REPRESENTASI KONFLIK SOSIAL DALAM FILM OMAR 2013 KARYA HANY ABUASSAD (SOSIOLOGI SASTRA) Naufal Adya Wijaya UIN Sunan Gunung Djati Bandung naufaladyawijaya20@gmail. Fadlil Yani Ainusyamsi UIN Sunan Gunung Djati Bandung fadlilyani@uinsgd. Rohanda Rohanda UIN Sunan Gunung Djati Bandung rohanda@uinsgd. ABSTRACT This research analyzes the representation of social conflict in the film "Omar" . by Hany AbuAssad through a literary sociology approach. This film depicts the life of a young Palestinian who is trapped between his personal aspirations and the political realities that limit him. Using qualitative analysis methods, this research explores the main themes that emerge in the narrative, characters and settings that reflect social and political dynamics in conflict zones. This study finds that AuOmarAy not only tells an individual story but also reflects the collective experience of the Palestinian community oppressed by the occupation. Through complex characters, the film depicts shifting identities, loyalty, and the struggle for freedom. These findings demonstrate that AuOmarAy serves as an effective medium for understanding and reflecting on deep social conflicts, as well as the challenges individuals face in a broader context. Therefore, this research contributes to the field of literary sociology by highlighting how art can provide a deeper understanding of social and political reality. Keywords: Social Conflict. Film. Sociology of Literature. Literature ABSTRAK Penelitian ini menganalisis representasi konflik sosial dalam film AuOmarAy . karya Hany Abu-Assad melalui pendekatan sosiologi sastra. Film ini menggambarkan kehidupan seorang pemuda Palestina yang terjebak antara aspirasi pribadinya dan realitas politik yang membatasi dirinya. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi tema-tema utama yang muncul dalam narasi, tokoh, dan latar yang mencerminkan dinamika sosial dan politik di zona konflik. Studi ini menemukan bahwa AuOmarAy tidak hanya menceritakan kisah individu namun juga mencerminkan pengalaman kolektif komunitas Palestina yang tertindas oleh pendudukan. Melalui karakter yang kompleks, film ini menggambarkan pergeseran identitas, kesetiaan, dan perjuangan kebebasan. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa AuOmarAy berfungsi sebagai media yang efektif untuk memahami dan merefleksikan konflik sosial yang mendalam, serta tantangan yang dihadapi individu dalam konteks yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi pada bidang sosiologi sastra dengan menyoroti bagaimana seni dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap realitas sosial dan politik. Kata Kunci: konflik sosial, film, sosiologi sastra, sastra PENDAHULUAN Film disebut karya sastra yang diciptakan oleh pengarang yang berisi teks cerita tentang kehidupan sehari-hari. Karena saat ini film sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat, nyatanya film sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat. Film selalu merekam fakta dan realitas yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat kemudian memproyeksikannya ke dalam layar (Sobur 2. Banyak film yang terinspirasi dari kisah nyata orang-orang yang digambarkan dalam film yang sangat menarik sehingga penonton dapat menangkap pesan yang disampaikan dalam sebuah film. Selain sebagai media penyampaian hiburan, film juga menjadi media penyampaian pesan kepada masyarakat. (Susanto, 1. menjelaskan bahwa kombinasi adalah cara menyampaikan pesan melalui gambar bergerak, serta penggunaan teknologi kamera, warna dan suara merupakan makna Kata sastra merupakan gabungan dari kata Sansekerta AusasAy yang berarti membimbing, mengajar atau memberi arahan. Kata sastra ini mempunyai akhiran AutraAy, dan biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu alat atau sarana (Teeuw 1. Sastra dan film merupakan dua media yang berbeda namun memiliki banyak kesamaan unsur. Film merupakan salah satu contoh genre sastra yaitu drama. Dilihat dari perkembangan zaman, drama semakin berkembang sehingga mempunyai makna yang lebih luas, mengingat apakah drama termasuk genre sastra ataukah drama sebagai salah satu cabang seni yang berdiri Drama bernaskah adalah genre sastra yang diselaraskan dengan puisi dan prosa. Sedangkan drama panggung merupakan salah satu jenis seni yang berdiri sendiri (Rokhmansyah, 2. Dalam sastra Arab, film juga bisa disebut al-filmu. Sebuah karya sastra yang ditulis untuk divisualisasikan dalam film. Film saat ini telah mengambil tanggung jawab untuk menyebarkan keberagaman dalam bentuk budaya, informasi, dan hiburan (Mutiara, 2. Konflik sosial seringkali menjadi tema utama dalam berbagai bentuk seni, termasuk film. Salah satu film yang menggambarkan kompleksitas konflik sosial adalah AuOmarAy . yang disutradarai oleh Hany Abu-Assad. Film ini menyajikan narasi mendalam tentang kehidupan seorang pemuda Palestina yang terjebak dalam dinamika penjajahan dan ketidakadilan. Dalam konteks ini, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan sosial yang kuat, mengajak penonton untuk memahami dan merefleksikan kondisi yang dihadapi masyarakat Palestina. Rene Wellek dan Austin Warren: Dalam bukunya AuTheory of LiteratureAy . Wellek dan Warren menyatakan bahwa sosiologi sastra mempelajari hubungan antara sastra dan masyarakat, termasuk bagaimana karya sastra dapat mencerminkan, mempengaruhi, dan