https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pengaruh Efektivitas Budaya Perusahaan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Mochammad Isnanda Wendy Noor Syuhada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan E-mail: syuhada@itb-ad. ABSTRAK Pelaku usaha dapat terus bersaing dan mempertahankan usahanya dengan mengandalkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusianya. Agar pengelolaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan dapat berjalan secara efisien, budaya organisasi memegang peranan penting untuk dapat mempengaruhi dan menggerakkan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh budaya perusahaan dan kompensasi terhadap kinerja perusahaan. Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara mengolah data yang diperoleh, dengan maksud untuk memaksimalkan fungsi data untuk menjawab hipotesis yang diajukan. Penelitian kuantitatif memanfaatkan data dengan pengolahan statistik. Budaya Organisasi dan Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Fakultas Sastra Universitas Al-Azhar Indonesia dengan Fhitung . > F-tabel . Dapat dijelaskan bahwa baik budaya organisasi maupun kompensasi akan meningkatkan kinerja pegawai dalam jumlah yang sama dan hal ini didasarkan pada persamaan regresi ycU = Oe0,569 0,215ycU1 0,297ycU2. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan positif antara variabel Budaya Organisasi dan variabel Kinerja Pegawai Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia dengan angka korelasi sebesar 0,644 dengan kontribusi sebesar 41,5% dan nilai thitung sebesar 6,408 > t-tabel 2,01. Kata kunci : Budaya Perusahaan. Efektivitas. Kinerja Karyawan. Kompensasi. ABSTRACT Business actors can continue to compete and maintain their business by depending on the company's ability to manage its human resources. In order for the management of human resources within a company to work efficiently, organizational culture plays an important role in being able to influence and move employees to achieve organizational goals effectively and efficiently. The formulation of the problem in this research is how the influence of corporate culture and compensation on company performance. The author uses a quantitative approach by processing the data obtained, with the intention of maximizing the function of the data to answer the hypothesis The quantitative research utilizes data with statistical processing. Organizational Culture and Compensation have a significant effect on Employee Performance at the Faculty of Literature. University Al-Azhar Indonesia with F-count . > F-table . It can be explained that both organizational culture and compensation will increase employee performance in the same amount and this is based regression equation ycU = Oe0,569 0,215ycU1 0,297ycU2. The results showed that there was a significant influence and a positive relationship between Organizational Culture variables and Employee Performance variables at the Faculty of Letters. University Al Azhar Indonesia with a correlation number of 0. 644 with a contribution of 41. 5% and a t-count of 6. t-table of 2. Keyword : Corporate Culture. Compensation. Effectiveness. Employee Performance Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset berharga suatu organisasi yang sangat penting dalam mempertahankan eksistensinya, untuk itu perannya agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan Bentuk optimalisasi sumber daya manusia tersebut dapat dicapai melalui dorongan motivasi. (Wirjawan & Fauziah, 2. Tujuan ditentukan oleh budaya organisasi yang kuat Ae setiap pemangku kepentingan berperilaku sesuai dengan budaya yang ditetapkan perusahaan Ae sehingga berdampak pada motivasi karyawan dalam menerapkan tata kelola yang baik. Tujuan suatu perusahaan ditentukan oleh budaya organisasi yang kuat, dan setiap mengikuti budaya yang telah ditetapkan Dengan demikian, hal ini berimplikasi pada motivasi karyawan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik yang mendukung keberlanjutan kinerja organisasi dalam jangka panjang. (Rahman et al. , 2. Keberhasilan organisasi ditentukan oleh perilaku anggota organisasi dalam mengadopsi budaya organisasi yang telah ditentukan. (Piwowar-Sulej, 2. Kompensasi berbasis kebutuhan berdampak pada kinerja perusahaan berupa peningkatan motivasi, keterlibatan dan kepuasan kerja, budaya organisasi mempengaruhi perilaku . ikap dan aspiras. , norma dan aturan kerja yang ditetapkan secara tidak sadar diterapkan oleh karyawan untuk mencapai tujuan (Kai, 2. lihat (Aprilia et al. Peningkatan kinerja mempengaruhi kompensasi yang sesuai untuk menjaga kompetensi secara efektif dan efisien. Sumber daya unggul dioptimalkan melalui pemberian pengalaman kerja, pengembangan budaya kerja. Ini melibatkan jenis imbalan moneter dan non-moneter seperti gaji dan promosi. Faktor budaya kerja dapat mempengaruhi menanamkan nilai-nilai organisasi ke dalam etika kerja pegawai, sesuai dengan iklim organisasi dimana perilaku pegawai berubah dari tidak ada tekanan menjadi lebih baik. (Hk et al. , 2. Teori efisiensi kontrak dan kekuasaan manajerial, kinerja akan berjalan efektif melalui penerapan parameter kompensasi manajerial. (Oktay Urcan, 2. Kemampuan perusahaan menjamin kelangsungan hidupnya terhadap perubahan yang tidak Kemampuan memerlukan investasi waktu dan uang yang besar. Yilmaz dan Ergun berpendapat bahwa budaya organisasi adalah nilai-nilai dan semangat yang menyatukan karyawan, semangat sosial, membentuk suatu kesatuan perilaku yang kemampuan beradaptasi dan misi. Sedangkan Chiganek. Mao dan Sleight mengatakan itu adalah kemampuan kehadiran dan budaya organisasi merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan dan daya saing perusahaan. Fabio Lotti mengatakan bahwa budaya pendorong sekaligus hambatan organisasi untuk tetap kompetitif. (Mambo & Smuts. Berdasarkan beberapa teori yang menyimpulkan bahwa budaya organisasi dalam penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang mempengaruhi fungsi dan perilaku anggota organisasi. Saya Hal ini dapat mempengaruhi kinerja Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah Oleh karena itu, departemen SDM sering kali memimpin dalam Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. meningkatkan kinerja dan motivasi karyawan melalui kenaikan kompensasi. Kinerja dianggap sebagai faktor yang semangat kerja karyawan, sehingga setiap pemimpin bisnis harus meningkatkan kinerja karyawannya. Jika kinerjanya baik maka kinerjanya akan berpengaruh Manajer juga diharapkan dapat menjamin lingkungan kerja yang baik dan nyaman. Selain itu, memastikan keselamatan karyawan meningkatkan produktivitas. Setiap orang memiliki tingkat pencapaian yang berbeda-beda tergantung keinginan dan nilai-nilai yang dianutnya. Banyak aspek karyanya yang konsisten dengan aspirasi dan nilai-nilainya. Tingkat kinerja yang lebih tinggi tercapai. Dan Semakin banyak aspek pekerjaan Anda yang tidak sesuai dengan aspirasi pribadi dan sistem nilai Anda, semakin rendah tingkat kinerja yang Anda Pemantauan kinerja merupakan hal yang menarik karena bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan. Karyawan perlu mempertimbangkan penyebab dan sumber kinerjanya serta apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan Bagi dilakukan untuk tujuan ekonomi, yaitu efisiensi biaya dan peningkatan produksi melalui peningkatan kinerja karyawan. atas dia karena ada dua hal yang penting. Penulis mengaitkan aspek budaya organisasi dan kompensasi dengan kinerja karyawan yang penting bagi kebutuhan Berdasarkan permasalahan yang diuraikan di atas, efektivitas budaya perusahaan dan penghargaan serta dampaknya terhadap kinerja karyawan yang terlibat. Penguatan budaya organisasi diharapkan dapat melahirkan konsep peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor kunci keberhasilan organisasi. Setelah dilakukan penelitian melalui prosedur ilmiah, ditemukan hubungan positif antara keduanyaBudaya organisasi (X. denganKinerja karyawan (Y). Hal serupa juga ditemukan pada variabel lain yaituKompensasi (X. Dari data yang dikumpulkan menunjukkan independen baik secara parsial maupun Dengan kata lain, lebih tinggiBudaya organisasi, semakin tinggiKinerja karyawan dan semakin tinggiKompensasi, bahkan lebih tinggiKinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang dirancang khusus untuk tujuan tersebut. Berangkat dari sejumlah instrumen yang digunakan, disadari tidak lepas dari berbagai kelemahan yang tidak dapat dihindari, antara lain. Pertama, jawaban-jawaban yang telah diberikan mungkin tidak semuanya mencerminkan kenyataan yang sebenarnya, sehingga masih patut untuk dipertanyakan dan diteliti lebih lanjut. Kedua, di kalangan kenyataan tersebut tentunya para responden juga mempunyai intensitas pengetahuan yang berbeda-beda, baik pada tingkat pemahaman maupun praktiknya yang otomatis juga berbeda. Ketiga, menyangkut masalah sumber daya manusia, maka dalam menjawab pertanyaan dan pernyataan nampaknya responden sangat berhati-hati, bahkan ada pula yang tidak diungkapkan secara nyata, terutama menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan faktor budaya dan halhal yang bersifat sosial. sehingga perlu diungkapkan faktor-faktor tersebut secara lebih spesifik dan transparan. Berangkat dari beberapa pemikiran tersebut, maka sangat perlu dilakukan upaya untuk mengungkap beberapa aspek tersebut melalui observasi dan atau wawancara Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. menemukan realitas budaya dan sosial yang nyata. Upaya untuk melakukan hal tersebut dapat dilakukan melalui replikasi penelitian atau penelitian lanjutan dan atau penelitian lain, sehingga hal-hal yang belum terungkap dapat disajikan sebagai temuan yang lebih baik. Berdasarkan hal tersebut, penulis menggunakan kasus Universitas Al Azhar Indonesia untuk membahas dampak budaya organisasi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. METODOLOGI Penulis pendekatan kuantitatif dengan cara mengolah data yang diperoleh, dengan