PENGARUH KONSENTRASI CARBOPOL 940 SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP STABILITAS SIFAT FISIK EMULGEL HAND SANITIZER MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L. Mila Yuliandari1. Hayatus SaAoadah1. Husnul Warnida1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email: hayatus. akfarsam@gmail. ABSTRACT Hand sanitizer is a type of alcohol-based hand sanitizer that is used to kill microorganisms by using it without rinsing with water. The main compounds in citronella oil include geraniol, citronellol and citronellal which act as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of the concentration of Carbopol 940 as a gelling agent on the stability of the physical properties in the hand sanitizer emulgel preparation of citronella oil (Cymbopogon nardus L. This research is an experimental study with the object being studied is the stability of the physical properties of the citronella oil hand sanitizer emulgel preparation. The tests carried out on the five formulas included the stability of the physical properties of the emulgel, organoleptic testing, pH, homogeneity, viscosity, adhesion, dispersion and antiseptic effectiveness. Testing the effectiveness of antiseptics was carried out using a modified replica method using AntisA hand sanitizer . ositive contro. Carbopol 940 . egative contro. and emulgel preparations with concentrations of 0. 5%, 1%, 2% and 2. The physical properties test data obtained were analyzed by One Way ANOVA with 95% confidence level. Emulgel with a concentration of 2% carbopol 940 met the requirements for stability of physical properties because the results of the physical test showed stability in storage for 8 weeks with no change in organoleptic properties . hite, characteristic smell of lemongrass and semisoli. , pH of 5. 79 and homogeneity with no visible presence of coarse grains in the preparation. The results of the viscosity test are 63500-81700 MPas, the dispersion test is 3. 3 cm and the results of the adhesion test are 1. 06 - 2. 12 meet the adhesive power requirements, which is more than 1 second. Emulgel with carbopol 940 concentration of 5% had the most effective antiseptic activity with a decrease in the number of colonies to 0colony. Keywords: Emulgel, hand sanitizer. Cymbopogon nardus L. Carbopol 940 PENDAHULUAN Hand Sanitizer merupakan jenis cairan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol yang digunakan untuk . pemakaian tanpa dibilas air . Hand sanitizer banyak digunakan karena alasan kepraktisan dan pada saat darurat tidak ada air. Hand sanitizer mudah dibawa dan bisa cepat digunakan tanpa perlu menggunakan air. Kelebihan hand sanitizer diutarakan menurut US FDA (Food and Drug Administratio. dapat membunuh kuman dalam waktu relatif Minyak sereh wangi digunakan sebagai pewangi ruangan, antinyamuk dan pestisida. Senyawa utama pada minyak sereh wangi antara lain geraniol, citronelol dan citronelal yang berperan sebagai antibakteri. Minyak sereh wangi memiliki sifat antibakteri yang kuat Propionibacterium Escherichia coli. Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus dengan diameter zona hambat masing-masing 40,20 mm, 18,36 mm, 13,07 mm dan 18,8 mm. Sediaan gel yang mengandung Kelebihan konsistensi lembut, memberikan rasa dingin, mudah dicuci dan pelepasan obat baik. Emulgel terdiri dari dua fase yaitu fase besar molekul organik yang terpenetrasi dalam air dalam bentuk gel dan fase kecil minyak emulsi. Gelling agent yang digunakan dalam sediaan farmasi dan kosmetik harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain inert, aman dan tidak bereaksi dengan bahan lain. Carbopol 940 memiliki viskositas yaitu antara 40. 000 cP dan dapat menghasilkan sediaan gel yang bening serta sebagai bahan pengental yang baik karena memiliki viskositas yang tinggi. Berdasarkan penelitian di atas, carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap stabilitas sifat fisik pada sediaan emulgel hand sanitizer minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L). METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu, identifikasi dan verifikasi minyak sereh wangi, pembuatan emulgel hand sanitizer minyak sereh wangi dengan konsentrasi carbopol 0,25%, 0,5%, 1%, 2% dan 2,5%. Tahap selanjutnya yaitu evaluasi stabilitas sifat fisik yang terdiri dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar dan uji daya lekat serta pengujian aktivitas antiseptik emulgel hand sanitizer minyak sereh wangi. Tabel 1. Formula Emulgel Hand Sanitizer Minyak Sereh Wangi Formula Minyak Carbopol Metil Paraben Propil Paraben Trietanola Tween 80 Air Suling i 0,25 0,18 0,02 0,18 0,02 0,18 g 0,18 0,02 0,18 0,02 0,02 g HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi dan Verfikasi Minyak Hasil organoleptik dapat dilihat pada tabel 3. Sereh Wangi Minyak sereh wangi yang diperoleh berasal dari Lembang. Jawa Barat. Identifikasi dan verifikasi dilakukan diLaboratorium Kimia Analitik Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Formula Tabel 2. Hasil identifikasi dan Verifikasi Minyak Sereh Wangi Sifat Fisik CoA Hasil Verifikasi Bobot Jenis 0,8801 0,8429 Indeks Bias 1,4653 1,4536 Bentuk Sediaan Cair Cair Warna Sediaan Kuning Kuning Bau Sediaan Khas Khas aromatik aromatik Keterangan: CoA = Certificate of Analysis(CoA) Uji Stabilitas Sifat Fisik Emulgel Hand Sanitizer Minyak Sereh Wangi Uji Organoleptik Pengamatan organoleptik terhadap emulgel minyak sereh wangi meliputi warna, bau dan bentuk sediaan. Hasil pengamatan selama 8 siklus menunjukkan kelima formula tidak terjadi perubahan Hal handsanitizer minyak sereh wangi yang i Tabel 3. Hasil Pengujian Organoleptik Warna Bau Bentuk Sediaan Putih Khas. Semipadat Putih Khas. Semipadat Putih Khas. Semipadat Putih Khas. Semipadat Putih Khas. Semipadat Keterangan: = Konsentrasi Carbopol 0,25% II = Konsentrasi Carbopol 0,5% i = Konsentrasi Carbopol 1% IV = Konsentrasi Carbopol 2% V = Konsentrasi Carbopol 2,5% Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui ketercampuran antara bahan aktif dan bahan tambahan dalam emulgel. Hasil homogenitas menunjukkan tidak adanya gumpalan atau partikel kasar dalam sediaan, sehingga dapat dikatakan bahwa semua formula menghasilkan emulgel yang homogen. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Pengujian Homogenitas Formula Hari 0 Hari ke Hari ke Hari ke Hari ke Hari ke Hari ke Hari ke i Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Uji pH Pengujian pH dilakukan untuk melihat tingkat keasaman sediaan. Sediaan topikal yang aman untuk kulit yaitu pH 4,5-5,5. Pada tabel 5 menunjukkan bahwa perubahan pH pada formula II, i. IV dan V masih berada pada rentang pH kulit yaitu 4,5-6,5, sedangkan formula I menunjukkan kenaikan nilai pH mulai dari hari 14 hingga hari 42. Perubahan nilai pH menggunakan carbopol dapat disebabkan oleh reaksi kimia gugus karboksilat pada carbopol dengan air membentuk H3O yang bersifat asam. Hasil KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa nilai signifikasi formula I sebesar 0,075, formula II sebesar 0,027, formula i sebesar 0,200, formula IV sebesar 0,200 dan formula V sebesar 0,200. Formula II disimpulkan tidak berdistribusi normal karena nilai signifikasi 0,027 < p=0,05, maka dilakukan pengujian statistik nonparametrik yaitu pengujian KruskalWallis. Nilai signifikasi didapatkan 000 < p=0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Tabel 5. Hasil Pengujian pH Formula Hari 0 i 5,26 5,34 5,40 5,79 5,22 Hari 5,67 5,51 5,33 5,41 4,75 Hari 6,85 5,95 5,47 5,58 4,90 Uji Viskositas Pengujian viskositas bertujuan untuk menentukan nilai kekentalan suatu Viskositas menyatakan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, semakin tinggi viskositas, maka semakin besar tahanannya. Pegujian ini menggunakan alat Hand Viscometer VP-1o dengan spindelnomor 7 dan kecepatan 20 rpm. Tabel 6 menunjukkan peningkatan konsentrasi carbopol akan meningkatkan nilai viskositas. Hasil pengujian viskositas emulgel dapat dilihat pada tabel 6. Hari 6,75 6,01 5,54 5,43 4,88 Hari 7,10 6,14 5,88 5,55 5,17 Hari 6,85 6,07 5,54 5,28 4,87 Hari 6,96 6,10 5,65 5,48 5,01 Hari 6,50 6,14 5,60 5,56 5,00 Hasil KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa nilai signifikasi formula I sebesar 0,000, formula II sebesar 0,200, formula i sebesar 0,180, formula IV sebesar 0,200 dan formula V sebesar 0,073. Formula I disimpulkan tidak berdistribusi normal karena nilai signifikasi 0,000 < p=0,05, maka dilakukan pengujian statistik nonparametrik yaitu pengujian KruskalWallis. Nilai signifikasi didapatkan 000 < p=0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai viskositas pada semua formula. Tabel 6. Hasil Pengujian Viskositas Formula i Hari 0 Hari ke Hari ke Uji Daya Lekat Uji daya lekat bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan emulgel untuk melekat pada kulit. Tabel 7 konsentrasi carbopol meningkatkan waktu pelekatan emulgel. Nilai uji daya lekat pada formula I. II dan i menunjukkan bahwa daya lekat emulgel kurang baik karena kurang dari 1 detik, sedangkan formula IV dan V memenuhi syarat