SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Pemberdayaan Kewirausahaan Generasi Muda Melalui Pembangunan Usaha Rintisan di Kabupaten Sukoharjo: Inisiasi Kegiatan Workshop di SMK PGRI Sukoharjo Ramadhian Agus Triono Sudalyo1*. Nurita Elfani Prasetyaningrum2. Gesang Kristianto Nugrohotomo3 1,3Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Universitas Surakarta. Indonesia, 2Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Surakarta. Indonesia e-mail: ramadhianagustriono@gmail. com1*, elfaniprasetya@gmail. com2, 84gesang@gmail. Informasi Artikel Article History: Received : 25 Agustus 2024 Revised : 16 Desember 2024 Accepted : 12 Februari 2025 Published : 25 Februari 2025 *Korespondensi: ramadhianagustriono@gmail. Keywords: Entrepreneurship. Start-up Business. Workshop. Youth. Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. Abstract In the era of globalization and technological advancements, young generations face increasingly complex economic Entrepreneurial skills have become essential to prepare them for a competitive future while also contributing to local economic development. This community service program aims to enhance entrepreneurial empowerment among the youth in Sukoharjo Regency through the development of start-up One of the initiatives undertaken is organizing a workshop at SMK PGRI Sukoharjo, attended by 21 twelfth-grade The training covers various aspects of entrepreneurship, including digital marketing, branding, product and service innovation, financial management, as well as legal and regulatory aspects of starting a business. This workshop involves three speakers from the Community Service Team of Universitas Surakarta, delivering comprehensive Evaluation results show that 85% of participants found the materials provided highly relevant and beneficial for starting a business, and 90% of participants expressed readiness to apply the knowledge gained in independent business planning. The workshop also successfully increased Collaboration between universities and secondary education institutions provides students with access to knowledge and resources not readily available within the school environment. This initiative is projected to encourage participants to take concrete steps post-training, such as planning and developing start-up business ideas independently, and contributing to local economic development. https://ejournals. id/index. php/society PENDAHULUAN Era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, semakin penting bagi generasi muda untuk memiliki keterampilan dan kesiapan dalam berwirausaha. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, menjadi kewajiban bagi semua pihak untuk mempersiapkan generasi muda dengan bekal yang memadai untuk menghadapi masa depan yang cerah dan memandang generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan yang tak tergantikan (Williams, 2. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan adalah melalui pembangunan usaha rintisan . yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga memberdayakan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan (Chang, 2. Startup atau usaha rintisan merupakan suatu entitas bisnis yang baru didirikan, biasanya dengan sumber daya terbatas tetapi dengan potensi pertumbuhan yang besar. Secara umum, usaha rintisan ditandai oleh inovasi, fleksibilitas, dan fokus pada solusi untuk masalah yang ada di masyarakat. Landasan teori dalam memahami startup meliputi konsepkonsep seperti model bisnis, pengembangan produk atau layanan, manajemen risiko, dan strategi pemasaran. Pada era digital saat ini, teknologi juga memainkan peran penting dalam memfasilitasi perkembangan startup melalui platform daring, sumber daya terbuka, dan jaringan kolaboratif (Thiel, 2. Teknologi digital telah menciptakan peluang besar dalam mempercepat pertumbuhan usaha rintisan, terutama di kalangan generasi muda (Brown. , & Mason, 2. Melalui aktivitas berwirausaha, generasi muda dapat mengembangkan kemampuan inovatif dan kreatif yang menjadi kunci untuk menciptakan solusi atas tantangan yang ada, sehingga tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Ries . menjelaskan bahwa berwirausaha tidak hanya sekadar sebuah pekerjaan, tetapi juga sebuah gaya hidup dan filosofi yang memperkuat inovasi, kreativitas, dan ketangguhan di tengah berbagai tantangan. Menurut Ferriss . , generasi muda perlu dilengkapi dengan keterampilan berwirausaha yang memadai agar dapat bersaing dan bertahan dalam pasar kerja yang semakin kompetitif. Kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadapi risiko menjadi modal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang cerah, baik bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat sekitar. Sejumlah penelitian terkait tentang pemberdayaan berwirausaha di kalangan generasi muda atau pelajar, khususnya di tingkat SMK penelitian oleh Ferhat . mengemukakan bahwa program-program pengembangan kewirausahaan di sekolah memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat dan keterampilan berwirausaha di kalangan siswa. Selain itu, penelitian oleh Uemura & Vasconcellos . menyoroti pentingnya integrasi kurikulum kewirausahaan yang holistik dan berkelanjutan dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pengusaha yang sukses. Penelitian oleh (Yulyanti, et al. , . menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan di sekolah memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat berwirausaha di kalangan remaja. Selain itu, penelitian oleh Bignotti. , & le Roux . menyoroti peran penting pendampingan dan akses terhadap sumber daya dalam mendukung kesuksesan startup generasi muda. Bahwa keterlibatan wirausahawan muda dalam pelatihan kewirausahaan dapat meningkatkan keterampilan dan keberanian untuk memulai bisnis mandiri (Tanuwijaya, et al. , 2. Pemberdayaan berbasis workshop dan pendampingan terbukti memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal di berbagai daerah (Afriansyah et al. , 2. Konsep usaha rintisan atau startup telah menjadi pusat perhatian dalam perkembangan ekonomi modern. Startup tidak hanya membawa inovasi dalam produk dan layanan, tetapi juga dalam model bisnis dan proses operasional (Blank. , & Dorf, 2. Generasi muda di Kabupaten Sukoharjo menghadapi tantangan besar dalam memasuki dunia kerja. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik . tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada kategori usia muda mencapai 3,4% meningkat dari 2,47% pada tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara kompetensi siswa dan kebutuhan pasar kerja. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan kewirausahaan dan menyediakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Pendidikan kejuruan seperti di SMK PGRI Sukoharjo bertujuan mencetak lulusan yang siap kerja, namun keterbatasan akses terhadap pengetahuan kewirausahaan menjadi penghalang dalam menciptakan kemandirian. Mengacu pada penelitian Ilham . , pelatihan kewirausahaan yang terintegrasi secara holistik terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan keterampilan berwirausaha siswa. Pemberian pelatihan kewirausahaan di SMK ini menjadi strategis untuk membangun mental kemandirian, kreativitas, dan inovasi di kalangan siswa, sehingga mereka mampu mengurangi ketergantungan pada peluang kerja formal yang terbatas. Dengan demikian, program seperti workshop ini diharapkan mampu mengubah paradigma generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui usaha rintisan. Tiga pemateri dari tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Surakarta hadir untuk memberikan berbagai materi pelatihan, yaitu: . Ramadhian Agus Triono Sudalyo. Ag. Kom. , menyampaikan topik terkait pemasaran digital, branding untuk usaha rintisan, inovasi produk dan layanan, serta keterampilan dalam manajemen dan . Nurita Elfani Prasetyaningrum. Si. , memberikan materi seputar manajemen keuangan dan akuntansi bagi usaha rintisan. Gesang Kristianto Nugrohotomo. Kom. , membahas aspek hukum dan regulasi yang penting dalam Workshop ini diikuti oleh siswa kelas XII SMK PGRI Sukoharjo yang antusias mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru untuk membangun usaha rintisan. Melalui kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan wawasan yang berharga dan menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan di dunia wirausaha. Workshop ini juga menjadi langkah awal yang positif dalam perjalanan karier dan pengembangan potensi siswa menuju kesuksesan gemilang di masa yang akan datang. METODE PELAKSANAAN Setelah menyusun konsep dasar workshop, pelaksanaan kegiatan ini disusun secara sistematis agar tujuan utama dalam pemberdayaan kewirausahaan dapat tercapai secara Gambar 1 berikut menggambarkan