Transekonomika Ae Akuntansi Bisnis dan Keuangan Vol 1 No 2. Maret 2021 Pengaruh Budaya Organisasi Semangat Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Sinta Veronika Htb, 2Baheramsyah, 3Agus Salim, 4Deddy Suryana Winata program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Article history Received: 12 Jan 2021 Revised: 20 Feb 2021 Accepted: 01 Mar 2021 *Corresponding Author: Sinta Veronika Htb . Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Email: Sintaveronikahtb12@gmai Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Budaya Organisasi. Semangat Kerja, dan Kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sibolga. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sibolga yaitu sebanyak 42 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah analisa statistik Hasil penelitian menunjukan budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. semangat kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai Kata Kunci: Budaya Organisasi. Semangat Kerja. Kepuasan Kerja. Produktivitas PENDAHULUAN Pegawai adalah aset terpenting dalam sebuah organisasi, berarti semua infrastruktur, teknologi, kelengkapan ada manusia atau pegawai dibelakangnya yang berperan sangat penting, karena manusialah yang menjalankan semua unsur tersebut. Untuk menarik dan mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi maka sangat diperlukan peran dari pada manajemen sumber daya manusia. Melalui budaya organisasi pegawai terbantu mengerjakan pekerjaan yang ada dapat meningkatkan keseluruhan kemampuan pegawai dan membanntu mengembangkan tanggung jawab di masa depan. Dalam konteks pemberdayaan sumber daya manusia, agar menghasilkan pegawai yang profesional dengan integritas tinggi, yang diperlukan adanya acuan baku yang diberlakukan oleh suatu organisasi. Acuan baku tersebut adalah budaya organisasi yang secara sistematis menuntun para pegawai untuk meningkatkan produktivias kerjanya. sisi lain, semangat kerja merupakan suatu yang juga perlu mendapatkan perhatian dari pimpinan organisasi. Semangat kerja jauh lebih besar peranan dan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja. Semangat kerja dapat bergerak dari semangat kerja rendah ke semangat kerja tinggi atau sebaliknya tergantung pada faktor yang mempengaruhi dan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus. Begitu pula dimana semangat kerja itu sendiri tentu dapat dilihat kualitasnya dengan adanya produktivitas kerja yang semakin meningkat atau mencapai target yang ditentukan sebagaimana yang dijelaskan oleh Hasibuan . Auproduktivitas memiliki dua dimensi, dimensi pertama adalah Efektivitas yang mengarah kepada pencapaian unjuk kerja yang maximal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu yang kedua yaitu Efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaanya atau bagai mana pekerjaan tersebut dilakukanAy. Sinta Veronika Htb et al, 2021 Menurut Edyun . produktivitas adalah meningkatnya output . yang sejalan dengan input . Jika produktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi . aktu,bahan,tenag. dan sistem kerja, teknik produksi dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerjanya. Menurut Robbins & Coulter . budaya organisasi adalah nilai, prinsip, tradisi, dan sikap yang mempengaruhi cara bertindak anggota organisasi sementara. Sedangkan menurut Menurut Moekijat . , produktivitas yaitu mengandung pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari iniAy. Tabel 1. Produktivitas Kerja Pegawai Tahun 2017-2019 Tahun Jenis Pelayanan Penyuluhan Pertemuan PKK Pembinaan UMKM Swadaya dan Gotong Royong Pemantauan dan evakuasi perkembangan Desa Penyuluhan Pertemuan PKK Pembinaan UMKM Swadaya dan Gotong Royong Pemantauan dan evakuasi perkembangan Desa Penyuluhan Pertemuan PKK Pembinaan UMKM Swadaya dan Gotong Royong Pemantauan dan evakuasi perkembangan Desa Target Realisasi 97,14 98,57 92,85 92,85 85,71 85,71 88,57 71,42 Sumber : Dinas PMK. PP & PA Kota Sibolga, 2020 Dari Tabel diatas terlihat adanya penurunan produktivitas kerja yang cukup signifikan dan hal tersebut tentu mempengaruhi tercapainya cita-cita atau tujuan Beranjak dari hal ditas penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang penulis beri judul Pengaruh Budaya organisasi terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PMK. PP & PA ) Kota Sibolga. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah analisa statistik deskriftif. Lokasi penelitian ini bertempat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PMK. PP. PA) Kota sibolga Jl. MGR Albertus No. Kelurahan Pasar baru sibolga kota. Objek penelitian adalah Pengaruh budaya organisasi, semangat kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PMK. PP & PA ) Kota Sibolga. Sinta Veronika Htb et al, 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah pertama anakusus data adalah dengan melakukan analisis terhadap karakteristik responden ini dilakukasn terhadap jenis kelamin, pendidikan, dan umur dengan menggunakan tabel frekwensi, berikut hasil analisis tersebut. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Persentase Sumber : Dinas PMK. PP & PA, 2020 Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa responden yang berjenis kelamin lakilaki berjumlah 17 orang . %) dan perempuan 25 orang ( 60%). Fenomena ini disebabkan karena karakteristik dari pelayanan Dinas PMK. PP & PA, lebih cinderung berhubungan dengan masyarakat penyuluhan untuk perempuan dan perlindungan anak yang peran tersebut mampu di dominasi oleh perempuan. Hasil Angket Penelitian Dari angket yang diberikan kepada 42 orang responden, setiap responden menjawab 40 pertanyaan dari variabel bebas dan terikat. Maka penulis mentabulasi hasil jawaban angket untuk masing-masing variabel, dengan rincian skor angket dari tiap-tiap variabel dapat dilihat pada lampiran. Skor Angket Variabel Budaya Organisasi (X. Tabel 3. Skor Angket Variabel Budaya Organisasi 33,33 42,86 45,24 30,95 47,62 30,95 33,33 ALTERNATIVE JAWABAN 28,6 11 26,2 5 11,9 0 5 11,9 0 21,4 6 14,3 9 21,4 2 16,7 8 5 11,9 3 16,7 11 26,2 7 16,7 4 11,9 8 6 14,3 2 5 11,9 0 4 9,52 5 11,9 0 9 21,4 8 9 21,4 5 11,9 1 4,76 7,14 9,52 4,76 9,52 2,38 Sumber : Data diolah SPSS-2020 Dari tabel 3 diatas dijelaskan bahwa : Jawaban responden untuk pertanyaan No. 1 : saya diminta pimpinan untuk menjaga Sinta Veronika Htb et al, 2021 Responden yang menjawab sangat setuju 14 orang . ,3%) setuju 12 orang ( 28,6%) kurang setuju 11 orang . ,2%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 2 : Di instanti tempat saya bekerja kedisiplinan harus dijunjung tinggi. Responden yang menjawab sangat setuju 16 orang . ,1%) setuju 13 orang . %) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 3 : untuk meningkatkan produktivitas ketepatan dalam bekerja merupakan salah satu faktor pendorongnya Responden yang menjawab sangat setuju 18 orang . ,86%) setuju 9 orang . ,4%) kurang setuju 6 orang . ,3%) tidak setuju 9 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 2 orang . ,76%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 4 : Saya mempriorotaskan ketepatan dalam bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 19 orang . ,24%) setuju 7 orang . ,7%) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 3 orang . ,14%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 5 : Pimpinan menuntut saya untuk mengutamakan keramahan dalam bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 13 orang . ,95%) setuju 7 orang . ,7%) kurang setuju 11 orang . ,2%) tidak setuju 7 orang . ,7%) dan sangat tidak setuju 4 orang . ,52%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 6 : keramahan merupakan modal yang penting dalam bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 21 orang . %) setuju 5 orang . ,9%) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 6 orang . ,3%) dan sangat tidak setuju 2 orang . ,76%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 7 : Instansi tempat saya bekerja ketanggapan sangat diprioritaskan Responden yang menjawab sangat setuju 16 orang . ,1%) setuju 13 orang . %) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 9 : saya selalu di tuntun unuk memiliki ketanggapan yang baik Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . ,62%) setuju 13 orang . %) kurang setuju 4 orang . ,52%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 9 : Pimpinan selalu berkoordinasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan Responden yang menjawab sangat setuju 13 orang . ,95%) setuju 8 orang . %) kurang setuju 9 orang . ,4%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 4 orang . ,52%). Sinta Veronika Htb et al, 2021 Jawaban responden untuk pertanyaan No. 10 : kerja sama tim selalu dilakukan dengan koordinasi yang baik Responden yang menjawab sangat setuju 14 orang . ,33%) setuju 13 orang . %) kurang setuju 9 orang . ,4%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 1 orang . ,38%). Skor Angket Variabel Semangat Kerja (X. Tabel 4. Skor Angket Variabel Semangat Kerja ALTERNATIVE JAWABAN % f % f % 3 7,1 12 29 7 17 1 2,4 4 9,5 8 19 5 12 0 0 12 29 5 12 5 12 0 0 17 40 3 7,1 5 12 1 2,4 7 17 12 29 5 12 1 2,4 7 17 7 17 1 2,4 0 0 13 31 9 21 5 12 0 0 14 33 3 7,1 5 12 0 0 11 26 4 9,5 1 2,4 0 0 18 43 4 9,5 1 2,4 4 9,5 Sumber : Data diolah SPSS-2020 Dari tabel di atas dijelaskan bahwa : Jawaban responden untuk pertanyaan No. 1 : Saya selalu senang dalam menjalankan tugas saya Responden yang menjawab sangat setuju 19 orang . %) setuju 3orang ( 7,1%) kurang setuju 12 orang . %) tidak setuju 7 orang . %) dan sangat tidak setuju 1 orang . ,4%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 2 : pimpinan selalu mampu memberikan perasaan senang kepada bawahan Responden yang menjawab sangat setuju 25 orang . %) setuju 4 orang ( 9,5%) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 3 : tercapainya tujuan perusahaan harus dimulai dengan rasa senang dalam melakukan pekerjaan Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . %) setuju 12 orang . %) kurang setuju 5 orang . %) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 4 : pimpinan selalu memotivasi saya untuk selalu optimis dalam bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 16 orang . %) setuju 17 orang ( 40%) kurang setuju 3 orang . ,1%) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 1 orang . ,4%). Sinta Veronika Htb et al, 2021 Jawaban responden untuk pertanyaan No. 5 : Saya dituntut untuk tetap optimis dalam bertugas Responden yang menjawab sangat setuju 17 orang . %) setuju 7 orang ( 17%) kurang setuju 12 orang . %) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 1 orang . ,4%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 6 : optimis sering menjadi kunci suksesnya sebuah organisasi Responden yang menjawab sangat setuju 27 orang . %) setuju 7 orang ( 17%) kurang setuju 7 orang . %) tidak setuju 1 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 7 : Organisasi tempat saya bekerja selalu menunjukan rasa optimis yang tinggi Responden yang menjawab sangat setuju 15 orang . %) setuju 13 orang ( 31%) kurang setuju 9 orang . %) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 8 : ramah tamah merupakan prioritas dari instansi tempat kami bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . %) setuju 14 orang ( 33%) kurang setuju 3 orang . ,1%) tidak setuju 5 orang . %) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 9 : pimpinan selalu mengajarkan ramah tamah dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kami Responden yang menjawab sangat setuju 26 orang . %) setuju 11 orang ( 26%) kurang setuju 4 orang . ,5%) tidak setuju 1 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 10: instansi tempat saya bekerja sangat paham arti pentingnya ramah tamah Responden yang menjawab sangat setuju 15 orang . %) setuju 18n orang ( 43%) kurang setuju 4 orang . ,5%) tidak setuju 1 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 4 orang . ,5%). Skor Angket Variabel Kepuasan Kerja (X. Tabel 5. Skor Angket Variabel Kepuasan Kerja 35,71 28,57 33,33 47,62 33,33 40,48 40,48 ALTERNATIVE JAWABAN 14,3 8 10 23,8 3 21,4 7 16,7 9 21,4 5 16,7 9 21,4 9 21,4 3 26,2 5 11,9 5 11,9 1 16,7 9 21,4 9 21,4 3 9,52 7 16,7 5 11,9 5 23,8 4 9,52 6 14,3 5 26,2 5 11,9 5 11,9 0 35,7 5 11,9 5 11,9 0 7,14 7,14 2,38 7,14 Sinta Veronika Htb et al, 2021 40,48 9,52 Sumber : Data diolah SPSS-2020 Dari tabel 5 diatas dijelaskan bahwa : Jawaban responden untuk pertanyaan No. 1 : saya menyayangi pekerjaan saya dan Responden yang menjawab sangat setuju 15 orang . ,7%) setuju 6 orang ( 14,3%) kurang setuju 8 orang . %) tidak setuju 10 orang . ,5%) dan sangat tidak setuju 3 orang . ,14%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 2 : kepuasan kerja sering ditandai dengan sumber daya manusia yang kerap menyayangi pekerjaannya Responden yang menjawab sangat setuju 12 orang . ,57%) setuju 9 orang ( 21,4%) kurang setuju 7 orang . ,7%) tidak setuju 9 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 