Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 185Ae197 Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalam Pembentukan Akhlak dan Karakter Siswa SMA N 1 Gemuh Naili Fauziah Lutfiyani1*. Siti Nasikah2. Nurul Fadhilatul Mufidah3. Siti Khoirul Nisa4. Ibnu Al Ashari5. Yusuf Arjunnajah6 1,2,3,4,5,6Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: Fauzia4lwi@gmail. *Corespondensi Author Abstrak Efektifitas merupakan suatu keberhasilan yang membawa kebaikan,dan berdampak positif bagi target yang ditentukan. Peserta didik atau siswa adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan nasib bangsa kedepannya. Pendidikan merupakan kunci utama dalam pembentukan akhlak dan karakter seseorang, terutama pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran PAI BP dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode observasi,dokumentasi dan wawancara untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan penelitian. Pembelajaran PAI BP sangat efektif dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH karena dalam pembelajaran PAI BP tidak hanya diajarkan mengenai ibadah,tetapi juga akhlak,cara bersosial,adab yang sesuai dengan syariaiat islam. Selain pembelajaran PAI BP. BK juga sangat berperan penting dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa karena dengan adanya BK siswa menjadi lebih mentaati aturan-aturan yang ada disekolah. Kerjasama antara guru PAI BP dan guru BK juga menjadi perpaduan yang sangat baik untuk mendidik siswa agar memiliki akhlak dan karakter yang lebih baik. Berbagai pembiasaan yang diterapkan SMA N 1 GEMUH juga memiliki kontribusi yang baik dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa. Kata kunci: Efektivitas,PAI BP,Akhlak,Karakter. Abstract Efektivitas is a success that brings goodness and has a positive impact on the determined target. Students are the future generation of the nation who will determine the fate of the nation. Education is the main key in shaping a person's morals and character, especially in students. This research aims to determine the This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk effectiveness of PAI BP (Islamic Religious Education and Characte. learning in shaping the morals and character of students at SMA N 1 GEMUH. This research is a qualitative study that uses observation, documentation, and interview methods to obtain results that are in line with the research. PAI BP learning is very effective in shaping the morals and character of SMA N 1 GEMUH students because PAI BP learning does not only teach about worship but also morals, how to socialize, and manners that are in accordance with Islamic law. In addition to PAI BP learning. Guidance and Counseling (BK) also plays a very important role in shaping students' morals and character because with BK, students become more obedient to the rules in The collaboration between the PAI BP teacher and the BK teacher is also a very good combination for educating students to have better morals and character. Various habits implemented by SMA N 1 GEMUH also have a good contribution to shaping students' morals and character. Keywords: Effectiveness. PAI BP. Morals. Character. PENDAHULUAN Efektivitas adalah suatu keberhasilan yang membawa kebaikan dan berdampak positif bagi target yang ditentukan. 1 Peserta didik adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan nasib Negara ini kedepannya. Untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dalam aspek pengetahuan maupun karakter,pendidikan akhlak harus diajarkan mulai sedini mungkin. Pendidikan tidak hanya sarana untuk pertukaran ilmu tetapi juga sebagai sarana pembentukan kepribadian yang lebih baik. 3 Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti sangat menentukan pembentukan akhlak dan karakter yang baik pada siswa. 4 Menurut bahasa AuakhlaqAy berasal dari bahasa Arab yaitu bentuk jamak dari kataAykhuluq. AyArtinya, moral, budi pekerti, perangkai tingkah perilaku 1 Alpi Robiah Al Adwiyah Nasution. AuEfektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) Dalam Membentuk Akhlak Mulia Pada Siswa : Studi Kasus Di SMP PAB 15 Medan,Ay Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 2 . : 49Ae53. 2 Rahmat Hidayat. M Sarbini, and Ali Maulida. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Membentuk Kepribadian Siswa Smk Al-Bana Cilebut Bogor,Ay Prosiding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2017, 146Ae57. 3 Siti Munawaroh. Ahmad Fauzi, and Herwati Herwati. AuPeran Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Di SMA Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan Probolinggo,Ay Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan . 209Ae27, https://doi. org/10. 54437/irsyaduna. 4 Nasution. AuEfektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) Dalam Membentuk Akhlak Mulia Pada Siswa : Studi Kasus Di SMP PAB 15 Medan. Ay Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalamA. atau tabiat. 5 Pendidikan karakter adalah bentuk dari pendidikan nilai . alues educatio. yang diajarkan pada bangku sekolah. Karena sekolah tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang pandai tetapi juga menghasilkan peserta didik yang memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Karena hal itu, pendidikan akhlak dan karakter harus diajarkan sedini mungkin. Melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BP). Karena PAI BP mengajarkan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentukkan akhlak dan karakter siswa. 8 Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia dengan melakukan bimbingan, pembelajaran, dan latihan, yang dilakukan di sekolah dan di luar sekolah. Pendidikan akan lebih sempurna apabila pendidikan tersebut berlandaskan pada nilai- nilai agama. Pembentukan akhlak dan karakter siswa memiliki manfaat untuk mereka agar menjadi individu yang lebih dekat, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan bisa mewujudkan potensi diri masing-masing sesuai dengan ajaran dalam nilainilai Islam. Apalagi pada saat ini spiritualitas siswa semakin menurun, hal ini didukung dengan semangat ibadah yang menurun. Dikarenakan pengaruh buruk dari media social dan lingkungan sekitar. Hal ini menjadikan perhatian khusus untuk menjauhkan anak dari dampak negatif tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan di SMA N 1 GEMUH berbagai kegiatan keagamaan telah diterapkan. Kegiatan tersebut antara lain, pembiasaan yang berupa pembacaan asmaul husna,tadarus Al-QurAoan,Sholat dhuha berjamaah,sholat wajib berjamaah. Berbagai kegiatan tersebut dalam rangka pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH. Dengan diadakannya kegiatan tersebut 5 Syabuddin Gade. Membumikan Pendidikan Akhlak Mulia Anak Usia Dini. Al-Tarbiyah AlKhuluqiyah, 2019. 6 Marlina Wally. AuPeran Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa,Ay Jurnal Studi Islam 10, no. : 70Ae81, https://doi. org/10. 33477/jsi. 7 Wally. 8 Kesalehan Individu. Siswa Di, and S D Negeri. Au1 , 2 1,2Ay 10 . : 319Ae32. 9 Rianto. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pada Smpn 13 Lebong,Ay 2023, 1Ae95. 10 Rianto. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk diharapkan siswa SMA N 1 GEMUH memiliki akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan memiliki karakter jujur,disiplin,rajin beribadah dan bersyukur. Meskipun kegiatan keagamaan sudah diterapkan untuk pembentukan akhlak dan karakter siswa,penelitian mendalam perlu dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam pembentukan akhlak dan karakter SISWA SMA N 1 GEMUH. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjudul Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Pembentukan Akhlak Dan Karakter Siswa SMA N 1 GEMUH. Peneliti melaksanakan penelitian di SMA N 1 GEMUH dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Yang dimaksud penelitian kualitatif yaitu penelitian yang hasil datanya berupa tulisan deskriptif fenomena yang diteliti. 11 Penelitian Pengumpulan data oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung pembelajaran PAI BP, dan interaksi antara siswa dan guru, serta siswa dengan siswa lainnya di SMA N 1 GEMUH. Wawancara dilakukan secara terorganisir kepada guru BK, guru PAI BP, siswa untuk mendapat informasi data yang sesuai. Dokumentasi disertai dengan pengambilan foto-foto yang mendukung. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMA N 1 GEMUH Berdiri pada tahun 2002 pada awal berdirinya,SMA N 1 GEMUH masih menginduk di SMA N 1 PEGANDON. Pada 10 Maret 2003 gedung SMA N 1 GEMUH yang berlokasi di Jl. Napak Tilas Gemuh diresmikan tapi para siswa masih berada di SMA N 1 PEGANDON dan mulai menempati SMA N 1 GEMUH pada bulan Juli 2003 dengan dimulainya tahun ajaran baru. Sejak saat itu tanggal 10 Maret diperingati sebagai hari ulang tahun SMA N 1 GEMUH. Saat itu jumlah guru masih 7 orang. 11 Hasan Syahrizal and M Syahran Jailani. AuJenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAy 1 . : 13Ae23. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalamA. Saat ini luas tanah SMA N 1 GEMUH 1. 300 M 2 dengan jumlah siswa sebanyak 835 siswa terdiri dari kelas X sebanyak 286 siswa,kelas XI sebanyak 275 siswa,dan kelas XII sebanyak 274 siswa. Analisis Efektivitas Pembelajaran PAI Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan selama 22 hari di SMA Negeri 1 Gemuh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam membentuk akhlak dan karakter siswa. Pelaksanaan pembelajaran PAI BP di sekolah ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan semata, tetapi juga menekankan penerapan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pada aspek pembelajaran PAI BP, guru menggunakan beragam metode seperti ceramah, diskusi. Problem Based Learning (PBL), serta studi kasus yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Pendekatan kontekstual tersebut membuat siswa lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan, seperti menghormati orang tua, guru, serta berinteraksi dengan sesama teman dan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran, terutama ketika guru memberikan contoh konkret yang relevan dengan kehidupan mereka. 12 Selain itu, partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan seperti salat dhuha dan dzuhur berjamaah menunjukkan tingkat kesadaran spiritual yang baik, meskipun masih terdapat sebagian kecil siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran, terutama pada jam pelajaran terakhir. Selain pembelajaran di kelas, pembentukan akhlak dan karakter siswa juga didukung melalui program pembiasaan sekolah. SMA Negeri 1 Gemuh secara konsisten menerapkan kegiatan rutin setiap pagi, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, tadarus Al-QurAoan, membaca Asmaul Husna, kegiatan literasi, senam AuIndonesia Anak HebatAy, serta pelaksanaan salat dhuha dan dzuhur berjamaah. Kholifatus SaAodiyah and Sunarto Sunarto. AuUrgensi Layanan Bimbingan Dan Konseling Siswa Di Sekolah,Ay JKaKa:Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam 3, no. 2 (August 1, 2. : 92Ae110, https://ejournal. id/index. php/jkaka/article/view/2436. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk Pembiasaan tersebut berfungsi menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, religiusitas, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air dalam diri siswa. Kegiatan-kegiatan ini menjadi sarana pembiasaan positif yang berdampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan moral siswa di lingkungan sekolah. Hasil wawancara dengan guru PAI BP menunjukkan bahwa pembelajaran PAI BP memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan akhlak dan karakter siswa. Materi yang diajarkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik siswa. Guru menilai bahwa elemen-elemen akhlak yang diajarkan dalam PAI sangat menunjang pembentukan kepribadian siswa yang berakhlakul karimah. Namun, guru juga menghadapi beberapa kendala, terutama faktor intrinsik dari siswa seperti rendahnya motivasi dan pengaruh lingkungan Banyak siswa yang tinggal tanpa pendampingan penuh dari orang tua, bahkan ada yang hanya bersama kakek atau nenek, sehingga pembiasaan ibadah dan perilaku keagamaan di rumah tidak terbentuk secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PAI BP tidak hanya ditentukan oleh faktor sekolah, tetapi juga oleh dukungan lingkungan keluarga. Evaluasi keberhasilan pembelajaran PAI BP dilakukan guru dengan cara mengamati perilaku siswa sehari-hari di sekolah. Guru menilai kepribadian, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan siswa sebagai indikator pembentukan Selain itu, guru PAI juga berperan aktif memantau ibadah siswa di rumah dengan menanyakan secara langsung pada jam pelajaran PAI. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan pembinaan karakter antara lingkungan sekolah dan rumah. Program pemerintah AuAnak Indonesia HebatAy yang diterapkan di sekolah ini turut memperkuat pembentukan karakter melalui tujuh kebiasaan positif, salah satunya yaitu beribadah secara rutin. Sementara itu, guru BK memandang bahwa layanan konseling individu merupakan bentuk pembinaan yang paling efektif dalam memperbaiki perilaku Layanan ini diberikan secara personal kepada siswa yang mengalami masalah Ahmad Suriansyah and Aslamiah. AuStrategi Kepemimpinan Kepala Sekolah. Guru. Orang Tua. Dan Masyarakat Dalam Membentuk Karakter Siswa,Ay Jurnal Cakrawala Pendidikan 34, no. 234Ae47, https://doi. org/10. 21831/cp. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalamA. akhlak, kedisiplinan, atau pergaulan. Menurut guru BK, faktor terbesar yang mempengaruhi perilaku siswa berasal dari lingkungan luar sekolah dan keluarga. Kebiasaan yang telah tertanam di rumah sulit diubah tanpa adanya kolaborasi antara guru PAI, guru BK, dan orang tua. Oleh karena itu, koordinasi antarguru menjadi hal penting dalam menangani siswa yang memiliki permasalahan karakter. Guru PAI BP berperan memberikan nasihat dan arahan awal, sedangkan guru BK menindaklanjuti dengan layanan konseling agar siswa mampu memperbaiki perilakunya secara menyeluruh. Dari hasil wawancara dengan siswa, diperoleh gambaran bahwa mereka merasakan dampak positif dari pembelajaran PAI BP. Siswa mengaku menjadi lebih paham tentang nilai-nilai Islam, lebih rajin beribadah, serta lebih berhati-hati dalam bersikap terhadap guru dan teman. Mereka menilai bahwa guru PAI BP menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami dan memberikan teladan langsung melalui perilaku sehari-hari. Siswa juga menyampaikan bahwa guru PAI BP bersikap sabar dan tegas, sehingga memotivasi mereka untuk meneladani akhlak yang baik. Namun, sebagian siswa juga berharap agar guru BK dapat bersikap lebih ramah dan lembut agar siswa tidak merasa takut ketika berkonsultasi. Selain itu, pengalaman siswa ketika mendapatkan hukuman atau teguran dari sekolah juga menjadi pelajaran penting dalam pembentukan karakter. Misalnya, siswa yang datang terlambat diberikan sanksi menuntun motor ke lapangan dan tidak diperbolehkan menggunakan HP selama sehari. Hukuman tersebut menimbulkan efek jera dan memotivasi siswa untuk lebih disiplin. Dari pengalaman tersebut, tampak bahwa pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui sistem tata tertib dan disiplin sekolah yang konsisten ditegakkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Gemuh sangat dipengaruhi oleh sinergi antara guru PAI BP, guru BK, program pembiasaan sekolah, serta dukungan keluarga. PAI BP berperan sebagai pondasi utama dalam membentuk akhlak dan karakter. Kemendikbudristek. AuImplementasi Bimbingan Dan Konseling Untuk Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah,Ay Kemendikbudristek BSKAP RI, 2022, 76. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk sementara guru BK dan lingkungan sekolah memperkuat pembiasaan positif tersebut melalui pendekatan konseling, disiplin, dan keteladanan. Dengan demikian, pembelajaran PAI BP tidak hanya efektif dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga dalam membentuk kepribadian siswa yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan bertanggung jawab baik di sekolah maupun di Keterkaitan Pembelajaran PAI dengan Pembentukan Akhlak dan Karakter Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) di SMA Negeri 1 Gemuh memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk akhlak dan karakter siswa. Melalui metode pembelajaran yang bervariasi seperti ceramah, diskusi. Problem Based Learning (PBL), dan studi kasus, guru berupaya mengaitkan setiap materi dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa. Nilai-nilai moral seperti menghormati orang tua, guru, serta menjalin hubungan baik dengan teman dan masyarakat menjadi fokus utama dalam pembelajaran. Kegiatan rutin seperti salat dhuha dan dzuhur berjamaah juga memperkuat pembiasaan religius yang secara tidak langsung menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa. Selain melalui kegiatan belajar di kelas, pembentukan akhlak dan karakter juga diperkuat melalui berbagai program pembiasaan sekolah. SMA Negeri 1 Gemuh secara konsisten menerapkan kegiatan seperti tadarus Al-QurAoan, membaca Asmaul Husna, dan senam AuIndonesia Anak HebatAy yang menjadi bagian dari rutinitas harian Kegiatan-kegiatan tersebut menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, religiusitas, serta semangat kebersamaan yang sejalan dengan tujuan pembelajaran PAI. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI BP, pembelajaran ini dianggap sangat efektif karena mengajarkan nilai-nilai akhlak yang fundamental dalam kehidupan siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap Guru PAI juga menilai bahwa evaluasi keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku siswa di sekolah maupun di rumah. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalamA. Hasil wawancara dengan siswa memperkuat pandangan tersebut, di mana sebagian besar siswa mengaku bahwa pembelajaran PAI BP membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia. Mereka merasa lebih memahami ajaran Islam secara mendalam, termotivasi untuk beribadah dengan lebih rajin, serta berusaha menghindari perilaku negatif. Keteladanan guru PAI BP yang sabar, tegas, dan konsisten dalam bersikap menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran ini. Dengan adanya sinergi antara pembelajaran di kelas, pembiasaan di lingkungan sekolah, serta bimbingan dari guru BK dan guru PAI BP, proses pembentukan akhlak dan karakter siswa di SMA Negeri 1 Gemuh dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Hal ini membuktikan bahwa PAI BP bukan sekadar mata pelajaran keagamaan, melainkan juga sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan karakter islami yang relevan dengan kehidupan modern siswa. Peran Lingkungan Sekolah dan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Lingkungan pembentukan akhlak dan karakter siswa di SMA Negeri 1 Gemuh. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai wadah pembentukan kepribadian siswa melalui interaksi sosial dan pembiasaan Kegiatan rutin seperti tadarus Al-QurAoan, membaca Asmaul Husna, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga pelaksanaan salat dhuha dan dzuhur berjamaah menjadi media penanaman nilai-nilai kedisiplinan, religiusitas, dan tanggung jawab. Lingkungan sekolah yang kondusif, didukung oleh keteladanan guru dan kedisiplinan yang diterapkan melalui tata tertib, menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dan 15 Dengan demikian, sekolah menjadi tempat pertama bagi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai karakter yang bersumber dari ajaran agama dan norma Dindin Alawi. Nurwadjah Ahmad, and Andewi Suhartini. AuPendidikan Karakter Melalui Konsep Budaya Islami Dan Sekolah Ramah Anak Di SMP Islam Cendekia Cianjur,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. : 2514Ae20, https://core. uk/download/pdf/322599509. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk Selain lingkungan sekolah, peran sosial dan hubungan antarindividu di dalamnya juga memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan karakter Hubungan antara guru dan siswa yang harmonis menciptakan rasa aman dan nyaman dalam belajar, sehingga siswa lebih mudah menerima pembinaan dan Berdasarkan hasil wawancara, siswa menilai bahwa guru PAI BP berperan besar sebagai teladan dalam sikap dan perilaku, sedangkan guru BK menjadi pembimbing dalam memperbaiki kesalahan dan membangun kesadaran moral. Kolaborasi antara guru PAI BP, guru BK, dan guru mata pelajaran lainnya menjadi faktor penting dalam membentuk lingkungan sosial yang positif. Ketika ditemukan permasalahan akhlak pada siswa, guru PAI BP dan guru BK bekerja sama melalui memperbaiki diri. Sinergi ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kerja sama antara seluruh elemen sekolah. Di sisi lain, pengaruh lingkungan sosial di luar sekolah, terutama keluarga dan teman sebaya, juga berperan dalam membentuk karakter siswa. Guru PAI BP dan guru BK mengakui bahwa sebagian siswa menghadapi kendala dalam pembentukan akhlak karena kurangnya perhatian dan bimbingan dari keluarga. Beberapa siswa hidup terpisah dari orang tua atau tidak mendapat contoh perilaku religius di rumah, sehingga sekolah menjadi tempat utama mereka mendapatkan pembinaan moral. 16 Meskipun demikian, dengan adanya dukungan dari guru, kegiatan keagamaan di sekolah, serta sistem pembiasaan yang konsisten, siswa dapat mengembangkan nilai-nilai positif dan memperbaiki perilaku mereka secara Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah dan sosial berperan sebagai faktor eksternal yang memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter siswa, menjadikan mereka individu yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab baik di sekolah maupun di masyarakat. Implikasi Temuan Penelitian terhadap Pengembangan Pendidikan Karakter Muhammad Agiel Dwi Putra. Ajat Rukajat, and Khalid Ramdhan. AuImplementasi Pendidikan Karakter Dalam Proses Pembelajaran Akidah Akhlak Di SMP Negeri 1 Karawang Timur,Ay Jurnal Keislaman Dan Ilmu Pendidikan 4, no. : 476Ae90. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dalamA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) di SMA Negeri 1 Gemuh memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Pembelajaran yang dilakukan secara kontekstual, disertai pembiasaan keagamaan dan keteladanan guru, terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga pada pendekatan pedagogis dan lingkungan belajar yang mendukung. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan karakter perlu terus diperkuat melalui sinergi antara pembelajaran di kelas dan kegiatan nonakademik yang berorientasi pada nilai-nilai religius, disiplin, dan tanggung jawab. Guru PAI BP, guru BK, serta seluruh warga sekolah harus berperan aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang berkarakter, di mana setiap kegiatan menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur. Selain itu, hasil penelitian ini juga menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter yang dimulai dari Faktor lingkungan luar seperti keluarga, pergaulan teman sebaya, dan media sosial sangat mempengaruhi keberlanjutan nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan di sekolah. 17 Dengan demikian, pengembangan pendidikan karakter perlu dilakukan secara kolaboratif melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Sekolah dapat memperluas peran PAI BP dengan mengadakan kegiatan berbasis komunitas, seperti bakti sosial, pesantren kilat, atau mentoring keagamaan di luar jam pelajaran. Upaya ini akan memperkuat kesinambungan antara pendidikan moral di sekolah dan penerapannya dalam kehidupan seharihari, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai-nilai akhlak secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya secara nyata di tengah lingkungan sosial mereka. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti sangat efektif untuk membentuk akhlak dan karakter siswa SMA N 1 GEMUH. Karena pembelajaran PAI Putra. Rukajat, and Ramdhan. Naili Fauziah Lutfiyani, dkk BP mengandung elemen akhlak untuk membentuk kepribadian akhlak siswa yang berakhlakul karimah. Karena meteri didalamnya sangat menunjang pembentukan akhlak dan karakter siswa. Apalagi dengan kolaborasi antara guru PAI BP dan guru BK menjadikan siswa lebih menyadari pentingnya akhlak dan karakter yang baik untuk mereka sendiri,baik dilingkungan sekolah maupun rumah. Walaupun ada beberapa hambatan atau kendala yang dihadapi dalam siswa SMA N 1 GEMUH seperti pergaulan,kebiasaan siswa dirumah,tetapi hal ini tidak memberi batasan bagi guru untuk membentuk akhlak dan karakter siswa disekolahan. Program pembiasaan dari sekolah juga merupakan penunjang pembentukan akhlak dan karakter siswa dari itu dapat memperkuat iman Al- QurAoan,membaca Asmaul Husna,dan Sholat berjamaAoah. Meskipun hasil penelitian sudah memberikan penjelasan yang mendalam, tetapi penelitian ini memiliki beberapa kekurangan salahsatunya subjek penelitian kurang luas,karena penelitian hanya melibatkan siswa kelas 11 saja untuk Semoga peneliti selanjutnya bisa menlibatkan responden yang lebih banyak misalnya melibatkan kelas 10,11,12 untuk mencari data melalui wawancara. Daftar Pustaka