JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 HUBUNGAN ANTARA DIKLAT BERJENJANG TINGKAT DASAR PENDIDIK PAUD DENGAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Frimha Purnamawati1. Linda Fajarwati2. Devita Trisna Ayu Levia3 1,2,3 Universitas Jember. Jl. Kalimantan No. 37 Tegalboto Lor. Jember. Jawa Timur. Indonesia 198812132019032009@mail. Received: Mei, 2024. Accepted: Mei, 2024 Abstract Basic level education and training for early childhood educators in Cluster II of Early Childhood Education (PAUD) in Gondang District. Mojokerto Regency, revealed several gaps in the teaching These were evidenced by issues such as educators' insufficient application of teaching principles in managing classrooms during learning activities. Consequently, many students fail to pay attention when educators deliver material, resulting in a disruptive classroom atmosphere. Furthermore, there is a lack of effective lesson planning aligned with the curriculum. Thus, research was conducted to address the problem statement: Is there a correlation between hierarchical training for PAUD educators and the early childhood learning process in Gondang District. Mojokerto Regency?. employed a quantitative approach with correlational research. The study area was purposively chosen within Cluster II of PAUD in Gondang District. Mojokerto Regency, with a total population of 25 Data collection techniques involved questionnaires and documentation, with data analysis conducted using Pearson Product Moment correlation formula. The research's correlation coefficient yielded a result of 0. 785, while the critical value r-table was 0. 396 at a significance level of 0. 05, with N=25. Consequently, the obtained result of r-value > r-table . 785 > 0. led to the conclusion that there is a significant relationship between hierarchical training for PAUD educators and the early childhood learning process in Cluster II of PAUD in Gondang District. Mojokerto Regency, categorized as a strong or high-level relationship. Keywords: Basic Level Education and Training. Learning Process. Early Childhood Abstrak Diklat berjenjang tingkat dasar yang telah diikuti oleh pendidik Kelompok Bermain (KB) di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dalam proses pembelajaran yang dilakukan pendidik masih terdapat beberapa kesenjangan yang ditunjukan dengan permasalahan diantaranya yaitu pendidik masih kurangnya dalam menerapkan prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran dalam mengelola kelas pada saat kegiatan belajar sehingga banyak dijumpai peserta didik tidak memperhatikan pada saat pendidik menyampaikan materi yang membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif, dan belum banyak dijumpai dalam penyusunan perencanaan proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kurikulum oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menjawab rumusan masalah adakah hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Dalam penentuan tempat menggunakan teknik purposive area dengan jumlah responden menggunakan total populasi yang berjumlah 25 pendidik. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan dokumentasi yang kemudian dilakukan analisis data dengan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil dari uji koefisien korelasi penelitian ini diperoleh hasil sebesar 0,785 dan r-tabel sebesar 0,396 pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=25 sehingga memperoleh hasil r-hitung > r-tabel . ,785 > 0,. Kesimpulan dari hasil uji koefisien korelasi tersebut bahwa adanya hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dengan kategori hubungan kuat atau tinggi. Volume 7. No. Mei 2024 pp 198-205 Kata Kunci: Diklat Berjenjang Tingkat Dasar. Proses Pembelajaran. Anak Usia Dini. How to Cite: Purnamawati. Fajarwati. & Levia. A . Hubungan Antara Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Pendidik Paud Dengan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 198-205 PENDAHULUAN Data Pokok Pendidikan (Dapodi. Nasional Tahun 2021/2022 menyatakan jumlah pendidik PAUD sesuai dengan kualifikasi SMA sebanyak 138. Diploma sebanyak 13. 438, dan S2 sebanyak 789. Dari data tersebut, bahwa pendidik PAUD dengan kualifikasi SMA lebih banyak. Maka, diperlukan upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Sehingga, munculnya inovasi Direktorat PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikma. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi dengan diadakannya diklat berjenjang tingkat dasar untuk pendidik PAUD lulusan SMA yang bersifat wajib sebagai persyaratan khusus untuk mendapatkan sertifikasi dalam peningkatan kompetensi guna mempersiapkan pendidik yang berkompeten pada proses pembelajaran anak usia dini (Bardiati dkk, 2. Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 dijelaskan bahwa pendidik berperan sebagai fasilitator proses pembelajaran dan tidak menjadi satu-satunya sumber pembelajaran. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi yang ada, serta sebagai wadah dalam mempersiapkan anak dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk mengembangkan potensi anak, tenaga pendidik PAUD mengambil peran penting dalam proses pembelajaran efektif dan berkualitas pada anak usia dini. Pendidik memiliki kuasa atas keberhasilan dalam suatu pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan pada anak usia dini. Kualifikasi pendidikan terakhir pendidik PAUD menjadi fokus penting di dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini. Menurut Saripudin . permasalahan yang terjadi dalam pendidikan anak usia dini ialah terkait kualitas guru pendamping dalam proses pembelajaran yaitu tidak melakukan pembiasaan refleksi pembelajaran. Mahindra dkk . menjelaskan permasalahan pendidikan anak usia dari kualitas tenaga pendidik yaitu perbedaan antara pendidik S1 PAUD yang memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan pendidik PAUD pendidikan terakhir SMA. Selain itu, dalam penelitian Shofa dkk . menjelaskan bahwa untuk mengatasi problematika yang ada pada PAUD, diperlukan tenaga pendidik berkualitas serta berkompeten yaitu dengan berpartisipasi dalam pelatihan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, adanya kebijakan dalam program pengembangan profesionalisme guru yang efektif, program sertifikasi guru dalam meningkatkan kompetensi, pelatihan peningkatan kompetensi guru. Diklat berjenjang tingkat dasar bagi pendidik PAUD merupakan suatu upaya untuk memberikan wawasan, keterampilan, serta pemahaman yang mendalam mengenai proses pembelajaran PAUD. Dengan adanya diklat berjenjang, diharapkan pendidik dapat mengembangkan kualitas pembelajaran sesuai dengan perkembangan anak. Proses pembelajaran yang berkualitas bagi anak usia dini diantaranya yaitu adanya prinsip pelaksanaan pembelajaran, perencanaan proses pembelajaran efektif, pendekatan pembelajaran sesuai anak usia dini, asesmen yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran (Bardiati dkk, 2. 200 Purnamawati. Fajarwati & Levia. Hubungan Antara Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Pendidik Paud Dengan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto HIMPAUDI Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu himpunan tenaga pendidik yang menyelenggarakan inovasi terkait program pendidikan dan pelatihan berjenjang tingkat dasar dalam meningkatkan kualitas dan memberikan perubahan serta peningkatan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap pendidik PAUD dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan diklat berjenjang tingkat dasar di HIMPAUDI Kabupaten Mojokerto yaitu dalam kurun waktu selama lima hari. Namun, dalam hal ini keterkaitan diklat berjenjang tingkat dasar dalam mempengaruhi proses pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik khususnya pada pendidik Kelompok Bermain (KB) di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto yang telah mengikuti diklat berjenjang tingkat dasar yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI Kabupaten Mojokerto, masih terdapat beberapa kesenjangan yang ditunjukan dengan permasalahan diantaranya yaitu tenaga pendidik Kelompok Bermain (KB) masih kurangnya dalam penerapan prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran dalam mengelola kelas pada saat kegiatan belajar, banyak dijumpai peserta didik tidak memperhatikan pada saat pendidik menyampaikan materi sehingga membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif, belum banyak dijumpai dalam penyusunan perencanaan proses pembelajaran efektif sesuai dengan kurikulum. Permendikmas Nomor 58 Tahun 2009 tentang standar pendidik, bahwa adanya kualifikasi akademik dan kompetensi guru PAUD yang memiliki ijazah minimal SMA dan dengan persyaratan khusus yaitu memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD yang Menurut Dacholfany dkk . , sertifikasi guru sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pembelajaran agar dapat melakukan kinerja yang baik dalam bidangnya, sehingga guru yang memiliki sertifikasi juga mampu melakukan pengelolaan kelas dengan baik, karena guru yang bersertifikasi adalah guru yang professional dalam melakukan proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, efektif, dan Pembelajaran untuk anak usia dini adalah adanya interaksi antara anak dengan orang tua dan atau orang dewasa lainnya dalam mencapai perkembangan anak usia dini (Nastita, 2. Pada hakikatnya anak belajar sambil bermain, oleh karena itu pembelajaran pada pada anak usia dini pada dasarnya adalah bermain. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya, maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran (Nastita, 2. Menurut Wilson dan Indarto . , pendidik yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan . dasar dapat memberikan nilai tambah dalam menerapka hasil pelatihan dalam meningkatkan kinerja pada aspek membuat perencanaan, peningkatan dari aspek pelaksanaan proses pembelajaran dan termasuk aspek melakukan penilaian. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini pada pendidik Kelompok Bermain (KB) di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. METODE Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang akan digunakan pada penelitian ini. Pokok bahasan pada penelitian ini adalah hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD terhadap proses pembelajaran anak usia dini di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Pendekatan kuantitatif menurut Masyhud . disebut juga sebagai pendekatan ilmiah, karena dilakukan secara Volume 7. No. Mei 2024 pp 198-205 sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubunganya yang ditekankan pada aspek pengukuran dengan menggunakan alat ukur. Penelitian korelasional menurut Masyhud . merupakan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. Penentuan responden penelitian ini menggunakan teknik populasi. Populasi diartikan Masyhud . sebagai sekumpulan yang lengkap dari individu-individu yang ciri-cirinya akan diteliti. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang memberikan keterangan . ewakili populas. yang diperlukan dalam suatu penelitian. Penelitian ini menggunakan total populasi, karena apabila sampel penelitiannya kurang dari 100, maka hasilnya lebih baik apabila digunakan semuanya (Masyhud, 2. Populasi pada penelitian ini adalah tenaga pendidik Kelompok Bermain (KB) di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dengan kualifikasi pendidikan terakhir SMA dan telah mengikuti diklat berjenjang tingkat dasar dalam lima tahun terakhir dengan jumlah 25 pendidik, dengan keterbaruan hasil yang didapatkan dari diklat berjenjang tingkat dasar pada penerapan proses pembelajaran untuk anak usia dini, dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Daftar Pendidik KB di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang No. Tahun Jumlah Total Keseluruhan Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan angket . , observasi, dan Instrumen dalam penelitian ini juga berbentuk angket . tertutup yang disusun dengan skala likert. Menurut Masyhud . skala likert digunakan untuk pengukuran sikap, pendapat, persepsi seseorang tentang fenomena sosial, terutama pendidikan. Peneliti melakukan studi pendahuluan melalui observasi dengan terlibat secara langsung. Dalam penelitian ini dokumentasi berupa foto atau gambar yang diambil. Kemudian, dilakukan pengujian instrumen uji validitas expert judgement, uji validitas empirik, dan uji reliabilitas alpha cronbachAos. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment. Teknik Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan timbal balik yaitu apakah satu variabel memiliki hubungan signifikansi dengan variabel lainnya (Masyhud. Hasil dari perhitungan korelasi Perason Product Moment dikonsultasikan dengan tabel kritik Product Moment pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=25. Perhitungan data angket tersebut akan dihitung menggunakan SPSS versi 25 menggunakan rumus Pearson Product Moment sebagai berikut: 202 Purnamawati. Fajarwati & Levia. Hubungan Antara Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Pendidik Paud Dengan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto N Oc XY- Oc X Oc Y N Oc X2 - Oc X 2 N Oc Y2 - Oc Y 2 Keterangan: = Koefisien korelasi yang dicari = Banyaknya subyek = Nilai variabel 1 . ariabel X/variabel beba. Y = Nilai variabel 2 . ariabel Y/variabel terika. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil perhitungan koefisien korelasi menggunakan rumus Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran bagi anak usia dini yang diperoleh hasil nilai rhitung sebesar 0,785. Untuk melihat signifikansinya, perolehan hasil tersebut dikonsultasikan dengan nilai rtabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=25 maka nilai rhitung > rtabel . ,785>0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan analisis rincian perhitungan pada tiap indikator pada variabel yang mempengaruhi (X) yakni . Korelasi dengan Y memperoleh hasil rhitung sebesar 0,539. korelasi X2 dengan Y memperoleh hasil rhitung sebesar 0,510. Korelasi X3 dengan Y memperoleh hasil rhitung sebesar 0,599. Korelasi X4 dengan Y memperoleh hasil rhitung sebesar 0,556. Dengan rtabel = 0,396 pada taraf signifikansi 0,05 dan N=25 maka semua hasil perhitungan tiap indikator tersebut juga menunjukkan bahwa nilai rhitung > rtabel sehingga dinyatakan adanya hubungan Untuk memperjelas hasil yang telah diperoleh pada saat di lapangan, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Penyajian Data Hasil Penelitian Indikator Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Diklat Berjenjang Tingkat Dasar (X) 0,785 Kategori Tinggi/Kuat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 0,539 Kategori Sedang Usia Dini (X ) 0,510 Cara Belajar Anak Usia Dini (X ) Kategori Sedang Menyusun Perencanaan Pembelajaran 0,599 Kategori Sedang (X ) Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini 0,556 Kategori Sedang (X ) Pembahasan Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 2 dijelaskan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Bagi pendidik KB dengan kualifikasi lulusan SMA, sangat diharuskan mengikuti diklat Volume 7. No. Mei 2024 pp 198-205 berjenjang tingkat dasar untuk dapat memiliki sertifikasi dan kemampuan sebagai persyaratan menjadi pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini khususnya pada Kelompok Bermain. Diklat berjenjang tingkat dasar dilakukan oleh pendidik KB di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta memberikan bekal dalam proses pembelajaran anak usia dini. Akan tetapi, masih terdapat beberapa kesenjangan