alur pelaksanaan workshop yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Penyusunan Rencana Kegiatan Waktu dan Tempat Kegiatan Peserta Format Acara Penyampaian Materi Pelatihan Evaluasi Kesimpulan Tindaklanjut Gambar 1. Diagram Alur Pelaksanaan Workshop Setiap tahapan dalam diagram alur tersebut memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan workshop. Tahapan ini dijabarkan lebih rinci dalam Tabel 1 berikut, yang menjelaskan proses pelaksanaan secara terstruktur, mulai dari perencanaan awal hingga tindak lanjut pasca-workshop. Tabel 1. Tahapan Proses Workshop No Tahapan Keterangan Merencanakan kegiatan yang meliputi: Penjadwalan Penyusunan Rencana Materi pelatihan Kegiatan Tata letak lokasi Anggaran Pemilihan narasumber Waktu dan Tempat Hari/Tanggal: Rabu, 17 April 2024 Kegiatan Waktu: Pukul 08. 00 hingga 17. 15 WIB DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Peserta Format Acara Penyampaian Materi Pelatihan Evaluasi Kesimpulan dan Tindak Lanjut Lokasi: SMK PGRI Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah Diikuti oleh siswa kelas XII SMK PGRI Sukoharjo Dilaksanakan secara tatap muka Menggunakan presentasi multimedia dan bahan cetak sebagai pendukung pelatihan Sesi Pembukaan Sesi Pengenalan Sesi Pertama: Pemasaran Digital dan Branding untuk Startup Sesi Kedua: Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Startup Sesi Ketiga: Inovasi Produk dan Layanan Sesi Keempat: Aspek Hukum dan Regulasi dalam Kewirausahaan Sesi Kelima: Keterampilan Manajemen dan Kepemimpinan Mengevaluasi pemahaman peserta setelah Mengumpulkan umpan balik peserta untuk perbaikan di pelatihan selanjutnya Membuat laporan hasil pelatihan dan menyusun rencana tindak lanjut guna mendukung startup Menyediakan akses bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi ide, dan memperoleh saran setelah pelatihan HASIL dan PEMBAHASAN Workshop ini diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung dari pukul 08. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh panitia penyelenggara serta pengenalan narasumber dari tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Surakarta. Setelah itu, sesi pengenalan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai konsep dasar usaha rintisan . dan pentingnya kewirausahaan bagi generasi muda. Dalam sesi ini, peserta diajak berdiskusi mengenai peluang dan tantangan dalam memulai usaha rintisan di era digital. Sesi pertama membahas strategi pemasaran digital dan branding untuk startup yang disampaikan oleh Ramadhian Agus Triono Sudalyo. Ag. Kom. Materi yang diberikan mencakup teknik pemasaran digital seperti SEO (Search Engine Optimizatio. , pemanfaatan media sosial, serta strategi membangun identitas merek yang kuat. Peserta juga diberikan simulasi dalam merancang strategi pemasaran digital sederhana serta studi kasus terkait penerapan branding dalam usaha rintisan. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Gambar 2. Peserta Membuat Strategi Pemasaran Digital Sederhana Selanjutnya, sesi kedua yang berlangsung dari pukul 10. 00 hingga 12. 00 membahas manajemen keuangan dan akuntansi bagi startup, yang dipandu oleh Nurita Elfani Prasetyaningrum. Si. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam bisnis rintisan, termasuk konsep dasar akuntansi, pengelolaan arus kas, serta penyusunan laporan keuangan sederhana. Untuk memperdalam pemahaman, peserta diberikan simulasi penyusunan laporan keuangan dan kesempatan bertanya langsung kepada narasumber. Gambar 3. Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Usaha Rintisan Gambar 4. Pembicara Sesi Kedua Menyampaikan Materi Pelatihan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Setelah istirahat siang, workshop dilanjutkan dengan sesi ketiga mengenai inovasi produk dan layanan dari pukul 13. 00 hingga 14. Materi yang disampaikan oleh Ramadhian Agus Triono Sudalyo. Ag. Kom. menekankan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Peserta diajak untuk memahami metode riset pasar serta bagaimana mengadaptasi dan menguji ide bisnis sebelum diluncurkan. Kegiatan ini juga melibatkan diskusi interaktif dan sesi brainstorming untuk mendorong kreativitas peserta. Gambar 5. Brainstorming Peran untuk Mendorong Kreativitas dan Inovasi Pada sesi keempat yang berlangsung dari pukul 14. 00 hingga 16. Gesang Kristianto Nugrohotomo. Kom. , membawakan materi tentang aspek hukum dalam Peserta diberikan wawasan mengenai regulasi yang relevan bagi startup, termasuk hak kekayaan intelektual, kontrak bisnis, dan peraturan perpajakan. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta diajak untuk memahami tantangan hukum yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha rintisan. Gambar 6. Studi Kasus untuk Memahami Implementasi Hukum dalam Praktik Berwirausaha Sesi terakhir yang dimulai pukul 16. 00 hingga 17. 00 membahas keterampilan manajemen dan kepemimpinan dalam usaha rintisan. Narasumber menyampaikan materi tentang strategi dalam mengelola tim, pengambilan keputusan yang efektif, serta teknik untuk memotivasi dan menginspirasi anggota tim. Sesi ini juga mencakup simulasi permainan peran agar peserta dapat mengasah keterampilan kepemimpinan. Workshop kemudian diakhiri dengan evaluasi dan sesi penutupan yang mencakup pemberian sertifikat kepada peserta. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 Gambar 7. Materi Keterampilan Manajemen dan Kepemimpinan Gambar 8. Presensi Peserta Workshop Hasil dari workshop ini menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri dari 21 siswa kelas XII SMK PGRI Sukoharjo, mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Evaluasi pasca-workshop menunjukkan bahwa 80% peserta mampu menjawab pertanyaan evaluasi dengan benar, menandakan pemahaman yang baik terhadap materi yang diberikan. Selain itu, sebanyak 80% peserta berhasil menyusun draft rencana bisnis sederhana sebagai langkah awal dalam membangun usaha rintisan. Hasil kuesioner juga menunjukkan peningkatan minat berwirausaha, dengan 90% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam mengembangkan ide bisnis. Sebanyak 85% peserta memberikan umpan balik positif terkait relevansi materi workshop dengan kebutuhan. Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, tim pengabdian masyarakat merencanakan pendampingan intensif selama tiga bulan bagi peserta yang ingin merealisasikan ide Pendampingan ini mencakup konsultasi daring dan luring serta bantuan dalam mengakses sumber daya lokal seperti dana hibah wirausaha dan inkubator bisnis. Selain itu, tim juga menjalin kemitraan dengan pengusaha lokal untuk memberikan peluang magang dan pelatihan langsung bagi siswa. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap enam DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. April 2025. Hal. 157 - 165 bulan untuk memantau perkembangan usaha peserta, serta mendokumentasikan hasil program untuk diseminasi di jurnal pengabdian masyarakat atau konferensi nasional. Dengan adanya workshop ini, diharapkan peserta dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan serta memiliki keterampilan yang cukup untuk memulai dan mengelola usaha rintisan. Program ini juga diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain guna memperluas dampak positif dalam meningkatkan kesiapan generasi muda dalam dunia kewirausahaan. KESIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMK PGRI Sukoharjo memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta dengan memberikan kesempatan bagi siswa kelas XII untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang Berdasarkan evaluasi akhir, sebanyak 85% peserta menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan bermanfaat dalam memulai usaha rintisan. Selain itu, dengan mengarahkan peserta untuk memahami konsep dasar kewirausahaan dan membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai, workshop ini memiliki potensi besar dalam mendorong generasi muda untuk memulai usaha mereka sendiri di masa depan. Sebanyak 90% peserta mengaku siap menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam perencanaan usaha mandiri. Keberhasilan workshop ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pembangunan ekonomi dan pendidikan di tingkat lokal. Dengan keterlibatan tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Surakarta, siswa mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan sumber daya yang mungkin tidak tersedia langsung di lingkungan sekolah. Meskipun jumlah peserta workshop terbatas, yaitu hanya 21 siswa kelas XII, kegiatan ini tetap menjadi langkah yang berharga dalam memberikan pelatihan kewirausahaan yang berkualitas. Kelompok kecil memungkinkan interaksi yang lebih mendalam antara peserta dan narasumber, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA