Jurnal Pendiidkan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. September 2025 Implementasi TPACK dalam Pembelajaran PAI Kelas Vi SMP Negeri 2 Tunjungan Blora Ummu Nur Haula1. Siti Nurkayati2 & Ahmad Syaifulloh3 IAI Khozinatul Ulum Blora. Jawa Tengah. Indonesia Telp: 62882006326772 E-mail: Ummunurhaula@gmail. IAI Khozinatul Ulum Blora. Jawa Tengah. Indonesia Telp: 6281315469996 E-mail: Nurhayatimilitary92@gmail. IAI Khozinatul Ulum Blora. Jawa Tengah. Indonesia Telp: 6281325771192 E-mail: ahmadsyaifuloh1988@gmail. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-09-20 Revised : 2025-09-29 Accepted : 2025-09-30 KEYWORDS Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Islamic Religious Education (PAI) Junior High School Learning KATA KUNCI Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pembelajaran SMP ABSTRACT This study aims to explore the implementation of TPACK in Islamic Religious Education for eighth graders at SMP Negeri 2 Tunjungan Blora and identify the supporting factors and obstacles faced by teachers and students. This research uses a descriptive qualitative approach with informants consisting of Islamic Education teachers, the principal, and selected students. Information was collected through question and answer sessions. It was then analyzed using the Miles and Huberman technique, which includes reduction, presentation, and conclusion drawing to ensure data validity. The results indicated that teachers successfully integrated interactive digital media, pedagogical methods, and PAI materials in an integrated manner, thereby increasing student motivation, engagement, and understanding. The obstacles encountered were mainly related to limited laboratory facilities and internet networks. This study confirms that the implementation of TPACK can be an effective strategy for developing technology-based PAI learning, supporting teacher innovation, and strengthening students' religious character in the digital age. ABSTRAK Studi ini diarahkan untuk mengeksplorasi implementasi TPACK dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas Vi SMP Negeri 2 Tunjungan Blora, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan informan berupa guru PAI, kepala sekolah, dan siswa terpilih. informasi dikumpulkan melalui sesi tanya jawab. kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan media digital interaktif, metode pedagogis, dan materi PAI secara terpadu, sehingga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Hambatan yang dihadapi terutama terkait dengan fasilitas laboratorium yang terbatas dan jaringan internet. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi TPACK dapat menjadi strategi efektif untuk mengembangkan pembelajaran PAI berbasis teknologi, mendukung inovasi guru, dan memperkuat karakter religius siswa di era digital. 146 | JPI. Vol. No. September 2025 Pendahuluan Perkembangan sarana digital modern pada era ini menghadirkan paradigma baru dalam ranah Peserta didik masa kini terbiasa menggunakan gawai, media sosial, dan berbagai platform digital dalam kehidupan sehari-hari, sehingga cara mereka belajar dan memperoleh informasi berbeda dibanding generasi sebelumnya (Iskandar, 2. Hal ini menuntut guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih relevan, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi teknologi bukan sekadar sarana bantu, tetapi strategi penting untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, dan sesuai kebutuhan peserta didik (Hanifa Maisaroh, 2. Meskipun demikian, praktik PAI di banyak sekolah, termasuk kelas Vi SMP, masih cenderung Pembelajaran sering menekankan hafalan dan pemahaman tekstual, sementara proses belajar yang bersifat aktif dan kontekstual kurang mendapat perhatian. Akibatnya, siswa kurang termotivasi, tidak aktif, dan cenderung menganggap pelajaran agama monoton. Kondisi ini semakin menantang di kelas Vi SMP, di mana peserta didik berada pada masa transisi remaja. Mereka memiliki rasa ingin tahu tinggi, mulai berpikir kritis, tetapi mudah bosan jika pembelajaran tidak menarik atau kurang relevan dengan pengalaman sehari-hari. Padahal, merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 55 Tahun 2007, pendidikan bertujuan menajamkan kapasitas peserta didik dalam mengimplementasikan ajaran agama secara seimbang dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Oleh karena itu, pembelajaran PAI perlu memadukan konten agama dan teknologi agar tercipta pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pendekatan