Implementasi Diversifikasi Produk dan Branding Ramah Lingkungan A 166 Implementasi Diversifikasi Produk dan Branding Ramah Lingkungan sebagai Strategi Pemberdayaan Kelompok PKK TumaAo Kampung di Desa Bontolangkasa Selatan Rahmansah1. Bakhrani A. Rauf2. Syafiuddin Parenrengi3. Herman4. Isymiarni Syarif5 1,2,3 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar Universitas Islam Makassar rahmansah@unm. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi Kelompok PKK TumaAo Kampung melalui implementasi diversifikasi produk serta penguatan branding olahan jagung berbasis ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan inovasi produk, rendahnya nilai tambah hasil panen jagung, serta belum optimalnya strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknik pengolahan dan pengemasan produk berbasis teknologi tepat guna, pendampingan pengembangan identitas merek . , serta monitoring dan evaluasi hasil produksi. Kegiatan ini berhasil mengembangkan empat varian produk olahan jagung yakni emping jagung, popcorn, marning, dan brownies jagung yang memiliki standar kebersihan dan kualitas lebih baik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan pengolahan sebesar 80%. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga perempuan, tetapi juga mendorong praktik usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diharapkan kegiatan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, diversifikasi produk, olahan jagung, branding, ramah PENDAHULUAN Pemberdayaan perempuan desa merupakan salah satu strategi penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, karena perempuan memiliki peran sentral dalam pengelolaan rumah tangga sekaligus potensi untuk menjadi pelaku ekonomi lokal . Kelompok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. memiliki peran ganda, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan pendidikan keluarga, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal . Di Desa Bontolangkasa Selatan. Kecamatan Bontonompo. Kabupaten Gowa, jagung merupakan salah satu komoditas unggulan dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah. Jagung memiliki nilai gizi yang tinggi, tahan lama saat disimpan, dan mudah diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatan jagung di desa ini masih terbatas pada penjualan hasil panen mentah, sehingga nilai tambah ekonominya rendah. Padahal, diversifikasi produk olahan jagung dapat menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus membuka peluang pasar baru di tingkat lokal maupun regional . Kelompok PKK TumaAo Kampung merupakan kelompok nonproduktif secara ekonomi yang anggotanya sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, kelompok ini memiliki semangat tinggi untuk berwirausaha, tetapi masih terbatas dalam keterampilan teknis seperti pengolahan makanan, pengemasan produk, dan pemasaran melalui platform digital. Selain itu, akses terhadap teknologi tepat guna dan pengetahuan mengenai branding produk yang menarik serta ramah lingkungan juga masih minim. 167 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2025 Berbagai penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk berbasis bahan lokal dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dan memperluas peluang pasar . Selain itu, inovasi kemasan dan branding yang ramah lingkungan terbukti mampu meningkatkan daya tarik konsumen serta mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Dalam konteks ini, pelatihan yang menitikberatkan pada pemilihan produk olahan jagung yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan disukai masyarakat menjadi kunci sukses. Produk yang dipilih dalam kegiatan ini adalah Emping Jagung. Popcorn. Marning, dan Brownies Jagung, karena masing-masing memiliki keunggulan berbeda: Emping Jagung: ringkas, tahan lama, dan cocok sebagai camilan atau lauk pendamping. Popcorn: mudah dibuat, disukai anak-anak, dan memiliki nilai hiburan. Marning: gurih-manis, praktis, dan tahan lama sehingga cocok untuk usaha skala kecil. Brownies Jagung: inovatif, memiliki rasa unik dan tekstur lembut yang menarik konsumen Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pelatihan pengolahan, pengemasan, dan branding produk olahan jagung tersebut, dengan tujuan meningkatkan keterampilan teknis, kapasitas kewirausahaan, serta kesadaran anggota kelompok PKK mengenai nilai ekonomi dari sumber daya lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi perempuan desa yang berkelanjutan sekaligus ramah METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pengabdian dan anggota PKK TumaAo Kampung. Tahapan kegiatan meliputi: Analisis Kebutuhan dan Perencanaan Program: Survei awal dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahan baku, kemampuan dasar anggota, serta jenis produk yang sesuai dengan pasar lokal. Pelatihan Diversifikasi Produk: Peserta dilatih mengolah jagung menjadi Emping Jagung. Popcorn. Marning, dan Brownies Jagung menggunakan bahan alami tanpa pengawet. Pelatihan Pengemasan dan Branding: Materi mencakup desain label, pemilihan kemasan ramah lingkungan . ertas kraft dan plastik biodegradabl. , serta strategi penentuan merek dan pemasaran melalui media sosial. Pendampingan dan Evaluasi Usaha: Tim pengabdian mendampingi kelompok dalam proses produksi dan pemasaran awal, kemudian mengevaluasi hasil berdasarkan peningkatan keterampilan dan minat HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini berhasil mengubah kelompok yang sebelumnya nonproduktif menjadi kelompok dengan aktivitas ekonomi yang lebih produktif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan intensif, anggota Kelompok PKK TumaAo Kampung kini tidak hanya memahami pentingnya pengolahan hasil pertanian, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut secara mandiri dalam bentuk produksi olahan jagung yang bernilai jual. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sekitar 80% Implementasi Diversifikasi Produk dan Branding Ramah Lingkungan A 168 peserta telah mampu membuat berbagai produk olahan jagung secara mandiri setelah mengikuti tiga kali sesi pelatihan Gambar 1. Peserta PKK TumaAo Kampung sedang mengikuti acara pembukaan pelatihan olahan Peserta dilatih membuat empat jenis produk olahan jagung dengan tahapan berikut: Emping Jagung: jagung direbus, ditumbuk, dipipihkan, dijemur, lalu digoreng hingga kering dan renyah. Produk ini mudah disimpan dan memiliki cita rasa gurih alami. Popcorn: jagung khusus dipanaskan hingga meletup, kemudian diberi rasa manis atau asin sesuai permintaan pasar. Popcorn diminati anak-anak dan menjadi produk cepat saji yang mudah dipasarkan. Marning: jagung direbus, dicampur dengan gula, dan digoreng hingga kering. Produk ini gurih-manis, tahan lama, dan cocok sebagai camilan harian. Brownies Jagung: jagung dihaluskan dan dicampur dengan cokelat, telur, dan tepung, lalu dipanggang hingga matang. Teksturnya lembut dan rasa manisnya unik, menarik konsumen Tabel 1. Produk Olahan Jagung dan Ciri Khasnya Produk Bahan Utama Ciri Khas/Keunggulan Emping Jagung Jagung, garam Ringan, renyah, cocok sebagai camilan atau Popcorn Jagung Manis atau asin, menarik anak-anak Marning Jagung, gula Gurih-manis, tahan lama, praktis dikemas Brownies Jagung Jagung, cokelat. Tekstur lembut, manis, unik 169 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2025 Gambar 2. Pelatihan pembuatan produk olahan jagung hasil pelatihan: Emping. Popcorn. Marning, dan Brownies Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta secara signifikan. Semua peserta mampu mengikuti proses pembuatan produk dari tahap persiapan bahan hingga pengemasan akhir. Berikut tabel ringkasan hasil produksi, tingkat keberhasilan peserta, dan respons masyarakat: Tabel 2. Hasil Produksi Peserta dan Respons Masyarakat Produk Jumlah Produksi Minggu 1 Tingkat Keberhasilan Peserta (%) Respon Masyarakat Emping Jagung 100 pcs Positif, disukai karena ringan dan renyah Popcorn 90 pcs Sangat positif, diminati anak-anak Marning 70 pcs Positif, praktis untuk Brownies Jagung 60 pcs Positif, unik dan menarik. Analisis tabel menunjukkan bahwa Emping Jagung dan Popcorn menjadi produk unggulan dengan permintaan tinggi, sedangkan Marning dan Brownies Jagung memiliki peluang pasar yang stabil karena daya tarik inovatifnya. Keberhasilan produksi juga dipengaruhi oleh pendampingan intensif tim pengabdian, yang membantu peserta memahami setiap tahap proses pengolahan dan teknik pengemasan. Pelatihan pengemasan dan branding meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya tampilan produk. Sebelum kegiatan, produk dikemas menggunakan plastik polos tanpa label. Setelah pelatihan, peserta mampu membuat kemasan menarik dengan identitas merek AuTumaAo SnackAy berbasis desain lokal, menggunakan kertas kraft dan plastik biodegradable. Strategi branding ini juga meliputi promosi melalui media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas. Implementasi Diversifikasi Produk dan Branding Ramah Lingkungan A 170 Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi langsung berupa peningkatan keterampilan produksi dan peluang penjualan produk olahan jagung. Produk yang sudah dikemas dengan baik dan diberi branding menarik memiliki daya saing lebih tinggi, meningkatkan pendapatan rumah tangga anggota PKK. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa percaya diri, solidaritas, dan kolaborasi Peserta mulai merencanakan pembentukan usaha bersama berbadan hukum sederhana untuk menjaga keberlanjutan produksi. Program ini juga menanamkan pemahaman pentingnya prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan kemasan biodegradable dan pemanfaatan bahan lokal secara maksimal. Secara keseluruhan, kombinasi pelatihan teknis, pendampingan intensif, inovasi produk, dan strategi branding menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dapat mendorong transformasi kelompok nonproduktif menjadi kelompok produktif yang berkelanjutan KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan kapasitas kewirausahaan anggota PKK TumaAo Kampung di Desa Bontolangkasa Selatan. Pelatihan diversifikasi produk mendorong peserta mampu mengolah jagung menjadi Emping Jagung. Popcorn. Marning, dan Brownies Jagung secara mandiri, dengan kualitas produk yang layak dijual dan memiliki daya tarik Pelatihan pengemasan dan branding meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya tampilan produk, pemilihan material ramah lingkungan, serta strategi pemasaran melalui media sosial, sehingga produk memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Pendampingan intensif dan evaluasi usaha menunjukkan peningkatan kemampuan produksi, minat berwirausaha, serta solidaritas antaranggota. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberdayakan anggota PKK menjadi kelompok produktif, menciptakan produk olahan jagung bernilai jual, memperkuat pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis potensi lokal, dan menanamkan prinsip keberlanjutan lingkungan. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Negeri Makassar mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek yang telah memberikan support pendanaan atas penyelenggaraan kegiatan ini melalui mekanisme hibah PDB DPPM tahun 2025. Dukungan pendanaan atas kegiatan ini mampu mewujudkan tercapaianya tujuan kegiatan pada kedua mitra dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Tim PDB UNM juga menyampaikan kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM yang telah memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan kegiatan PDB DPPM. Tim juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bontolangkasa Selatan bersama Mitra Kelompok Petani dan Ibu-ibu PKK TumaAo Kampong adan seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan PDB DPPM Kemdiktisaintek 171 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2025 DAFTAR PUSTAKA