalah dan dapat memusatkan perhatian untuk suatu periode yang cukup lama jika topik yang diajarkan menarik bagi mereka. Permainan mereka bersifat sosial dan sekaligus pararel. Pada usia ini, anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan melakukan Gerakan. Kemampuan Motorik pada anak usia dini akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat dari segi fisik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa. Kemampuan motorik kasar akan memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan fisik anak terutama mengenai otot-otot besarnya. Adapun manfaat kemampuan motorik kasar anak usia dini menurut Hurlock . 8, hlm. yaitu melalui keterampilan motorik anak dapat menghibur dirinya untuk memperoleh perasaan senang. Contohnya ketika anak memiliki keterampilan memainkan tali, melompat, berlari, dan berjingkrak. Motorik anak akan beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dikehidupannya, akan menuju ke kondisi yang independent. Anak akan terbangun kepercayaan dirinya karena anak dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Manfaat yang dapat diambil adalah anak mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah yang baru, dan memungkinkan anak untuk bermain atau bergaul dengan teman sebayanya. Anak yang tidak normal dalam motoriknya, anak akan mengalami hambatan 140 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya. Anak yang memiliki kemampuan motorik sangat penting untuk kemampuan self concept atau kepribadian anak. Pertumbuhan dan perkembangan motorik akan berjalan dengan baik apabila memenuhi faktor-faktor yang penting untuk hal tersebut. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak. Gallahue . 7, hlm. menyatakan bahwa, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik, yaitu: . Faktor dari dalam diri. Arah perkembangan konsep dari arah perkembangan itu sendiri bersifat kumulatif dan Perkembangan pasti terjadi saat ada penyakit yang menghalangi pertumbuhan berat, tinggi, dan kemampuan bergerak anak, tetapi saat proses penyembuhan, anak tersebut bisa menyamai teman-temannya karena hal tersebut tidak terlihat langsung dalam setiap diri seseorang tetapi memerlukan jangka waktu untuk latihan dan pengalaman dan pengaruh dari kebudayaan. Faktor lingkungan beberapa tahun lalu seorang ahli memikirkan dan fokus pada penelitian pengaruh tingkah laku pengasuhan selama masa kecil dan anak usia dini yang berpengaruh pada akibat fungsi anak karena terjadi perbedaan yang besar terhadap jangka waktu ketergantungan, keberagaman faktor terhadap pengaruh pengasuhan perkembangan yang akan datang. Rumitnya akibat dan pengikat tersebut terjadi diantara orang tua dan anak selama bulan awal dan mengikuti umurnya. Faktor lingkungan ini terdapat dua komponen yaitu pengikat, stimulasi, dan pencabutan. Faktor fisik kemampuan motorik tidak berproses bebas. Hal tersebut tidak hanya berdasarkan faktor biologi terhadap pengaruh kondisi lingkungan dan tuntutan fisik. Interaksi keduanya faktor lingkungan dan biologi tentu termodifikasi dari perkembangan motorik selama masa kecil, anak usia dini, remaja dan dewasa. Umur kelahiran tidak normal, makan tidak teratur, tingkat kesehatan jasmani, dan faktor biomechanical, seperti perubahan psikologi dengan lanjut usia dan pilihan gaya hidup semua berpengaruh pada proses kehidupan yang panjang pada perkembangan motorik. Menurut Hurlock . 8, hlm. terdapat beberapa kondisi yang mempengaruhi dalam kemampuan motorik kasar anak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju perkembangan motorik, yaitu: . Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan yang mempunyai pengaruh yang menonjol terhadap perkembangan motorik. Seandainya dalam awal kehidupan pasca lahir tidak ada hambatan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, semakin aktif janin semakin cepat perkembangan motorik anak. Kondisi pralahir yang menyenangkan, khususnya gizi makanan sang ibu. lebih mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa pascalahir, ketimbang kondisi pralahir yang tidak menyenangkan. Kelahiran yang sukar khususnya apabila ada kerusakan pada otak akan memperlambat perkembangan motorik. Anak yang IQ-nya tinggi menunjukkan perkembangan yang lebih cepat ketimbang anak yang IQ-nya normal atau dibawah normal. Adanya rangsangan, dorongan dan kesempatan untuk menggerakkan semua bagian tubuh akan mempercepat perkembangan motorik. Rangsangan dan dorongan yang lebih banyak dari orang tua, maka perkembangan motorik yang pertama cenderung lebih baik ketimbang perkembangan motorik pada waktu lahir berada di bawah tingkat perkembangan bayi yang lahir tepat pada waktunya. Cacat fisik seperti kebutaan akan perlambat perkembangan motorik. Dalam perkembangan motorik, perbedaan jenis kelamin, warna kulit, dan sosial ekonomi lebih banyak disebabkan oleh perbedaan motivasi dan metode pelatihan anak karena perbedaan bawaan. Jadi dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan motorik anak usia dini adalah faktor dari dalam dan faktor dari luar. Kemampuan motorik anak usia dini akan dipengaruhi oleh kondisi anak sejak dalam kandungan hingga lahir dan anak mampu melakukan aktivitas-aktivitas motorik sesuai dengan tingkat usia anak. Kesehatan prima, lingkungan sehat dan berolahraga, menari akan meningkatkan kemampuan motorik anak secara optimal. Peningkatan kemampuan motorik kasar dalam pembelajaran di TK Aryandini dilaksanakan melalui pendekatan belajar sambil bermain sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak agar anak merasa nyaman dan gembira dalam menerima pembelajaran suatu tarian walaupun karateristik anak berbeda-beda ada yang pendiam dan ada yang aktif. Menurut Turyani . 8, hlm. menggambarkan bermain sebagai perkembangan utama selama anak-anak, dan dia membahas bagaimana situasi imajiner, anak-anak mendapatkan kesenangan yang maksimal dari menundukan diri dari peraturan. Dengan kata lain, kita bisa mengerti atribut penting permainan dengan sedemikian rupa sehingga aturan main menjadi motif tindakan. Mengingat penekanan Vigotsky pada imajinasi, bermain sebagai kesempatan bagi seorang anak untuk menjadi pencipta peraturan dan pemain majinatif. Saat bermain, anak-anak juga mengeksplorasi imajinatif, skenario kreatif mereka yang menarik dan bermakna. Pembelajaran seni tari sangat membantu anak untuk membentuk motorik kasar anak, pembelajaran yang menyenangkan menjadikan anak usia dini merasa nyaman. Seni tari untuk anak usia dini adalah suatu bentuk ekspresi seni yang menggunakan gerakan tubuh untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan imajinasi anakanak, selain itu seni tari dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan motorik, kretivitas, dan ekspresi diri, serta meningkatkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Pembelajaran di TK Aryandini dengan konsep learning by doing sangat membantu anak dalam peningkatan kemampuan motorik kasar melalui tarian. Pembelajaran seni tari untuk anak usia dini memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 141 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l No Kegiatan Laki-laki Jenis kelamin Perempuan Gerakan tubuh yang kreatif Mengikuti irama usic dan ritme Menggunakan property dan Mengembangkan cerita dan imajinasi melalui Gerakan tubuh Tabel 2. Pembelajaran Seni Tari untuk Anak Usia Dini Usia 4-6 tahun Menurut Mulyani . 6, hlm. Seni tari dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini dengan beberapa cara:. Mengembangkan koordinasi tubuh: Seni tari memerlukan anak untuk menggerakkan tubuh mereka dengan cara yang terkordinasi, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar. Meningkatkan keseimbangan dan kontrol: Seni tari dapat membantu anak mengembangkan keseimbangan dan kontrol tubuh mereka, sehingga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar. Mengembangkan kekuatan dan fleksibilitas: Seni tari dapat membantu anak mengembangkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh mereka, sehingga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar. Meningkatkan kesadaran tubuh: Seni tari dapat membantu anak mengembangkan kesadaran tubuh mereka, sehingga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar. Contoh gerakan tari yang dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini adalah: Berlari dan melompat. Mengangkat kaki dan tangan. Berputar dan berbalik. Mengikuti irama dan ritme. Peningkatan kemampuan motorik kasar yang diajarkan melalui tarian di TK Aryandini diantaranya tari balonku, tari gembira, tari payung, tari bebegig, dan tari banana cha-cha. Berikut tarian peserta didik di TK Aryandini. Gambar 3. Tari Balonku (Sumber: Otin Martini, 2. Gambar 4. Tari Gembira (Sumber: Otin Martini, 2. 