Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PENGEMBANGAN INTERPERSONAL INTELLIGENCE PADA PESERTA DIDIK KELAS VB MI MAAoARIF SUROTRUNAN Laeli Parwati. Oky Ristya Trisnawati Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: laeliparwati725@gmail. Abstract This research aims to determine the teacher's efforts in developing interpersonal intelligence for the VB MI Ma'arif Surotrunan class, to determine the supporting factors and inhibiting factors in developing interpersonal intelligence. This type of research is descriptive research. The subjects of this research were the principal, teachers and students of the VB MI Ma'arif Surotrunan class. The object of this research is the teacher's efforts to develop interpersonal intelligence. The research location was MI Ma'arif Surotrunan. The method used to collect data is observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out using data reduction, data presentation and drawing or verifying conclusions. The research results show that students' interpersonal intelligence is in the low category. From the research results, it is known that several interpersonal intelligence problems occur among students, namely that students are not reluctant when the teacher explains learning material and the number of boys in the class is more than the number of girls. Apart from that, students who experience interpersonal intelligence problems tend to be absorbed in their own world and their parents' parenting patterns influence the development of students' interpersonal intelligence. Key words: interpersonal intelligence, students Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal kelas VB MI MaAoarif Surotrunan, mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa kelas VB MI MaAoarif Surotrunan. Objek penelitian ini adalah upaya guru dalam mengembangan interpersonal Tempat penelitian mengambil tempat MI MaAoarif Surotrunan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, serta Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan atau verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal pada siswa berada dalam kategori rendah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa beberapa permasalahan kecerdasan interpersonal yang terjadi pada siswa yaitu siswa tidak segan ketika guru menjelaskan materi pembelajaran serta jumlah anak laki-laki di kelas lebih banyak daripada jumlah perempuan. Selain itu, siswa yang mengalami permasalahan kecerdasan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. interpersonal cenderung asik sendiri dengan dunianya serta pola asuh orang tua yang berpengaruh terhadap pengembangan interpersonal intelligence siswa. Kata kunci: kecerdasan interpersonal, peserta didik PENDAHULUAN Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan menjadi salah satu penentu sumber daya manusia. Di era globalisasi dan tatanan dunia baru, banyak nilai-nilai kemanusiaan yang semakin tertindas, peran pendidikanlah yang harus menghadapi kondisi tersebut. Formasinya harus selalu hadir untuk melestarikan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin terpinggirkan. Tuntutan globalisasi sudah jelas bahwa mutu sumber daya manusia semestinya ditingkatkan supaya generasi bangsa Indonesia lebih siap bersaing di dunia pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah membutuhkan dukungan fasilitas sarana dan Sarana dan fasilitas mempunyai pengaruh besar terhadap proses dan hasil belajar. Peserta didik yang berada dalam keadaan belajar dengan sarana dan fasilitas yang cukup dan memadai akan mendapatkan hasil maksimal dalam belajarnya. Ketika peserta didik belajar dengan sarana dan fasilitas yang kurang memadai, maka proses dan hasil belajarnya tidak sebaik orang yang belajar dengan sarana dan fasilitas yang cukup dan memadai. Akan tetapi, peserta didik yang belajar dengan sarana dan fasilitas yang kurang memadai dapat mencapai hasil belajar yang maksimal apabila ia berusaha keras untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan belajarnya. Hal ini sarana dan fasilitas lah yang mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang ataupun peserta Howard Gardner menuliskan gagasannya tentang kecerdasan majemuk atau multiple intelligence meliputi kecerdasan linguistik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis. Teorinya menyatakan bahwa setiap manusia Ginting. Peran Peserta Didik sebagai Role Mode dalam Pengebangan Karakter Peserta Didik. In The Progressive and Fun Education Seminar menguasai, 2016, 60. Soimatul Ula. Revolusi Belajar: Optimalisasi Kecerdasan melalui Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 28. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengembangkan keterampilan untuk menjalani kehidupan. Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata dan menciptakan produk yang berharga dalam lingkungan budaya dan masyarakat. Peran yang dilakukan pada lingkungan masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan menciptakan produk tertentu. Seseorang dikatakan cerdas apabila dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan dan mampu menghasilkan sesuatu yang berharga atau berguna bagi umat manusia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di MI MaAoarif Surotrunan pada bulan Juli sampai Oktober 2023. Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah dan guru kelas VB MI MaAoarif Surotrunan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan observasi. Setelah data-data yang dibutuhkan peneliti sudah memenuhi target, peneliti kemudian melakukan kegiatan analisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif menurut Bodgan dan Biklen dalam Moleong merupakan sebuah usaha yang dilakukan bekerja dengan data4. Artinya memilah dan memilih data menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari data dan menemukan yang penting dari apa yang telah didapatkan dan kemudian memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Teknik analisis data dilakukan adalah dengan reduksis data, display data dan penarikan kesimpulan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sistem pendidikan di Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tertulis pada UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa sistem pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevasi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan Jasman Jalil. Pendidikan Karakter, cet pertama, (Sukabumi: CV Jejak, 2. , 63 Dr. Ahmad Tanzeh. Pd. Metode Penelitian Praktis, (Yogyakarta: Penerbit Teras, 2. , 64. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Adapun tujuan sistem pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga mencetak generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Sekolah merupakan suatu wadah yang dilalui peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dilakukan dalam suatu kegiatan pembelajaran atau proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. 5 Sistem lingkungan terdiri dari guru, peserta didik, media pembelajaran, sumber belajar dan sebagainya dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang mengarah pada tujuan yang telah ditentukan. Dalam kegiatan pembelajaran inilah yang akan mengantarkan ke mana arah pendidikan dibawa. Apakah dapat menggali potensi peserta didik atau mengekang potensi peserta didik. Howard Gardner menuliskan gagasannya tentang kecerdasan majemuk atau multiple intelligence meliputi kecerdasan linguistik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis. Teorinya menyatakan bahwa setiap manusia mengembangkan keterampilan untuk menjalani kehidupan. 6 Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata dan menciptakan produk yang berharga dalam lingkungan budaya dan masyarakat. Peran yang dilakukan pada lingkungan masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan menciptakan produk tertentu. Seseorang dikatakan cerdas apabila dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan dan mampu menghasilkan sesuatu yang berharga atau berguna bagi umat manusia. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, tempramen, motivasi dan keinginan orang lain. Kecerdasan ini dapat dilihat dari kemampuan menggerakkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Kecerdasan ini memiliki peran penting di dalam kehidupan, karena sejatinya manusia tidak dapat lepas dari interaksi dengan Jasman Jalil. Pendidikan Karakter, cet pertama, (Sukabumi: CV Jejak, 2. , 66. Soimatul Ula. Revolusi Belajar: Optimalisasi Kecerdasan melalui Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 87. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial yang didalamnya akan selalu berinteraksi dengan manusia lainnya yang menjadikan kecerdasan interpersonal sangat penting dalam Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah MI MaAoarif Surotrunan diketahui bahwa di Kelas VB terdapat beberapa anak yang mempunyai kekurangan dalam hal akademik. Selain itu, seringkali anak yang memiliki potensi akademik di sekolah tidak memiliki kemampuan sosial yang baik. Selain itu, ditemukan bahwa beberapa anak yang mudah berkelahi dengan teman sekelasnya, rendahnya sikap jujur ketika ada pembiasaan ODOT (One Day One Coi. , tidak fokus dan aktif sendiri ketika pembelajaran berlangsung, tidak stabilnya kondisi kondisi emosi anak yang terkadang naik turun, perbedaan karakteristik anak dan kemampuan yang dimiliki berbeda-beda. Hal tersebut juga disampaikan oleh wali kelas V B yang juga menyatakan bahwa terdapat beberapa peserta didik yang mempunyai inisiatif dan solidaritas yang tinggi terhadap teman sebayanya seperti membantu teman yang belum memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Indikator kecerdasan interpersonal di sekolah dasar kecerdasan interpersonal yang dimiliki seorang siswa dapat dikatakan tinggi apabila siswa menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: Mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif. Mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara total Mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak musnah dimakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intima/mendalam atau penuh makna Mampu menyadari komunikasi verbal maupun non verbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitif terhadap perubahan situasi sosial dan tuntutan-tuntutannya, sehingga anak mampu menyesuaikan dirinya secara efektif dalam segala macam situasi Mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosial dengan pendekatan win-win solution, serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam relasi sosialnya Memiliki keterampilan komunikasi yang mencakup keterampilan mendengarkan efektif, berbicara efektif, dan menulis secara efektif. Pentingnya pengembangkan kecerdasan interpersonal anak, diantaranya : Untuk menjadi orang dewasa yang sadar secara sosial dan mudah menyesuaikan diri. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Menjadi berhasil dalam pekerjaan kelak. Demi kesejahteraan emosional dan fisik. Manusia sebagai makhluk sosial, mereka membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan Untuk mendukung terjalinnya hubungan yang baik kecerdasan interpersonal menjadi sangat penting dimiliki setiap individu. Kecerdasan ini sangat penting karna pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri. Di MI MaAoarif Surotrunan saat ini sudah mulai menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru juga menganggap interpersonal intelligence sangat penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari dan mampu menunjang proses pembelajaran di kelas. Adapun strategi atau upaya yang telah dilakukan oleh guru dalam mengembangkan interpersonal intelligence adalah diskusi kelompok, tanya jawab, memberikan motivasi sebelum proses pembelajaran berlangsung, penggunaan metode yang beragam ketika pembelajaran, hafalan dan media yang digunakan dalam Diskusi kelompok Dalam diskusi ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 Cara guru membagi kelompoknya supaya anak tidak cepat bosan adalah dengan membentuk kelompok yang anggotanya selalu berbeda. Guru dapat membentuk kelompok dengan meja depan dan belakang, guru yang mengacak absen ataupun mengacak engan cara Dengan adanya diskusi ini dapat memberikan energi yang positif dengan temantemannya, mendorong siswa untuk memberikan pendapatnya dan ketika dalam temannya memberikan pendapatnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka dengan diskusi ini anak dapat belajar menghargai pendapat. Tanya jawab Metode ini dapat memberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Dengan cara ini, dapat menumbuhkan rasa keberanian peserta didik. Apalagi jika metode tanya jawab ini guru menggunakan skor atau poin, untuk kelompok yang berhasil mengumpulkan poin atau skor paling banyak maka kelompok itulah yang menjadi Memberikan motivasi dan apersepsi sebelum proses pembelajaran berlangsung Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Sebelum memulai pembelajaran guru selalu mengondisikan keadaan siswa agar tetap kondusif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai maka guru memberikan motivasi dan apresepsi kepada siswanya. Sebelum memberikan motivasi dan apresepsi, guru mengajak berdoAoa terlebih dahulu supaya ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat. Setelah berdoAoa dilanjutkan menanyakan kabar siswa dan kemudian absensi dengan tujuan supaya suasana kelas menjadi hangat dan terciptanya energi yang positif antara guru dan peserta Tujuan guru dalam memberikan motivasi sebelum pembelajaran berlangsung supaya anak lebih siap belajar dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Dengan adanya motivasi ini dapat menstimulasi anak dalam mengembangkan interpersonal intelligence. Motivasi yang diberikan oleh guru berupa cerita-cerita perjuangan guru ataupun cerita pengalaman guru yang bertujuan untuk mendorong semangat mereka serta membantu mengembangkan interpersonal intelligence. Apresepsi juga penting diberikan kepada anak usia dasar dengan tujuan supaya anak rileks dan tidak tegang ketika pembelajaran dimulai. Penggunaan metode yang beragam ketika pembelajaran Alasan metode yang diberikan tidak hanya metode menulis, mencongak ataupun ceramah supaya mereka . eserta didi. tidak cepat bosan ketika pembelajaran berlangsung. Apalagi fokus belajar anak hanya berjalan 10-20 menit, jadi jika pembelajaran yang membosankan anak akan layu dan tidak semangat dalam belajar. Hafalan Dengan adanya cara hafalan ini, dapat melatih rasa tanggung jawab dan dapat memotivasi setiap diri peserta didik. Metode hafalan ini, tidak hanya mengembangkan kecerdasan interpersonal saja, tetapi dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak. Media yang digunakan dalam pembelajaran Untuk bulan ini LCD dan proyektor sudah lengkap di setiap kelas. Tahun lalu masih dua LCD dan itupun masih berebut. Misalnya mau dipakai di kelas II tetapi posisi LCD masih dipakai di kelas IV. Menata dan menyiapkan LCD pun membutuhkan waktu yang Berbeda jika kalau sudah ada di setiap kelas, akan memudahkan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sudah terangkai di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Faktor yang dapat mendukung proses perkembangan kecerdasan siswa dalam lingkup sekolah adalah didominasi dari lingkungan kelas dan saat proses pembelajaran. Adapun pembahasan temuan mengenai faktor pendukung kecerdasan interpersonal di MI MaAoarif Surotrunan sebagai berkut : Kemauan dan kemampuan anak Salah satu faktornya adalah mempunyai kemauan dan kemampuan yang kuat. Selama anak mempunyai kemampuan dan motivasi atau mempunyai keinginan besar terhadap apa yang ingin diwujudkan itu, maka kecerdasan interpersonal akan terbentuk. Misalnya anak mempunyai keinginan yang besar di futsal, tetapi kita paksakan di cabang seni maka tidak akan berhasil karena kemampuannya di futsal jadi kita arahkan sesuai kemampuannya yaitu futsal. Maka faktor pertama dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal adalah kemauan dam kemampuan anak. Motivasi guru Dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa, bagi anak yang kecerdasan interpersonalnya rendah jika ia terus mendapatkan motivasi atau dorongan dari guru maka siswa tersebut akan merasa termotivasi agar kecerdasan interpersonalnya lebih berkembang, misalnya dalam proses pembelajaran anak yang memiliki kecerdasan interpersonal rendah siswa tersebut tidak memiliki keberanian untuk tampil di depan teman-temannya bahkan anak tersebut cenderung pasif dalam proses pembelajaran, tetapi jika guru selalu memberikan motivasi dan kesempatan kepada siswa tersebut maka lambat laun ia akan lebih aktif dalam pembelajaran. Sedangkan anak yang memang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi dengan mendapatkan motivasi atau nasehat dari guru ia akan lebih dapat mengembangkan kecerdasan interpesonalnya ke arah yang lebih positif. Seperti bagi siswa yang kecerdasan interpersonalnya tinggi ia akan diarahkan dalam pergaulannya atau dengan lingkungannya secara positif dengan cara guru memotivasi siswa tersebut agar mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran dapat membantu siswa untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal dan ntrapersonal, guru diharapkan pintar dalam memilih metode pembelajaran karna dalam satu kelas tidak semua siswa memiliki kecerdasan yang sama, oleh karena itu terlebih dahulu harus mengetahui karakteristik siswa-siswanya setelah itu guru dapat menentukan metode apa yang cocok digunakan dalam proses pembelajarannya. Contoh metode diskusi, dalam metode diskusi kecerdasan interpersonal siswa akan berkembang karena dalam metode diskusi siswa akan belajar bagaimana cara berbicara di hadapan orang lain, dapat belajar mengharagai perbedaan pendapat, dalam diskusi juga siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan argumennya dan masih banyak nilai posotif dari metode diskusi tersebut dan dalam metode diskusi pun dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal siswa karna dalam diskusi pasti ada waktu refleksi dimana siswa diberi kesempatan untuk mencerna informasi yang mereka terima. Sedangkan contoh metode yang dapat menunjang pengembangan kecerdasan intrapersonal siswa seperti metode tugas individu dimana tugas individu ini memberikan kesempatan pada siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal lebih tinggi, karna biasanya siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonalnya lebih tinggi ia akan lebih suka belajar secara mandiri dan tidak terlalu suka belajar secara berkelompok karna menurut mereka yang memiliki kecerdasan intrapersonalnya tinggi belajar secara berkelompok itu tidak membuat mereka fokus dalam mengerjakan tugas atau melakukan pembelajaran. Ekstrakurikuler Pada hakikatnya kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk membantu perkembangan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat siswa. Selain itu dengan kegiatan Ekstrakurikuler kecerdasan siswa akan berkembang khususnya kecerdasan interpersonal dan juga intrapersonal karna dalam kegiatan ekstrakurikuler kita di ajarkan bagaimana kita bekerjasama, bagaimana berkreativitas sesuai dengan bakat dan minat kita, bagaimana kita menjadi pemimpin, bagimana kita berbicara di depan orang tanpa harus ada perasaan malu dan dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menambah teman. Ekstrakurikuler yang ada Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. di MI MaAoarif Surotrunan diantaranya seperti drumband, rebana, olimpiade, tilawah, kaligrafi dan sebagainya. Organisasi POMG Organisasi POMG sebagai suatu wadah untuk pihak sekolah dan orangtua saling berbagi pengetahuan dalam hal mendidik anak. Pihak sekolah melakukan pertemuan dengan pihak orangtua yakni wali kelas dalam setiap bulannya. Dalam pertemuan tersebut pihak orangtua dan guru melakukan komunikasi langsung tentang program-program di dalam kelas maupun tentang perkembangan sikap anak. Selain itu pihak sekolah juga melakukan kajian-kajian keislaman yang dihadiri oleh orangtua anak yang berhubungan dengan pendidikan dan mendidik anak. Faktor yang menghambat upaya guru dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal yaitu faktor lingkungan dan pola asuh orang tua. Faktor lingkungan MI MaAoarif Surotrunan terletak pada dua tempat yaitu atas dan bawah. Di lokasi MI MaAoarif Surotrunan, sekolah tidak mempunyai pagar dan anak merasa bebas. Kita mempunyai angan-angan apabila sekolahnya satu lokasi dan mempunyai pagar akan memudahkan kita . ara gur. Ketika pagar tidak punya dan akses untuk keluar dari madrasah banyak, hal itu yang menyebabkan menghambat proses belajar mengajar. Kalau madrasah sedang mengadakan suatu kegiatan atau ekstrakurikuler, kadangkala itu yang Pola asuh orang tua Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda dalam mengasuh anaknya, setiap cara pengasuhan tersebut akan berdampak pada proses perkembangan sosial-emosional anak. Karena anak usia 4 tahun mulai mengenali dunia luar selain keluarganya, mereka bersekolah, bersosialisasi dengan guru, teman, dan lingkungan sosial yang baru. Sehingga pola asuh yang orang tua berikan saat anak masih banyak menghabiskan waktu di rumah akan sangat mempengaruhi perkembangan sosial-emosional anak saat berada di lingkungan sosial yang baru. Apalagi jika orang tua yang melarang anaknya bermain di Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 138-149 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sekitar rumahnya dan lebih baik di rumah bermain handphone. Hasilnya akan sangat berbeda dibandingkan dengan anak yang berada di luar ruangan. Faktor otoriter Pola asuh yang menerapkan semua keputusan berada ditangan orang tua bahkan dibentuk oleh orang tua. Artinya, tipe pola asuh otoriter ini kekuasaan orang tua sangat dominan, karena selalu menuntut anaknya menjadi seperti yang dikehendaki, apabila anak tidak mematuhi orang tua maka akan mendapat hukuman. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengembangan interpersonal intelligence pada peserta didik kelas VB dapat disimpulkan sebagai berikut: Upaya guru dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa dalam pembelajaran melalui pertama, pengelolaan kelas diantaranya diskusi kelompok, tanya jawab, memberikan motivasi dan apersepsi sebelum proses pembelajaran, pengunaan metode yang beragam ketika pembelajaran, hafalan, media yang digunakan dalam pembelajaran, aktivitas di luar jam pelajaran ada solat dhuha dan solat dhuhur berjamaah. Faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa meliputi Kemauan dan kemampuan siswa, motivasi guru, metode yang digunakan, ekstrakurikuler, organisasi pomg . ertemuan orang tua murid dan gur. , sarana dan prasarana dan media yang digunakan. Faktor penghambat dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak meliputi faktor lingkungan, pola asuh orang tua dan faktor otoriter. DAFTAR PUSTAKA