JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 5 Nomer 8 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 PERBANDINGAN HASIL TES PARAMETER 1 DAN PARAMETER 2 PADA ATLET FUTSAL KAB. SITUBONDO DALAM MENGHADAPI PORPROV VII JATIM 2022 Dhiaz Pratama Yudha. Dr. Wijono. Pd. Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya E-mail: dhiaz. 18128@mhs. id / wijono@unesa. Dikirim: 26-desember-2022. Direview: 27-juni-2022. Diterima: tanggal-bulan-tahun. Diterbitkan: tanggal-bulan-tahun Abstrak Tujuan dalam sebuah penelitian hyang dilakukan yaitu guna mengidentifikasi hasil yang diperoleh dalam membandingkan tes kondisi fisik atlet Porprov futsal KONI Situbondo terhadap tes kondisi fisik I dan tes kondisi fisik II. Konidisi fisik merupakan aspek tyang menjadi keutamannya untuk meningkatkan prestasi olahraga futsal. Atlet futsal membutuhkan kecepatan, daya tahan cardiovascular, dan gaya reflek dengan lebih baiknya. Terdapat berbagai unsur kondisi fisik dengan dapat menunjang pemain futsal dengan berupa : IMT, flexibility, push up, sit up, standing broad jump, shuttle run, sprint 30 meter, bronco fitness test. Metode yang diterapkan dalam penelitian yang dilakukan yaitu metode kuantitatif yang menggunakna pendektan deskriptif, dan diterapkan sebuah teknik untuk mengambil data penelitian yaitu dengan mengumpulkan data angka. Hasil dari data yang di dapatkan dari tes kondisi fisik 1 dan 2 KONI Situbondo mengahadapi PORPROV VII JATIM 2022. Memperoleh hasil yang berbeda antara tes kondisi fisik 1 dan kondisi fisik 2 Kondisi fisik atlet futsal KONI Situbondo pada tahun 2022 bisa dilakukan penarikan kesimpulan terhadap sebuah hal yang berbeda dalam perbandingan kondisi fisik atlet futsal. Kondisi fisik atlet futsal KONI Situbondo butuh mendapatkan perhatiannya yang dilakukan oleh pelatih maupun pemain untuk bisa memberikan sebuah dukungan yang menjadi penunjang dihasilkannya sebuah prestasi dalam ajang PORPROV VII JATIM Kata Kunci: : Futsal. Kondisi Fisik. Pengukuran Abstract The purpose of a research conducted was to identify the results obtained in comparing the physical condition tests of the Porprov futsal KONI Situbondo athletes against physical condition tests I and physical condition tests II. Physical condition is an aspect that becomes his priority to improve futsal sports achievements. Futsal athletes need better speed, cardiovascular endurance, and reflexes. There are various elements of physical condition that can support futsal players in the form of: BMI, flexibility, push ups, sit ups, standing broad jump, shuttle run, 30 meter sprint, bronco fitness test. The method applied in the research conducted is a quantitative method using a descriptive approach, and a technique is applied to retrieve research data, namely by collecting numerical data. The results of the data obtained from the physical condition tests 1 and 2 KONI Situbondo faced PORPROV VII JATIM Obtaining different results between the physical condition tests 1 and physical condition 2 The physical condition of the KONI Situbondo futsal athletes in 2022 can draw conclusions on one thing different in comparison to the physical condition of futsal athletes. The physical condition of the KONI Situbondo futsal athletes needs to get their attention from the coaches and players to be able to provide support that will support the achievement in the PORPROV VII JATIM 2022 event. Keywords:Futsal,PhysicalCondition,Measurement. PENDAHULUAN Olahraga merupakan aktivitas fisik atau Gerakan yang otomatis berulang untuk mendapatkan tubuh yang kuat dan sehat, aktivitas olahraga sendiri terbilang aktivitas yang menyenangkan dan menghibur. Olahraga memiliki arti mengolah atau menyempurnakan gerak tubuh fisik. maupun jasmani. suatu cabang olahraga dengan dilakukan