yang relevan adalah TPACK. Kerangka TPACK menekankan bahwa guru harus menguasai tiga aspek utama secara terpadu: Content Knowledge (CK) penguasaan materi dan nilai-nilai agama yang akan diajarkan. Pedagogical Knowledge (PK) pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif, berpikir kritis, dan memahami konsep secara Technological Knowledge (TK) kemampuan memanfaatkan media dan teknologi digital, seperti video pembelajaran interaktif, platform kuis online, dan presentasi visual menggunakan Canva, untuk mendukung pemahaman materi. Integrasi ketiga aspek ini memungkinkan guru menata skema pembelajaran PAI yang tak terbatas pada sekadar informatif, menarik, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Hidayat et al. menyatakan bahwa guru yang menerapkan TPACK berperan sebagai fasilitator pembelajaran aktif. Amelia et al. menekankan bahwa penggunaan media digital interaktif dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan keterlibatan siswa. Nurhidayati . menambahkan bahwa implementasi TPACK juga membentuk sikap religius dan penghargaan terhadap nilai-nilai Al-QurAoan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan efektivitas TPACK di PAI kelas Vi. Siregar . menemukan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Budi Pekerti kelas Vi di SMP Negeri 26 Padang. Ihkwan . melaporkan pengaruh positif TPACK terhadap hasil belajar PAI siswa kelas Vi di SMP Negeri 5 Tebing Tinggi. Namun, penelitian tersebut bersifat kuantitatif dan terbatas lokasi. Belum banyak penelitian yang mengeksplorasi secara kualitatif bagaimana guru PAI mengintegrasikan ketiga aspek TPACK secara bersamaan dalam praktik pembelajaran, khususnya di sekolah daerah seperti SMPN 2 Tunjungan Blora. Hal ini menjadi celah penelitian yang perlu dijawab untuk memahami strategi, tantangan, dan praktik terbaik guru. Kajian ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif lengkap mengenai integrasi TPACK dalam praktik pembelajaran PAI di kelas Vi SMPN 2 Tunjungan Blora, termasuk pemanfaatan teknologi digital, strategi pedagogis, dan penguasaan materi. Hasil penelitian diharapkan memberi manfaat bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan kontekstual, serta meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap materi PAI. Berdasarkan uraian tersebut. Kajian ini bertujuan pemanfaatan TPACK dalam pembelajaran PAI kelas Vi di SMPN 2 Tunjungan Blora serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, keterlibatan, dan pemahaman peserta Tinjauan Literatur Konsep TPACK TPACK adalah kerangka konseptual yang mengintegrasikan tiga jenis pengetahuan utama dalam pembelajaran, yaitu pengetahuan konten Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 147 (Content Knowledge/CK), pengetahuan pedagogis (Pedagogical Knowledge/PK), dan pengetahuan teknologi (Technological Knowledge/TK) (Koehler. Mishra, & Cain, 2009. Siprianus Jerawut & Helfra Durasa, 2. Kerangka ini dikembangkan dari Pedagogical Content Knowledge (PCK) Shulman . untuk membantu guru mengajar materi pelajaran secara efektif dan kreatif, serta sesuai dengan perkembangan teknologi. TPACK menjadi landasan bagi guru untuk menyesuaikan skema pembelajaran dengan nuansa karakter generasi Alpha dengan teknologi digital (Iskandar, 2. Dengan TPACK, teknologi tidak hanya digunakan sebagai media hiburan atau sosial, tetapi sebagai sarana yang meningkatkan pemahaman materi, keterampilan berpikir kritis, dan partisipasi aktif Komponen TPACK terdiri dari enam elemen . Technological Knowledge (TK) merupakan kemampuan guru untuk mengoperasikan perangkat keras dan lunak, seperti laptop, proyektor, dan aplikasi pembelajaran digital, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru secara berkelanjutan. Guru yang menguasai TK dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar secara . Content Knowledge (CK) mencakup penguasaan guru terhadap materi pelajaran, termasuk teori, nilai, dan tujuan pembelajaran, serta pemahaman cara siswa belajar agar materi dapat disampaikan secara efektif. Dengan CK yang kuat, guru dapat memungkinkan pemahaman materi secara . Pedagogical Content Knowledge (PCK) menekankan kemampuan guru menyampaikan materi sehingga siswa dapat memahami dengan PCK meliputi teknik mengajar, manajemen kelas, dan pendekatan pedagogis yang sesuai pemahaman bermakna bagi siswa melalui proses belajar aktif. Technological Content Knowledge (TCK) menjelaskan hubungan antara materi pelajaran dan teknologi yang digunakan, sehingga guru dapat memilih teknologi yang tepat