5 orang . ,9%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 3 : pimpinan menuntut saya untuk mencintai pekerjaan yang ditugaskan kepada saya Responden yang menjawab sangat setuju 14 orang . ,33%) setuju 7 orang ( 16,7%) kurang setuju 9 orang . ,4%) tidak setuju 9 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 3 orang . ,14%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 4 : produktivitas kerja bisa meningkat dengan adanya kecintaan kepada pekerjaan Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . ,62%) setuju 11orang ( 26,2%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju1 orang . ,38%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 5 : instansi tempat saya bekerja selalu menunjukan moral kerja yang tinggi Responden yang menjawab sangat setuju 14 orang . ,33%) setuju 7 orang ( 16,7%) kurang setuju 9 orang . ,4%) tidak setuju 9 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 3 orang . ,14%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 6 : Pimpinan selalu menjadi Role Model dalam moral kerja Responden yang menjawab sangat setuju 21 orang . %) setuju 4 orang ( 9,52%) kurang setuju 7 orang . ,7%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 5 orang . ,9%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 7 : modal kerja merupakan ciri dari kualitas Sumber Daya Manusia Responden yang menjawab sangat setuju 17 orang . ,48%) setuju 10 orang ( 23,8%) kurang setuju 4 orang . ,52%) tidak setuju 6 orang . ,3%) dan sangat tidak setuju 5 orang . ,9%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 8 : Pimpinan selalu memberi apresiasi bagi pegawai yang berprestasi Responden yang menjawab sangat setuju 21 orang . %) setuju 11 orang ( 26,2%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Sinta Veronika Htb et al, 2021 Jawaban responden untuk pertanyaan No. 9 : prestasi kerja timbul karena adalanya kepuasan kerja Responden yang menjawab sangat setuju 17 orang . ,48%) setuju 15 orang ( 35,57%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 10 : pimpinan menuntut saya untuk selalu menigkatkan prestasi kerja Responden yang menjawab sangat setuju 17 orang . ,48%) setuju 10 orang ( 23,8%) kurang setuju 4 orang . ,52%) tidak setuju 6 orang . ,3%) dan sangat tidak setuju 5 orang . ,9%). Skor Angket Variabel Produktivitas (Y) Tabel 6. Skor Angket Variabel Produktivitas 45,24 47,62 54,76 47,62 54,76 57,14 54,76 52,38 ALTERNATIVE JAWABAN 16,7 7 16,7 9 21,4 0 26,2 6 14,3 5 11,9 0 26,2 5 11,9 3 7,14 0 26,2 6 14,3 5 11,9 0 28,6 3 7,14 4 9,52 0 5 11,9 4 9,52 1 23,8 2 4,76 5 11,9 4 26,2 5 11,9 3 7,14 0 4 9,52 4 9,52 0 26,2 5 11,9 4 9,52 0 2,38 9,52 Sumber : Data diolah SPSS-2020 Dari tabel 5 di atas dijelaskan bahwa : Jawaban responden untuk pertanyaan No. 1 : Kuantitas kerja menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam memberikan promosi jabatan Responden yang menjawab sangat setuju 19 orang . ,24%) setuju 7 orang ( 16,7%) kurang setuju 7 orang . ,7%) tidak setuju 9 orang . ,4%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 2 : Kuantitas kerja menjadi faktor yang penting dalam efsiensi waktu Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . ,62%) setuju 11 orang ( 26,2%) kurang setuju 6 orang . ,3%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %) Jawaban responden untuk pertanyaan No. 3 : Pimpinan selalu memotivasi bawahan untuk meningkatkan kualitas kerja Responden yang menjawab sangat setuju 23 orang . ,76%) setuju 11 orang ( 26,2%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 3 orang . ,14%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 4 : Saya sangat memprioritaskan kualitas Sinta Veronika Htb et al, 2021 Responden yang menjawab sangat setuju 20 orang . ,62%) setuju 11 orang ( 26,2%) kurang setuju 6 orang . ,3%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 5 : Untuk mencapai tujuan organisasi saya harus memperhatikan dan meningkatkan kualitas kerja Responden yang menjawab sangat setuju 23 orang . ,76%) setuju 12 orang ( 28,6%) kurang setuju 3 orang . ,14%) tidak setuju 4 orang . ,5%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 6 : Kualitas kerja akan meningkatkan Responden yang menjawab sangat setuju 24 orang . ,14%) setuju 8 orang ( 19%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 4 orang . ,52%) dan sangat tidak setuju 1 orang . ,38%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 7 : Pimpinan selalu mengutamakan ketepatan waktu dalam bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 21 orang . %) setuju 10 orang ( 23,8%) kurang setuju 2 orang . ,76%) tidak setuju 5 orang . ,9%) dan sangat tidak setuju 4 orang . ,52%). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 8 : Ketepatan waktu merupakan faktor pendorong tingkat produktivitas Responden yang menjawab sangat setuju 23 orang . ,76%) setuju 11 orang ( 26,2%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 3 orang . ,14%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 9 : Ketepatan waktu selalu dijaga oleh seluruh pegawai tempat saya bekerja Responden yang menjawab sangat setuju 21 orang . %) setuju 13 orang . %) kurang setuju 4 orang . ,52%) tidak setuju 4 orang . ,52%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Jawaban responden untuk pertanyaan No. 10 : Ketepatan waktu menjadi penilaian yang penting bagi pimpinan Responden yang menjawab sangat setuju 22 orang . ,38%) setuju 11 orang . ,2%) kurang setuju 5 orang . ,9%) tidak setuju 4 orang . ,52%) dan sangat tidak setuju 0 orang . %). Uji Kualitas Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Menurut Sugiono ( 2004 : . Auvaliditas suatu instrumen menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuranAy. Pengujian validitas instrumen menggunakan Analyst Correlate Bivariate untuk mencari Correlation Coefisient dari Product moment pearson dengan derajat kebebasan . k=n-. sehingga didapat rtabel. Untuk butir pertanyaan dengan nilai koefisien kolerasi . hitung> rtabe. maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. Karena jumlah responden yang digunakan untuk uji validitas sebanyak 42 orang maka nilai rtabel ditentukan dari dk= n-2=42-2=40. Sinta Veronika Htb et al, 2021 Tabel 7. Hasil Uji Validitas Variabel (X. Variabel Keterangan 0,698 0,500 0,424 0,547 0,589 0,328 0,575 0,424 0,634 0,446 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data diolah-2020 Tabel 8. Hasil Uji Validitas Variabel (X. Variabel Keterangan 0,778 0,304 Valid 0,695 0,304 Valid 0,695 0,304 Valid 0,423 0,304 Valid 0,689 0,304 Valid 0,458 0,304 Valid 0,697 0,304 Valid 0,496 0,304 Valid 0,602 0,304 Valid 0,638 0,304 Valid Sumber : Data diolah-2020 Tabel 9. Hasil Uji Validitas Variabel (X. Variabel Keterangan 0,516 0,304 Valid 0,713 0,304 Valid 0,376 0,304 Valid 0,739 0,304 Valid 0,873 0,304 Valid 0,685 0,304 Valid 0,387 0,304 Valid 0,401 0,304 Valid 0,824 0,304 Valid 0,796 0,304 Valid Sinta Veronika Htb et al, 2021 Sumber : Data diolah-2020 Tabel 10. Hasil Uji Validitas Variabel (Y) Variabel rhitung 0,491 0,699 0,404 0,632 0,838 0,672 0,372 0,430 0,809 0,781 Keterangan 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 0,304 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data diolah-2020 Berdasarkan tabel 8 hingga 10 seluruh pernyataan dalam setiap variabel memiliki nilai corrected item correlation . lebih besar dari rtabel Uji Reliabilitas Data Reliabilitas instrument menggambarkan pada kemantapan alat ukur yang Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi atau dapat sipercaya, apabila alat ukur tersebut stabil sehingga dapat dipercaya, apabila alat ukur tersebut stabil sehingga dapat diandalkan . dan dapat digunakan untuk meramalkan ( Nilai Koefisien Cronbach Alpha yang mendekati 1 . menunjukan bahwa hasil yang diperoleh semakin konsisten sehingga dikatakan mempunyai reliabilitas yang tinggi. Suata data dikatakan akurat jika nilai Koefisien Cronbach Alpha minimu adalah 0,60. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 19. Tabel 11. Hasil Uji Realibilitas Variable CronbachAos Alpha 0,815 0,882 0,885 0,875 N of Item Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data diolah-2020 KESIMPULAN Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positive dan tidak signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas PMK,PP & PA Kota Sibolga. Semangat Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas PMK,PP& PA Kota Sibolga. Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas PMK,PP,PA Kota Sibolga. Budaya organisasi. Semangat kerja dan Kepuasan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas PMK,PP,PA Kota Sibolga. Sinta Veronika Htb et al, 2021 DAFTAR PUSTAKA