Aliran Filsafat Pendidikan Barat Ahmad Khumaidi Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: adi765316@gmail. Since humans want progress in life, since then the idea has arisen to transfer, preserve and develop culture through education. Education in society has always been a major concern in order to advance the lives of generations that are in line with the demands, developments and progress of society from time to time. Considering that the development of life and the implementation of education are dynamic, the ideas that emerge are also dynamic . ccording to the nature of thought and human dynamic. Conditions ultimately encourage the birth of schools in education. Streams in education need to be mastered by prospective educators because education is not enough to be understood only through a partial and descriptive scientific approach, but also needs to be viewed holistically . According to Tirtarahardja & Sulo . schools of education have started since the beginning of human life, because every human group is always faced with the younger generation of their offspring who need better education from their parents. In the literature on educational streams, ideas about education have started from the ancient Greeks to the present, known as the Islamic and Western Schools of Education. Keywords: Western Educational. Western Philosophy Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo e-ISSN: 2807-5676 Volume. 4 No. https://lp3mzh. id/index. php/bahtsuna/index Pendahuluan Secara umum, pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk membina ke-pribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dan budaya masyarakat. Bagaimana pun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya pasti berlangsung suatu proses pendidikan, sehingga sering dikatakan bahwa pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia (Samad, 2. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan keduanya merupakan proses yang satu (Nanuru, 2. Sejak manusia menghendaki kemajuan dalam kehidupan, maka sejak itu timbul gagasan untuk melakukan pengalihan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui pendidikan. Pendidikan di dalam masyarakat senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi yang sejalan dengan tuntutan, perkembangan dan kemajuan masyarakat dari zaman ke zaman (Nadirah, 2. Mengingat perkembangan kehidupan dan pelaksanaan pendidikan bersifat dinamis, maka gagasan-gagasan yang muncul pun bersifat dinamis . esuai dengan alam pikir dan dinamika manusiany. Kondisi akhirnya mendorong lahirnya aliran-aliran dalam pendidikan. Aliran-aliran dalam pendidikan perlu dikuasai oleh para calon pendidik karena pendidikan tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan ilmiah yang bersifat parsial dan deskriptif saja, melainkan perlu dipandang pula secara holistik . Menurut Tirtarahardja & Sulo . aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Di dalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini, dikenal dengan istilah rumpun aliran Pendidikan islam dan barat. Bahasan bagian ini hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran Pendidikan Barat. Aliran-aliran Barat yang dimaksud adalah Aliran Esensialisme dan Perenialisme. Aliran Progressivisme dan Rekonstruksionisme. Aliran Humanisme dan Eksistensialisme, dan Aliran Futurisme. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembangan pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Berdasarkan Latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah Pengertian Filsafat Pendidikan Barat ? Apakah Tujuan dan manfaat Filsafat Pendidikan Barat ? Apa sajakah Aliran Filsafat dalam Pendidikan Barat ? Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Pembahasan Pengertian Filsafat Pendidikan Barat Filsafat pendidikan barat adalah muara ide dari berbagai kebutuhan utama pendidikan seperti model pembelajaran dan berbagai aspek lain yang dibutuhkan untuk melanjutkan saga keilmuan pendidikan. Seperti filsafat pada umumnya, filsafat barat ini juga mempertanyakan berbagai kemungkinan yang telah ada lalu mempertanyakan kebenarannya agar dapat memutuskan kebenaran baru dalam menggiati keilmuan ini. Filsafat membentuk dan memberikan asumsi-asumsi dasar bagi setiap ilmu pengetahuan, tidak terkecuali pendidikan. Saat filsafat membahas ilmu alam, maka diperoleh filsafat ilmu alam. Ketika filsafat mempertanyakan konsep dari hukum, maka terbentuklah filsafat hukum, dan ketika filsafat mengkaji permasalahan pendidikan, maka terciptalah cabang filsafat ini (Kneller, 1971. Secara umum filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan dari keseluruhan sikap dan kepercayaan yang telah dijunjung tinggi, lalu mempertanyakan . Meskipun skopnya luas, ketika bertemu pendidikan, maka terdapat beberapa rumusan utama. Berikut adalah beberapa kajian utama filsafat ini menurut Rukiyati & Purwastui . 5, hlm. Merumuskan secara tegas sifat hakiki pendidikan Merumuskan hakikat manusia sebagai subjek dan objek pendidikan. Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan dan teori Merumuskan hubungan antara filsafat negara . , filsafat pendidikan dan politik pendidikan . istem pendidika. Merumuskan sistem nilai dan norma atau isi moral pendidikan yang menjadi tujuan pendidikan Tujuan Filsafat Pendidikan Barat Tujuan filsafat pendidikan barat dapat ditinjau dari tujuan filsafat dan pendidikan itu sendiri. Filsafat diantaranya memiliki tujuan untuk mengkritisi suatu kepercayaan dan sikap yang telah dijunjung tinggi, mendapatkan gambaran keseluruhan, analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan Sementara itu teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-prinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat, merumuskan metode praktik pendidikan atau proses pendidikan yang menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo e-ISSN: 2807-5676 Volume. 4 No. https://lp3mzh. id/index. php/bahtsuna/index Tujuan pendidikan sendiri tergantung dari kebutuhan. Bisa jadi tujuan pendidikan adalah tujuan pendidikan nasional . encetak generasi penerus bangsa yang bai. , instruksional . husus terhadap keterampilan tertent. , hingga ke tujuan pendidikan institusional . endidikan militer, dokter, akademisi, ds. Selain itu, menurut Amka . tujuan filsafat pendidikan meliputi: Dengan berfikir filsafat seseorang bisa menjadi manusia, lebih mendidik, dan membangun diri sendiri. Seseorang dapat menjadi orang yang dapat berfikir sendiri. Memberikan dasar-dasar pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan merupakan satu kesatuan. Hidup seseorang dipimpin oleh pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut, sebab itu mengetahui pengetahuan-pengetahuan terdasar berarti mengetahui dasar-dasar hidup diri sendiri. Bagi seorang pendidik, filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafatlah yang memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang mengenai manusia, seperti misalnya ilmu mendidik. Manfaat Filsafat Pendidikan Barat Seseorang yang sedang menuntut ilmu pendidikan dituntut untuk memikirkan masalah-masalah hakiki mengenai pendidikan. Pemikiran mengenai masalah-masalah pendidikan baik dalam lingkup luas maupun mengerucut akan lebih terasah melalui filsafat pendidikan. Hal tersebut membuat pelajar atau praktisi pendidikan lebih kritis dalam memandang persoalan pendidikan. Disamping itu filsafat ini juga akan membuat pelajar untuk merenungkan masalah hakiki pendidikan yang secara otomatis akan memperluas cakrawala berpikir dan menjadi lebih arif dalam memahami persoalan pendidikan. Filsafat pendidikan akan menuntut pelajar untuk berpikir reflektif menggunakan kebebasan intelektual yang bertanggung jawab . Selain itu, menurut Amka . 9, hlm. filsafat pendidikan memiliki manfaat sebagai berikut: Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat memberikan pandangan yang luas. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. Filsafat memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri . erutama dalam etik. maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya. Aliran Filsafat Pendidikan Barat Aliran pendidikan adalah pemikiran-pemikiran yang membawa pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pemikiran tersebut berlangsung seperti suatu diskusi berkepanjangan, yakni pemikiran-pemikirn terdahulu selalu Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo ditanggapi dengan pro dan kontra oleh pemikir berikutnya, sehingga timbul pemikiran yang baru, dan demikian seterusnya. Agar diskusi berkepanjangan itu dapat dipahami, perlu aspek dari aliran-aliran itu yang harus dipahami. Oleh karena itu setiap calon tenaga kependidikan harus memahami berbagai jenis aliran-aliran pendidikan. Dalam dunia pendidikan setidaknya terdapat beberapa macam aliran pendidikan barat, yaitu Aliran Esensialisme dan Perenialisme. Aliran Progressivisme dan Rekonstruksionisme. Aliran Humanisme dan Eksistensialisme, dan Aliran Futurisme Aliran Esensialisme Aliran Esensialisme adalah gerakan pendidikan yang memprotes gerakan progresivisme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut esensialisme nilai-nilai yang tertanam dalam nilai budaya/sosial adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun dan di dalamnya berakar gagasan-gagasan dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu. Peranan guru kuat dalam mempengaruhi dan mengawasi kegiatan-kegiatan di kelas. Tujuan pendidikan dari aliran ini adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah terhimpun, yang telah bertahan sepanjang waktu dan dengan demikian adlah berharga untuk diketahui oleh semua orang. Pengetahuan ini diikuti oleh ketrampilan. Ketrampilan, sikap-sikap dan nilai yang tepat, membentuk unsur-unsur yang inti . dari sebuah pendidikan Pendidikan bertujuan untuk mencapai standar akademik yang tinggi, pengembangan intelek atau kecerdasan. Esensialime dalam melakukan gerakan pendidikan bertumpu pada mazhab filsafat idealisme dan realisme, meskipun kaum idealisme dan kaum realisme berbeda pandangan filsafatnya, mereka sepaham bahwa : Hakikat yang mereka anut makna pendidikan bahwa anak harus menggunakan kebebasannya, dan ia memerlukan disiplin orang dewasa untuk membantu dirinya sebelum sendiri dapat mendisiplinkan dirinya. Manusia dalam memilih suatu kebenaran untuk dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya mengandung makna pendidikan bahwa generasi perlu belajar untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya dan kesejahteraan Aliran Perenialisme Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang. Dari pendapat ini diketahui bahwa perenialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi sseorang untukk bersikap Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo e-ISSN: 2807-5676 Volume. 4 No. https://lp3mzh. id/index. php/bahtsuna/index tegas dan lurus. Karena itulah, perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah arsah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat, khususnya filsafat pendidikan. Menurut perenialisme, ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi, karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara Jadi, dengan berpikir maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan. Penguasaan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pertama adalah modal bagi seseorang untuk mengembangkan pikiran dan kecerdasan. Dengan pengetahuan, bahan penerangan yang cukup, orang akan mampu mengenal dan memahami factor-faktor dan problema yang perlu diselesaikan dan berusaha mengadakan penyelesaian masalahnya. Tugas utama pendidiakan adalah mempersiapkan anak didik kea rah Matang dalam arti hiodup akalnya. Jadi, akl inilah yang perlu mendapat tuntunan kea rah kematangan tersebut. Sekolah rendah memberikan pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca, menulis, dan berhitung, anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain. Aliran Progresivisme Progresivisme yang lahir sekitar abad ke-20 merupakan filsafat yang bermuara pada aliran filsafat pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James . dan John Dewey . 9- 1. , yang menitik beratkan pada segi manfaat bagi hidup praktis. Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya. Berhubungan dengan itu progressivisme kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter, baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang. Aliran Rekonstruksionisme Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Di samping itu, aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis, bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Cita-cita demokrasi yang sesungguhnya tidak hanya teori, tetapi mesti diwujudkan menjadi kenyataan, sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, nasionalisme, agama . dan masyarakat bersangkutan. Aliran Humanisme Kebebasan yang diusung dalam Aliran Pendidikan Humanisme adalah kebebasan nilai. Kebebasan dalam segala aspek kehidupan. Aliran humanisme bertujuan agar dalam proses pembelajaran menjadikan siswa dan menempatkan siswa sebagai manusia yang bebas. Bebas menentukan dan bebas melakukan hal positif. Apapun yang dilakukan oleh siswa dalam pandangan pendidikan positif yang bersifat humanis itu dapat dibenarkan sepanjang tidak mengekang hak siswa sebagai individu yang bebas. Alternatif yang ditawarkan dalam pendidikan humanis adalah mengambil yang terbaik untuk diterapkan dalam pola pendidikan yang sesuai dengan karakter ke-Indonesiaan. Pola Pendidikan humanisme yang berbasis ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah. Ing Ngarso Sung Tulodo. Ing Madyo Mbangun Karso. Tut Wuri Handayani. Pendidikan humanisme bila dikaitkan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantoro mempunyai keselarasan bahwa seseorang yang mampu berkembang secara utuh dan selaras dari segala aspek kemanusiaannya dan yang mampu menghargai dan menghormati kemanusiaan setiap orang. Aliran Esksistensialisme Eksistensialisme merupakan suatu cabang aliran filsafat pendidikan yang memiliki suatu pandangan bahwa hakikat manusia adalah suatu eksistensi dari manusia itu sendiri. Hakikat manusia marupakan suatu yang manguasai manusia secara menyeluruh yaitu manusia itu sendiri dan cara memandang tidak dari zat atau ruh tetapi dipandang dari segi keberadaan Hakekat pendidikan menurut aeksistensialisme dalam pendidikan adalah menghendaki agar pendidikan selalu melibatkan peseta didik dalam mencari pilihan untuk memenuhi kebutuhannya masing masing dan menemukan jati dirinya. karena masing masing individu adalah makhluk yang unik dan bertanggung jawab atas diri dan nasibnya sendiri. mendorong siswa mengembangkan keterampilan. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo e-ISSN: 2807-5676 Volume. 4 No. https://lp3mzh. id/index. php/bahtsuna/index Alasan lahirnya aliran ini juga karena sadarnya beberapa golongan filisuf yang menyadari bahwa manusia mulai terbelengu dengan aktifitas teknologi yang membuat mereka kehilangan hakekat hidupnya sebagai manusia atau makhluk yang bereksitensi dengan alam dan lingkungan sekitar bukan hanya dengan serba instant. Aliran Futurisme Futurisme adalah aliran yang ingin melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan . melalui sudut pandang Dinamisme Universal yang tidak hanya mengotakan suatu konsep atau tema dalam satu sisi saja, melainkan menggambarkannya dari seluruh sudut seperti gerak, suara, pencahayaan, hingga aspek internal subjek karya seperti benak pikiran Futurisme pertama kali dikumandangkan oleh seorang sastrawan Italia yang bernama Filippo Tommaso Marinetti pada tahun 1909 (Prawira, 2016. Dalam manifesto futurisme yang ditulisnya, ia berkata bahwa Aubangsa Italia telah memasuki babak modern laksana mobil berkecepatan tinggiAy. Ciri-ciri aliran Futurisme adalah sebagai berikut: Menanggalkan tradisi klasik Menggunakan berbagai gaya dan teknik baru yang mengikuti arus perkembangan zaman Melawan sisa-sisa kehancuran batin dari dampak perang dunia Menerapkan dinamisme universal yang berarti tidak hanya melihat suatu konsep dari satu sisi saja, namun dari semua aspek termasuk hal yang sering terabaikan. Mengandung berbagai elemen-elemen keseharian modern baru seperti industri, mobil, dan berbagai teknologi mekanik lain yang sedang berkembang pesat pada tahun 1900-an. Kesimpulan Dari beberapa uraian pembahasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Filsafat pendidikan barat adalah muara ide dari berbagai kebutuhan utama pendidikan seperti model pembelajaran dan berbagai aspek lain yang dibutuhkan untuk melanjutkan saga keilmuan pendidikan. Seperti filsafat pada umumnya, filsafat barat ini juga mempertanyakan berbagai kemungkinan yang telah ada lalu mempertanyakan kebenarannya agar dapat memutuskan kebenaran baru dalam menggiati keilmuan ini. Filsafat membentuk dan memberikan asumsi-asumsi dasar bagi setiap ilmu pengetahuan, tidak terkecuali pendidikan. Saat filsafat membahas ilmu alam, maka diperoleh filsafat ilmu alam. Ketika filsafat mempertanyakan konsep Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo dari hukum, maka terbentuklah filsafat hukum, dan ketika filsafat mengkaji permasalahan pendidikan, maka terciptalah cabang filsafat ini Tujuan filsafat pendidikan barat dapat ditinjau dari tujuan filsafat dan pendidikan itu sendiri. Filsafat diantaranya memiliki tujuan untuk mengkritisi suatu kepercayaan dan sikap yang telah dijunjung tinggi, mendapatkan gambaran keseluruhan, analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. filsafat pendidikan memiliki manfaat sebagai berikut: Filsafat menolong mendidik. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalanpersoalan dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat memberikan pandangan yang luas. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. Filsafat memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri . erutama dalam etik. maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya Dalam dunia pendidikan setidaknya terdapat beberapa macam aliran pendidikan barat, yaitu Aliran Esensialisme dan Perenialisme. Aliran Progressivisme dan Rekonstruksionisme. Aliran Humanisme dan Eksistensialisme, dan Aliran Futurisme. Aliran Esensialisme Aliran Esensialisme adalah gerakan pendidikan yang memprotes gerakan progresivisme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut esensialisme nilai-nilai yang tertanam dalam nilai budaya/sosial adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun dan di dalamnya berakar gagasan-gagasan dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu. Peranan guru kuat dalam mempengaruhi dan mengawasi kegiatan-kegiatan di kelas . Aliran Perenialisme Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang. Aliran Progressivisme Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo e-ISSN: 2807-5676 Volume. 4 No. https://lp3mzh. id/index. php/bahtsuna/index tetap terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya. Aliran Rekonstruksionisme Aliran penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia . Aliran Humanisme Pola Aliran Pendidikan humanisme yang berbasis ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah. Ing Ngarso Sung Tulodo. Ing Madyo Mbangun Karso. Tut Wuri Handayani. Pendidikan humanisme bila dikaitkan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantoro mempunyai keselarasan bahwa seseorang yang mampu berkembang secara utuh dan selaras dari segala aspek kemanusiaannya dan yang mampu menghargai dan menghormati kemanusiaan setiap orang. Aliran Eksistensialisme Eksistensialisme merupakan suatu cabang aliran filsafat pendidikan yang memiliki suatu pandangan bahwa hakikat manusia adalah suatu eksistensi dari manusia itu sendiri. Hakikat manusia marupakan suatu yang manguasai manusia secara menyeluruh yaitu manusia itu sendiri dan cara memandang tidak dari zat atau ruh tetapi dipandang dari segi keberadaan manusia. Aliran Futurisme Futurisme adalah aliran yang ingin melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan . melalui sudut pandang Dinamisme Universal yang tidak hanya mengotakan suatu konsep atau tema dalam satu sisi saja, melainkan menggambarkannya dari seluruh sudut seperti gerak, suara, pencahayaan, hingga aspek internal subjek karya seperti benak pikiran manusia Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Daftar Rujukan http://sanaky. com/wp-content/uploads/2010/09/Aliran-Aliran-Pendidikan. http://wahyuniunindrabio2a. com/2008/06/aliran-aliran-pendidikanesensialisme. http://w. info/2010/03/makalah-pengantar-pendidikan-aliran. Tirtarahardja,Umar dan La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA Hadiwijono. Harun. 2003 Sari Sejarah filsafat Barat. Salva Media. Bandung Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2. Abd. Haris dan Kivah Aha Putra. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Amzah. Komar. Oong. Filsafat Pendidikan Nonformal. Bandung: CV Pustaka Setia. Ahmadi. Abu dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Saphuha, https://situgastik. com/2014/01/19/aliran-aliran-dalam-pendidikan/ Munib. Achmad. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UNES Pers. Suardi, dkk. Dasar-dasar Pendidikan. Yogyakarta: Parama Ilmu. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo