Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 . ESTETIKA DESAIN DINDING KELAS ANAK USIA DINI Heri Hidayat1. Dinar Farida Fauziah2 Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung herihidayat@uinsgd. id , dinarfarida1907@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah berupa estetika desain dinding kelas anak usia dini. Dengan memberikan suatu rangsangan kepada anak tidak hanya dengan pembelajaran tetapi juga diiringi dengan desain-desain yang sesuai dengan anak usia dini. Karena anak usia dini merupakan masa yang tepat dalam memberi dan merangsang kepekaan anak sesuai dengan kebutuhan anak, terutama melalui karya seni berupa estetika dinding kelas ini. Dengan adanya estetika desain dinding kelas untuk anak usia dini diperlukan kreativitas yang dapat menarik pada aspek perkembangan anak terutama pada minat belajar anak. Penyajian yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak. Pemilihan warna sangat penting karena kompisisi warna yang bagus akan menciptakan hasil karya seni yang menarik dan membuat suasana yang menyenangkan serta dapat meningkatkan kualitas belajar anak ditambah dengan tema yang menjadi daya tarik anak. Menciptakan rancangan keestetikan pada sebuah objek perlu mengetahui adanya teori estetika, prinsrip estetika dan tingkatan estetika. Penelitian ini menggunakan metode penetilian studi literatur. Subjek penelitian ini di fokuskan kepada anak usia dini, data yang dikumpulkan serta data yang dianalisis berasal dari literature, dokumentasi maupun jurnal relavan sesuai judul yang diteliti. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwasanya estetika desain dinding kelas anak usia dini harus diterapkan pada setiap lembaga pendidikan anak usia dini, karena hal ini dapat membantu perkembangan kreativitas dan minat belajar anak dan menciptakan suasana yang aman, nyaman dan tentram bagi anak dalam proses pembelajaran. Melalui estetika desain dinding kelas ini sangat berdampak positif bagi psikologis anak dalam membantu mengembangkan pertumbuhan baik dalan aspek perkembangan, proses pembelajaran dan pengajaran bagi anak. Kata kunci: Estetika. Desain dinding kelas. Anak usia dini AESTHETIC WALL DESIGN FOR EARLY CLASS CHILDREN Heri Hidayat1. Dinar Farida Fauziah2 Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung herihidayat@uinsgd. id , dinarfarida1907@gmail. Abstract This study aims to answer the formulation of the problem in the form of aesthetics of wall design for early childhood classrooms. By providing a stimulus to children not only with learning but also accompanied by designs that are suitable for early childhood. Because early childhood is the right time to give and stimulate children's sensitivity according to children's needs, especially through art works in the form of the aesthetics of this classroom wall. With the aesthetics of classroom wall designs for early childhood, creativity is needed that can be interesting in aspects of child development, especially in children's learning interests. The presentation used is adjusted to the needs and stages of child development. The choice of color is very important because a good color composition will create interesting works of art and create a pleasant atmosphere and can improve the quality of children's learning coupled with themes that attract children. Creating an aesthetic design on an object needs to know the existence of aesthetic theory, aesthetic principles and aesthetic levels. This study uses a literature study research method. The subject of this study was focused on early childhood, the data collected and the data analyzed came from the literature, documentation and relevant journals according to the title under study. The results of this study say that the aesthetics of early childhood classroom wall designs must be applied to every early childhood education institution, because this can help the development of children's creativity and interest in Jurnal Al-Abyadh p-ISSN: 2620-7265 e-ISSN: 2775-7080 2 Oe Jurnal Al-Abyadh learning and create a safe, comfortable and peaceful atmosphere for children in the learning