maksud untuk memaksimalkan fungsi data untuk menjawab hipotesis yang Penelitian memanfaatkan data dengan pengolahan Populasi adalah kumpulan seluruh unsur sejenis yang dapat dibedakan satu sama lain. Oleh karena itu, populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang merupakan pegawai Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia yang berjumlah 60 eksemplar. Sedangkan sampel penelitian adalah beberapa individu dalam kelompok yang terlibat langsung dalam penelitian dan mewakili populasi yang diteliti sehingga dapat menggambarkan sifat dan kondisi populasi tersebut. Sedangkan teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknik random sampling dimana sampel diperoleh secara acak dari seluruh populasi . aryawan dan dosen Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesi. yaitu sebanyak 60 responden. Alasan pengambilan sampel ini adalah untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari populasi yang ada karena hasil penelitian ini akan dijadikan masukan dan membantu meningkatkan kualitas satuan kerja akademik menjadi lebih baik lagi. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Data sekunder yang menunjang analisis data dan pemecahan masalah yang diangkat dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan tinjauan pustaka sedangkan pengumpulan data primer untuk memperoleh tingkat kepuasan kerja karyawan dilakukan melalui kuesioner. Sedangkan instrumen penelitian dimaksudkan sebagai alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi kuantitatif mengenai variasi karakteristik variabel secara objektif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah kuesioner yang ditujukan kepada pegawai Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia. Bentuk dan format instrumen penelitian adalah sebagaimana angket pada lampiran tugas akhir ini. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik inferensial dengan menggunakan aplikasi SPSS (Software Statistical for Social Scienc. 0 0 for Windows. Cara ini diperlukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing terhadap faktor dependen. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui tingkat validitas instrumen pengumpulan data. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti. Validitas penggunaan cara pengambilan sampel berbasis populasi yang valid dan reliabel. Dengan demikian, cara yang digunakan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dapat diandalkan dan menjamin serta menjamin validitas pengukuran fenomena pada skala variabel tertentu yang digunakan untuk menentukan hubungan antar peristiwa. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi skor item dengan total skor AuProduct Moment (Pearso. Ay. (Que, 2. Analisis dilakukan pada semua Kriteria pengujian dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel pada taraf a = 0,05. Apabila hasil perhitungan menunjukkan r-hitung > rtabel maka item instrumen dianggap valid, sebaliknya jika r-hitung < r-tabel maka dianggap tidak valid sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian. Tes kepercayaan Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten bila digunakan berkali-kali dalam waktu yang berbeda. Untuk uji reliabilitas ini digunakan teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dikatakan reliabel jika mempunyai reliabilitas atau alpha sebesar 0,7 (Penyusun, 2. atau nilai yang diperoleh dari kuesioner berupa skala interval dari 1 sampai 4. Menurut Sugiono, instrumen yang reliabel menunjukkan bahwa bila digunakan berulang kali untuk mengukur benda yang sama maka akan menghasilkan data yang Teknik Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik inferensial dengan menggunakan aplikasi SPSS (Software Statistical for Social Scienc. 0 for Windows. Untuk memperoleh model, nilai, dan data yang mendukung analisis, sehingga dapat diketahui seberapa besar masing-masing independen terhadap faktor dependen. Uji Persyaratan Analisis Data Sebelum data dianalisis untuk menguji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal dan linier, jika syarat tersebut terpenuhi maka pengujian hipotesis dapat dilanjutkan. (Syahza, 2. Uji Normalitas Uji Normalitas dimaksudkan untuk mengukur apakah data mempunyai distribusi normal sehingga dapat digunakan dalam statistik parametrik . tatistik inferensia. Metode yang biasa digunakan untuk mengukur normalitas data (Goodness Of Fit Tes. adalah Chi Square, untuk mengetahui keadaan atau keterwakilan seluruh penduduk. (Syahza. LANDASAN TEORI Budaya Organisasi Praktek manajemen pengetahuan dianggap sebagai elemen kunci dalam 'Proses Bisnis Global. Ini adalah sumber penting keunggulan organisasi dan Saat ini, pengelolaan dan penggunaan sumber daya pengetahuan secara efisien dianggap penting bagi bisnis untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya pengetahuan mereka. Keberhasilan suatu organisasi bisnis sangat dipengaruhi oleh manajemen (KM). Tujuan manajemen pengetahuan adalah untuk dengan menggunakan basis pengetahuan yang luas. KM merupakan salah satu pilar strategis karena pengetahuan merupakan aset strategis bagi organisasi yang menciptakan nilai bagi pemegang Validamnya. Oleh karena itu, efektivitas KM ditentukan dengan mengakses pengetahuan dalam suatu organisasi, menggunakan fleksibilitas dan kelincahan mempercepat waktu pemasaran, dan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. meningkatkan kinerja bisnis. Merupakan dukungan dasar untuk menerima informasi dari luar organisasi untuk meningkatkan transparansi kegiatannya. Efektivitas KM tidak terbatas pada penciptaan pengetahuan organisasi, tetapi meningkatkan kualitas dan kinerja, meningkatkan fokus pada pelanggan, dan khususnya dalam inovasi. Selain itu, ini membantu peruValidaan meningkatkan keunggulan kompetitif mereka dan tetap berada di depan pesaing mereka. (Ramli et , 2. Budaya organisasi merupakan suatu upaya yang meliputi penilaian terhadap berbagai aspek untuk menentukan aspek mana yang lebih berpeluang mencapai Di sisi lain, variabel budaya organisasi tercantum pada Tabel 1 Tabel 1. Variabel Budaya Organisasi Variable Dimensi Indikator Budaya Organisa Budaya Organisas i Unggul Visi dan Adaptif Komitmen Resolusi Konflik Pengembangan SDM Pertan 1, 2, 3, 4, 5, 6 Kompensasi Kompensasi dipahami sebagai segala imbalan yang diterima karyawan atas jasa dan prestasi kerjanya di peruValidaan. Berbagai kompensasi, seperti manfaat berupa uang dan barang, dapat diberikan secara langsung atau tidak langsung . artu hadiah, makana. (Wirjawan & Fauziah. Remunerasi kegiatan dan proses yang sangat penting dalam operasional pegawai/fakultas Universitas, karena merupakan prasyarat bagi kinerja kegiatan kepegawaian yang dilaksanakan di Universitas. Baik secara langsung maupun tidak langsung di Sedangkan variabel instrumental reward ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini: Tabel 2: Variabel Kompensasi Variable Dimensi Indikator Kompens Langsung Prestasi Hasil Kerja Komplementer Tidak Pertan 13, 14, 15, 16, 8,19 20, 21 22,23, Kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa menganjurkan Tata Kelola Sosial dan Lingkungan (ESG) sebagai bagian dari budaya organisasinya sebagai seperangkat nilai untuk mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan sebagai evaluasi kompensasi eksekutif. Perkembangan karyawan telah meningkatkan kinerja peruValidaan setelah diperkenalkannya ESG. Merancang Sistem Kompensasi. Xie menyatakan bahwa tingkat gaji setiap tingkat pekerjaan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik nilai tenaga kerja. Merancang dan mengoperasikan sistem remunerasi yang mempertimbangkan kemampuan, remunerasi terkait kinerja, dan remunerasi jangka panjang. Sean pemakaian untuk mengurangi skala pembayaran, menggabungkan beberapa model insentif pembayaran untuk memenuhi kebutuhan banyak karyawan, (Que, 2. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kinerja pegawai merupakan proses dan hasil yang dicapai oleh suatu perguruan tinggi berdasarkan nilai-nilai dan standar ideal yang ada dalam memberikan pelayanan akademik dan pendidikan kepada mahasiswa dan sarjana, serta merupakan proses sistem penyelenggaraan pendidikan universitas. Hasilnya, pertukaran ini tidak hanya terjadi antara staf, dosen, dan mahasiswa, namun juga sesuai dengan harapan masyarakat dan pengguna terhadap kualitas lulusan universitas. Variabel operasional mengenai kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3 ini. Tabel 3: Variabel Kinerja Pegawai Variable Dimensi Indikator Kinerja Indikator Kriteria, sasaran kerja Sistem Evaluasi Kerja Perencanaan SDM Konsistensi Kerja Sama Pertan 25, 26, 27,28, 29, 30 Hipotesis Penelitian Hipotesis H1: Terdapat pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai Pakar dan praktisi manajemen menjelaskan bahwa permasalahan kinerja pegawai erat kaitannya dengan budaya peruValidaan dan kompensasi dilakukan oleh manajemen dalam hal ini Universitas Al Azhar Indonesia. Dari sekian banyak indikator variabel budaya organisasi, penulis hanya mengambil satu indikator yaitu perilaku manajerial, dan indikator variabel kompensasi yaitu kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung. Kerangka tersebut secara sistematis digambarkan sebagai Gambar. Gambar 1. Kerangka Penelitian yang Sistematis Compensation: ADirect AIndirect Employee Criteria, goals and work targets Work Evaluation System HR planning Consistency with regulations Cooperation Organizationa l culture: A Vision and mission of the Organization A Adaptation A Commitment of A Conflict DAN PEMBAHASAN HASIL Resolution Sebelum A preDevelopment test . kuesioner kepada 30 responden yang tidak dijadikan sampel untuk masing-masing variabel. Pada tahap ini kuesioner diuji dengan menggunakan uji validitas item dan uji korelasi product Jika r-tabel diambil dari N=30. Mean r-tabel=0,361, taraf signifikansi 0,05. Pengambilan menggunakan uji validitas butir seperti terlihat pada Tabel 4, 5, 6 : Suatu unsur pertanyaan valid, jika r-hitung hasilnya positif ( ) dan r-hitung > r-tabel. Jika rhitung hasilnya negatif (-) dan r-hitung < r-tabel. item pertanyaan tidak valid. Tabel 4 Organisasi Nom Uji Validitas R-Hitung R-tabel 0,717 0,361 0,649 0,361 0,746 0,361 0,708 0,361 0,713 0,361 0,633 0,361 0,664 0,361 0,674 0,361 Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Budaya Keterangan R-Hitung >R-tabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 0,843 0,361 0,706 0,361 0,827 0,361 0,693 0,361 R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid R-Hitung >Rtabel. Valid Tabel 5: Uji Validitas Kompensasi Nom R-Hitung R-tabel Keterangan 0,568 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,778 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,644 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,628 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,610 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,778 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,781 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,732 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,767 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,824 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid 0,855 0,361 R-Hitung >R-tabel. Vald 0,748 0,361 R-Hitung >R-tabel. Valid Table 6: Employee Performance Validity Test r-Count 0,872 r-table 0,361 0,853 0,361 0,755 0,361 0,839 0,797 0,759 0,361 0,361 0,361 Tabel 7 Rekapitulasi Total Skor Tiap Variabel Nomor Budaya Organisasi (X. Kompensa si (X. Kinerja Pegawai (Y) Description r-Count > r-table. Valid r-Count > r-table. Valid r-Count > r-table. Valid r-Count > r-table. Valid r-Count > r-table. Valid r-Count > r-table. Valid Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, yang terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Budaya organisasi : X1 Kompensasi :X2 Kinerja karyawan Daftar angket penelitian yang penulis sampaikan kepada responden berjumlah 60 orang, kemudian diperiksa, diedit, dan dianalisis sesuai dengan pengolahan data. Kuesioner penelitian ini kemudian diberi skor sesuai jawaban responden dan dijumlahkan. Proses penelitian telah dilakukan secara hati-hati agar tidak mengalami kesalahan dalam Hasil rekapitulasi skor masing-masing selanjutnya digunakan oleh program komputer SPSS 13. 0 0 for Windows. Rekapitulasi total skor masing-masing variabel dapat dilihat pada Tabel 7 di bawah ini: Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Gambar 2 dibawah ini: Gambar 2:Statistics Data Statistik Variabel Budaya Organisasi Budaya Organisasi Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Multiple modes exist. The smallest value is shown Skor frekuensi variabel Budaya Organisasi menyebar dari Lowest score 28 hingga Highest score 48 dengan rentang nilai 20. Untuk menggambarkan frekuensi hasil penelitian data variabel Budaya Organisasi X. , dapat disajikan dalam bentuk dari grafik Histogram, sebagai berikut: Grafik 1: Histogram Frekuensi Variabel Budaya Organisasi Variabel Budaya Organisasi (X. Rekapitulasi data total skor masing-masing variabel di atas diolah dengan bantuan komputer dengan program SPSS 13. 0 0 for windows setelah melakukan uji standar residual terhadap data outlier. Hasil pengolahan data untuk variabel Budaya Organisasi mempunyai: Mean : 38,77 Deviasi Standar : 4. Range : 20 Lowest score : 28 Highest score : 48 Rangkuman data variabel Budaya organisasi (X. dapat terlihat pada Variabel Kompensasi (X. Rekapitulasi data total skor masing-masing variabel di atas diolah dengan bantuan komputer dengan program SPSS 13. 0 0 for windows setelah melakukan uji standar residual terhadap data outlier. Hasil pengolahan data untuk variabel Kompensasi mempunyai: Mean : 40,07 Deviasi Standar : 5. Range : 20 Lowest score : 28 Highest score : 48 Variabel Kompensasi menyebar dari Lowest score 28 hingga Highest score 48 dengan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Statistics Kinerja Perusahaan Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum rentang nilai 20. Untuk mendeskripsikan frekuensi hasil data penelitian variabel Kompensasi (X. , rangkuman data variabel Kompensasi (X. dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini: Gambar 3: Data Statistik Variabel Statistics Kompensasi Kompensasi Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Valid Missing Grafik Histogram, dapat dilihat dalam bentuk Grafik 2 sebagai berikut: Grafik 2: Histogram Frekuensi Variabel Terkompensasi Multiple modes exist. The smallest value is shown Hasil pengolahan data untuk variabel kinerja pegawai mempunyai: Mean : 19,70 Deviasi Standar : 3. Range : 13 Lowest score : 11 Highest score : 24 Skor frekuensi variabel kinerja karyawan menyebar dari Lowest score sebesar 11 hingga Highest score sebesar 24 dengan rentang nilai sebesar 13. Untuk menggambarkan frekuensi data hasil penelitian variabel kinerja karyawan (Y), dapat disajikan dalam bentuk grafik histogram. Grafik 3 sebagai berikut: Grafik 3 Histogram Frekuensi Variabel Kinerja Karyawan Variabel Kinerja Pegawai (Y) Rekapitulasi data total skor masing-masing variabel di atas diolah dengan bantuan komputer dengan program SPSS 13. 0 0 for windows. Setelah dilakukan uji standard residual terhadap data outlier, maka rangkuman data variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat seperti pada Gambar 4 berikut ini: Gambar 4: Data Statistik Variabel Kinerja Pegawai Analisis Persyaratan Pengujian Untuk syarat analisis yang dapat dilakukan dalam penelitian ini adalah: Uji Normalitas Uji normalitas data menggunakan AuUji Kolmogorov-SmirnovAy (Liliefor. Jika Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal, jika Sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji normalitas tiap Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji normalitas variabel Budaya Organisasi (X. Tabel 8 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Variabel Penelitian Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Budaya Organisasi Sig. Lilliefors Significance Correction Dari keluaran SPSS 13. 0 0 for windows. Sig. 0,200 > 0,05. Karena Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Uji kompensasi (X. Dari keluaran SPSS 13. 0 0 for windows. Sig. 0,200 > 0,05. Karena Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Kompensasi Sig. Sig. 0,200 0,05 Informa Normal 0,200 0,200 0,05 0,05 Normal Normal This is a lower bound of the true significance. Variab Sig. Pengujian Hipotesis Penelitian Menguji Hipotesis Budaya Organisasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Uji normalitas Dengan proses SPSS 13. 0 0 hasil uji normalitas variabel Budaya Organisasi (X. terhadap kinerja pegawai (Y) dapat dilihat pada grafik pada Gambar 4. bahwa data . tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal yang Mean regresi tersebut layak digunakan untuk memprediksi variabel Budaya Organisasi (X. berdasarkan variabel masukan Kinerja Pegawai (Y). Grafik 4 Menampilkan Plot P-P Normal: This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Uji Normalitas Kinerja Pegawai (Y) Variabel Grafik 4 Grafik NPP Regresi Variabel Residual Budaya Organisasi Terstandar (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tests of Normality Kinerja Karyawan Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Dari keluaran SPSS 13. 0 0 for windows. Sig. 0,200 > 0,05. Karena Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasil analisis data mengenai uji normalitas dengan uji AuKolmogorovSmirnov TestAy (Liliefor. di atas menginformasikan bahwa seluruh data mempunyai distribusi normal. Hasil analisis dirangkum pada Tabel 8 di bawah Koefisien Korelasi (R) Dengan melakukan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 13 terlihat nilai koefisien korelasi (R) = 0,644 yang Mean ada hubungan dengan variabel Budaya Organisasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y) bernilai positif. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Grafik 5 sebagai berikut: Grafik 5: Nilai Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien determinasi (R Squar. Dari Variabel Budaya Organisasi (X. Terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y) Grafik 6: Thitungdan Signifikansi Variabel Budaya Organisasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y). Coefficientsa Model (Constan. Kompensasi Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable : Kinerja Karyawan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kompensasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Koefisien determinasi (RA) Koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,497 merupakan kuadrat dari koefisien korelasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 49,7% variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh faktor variabel Budaya Organisasi (X. sedangkan sisanya sebesar 50,3% dijelaskan oleh faktor lain. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji signifikansi regresi variabel Budaya Organisasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y). Keputusan yang diambil adalah sebagai berikut: Ho = 0. atau koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (X. tidak signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) Ha = 0. atau koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (X. Kinerja Karyawan (Y) Dasar pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan thitung dengan ttabel jika thitung < ttabel maka Ha ditolak. Ho diterima jika thitung > ttabel maka Ha diterima. Ho ditolak Dengan program SPSS 13. diperoleh nilai t thitung dan signifikansinya seperti terlihat pada Grafik 6. berikut ini: Dari perhitungan SPSS 13. Thitung variabel Budaya Organisasi yang diperoleh sebesar 6,408 dengan df sebesar 58 pada A . diperoleh ttabel dari 2,01. Jadi t hitung 6,408 > ttabel . , sangat Hal ini menunjukkan bahwa variabel Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia. Dari analisa diatas dengan perhitungan SPSS 13. 0 0 diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai = f (X. = 3,360 0,421 X1 Konstanta 3,360 menyatakan jika tidak ada nilai Budaya Organisasi (X. maka nilai kinerja pegawai (Y) sebesar 3,360, sedangkan koefisien regresi sebesar 0,423 X1 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 . nilai pada variabel Budaya Organisasi (X. akan meningkatkan variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,421 kali pada konstanta sebesar 3,360. Uji F atau Uji Anova Uji F bertujuan untuk menguji signifikansi model regresi Budaya Organisasi (X. terhadap Kinerja Pegawai Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. (Y). Hasil uji F seperti terlihat pada Grafik 7 berikut ini: Grafik 5 Grafik NPP Kompensasi Variabel Residu Terstandar Regresi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Grafik 7: Fhitung variabel Budaya Organisasi (X. terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) ANOVAb Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Predictors: (Constan. Budaya Organisasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Uji F dilakukan untuk menguji hipotesis ini. Ho = 0. atau model regresi tidak signifikan. Ha O 0. atau model regresi yang signifikan Dasar pengambilan keputusan adalah: Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak. Ho diterima, jika Fhitun> Ftabel maka Ha diterima. Ho ditolak Dengan bantuan pengolahan komputer berdasarkan perhitungan SPSS 13 diperoleh oleh Fhitung sebesar 41,065 sedangkan harga kritisnya adalah nilai Ftabel dengan derajat kebebasan di dalamnya pembilang 1 dan penyebut 58 pada . sebesar 4,02. Dengan itu Fhitung . > Ftabel . , begitu jelasnya HHAI ditolak dan HA diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja Koefisien Korelasi (R) Dengan melakukan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 13 terlihat nilai koefisien korelasi (R) = 0,705 yang Mean ada hubungan variabel Kompensasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y) bernilai positif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8 sebagai berikut: Gambar 8: Nilai Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien determinasi (R Squar. Dari Variabel Kompensasi (X. Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y) Model Summaryb Model Pengujian Hipotesis Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Uji normalitas Dengan proses SPSS 13. 0 hasil uji normalitas variabel Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat pada grafik pada Gambar 4. bahwa data . tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal yang Mean regresi tersebut layak digunakan untuk memprediksi variabel Kompensasi (X. berdasarkan variabel masukan Kinerja Pegawai (Y). R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kompensasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Koefisien determinasi (RA) Koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,497 merupakan kuadrat dari koefisien korelasi. Hal ini menunjukkan sebesar 49,7% variabel Kinerja Karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh faktor variabel Kompensasi (X. sedangkan sisanya sebesar 50,3% dijelaskan oleh faktor lain. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji signifikansi variabel regresi Kompensasi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y). Keputusan yang diambil adalah sebagai berikut: Ho = 0. atau koefisien regresi variabel Kompensasi (X. tidak signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Ha O 0. atau koefisien regresi variabel Kompensasi (X. signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) Dasar pengambilan keputusan adalah membandingkan thitung dengan ttabel, jika thitung < ttabel maka Ha ditolak. Ho diterima, jika thitung > ttabel maka Ha diterima. Ho ditolak Dengan program SPSS 13. diperoleh nilai thitung dan signifikansinya seperti terlihat pada Gambar 9 sebagai persamaan regresi sederhana sebagai = f (X. = 2,767 0,423 X2 Konstanta 2,767 menyatakan jika tidak ada nilai Kompensasi (X. maka nilai Kinerja Pegawai (Y) sebesar 2,767, sedangkan koefisien regresi sebesar 0,423 X2 penambahan 1 . nilai pada variabel Kompensasi (X. akan meningkatkan variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,423 kali dengan konstanta sebesar 2,767. Gambar 9: Thitung dan Signifikansi Variabel Kompensasi (X. terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Uji F bertujuan untuk menguji signifikansi model regresi Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hasil uji F seperti terlihat pada Gambar 10 berikut ini: Coefficientsa Model (Constan. Kompensasi Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Dependent Variable : Kinerja Karyawan Uji F atau Uji Anova Gambar Fhitung Variabel kompensasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y) ANOVAb Dari perhitungan SPSS 13. Thitung Variabel kompensasi yang diperoleh sebesar 7,568 dengan df 58 pada Aa. diperoleh t tabel sebesar 2,01. Dengan demikian thitung 7,568 > thitungtabel . , sangat jelas. Ho ditolak dan Ha Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel Kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Dari analisa diatas dengan SPSS Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Predictors: (Constan. Kompensasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Uji F dilakukan untuk menguji hipotesis ini. Ho = 0. atau model regresi tidak signifikan. Ha O 0. atau model regresi yang signifikan Dasar adalah:Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak. Ho diterima, jika Fhitung > Ftabel maka Ha diterima. Ho ditolak, wdengan bantuan perhitungan SPSS 13diperoleh oleh Fhitung sebesar 57,282 sedangkan harga kritisnya adalah nilai Ftabel dengan derajat kebebasan pembilang 1 dan penyebut 58 ata . sebesar 4,02. Dengan itu Fhitung . >Ftabel. , begitu jelasnya HHAI ditolak dan HA diterima. Hal Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. ini menunjukkan bahwa model regresi signifikan terhadap variabel kinerja Menguji Hipotesis Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Uji normalitas Dengan proses SPSS 13. 0 0 hasil uji normalitas variabel Budaya Organisasi (X. dan variabel Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat pada grafik titik-titik menyebar penyebarannya mengikuti garis diagonal yang artinya regresi tersebut layak digunakan untuk memprediksi variabel Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. secara simultan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik pada Grafik 6 dibawah Grafik . Grafik NPP Regresi Variabel Residual Budaya Organisasi Terstandar (X. Variabel Kompensasi (X. secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai (Y) Koefisien Korelasi (R) Dengan melakukan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 13 terlihat nilai koefisien korelasi (R) = 0,749 yang Mean ada hubungan dengan variabel Budaya Organisasi (X. dan variabel Kompensasi (X. pada variabel Kinerja Pegawai (Y) bernilai positif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 11 sebagai berikut: Gambar 11: Nilai Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien determinasi (R Squar. Dari Variabel Budaya Organisasi (X. Variabel Kompensasi (X. Terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y) Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kompensasi. Budaya Organisasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Koefisien determinasi (RA) Koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,562 merupakan kuadrat dari koefisien korelasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 56,2% variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh faktor variabel Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. sedangkan sisanya sebesar 43,8% dijelaskan oleh faktor lain. Dari analisa diatas dengan perhitungan SPSS 13 persamaan regresi berganda diperoleh sebagai berikut: = f (X1. = -0,569 0,215 X1 0,297X2 Konstanta -0,569 menyatakan jika tidak ada nilai Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. , maka nilai Kinerja Pegawai (Y) sebesar 61,58 sedangkan koefisien regresi sebesar 0,215 X1 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 . nilai pada variabel Budaya Organisasi (X. meningkatkan variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,370 kali pada konstanta - Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 0,569 dan koefisien regresi sebesar 0,297 X2 menyatakan bahwa untuk setiap penambahan 1 . nilai pada variabel Kompensasi (X. akan meningkatkan variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,297 kali dengan konstanta -0,569. Uji F atau Uji Anova Uji F bertujuan untuk menguji signifikansi model regresi Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hasil uji F seperti terlihat pada Gambar 12 berikut Gambar 12: Fhitung variabel Budaya Organisasi (X. dan Kompensasi (X. bersama-sama dengan variabel Kinerja Pegawai (Y) positif antara variabel budaya organisasi dan variabel kinerja pegawai, dengan skor korelasi sebesar 0,644 dan rasio kontribusi 6,408 41,5%. menunjukkan bahwa terdapat > 2,01 tabel. Terdapat pengaruh yang signifikan dan kompensasi dengan angka korelasi sebesar 0,705 dan hitung 7,568 > kontribusi 49,7% pada Tabel 2. Untuk variabel kinerja pegawai Fakultas Ilmu Budaya Universitas Al Azhar Indonesia baik variabel budaya organisasi maupun imbalan mempunyai pengaruh yang besar: Fhitung . > Ftabel . Dapat penghargaan sama-sama meningkatkan kinerja pegawai, berdasarkan persamaan regresi = -0,569 0,215 X1 0,297 X2. ANOVAb Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Predictors: (Constan. Kompensasi. Budaya Organisasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Uji F dilakukan untuk menguji hipotesis ini. Ho = 0. atau model regresi tidak signifikan. Ha O 0. atau model regresi yang signifikan Dasar pengambilan keputusan adalah: Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak. Ho diterima, dan jika Fhitung > Ftabelmaka Ha diterima. Ho ditolak. Dengan bantuan perhitungan SPSS 13. Fhitung dari 36,507 >Ftabel 3. 17, maka jelas Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi variabel Budaya Organisasi dan Kompensasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Al-Azhar Indonesia terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan DAFTAR PUSTAKA