Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Akselerasi Gaya Hidup Sehat dan Halal Melalui Kelompok Masyarakat Terintegrasi di Desa Pagelaran Andi Mukramin Yusuf1*. Elma Alfiah1. Andi Muh. Asrul Irawan1. Yoedo Shambodo2. Maulaya Nabiha Khoirunnisa1. Anisa Aulia1. Octavia Wulandari1 Gizi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Al-Azhar Indonesia. Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Al-Azhar Indonesia Jl. Sisingamangaraja. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110 Email Penulis Korespodensi: Andi. yusuf@uai. Abstrak Mitra yang terlibat dalam kerjasama pengabdian masyarakat ini adalah mitra dengan kategori kelompok masyarakat non produktif . asyarakat umu. yaitu Pemerintah desa Pagelaran dengan sasaran, meliputi kader posyandu, pondok pesantren dan karang taruna. Pondok pesantren yang akan menjadi bagian dari kegiatan adalah Pondok Pesantren JamAoiyyatul Mubtadi Tsani. Secara historis Pondok Pesantren JamAoiyyatul Mubtadi Tsani Kp. Simpang POM Desa cilangkahan Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak-Banten, telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam dunia pendidikan untuk skala Kabupaten Lebak, sehingga berpotensi besar untuk dilibatkan sebagai kader dari kegiatan ini. Berdasarkan permasalahan mitra yang ada saat ini, solusi yang ditawarkan untuk pemecahannya adalah dengan pola pemberdayaan kelompok masyarakat terintegrasi yang melibatkan karang taruna, kader posyandu, dan santri/santriwati pondok pesantren untuk mewujudkan desa sehat dan mandiri secara ekonomi. Pendekatan pemberdayaan kelompok masyarakat terintegrasi ini dipilih karena melihat prioritas masalah yang lintas sektoral baik itu pada bidang kesehatan, wirausaha dan akses informasi terhadap kesehatan dan gizi. Solusi yang akan diterapkan adalah pelatihan emo demo, pelatihan pengukuran status gizi serta penyuluhan gizi dan kesehatan, penyuluhan standar produksi pangan yang halal dan thoyyib, serta pembuatan media edukasi berupa video. Kegiatan diselenggarakan selama 8 bulan dengan luaran berupa artikel jurnal, publikasi pada media massa. Program pengabdian masyarakat di Desa Pagelaran ini telah dilaksanakan dengan menjalankan program terkait edukasi, yaitu edukasi mengenai pengukuran serta edukasi antropometri dan anemia untuk santri dan santriwati di Pondok Pesantren, edukasi halal untuk karang taruna dan UMKM, serta emo demo untuk Ibu Kader Posyandu. Dari ke-3 kegiatan yang dilakukan dapat dilihat dari hasil pretest dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dari 3 kelompok sasaran. Kemudian ke-3 kelompok sasaran pada saat diberikannya edukasi memiliki respon yang sangat positif dan responsif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Adapun saran yang dapat dilakukan untuk kegiatan selanjutnya yaitu iharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan di desa Selain itu, juga diharapkan jangka waktu kegiatan dapat diperpanjang mengingat adanya kendala teknis yang dapat terjadi dalam pelaksanaan program yang berkelanjutan. Kata kunci: Halal. Media Edukasi. Pagelaran. Sehat Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 PENDAHULUAN UMKM, hal utama yang menjadi penyebab karena belum adanya program dikalangan usaha mikro untuk menata dengan baik sumberdaya yang ada sehingga bernilai lebih dari yang ada saat ini. Selain itu keterbatasan informasi yang diterima terkait pangan halal dan thoyyib serta pengembangan produk yang mengakibatkan produk yang ada masih berputar disekitar wilayah desa pagelaran saja, padahal produk yang telah ada dapat dikembangkan lagi dengan pengemasan yang lebih menarik. Sebagai contoh, adanya izin edar, sertifikasi halal dan pemanfaatan sosial media untuk promosi. Masalah mendasar pada bidang kesehatan masyarakat di desa Pagelaran secara keseluruhan sudah terpenuhi, misalnya akses air kesehatan, namun berdasarkan informasi yang diperoleh masih terdapat perilaku hidup tidak sehat di masyarakat misalnya, buang air besar sembarangan, belum maksimalnya sosialisasi pentingnya konsumsi sayur dan buah serta yang signifikan mempengaruhi kesehatan dan Gizi. Mitra yang terlibat dalam kerjasama pengabdian masyarakat ini adalah mitra dengan kategori kelompok masyarakat non produktif . asyarakat umu. yaitu Pemerintah desa Pagelaran dengan sasaran, meliputi kader posyandu, pondok pesantren dan karang taruna. Pondok pesantren yang akan menjadi bagian dari kegiatan adalah Pondok Pesantren JamAoiyyatul Mubtadi Tsani. Secara historis Pondok Pesantren JamAoiyyatul Mubtadi Tsani telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam dunia pendidikan untuk skala Kabupaten Lebak, sehingga berpotensi besar untuk dilibatkan sebagai kader dari kegiatan ini. Pola pendampingan dan edukasi terkait gizi yang diberikan oleh kader posyandu ke orang tua anak masih bersifat konvensional sehingga informasi yang diterima masih minim Berdasarkan permasalahan mitra yang ada saat ini, solusi yang ditawarkan untuk terintegrasi yang melibatkan karang taruna, kader posyandu, dan santri/santriwati pondok pesantren untuk mewujudkan desa sehat dan mandiri secara ekonomi. Solusi yang akan diterapkan yaitu: Solusi permasalahan pada bidang kesehatan yaitu kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan dan gizi untuk kualitas hidup melalui: Pelatihan kader posyandu terkait kesehatan dan gizi Desa pagelaran adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Malingping. Kabupaten Lebak. Provinsi Banten. Indonesia dengan luas total area 10. Desa Pagelaran memiliki dua potensi yang cukup besar, pertama pada bidang pertanian dengan hamparan sawah yang luas, kedua pada bidang kelautan dan perikanan, kedua potensi tersebut sebagian besar menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar. Selain Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), desa ini didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan telah menghasilkan berbagai karya dengan semangat kolaborasi dan ingin maju. Pengelolaan potensi wilayah oleh kelompok masyarakat telah dikemas dalam beberapa bentuk, misalnya menjadikan laut sebagai objek pariwisata, hasil perikanan menghasilkan usaha mikro, hal tersebut menjadi kekhasan wilayah Konsep ekonomi kreatif yang mulai tumbuh dari masyarakat tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan oleh pemuda desa . arang tarun. terhadap pelaku usaha mikro di desa Pagelaran. Beberapa diantaranya adalah olahan buah aren, olahan tepung beras ketan dan hasil budidaya ikan air tawar yang diolah menjadi abon ikan ataupun Beberapa produk yang berasal dari mitra tersebut ditampilkan pada gambar 1 dan 2 Gambar 1. Kue Opak sebagai produk olahan beras ketan ketan Gambar 2. Kolang kaling dan gula merah sebagai produk olahan buah aren Namun, berdasarkan data potensi tersebut diatas, masih ditemukan beberapa masalah, diantaranya terkait: . Kemampuan ekonomi keluarga belum tercapai dikalangan penggerak Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 melalui Emo demo. Pelatihan pengukuran status gizi pada karangtaruna dan santri/santriwati, serta penyuluhan gizi dan kesehatan melalui media edukasi. Solusi pengetahuan terkait standar produksi pangan yang halal dan thoyyib melalui. Penyuluhan terkait standar produksi pangan halal dan thoyyib kepada karang taruna. Pembuatan media edukasi berupa video terkait pangan yang halal dan thoyyib. Penyuluhan standar produksi pangan yang halal dan thoyyib. Penyuluhan pada karang taruna dilakukan dengan menggunakan metode ceramah yang diawali dengan pre-test. Materi yang akan disampaikan adalah terkait konsep pangan halal dan thoyyib, serta gambaran umum sistem penjaminan halal. Di dalam kegiatan ini juga disisipkan penampilan video yang disusun pada kegiatan poin ke-4 di bawah ini. Kegiatan akan diakhiri oleh post test untuk mengetahui efektivitas dari penyampaian Pembuatan media edukasi terkait pangan yang halal dan thoyyib. Pembuatan video dilakukan dengan lebih dulu mengembangkan konten video, konten video secara umum berisi materi konsep pangan halal dan thoyyib, serta gambaran umum sistem penjaminan halal. Video ini ditujukan sebagai media yang mempermudah karang taruna dalam mensosialisasikan kembali materi penyuluhan kepada pelaksana UMKM. METODE Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2022 yang berlokasi di Desa Pagelaran Kec. Malingping. Kab. Lebak. Banten. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat di Desa Pagelaran diantaranya adalah: speaker, proyektor, microphone, kit emo-demo, kabel roll, konektor, stadiometer, timbangan berat Pelaksanaan masyarakat ini secara ringkas dijelaskan pada bagan alir Gambar 1. Langkah Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan ini dibagi ke dalam 4 kelompok kegiatan, yaitu pelatihan emo demo, pelatihan pengukuran status gizi serta penyuluhan gizi dan kesehatan, penyuluhan standar produksi pangan yang halal dan thoyyib, serta pembuatan media edukasi berupa video. Pelatihan emo demo untuk kader Kegiatan ini merupakan penerpaan iptek yang telah dikembangkan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN). Kegiatan akan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal kader terkait materi pelatihan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam kegiatan ini bersifat spesifik dan perlu dipersiapkan bergantung dari judul modul emo demo yang akan Setiap modul Emo demo memiliki tujuan yang berbeda- beda. Pelatihan pengukuran status gizi serta penyuluhan gizi dan kesehatan. Kegiatan akan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal karang taruna dan santri/santriwati terkait materi Gambar 1. Alur Pelaksanaan Program HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pelatihan Emo Demo Program pelatihan kader posyandu terkait kesehatan dan gizi melalui Emo demo dilakukan untuk ibu kader dari Posyandu An-Nur. Indikator capaian dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan kader posyandu yang dilihat dari hasil post-test sehingga selanjutnya dapat direkomendasikan untuk memberikan informasi ke kader posyandu Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Hasil Pelaksanaan Pelaksanaan program pelatihan kader posyandu terkait kesehatan dan gizi yang tim kami lakukan adalah menggunakan metode Emo Demo. Emotional Demonstration (Emo Dem. adalah salah satu metode edukasi di masyarakat melalui pendekatan baru yang mengacu pada teori Behavior Centered Design (BCD) yang berprinsip bahwa perilaku hanya bisa berubah sebagai respon atas sesuatu yang baru, menantang, mengejutkan, atau menarik. Metode Emo Demo ini menggunakan cara-cara yang bersifat imajinatif dan provokatif untuk mencapai perubahan perilaku dalam bidang kesehatan masyarakat (Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), 2. (Septiani. Nurmaningsih, & Nisa3, 2. Penggunaan emo demo dapat dilakukan minimal 1 kali pada agenda posyandu di desa. Metode Emo Demo selain memberikan informasi kesehatan juga memasukkan unsur psikologis yang dimiliki subjek sehingga subjek tersebut akan terdorong untuk melakukan perubahan perilaku. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dapat memberi pengaruh terhadap kualitas edukasi yang dilakukan kader kepada ibu hamil dan menyusui yang datang ke posyandu, sehingga terjadi peningkatan capaian pemberian ASI Eksklusif dan sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022 pukul 16. 30 - 17. WIB. Jumlah kader yang hadir dari awal pelaksanaan kegiatan sampai dengan selesai berjumlah 11 orang. Lokasi pelaksanaan dilakukan di Balai Desa Pagelaran. Kegiatan dimulai pada pukul 16. 30 WIB diawali dengan pembukaan dan perkenalan oleh moderator, kemudian dilanjutkan pre-test selama 5 menit, lembar pertanyaan dibagikan kepada ibu-ibu Sesi selanjutnya yaitu penyampaian materi seputar emo demo beserta 12 modul selama 10 menit, setelah pemaparan materi mahasiswa mengajak ibu-ibu kader untuk menyanyikan yel-yel. Selanjutnya dilakukan pemutaran video dan pelaksanaan praktek emo demo menggunakan 2 modul yaitu ASI Saja Cukup dan ATIKA Sumber Zat Besi yang dipandu oleh mahasiswa selama 25 menit. Setelah sesi pemutaran video dan praktek emo demo perwakilan ibu-ibu kader diminta untuk menyimpulkan pesan modul yang telah dipraktekan dan dilanjutkan sesi post-test selama 5 menit, lembar pertanyaan dibagikan kepada ibu-ibu kader. Kemudian sesi terakhir ditutup dengan doa, pengumuman doorprize, dan penyerahan Kit Emo Demo serta foto bersama kader posyandu dan seluruh mahasiswa serta bapak dosen. Media penyampaian yang materi dan alat peraga yang digunakan pada program ini adalah power point, video praktek emo demo, modul emo demo dan kit emo demo. Kendala dan keterbatasan yang ditemukan pada saat pelaksanaan program pelatihan emo demo ini adalah keterbatasan waktu sehingga pada saat kegiatan pelaksanaan terburu-buru karena sudah menjelang waktu magrib dan modul yang dipraktikkan menjadi tidak sesuai dengan rencana, yang sebelumnya 3 modul menjadi hanya 2 modul yang dipraktikkan (ASI Saja Cukup dan ATIKA Sumber Zat Bes. Gambar 2. Pelatihan Emo Demo Hasil Pre dan Post Test Rata-rata hasil pre-test ibu kader posyandu didapatkan nilai sebesar 47,27 sedangkan ratarata hasil post-test yaitu 50,9. Nilai mengalami peningkatan skor sebanyak 3,63 poin. Peningkatan skor yang kecil dikarenakan ada soal pretest dan posttest dari materi yang belum diberikan karena keterbatasan waktu. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Gambar 4. Penyuluhan terkait anemia pada sGambar 3. Pemberian KIT Emo Demo untuk Kader Posyandu Dalam pelaksanaannya program ini berjalan dengan baik, seluruh santri dan santriwati turut aktif berpartisipasi dan antusias selama jalannya program. Namun terdapat sedikit kendala, dimana media e-leaflet yang digunakan untuk pemaparan anemia tidak bisa dibuka di awal karena minimnya sinyal internet. Akan tetapi, kendala tersebut akhirnya dapat terselesaikan, sehingga e-leaflet dapat tetap digunakan sebagai media edukasi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perubahan pengetahuan. Beberapa diantaranya yaitu kemampuan peserta dalam memahami materi yang diberikan, kemampuan dan kelancaran pemateri dalam memaparkan materi, dan seberapa besar perhatian yang peserta berikan selama pemaparan materi. Program pelatihan pengukuran status gizi . serta penyuluhan gizi dan kesehatan terkait anemia. Hasil Pre dan Post Test Pre dan post-test dalam kegiatan edukasi biasa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan dasar responden mengenai materi yang akan disampaikan. Tes digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menilai keberhasilan responden serta dengan menganalisis hasil tes yang baik nantinya dapat diperoleh suatu gambaran mengenai mutu (Nuraeny, 2. Pada program pengabdian masyarakat di Desa Pagelaran dengan sasaran responden adalah santri di Pondok Pesantren yang melibatkan 28 orang yang terdiri atas 8 santri dan 20 santriwati diberikan kuesioner pretest yang berisi 10 pertanyaan multiple choice dengan materi pengukuran status gizi dan Hasil yang didapatkan dari 28 kuesioner pretest memiliki rata-rata skor sebesar 48. Hasil ini diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil skor pre-test kemudian dibagi dengan total Kemudian untuk hasil kuesioner post-test memiliki nilai rata-rata sebesar 72. Dari kedua skor rata-rata ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan jumlah skor yang dapat disebabkan karena pengaruh pemberian edukasi mengenai pengukuran status gizi dan anemia yang merupakan salah satu sebab Hasil Pelaksanaan Program pengukuran antropometri dan edukasi terkait gizi dan kesehatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022 dengan sasaran santri dan santriwati Pondok Pesantren Jamiatul Mubtadi Cibayawak. Jumlah santri dan santriwati yang berpartisipasi sebanyak 28 orang yang terdiri atas 20 orang santriwati dan 8 orang santri. Materi yang disampaikan diantaranya adalah terkait antropometri dan anemia yang diberikan dalam bentuk ceramah dengan bantuan PPT, e-leaflet, dan video edukasi. Selain itu, program ini juga diselingi dengan adanya pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta games terkait anemia, dimana santri dan santriwati diberikan tiga pertanyaan tebakan seputar makanan sumber zat besi. Indikator capaian dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan santri dan santriwati berdasarkan hasil post-test sehingga selanjutnya dapat direkomendasikan untuk memberikan informasi terkait anemia dan mengukur berat badan dan tinggi badan secara berkala sesama Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 terjadinya peningkatan pengetahuan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Jamiatul Mubtadi Cibayawak. Menurut (Rizona & Yuliana, 2. , adanya perbedaan skor pre-test dan post-test juga dapat disebabkan oleh daya Daya mempengaruhi keberhasilan belajar, beberapa proses mengingat adalah memasukan kesan, menyimpan kesan, dan mengeluarkannya metode yang dilakukan yaitu ceramah. Metode ceramah dilakukan pada saat penyampaian materi terkait edukasi halal. Indikator capaian dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan pengurus karangtaruna dan UMKM yang dapat dilihat dari hasil post-test. Materi yang disampaikan dalam bentuk pemaparan PPT, pemutaran video edukasi dan pemutaran video dari BPJPH. Jumlah karang taruna dan UMKM yang hadir sebanyak 17 Metode ceramah menurut Notoatmodjo . dalam (Mardiana. Nilawati, & Eliza, 2. merupakan salah satu cara efektif dalam pendekatan kelompok karena pada metode ceramah terjadi proses perubahan perilaku kearah yang diharapkan melalui peran aktif dari sasaran dan saling tukar pengalaman sesama sasaran selain itu pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah juga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian tersebut sejalan dengan (Suryani. Zuliah, & Nuraflah, 2. menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang sosialisasi produk halal kepada para orang tua melalui pendekatan komunikasi interaktif dengan metode ceramah, diskusi dan pemberian kuesioner adalah terciptanya suatu kondisi iklim pengamalan dari ajaran islam akan kewajiban mengkonsumsi produk halal, disamping itu meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang berlabel halal, dan juga kesadaran bagi masyarakat yang berprofesi sebagai produsen untuk mendaftarkan produk mereka guna mendapatkan sertifikasi halal. Kegiatan dimulai pukul 13. 40 - 15. 10 WIB yang diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, pre-test, pemaparan materi (PPT), pemutaran video edukasi, pemutaran video dari BPJPH, sesi diskusi, post-test, penutup dan dokumentasi. Pada sesi diskusi UMKM dapat memberikan kesimpulan terkait materi yang disampaikan dan dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, selain itu UMKM juga turut aktif bertanya terkait bahan dan proses produksi yang digunakan dan NIB. Pelaksanaan program edukasi halal berjalan dengan baik dan materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh peserta yaitu karang taruna dan UMKM yang Berdasarkan dari hasil diskusi bersama peserta yang hadir pada pelaksanaan edukasi halal rata-rata sudah memiliki usaha, beberapa jenis usaha yang dijalankan yaitu bakso ikan dan kue basah namun belum didaftarkan untuk sertifikasi halal. Gambar 5. Pelatihan pengukuran satus gizi Penyuluhan standar produksi pangan yang halal dan thoyyib Hasil Pelaksanaan Program Edukasi Halal Pelaksanaan program edukasi halal terkait standar produksi pangan halal dan thoyyib kepada karang taruna dan UMKM di desa Pagelaran yang dilaksanakan di Balai Desa Pagelaran pada Sabtu, 27 Agustus 2022 dengan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Adapun kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini, yaitu terdapat beberapa pelaku usaha yang kesulitan untuk mengisi pre-test dan post-test pelaku usaha kesulitan membaca sehingga harus didampingi secara penuh, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, serta beberapa peserta masih kurang aktif berpartisipasi dalam kegiatan yaitu edukasi mengenai pengukuran serta edukasi antropometri dan anemia untuk santri dan santriwati di Pondok Pesantren, edukasi halal untuk karang taruna dan UMKM, serta emo demo untuk Ibu Kader Posyandu. Yang mana dari ke-3 kegiatan yang dilakukan dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test pengetahuan dari 3 kelompok sasaran. Kemudian ke-3 kelompok sasaran pada saat diberikannya edukasi memiliki respon yang sangat positif dan responsif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Saran Adapun saran yang dapat dilakukan untuk kegiatan selanjutnya yaitu: Diharapkan masyarakat ini dapat dilakukan di desa Diharapkan jangka waktu kegiatan dapat diperpanjang mengingat adanya kendala dalam pelaksanaan program. Program keberlanjutan evaluasi kapasitas kader posyandu dalam penyuluhan menggunakan emo demo Program keberlanjutan evaluasi status gizi berdasarkan data hasil pengukuran dari santri-santriwati mitra Yayasan. Gambar 6. Penyuluhan terkait pangan halal dan UCAPAN TERIMA KASIH Hasil Pre dan Post-test Berdasarkan hasil penelitian kepada 17 responden . arang taruna dan UMKM) melalui kuesioner, didapatkan hasil rata-rata responden sebelum diberikan intervensi . re-tes. sebesar 42,4. Sedangkan hasil rata-rata responden sesudah diberikan intervensi . ost-tes. sebesar Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait standar produksi pangan halal dan thoyyib pada karang taruna dan UMKM di desa Pagelaran. Apabila pelaku usaha mendapatkan sosialisasi terkait edukasi halal/SJH, maka banyak pelaku usaha yang memutuskan untuk mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi usaha Terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Tim LPPM Unversitas Al Azhar Indonesia yang telah memberikan pendanaan pada kegiatan pengabdian Masyarakat ini. Selain itu temanteman dosen lintas program studi, serta mahasiswa program studi gizi Universitas AlAzhar Indonesia atas bantuan ide dan juga gagasannya dalam program ini. DAFTAR PUSTAKA