Through the aesthetics of this classroom wall design, it has a very positive impact on the psychology of children in helping to develop growth both in aspects of development, the learning process and in the learning process Keywords: Aesthetics. Classroom wall design. Early childhood Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah Pendahuluan Anak usia dini merupakan masa peka, dimana pada masa ini anak mulai sensitif Pada seluruh potensi yang dimiliki oleh mereka merupakan masa yang tepat dalam memberi dan meransang kepekaan anak dengan stimulus dan kondisi yang sesuai pada kebutuhannya supaya perkembangan anak tercapai secara optimal, terutama dalam tahap pembentukan Setiap anak dipandang sebagai individu yang unik, meskipun pola perkembangan dan pertumbuhannya yang berbeda satu sama lainnya. Keunikan mereka akan terlihat dari perilaku dalam mengenal lingkungan disekitarnya Anak dalam usia prasekolah berada dalam situasi penting pada kehidupannya, masa prasekolah merupakan masa yang sangat urgen menentukan keberlangsungan pendidikan jenjang selanjutnya. Apa yang dialami di masa kanak-kanak yang akan berdampak secara psikologis kemudian menjadi karakter tertentu ketika anak dewasa nanti (Sriti, 2004: 22-. , sehingga diperlukan pemikiran yang mendalam dalam proses pembelajarannya baik dari segi metode, sarana dan lingkungannya. Oleh karena itu, anak usia dini atau anak prasekolah dalam menemukan suatu kemampuannya bisa melalui bermain, membantu memberikan rangsangan pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Sehingga kebutuhan lingkungan bagi anakanak harus lebih kreatif dan inovatif apabila dibandingkan dengan orang dewasa, misalnya dalam pemilihan warna dan sarana yang lebih memberikan rasa nyaman ketika berada dilingkungan tersebut terutama didalam kelas. Karena elemen-elemen interior desain dinding dalam suatu ruang menciptakan suasana ruang yang sesuai dengan fungsinya, serta dengan desain kelas yang kreatif dapat menjadikan suasana belajar yang menyenangkan dan secara psikologis dapat memberi motivasi belajar atau rangsangan kepada anak yang akan menunjang pada perkembangan pendidikan anak secara optimal Memberikan rangsangan kepada anakanak tidak hanya dengan pembelajaran tetapi juga diiringi dengan desain-desain yang sesuai dengan anak usia dini agar suasana hati anak merasa tenang dan tentram ketika mengikuti pembelajaran didalam kelas. Untuk itu peneliti melaksanakan penelitian mengenai estetika desain dinding kelas pada anak usia dini. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami, mengetahui, dan mengamati adanya suatu estika desain dinding kelas anak usia dini. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur. Menurut Zed dalam penelitian Kartiningsih . mengatakan bahwa metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah data bahan penelitian. Menurut Kartiningsih menambahkan bahwa Studi kepustakaan dilakukan oleh setiap peneliti dengan tujuan utama yaitu mencari dasar pijakan/ pondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menentukan dugaan sementara atau disebut juga dengan hipotesis penelitian. Sehingga para peneliti dapat mengelompokkan, mengalokasikan mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya, serta para peneliti mempunyai pendalaman yang lebih luas dan mendalam terhadap masalah yang hendak diteliti. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data kuantitatif. Dimana pada analisis data kuantitatif ini merupakan analisis data yang berasal dari data-data yang terjaring dari proses pengumpulan data yakni seperti rekaman, catatan, buku-buku, tinjauan Pustaka, wawancara serta partisipasi. Pada penelitian ini, analisis data yang digunakan berasal dari buku-buku, internet, jurnal dan tinjauan pustaka lainnya yang relavan dengan judul penelitian yang diambil oleh peneliti. Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah Hasil Penelitian dan Pembahasan Menurut Alexander Baumgarten . , estetika sebagai suatu bidang Secara terminologis kata estetika itu berarti teori tentang penginderaan serta pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang dapat diamati dan merangsang indera khususnya dalam karya seni. Estetika menanggapi, mengindra, atau mengamati objek, baik objek alam maupun seni. Secara Etimologi, desain berarti rancangan, pola atau cipta. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), desain berarti gagasan awal, rancangan, perencanaan, pola susunan, kerangka bentuk suatu bangunan, motif bangunan, pola bangunan, corak bangunan. Sedangkan secara istilah, desain sebagai suatu proses pengorganisasian unsur garis, bentuk ukuran, warna, tekstur, bunyi, cahaya, aroma dan unsur-unsur desain lainnya, sehingga tercipta suatu hasil karya Adapun tujuan dari desain ini adalah untuk memperbaiki fungsi sebuah Mengarah kepada pembahasan yang akan diteliti mengenai estetika desain dinding kelas anak usia dini, diperlukan suatu kreativitas serta membutuhkan kajian dalam menarik aspek perkambangan anak terutama pada minat belajar anak. Selain itu dengan adanya suatu desain dalam kelas dan penataan atau estetika yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan anak atau orang yang berada didalam ruang kelas Selain dari desain yang digunakan dalam membuat suatu keestetikaan pada diding kelas, harus diperhatikan juga dalam pemilihan warna yang harus disesuaikan dengan kondisi ruang kelas tersebut. Dalam menciptakan suasana yang menyenangkan, peran warna pada suatu desain dinding . sangat penting, karena dengan komposisi warna tertentu dapat diciptakan suasana yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kualitas proses belajar anak. Oleh karena itu, desain dinding kelas harus mampu menciptakan suatu ruang yang berkualitas, baik secara psikologis maupun secara operasional sehingga anak-anak didalam kelas dapat melaksanakan program kegiatannya secara aman, nyaman, dan berkembang secara optimal. Disamping itu, harus memikirkan bagaimana bentuk, ukuran, dan tema yang sesuai dengan anak usia dini yang dapat mengembangakan berbagai aspek perkembangan anak menjadi lebih nyaman serta sesuai dengan tahapan perkembangan anak, maka dari itu perlu membuat suatu rancangan desain dinding kelas yang mampu membantu dalam mengembangkan pertumbuhan, baik dalam aspek perkembangan, proses pembelajaran dan pengajaran bagi anak. Dalam menciptakan suatu rancangan keestetikan pada suatu objek, terdapat teoriteori estetika, diantaranya sebagai berikut: 1 Teori Subjektif Menurut Hendri Homs. Lord Ashiey dan Edmund Brure, mengatakan bahwa teori yang menyatakan bahwa adanya nilai keindahan hanya tanggapan peraasaan orang yang melihat karya Teori ini hanya berdasarkan pada naluri saja untuk menyatakan indah tanpa penjelasan tentang ciri-ciri keindahan dari benda yang dilihatnya. 2 Teori Obyektif Menurut Plato. Hegel dan Bernard Basanouet, mengatakan bahwa teori ini menyatakan nilai keindahan ada pada karya yang dilihatnya. Teori ini melihat nilai keindahan dari komposisi dan unsurunsur pembentuk karya yang dilihatnya, penjelasan tentang ciri-ciri keindahan yang terkandung pada suatu karya seni. Selain teori estetika yang menciptakan keestetikaan pada suatu objek, terdapat prinsip-prinsip estetika diantaranya yaitu sebagai berikut : Prinsip Unity . Pada prinsip ini berarti karya seni yang tidak memuat unsur-unsur yang tidak perlu dan hubungan keterkaitan tiap unsur-unsur seni yang mengarah pada Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah pusat perhatian. Unsur- unsur seni yang baik akan menyatu-padu, tidak terpencar, atau berantaka. Prinsip in merupakan prinsip kesatuan dalam keanekaan (Unity in variet. Prinsip Balance . Prinsip keseimbangan adalah prinsip yang menyelaraskan unsur-unsur yang saling berlawanan atau bertentangan. Pada penerapan prinsip keseimbangan membuat unsur-unsur yang tampaknya bertentangan menjadi unsur-unsur yang saling memerlukan dan secara bersamaan menciptakan suatu harmoni yang utuh. Prinsip Penekanan . usat perhatia. Setiap karya seni memiliki suatu ide yang menjadi titik pemusatan dari nilainilai keseluruhan terhadap karya seni itu Dengan demikian, suatu karya seni memiliki bagian yang menarik menonjolkan prinsip penekanannya. Prinsip Variasi Tema yang diusung agar tidak terlihat monoton sehingga terlihat ada penyajian atau ide yang berbeda dari unsur-unsur pada umumnya. Prinsip Proporsi Adanya kesan perbandingan idea yang pantas atau sesuai antara unsurAi unsur objek satu dengan yang lainnya. Prinsip Harmony . Prinsip yang mengikat unsur-unsur dalam keseluruhan prinsip keindahan. Adapun tingkatan dalam pengamatan estetika, terdapat tiga tingkatan pengamatan estetika, diantaranya yaitu: Tingkatan pertama Pada tingkatan pertama dilakukan pengamatan kualitas material, warna, suara, gerak sikap dan lain sebagainya yang sesuai dengan jenis seni. Tingkatan kedua Panyusunan dan pengorganisasikan hasil pengamatan, sebagai konfigurasi struktur bentuk yang menyenangkan dengan pertimbangan prinsip seni atau desain harmoni, kontras, balance, unity dan lain sebagainya. Tingkatan ketiga Susunan hasil persepsi . engamatan yang dihubungkan dengan emosi yang merupakan hasil interaksi antara persepsi visual yang tergantung pada tingkat Pada tingkatan estetika diatas, berkenaan perencanaan, penataan, menata dan merancang suatu desain atau pola bentuk dalam suatu kelas atau ruangan, disesuaikan dengan tema untuk anak usia dini agar menjadi sebuah tatanan fisik yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia . dalam mendapatkan keamanan dan kenyamanan didalam kelas serta memiliki keestetikan tersendiri. Selain itu, desain dinding kelas yang menarik akan berpengaruh pada aspek perkembangan anak, karena dengan suasana kelas yang nyaman, indah serta menarik perhatian anak atau peserta didik akan menambah suatu kesenangan tersendiri serta menjadikan suatu daya tarik dalam mengembangkan minat belajar anak, ditambah dengan pembelajaran yang efektif dan efisien dapat memperindah ruang kelas . inding kela. Selain pengaruh desain dinding kelas untuk mengembangkan minat belajar anak, dinding kelas dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar serta alat, sarana dan sumber belajar dalam mengasah kekreativitasan yang mereka miliki tanpa harus dipaksa oleh guru atau orang dewasa disekitar anak. Berikut contoh desain dinding kelas yang ditemukan oleh peneliti: Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah Gambar 1. Gambar Desain Dinding kelas Setelah peneliti mengamati, meneliti dan menganalisis estetika desain dinding diatas menurut pengamatan prinsip dan tingkatan pada estetika, dapat simpulkan yaitu sebagai berikut : Pengamatan ke-1 Desain Dinding Pada pengamatan ini, peneliti menemukan adanya desain dinding yang bernuansa anak usia dini, menarik perhatian anak serta menarik minat belajar anak. Desain dinding tersebut jika dilihat dari segi warna, pola, bentuk dan lain sebagainya sangat bagus dan membuat suasana anak menjadi nyaman, aman dan tentram. Hiasan pendukung Pada hiasan pendukung ini, menjadi pelengkap keindahan desain dinding ruang kelas tersebut diantaranya terdapat kursi, jendela dan kursi Lantai Selanjutnya ukuran ruangan yang cukup luas anak dapat leluasa bermain di ruang kelas tersebut. Pengamatan ke-2 Pada hasil pengamatan kedua ini, mencakup pada prinsip-prinsip estetika, berikut hasil pengamatan peneliti Tabel 1. Pengamatan Estetika Desain Dinding Kelas Prinsip Estetika Hasil Pengamatan Perpaduan tema Unity (Kesatua. bernuansa pelangi Balance . dan taman serta dengan latar dinding yang berwarna biru cerah hampir semua yang terdapat pada desain dinding tersebut memiliki beberapa warna lain diantaranya hijau, merah, kuning, ungu, putih dan lain dinding kelas tersebut memiliki warna yang membuat suatu kesatuan atau perpaduan yang baik, hidup dan indah, ditambah dengan adanya meja, kursi dan lantai yang membentuk suatu kesatuan yang memiliki suatu daya gunanya masing-masing terutama pada minat belajar anak Desain dinding dengan latar biru dengan motif yang hidup dan penuh dengan warna yang cukup karena jika dipadukan dengan lantai derta meja dan kursi, membuat desain dinding tersebut lebih berwana dan Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah Penekanan/ pusat perhatian Variasi 5 Proporsi Dengan Adanya Desain dinding kelas yang menjadi pusat perhatian atau