untuk membantu siswa memahami konsep secara lebih menarik dan jelas. Technological Pedagogical Knowledge (TPK) menghubungkan teknologi dengan metode pembelajaran yang diterapkan, memungkinkan guru memilih teknologi sesuai strategi pengajaran, seperti untuk kerja kelompok atau kelas daring. (TPACK) Technological Pedagogical and Content Knowledge merupakan integrasi dari ketiga unsur tersebut. TK. CK, dan PCK, sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan siswa. Dalam konteks PAI. TPACK dapat diterapkan melalui kuis interaktif, video pembelajaran, modul digital, dan diskusi online untuk meningkatkan pemahaman materi, partisipasi siswa, dan literasi digital. Dengan TPACK, guru tidak hanya menyampaikan materi secara konvensional, tetapi juga menciptakan proses pembelajaran yang inovatif, kontekstual, serta relevan dengan kebutuhan siswa di era digital (Suhartini, 2022. Sari, 2. Implementasi TPACK dalam pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI), dapat berupa kuis interaktif, video pembelajaran, diskusi daring, dan modul digital. Pendekatan ini meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan literasi digital siswa. Dengan demikian. TPACK bukan sekadar teori, tetapi juga kerangka praktis yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di era Pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Pertama (PAI) bertujuan membentuk sikap, perilaku, dan karakter siswa sesuai ajaran Islam, mencakup akidah, ibadah, akhlak, dan hubungan sosial (Sugiana. Zakiah, 2. PAI menekankan pembentukan diimplementasikan dalam keseharian peserta belajar. Jenjang SMP, khususnya kelas Vi, peserta didik berada pada masa remaja yang rentan terhadap pengaruh media sosial, pergaulan, dan budaya Oleh karena itu, pembelajaran PAI diarahkan agar menghadirkan proses belajar yang mendorong keterlibatan aktif, kontekstual, serta relevan dengan kehidupan siswa (Suharjo, 2. SMPN 2 Tunjungan, guru menggabungkan Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 148 | JPI. Vol. No. Juli 2024 pendekatan berbasis kompetensi dengan penguatan nilai agama melalui kegiatan rutin dan tambahan, termasuk pemutaran video edukatif berisi pesan moral dan agama untuk menumbuhkan kesadaran kritis siswa. Pemanfaatan media digital yang inovatif, mencakup video interaktif, aplikasi pembelajaran portabel, evaluasi daring, serta pendekatan gamifikasi, menjadi sarana strategis dalam mendukung pengalaman belajar yang interaktif dan terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, keterlibatan, dan kemampuan berfikir kritis siswa . id, 2025. Almasoem. id, 2. Meski demikian, pembelajaran PAI menghadapi beberapa kendala, seperti pemahaman siswa yang belum mendalam, metode mengajar yang masih mekanis, keterbatasan guru dalam pemanfaatan teknologi, dan sarana belajar yang terbatas. Solusi yang disarankan meliputi pelatihan guru, pengembangan kurikulum literasi media, dan penguatan sikap toleransi antar agama. Integrasi TPACK dalam Pembelajaran PAI Memungkinkan guru menganalisis materi dan kompetensi yang ingin dicapai siswa, memilih mengintegrasikan teknologi yang relevan. Guru dapat menggunakan modul digital, video edukatif, kuis interaktif, atau aplikasi daring untuk mendukung pemahaman materi. Selanjutnya. Pendidik menyusun skema pembelajaran dengan kerangka TPACK serta melaksanakan asesmen serta refleksi agar pembelajaran berikutnya lebih efektif. Pendekatan TPACK menajamkan pemahaman PAI meningkatkan keterampilan evaluatif, partisipasi aktif, dan literasi digital. Selain itu. TPACK memperkuat penghayatan nilai moral dan karakter religius, walaupun fasilitas sekolah masih terbatas (Suhartini, 2022. Sari, 2. Dengan demikian, integrasi TPACK dalam PAI memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter siswa di SMP. Metode Kajian ini mengadopsi pendekatan kualitatif bersifat deskriptif untuk memaparkan implementasi TPACK dalam pembelajaran PAI kelas Vi di SMP Negeri 2 Tunjungan Blora. Pendekatan ini dipilih karena menekankan penguraian fenomena di lapangan secara faktual, sistematis, dan akurat tanpa menguji hipotesis atau membangun teori baru. Dengan informan berupa guru PAI, siswa kelas Vi terpilih, dan kepala sekolah. Partisipan dipilih menggunakan purposive sampling, berdasarkan pengalaman guru dalam menerapkan TPACK dan kesiapan siswa mengikuti pembelajaran berbasis Kepala sekolah memberikan perspektif terkait kebijakan dan dukungan sarana belajar. Jumlah Partisipan penelitian yang dijadikan sumber data terdiri dari pimpinan sekolah, dua guru PAI, dan sepuluh peserta belajar instrumen pengumpulan informasi melalui sesi tanya-jawab berpola terbuka yang melibatkan guru terkait, siswa kelas Vi, dan kepala sekolah serta dokumentasi sarana dan media pembelajaran, termasuk laboratorium, modul digital, dan media pembelajaran, dokumentasi ini melengkapi wawancara untuk memberikan gambaran kondisi nyata pembelajaran. Penguraian data mengikuti model Miles dan Huberman . , dilaksanakan tiga fase berurutan: Penyaringan dan pemilahan informasi agar fokus penelitian jela. penyajian data . enyusunan informasi secara sistematis dalam bentuk narasi untuk memudahkan pemahaman hubungan antar temua. Penarikan kesimpulan dan verifikasi validitas Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi baik pada sumber maupun metode, serta member check dengan partisipan untuk memastikan interpretasi peneliti sesuai pengalaman mereka. Prosedur ini, penelitian mampu memaparkan secara akurat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan Hasil Pembahasan Technological Knowledge (TK) Guru memanfaatkan berbagai media digital untuk mendukung proses belajar. Media yang digunakan meliputi presentasi interaktif, video edukasi Islami, dan aplikasi kuis online yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi PAI. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pembelajaran yang menggunakan teknologi, seperti dijelaskan oleh beberapa siswa: AuKalau belajar pakai video atau aplikasi, saya lebih Rasanya lebih mudah faham dan tidak membosankan, beda kalau hanya ceramah saja. Ay (Wawancara. Siswa Kelas Vi, 2. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan jaringan internet di laboratorium komputer sekolah, sehingga guru terpaksa menggunakan koneksi pribadi untuk menjalankan Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 149 pembelajaran digital. Temuan ini konsisten dengan pendapat Iskandar . bahwa keberhasilan integrasi teknologi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan akses jaringan. Pedagogical Knowledge (PK) Dalam aspek pedagogi, guru memadukan berbagai strategi pengajaran seperti diskusi kelompok, simulasi praktik ibadah, dan refleksi nilai-nilai Islami. Penggunaan memperkuat strategi ini, membuat proses belajar lebih interaktif dan sesuai dengan kebiasaan siswa generasi digital. Analisis teori menunjukkan bahwa integrasi PK dengan teknologi dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa (Rahmawati, 2. Selain itu, kegiatan rutin sekolah berupa pemutaran video edukasi Islami setiap minggu sekali juga mendukung penguatan karakter siswa. Aktivitas ini membantu siswa memahami konsekuensi dari tindakan mereka serta menumbuhkan kesadaran religius di luar jam pelajaran. Content Knowledge (CK) Guru tetap menekankan penguasaan materi inti PAI dan juga penggunaan media digital mendorong penguasaan materi yang cepat serta internalisasi nilai-nilai yang kuat oleh peserta didik. Penilaian dilaksanakan secara kombinasi, termasuk tes tertulis, praktik ibadah, dan kuis online, sehingga pencapaian kompetensi siswa dapat diukur secara komprehensif. Temuan ini sejalan dengan konsep Koehler & Mishra . bahwa CK merupakan fondasi utama dalam TPACK, sedangkan teknologi berfungsi sebagai penguat pemahaman. Dukungan Institusi Pimpinan sekolah menegaskan dukungan menyeluruh atas integrasi TPACK dalam praktik pembelajaran, termasuk mendorong guru mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Namun, pelatihan khusus TPACK bagi guru belum pernah diadakan, sehingga kompetensi guru dalam aspek ini masih berkembang secara mandiri. AuKami mendukung penuh pembelajaran agar menjadi lebih baik, dan selalu mendorong guru PAI untuk aktif mengikuti MGMP. Hanya saja, khusus pelatihan guru terkait TPACK, sampai saat ini memang belum pernah diadakan. Ay (Wawancara. Kepala Sekolah, 2. Dukungan kelembagaan terbukti penting untuk kelancaran implementasi TPACK. Meski terdapat keterbatasan sarana dan pelatihan, kombinasi dukungan sekolah, dedikasi guru, dan penggunaan media digital berhasil meningkatkan motivasi, keterlibatan, pemahaman materi, serta penguatan nilai-nilai keagamaan siswa. Diskusi Hasil implementasi TPACK dalam pembelajaran PAI di kelas Vi SMP Negeri 2 Tunjungan Blora telah direalisasikan melalui pemanfaatan media digital, metode pembelajaran variatif, serta penekanan pada materi inti PAI. Fakta ini sejalan dengan temuan Nurlailli et al. yang menegaskan bahwa TPACK pembelajaran agama dengan menggabungkan keterampilan teknologi, pedagogi, dan konten secara Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa integrasi TPACK tidak hanya relevan di mata pelajaran umum, tetapi juga pada mata pelajaran keagamaan. Dari sisi faktor pendukung, penelitian ini menemukan adanya dukungan penuh dari kepala sekolah, penyediaan fasilitas dasar seperti laboratorium komputer. Kondisi ini konsisten dengan penelitian Ritonga et al. yang menyebutkan bahwa kesiapan institusi dan motivasi guru merupakan kunci keberhasilan implementasi TPACK. Namun demikian, kendala yang dihadapi berupa keterbatasan jaringan internet di ruang laboratorium dan belum adanya pelatihan khusus bagi guru terkait TPACK. Hal ini selaras dengan temuan Aroka . bahwa hambatan teknis dan kurangnya literasi digital guru sering menjadi penghalang dalam implementasi TPACK secara Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan bahwa implementasi TPACK dalam pembelajaran PAI bukan sekadar mendukung pencapaian kognitif siswa, tetapi juga berperan dalam penguatan karakter religius melalui pemanfaatan media digital seperti video edukasi Islami. Hal ini sejalan dengan studi Oktariani . yang mengungkapkan bahwa implementasi TPACK dalam ranah pembelajaran PAI dapat memperkuat capaian hasil belajar sekaligus kesadaran nilai keagamaan siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberi tambahan wawasan bahwa TPACK tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga relevan dalam membentuk kompetensi spiritual dan moral peserta Secara praktis, studi ini berperan dalam memperkaya inovasi pembelajaran PAI di tingkat menengah melalui integrasi teknologi yang harus penguatan kapasitas guru, serta penyediaan sarana yang memadai. Secara teoretis, penelitian ini memperluas literatur tentang TPACK dengan menegaskan bahwa model ini dapat diterapkan Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 150 | JPI. Vol. No. Juli 2024 secara efektif dalam konteks pendidikan agama. Walaupun demikian, kajian ini sekaligus membuka peluang bagi penelitian berikutnya terkait strategi pelatihan guru PAI dalam literasi digital dan TPACK yang lebih sistematis, sebagaimana disarankan oleh Susrawati . Kesimpulan Penelitian ini memaparkan implementasi kerangka TPACK dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas Vi SMP Negeri 2 Tunjungan Blora. Temuan menunjukkan bahwa pendidik telah berusaha memadukan teknologi, strategi pedagogis, dan konten materi secara terpadu. Pemanfaatan media digital berupa video pembelajaran, presentasi interaktif, dan aplikasi kuis mendorong partisipasi siswa serta meningkatkan motivasi belajar mereka. Dukungan pihak sekolah dalam penyediaan fasilitas turut memperkuat implementasi TPACK, meskipun hambatan seperti keterbatasan akses internet dan belum tersedianya pelatihan khusus bagi guru masih menjadi tantangan. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan terkait literasi digital dan implementasi TPACK, disertai dengan perbaikan infrastruktur pendukung di sekolah. Inovasi guru dalam menggunakan teknologi diharapkan tidak hanya mengefektifkan transfer pengetahuan, tetapi juga memperkokoh internalisasi nilai religius dan pembentukan karakter Islami pada peserta didik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas cakupan pada sekolah dengan karakteristik berbeda atau jenjang pendidikan lainnya, sehingga diperoleh gambaran yang lebih luas mengenai efektivitas TPACK. Kajian pengembangan profesional guru yang lebih aplikatif dalam memperkuat integrasi teknologi dengan pedagogi dan konten pembelajaran PAI Persembahan Alhamdulillah, penulis mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada Bapak/Ibu dosen pembimbing, seluruh civitas akademika, serta para dosen IAI Khozinatul Ulum Blora yang telah terlibat dalam penelitian ini. Kontribusinya tidak hanya berupa pengajaran dan pembimbingan akademik, akan tetapi juga dalam bentuk motivasi, wawasan intelektual, dan keteladanan. sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik di SMP Negeri 2 Tunjungan Blora. Terima kasih khusus disampaikan kepada pimpinan sekolah, guru PAI, serta seluruh siswa kelas Vi yang bersedia terlibat dalam proses penelitian narasumber dan memberikan informasi yang sangat membantu kelengkapan data penelitian. Selain itu, penulis menghargai dukungan dari rekan sejawat dan keluarga besar yang senantiasa memberikan motivasi dan doa, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan tepat waktu. Semoga setiap bantuan dan kontribusi yang diberikan menjadi amal jariyah, mendapat keberkahan dari Allah SWT. Referensi