142 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Gambar 5. Tari Payung (Sumber: Otin Martini, 2. Gambar 6. Tari Bebegig (Sumber: Otin Martini, 2. Gambar 7. Tari Banana Cha-cha (Sumber: Otin Martini, 2. Peserta didik yang sering berlatih pembelajaran seni tari dapat terlihat dari keaktifannya, seperti anak yang pendiam mereka belajarnya cukup di sekolah tetapi anak yang aktif mereka rajin berlatih selain belajar di sekolah mereka juga sering berlatih di rumah yang dibimbing oleh orang tuanya, seperti pada table berikut ini. Peserta didik Pendiam Aktif Jenis Kelamin Perempuan Usia 4 tahun Pelaksanaan Pembelajaran Latihan menari dikakukan hanya di Perempuan 4 tahun Latihan menari dilakukan disekolah dan dirumah Tabel 3. Hasil Wawancara Pembelajaran Seni Tari Menurut Murgiyanto . 4, hlm. tari adalah keindahan gerak tubuh dan irama dari ekspresi jiwa pelakunya. Tari adalah naluri, seolah emosi jiwa manusia mendorong seseorang untuk melakukan pencarian atas luapan rasa dengan menggerakkan tubuh luar bertempo dan kemudian membentuk pola tertentu. Setiawan . 9, hlm. , tari bagi anak berusia dini tidak hanya gerakan tari, tidak bermakna dan tidak bertujuan. Tarian untuk anak berusia dini merupakan suatu bentuk proses pendidikan anak supaya mampu mengendalikan dan menafsirkan gerak tubuh, memengaruhi perilaku dengan berbagai benda dan menciptakan keharmonisan tubuh dan pikiran. Menurut Puspita . 8, hlm. menjelaskan bahwa kegiatan pengembangan kemampuan motorik kasar pada anak dapat dilakukan dengan aktivitas pembelajaran tari. Sehingga pada pengembangan motorik dapat diterapkan beragam teknik pembelajaran untuk menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini hidup dan berwarna. Dengan tari, seorang 143 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l anak bebas dan leluasa dalam mengungkapkan gerak sesuai ide mereka namun tidak lepas dari bentuk yang positif dan aman. Lebih dari itu, seorang anak juga belajar untuk berimajinasi dan berfantasi mengenai sesuatu yang nantinya menjadi sebuah gerakan tari yang kreatif. Tarian kreatif cenderung mampu meningkatkan motorik. Seni tari merupakan ekspresi seni yang mengandung makna mendalam dari suatu budaya. Melalui gerakan, musik, dan kostum, tari menjadi cermin dari identitas suatu masyarakat. Sesuai dengan pendapat Nurdin. N . 8, . Pembelajaran tari bertujuan mendidik anak-anak melalui pengalaman hidup agar tidak canggung menggerakkan tubuh tetapi juga agar anak memahami, merasakan, menerima dan menjadi sahabat dari tubuh mereka sendiri. Selain itu, tujuan tari adalah untuk menciptakan lingkungan agar mendorong melahirkan individu yang kreatif. Pada suatu tarian gerak tari dapat membantu meningkatkan kecerdasan kinestetik bagi anak usia dini, gerak tari dapat membantu peningkatan motorik kasar anak dan dapat memberikan penguatan konsentrasi, keluwesan serta keindahan gerak, tidak hanya dalam penguasaan kinestetik . saja melainkan dapat memberikan keterampilan gerak tari yang diperoleh. Seni tari memiliki dampak yang baik terhadap perkembangan Dengan adanya tari dapat membuat anak lebih percaya diri. Percaya diri yang dimiliki siswa bisa dilihat ketika anak tidak merasa malu saat mengekspresikan diri dengan tarian di depan publik. Menurut Soerdarsono . 0, hlm. ada beberapa fungsi tari yaitu tari sebagai sarana upacara, tari sebagai sarana hiburan, tari sebagai sarana pergaulan, tari sebagai penyalur terapi, tari sebagai media pendidikan dan tari sebagai pertunjukan. Para pendidik sangat penting untuk mengenalkan kesenian tari pada anak, selain mengenalkan tentang kebudayaan juga dengan mengajarkan tari pada anak akan memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembangnya, seperti anak diajarkan koordinasi gerak motorik antara tangan, kaki, dan tubuh seirama dengan alunan lagu. Tari merupakan sebuah seni yang mempunyai konsep dan koreografi yang bersifat kreatif. Pengertian tari yang paling sederhana dikemukakan oleh tokoh sejarah musik dan tari dari luar dan dalam negeri seperti yang dikemukakan Hidajat . 