daya lekat karena lebih dari 1 detik. Hasil pengujian daya lekat emulgel dapat dilihat pada Tabel 7. Hari ke Hari ke Hari Hari Hari ke Hasil KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa nilai signifikasi formula I sebesar 0,000, formula II sebesar 0,085, formula i sebesar 0,189, formula IV sebesar 0,200 dan formula V sebesar 0,111. Formula I disimpulkan tidak berdistribusi normal karena nilai signifikasi 0,000 < p=0,05, maka dilakukan pengujian statistik nonparametrik yaitu pengujian KruskalWallis. Nilai signifikasi didapatkan sebesar 0,000 < p=0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai daya lekat pada semua formula. Tabel 7. Hasil Pengujian Daya Lekat Rata-rata Formula Hari 0 Hari Hari Hari Hari Hari Hari Hari i Uji Daya Sebar Uji daya sebar bertujuan untuk menyebar secara merata di permukaan Daya sebar 5-7 cm menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan. Daya sebar emulgel Viskositas emulgel berbanding terbalik dengan daya sebar yang dihasilkan. Tabel 8 menunjukkan peningkatan Sediaan 0,25% dan konsentrasi 0,5% memenuhi standar daya sebar yaitu 5-7 cm. Diameter penyebaran sediaan konsentrasi 0,25% lebih besar jika dibandingkan dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 2% dan 2,5%. Hal ini menunjukan bahwa jumlah carbopol yang lebih kecil meningkatkan luas penyebaran emulgel. Luas penyebaran ini berhubungan dengan Konsentrasi ,25%) Tanpa beban 50 gr 100 gr 200 gr . ,5%) Tanpa 50 gr 100 gr 200 gr . %) Tanpa 50 gr 100 gr 200 gr . %) Tanpa 50 gr 100 gr 200 gr . ,5%) Tanpa 50 gr 100 gr 200 gr Hari viskositas dan penambahan beban, diameter penyebarannya juga semakin besar, sehingga semakin besar juga luas penyebarannya. Sediian emulgel dengan konsentrasi 1%, 2% dan 2,5% tidak memenuhi kriteria daya sebar yang baik karena kurang dari 5-7 cm. Penurunan nilai daya sebar disebabkan karena viskositas sediaan. Semakin besar viskositas suatu sediaan, maka semakin kecil kemampuannya untuk menyebar. Tabel 8. Hasil Pengujian Daya Sebar Hari Hari Hari Hari ke 14 ke 21 ke 28 Hari Hari Hari Hasil KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa nilai signifikasi formula I sebesar 0,200, formula II sebesar 0,200, formula i sebesar 0,200, formula IV sebesar 0,005 dan formula V sebesar 0,052. Formula IV disimpulkan tidak berdistribusi normal karena nilai signifikasi 0,005 < p=0,05, maka dilakukan pengujian statistik nonparametrik yaitu pengujian KruskalWallis. Nilai signifikasi didapatkan 000 < p=0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai daya sebar pada semua formula. Uji Antiseptik Pengujian antiseptik bertujuan untuk mengetahui efektivitas emulgel handsanitzer minyak sereh wangi sebagai Hasil pengujian antiseptik dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji Antiseptik Perlakuan Sebelum Cuci Tangan Kontrol Positif Kontrol Negatif Konsentrasi 0,25% Konsentrasi 0,5% Konsentrasi Konsentrasi Konsentrasi 2,5% Replikasi Jumlah Koloni Replikasi 74,5A2,1 14A16,7 42A8,49 27,5A14, 12A2,83 0,5A0,71 Rata-rata 90A49 Hasil yang diperoleh kemudian diuji secara statistik dengan uji One Way Anova penurunan jumlah koloni dalam variasi konsentrasi yang berbeda sebelum dan setelah penggunaan emulgel hand sanitizer minyak sereh wangi. Pengujian pertama dengan menggunakan OneSample Kolmogrov-Smirnov Test untuk mengetahui data berdistribusi normal. Hasil yang diperoleh sebesar p= 0,065 . >0,. sehingga data berdistribusi normal, kemudian dilanjutkan uji homogenitas Levine. Hasil uji homogenitas yang diperoleh sebesar p= 0,736 . > 0,. sehingga data tersebut homogen. Asusmsi uji ANOVA telah terpenuhi, maka selanjutnya dilakukan analisis ANOVA. Hasil yang diperoleh dari uji ANOVA 0,00 <0,. konsentrasi carbopol berpengaruh pada penurunan jumlah koloni bakteri. Maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan terhadap efektivitas antiseptik sediaan emulgel hand sanitizer minyak sereh SIMPULAN Emulgel carbopol 940 sebesar 2% memenuhi syarat stabilitas sifat fisik karena hasil uji fisik penyimpanan selama 8 minggu dengan sifat organoleptis tidak mengalami perubahan . utih, bau khas sereh dan semipada. , pH sebesar 5,28-5,79 dan homogenitas dengan tidak terlihat adanya butiran kasar pada sediaan. Hasil uji viskositas 63500-81700 MPas, uji daya sebar yaitu sebesar 3,8-4,3 cm dan hasil uji daya lekat sebesar 1. 12 memenuhi syarat daya lekat yaitu lebih dari 1 detik. Emulgel carbopol 940 sebesar 2,5% memiliki aktivitas antiseptik paling efektif dengan penurunan jumlah koloni hingga 0 koloni. DAFTAR PUSTAKA