A 2024 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 22 Issue 4 . : 965-971 ISSN 1829-8907 Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasarkan Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja Kuncowati1 1Fakultas Vokasi Pelayaran, kuncowati@hangtuah. Universitas Hang Tuah. Surabaya. Indonesia. e-mail: ABSTRAK Pemisahan sampah padat di kapal dalam upaya untuk mencegah pencemaran laut dalam implementasi Annex V Marine Pollution (MARPOL) 1973/1978 dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pemisahan sampah padat di kapal dengan berdasarkan budaya keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner terhadap anak buah kapal niaga Indonesia dengan sampel 150 orang. Dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) SmartPLS, mendapatkan model pemisahansampah padat di kapal yang kuat dengan R Square 0. 851yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan budaya keselamatan kesehatan kerja sebesar 0. 669 satuan dan pengaruh lingkungan kerja sebesar 0. satuan terhadap pemisahan sampah padat di kapal. Novelty penelitian ini adalah didapatkan model pemisahan sampah padat di kapalberdasar budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja dengan jalur terkuat yang mempengaruhi pemisahan sampah padat di kapal adalah variabel budaya keselamatan kesehatan kerja di kapal serta dengan indikator-indikator pemisahan sampahpadat di kapal sesuai rekomendasi MEPC dalam implementasi Annex V Marine Pollution1973/1978 mengenai pencegahan pencemaran dari sampah kapal. Kata kunci: Budaya Keselamatan Kerja. Indonesia. Kapal. Lingkungan Kerja. Pemisahan Sampah Padat. SEM ABSTRACT Segregating solid waste on ships in an effort to prevent marine pollution in the implementation of Annex V Marine Pollution (MARPOL) 1973/1978 can pose a risk to safety and health. This research aims to find a model for separating solid waste on ships based on health safety culture and the work environment. Data was obtained by distributing questionnaires to crew members of Indonesian merchant ships with a sample of 150 people. With SmartPLS Structural Equation Modeling (SEM) analysis, we obtained a strong solid waste separation model on ships with an R Square of 851, which shows a positive and significant influence of occupational safety and health culture of 0. 669 units and the influence of the work environment of 0. 298 units on the separation of solid waste on ships. The novelty of this research is that we obtained a model for separating solid waste on ships based on occupational safety and health culture and the work environment with the strongest pathway influencing the separation of solid waste on ships being the occupational safety and health culture variable on ships as well as indicators for separating solid waste on ships according to MEPC recommendations. in implementing Annex V Marine Pollution 1973/1978 regarding prevention of pollution from ship waste. Keywords: Work Safety Culture. Indonesia. Ships. Work Environment. Solid Waste Separation. SEM Citation: Kuncowati. Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasarkan Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 965-971, doi:10. 14710/jil. PENDAHULUAN Di atas kapal dengan lingkungannya yang sangat terbatas, baik penumpang maupun awak kapal melakukan aktivitas yang dapat menghasilkan berbagai jenis sampah yang berdampak pada keselamatan, kesehatan dan pencemaran lingkungan laut (Muhammad, 2. Pengelolaan sampah pada kapal bertujuan untuk mengurangi pengaruh sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia terhadap kesehatan dan lingkungan (Golonis et al. , 2. Penanganan sampah yang dilakukan pada kapal penumpang tediri dari pemisahan, pengumpulan dan pengangkutan (Wartiniyati, 2. Penanganan pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan (UndangUndang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampa. Ketentuan pembuangan sampah di laut luar special area berdasarkan peraturan 3 Annex V Marine Pollution 1973/1978 bahwa sampah plastik dilarang dibuang di laut, sampah bahan kemasan dan pelapis dapat dibuang di laut pada jarak Ou 25 Nautical Mile Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 965-971. ISSN 1829-8907 from nearest land, sisa makanan, kertas, kaca, logam atau sampah yang serupa dapat dibuang ke laut pada jarak Ou12 Nautical Mile from nearest land atau jika sampah jenis ini dicacah atau digiling yang tidak melebihi kisi-kisi 25 mm dapat dibuang pada jarak lebih dari 3 Nautical Mile dari daratan terdekat, selain itu sesuai Annex V Marine Pollution 1973/1978 dalam pengelolan sampah kapal harus menyediakan fasilitas pembuangan sampah, garbage record book, garbage management plan dan plakat (International Maritime Organization (IMO), 2. Berdasarkan Guidelines for The Implementation of MARPOL Annex V . jenis sampah yang direkomendasikan untuk dipisahkan adalah non-recyclable plastic and plastics mixed with non-plastic garbage, rags, recyclable material . ooking oil, glass, alumunium cans, paper, cardboard, corruge board, wood, meta. E waste generate on board . electronic card, gadgedts, instruments, eguipments, computers, printer catridge, ec. , and garbage that mightpresent a hazard to the ship or crew . oily rags, light bulbs, acids, chemicals, batteries, et. Dalam pengelolaan sampah di kapal, pemisahan sampah merupakan salah satu penanganan sampah yang memegang peranan penting sebelum sampah dikumpulkan pada tempat sampah di kapal untuk diangkut ke fasilitas pembuangan sampah di pelabuhan atau sebelum diproses baik melalui pencacahan maupun pembakaran di kapal atau sebelum dibuang ke laut agar memenuhi ketentuan sesuai regulasi pada Annex V dalam Marine Pollution 1973/1978. Sikap awak kapal dalam memilah sampah berbeda-beda, selain itu pemilahan sampah dapat mempengaruhi biaya pengelolan sampah di pelabuhan (To & Kato, 2. Dalam aktivitas pemisahan sampah di kapal dapat muncul bahaya bagi keselamatan dan kesehatan awak kapal yang melakukan pemilahan sampah maupun Komposisi dan jumlah sampah padat yang meningkat seperti limbah sisa makanan, sampah plastik, sampah biomedis dapat menimbulkan dampak kesehatan dan keselamatan yang negatif dan signifikan terhadap petugas sanitasi (Sharma et al. Pekerjaan yang berkaitan dengan penanganan sampah memiliki risiko seperti terjadi luka, tertular penyakit, kesulitan bernafas dan terjatuh (Samarth. Untuk mewujudkankeselamatan pada industri maritim harus melaksanakan budaya keselamatan yang memerlukan kesadaran untuk mematuhi peraturan yang berlaku (Efiok et al. , 2. Pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja berkontribusi dalam mengurangi kecelakaan kerja dan timbulnya penyakit sebagai akibat suatu pekerjaan dimana penggunaan dan penggunaan alat-alat keselamatan serta alat pelindung diri seperti penggunaan sepatu keselamatan, sarung tangan dan alat pemilah sampah, praktik kebersihan yang benar dapat mengurangi risiko suatu pekerjaan (ILO-International Labor Organization, 2. Program keselamatan dan kesehatan kerja seperti pelatihan, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan serta penggunaan alat pelindung diri (Hendrawan, 2. Pendidikan dan pelatihan bagi crew dan penumpang dapat mengurangi timbunan sampah (Kotrikla et al. , 2. Kinerja karyawan galangan kapal dipengaruhi oleh variabel keselamatan, kesehatan kerja serta variabell lingkungan (Siong & Siagian, 2. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap variabel motivasi kerjaawak kapal (Musa et al. , 2. Budaya organisasi dan Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja petugas unit kapal latih, indikator lingkungan kerja meliputi pelayanan kerja, kondisi kerja seperti . eamanan tempat kerja, suara, cahaya, temperatur, bau, dl. , hubungan dengan karyawan (Danduru, 2. Perilaku keselamatan awak kapal berpengaruh secara positif dan signifikan dalam penanganan sampah sebesar 0, 226 satuan (Kuncowati et al. , 2. Dalam pemisahan sampah padat di kapal berdampak pada keselamatan, kesehatan bagi anak buah kapal yang menangani kegiatan pemisahan sampah dan pada lingkungan (Muhammad, 2019. Sharma et al. , 2020. Samarth. Pemilahan sampahjuga berdampak pada biaya pengelolaan sampah di pelabuhan (To & Kato, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan yang positif budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan maupun Anak Buah Kapal (Siong & Siagian, 2020. Musa et al. Danduru, 2018. Kuncowati et al. , 2. Penelitian dipengaruhi oleh lingkungan tempat bekerja, keselamatan dan kesehatan tetapi penelitian detail yang menunjukkan pengaruh budaya keselamatan kesehatan kerja, lingkungan kerja dalam pemisahan sampah padat di kapal belum ditemui sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan keselamatan kesehatan kerja terhadap pemisahan sampah padat di kapal, menjelaskan pengaruh lingkungan kerja terhadap pemisahan sampah padat di kapal dan mendapatkanmodel pemisahan sampah di kapal berdasarkan varibel budaya keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja di kapal sebagai upaya untuk implemanetasi Annex V Marine Pollution 1973/1978 dalam pencegahan pencemaran laut oleh sampah dari kapal. METODE PENELITIAN Metode Metode penelitian ini adalah kuantitatif, mengambil data dengan menyebar kuisioner terhadap anak buah kapal Indonesia pada jenis kapal dagang/niaga di Pelabuhan Tanjung Perak. Indonesia pada bulan Juni sampai dengan September 2023. Anak buah kapal yang dimaksudkan pada penelitian ini meliputi deck officer, jurumudi, bosun, ordinary sailor, engineer, oiler, koki dan pelayan. Data dari hasil penyebaran kuisioner dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Smart Partial Least Square (SEM-SmartPLS) untuk menganalisis pengaruh variabel keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan kerja pada kegiatan pemisahan sampah padat di kapal. Jumlah sampel yang digunakan adalah 10 kali jumlah indikator dalam A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Kuncowati. Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasarkan Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 965-971, doi:10. 14710/jil. penelitian (Hair Jr. et al. , 2010. Nasution et al. , 2. Indikator pada penelitian iniberjumlah 15 indikator, sehingga sampel yang ditentukan adalah 150 sampel. Uji outer model dengan convergen validity dinyatakan valid jika nilai loading factor lebih besar 7. CronbachAos Alpha mempunyai nilai lebih besar dari 0. 6, nilai Composite reliability Ou 0. 7, dan Average Variance Extracted (AVE) > 0. Pengujian hipotesis signifikan jika P values < 0. Uji inner model untuk mengetahui hubungan antara variabel dari persamaan struktural, nilai collinearity statistics memiliki nilai < 5. Uji inner model juga dilakukan melalui nilai R Square, jika nilai R square lebih besar 25 maka model lemah. R Square memiliki nilai 50 Ai 0. 75 maka model merupakan yang moderate, dan jika Jika R Square lebih besar dari 0. 75 maka merupakanmodel yang kuat (Ghozali, 2. Variabel eksogen meliputi variabel budaya keselamatan kesehatan kerja, lingkungan kerja dan variabel endogen adalah pemisahan sampah padat di Variabel serta item indikator penelitian pemilahan sampah padat sampah padat pada kapal penumpang berdasarkan budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Indikator-Indikator Variabel Penelitian Pemisahan Sampah Padat di Kapal Variabel Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja(X. Indikator Referensi Hendrawan, 2020 A Penggunaan Alat Pelindung Diri (PAPD) Hendrawan, 2020 A Pemeriksaan Kesehatan(PK) ILO-International Labor Organization, 2004. Hendrawan, 2020 A