pengembangan di Indonesia yaitu Menurut Mulyono. A . berpendapat bahwa kata futsal merujuk pada bahasa spayol yang dipisahkan menjadi sala dan futbol. Futbol dengan diartikan sebagai sepak bola, sedangkan sala diartikan dengan Hal ini dapat disimpulkan bahwa futsal merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk bermain sepak bola yang mainnya terdapat pada sebuah Futsal dimainkan dalam dua babak yang mana dalam tiap babak mempunyai durasi waktunya bersih dengan selang 20 menit. Dalam masing-masing tim mempunyai bagian sendiri untuk time out 1 kali pada masing-masing babak dan selang waktu jedanya setial babaknya selama 10 menit (Setyawan, 2. Cabang olahraga futsal tentunya ingin melahirkan atlet Ae atlet profesioanl yang pemainnya dicari dan dipilih melalui perlombaan nasional yaitu salah satunya PORPROV. PORPROV merupakan kejuaraan olahraga tingkat provinsi. , dimana pemainnya berasal dari putra daerah, salah satu daerah yang menyiapkan atlet terbaiknya dalm mengikuti Porprov cabang futsal adalah Situbondo. Berdasarkan pendapat yang disampaikan oleh ( Pardosi & Lhaksana, 2. yang memberikan penjelasan mengenai futsal sebagai suatu cabang olahraga yang isinya didalamnya sangat kompleks, hal ini disebabkan dalam bermain futsal tidak hanya mengenai fisik namun juga pemain wajib mempunyai sebuah teknik dan paham akan taktik yang Kondisi fisik juga berperan penting dalam futsal, kondisi fisik dengan keadaan baik menjadikan sebuah hal yang memberi pengaruh pada teknik dan taktik atlet futsal. Futsal situbondo dalam menyiapkan atletnya untuk perlombaan PORPROV JATIM VII tentunya dilakukan banyak persiapan terutama dalam teknik, taktik dan kondisi fisik. Kondisi fisik sebagai suatu komponen paling penting dalam melakukan permaian futsal, hal ini menjadikan sebuah kewajiban yang dilakukan oleh pemain futsal dengan mempunyai sebuah kondisi fisik dengan tetap kondisi baik untuk menjadikan pemain bisa berbain dengan lebih efisien dan cepat untuik melakukan pertahanan dan penyerangan terhadap lawan berbainnya. Kekuatan . , kelincahan . , daya tahan . , dan kecepatan . , sebagai sebuah komponen fisik dengan menjadi kewajiban pemain futsal untuk dimiliki dengan cara yang dominan (Lhaksana, 2. Dalam mengukur kondisi fisik atlet sehingga dilaksanakan sebuah tes yaitu tes parameter yang menggunakan beberapa item test yaitu diantaranya IMT, flexibility, push up, sit up, back up, standing broad jump, shuttle run, sprint 30 meters, bronco futnest test. Parameter sebagai suatu penilaian dengan menyertai sebuah tindakan yang dilakukan dan menjadikan suatu informasi, keterangan atau acuan dengan bisa memberikan penjelasan mengenai beberapa batas maupun beberapa bagian tertentunya pada sebuah system. Tes parameter biasanya dilakukan lebih dari sekali untuk mengetahui perbandingan kondisi fisik atlet. Tes parameter dilakukan untuk mengetahui Untuk mengetahui kelayakan kondisi fisik pada atlet futsal PORPROV Kab. Situbondo yang akan Berdasarkan pendapat yang disampaikan oleh Muharram NA dan Puspodari . , dengan meberikan sebuah pernyataan dengan berupa AuAtlet dengan mempunyai kondisi fisik yang baik, menjadikan terjadinya sebuah kecepatan yang lebih juga dalam melakukan penguasaan terhadap beberapa teknik Latihan pergeran yang dilakukan. Hal ini dikarenakan dalam proses pelatihan teknik, dan juga keterampilannya bisa dilaksankan dengan cvara yang Dalam penelitian terdahulu yang te. ah dilakukan Analisa oleh (Silado. , 2. berjudul AuAnalisis Kondisi Fisik Atlet Futsal Koni Sidoarjo Pada Tahun 2019Ay dimana pada penelitian ini membandingkan kondisi fisik atlet futsal koni Sidoarjo dalam 2018 dan Juga penelitiannya yang dilakukan oleh (Bahtiar, 2. berjudul AuAnalisis Kondisi Fisik Pemain Futsal Putra Kabupaten Blitar Pada Pra Porprov Jawa Timur 2019Ay dimana pada penelitian yang dimaksutkan guna mengidentifikasi keadaan fisik pemain futsal kabuapaten Blitar pada proses untuk mempersiapkan Pra Porprov Jawa Timur 2019, kompenen tes yang digunakan pada penelitian yang dilakukan diantaranya yaitu daya tahan . terhadap item tes MFT, kecepatan . terhadap item tes lari 30 meter, kekuatan . dengan item tes standing long jump, dan kelincahan . dengan item tes Illinois Dalam sebuah penjabaran permasalahan yang melatar belakangi penelitian yang dilakukan dengan menjadikan dilakukan sebuah penelitian untuk mengidentifikasi perbandingan hasil tes parameter 1 dan parameter 2 pada atlet futsal Kab. Situbondo dalam mengahadapi Porprov VII Jatim 2022 dalam menjadikan penunjangan sebuah prestasi atlet supaya bisa bermain dengan lebih maksimal. Sehingga menjadikan dilakukannya sebuah penilitian dengan AuPERBANDINGAN HASIL TES PARAMETER 1 DAN PARAMETER 2 PADA ATLET FUTSAL KAB. SITUBONDO DALAM MENGHADAPI PORPROV VII JATIM 2022Ay METODE PENELITIAN Metode yang diterapkan dalam penelitian yang dilakukan yaitu metode kuantitatif dan digunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan pendapat yang disampaikan oleh Sugiono . dengan memberikan sebuah penjabaran mengenai jenis penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode penelitian dengan dilakukan penerapan dan fungsinya sebagai bentuk pembelajaran terhadap sebuah populasi maupun sampel penelitian yang telah ditentukan sebelumnya, dan dilakukan pengumpulan data digunakannya bantukan peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian yang dilakukan. Sedangakn menururt Dalam mengenaimetode diskriptif sebagai bentuk teknik yang diterapkan dalam penelitian dengan mempunyai sebuah tujuan dalam melakukan penyelidikan terhadap sebuah keadaan dan kepentingan lainnya dengan dimaksutkan dan penyajian sebuah hasilnya dilakukan dengan berbentuk laporan penelitian Arikunto . Pengumpulam data pada penelitian yang dilakukan diterapkan sebuah metode survey pasca peristiwa yang terjadi dan pengumpulan data angka ketika melaksanakan tes parameter. Survey pasca peristiwa yang terjadi sebagai bentuk melakukan pengamatan dalam melakukan perbandingan terhadap 2 bahkan lebih variabel dengan telah dilakukan lebih dulu (Sriundy, 2015:. Pemakaian instrumen penelitian disini yakni terdiri dari tes IMT, flexibility, push up, sit up, back up, standing broad jump, shuttle run, sprint 30 meter, dan bronco fitness test. Tes diatas digunakan para pelatih olahraga untuk melatih kebugaran tubuh dan melakukan pengukuran VO2MAX maupun proses menyerap oksigen dengan lebih optimal pada orang yang menjadi atlet. Pada sebuah Tes yang dilakukan umumnya diterapkan dalam sebuah olahraga level professional dengan dibutuhkan pada keadaan fisik yang kuat, seperti salah satunya futsal Sebuah komponen dengan dilakukan pengukuran pada penelitian yang dilakukan yaitu seluruh data yang dihasilkan pada proses pengujian kondisi fisik atlet futsal Situbondo tahun 2022. Dengan menjalankan sebuah tes kondisi fisik untuk memberi dukuranfan pada keperluan yang dibutuhkan oleh atlet. Dalam tindakan yang dilakukan untuk menguji kondisi fisik dibutuhkan dengan keperluan sebuah pengoprasian standar (SOP) dengan didarapkan dalam SOP yang dimaksut, orang yang melakukan pengujian dan atlet bisa mendapatkan sebuah hasil tes menggunakan cara dengan tepat, dan memperoleh kesesuaian hasil yang akurat terhadap sebuah kompetensi yang optimal dalam setiap individu dari atlet. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet futsal Kabupaten Situbondo. Sampel penelitian berjumlah 17 orang atlet Futsal Porprov Jatim 2022. Tempat penelitian dilakukan di kantor Koni Kabupaten Situbondo. HASIL Perbandingan data Kondisi fisik tes Parameter 1 dan 2 pemain futsal Kabupaten Situbondo Tahun 2021 di Koni Kabupaten Situbondo dalam mengahadapi persiapan PORPROV VII Jawa Timur 2022. Grafik 1. Hasil dan Tes IMT(Indeks Massa Tubu. IMT kurang normal pra obesitas obesitas rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata-Rata IMT Atlet futsal Kabupaten situbondo terjadi sebuah proses yang meningkat dari tes parameter 1 dan tes parameter 2 dengan hasil pada tes parameter 1 adalah 23,02 Kg/mA sedangkan tes parameter 2 adalah 23,08 Kg/mA. Grafik 2. Hasil tes Flexibility Flexibility Standing Broad Jump rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 adalah 41cm mengalami penurunan pada tes parameter 2 yaitu 35cm. Penurunan tersebut masih dalam nilai ideal Grafik 3. Hasil tes Push Up sedang kurang kurang rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 adalah 220,1cm mengalami peningkatan pada tes parameter 2 yaitu dengan hasil 235,6cm Grafik 6. Shuttle Run Push Up Shuttle Run rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 adalah 25/30sec mengalami peningkatan pada tes parameter 2 yaitu 28,52/30sec Grafik 4. Hasil tes Sit Up rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 10,67sec mengalami penurunan pada tes parameter 2 yaitu 10,72sec Grafik 7. Hasil tes Sprint 30 Meter Sit up Sprint 30 Meter rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 rata - rata tes 1 rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 26,94/30sec mengalami peningkatan pada tes parameter 2 yaitu 28,88/30sec Rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 4,87sec mengalami peningkatan pada tes parameter 2 yaitu 4,75sec Grafik 5. Hasil tes Standing Broad Jump Grafik 8. Bronco Fitness Test Bronco Fitness Test lolos target rata - rata tes 1 tidak lolos rata - rata tes 2 Rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 5,67\menit mengalami peningkatan pada tes parameter 2 yaitu dengan hasil 5,53\menit PEMBAHASAN Indeks Masa Tubuh (IMT) Indeks Massa Tubuh (IMT) ialah pengukuran besar rasio gizi yang dimiliki seorang individu, yang di ukur secara sederhana. (Priyanggono & Kumaat 2. Tubuh yang ideal ialah tubuh yang proposional antara berat badan dan tinggi badan. IMT sendiri sangat berperan penting dalam mempengaruhi prestasi atlet. Dilihat dari hasil data dan grafik menujukkan. IMT pemain porprov KONI Situbondo mengalami peningkatan anatar tes parameter I dan tes parameter II. Pada rata Ae rata IMT tes parameter 1 memperoleh hasil 23,02 Kg/mA . ra obesita. sedangkan rata Ae rata IMT tes parameter 2 memperoleh hasil 23,08 Kg/mA . ra Dilihat dari norma yang ada yaitu : Tabel 1. Norma Penilaian IMT Indeks Massa Tubuh Kategori < 18. Berat badan kurang 5 Ae 22. Berat badan normal Ou 23. Berat badan lebih 0 Ae 24. Pra obesitas 0 Ae 29. Obesitas I Ou 30. Obesitas II Sumber : Mahfud, . Norma di atas sudah menunjukkan hasil atau data IMT atlet futsal situbondo berada di kategori pra Hal ini menunjukkan bahwa atlet futsal porprov KONI situbondo perlu memperhatikan proposional tubuh antara berat badan dan tinggi badan. Flexibility orang yang sedang memainkan permaian futsal bisa diartikan atau disebutkan mempunyai sebuah tingkatan kelentukan dengan lebih sempurna bila mempunyai ruangan untuk bergerak pada sendi yang luas dan mempunyai beberapa otot dengan lebih fleksibel. Dengan adanya sebuah kondisi kelentukan menjadi suatu komponen dengan menjadi keutamaan yang menjadikan kelentukan butuh untuk dilakukan sebuah Latihan yang tepat. Orang yang bermain futsal selanjutnya melakukan pengolahan terhadap suatu bola dan menghapi berbagai hambatan dari lawan bermainnya menggunakan Gerakan tubuh dengan lebih kelentukan sebagai bentuk kompetensi dari sendi guna melaksanakan sebuah gerakan dalam ruang pergerakan sendi dengan cara lebih optimal berdasarkan sebuah