Adriani, dkk HUBUNGAN USIA DAN GRAVIDA TERHADAP KUNJUNGAN ANC Adriani1. Ike Sri Wahyuni2 AeAProgram Studi Di Kebidanan. STIKES Al-SuAoaibah Jl. Kol H Burlian KM 6,5 Sukarami Palembang Email: ririe. sedarman@gmail. com1, ikesriwahyuni0@gmail. Abstrak Pelayanan asuhan kebidanan kehamilan dilakukan untuk dapat mendeteksi komplikasi pada kehamilan serta menentukan penatalaksanaan yang tepat pada komplikasi tersebut. Penurunan AKI dan AKB saat ini semakin berat seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19 sejak awal 2020 hingga Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah usia ibu dan gravida berpengaruh terhadap kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Lismarini Palembang. Jenis penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil trimester 3 yang melakukan kunjungan ANC di BPM Lismarini Palembang sedangkan sampel adalah sebagian dari ibu hamil trimester 3 yang melakukan kunjungan ANC di BPM Lismarini Palembang yang memenuhi syarat inklusi dan ekslusi dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kunjungan ANC di BPM Lismarini . value 1,. , dan ada hubungan antara gravida dengan kunjungan ANC di BPM Lismarini . value 0,. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan variabel gravida berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care di BPM Lismarini. Kata kunci : kunjungan ANC, usia, gravida. Abstract Pregnancy midwifery care services are carried out to be able to detect complications in pregnancy and determine the appropriate management of these complications. The decline in MMR and IMR is currently getting worse along with the Covid-19 pandemic since early 2020 until now. The purpose of this study was to determine whether the age of the mother and gravida had an effect on the visit of Antenatal Care (ANC) at Lismarini Palembang's Independent Midwife Practice (PMB). This type of research is a quantitative research using an analytic survey method with a cross sectional approach. The population of this study was all 3rd trimester pregnant women who had ANC visits at BPM Lismarini Palembang, while the sample is part of the 3rd trimester pregnant women who make ANC visits at BPM Lismarini Palembang who fulfill the inclusion and exclusion requirements. Samples were taken by accidental sampling technique used was univariate analysis followed by bivariate analysis. Statistical test results showed that there was no significant relationship between maternal age and ANC visits at BPM Lismarini . and there was a relationship between gravida and ANC visits at BPM Lismarini . From the results of the study it can be concluded that the gravida variable is related to antenatal care visits at BPM Lismarini. Keywords: ANC visits, age, gravida. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk PENDAHULUAN Pembangunan suatu negara salah satunya akan berfokus pada kesehatan, hal ini merupakan investasi sumber daya pada suatu negara, agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya suatu memprioritaskan pembangunan (Alvaro. Salah satu pembangun kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah adalah Pembangunan keluarga dianggap sangat penting karena merupakan awal dari perwujudan keluarga yang berkualitas. Keluarga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anggota Di dalam keluarga. Ibu dan anak menjadi kelompok yang paling rentan dan beresiko kesehatannya. Hal ini dikaitkan dengan fase kehamilan, persalinan dan nifas yang harus dilalui ibu, dan fase tumbuh kembang yang akan dilewati seorang anak (Hardhana, 2. Saat ini angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih sangat tinggi. World Health Organization (WHO) sebagai organisasi dunia juga sangat memberi perhatian khusus terhadap keadaan ini, oleh karena itu sudah menjadi visi WHO yaitu menurunkan AKI dan AKB dengan berkualitas bagi setiap ibu hamil dan bayi yang baru lahir dimulai sejak awal ibu hamil sampai dengan nifas (Kesga, 2. Kehamilan sendiri dimaknakan sebagai satu rangkaian proses, dimana proses ini akan diawali dengan adanya pertemuan sel telur dan sel sperma, dan selanjutnya terjadi membentuk zigot, zigot kemudian akan tumbuh dan berkembang dalam rahim hingga bersalin kurang lebih selama 42 minggu (Januarto et al. , 2. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang diberikan wewenang untuk dapat memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada kehamilan ibu dan memberikan perawatan pada bayi baru lahir. Tujuan dilakukan asuhan kehamilan ini antara lain untuk mempersiapkan kesehatan ibu hamil dan bayinya secara maksimal dari segi fisik, sosial maupun mental. Antenatal care memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas hal ini disebabkan karena dalam antenatal care (ANC) terkandung beberapa komponen penting yaitu antara lain memberikan promosi kesehatan, melakukan skrining awal komplikasi, menegakkan diagnosis dan tindakan pencegahan penyakit (Priyanti et al. , 2. Promosi kesehatan yang diberikan antara lain tentang seputar kebutuhan gizi, kebersihan gigi, personal Selain itu bidan juga sebaiknya menjelaskan tentang proses persalinan dan menyusui yang akan dihadapi sejak dini, dan jika ditemukan komplikasi kehamilan bidan dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat pada komplikasi tersebut (Fatimah & Nuryaningsih, 2. Berdasarkan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI, 2. pada buku Kesehatan Ibu dan anak (KIA) jumlah kunjungan minimal ibu hamil dalam satu periode kehamilan yaitu sebanyak 6 kali ke bidan dan dilengkapi dengan 2 kali kunjungan ke Dokter Spesialis, jumlah ini akan dibagi ke dalam 3 trimester kehamilan. Kunjungan minimal ibu hamil ke bidan yaitu di trimester 1 . -12 mingg. yaitu sebanyak 2 kali, pada trimester 2 . -24 mingg. minimal kunjungan 1 kali, dan kunjungan minimal di trimester 3 ( 24-40 mingg. yaitu 3 kali. Selain anjuran untuk memeriksakan kehamilan ke bidan, ibu juga sebaiknya memeriksakan kehamilannya ke Dokter Spesialis minimal 1 kali di trimester 1 dan 1 kali di trimester 3 (Kemenkes RI, 2. tahun 2020, cakupan K4 di Indonesia hanya mencapai 84,6%, jumlah ini mengalami penurunan dari yang sebelumnya mencapai 88,5% ditahun 2019. Hal ini diasumsikan karena pada tahun 2020 awal terjadinya pandemi Covid-19. Cakupan K4 tertinggi diraih oleh Provinsi DKI Jakarta yaitu Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk sebesar 98,9% dan cakupan K4 terendah diraih oleh Provinsi Papua sebesar 27,5%. Terdapat 14 provinsi di Indonesia yang capaian K4 melebihi standar capaian nasional yang salah satunya yaitu Provinsi Sumatera Selatan dimana capaian kunjungan K4 sebesar 90,9 % (Hardhana, 2. Berdasarkan hasil data pelaporan dari Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tahun 2020, jumlah kunjungan pertama kehamilan (K. mengalami penurunan menjadi 91,4% dari 99,6% di tahun 2019. Sedangkan jumlah kunjungan keempat kehamilan (K. pada tahun 2020 hanya mencapai 89,8% dari jumlah keseluruhan ibu hamil di Kota Palembang yaitu 26. 989 orang (Sartik et al. Puskesmas Alang-Alang Lebar merupakan salah satu Puskesmas yang berada di wilayah kerja Kota Palembang, dimana Praktek Mandiri Bidan (PMB) Lismarini berada di kawasan kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar. Pada tahun 2020 tercatat K4 di Puskesmas Alang-Alang Lebar mencapai 67%, jumlah ini menurun dari jumlah tahun-tahun sebelumnya, hal ini mungkin disebabkan karena adanya pandemi Covid-19, ibu-ibu mengurangi aktivitas mereka keluar rumah, termasuk untuk memeriksakan kehamilan mereka (Sartik et al. , 2. Berdasarkan data rekam medik dari Praktek Mandiri Bidan Lismarini pada tahun 2021 tercatat 521 jumlah ibu hamil, dengan jumlah keseluruhan kunjungan ibu hamil yaitu Kunjungan K1 selama tahun 2021 sebanyak 924 orang, dan jumlah kunjungan K4 sebanyak 597 orang jika dilihat perbandingan (Rekam Medik PMB Lismarini, 2. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menganalisis penyebab ibu hamil mau melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) ataupun sebaliknya. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Fitriani . Di Puskesmas Pasar Rebo Jakarta Timur didapatkan bahwa ternyata pendidikan dan usia ibu saat hamil memberikan pengaruh pada ibu melakukan kunjungan ANC (Fitriani, 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh didapatkan bahwa ada hubungan gravida dengan keinginan ibu melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Sewon II Bantul (Istiqomah, 2. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan yaitu metode survey analitik dengan pendekatan Crossectional Design. Jenis Penelitian Penelitian pendekatan kuantitaf pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Waktu dan Tempat Penelitian Penyusunan proposal penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Januari 2022, kemudian berlanjut dengan pengambilan data sampel hingga bulan April 2022. Selanjutnya data diolah hingga didapatkan Proses penelitian ini selesai pada bulan Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan di BPM Lismarini Palembang, yang beralamat di Perumahan Talang Kelapa Blok 7 RT 06 No. C07/04 Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang. Target/Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil trimester 3 yang melakukan kunjungan ANC di BPM Lismarini Palembang sedangkan sampel penelitian adalah sebagian dari ibu hamil trimester 3 yang melakukan kunjungan ANC di BPM Lismarini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental Kriteria inkulisi yaitu ibu hamil dengan usia kandungan 27-42 minggu, memiliki buku KIA, sudah pernah melakukan ANC di TM 1 dan 2, sedangkan kriteria ekslusi yaitu ibu hamil yang baru memeriksakan kehamilannya di trimester 3 Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk dan ibu yang tidak mau menjadi sampel Prosedur Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 Tahap pertama adalah perizinan dari isntitusi dan lahan. Tahap kedua yaitu pengisian inform consent dimana seluruh responden wajib mengisi inform consent persetujuan untuk menjadi responden penelitian dan bersedia bahwa hasil analisa data akan dipublikasikan. Tahap ketiga adalah pengumpulan data dengan cara mewawancari responden dengan panduan kuisioner penelitian. Tahap keempat adalah pengumpulan serta analisa data. Data. Intrumen. Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh penelitinya sendiri yaitu berupa data kejadian ketaatan kunjuangan Antenatal care, usia ibu, gravida, faktor ekonomi, dan faktor dukungan suami. Pada saat pengambilan data penelitian ini, maka peneliti melakukan wawancara langsung kepada responden berdasarkan koesioner yang telah disusun, sedangkan data sekunder adalah data yang diambil dari hasil laporan suatu instansi antara lain Profil kesehatan Indonesia. Profil Sumatera Selatan. Profil Kota Palembang dan rekam medik dari BPM Lismarini Pengambilan dilakukan oleh peneliti setelah menyiapkan Instrumen yang disiapkan berupa Kuesioner tersebut memuat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan variabel penelitian yang akan dikumpulkan yaitu jadwal kunjungan ANC, usia ibu, dan jumlah kehamilan . Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan melalui dua tahapan yaitu tahap pengolahan data dan tahap analisis data. Tahap pengolahan data meliputi editing . , coding . , entry . nput dat. , dan . embersih Editing . pada tahapan ini semua data diperiksa kelengkapannya, kebenaran pengisiannya. Data harus dapat terbaca oleh peneliti dan sesuai dengan Coding . pada tahap ini hasil pendataan dikumpulkan dalam kolom data mentah, kemudian diberikan koding sesuai dengan definisi operasional yang sudah Pemberian kode dengan dengan diberi tanda angka 1 . dan 2 . Penggunaan dimaksudkan akan terbaca oleh sistem sehingga data dapat diolah dengan menggunakan aplikasi komputer SPSS. Entry . emasukan dat. pada tahap ini. Data yang sudah dikoding, dicek kembali kemudian data diinput pada aplikasi komputer SPSS. Cleaning . embersihan dat. ditahapan ini data sebelum diolah, maka data di periksa kembali. Data yang tidak diperlukan bisa dibersihkan. Data yang disajikan dalam bentuk tabel sistribusi frekuensi dan dilakukan analisis univariat dan bivariate secara uji statistic manual chi-square. Analisa univariat dilakukan untuk setiap variabel penelitian, penelitian dependen yaitu kepatuhan melakukan Antenatal care dan variabel independen . sia ibu, gravid. Analisisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel independen dan Dalam penelitian ini analisis bivariat dilakukan untuk hubungan antara variabel independen yaitu usia ibu dan gravida dengan variabel dependen kepatuhan kunjungan Antenatal Pengujian dilakukan secara statistic yaitu uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan confidence interval (CI) 95%. Pengambilan data statistic dilakukan dengan membandingan nilai probability . dengan nilai 0,05 artinya kedua variabel tersebut tidak berada secara signifikan. Analisis ini dilakukan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk dengan menggunakan metode komputerisasi statistical package for the social sciene (SPSS). Jika p value O 0,05 yang berarti ada hubungan yang sigifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Jika p value > 0,05 tidak ada hubungan yang signifikasi antara variabel independen dan variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis data terbagi menjadi dua tahapan menjadi dua yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis akan dilakukan pada setiap variabel dari penelitian baik independen maupun variabel dependen, hal ini bertujuan agar setiap karakteristik variabel penelitian dapat dideskripsikan dengan baik. Analisis Univariat Pada analisis univariat dapat dilihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel penelitian yang meliputi variabel ketaatan melakukan kunjungan ANC . ariabel depende. dan variabel usia ibu, dan gravida . ariabel independe. Ketaatan Melakukan Kunjungan ANC Penelitian ini dilakukan pada 55 responden ibu hamil dengan usia kehamilam di trimester 3. Pengukuran variabel ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel ketaatan melakukan Antenatal care (ANC) ini dibagi menjadi dua kategori yaitu ya jika responden patuh dalam melakukan ANC dan tidak jika responden tidak patuh dalam melakukan ANC. Kunjungan ANC jika berdasarkan buku Kesehatan Ibu dan Anak terbaru (Kemenkes RI, 2. minimal 6x melakukan ANC dengan bidan dalam 1 kehamilan, dengan rincian 2 kali di trimester satu, 1 kali di trimester dua, dan 3 kali di trimester tiga. Responden akan termasuk kelompok patuh ANC jika melakukan ANC minimal 6 kali atau lebih, dan responden termasuk kelompok tidak patuh jika ANC tidak mencapai 6 kali kunjungan. Tabel 1. Distribusi Frekuensi kunjungan ANC Di BPM Lismarini Palembang Kunjungan ANC Tidak Jumlah (%) Dari data diatas dapat diketahui bahwa responden yang melakukan ANC selama kehamilan sejumlah 40 responden . ,7%), sedangkan responden yang tidak lengkap melakukan ANC sejumlah 15 responden . ,3%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Responden Di BPM Lismarini Palembang Usia Ibu Usia Produktif Usia Tidak produktif Jumlah (%) Penelitian ini menggunakan 55 responden, dimana variabel usia ibu dibagi menjadi dua kategori, yaitu usia produkstif dan usia non produktif. Usia produktif jika responden berusia 20-35 tahun sedangkan usia non produktif jika responden berusia kurang dari 20 tahun atau berusia diatas 35 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang berada dalam kelompok usia produktif yaitu sejumlah 43 orang . ,2%), sedangkan responden yang berada dalam kelompok usia tidak produktif sejumlah 12 orang . ,8 %). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Gravida Di BPM Lismarini Palembang Gravida Primigravida Multigravida Jumlah (%) Penelitian ini dilakukan terhadap 55 responden, dimana variabel gravida dibagi Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk menjadi dua kategori yaitu primigravida jika hamilanak pertama, dan multigravida jika hamil anak kedua atau lebih. Berdasarkan data tabel diatas dapat diketahui bahwa ibu yang masuk kategori kelompok primigravida yaitu sebanyak 32 responden . ,2%), sedangkan ibu yang yang masuk kategori kelompok multigravida sebanyak 23 responden . ,8%). ANC yaitu sebanyak 9 responden . ,0%). Uji chi-square didapatkan p value 1,000 hal ini menunjukkan hipotesis tidak terbukti secara statistik. Tabel 5. Hubungan Antara Gravida Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC). Analisis Bivariat Analisis bivariat ditujukan agar diketahuinya hubungan antara dua variabel yaitu independen dan dependen, pengujian dengan menggunakan uji chi-square. Dari hasil pengujian selanjutnya dibandingkan dengan nilai p value, jika p value O 0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan namun jika nilai p value > 0,05 Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel usia ibu dengan variabel ketaatan melakukan Antenatal Care, selanjutnya dilakukan uji chi-square dimana hasil ujinya dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 4. Hubungan Antara Usia Ibu Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC). Usia Ibu Produktif Tidak Produktif Jumlah Kunjungan ANC Patuh Jumlah Tidak 1,000 Dari tabel diatas didapatkan bahwa kelompok usia produktif yang patuh melakukan ANC yaitu sejumlah 31 ,1%), sedangkan kelompok usia tidak produktif yang patuh melakukan Gravida Primigravida Multigravida Jumlah Kunjungan ANC Jumlah Patuh 2 84, 1 56, Tidak 5 15, 1 43. Dari tabel diatas didapatkan bahwa melakukan ANC yaitu sejumlah 27 responden . ,1%), sedangkan kelompok multigravida yang patuh melakukan ANC yaitu sebanyak 13 responden . ,0%). Uji chi-square didapatkan p value 0,048 hal ini menunjukkan hipotesis terbukti secara PEMBAHASAN Usia ibu dalam penelitian ini dimaksudkan adalah usia pada saat ibu Usia responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok usia produktif dengan rentang umur 20-35 tahun dan kelompok usia tidak produktif jika umur ibu < 20 tahun atau > 35 tahun. Dari hasil uji statistik Chi-Square didapatkan p value 1,000 sehingga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu dengan ketaatan responden melakukan ANC. Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Doloksaribu . yang dilakukan di PMB Afriana. Bromo Ujung. Penelitian itu dilakukan terhadap 60 responden, ibu hamil trimester i, dan hasil yang diperoleh yaitu tidak adanya hubungan signifikan secara statistik dengan p value 0,052. Namun hasil yang berlawanan didapatkan dari penelitian Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk Fitriani . , yang dilakukan di Puskesmas Pasar Rebo, dimana menurutnya justru usia ibu memiliki hubungan secara statistik dengan tingkat kepatuhan ibu melakukan kunjungan ANC dengan p value 0,000. Begitu pula dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Priyanti . yang menurutnya tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kunjungan ANC, ini terlihat dari nilai p value 0, 224. Hasil dari penelitian ini memberikan pandangan kepada kita bahwa ternyata usia ibu saat hamil tidak mempengaruhi untuk rutin melakukan pemeriksaan ANC ke petugas kesehatan. Baik ibu yang hamil di rentang usia produktif . -35 tahu. maupun Ibu yang hamil tidak dalam rentang usia produktif yaitu <20 tahun atau >35 tahun sebaiknya rutin melakukan Antenatal care (ANC) minimal 6 kali, hal ini dilakukan karena deteksi dini komplikasi harus dilakukan, alasan lain mengapa usia melakukan ANC karena penelitian ini dilakukan saat pandemi covid-19 sehingga banyak ibu hamil yang mengurangi aktifitas keluar rumah, begitu pula dengan PMB yang banyak menerapkan aturan ketat pada saat akan melakukan ANC. Gravida kehamilan yang pernah dialami ibu, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok primigravida jika ini adalah kehamilan pertama ibu dan kelompok multigravida jika ini adalah kehamilan kedua ibu dan Dari hasil uji statistik ChiSquare didapatkan p value 0,048, hasil uji analisis ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara gravida dengan ketaatan responden melakukan ANC. Hasil penelitian ini searah dengan hasil analisis yang dilakukan oleh Istiqomah . , menurutnya ada hubungan antara gravida dengan keinginan seseorang untuk rutin melakukan ANC, ini terlihat dari nilai p value 0,002. Hal ini bersesuaian dengan Wigunantiningsih . yang menurutnya keinginan untuk melakukan ANC dengan nilai p value 0,014. Jumlah gravida ibu ternyata memberi pengaruh terhadap kepatuhannya melakukan Antenatal Care, ibu primigravida lebih taat pertamanya, belum banyak pengalaman yang dimiliki dan biasanya ibu menjadi lebih khawatir dengan perubahan dan perkembangan kehamilannya sehingga perlu untuk rutin memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan, sedangkan ibu multigravida biasanya akan lebih santai menjalani kehamilannya karena sudah memiliki cenderung abai untuk memeriksakan Waktu dan kesempatan juga menjadi alasan, ibu primigravida biasanya memiliki banyak waktu karena belum memiliki anak yang harus di layani, sedangkan ibu multigravida seringkali menggunakan alasan kesibukan mengurus anak-anak sebagai dalih tidak memeriksakan Namun seharusnya baik sebaiknya menyempatkan diri untuk memeriksakan kehamilannya (ANC) secara rutin sesuai jadwal yang diberikan oleh petugas kesehatan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dengan judul AuHubungan Usia Ibu dan Gravida Terhadap Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Lismarini PalembangAy. Maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Distribusi frekuensi sebagian besar responden patuh melakukan Antenatal careyaitu sebanyak 40 responden . ,7%). Distribusi frekuensi berdasarkan usia responden, didapatkan bahwa sebagian besar responden masuk kelompok usia produktif yaitu sebanyak 43 responden . ,2%). Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Adriani, dkk Distribusi frekuensi berdasarkan gravida responden, didapatkan bahwa sebagian besar responden masuk kelompok responden . ,2%). Tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kepatuhan ibu melakukan kunjungan Antenatal Care di BPM Lismarini Palembang dengan hasil p value 1,000. Ada hubungan yang bermakna antara gravida dengan kepatuhan ibu melakukan kunjungan Antenatal Care di BPM Lismarini Palembang dengan hasil p value 0,048. SARAN