dalam penerapan prinsip-prinsip pelaksanaan Melihat hal tersebut peneliti berpendapat bahwa perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar yang diberikan pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Untuk mengetahui hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini terdapat dua variabel yaitu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Variabel independen (X) sebagai variabel yang mempengaruhi dan variabel dependen (Y) sebagai variabel yang dipengaruhi. Variabel independen (X) pada penelitian ini yakni diklat berjenjang tingkat dasar dan variabel dependen (Y) adalah proses pembelajaran anak usia dini. Adapun indikator dari variabel (X) diklat berjenjang tingkat dasar yaitu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, cara belajar anak usia dini, menyusun perencanaan pembelajaran, dan penilaian perkembangan anak usia dini. Sedangkan, indikator dari variabel (Y) proses pembelajaran anak usia dini yakni prinsip pelaksanaan pembelajaran, perencanaan proses pembelajaran efektif, strategi pendekata pembelajaran sesuai anak usia dini, dan asesmen peningkatan kualitas pembelajaran. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen angket skala likert, kemudian didapatkan data yang terlampir pada Lampiran 19. Data dikelola kedalam rumus korelasi pearson product moment dengan bantuan software microsot excel. Dari gambar 4. 1 Korelasi Variabel X dengan Y, uji koefisien korelasi pada penelitian ini yakni hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini diperoleh hasil rhitung sebesar 0,785 dengan rtabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=25 yaitu rtabel = 0,396 yang terlampir di Lampiran 21, maka didapatkan hasil rhitung > rtabel . ,785 > 0,. Kemudian, untuk dapat melihat keeratan atau tingkat signifikansi hubungan antara variabel X dengan Y dilakukan interpretasi nilai koefisien korelasi dengan Tabel 3. 3 yang ada pada BAB 3, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang jelas dan kuat antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini. Hasil temuan di lapangan yakni diklat berjenjang tingkat dasar yang telah dilaksanakan oleh pendidik PAUD dapat meningkatkan proses pembelajaran anak usia dini. Hal tersebut memperkuat pendapat Dacholfany dkk . , sertifikasi guru sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pembelajaran agar dapat melakukan kinerja yang baik dalam bidangnya, sehingga guru yang memiliki sertifikasi juga mampu melakukan pengelolaan kelas dengan baik, karena guru yang bersertifikasi adalah guru yang professional dalam melakukan proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, efektif, dan Inti dari pendapat diatas adalah dimana seorang pendidik juga diharuskan memiliki sertifikasi guru sebagai upaya dalam meningkatkan serta mempersiapkan pendidik yang memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, sehingga dengan adanya diklat berjenjang tingkat dasar dapat meningkatkan kinerja pendidik profesional dalam melakukan proses pembelajaran. 204 Purnamawati. Fajarwati & Levia. Hubungan Antara Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Pendidik Paud Dengan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Adapun pendapat ahli Wilson dan Indarto . bahwa pendidik yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan . dasar dapat memberikan nilai tambah dalam menerapkan hasil diklat berjenjang tingkat dasar dalam meningkatkan kinerja pada aspek membuat perencanaan pembelajaran, peningkatan dari aspek pada proses pembelajaran dan termasuk aspek melakukan penilaian. Menurut Wati dkk . bahwa diklat berjenjang tingkat dasar merupakan salah satu cara strategis dalam meningkatkan kinerja pendidik PAUD sebagai upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini dalam proses pembelajaran. Dari pendapat para ahli tersebut membuktikan dengan adanya diklat berjenjang tingkat dasar dapat memberikan hasil positif terhadap kinerja pendidik dalam proses pembelajaran Anak Usia Dini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Gugus PAUD II Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto membuktikan bahwa hasil hubungan yang kuat antara diklat berjenjang tingkat dasar pendidik PAUD dengan proses pembelajaran anak usia dini. Adapun 4 rincian perhitungan pada tiap indikator pada variabel (X) yakni X1 . X2 . X3 . X4 guna memperjelas hasil yang telah peneliti temukan di lapangan. Indikator dari variabel (X) diklat berjenjang tingkat dasar yaitu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini (X1 ), cara belajar anak usia dini (X2 ), menyusun perencanaan pembelajaran (X3 ), dan penilaian perkembangan anak usia dini (X4 ). KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini. Hal tersebut dibuktikan penelitian ini memperoleh hasil dari uji koefisien korelasi sebesar 0,785. Dilihat dari "r" _"tabel" pada Lampiran 21 pada taraf signifikansi 0,05 dengan N=25 yakni "r" _"tabel" = 0,396 sehingga diperoleh hasil "r" _"hitung" > "r" _"tabel" . ,785 > 0,. , maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah "H" _"a" diterima yaitu adanya hubungan antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini dengan kategori hubungan kuat dan jelas. DAFTAR PUSTAKA