membentuk kondisi sosial, serta serta bagaimana faktor sosial mempengaruhi penciptaan sastra (Wellek & Warren, 1. Sosiologi sastra adalah disiplin ilmu yang mengkaji hubungan antara sastra dan masyarakat, dengan fokus pada bagaimana karya sastra mencerminkan, mempengaruhi, dan dibentuk oleh kondisi sosial, budaya, dan politik di mana karya tersebut Disiplin ini mempelajari bagaimana karya sastra mencerminkan nilai, norma, dan permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat, berfungsi sebagai cermin yang menunjukkan realitas sosial. Selain itu, sosiologi sastra juga mengkaji bagaimana faktor sosial seperti kelas sosial, gender, etnis, dan kekuatan politik mempengaruhi proses penciptaan dan penerimaan karya sastra oleh masyarakat. Tidak hanya itu, peran tanda juga sangat mempengaruhi kehidupan sosial manusia (Ramadhan 2. Karya sastra dapat berfungsi sebagai alat kritik dan perubahan sosial, meningkatkan kesadaran tentang isu-isu relevan dan mendorong pembaca untuk berpikir kritis. Analisis dalam sosiologi sastra sering dilakukan terhadap tokoh, tema, dan struktur narasi yang menggambarkan konflik sosial dan dinamika kekuasaan dalam Dengan pendekatan interdisipliner ini, sosiologi sastra berfungsi untuk memahami bagaimana sastra tidak hanya mencerminkan tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan dan perubahan masyarakat. Konflik sosial menurut (Marx, 2011: . terdiri dari undang-undang yang memberi wewenang kepada aparatur kontrol sosial . eperti polisi, pengadilan, dan sistem penjara/lembaga pemasyarakata. untuk melakukan intervensi, di mana seluruh kekuasaannya digunakan terhadap orang-orang yang kemungkinan besar akan menjadi pelanggar hukum. dan perilakunya tidak dapat diatur. Konflik sosial dalam kajian sosiologi sastra mengacu pada konflik atau perbedaan nilai, kepentingan, dan identitas yang terjadi dalam masyarakat, yang tercermin dalam karya sastra. Dalam konteks ini, konflik sosial diartikan sebagai interaksi antagonistik antara individu atau kelompok yang mempunyai tujuan, nilai, atau kepentingan yang bertentangan, seringkali sebagai akibat dari ketidakadilan sosial atau perbedaan kekuasaan. Lewis Coser dalam bukunya AuThe Functions of Social ConflictAy . Coser berpendapat bahwa konflik sosial adalah suatu interaksi yang melibatkan konflik antar individu atau kelompok, yang muncul sebagai respon terhadap ketidakpuasan dan perbedaan Dalam karya sastra, konflik ini seringkali menjadi unsur naratif yang menggambarkan perebutan nilai dan kekuasaan dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan film Omar tahun 2013, dengan fokus pada konflik sosial antara tokoh utama . eorang penduduk asli Palestin. dan otoritas Israel (Coser, 1. Konflik sosial merupakan fenomena yang sering terjadi dan menjadi kenyataan di masyarakat. Konflik sosial menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai kepentingan yang berbeda satu sama lain. Setiap individu berusaha membela dan memperjuangkan kepentingannya masing-masing sehingga konflik tidak dapat dihindari (Susilawati 2. Karya sastra, seperti novel, puisi, dan film, menggambarkan konflik ini melalui tokoh, alur, dan latar yang mencerminkan permasalahan sosial yang relevan, seperti diskriminasi, kelas sosial, dan perjuangan hak asasi manusia. Analisis dalam penelitian ini berfokus pada karakter-karakter yang terlibat, motivasi mereka, dan tema-tema yang muncul, yang seringkali berkaitan dengan perjuangan kelas, identitas etnis, dan gender. Selain itu, konflik sosial dalam karya sastra mencerminkan dinamika masyarakat yang lebih luas, termasuk perubahan sosial dan gerakan politik. Melalui representasi konflik-konflik tersebut, sastra berfungsi sebagai alat kritik sosial, mendorong pembaca untuk mempertimbangkan isu-isu penting dan melakukan refleksi terhadap keadilan, hak asasi manusia, dan perubahan sosial, menjadikannya sebagai elemen sentral yang mengungkap realitas kompleks di masyarakat (Saladin dan Rohanda. Kajian sosiologi sastra seringkali mengeksplorasi bagaimana karya sastra mencerminkan konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui tokoh, tema, dan alur, karya sastra dapat menggambarkan konflik antar individu atau kelompok yang mempunyai nilai, kepentingan, atau identitas yang berbeda. Karya sastra tidak hanya mencerminkan konflik sosial, tetapi juga berfungsi sebagai cermin kondisi sosial yang lebih luas. Dengan memahami konteks penciptaan karya tersebut, pembaca dapat melihat bagaimana konflik sosial mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan dinamika masyarakat. Selain itu, sastra seringkali berperan sebagai alat kritik sosial, mengangkat isu-isu relevan dan menantang norma-norma yang ada. Dalam kajian sosiologi sastra, konflik sosial dapat dilihat sebagai pemicu terjadinya perubahan sosial, dimana karya sastra berfungsi untuk membangkitkan kesadaran dan mendorong diskusi mengenai ketidakadilan dan perjuangan. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa sosiologi adalah suatu kajian objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat. studi tentang institusi dan proses sosial (Damono, 1. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu konflik sosial, salah satunya adalah artikel penelitian Angela Putri Dinanti dengan judul penelitian AuKonflik Sosial dalam Film Alephia 2053Ay, penelitiannya membahas tentang bentuk, sebab dan fungsi sosial dari konflik sosial. konflik dalam film Alephia 2053 (Dinanti dan Sobari, 2. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik sosial, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis pada tokoh serta menjelaskan dampak konflik sosial seperti hilangnya kepercayaan pada suatu kelompok, kekerasan dan ketidakamanan, serta mobilisasi sosial dalam film. Omar 2013, film Omar 2013 merupakan film karya Hany Abu-Assad yang dirilis pertama kali pada tanggal 21 Mei 2013. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang pemberontak Palestina yang ingin membawa kejayaan bagi negaranya. Konflik sosial dalam film ini tergambar dalam cerita dimana kelompok pemberontak Palestina melakukan tindakan pelanggaran hukum dan kemudian dikenakan sanksi sehingga menimbulkan hilangnya kepercayaan, kehancuran dan ketidakamanan serta mobilisasi sosial. Menurut Saputri, dkk. Konflik sosial merupakan konflik yang terjadi akibat kontak sosial manusia dengan manusia lainnya (Saputri & Angi, 2. Dengan demikian, analisis mengenai bagaimana identitas-identitas ini direpresentasikan dalam karya sastra dapat memberikan wawasan tentang bagaimana konflik sosial terjadi dan bagaimana individu meresponsnya. Secara keseluruhan, kajian sosiologi sastra memberikan kerangka untuk memahami bagaimana karya sastra tidak hanya mencerminkan tetapi juga membentuk dan dipengaruhi oleh konflik sosial, sehingga menjadikannya sebagai alat penting untuk menganalisis dan merefleksikan realitas masyarakat. Untuk menganalisis konflik sosial, penelitian ini menggunakan teori sosial Lewis A. Coser dalam Wahid . Teori konflik Lewis menitikberatkan pada jenis-jenis konflik, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis, sebagai berikut: Konflik realistis adalah konflik yang bersumber dari rasa kecewa individu atau kelompok terhadap tuntutan tertentu dalam hubungan sosial. Konflik non-realistis adalah konflik yang bersumber dari salah satu pihak karena suatu tujuan yang ingin dicapai dengan mengkambinghitamkan seseorang. Berdasarkan pemaparan diatas maka penelitian ini akan membahas tentang konflik sosial tokoh film Omar 2013 dengan menerapkan teori konflik sosial Lewis A. sehingga dapat dirumuskan permasalahan yaitu apa saja jenis dan dampak dari konflik sosial karakter dalam film Omar 2013 karya Hany Abu-Assad? METODOLOGI PENELITIAN Film AuOmar 2013Ay yang disutradarai oleh Hany Abu-Assad menjadi sumber data utama dalam penelitian ini. Menurut Sunyoto, data asli yang peneliti kumpulkan sendiri untuk menjawab rumusan masalah penelitian disebut data primer (Sunyoto, 2. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, website dan sumber referensi lainnya. Menurut Yusuf . , keberhasilan pengumpulan data sangat ditentukan oleh kemampuan peneliti dalam mengapresiasi situasi sosial yang menjadi fokus penelitian. Film ini juga mendapat beberapa penghargaan, salah satunya adalah film "Omar 2013" yang meraih Un Sure Jury Regard Jury Prize di festival film Cannes 2013 dan terpilih sebagai entri Palestina untuk film berbahasa asing terbaik di Academy Awards ke-86. Menurut Sugiyono . , metode penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Kemudian menurut Rohanda, penelitian adalah segala kegiatan pencarian ilmiah, penyelidikan dan percobaan dalam suatu bidang tertentu, untuk memperoleh fakta atau prinsip baru dengan tujuan memperoleh pemahaman baru, meningkatkan taraf ilmu pengetahuan dan teknologi (Rohanda, 2. Berdasarkan penjelasan di atas maka metode yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif (Mukhtar, 2. Pendekatan kualitatif merupakan metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian film Omar . karya Hany Abu-Assad. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain menggunakan metode penelitian kepustakaan, kemudian mengumpulkan data dari berbagai sumber (Rohanda, 2. Penyaringan data dilakukan untuk menyajikan data yang sistematis. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik yang didasarkan pada data kualitatif tentang konflik sosial yang dialami tokoh utama dalam film Omar . karya Saadi Youssef. Kajian sosiologi sastra merupakan kajian yang memperhatikan kelas sosial dalam suatu Menurut Miles & Huberman . , analisis yang dapat memperkuat, memilih, memfokuskan dan membuang, serta mengorganisasikan data sedemikian rupa, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan akhir yang memberikan gambaran atau verifikasi itulah yang dengan reduksi data. Meringkas dengan memilih hal-hal yang pokok, kemudian memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola serta menghilangkan hal-hal yang tidak perlu merupakan kegiatan reduksi data. Gambaran akan tersampaikan dengan lebih jelas, dan pengumpulan data selanjutnya akan lebih mudah dengan menggunakan data yang direduksi (Mokharisma, 2. Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya (Wijaya, 2018:. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah menarik kesimpulan. Data yang telah disajikan dan rumusan masalah yang menjadi objek penelitian dapat dipahami dan selanjutnya dapat ditarik kesimpulan yang merupakan hasil penelitian. Metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data dalam penelitian ini. Hasil analisis data menggunakan metode informal disajikan dengan menjelaskan sumber data menggunakan kata-kata, tangkapan layar, dan kalimat yang baik dan mudah dipahami. HASIL DAN PEMBAHASAN Konflik sosial dapat terjadi pada tataran antar ruang kekuasaan. Ada tiga ruang kekuasaan yang dikenal dalam suatu sistem sosial, yaitu Auruang kekuasaan negaraAy. Aumasyarakat sipil atau kolektivitas sosialAy, dan Ausektor swastaAy (Osborne & B. Van Loon. , 1. Konflik dan dampak sosial yang terjadi pada Omar di film ini terpaksa terjadi akibat sanksi atas perilaku melanggar hukum saat itu. Dalam film ini seolah-olah masyarakat Palestina banyak memiliki pemberontak yang ditampilkan dalam film sebagai tokoh antagonis, karena saat itu ada beberapa kelompok pemberontak Israel yang ada dalam film tersebut. Ada beberapa akibat konflik, antara lain: hilangnya kepercayaan, kehancuran dan ketidakamanan, serta mobilisasi Gambar 1 Data 1 (Durasi 0:41:19-0:41:. Konflik Realistis Dampak: Hilangnya kepercayaan dan ketidakamanan "A "I oIA:ACA " AII I EIE OCOI IE CE EIOA A "oI OA:AIA A ONIE OI OIIAUAEA A "EOI IEE A:ACA A "II OA EEO OA I NN EIEOA:AIA " A O EI I O I O IAUAIN NA A "OIEI EO A I OEOIA:ACA Tarek: AuApa yang mereka inginkan?Ay Omar: AuMereka ingin aku menyerahkanmu. Mereka pikir kau yang membunuh prajurit itu. Ay Tarek: AuKita punya masalah yang lebih besar, ada pengkhianat diantara kita. Ay Omar: AuSiapa didalam Brigade yang tahu operasi ini?Ay Tarek: AuSiapa saja bisa jadi tersangka, entah itu Omar. Amjad, atau Aku sendiri. Ay Konteks Dalam adegan ini, setelah Omar keluar dari penjara karena ditangkap oleh tentara rahasia Israel. Omar berhasil bertemu kembali dengan teman-temannya di tempat persembunyian Brigade Yerusalem, kemudian Tarek bertanya apa yang terjadi di penjara. Omar mengatakan bahwa mereka . elompok Israe. ingin menangkapnya. Karena kelompok Israel mengira Tarek-lah yang menembak tentara mereka. Lalu Tarek mengumumkan bahwa ada pengkhianat di antara mereka. yang membuat kelompok tersebut mengalami masalah kepercayaan atau hilangnya kepercayaan satu sama lain. Sebab siapapun bisa saja menjadi pengkhianat yang kapan saja akan menghancurkan kelompoknya. Analisis Akibat ditangkapnya Omar saat dikejar oleh polisi rahasia Israel karena Omar dan kawankawan berhasil membunuh salah satu tentara Israel dan berhasil melarikan diri pada malam penembakan, maka dari itu polisi rahasia mengejar Omar dan kawan-kawan pada keesokan Suatu hari. Omar akhirnya tertangkap setelah dilakukan pengejaran. Setelah berhasil ditangkap, di penjara ia berhasil dijebak oleh agen Rami yang menyamar sebagai pengikut kelompok perlawanan Brigade Al-Aqsa, dari situlah Omar awalnya diperintahkan menjadi informan atau kolaborator mereka untuk menangkap Tarek Abd -Salam Namun ternyata Rami salah menilai penembaknya karena yang menjadi penembak dalam operasi malam itu adalah Amjad dan disanalah mereka merencanakan penyergapan terhadap agen Rami. Sebagaimana dijelaskan oleh Habib Alwi (Alwi, 2. , konflik sosial didasarkan pada kedudukan aktor-aktor yang berkonflik, konflik vertikal adalah konflik antar komponen masyarakat dalam suatu struktur yang mempunyai hierarki. Artinya dalam film tersebut Omar terpaksa menangkap Tarek atas perintah agen Rami, dimana kedua orang tersebut berasal dari kubu yang berbeda. Omar berasal dari kelompok perlawanan Palestina yang tentu saja menentang Israel dan agen Rami berasal dari Israel. Oleh karena itu, konflik horizontal juga tidak bisa lepas dari hal tersebut. yang mana seperti dalam (Alwi, 2. , konflik horizontal adalah konflik yang terjadi antar individu atau kelompok yang mempunyai kedudukan yang relatif sama. Contoh dalam film ini adalah adanya pengkhianat di kalangan Omar. Tarek. Amjad, dan kelompoknya yang membuat mereka ragu untuk mengambil tindakan, oleh karena itu mereka melakukan operasi penyergapan untuk menyergap agen Rami. Karena ada kekecewaan yang terlihat pada Tarek, maka dalam adegan ini dapat disimpulkan bahwa ini adalah konflik yang realistis dan karena adanya pengkhianat mereka juga merasa tidak aman dan tidak leluasa bergerak, oleh karena itu mereka perlu menghabisi pengkhianat tersebut terlebih dahulu baru kemudian melakukan operasi penyergapan. Gambar 2 Data 2 (Durasi 0:35:00-0:35:. Konflik Realistis Dampak: Hilangnya Kepercayaan A OEEI IA. A EOEOI AOCEA. A O OIE EONIA. A OE OI uE O EEA. A EI AUA "O AC I EA:AOIA AOON N EOE A A E OIEINI ICEA. A EI IE E A. A I O ECOI NA A E A. A AA. AAEA U U A u A. AI EA A EO NIEA. A E EI IOI A. A OOEOIE IOIAUA OII EONI IAUA OEOIE OA. a AOA A EO NIE I OEO NIE INOA. AO uE EOA A "EI A:AIA AA EE A A AOA. A "AOA:AOIA Rami: AuAku hanya ingin memperingatkanmu, berhati-hatilah. Pertama kau akan dikirimi matamata. Seorang tahanan yang bekerja untuk mereka. Untuk menjadi temanmu. Tapi ia dipasangi alat untuk merekam pengakuanmu. Hati-hati. Jangan bilang siapa-siapa apa yang ingin kau lakukan. Selama kau tak berbicara. Mereka tidak bisa menghukummuA dengarkan Jika kau mengakuA mereka akan membuatmu putus asa, dan selalu bergantung pada mereka, dan akan membuatmu sebagai kolaborator. Jangan pernah jadi kolaborator. Tidak ada jalan untuk kembali. Tidak ada jalan keluar dan tidak ada akhirnya. Ay Omar: AuAku tidak akan pernah mengaku. Ay Rami: AuBenarAbenar. Ay Konteks Saat makan siang di penjara. Omar didekati oleh seorang Lelaki tua yang mengaku anggota Brigade Al-Aqsa bernama Hasan Ismail. Saat itu Hasan bercerita kepada Omar bahwa Omar harus berhati-hati di sana karena ia akan dikirimi mata-mata yaitu seorang tawanan yang bekerja untuk Israel dan akan berusaha menjadi temannya serta akan membeberkan rahasia tentangnya karena ternyata para tawanan tersebut ada yang berada di pihak Israel, dan jika berbicara sedikit saja akan bisa menghukum para tawanan dan Israel akan menjadikan para tawanan itu sebagai kolaborator yang akan memata-matai kelompok perlawanan lainnya. Disana Hasan berbicara seolah-olah dia berada di pihak Omar. Omar pun melakukan kesalahan dengan mengatakan, "Saya tidak akan pernah mengakuinya. " Rupanya, menurut hakim di sana, pernyataan tersebut sudah cukup menjadi sebuah pengakuan. Omar tidak bisa menghindarinya dan dia akan dijatuhi hukuman 90 tahun penjara. Kecuali dia bersedia menjadi kolaborator di pihak Israel, dia tidak akan dipenjara lagi dan akan menjadi orang bebas jika menerimanya. Di penjara agen Rami terus membujuk Omar untuk menjadi kolaborator dan akhirnya Omar mengikuti apa yang diinginkan agen Rami karena mungkin Omar paham jika dia tidak menjadi kolaborator dia akan mati perlahan di penjara. Setelah berbicara dengan agen Rami, ternyata tebakannya salah. Agen Rami menduga Tarek-lah pelakunya, padahal dalam penembakan malam itu. Amjad-lah pelaku penembakan malam itu sebenarnya. Akhirnya. Omar menerima permintaan kolaborator tersebut dan diberi waktu satu bulan untuk membawa Tarek dan Omar pun kembali ke kotanya. Analisis Dengan pernyataan Omar. Israel bisa menghukumnya, namun jika Omar mau menjadi kolaborator, maka ia tidak akan dipenjara selama 90 tahun. Masalahnya adalah apakah Omar harus memilih hidupnya atau teman-temannya. Hal ini memunculkan potensi konflik dalam diri Omar karena ia harus menjadi mata-mata yang akan membuat kepercayaan temantemannya hilang dan benar saja di adegan selanjutnya Tarek mengetahui ada pengkhianat di antara mereka. Namun pada adegan berikutnya. Omar masih menggunakan gelar "kolaborator" untuk menjebak Rami, seperti yang terlihat pada adegan berikutnya ketika Omar memberi tahu teman-temannya bahwa Rami menginginkan penembak militer. Sesuai dengan perkataan Coser, menurut Coser semua hubungan sosial pasti mempunyai tingkat antagonisme, ketegangan, atau perasaan negatif tertentu (Johnson, 1. Dalam adegan tersebut dapat disimpulkan bahwa ini adalah konflik yang realistis karena Omar kecewa dengan Rami yang Gambar 3 Data 3 (Durasi 0:52:46-0:52:. Konflik Realistis Dampak: Hilangnya kepercayaan A "IOI A:AIOA A EOA OIEIEAUAAOA A OOCOEOI uIN E I OEOIAUA ACN EO II EAOA. AI IE IA "AEO NN EA Nadia: AuAmina menyebar isu bahwa kau pengkhianat. Banyak anak-anak Perempuan percaya, mereka bilang pasti itu benar, bagaimana kau bisa keluar dengan cepat?Ay Konteks Sejak Omar keluar dari penjara, ia kembali dikejar oleh polisi Israel, namun polisi kehilangan Omar karena Omar menyamar menggunakan beanie . yang diberikan oleh kekasihnya. Nadia. Mereka bertemu di jalan dan Omar memberitahu mereka bahwa akan ada penyergapan oleh Omar dan teman-temannya. Nadia kaget mendengar ada penyergapan karena dia tidak tahu apa-apa. Kemudian. Nadia menceritakan kepada Omar bahwa temannya menyebarkan rumor bahwa Omar adalah pengkhianat karena bagaimana mungkin seorang narapidana bisa dibebaskan begitu cepat. Di sana Omar merasa tidak dipercaya bahkan oleh pujaan hatinya karena melihat Nadia didekati oleh Amjad dan mengobrol, namun Nadia berdalih bahwa Amjad hanya menguatkan Nadia bahwa Omar bukanlah pengkhianat, namun Omar kesal dengan apa yang diketahuinya dan meninggalkan Nadia. Analisis Dalam adegan tersebut terlihat akibat dari hilangnya kepercayaan yang terjadi sebelumnya, karena konflik yang terjadi membuat Omar tidak dipercaya oleh siapapun termasuk kekasihnya yaitu Nadia, namun Nadia sebenarnya masih mempertimbangkan hal tersebut karena masih belum percaya dengan hal tersebut. Menurut Ratna dalam karya sastra yang mempertimbangkan aspek masyarakat termasuk ke dalam sosiologi sastra (Ratna, 2. Karena banyak orang yang menyebarkan rumor bahwa Omar adalah mata-mata karena dia keluar dari penjara dengan sangat cepat, oleh karena itu Omar menjadi kesal dengan semua tuduhan tersebut dan dia melanjutkan penyergapan tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat dua konflik dalam adegan tersebut, yaitu konflik realistis dan ada konflik nonrealistis. Konflik realistis yang terjadi pada scene ini adalah kekecewaan Omar terhadap Nadia karena dituduh sebagai pengkhianat dan Omar dijadikan kambing hitam . arena saat itu Omar belum sepenuhnya menjadi pengkhiana. Gambar 4 Data 4 (Durasi 0:57:06-0:57:. Konflik realistis Dampak: Ketidakamanan dan mobilisasi sosial A "IA:AOCA "A "NE I IE I I A:AIA Tarek: Terlambat. Ay Omar: AuApa kau yakin Hussam seorang pengkhianat?Ay Konteks Mereka sedang dalam penyergapan Rami disebuah restoran bernama Abu-Asad dan disana Omar dan teman-temannya menunggu, akan tetapi Amjad pergi meninggalkan Omar dan Tarek disana, lalu tidak lama mereka berdua diserang secara tiba-tiba yang mana Omar dan Tarek tidak bisa melawan dan hanya fokus melarikan diri saja tetapi yang berhasil melarikan diri hanya Tarek seorang. Omar tertangkap, dan Amjad tidak diketahui pergi Analisis Pada scene ini mereka bertiga Omar. Tarek, dan Amjad Bersiap untuk menyergap Rami seperti yang sudah dijanjikan oleh Omar dan Rami mereka akan bertemu di rumah makan Abu-Asad, selama mereka menunggu Rami datang Amjad pergi dari tempat duduk nya menuju belakang rumah makan itu, dan tiba-tiba Omar dan Tarek yang di sergap oleh pasukan Rami dan Omar berhasil ditangkap oleh Rami. Scene ini juga memuat mobilisasi sosial di mana Omar. Tarek, dan Amjad bertindak bersama untuk mencapai tujuan mereka yang mungkin dapat mengubah sejarah di Palestina. Konflik yang sengit dapat memicu pertikaian dan permusuhan yang tajam, sehingga dapat mengganggu suasana antar kelompok dalam masyarakat (Johnson, 1. Konflik realistis yang terdapat dalam adegan ini adalah Omar yang masih tidak percaya bahwa Husam adalah seorang pengkhianat yang membuatnya kecewa. Gambar 5 Data 5 (Durasi 1:00:46-1:00:. Konflik Realistis Dampak: Hilangnya kepercayaan dan kehancuran U A I EA. A E O I C E EIAUA "I O IA:AOIA AO OA IA EIO EIA A E I IOAUAE AA A E O IEAUa Rami: AuDengar Omar, aku tak bisa percaya padamu lagi. Kau tidak hanya pembohong, tapi juga terlibat dalam penyergapan terhadap kami. Maaf, aku tak bisa menolongmu. Ay Konteks Rami sudah tidak bisa mempercayai Omar lagi karena bukan hanya pembohong tapi juga terlibat dalam penyergapan mereka dan Rami sudah tidak bisa menolong Omar lagi Analisis Scene ini menunjukkan bahwasanya Rami sangat kecewa pada Omar karena ia berbohong dan juga ikut terlibat dalam penyergapan terhadap mereka, dalam teori konflik sosial menurut saya ini masuk pada hilangnya kepercayaan dan kehancuran karena dalam satu sisi Rami hancur karena kebohongan dari Omar dan membuat kepercayaan Rami hilang yang mengakibatkan Rami hampir kehilangan pekerjaannya juga, tetapi Omar meminta agar diberi satu kesempatan terakhir untuk menangkap Tarek dia mengatakan jika dia tetap di penjara ia akan meninggal ia pun sudah belajar dari kesalahan dan dari pernyataan itu lah Rami merasa iba pada Omar. Pada scene ini terdapat konflik realistis yang mana Rami sudah kecewa dengan Omar. Gambar 6 Data 6 (Durasi 1:04:18-1:04:. Konflik realistis Dampak: Ketidakamanan dan hilangnya kepercayaan A O E NN E OII EIAUA "OEE EII I OO O EOEA:AOIA Ramy: AuIni untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki rencana lain, karena alat ini akan menemukan Anda di mana pun Anda berada. Ay Konteks Setelah Rami memberikan kesempatan terakhir bagi Omar. Omar dipasangkan alat pelacak yang akan melacak nya kemana pun ia pergi jadi Omar tidak bisa bergerak dengan leluasa apalagi kabur disini juga Rami mempertaruhkan dirinya untuk Omar karena mungkin ia juga sudah akan kehilangan pekerjaan nya sebelumnya itu dan jika Omar gagal dalam kesempatan ini ia akan menyesal sudah pernah dilahirkan di dunia ini itu kata Rami. Analisis Akibat dari perbuatan Omar sebelumnya Rami jadi hilang kepercayaan terhadap Omar karena Omar hampir membuat Rami kehilangan pekerjaannya akan tetapi Rami merasa iba pada Omar dan memberikan satu kesempatan terakhir bagi Omar dan kali ini memberikan pengamanan pada kaki Omar yaitu sebuah pelacak yang akan melacak Omar kemanapun dia Dalam scene ini terdapat sebuah konflik yaitu hilangnya kepercayaan dan ketidak Rami hilang kepercayaan terhadap Omar, dan Omar kali ini tidak aman karena kakinya dipasangi pelacak. Konflik realistis dalam scene ini terdapat pada kekecewaan Rami. Gambar 7 Data 7 (Durasi 1:05:24-1:05:. Konflik Realistis Dampak: Hilangnya kepercayaan dan kehancuran A "E OE II E IEA:AIA A "ONA:AIOA "A "IA:AIA "!A "I A:AIOA Omar: AuAku harus berbicara denganmu. Ay Nadia: AuPergi. Ay Omar: AuApa?Ay Nadia: AuKau pengkhianat!Ay Konteks Dalam scene ini Omar menemui Nadia dijalan tapi Nadia pura-pura tidak melihat Omar karena Nadia sudah terpengaruh oleh isu-isu bahwa Omar seorang mata-mata disana Nadia terlihat kesal dan ingin menjauh dari Omar tapi Omar perlu bicara dengan Nadia, lalu mereka berbicara di tempat tersembunyi disana berbicara dengan Omar dengan intonasi kesal karena ia telah lama sekali menunggu janji dari Omar dan juga Nadia tidak mau bahwa isu Omar pengkhianat itu benar. Disana Omar tidak bisa menjawab pertanyaan Nadia dan langsung mengalihkan pembicaraan dan balik bertanya pada Nadia yaitu tentang rahasia Nadia yang pihak Israel ketahui dan Omar masih terfikir dalam kepalanya kalau ada sesuatu yang terjadi pada Nadia dan Amjad, karena Omar terus mencurigai Nadia. Nadia pun langsung pergi meninggalkan Omar sendiri, ia pun marah sekali dan tangannya berdarah karena memukul tembok dengan Analisis Pada scene ini Nadia terlihat kesal dan marah pada Omar karena ia tak kunjung diberikan kepastian oleh Omar dan Nadia percaya pada isu bahwa Omar adalah mata-mata karena banyak yang mengatakan bahwa Omar tidak menembak kembali tentara Israel pada saat itu. Dalam scene ini juga Omar langsung mengganti topik pembicaraan yang tertuju pada Nadia yaitu tentang rahasia yang diketahui oleh pihak Israel dan juga Omar membahas hubungan Nadia dengan Amjad yang Omar curigai. Terdapat konflik realistis dalam scene ini yang mana Nadia sudah kecewa sekali dengan Omar dan juga Omar kecewa dengan Nadia yang menganggap ia seorang pengkhianat. Gambar 8 Data 8 (Durasi 1:11:29-1:11:. Konflik non-realistis Dampak: Kehancuran "A " I OCOEOI I IOA:AIA A "EC IENA:AIA "A "IA:AIA AA A OEI E EO OE EI EIA. A "EEI OA IIO I EI ONA:AIA AII u EI OI INIA AOA AONOI OA A OIIO EEIA. AAOEAOI EE OA "!A "I EA:AIA :AIA A"CEI OOIO OA AOA Omar: AuApa yang mereka katakana tentang Nadia?Ay Amjad: AuAku menghamilinya. Ay Omar: AuApa?Ay Amjad: AuKita berdua akan mati kecuali ia mau menggugurkan. Polisi rahasia tahu tentang itu. Dan mengancamku jika aku tak mau bekerjasama dengan mereka, mereka akan membeberkan semuanyaA dan kita berdua akan mampus. Ay Omar: AuDasar Pembohong!Ay Amjad: AuBunuh aku dan dia juga akan mati. Ay Konteks Setelah melihat Nadia dan Amjad bertemu di sekolah dari atap rumah. Omar langsung menghampiri Amjad dan berjalan pulang bersamanya. Setelah berbasa-basi Omar langsung menangkap Amjad dan mengancamnya dengan pisau kecil dan Omar membongkar bahwa selama ini Amjad lah mata-mata tersebut ia telah mengkhianati Tarek dan Omar dengan memberitahukan Lokasi penyergapan, rahasia Nadia, dan setiap Lokasi Omar berada. Disana Omar terlihat marah sekali sampai ingin langsung membunuh Amjad akan tetapi setelah diancam Amjad mengatakan bahwa ia telah menghamili Nadia dan pihak Israel mengetahui hal itu, dan jika digugurkan Amjad dan Nadia akan mati. Amjad mengaku bahwa ia pun dipaksa menjadi kolaborator sama seperti Omar. Analisis Dari kejadian ini Omar telah mengetahui bahwa Amjad lah mata-mata sesungguhnya dial ah yang membeberkan semua rencana kelompok mereka demi mendapatkan Nadia, disana Omar marah besar dan tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar bahwa Nadia telah dihamili oleh Amjad, dari situ Omar hancur dan tidak bisa percaya denga napa yang dikatakan Amjad. Omar hampir saja membunuh Amjad akan tetapi Amjad mengatakan kalau ia dibunuh maka Nadia juga akan mati. Pada scene ini Amjad meng kambing hitam kan Omar yang membuat Omar sudah di cap sebagai pengkhianat oleh Nadia dikarenakan Amjad menyukai Nadia. Gambar 9 Data 9 (Durasi 1:13:45-1:13:. Konflik Realistis Dampak: Mobilisasi sosial dan ketidakamanan A "EOI I IN uE CA:AIA A "I E OA:AIA A OEI I EN I OOEAUA "EOI IEA:AIA Omar: AuKita harus datangi Tarek. Ay Amjad: AuAku tidak mau. Ay Omar: AuAku akan berada di sisimu, aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu. Ay Konteks Disini setelah amarah mereda Omar menyuruh Amjad untuk pergi menemui Tarek bersamanya, akan tetapi Amjad takut untuk bertemu Tarek karena ia tau akan dibunuh Tapi Omar bilang ia akan menjaga Amjad agar tidak dibunuh oleh Tarek. Lalu mereka pergi menemui Tarek. Setelah bertemu dengan Tarek mereka berdua langsung diperiksa dan ditemukan bekas luka sayatan di leher Amjad dan Tarek menemukan pelacak yang dipasang di kaki Omar. Karena hal itu Tarek sempat marah pada Omar karena setiap kali ia bersama Amjad dan Omar ia selalu saja di sergap dan menjadi tidak leluasa untuk bergerak akan tetapi Omar langsung memberitahu bahwa Amjad lah mata-mata tersebut. Disini Tarek marah besar dan langsung memukul Amjad. Omar pun langsung mencoba untuk melerai mereka. Amarah Tarek tak terbendung sampai ia mengambil pistol dari saku nya. Omar yang melihat itu langsung mencoba merebut pistol itu, akan tetapi pistol itu tidak sengaja pelatuk nya tertekan yang menyebabkan Tarek mati. Setelah itu Omar dan Amjad sangat merasa bersalah tapi mereka langsung menghubungi Rami untuk datang dan mengambil jasad Tarek. Rami merasa senang karena misi nya berhasil dan langsung pergi karena Omar sangat kesal dengan Rami dan dia langsung menyuruh Rami pergi dan meminta jasad Tarek untuk disembunyikan selama 2 bulan. Analisis Dalam scene ini Amjad terlihat bahwa terdapat mobilisasi sosial yang mana Amjad dan Omar mempunyai tujuan yang sama yaitu bertemu dengan Tarek yang mana ini bertujuan untuk memicu Tarek untuk memaafkan dan merubah kemarahan Tarek pada Amjad. Amjad juga terlihat merasa tidak aman karena ia tahu bahwa Tarek adalah temannya sekaligus pemimpin kelompok nya. Setelah bertemu dengan Tarek ternyata Tarek tidak berubah dan tetap marah dengan Amjad yang mana Tarek memegang pistol untuk menembak Amjad tapi malah ia yang tertembak dan mati seketika. Dari kejadian tersebut Omar dan Amjad merasa bersalah dan menyesal mereka hancur karena temannya telah mati. Dan setelah jasad Tarek dibawa oleh Rami Omar dan Amjad terlihat tidak aman karena jika hal ini diketahui oleh orang-orang mereka juga akan menjadi korban terlebih lagi jika hal ini diketahui oleh keluarga Tarek dan terutama Nadia, pastinya mereka akan dijauhi dan Nadia akan marah dengan mereka. Pada scene ini terdapat konflik realistis yang mana Tarek kecewa sekali dengan Amjad dan Omar setelah apa yang Tarek Gambar 10 Data 10 (Durasi 1:25:38-1:25:. Konflik Realistis Dampak: Ketidakamanan A EOI IEOI EN IE IA. A E C I EOE EE II EOA. AOE NA A "IO EC OE II OA:AOIA A I A I O u EA IO EE I AENA. A I OI OIOA. AOIEII IEA Rami: AuKami ingin menangkap Muhsen Ali-Taha. Kupikir kau tidak punya banyak pilihan. Kami punya informasi ia pernah bertanya tentangmu. Kita bisa menghancurkanmu. Kau. Amjad, dan Nadia. Kau tahu apa yang akan terjadi jika Nadia tahu segala yang telah kau lakukan?Ay Konteks Setelah 2 tahun lamanya Omar tidak bertemu dengan Amjad dan Nadia ia didatangi oleh Muhsen Ali-Taha pemimpin Brigade Yerussalem yang baru. Omar ditanya mengenai Amjad dan kematian Tarek yang janggal, akan tetapi Omar tidak menjawab dengan jujur. Lalu Muhsen akan mencari tahu nya tanpa bantuan Omar. Keesokan pagi nya Omar bekerja seperti biasa sebagai pembuat roti, lalu ia didatangi oleh Rami lagi, dan ternyata maksud dan tujuan Rami mendatangi Omar adalah untuk menangkap Muhsen Ali-Taha pemimpin Brigade Yerussalem yang baru. Jika Omar tidak mengindahkan permintaan Rami ia mengancam Omar akan menyebarkan rahasia yang lalu kepada semua