penekanannya adalah terdapat pada gambar atau tema yang dilukis pada dinding Karena dengan nuansa tema taman dan pelangi pada desain dinding kelas tersebut yang terlihat menonjol menjadikan pusat perhatian yang utama, ditambah dengan tema desain nya yang menjadikan aanak lebih bersemangat. Terdapat beberapa variasi warna seperti merah, hijau, biru, ungu, kuning, putih dan warna lainnya yang menjadikan desain dinding tersebut menarik, indah dan tidak itu, terdapat juga meja, kursi dan lantai yang terlihat serasi antara satu sama lainnya. Terdapat proporsi yang kurang pas antara jendela dengan desain terutama jendela yang polos, sehingga terlihat kurang estetik. kurang seimbang antara satu Harmony . Desain dinding yang digunakan keselarasan baik itu dengan fungsi yang menunjukan keselarasan baik itu dengan fungsi ruangan ataupun pada minat belajar anak, ditambah dengan adanya benda-benda yang diantaranya meja sebagai tempat untuk menulis, membaca dan lainlain. kursi sebagai tempat untuk duduk, serta cahaya yang baik untuk mendukung keestetikan desain dinding yang membuat ruangan kelas menjadi lebih berwarna. Pengamatan ke-3 Pada Pengamatan ketiga ini, mecakup pada pengamatan yang dilihat pada teori estetika yaitu teori subjektif dan teori obyektif. Sehingga peneliti mengamati bahwa pengamatan ketiga mengenai estetika desain dinding diatas termasuk pada teori objektif, karena teori objektif menyatakan bahwa adanya suatu nilai keindahan ada pada karya yang dilihatnya. Oleh karena itu, dengan melihat komposisi dan unsur unsur yang terdapat pada deaain dinding tersebut terlihat indah dan benda-benda seperti meja, kursi, lantai dan lain keindahan dinding dan ruang kelas Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Estetika Desain Dinding Kelas Anak Usia Dini Oe Heri Hidayat. Dinar Farida Fauziah Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya suatu estetika desain dinding kelas anak usia dini akan menambah minat belajar anak, serta merangsang pada aspek perkembangan anak yang didukung dengan berbagai teori, prinsip dan tingkatan pada estetika dalam suatu ruang kelas. Simpulan dan Saran Simpulan Dari penelitian yang sudah peneliti lakukan, bahwa dapat disimpulkan estetika desain kelas anak usia dini dapat menarik pada aspek perkembangan anak terutama pada minat belajar anak, yang diperlukan suatu kreativitas serta membutuhkan adanya estetika desain yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Selain adanya suatu kreatifitas dalam membuat desain dinding kelas yang menarik bagi anak, harus diperhatikan dalam perancangan, perencanaan dalam menyusun suatu objek yang di sesuaikan dengan kondisi ruang kelas dan tema yang dibutuhkan oleh anak. Serta harus diperhatikan dalam pemilihan warna, pola, tema dan bentuk yang menciptakan suasana menyenangkan dan dapat meningkatkan kualitas proses belajar anak. Pengamatan yang diteliti oleh peneliti, bahwa dalam merancang desain dinding kelas anak usia dini perlu diperhatikan juga dalam pemahaman estetikanya baik dari segi teori estetika, prinsip-prinsip estetika, serta tingkatan estetika pada pembuatan desain dinding kelas. Saran Pada penelitian diatas, peneliti memberikan saran atau solusi yang dapat bermanfaat bagi semua pihak, bahwa dalam memenuhi kebutuhan anak usia dini itu tidak hanya bermain tetapi dengan menciptakan suasana ruang kelas . uang belaja. yang menarik untuk anak akan berdampak baik dan positif dalam proses pembelajaran anak terutama adanya suatu desain kelas yang menjadi pusat perhatian anak menciptakan suasana aman, nyaman dan tentram. Oleh karena itu, kepada pendidik . dan calon guru harus lebih memahami dan mempelajari tentang estetika desain dinding kelas yang dibutuhkan oleh anak usia dini sesuai dengan tahapan perkembangan anak. DAFTAR PUSTAKA Kurnia. Rita. Desain Interior Kelas Anak Usia Dini. Riau. UR Press Pekanbaru. Falah. Riza Zahriyal. Nilai-Nilai Estetika Dalam Penataan Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini. Kudus. Jurnal ThufuLa. Purnama. Sigit. Desain Interior dan Eksterior Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta. PUSTAKA