Pelatihan Keselamatan Kesehatan Kerja (P. International Maritime Organization (IMO), 2017. Kotrikla et al. , 2021 A Pemasangan Poster (PP) Muhammad, 2019. International Maritime Organization (IMO), 2017 A Pendidikan dan Pelatihan Maritim(PPM) Lingkungan Kerja(X. Danduru, 2018 A Bau (B) Danduru, 2018 A Kebisingan (K) Danduru, 2018 A Keamanan LingkunganKerja (KLK) Danduru, 2018. Siong & Siagian, 2020 A Leadership Attentionand Support (LAAS) Danduru, 2018 A Suhu Tempat Kerja(STK) Pemisahan Sampah Padatdi A E-waste generated onboard (EW) Guidelines for The Implementation of MARPOL Annex V, 2017 Kapal (Y. A Garbage that might present a hazard to the ship or crew (GH) A Non-recyclable plasticsand plastics mixed with non-plastic garbage (NRPAP) A Rags (R) A Recyclable Material A (RM) Sumber: Hendrawan, 2020. ILO, 2004. IMO, 2017. Kotrikla et al, 2021. Al Irsyad, 2019. Danduru, 2018. June and Siagian, 2020. Resolution MEPC. adopted on 7 July 2017 Gambar 1. Nilai Outer Loadings Indikator Pemisahan Sampah Padat di Kapal Putaran Ke 1 Sumber: Hasil Perhitungan SEM-SmartPLS Putaran ke-1, 2023 A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 965-971. ISSN 1829-8907 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil uji convergen validity dengan analisis SEM-SmartPLS putaran pertama terdapat satu indikator variabel dalam kegiatan pemisahan sampah padat di kapal tidak valid karena nilai loading factor yang diperoleh dari uji convergent validity mendapatkan nilai < 0. Suatu indikator dinyatakan valid dan layak untuk digunakan analisis penelitian lebih lanjut apabila memiliki nilai outer loading > 0. (Ghozali, 2. Hasil uji convergent validity di putaran pertama diperoleh indikator E-waste generated on board (EW) memiliki nilai outer loading 216, yang nilainya > 0. Hal ini berarti indikator Ewaste generated on board tidak valid dan tidak layak digunakan untuk analisis selanjutnya sehingga indikator E-waste generated on board (EW) harus Selanjutnya indikator-indikator variabel penelitian pemisahan sampah padat, yang valid dilakukan uji convergent validity SEM-SmartPLS lagi di putaran kedua. Nilai outer loading pada putaran pertama ada pada Gambar 1. Dari Gambar 1, nilai Outer Loadings Indikator Pemisahan Sampah Padat di Kapal Putaran ke-1 dapat dirangkum pada Tabel 2. Setelah indikator E-waste generated on board (EW) direduksi, kemudian dilakukan perhitungan dengan SEM-SmartPLS pada putaran kedua. Hasil pada putaran ke-2 memperlihatkan seluruh indikator variabel buadaya keselamatan kesehatan kerja, indikator variabel lingkungan kerja dan indikator variabel pemisahan sampah padatdi kapal semuanya valid karena memiliki nilai outer loadings > 0. Berdasarkan hasil perhitungan dengan analisis SEM-SmartPLS pada putaran kedua juga diperoleh nilai outer models diperoleh construct reliability validity yang meliputi CronbachAos Alpha. Rho_A. Composite Reliability and Average Variance Extracted (AVE) dalam kegiatan pemilahan sampah padat pada di kapal seperti ditunjukkan pada Tabel 3. Berdasarkan hasil uji outer model (Tabel . dapat dijelaskan bahwa indikator- indikator variabel budaya keselamatan kesehatan, lingkungan kerja, pemisahan sampah padat di kapal valid dan reliable karena mempunyai nilai CronbachAos Alpha > 0. Composite reliability Ou 0. AVE > 0. Pada uji inner model dapat dianalisa dari nilai Berdasarkan hasil analisa collinearity (VIF) diperoleh nilai VIF seluruh item indikator variabel mempunyai nilai < 5 sehingga dapat dijelaskan bahwa seluruh item indikator adalah bebas multikolinearitas seperti ditunjukkan pada Tabel 4. Selanjutnya dengan SEM-SmartPLS dilakukan bootstrapping untuk melakukan uji inner models untuk menjelaskan pengaruh variabel budaya keselamatan kesehatan kerja, lingkungan kerja dan pemisahan sampah padat di kapal yang dapat ditunjukkan dari nilai path coefficient. Berdasarkan