orang tak terkecuali Nadia dan juga Amjad, dan Nadia akan mati jika Omar tidak mau bekerjasama. Analisis Terlihat ketidakamanan yang dirasakan oleh Omar karena ia terus saja didatangi oleh Rami yang mengancam untuk menjadi kolaborator jadi walaupun Omar telah membantu Rami menangkap atau membawa kepala Tarek, nyatanya Rami masih saja menjadikan Omar sebagai kolaborator yang bisa seenaknya ia manfaatkan karena Rami sudah mengetahui kelemahan dari Omar. Jadi dalam film ini menunjukkan bahwasanya Israel tidak mengenal ampun pada Palestina seperti yang ditunjukkan pada scene ini yaitu Omar tetap saja tidak bebas dari Rami yaitu pihak Israel dan ia tetap harus mengikuti apa yang disuruh untuk mencapai tujuan Pada scene ini terdapat konflik realistis karena tokoh bernama Muhsen Ali-Taha terlihat kecewa pada Omar yang tidak mau bekerja sama dalam penyelidikannya. Gambar 11 Data 11 (Durasi 1:28:47-1:29:. Konflik Realistis Dampak: Kehancuran "A "EI INIA:AIA A OE IN NOIA. A "OE C OA EEO EIOO EOE EI OA:AIOA "A EO eAUA "C OE CE OINA:AIA "A EIA. A EI EAUA "EA:AIOA Omar: AuBerapa usia mereka?Ay Nadia AuTarek lahir pada saat peringatan setahun pemakaman kakakku. Dan Abla usianya 2 Ay Omar: AuTarek lahir prematur, bukan?Ay Nadia: AuTidak, untunglah. Kenapa?Ay Konteks Disini Omar datang ke rumah Amjad dan Nadia yang telah menikah dan ternyata di rumah nya Amjad sedang pergi dan akan kembali 2 menit lagi, akan tetapi Nadia mempersilahkan Omar untuk menunggu di rumahnya dan mereka pun mengobrol tentang anak nya Nadia yang bernama Tarek dan Abla. Analisis Di dalam scene ini Omar yang mengobrol dengan Nadia terkejut karena ternyata anak Nadia tidak lahir prematur berbeda dengan perkataan Amjad pada scene sebelumnya yang mana Amjad mengatakan bahwa anaknya akan lahir prematur. Karena hal itu lah perasaan Omar hancur dan merasa tidak karuan karena ia merasa dibohongi oleh teman sendiri. Disini terdapat konflik kehancuran yang mana Omar hancur karena merasa telah dibohongi dan dikhianati oleh temannya sendiri Amjad sebagai pelaku dan Omar sebagai korban dalam hal ini mereka adalah teman sedari kecil yang sama-sama berada dalam kelompok perlawanan. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat konflik realistis pada scene ini karenaa Omar merasa kecewa telah dibohongi oleh Amjad begitupun dengan Nadia yang menjadi korban juga. KESIMPULAN Omar adalah seorang pemuda Palestina yang termasuk kedalam kelompok perlawanan yaitu Brigade Yerussalem yang mana ia tidak sendiri. Disana ia ditemani dengan teman-teman masa kecilnya yang mana salah satu dari mereka adalah pemimpin kelompok tersebut yaitu Tarek. Tarek ternyata memiliki seorang adik Perempuan yaitu Nadia yang ternyata Omar dan Nadia sudah menjalin hubungan, namun Amjad ternyata menaruh ketertarikan juga pada Nadia dan hal ini lah yang menjadikan banyak konflik yang terjadi dalam film ini. Mulai dari hilangnya kepercayaan dalam kelompok tersebut karena ada seorang pengkhianat yang memberikan informasi pada pihak Israel yang menjadikan semua pergerakan kelompok tersebut ketahuan, lalu ada kehancuran yang mana ada beberapa tokoh dalam film ini yang hancur karena perbuatan orang lain maupun perbuatannya sendiri, ketidakamanan dalam film ini ada beberapa tokoh yang merasa tidak aman karena dirinya merasa diawasi oleh pihak Israel, dan juga terdapat mobilisasi sosial dalam film ini yang terjadi antara Omar dan Amjad dan juga beberapa tokoh lain dalam hal ini mereka berusaha untuk mencapai tujuan bersama yaitu memperjuangkan hak-hak yang mereka miliki. Hasil dari pembahasan diatas menunjukkan ada beberapa data konflik sosial yang ada dalam film ini, data tersebut menjelaskan bahwa terdapat konflik realistis dan juga konflik nonrealistis yang ada dalam film Omar 2013 lalu ada juga dampak dari konflik sosial yang terjadi, mulai dari hilangnya kepercayaan, mobilisasi sosial, kehancuran, dan ketidakamanan. Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas peneliti meminta kritik dan saran yang membangun atas penelitian ini karena mungkin penelitian ini memang belum sempurna akan tetapi dapat berkontribusi untuk penelitian selanjutnya yang mungkin mempunyai teori atau objek yang sama pada penelitiannya. DAFTAR PUSTAKA Alfian Rokhmansyah. Studi dan pengkajian sastra: perkenalan awal terhadap ilmu Graha Ilmu. Coser. Lewis. The Functions of Social Conflict. Free Press. Habib Alwi. Pengantar Studi Konflik Sosial: Sebuah Tinjauan Teoretis (Suprapto. Ed. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Johnson. teori sosiologi: klasik dan modern. Terj. Robert M. Lawang. Gramedia. Johnson. teori sosiologi: klasik dan modern (Jilid II). Terj. Robert M. Gramedia. Marx. Kapital Buku II. Hasta Mitra. Miles. , & Huberman. Analisis Data Kualitatif. Penerbit Universitas Indonesia. Mukhtar. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Referensi (GP Press Grou. Ni Luh Steckey Hokky Mokharisma. Wayan Nurita, & Betty Debora Aritonang. Konflik Sosial dalam Film Manbiki Kazoku Kajian Sosiologi Sastra. Jurnal Program Studi Sastra Jepang (JANARU SAJA), 11, 1Ae8. Osborne. , & B. Van Loon. Mengenal Sosiologi: For Beginners. Ed. Richard Appignanesi. Terj. Siti Kusumawati A. Mizan. Rohanda. Metode Penelitian Sastra: Teori. Metode. Pendekatan, dan. Praktik. LP2M UIN SGD Bandung. Diakses dalam https://digilib. id/id/eprint/89761 Ratna. Paradigma Sosiologi Sastra. Pustaka.