6, hlm. berikut ini. Tari adalah gerakan yang ritmis . ance is rhythmic motio. , pengertian ini mengisyaratkan bahwa gerakan itu lebih besar berkaitan dengan pola waktunya sebagai sebuah proses terbentuknya rangkaian tubuh yang bermakna. Tari adalah gerak-gerik tubuh dan anggotaanggotanya yang diatur sedemikian rupa sehingga berirama. Tari adalah pernyataan gerak interaktif dari urat mengenai suatu perasaan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa tari sangat berurusan dengan perasaan, sensitivitas jiwa yang reaksional dengan menanggapi suatu stimulus dari luar atau reaksi spontan dari dalam diri . Tari adalah kerja rasa dari manusia yang penyalurannya melewati urat-urat. Pemahaman tentang gerak dan didalamnya secara implisit terdiri dari otot dan atau urat tubuh yang bersifat teknis. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak-gerak ritmis dan indah . Tari adalah keindahan bentuk dari anggota badan manusia yang bergerak, berirama dan berjiwa yang harmonis. Dari beberapa pengertian tari jika dilengkapi dengan kata seni maka maknanya sebagai berikut, seni tari merupakan hasil ekspresi jiwa yang diungkapkan melalui gerak anggota tubuh manusia yang sudah diolah secara khusus. Restika . 6, hlm. Pengolahan gerak tari dilakukan berdasarkan perasaan dan nilai-nilai keindahan. Jadi, gerak tari berbeda dengan gerak keseharian dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengungkapkan perasaan dengan gerakan. Hal ini sudah dilakukan jauh sebelum manusia mengenal kebudayaan dan peradaban sesai pendapat Hartono . 2, hlm. Gerakan-gerakan tersebut digunakan sebagai isyarat atau komunikasi. Lalu, mulai kapan gerakan gerakan itu diwujudkan dalam gerakan tari? Jika dilihat dari gaya penampilannya, seni tari mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Perkembangan seni tari juga dapat didasari atas kurun waktu atau tahapan zaman. Namun, sulit dipastikan kapan seni tari mulai disusun. Karakteristik gerak pada anak TK umumnya mereka dapat melakukan dengan berbagai kegiatan-kegiatan pergerakan menirukan. Apabila seorang guru dapat menunjukkan kepada anak didik suatu action yang dapat diamati . , maka anak akan mulai membuat tiruan action tersebut sampai pada tingkat otot-ototnya dan dituntut oleh dorongan kata hati untuk menirukannya. Kemampuan anak-anak dalam masa pertumbuhan selalu bergerak. Sejalan dengan perkembangan fisik serta mental anak, kegiatan gerak yang dilakukan mereka sangat bervariasi dan atraktif, biasanya gerak yang mereka lakukan berkenaan dengan dunia Dalam bermain anak-anak melakukan gerak kreatif dengan mengungkapkan berbagai ekspresi melalui simbol gerak. Pengekspresian simbol gerak berhubungan dengan penggunaan tubuh, pikiran, dan jiwa . yang tergabung dalam ekspresi non-fungsional dan komunikasi diri. Pembelajaran dengan metode menari bukan diselenggarakan di Indonesia saja, negara lain seperti London juga menggunakan metode yang sama. Seni tari bagi anak usia dini memilik makna suatu bentuk proses pendidikan anak supaya mampu mengendalikan dan menafsirkan gerak tubuh, memengaruhi perilaku dengan berbagai benda dan menciptakan keharmonisan tubuh dan pikiran sesuai pendapat Aryanto . 4, hlm. Kegiatan pengembangan kemampuan motorik kasar pada anak dapat dilakukan dengan aktivitas pembelajaran tari. Sehingga pada pengembangan motorik dapat diterapkan beragam teknik pembelajaran untuk menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini hidup dan berwarna. Dengan tari, seorang anak bebas dan leluasa dalam mengungkapkan gerak sesuai ide mereka namun tidak lepas dari bentuk yang positif dan aman. Lebih dari itu, seorang anak juga belajar untuk berimajinasi dan berfantasi mengenai sesuatu yang nantinya menjadi sebuah gerakan tari yang kreatif. Dari beberapa pendapat tersebut, pengertian tari untuk anak usia dini pada intinya tidak lepas dari makna peningkatan kemampuan motorik kasar sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Tarian yang diajarkan TK Aryandini disesuaikan 144 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l dengan usia perkembangan anak. Adapun tarianya adalah sebagai berikut: Tari Gembira. Tari Payung. Tari Banana Cha-cha. dan Tari Bebegig dan Tari Balonku. Peneliti mengamati 3 anak yang aktif dan 3 anak yang pendiam dalam masing-masing tarian. Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Nama Tarian Nama Kelompok Tari Gembira Tari Payung Tari Banana Chacha Tari Bebegig Tari Balonku Anak Pendiam Anak Aktif Anak Pendiam Anak Aktif Anak Pendiam Anak Aktif Anak Pendiam Anak Aktif Anak Pendiam Anak Aktif Jumlah / rata-rata Aspek Motorik Kasar yang diamati Kekuatan Kelentura Keseimbanga n Rata-rata Rata-rata anak aktif 802/80 791/79 791/79 Tabel 4. Penilaian Berdasarkan Tarian dan Kelompok Penilaian tarian yang dinilai dari aspek motorik kasar yang diamati pada lima tarian yaitu tari Balonku, tari Gembira, tari Payung, tari Bebegig, dan tari Banana Cha-cha, bahwa anak yang pendiam mendapatkan nilai 66 65 63 64 65= 323 dirata-ratakan nilainya menjadi 65 sedangkan anak yang aktif mendapatkan niai 95 95 92 94 94= 47 dirata-ratakan nilainya menjadi 94. Jadi perbedaanya antara anak yang pendiam dengan anak yang aktif nilainya selisih 29. Hasil pengamatan/observasi dan wawancara pada anak usia dini yang berusia 4 tahun kepada 3 anak yang pendiam dan 3 anak yang aktif maka nilanya lebih unggul adalah anak yang aktif, kesimpulannya peningkatan kemampuan motorik kasar melalui tarian perbedaanya sebanyak 29. Aspek kekuatan tubuh aspek pertama dari kemampuan motorik kasar anak yang diamati dalam penelitian ini adalah aspek kekuatan tubuh dalam menari, dimana anak mampu menari beberapa kali. Kemampuan motorik kasar anak juga dapat dilihat dari kekuatan anak untuk menari. Dari hasil pengamatan selama penelitian berlangsung menunjukan bahwa adanya pengaruh seni tari terhadap kemampuan motorik kasar anak dalam aspek kekuatan Aspek Keseimbangan aspek kedua ini dari kemampuan motorik kasar anak yang diamati dalam penelitian ini adalah aspek keseimbangan tubuh anak dalam berbutar pada saat melakukan kegiatan menari. Dari hasil pengamatan selama penelitian berlangsung. Menunjukan bahwa adanya pengaruh seni tari terhadap kemampuan motorik kasar anak dalam aspek keseimbangan tubuh. Jika anak mampu berputar 270 derajat dengan benar atau minimal Jika anak dapat berputar 180 derajat dengan benar, dan Jika anak tidak dapat berputar berarti tidak Aspek kelenturan tubuh aspek ketiga dari kemampuan motorik kasar anak yang diamati dalam penelitian ini adalah aspek kelenturan tubuh dalam menari, dimana anak mampu menari beberapa kali. Kemampuan motorik kasar anak juga dapat dilihat dari kekuatan anak untuk menari. Dari hasil pengamatan selama penelitian berlangsung menunjukan bahwa adanya pengaruh seni tari terhadap kemampuan motorik kasar anak dalam aspek kelenturan tubuh. SIMPULAN Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan sebagian besar atau sebagian anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik merupakan proses sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terkoordinasi dan tidak terampil kearah penampilan keterampilan motorik yang kompleks dan terkoordinasi dengan baik. Seni tari juga merupakan contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun. Kegiatan ini diketahui dapat melatih kekuatan dan fleksibilitas otot tangan, kaki, leher, dan otot tubuh lainnya. Terlebih, dalam menari terdapat gerakan-gerakan yang mengharuskan berbagai otot bekerja sehingga sejak kecil menari dapat terbentuk 145 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l motorik kasarnya pada anak sehingga tidak ada lagi anak yang pediam yang berdampak anak tersebut motorik kasarnya tidak optimal, jadi perlu adanya koordinasi atau kerjasama antara guru dan orang tua agar ada sinergitas dalam melatih peserta didik baik dirumah maupun di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di TK Aryandini mengenai pengaruh seni tari terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar yang dilakukan penelitian kepada 6 anak perempuan usia 4 tahun, yaitu 3 anak yang pendiam dan 3 anak yang aktif dengan aspek penilaian motorik kasar terdiri dari aspek kekuatan, keseimbangan dan kelenturan maka nilainya yang lebih unggul adalah 3 anak yang aktif, dengan perbedaan nilainya sebesar 29 dari 3 anak yang pendiam. DAFTAR PUSTAKA