nilai path coefficient pemisahan sampah padat di kapal dapat ditunjukkan pengaruh langsung variabel budaya keselamatan kesehatan kerja terhadap pemisahan sampah padat di kapal dan pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap pemisahan sampah padat di kapal yang dilihat pada Tabel 5. Tabel 2. Rangkuman Nilai Outer Loading Indikator Pemisahan Sampah Padat di Kapal Putaran ke 1 Variabel Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja Indikator Outer Loadings Keterangan PAPDPK Valid Valid Valid Valid PPM Valid Lingkungan Kerja Valid Valid KLK Valid LAAS Valid STK Valid Pemisahan SampahPadat di Invalid Kapal Valid NRPAP Valid Valid Valid Sumber: Outer Loading Indikator Pemisahan Sampah Padat SEM-SmartPLS Report, 2023 Tabel 3. Nilai Construct Reliability and Validity Pemisahan Sampah Padat di Kapal Variabel CronbachAosAlpha Rho_A CompositeReliability Budaya KeselamatanKesehatan Kerja Lingkungan Kerja Pemisahan Sampah Padat di Kapal Sumber: Construct Reliability and Validity. SEM-SmartPLS Report, 2023 AVE Tabel 4. Collinearity Statistics Variabel Pemisahan Sampah Padat di Kapal Budaya Keselamatan Kesehatan Lingkungan Kerja Pemisahan Sampah Padat di Kapal Sumber: Hasil SEM-Smart PLS Report, 2023 A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Kuncowati. Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasarkan Budaya Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 965-971, doi:10. 14710/jil. Path Coefficient menunjukkan pengaruh secara langsung variabel budaya keselamatan kesehatan kerja mempunyai koefisien 0. 669 terhadap pemisahan sampah padat di kapal, lingkungan kerja mempunyai koefisien 0. 298 satuan terhadap pemisahan sampah padat di kapal secara positif dan signifikan karena memiliki nilai O/STDEV|> 1,96 serta P values < 0,05. Berdasarkan hasil uji SEM -SmartPLS diperoleh quality criteria R square sebesar 0. 851 yang berarti model pemisahan sampah padat di kapal berdasarkan budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja berada pada posisi sangat kuat karena mempunyai nilai > 0,75. Model pemisahan sampah padat di kapal berdasarkan budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja berdasarkan hasil analisis SEM-SmartPLS terdapat di Gambar 2. 2 Pembahasan Dari hasil analisis uji outer model dengan SEMSmartPLS dapat dijelaskan bahwa indikator variabel penelitian pemisahan sampah padat di kapal berdasarkan budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja dapat adalah valid dan reliable serta dapat diketahui bahwa budaya keselamatan kesehatan kerja dalam pemisahan sampah padat kapal dipengaruhi oleh faktor penggunaan alat pelindung diri, pemeriksan kesehatan, pelatihan keselamatan kesehatan kerja, pemasangan poster, pendidikan dan pelatihan maritim. dan faktor yang paling kuat berpengaruh terhadap budaya keselamatankesehatan kerja adalah penggunaan alat pelindung diri (PAPD) karena outer loading tertinggi Pada penelitian ini faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja dalam pemisahan sampah padat di kapal adalah bau di tempat kerja, kebisingan, keamanan lingkungan kerja, leadership attention and support, suhu tempat kerja dan yang paling kuat mempengaruhi adalah keamanan lingkungan kerja (KLK) dengan loading faktor 0. Faktor yang mempengaruhi pemisahan sampah padat di kapal adalah pemisahan garbage that might present a hazard to the ship or crew, non-recyclable plastics mixed with non-plastic garbage, recycle material dan faktor yang paling kuat mempengaruhi variabel pemisahan sampah padat di kapal yaitu pemisahan jenis sampahrags (R) dengan loading faktor 0. Tabel 5. Path Coefficient Path Coefficients Budaya Keselamatan Kesehatan-> Pemisahan Sampah Padat di Kapal Lingkungan Kerja -> Pemisahan Sampah Padat di Kapal Sumber: Path Coefficient. Smart-PLS Report, 2023 M STDEV |O/STDEV| P Values 0,000 0,000 Gambar 2. Model Pemisahan Sampah Padat di Kapal berdasar Budaya KeselamatanKesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja Sumber: Hasil Analisis SEM-SmartPLS Putaran ke-2, 2023 A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 965-971. ISSN 1829-8907 Berdasarkan hasil analisis uji inner model SEMSmartPLS, variabel budaya keselamatan kesehatan kerja memiliki Original Sample (O) dengan nilai 0. dan Original Sample lingkungan kerja yakni sebesar 298, dengan P values 0. 000, sehingga dapat diperoleh persaman struktural Y1= 0. 669X1 0. yang berarti pemisahan sampah padat di kapal dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh budaya keselamatan kesehatan kerja sebesar 0. Hasil ini sejalan dengan Siong & Siagian . yang menjelaskan bahwa budaya keselamatan kesehatan kerja mempengaruhi kinerja karyawan, kemudian juga sejalan dengan Efiok et al. , . yakni untuk memerlukan kepedulian terhadap keselamatan kerja, dalam penelitian ini adalah kinerja dan keselamatan maritim dalam pemisahan sampah padat di kapal. Pemisahan sampah padat di kapal juga dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh lingkungan kerja 298, hasil ini sejalan dengan Musa et al. Danduru . yang menjelaskan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja awak kapal, namun pada penelitian ini lebih spesifik terhadap kinerja dalam pemisahan sampah padat di kapal dengan indikator sesuai Resolusi MEPC yang disarankan dalam pemisahansampah di kapal. Hasil uji analisa inner model berdasarkan hasil R Square bahwa model pemisahan sampah padat di kapal berdasarkan buadaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja adalah model yang kuat karena memiliki nilai > 0. 75 yaitu memiliki nilai R Square 0. Model pemisahan sampah padat di kapal yang kuat ini menjelaskan bahwa pemisahan sampah padat di kapal dengan kuat dipengaruhi variabel penelitian budaya keselamatan kesehatan kerja dan variabel lingkungan kerja, dimana jalur paling kuat mempengaruhi pemisahan sampah padat di kapal pada model ini adalah budaya keselamatan kesehatan kerja. Pada penelitian terdahulu yang ditelusuri menjelaskan pengaruh budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja saja tetapi belum lebih spesifik pada pemisahan sampah di kapal dalam implementasi regulasiAnnex V MARPOL 1973/1978. KESIMPULAN Novelty penelitian ini adalah didapatkan model pemisahan sampah padat di kapal berdasarkan budaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja dengan jalur terkuat yang mempengaruhi model tersebut adalah budaya keselamatan kesehatan kerja, dan penggunaan alat pelindung diri merupakan faktor terbesar berpengaruh terhadap budaya keselamatan kesehatan, faktor terbesar yang mempengaruhi lingkungan kerja adalah keamanan lingkungan kerja dalam pemisahan sampah padat di kapal sesuai rekomendasi Resolution MEPC. adopted on 7 July 2017 dalam implementasi Annex V Marine Pollution 1973/1978 Kegiatan pemisahan sampah padat di kapal dalam upaya pencegahan pencemaran laut, berdasarkan kesimpulan ini direkomendasikan bagi pihak perusahaan pelayaran dan kapal untuk meningkatkan budaya keselamatan kesehatan kerja anak buah kapal dalam pemisahan sampah padat di kapal, yang perlu digencarkan adalah workshop, pendidikan latihan tentang penggunaan alat pelindung diri dalam pemisahan sampah padat di kapal. Indikator pada penelitian masih terbatas pada indikator variabel budaya keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja, untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan anak buah kapal dalam pemisahan sampah padat di kapal direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan indikator-indikator budaya keselamatan kesehatan dan lingkungan kerja, serta dapat mengembangkan model penelitian ini pada variabel-variabel lainnya yang mempengaruhi pemisahan sampah padat yang dilakukan oleh anak buah kapal niaga. DAFTAR PUSTAKA