kemungkinannya Elastisitas beberapa ligament, tendon dan otot, juga memberikan sebuah pengaruh pada proses (Nurhasan 2005:. Dilihat data dan grafik pada rata Ae rata flexibility KONI Situbondo menunjukkan hasil yang menurun pada tes parameter I dan tes parameter II, ditunjukkan dengan hasil rata Ae rata tes flexibility parameter 1 adalah 41cm di kategori . angat bai. , dan pada rata - rata tes parameter 2 yaitu 35cm di kategori . Hal ini dilihat dari norma yang ada yaitu : Tabel 2. Norma Penilaian Flexibility Kategori sangat baik sangat kurang Prestasi . Ou40 31 Ae 39 21 Ae 30 17 Ae 20 <16 Sumber : Nurhasan, . Hal ini tentunya perlu adanya pemfokusan dari pelatih pada tes ini, agar para atlet mempunyai performa yang lebih baik. Dikarenakan dalam futsal. Push up Push up merupakan olahraga yang mempunya fungsi menguatkan otot bisep dan trisep. Push up mempunyai sebuah tujuan dalam melakukan pengukuran terhadap daya tahan kekatan otot bagian atas (Sepdanius. dkk, 2. Data pada grafik rata Ae rata yang diperoleh di KONI Situbondo menunjukkan peningkatan hasil pada tes parameter I dan tes parameter II. Rata Ae rata yang diperoleh pada tes pameter I adalah 25/30sec di kategori . dikategori sedangkan tes parameter 2 yaitu 28,52/30sec di kategori . Hal ini dilihat dari norma yang ada yaitu : Tabel 3. Norma Penilaian Push Up Kategori baik sekali Nilai > 54 45 Ae 54 cukup kurang sekali Kurang sekali 35 Ae 44 20 Ae 34 < 20 Sumber : Mac, . Hal ini perlu adanya usaha lebih extra antara pelatih dan juga atlet dalam meningkatkan daya tahan otot. Sit Up Sit up adalah olahraga yang memiliki fungsi mengukur kekuatan otot perut yang dilakukan pengukuran terhadap sebuah proses untuk menjalankan tes berbaring duduk lutut tekuk dengan waktu 30 detik, (Wiriawan. Oce 2. Data rata Ae rata yang didapat dari tes parameter I dan tes parameter II di KONI Situbondo mengalami peningkatan yaitu pada tes parameter I yaitu 26,94/30sec dikategori . dan mengalami kenaikan pada tes parameter 2 yaitu 28,88/30sec di kategori . Hal ini dilhat dari norma yang ada yaitu : Tabel 4. Norma Penilaian Sit Up Norma baik sekali sangat kurang Nilai > 49 40 - 49 31 - 39 25 - 30 <25 < 189 Sumber : Jhonson dan Nelson, . Hal ini perlu adanya fokus pada atlet untuk meningkatkan daya ledak otot. Shuttle Run Shuttle Run ialah mengukur kelincahan yang dilaksanakan yang menerapkan tes lari bolak Ae balik (Wiriawan. Oce 2. Tes ini dilakukan dengan berlari menggunakan lintasan yang telah disediakan. Semakin cepat waktu yang diperoleh maka akan semakin baik. Pada data yang diperoleh di KONI Situbondo rata Ae rata tes shuttle run menunjukkan adanya penurunan yaitu pada rata- rata tes parameter I yaitu 10,67sec di kategori . dan pada rata Ae rata tes parameter 2 yaitu 10,72sec di kategori . Tabel 6. Norma Penilaian Shuttle Run Norma baik sekali sangat kurang Prestasi . < 10,36 10,88 Ae 10,37 11,93 Ae 10,89 12,98 Ae 11,94 > 12,98 Sumber : Nurhasan, . Hal ini patut untuk terus dimaksimalkan agar performa altet tidak menurun. Sumber : Wood, . Hal ini perlu adanya dokus dari pelatih pada atlet untuk bekerja sama meningkatkan daya tahan otot Standing Broad Jump Standing Broad Jump sebagai bentuk tes lompat jauh tanpa awalan guna melakukan sebuah pengukuran daya ledak otot tungkai menuju ke depan (Wiriawan. Oce 2. Power maupun disebut dengan daya ledak sebagai kompetensi melakukan gerak dengan cara eksplosif untuk unsur tenaga dengan begitu bervariasi diperlukan pada banyaknya cabang olaharaga lebih khusus futsal (Suharno, 1985: . Melihat dari data yang ada pada tes parameter I dan tes parameter II mengalami peningkatan yaitu pada tes parameter I. adalah 220,1cm pada kategori . dan pada tes parameter 2 yaitu dengan hasil 235,6cm pada kategori . menurut norma yaitu : Tabel 5. Norma Penilaian Standing Broad Jump Kategori Skor . Baik sekali 280 Ae 315 Baik 254 Ae 279 Sedang 220 Ae 253 Kurang 190 Ae 219 Sprint 30 Meters Kecepatan sebagai sebuah komponen fisik dengan lebih dasar,yang menjadikan kecepatan sebagai bentuk faktor yang menentukan dilakukan pada segala cabang olahraga salah satunya ialah cabang olahraga futsal (Mochammad Sajoto 1988:. Sprint 30 meters adalah tes lari secepat mungkin dengan jarak 30 meter, semakin sedikit waktu yang di peroleh maka akan semakin bagus. Data yang diperoleh KONI Situbondo menunjuukan adanya peningkatan pada tes ini, hal ini harus terus diperhatankan dan di tingkatkan. Rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 4,87sec di kategori . urang sekal. mengalami penurunan pada tes parameter 2 yaitu 4,75sec. di kategori . urang sekal. Menurut norma yang ada yaitu : Tabel 7. Norma Penilaian Sprint 30 Meters Norma baik sekali kurang sekali Prestasi . < 4,0 4,0 - 4,2 4,3 - 4,4 4,5 - 4,6 >4,6 Sumber : Mac, . Hal ini juga perlu perhatiaan bagi pelatih agar atlet yang memiliki kecepatan agar melakukan test ini dengan sungguh-sungguh. Bronco Fitness Test dalam sebuah item tes Bronco dengan mempunyai suatu tujuan dalam melakukan pengukuran terhadap daya tahan tial atlet futsal Puslatda Jawa Timur dengan dilakusanakan untuk melakukan lari yang jauhnya20 meter bolak balik, selanjutnya 40 meter bolak balik, dan 60 meter bolak balik dilakukan dengan 6 kali secara berulang (Erlangga. N, 2. negara yang memomulerkan Tes bronco yang dimaksut yaitu Australia yang digunakan dalam melakukan pengukuran daya tahan atlet rugby pada negara tersebut, selanjutnya dilakukan pemberian pelatihan terhadap atlet Puslatda Jatim menjadi proses untuk mengukur tes daya tahan (Gregori Wilson, 2. Tes bronco merupakan salah satu instrument tes pada tes fisik futsal yang diterapkan oleh Koni Jatim pada kegiatan PON di papua 2021 (Erlangga. Hasil data yang diperoleh menunujukkan adanya kenaikan di rata Ae rata pada tes parameter 1 dan tes parameter 2 hal ini perlu adanya focus dalam memingkatkan performa Dengan hasil rata Ae rata tes parameter 1 yaitu 5,67\menit berada di kategori . idak lolos targe. dan mengalami keinaikan pada tes parameter ke 2 yaitu dengan hasil 5,53\menit di kategori . endakati targe. Kategori dengan dinyatakan lolos pada targetnya menggunakan catatan waktu tes tidak lebih dari <5,30 menit selanjutnya dilakukan dalam mendakti targetnya 5,31-5,58 menit dengan tidak dinyatakan lolos >5,59 SIMPULAN DAN REKOMENDASI Sesuai dengan data penelitian yang dihasilkan dan ditunjukkan tersebut, diperoleh sebuah kesimpulan mengenai sebuah kompetensi dalam suatu Kondisi fisil atlet futsal Porprov KONI (Komite Olahraga Nasiona. Situbondo dalam setiap item test, terjadi sebuah kondisi yang meningkat dan terdapat pula mengalamai kondisi yang menurun di tes parameter 1 dan tes parameter 2. Item test dengan terjadinya sebuah proses yang meningkat antara lain : IMT,Push up,Sit up,Standing board jump,Sprint 30 meter,Bronco fitness test Dan mengalami penuruan di item test Shutle run Keseluruhan proses yang dihasilkan sebuah data dengan sudah lebih dari optimal dilakukan oleh atlet dalam memperoleh sebuah data yang tepat dan akurat guna mempersiapkan diri dalam ajang Porprov (Pekan Olahraga Provins. Saran Dalam menjadikan sebuah harapan pada penelitian yang dilakukan bisa dijadikan sebuah bahan untuk mempertimbangkan dan mengevaluasi untuk sebuah kondisi yang lebih baik pada fisik atlet futsal KONI (Komite Olahraga Nasiona. Situbondo dan Staf Pelatih supaya lebih masimal lagi dalam meningkatkan pada masing-masing tes Parameter yang dilakukan oleh pihak KONI agar meminimalkan penurunan di setiap item test agar mampu memberikan prestasi dalam ajang PORPROV (Pekan Olahraga Provins. UCAPAN TERIMAKASIH