Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Penerapan Contextual Teaching and Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa SMP Pada Materi Perbandingan dan Skala Nisa' Ut ToyibaA. Fuat2. Andika Setyo Budi Lestari3. Fitriyatul Badriyah4. Ilmiatul Kholifah5 1,2,3,4,5 Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Wiranegara. Pasuruan, 67118. Indonesia *Coresponding author: saknisak792@gmail. Diterima: 14 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak. Kemampuan numerasi siswa merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran matematika, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir logis serta pemecahan masalah. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi perbandingan dan skala akibat pendekatan pembelajaran yang kurang Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa pada materi perbandingan dan skala. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Gondangwetan dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen berupa pretest dan posttest dalam satu kelompok. Sebanyak 25 siswa kelas Vi menjadi subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi soal pretest-posttest dan lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa dari 53,8 . menjadi 88,0 . , dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 berdasarkan uji paired sample t-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan CTL secara efektif mampu membantu siswa memahami konsep-konsep numerasi secara lebih bermakna melalui pengaitan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari. Temuan ini mendukung relevansi pendekatan CTL sebagai strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya dalam mengembangkan kemampuan numerik siswa di tingkat SMP. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, numerasi, perbandingan dan skala. Citation : Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa SMP Pada Materi Perbandingan dan Skala. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , hal. 86 Ae 96. Seperti apa yang telah di ungkapkan oleh Pendahuluan Prastowo et al. mendukung hal ini, yang menunjukkan bahwa siswa sering kali mengalami berhubungan dengan kemampuan siswa dalam miskonsepsi saat mengerjakan soal perbandingan memahami, menggunakan, dan menafsirkan informasi karena proses pembelajaran yang bersifat abstrak dan kuantitatif dalam berbagai konteks kehidupan (OECD, kurang kontekstual. Kemampuan Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu cara yang penting berdasarkan hasil numerasi menjadi landasan untuk berpikir logis dan pengamatan di beberapa sekolah adalah Pengajaran memecahkan masalah, terutama pada materi seperti dan Pembelajaran Kontekstual (CTL), karena dengan perbandingan dan skala yang menuntut pemahaman metode pembelajaran ini siswa bisa lebih memahami proporsional dan keterkaitan antarbesaran. materi yang diajarkan jika materi tersebut dikaitkan Namun, pada pengamatan awal yang telah dengan kehidupan sehari Ae hari. CTL ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam membangun mengindikasikan bahwa banyak pelajar menghadapi makna melalui pengalaman secara langsung, baik kerja kesulitan dalam memahami konsep perbandingan dan sama, dan ataupun refleksi. Seperti penelitian yang Kendala ini tidak hanya mempengaruhi hasil telah dilakukan oleh Putra dan Surya . , pembelajaran matematika, tetapi juga mengganggu menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat secara kemampuan siswa dalam berpikir numerik di situasi Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 matematika dan kemampuan dalam menyelesaikan Dan serta keterampilan matematika dasar dalam konteks dilaksanakan oleh Nasution dan Siregar . juga kehidupan nyata yang beragam itu mencakup menunjukkan bahwa penerapan CTL secara efektif dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa pembelajaran matematika di SMP, kemampuan karena metode ini memberikan peluang bagi siswa numerasi menjadi indikator penting dalam asesmen kompetensi siswa, terutama pada materi perbandingan Pemahaman dan penerapan konsep bilangan pengalaman nyata mereka. Pada (Silitonga. Dalam dan skala. Materi ini menuntut siswa untuk memahami rasio, proporsi, serta keterkaitan antarbesaran, yang sebelumnya terkait dengan topik ini yaitu penerapan secara langsung mengasah kemampuan berpikir model CTL telah menunjukkan hasil yang sangat numerik (Widia et al. , 2. positif, namun sebagian besar masih ada beberapa Dalam konteks pembelajaran matematika di aspek yang belum di eksploriasi seperti menggunakan SMP, kemampuan numerasi menjadi salah satu pre-test sebelum penggunaan metode CTL, dan indikator penting dalam asesmen kompetensi siswa, penggunaan post-tes setelah menggunakan metode terutama pada materi perbandingan dan skala. Materi CTL ini dengan sistematis. Selain itu juga, observasi ini menuntut siswa untuk memahami rasio, proporsi, pada proses belajar siswa selama pembelajaran serta keterkaitan antarbesaran, yang secara langsung berlangsung masih dilakukan dengan deskriptif dan mengasah kemampuan berpikir numerik. Prastowo et belum di Analisa secara mendalam lagi. menyatakan bahwa rendahnya numerasi Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk siswa pada materi ini sering kali disebabkan oleh melengkapi serta memperdalam pemahaman tentang pendekatan pembelajaran yang bersifat abstrak dan bagaimana penggunaan CTL ini dapat meningkatkan tidak terhubung dengan pengalaman nyata siswa. hasil dalam pembelajaran siswa khususnya pada bab Perbandingan adalah konsep dasar matematika Perbandingan & Skala. Maka dari itu dapat dipastikan yang menghubungkan dua atau lebih besaran dalam tujuan dilaksanakan studi penelitian ini adalah untuk bentuk rasio, sementara skala berkaitan dengan mendorong kemampuan numerik siswa SMP melalui perbandingan ukuran pada peta, gambar, atau model metode penerapan CTL dalam mata pelajaran terhadap ukuran sebenarnya. Penguasaan terhadap matematika dengan menggunakan materi mengenai konsep ini penting karena sering digunakan dalam perbandingan dan skala ini. Diharapkan daripada hasil dari penelitian ini dapat memberikan wadah serta menyesuaikan ukuran benda, dan mempelajari hewan pengajaran yang lebih relevan, efisien, dan dapat sehari-hari Pembelajaran Kontekstual (CTL) merupakan mengoptimalkan potensi numerik siswa di tingkat SMP. pencocokan materi pelajaran dengan kondisi nyata di sekitar siswa bertujuan membantu mereka membangun Tinjauan Teoretis Pada kemampuan numerasi dalam penelitian ini merujuk pada kemampuan setiap individu untuk memahami, menafsirkan, dan menggunakan konsep keterkaitan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Nasution & Siregar, 2. Pembelajaran Kontekstual (CTL) merupakan bilangan serta keterampilan matematika dasar dalam berbagai situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari- pencocokan Materi pembelajaran yang terhubung hari (OECD, 2. Numerasi tidak hanya mencakup dengan kondisi nyata untuk mendukung siswa dalam perhitungan aritmetika, tetapi juga kemampuan untuk membangun keterkaitan antara pengetahuan yang menerapkan logika matematika dalam menyelesaikan mereka miliki dan penggunaannya dalam kehidupan masalah kontekstual secara tepat dan efisien. sehari-hari (Ismail et al. , 2. CTL memberikan pengalaman pendidikan yang berharga karena siswa Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 tidak hanya menyerap konsep tetapi juga dapat memahami serta mengaplikasikannya secara langsung. menemukan sekolah mana yang cocok untuk menjadi Dalam CTL tempat penelitian. Pada tanggal 28 April tepatnya di memungkinkan siswa untuk menggunakan masalah hari Senin, peneliti meminta izin kepada Kepala kontekstual sebagai sarana untuk meningkatkan Sekolah untuk melaksanakan penelitian tersebut di pemahaman mereka terhadap konsep abstrak, sehingga sekolah ini, serta peniliti juga langsung melakukan observasi pada sekolah guna untuk mengetahui keterampilan numerik mereka (Hilaliyah et al. , 2. CTL memberikan pengalaman belajar yang bermakna karena Siswa tidak hanya memahami konsep kemampuan numerasi siswa pada bagian bab mana siswa kurang mahir dan dengan menggunakan metode apa yang cocok untuk siswa. tetapi juga memahami dan menerapkannya secara Sehingga pada bulan Mei, peneliti mulai Dalam konteks pendidikan matematika. CTL menyusun instrumen serta tak lupa juga untuk memungkinkan siswa untuk menjadikan masalah memvalidasikanya dengan para ahli yang sudah kontekstual sebagai jembatan menuju pemahaman berpengalaman, baik dari lembar observasi, lembar konsep abstrak, sehingga meningkatkan motivasi, kerja siswa yang berupa pre-tes & post-tes. Lalu, tiba pemahaman, dan kemampuan numerasi (Putra & Surya, 2. dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 Mei 2025, yang Beberapa mana mencakup kegiatan pelaksanaan pretest dan korelasi positif antara penerapan CTL dengan posttest, serta implementasi penggunaan strategi CTL dalam proses pembelajaran pada materi Perbandingan CTL pemecahan masalah, berpikir logis, serta kemampuan terdiri atas soal pre-test & post-test serta lembar (Nasution & Siregar, 2. Menurut Afni dan Hartono observasi terhadap aktivitas siswa dan guru. Soal pre- . , pendekatan CTL dapat meningkatkan literasi test dan post-test disusun untuk mengukur penguasaan terhadap konsep perbandingan sebelum dan sesudah matematika dengan situasi kehidupan nyata. Astuti, pembelajaran menggunakan CTL ini. Instrumen pada Wijaya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini dan Skala guna meningkatkan pemahaman siswa. tes dikembangkan berdasarkan indikator pembelajaran pentingnya keyakinan guru dalam mengembangkan dan Hanum . , dalam Kurikulum merdeka dan divalidasi oleh para keterampilan numerasi siswa. Oleh karena itu. CTL ahli, yaitu dosen pendidikan matematika dan guru mata pelajaran, untuk menjamin validitas isi dan matematika, terutama pada materi yang membutuhkan Lembar observasi disusun berdasarkan perbandingan dan skala. CTL mengamati keterlibatan siswa dan keterlaksanaan kegiatan guru selama proses pembelajaran. Keabsahan data sudah dijamin melalui proses Metode Penelitian Pendekatan eksperimen kuantitatif digunakan validasi oleh ahli dan penggunaan dua observer dalam penelitian ini yang akan dilaksanakan di SMP independen untuk meningkatkan reliabilitas data Negeri 1 Gondangwetan. Kabupaten Pasuruan. Persamaan Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan dalam penelitian ini dilakukan sebelum pengambilan data. Kemudian, data kuantitatif dari pretest dan posttest dianalisis untuk mengidentifikasi peningkatan terhadap hasil belajar, menggunakan model pembelajaran CTL. Dimulai pada sedangkan data dari observasi digunakan untuk bulan April dimana pada bulan ini peniliti mulai memperkuat temuan dan memberikan gambaran melakukan observasi di beberapa sekolah , sehingga pelaksanaan pembelajaran secara menyeluruh. Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Desain data terdistribusi normal, sebuah prasyarat penting pendekatan penelitian kuasi-eksperimental dengan pre-test post-test Selanjutnya, uji t berpasangan diaplikasikan untuk Hanya ada satu kelompok kelas yang mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, dihitung pula nilai kontekstual ini. Berikutnya, tes kemampuan numerasi diberikan kepada kelompok tersebut sebelum dan peningkatan kemampuan numerasi siswa sesudah sesudah perlakuan untuk mengukur peningkatan yang proses pembelajaran dengan penggunaan pendekatan Skema desain penelitian dapat dijelaskan Contextual Teaching and Learning (CTL). Seluruh sebagai berikut: proses analisis ini dijalankan dengan bantuan software OCA Ie X Ie OCC SPSS versi 25. Keterangannya. tes awal kemampuan numerasi (OCA). Hasil Penelitian perlakuan pembelajaran menggunakan pendekatan Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 CTL (X). tes akhir kemampuan numerasi (OCC). Dengan Gondangwetan dengan melibatkan 25 siswa kelas Vi skema ini, peneliti dapat membandingkan hasil pretest sebagai partisipan. Tujuan daripada penelitian ini dan posttest untuk melihat apakah ada peningkatan adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pembelajaran dengan pendekatan CTL. dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Tahap persiapan, implementasi, serta evaluasi khususnya pada materi perbandingan dan skala. merupakan tiga komponen utama yang penting dalam Dokumentasi kegiatan ini dilakukan secara membentuk proses penelitian ini. Selama pada tahap langsung selama proses pembelajaran berlangsung. perencanaan, peneliti menyiapkan serta memvalidasi Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam beberapa alat ukur penelitian ini seperti soal pre-test dan post-test, tahap, sesuai prinsip-prinsip pendekatan CTL yang lembar kerja siswa (LKS), serta lembar observasi, menekankan keterkaitan materi dengan konteks sekaligus menentukan subjek penelitian yakni siswa kehidupan nyata. kelas Vi di SMP Negeri 1 Gondangwetan. Pada tahap pelaksanaan dimulai dengan penyerahan pre-test untuk mengevaluasi kemampuan numerasi awal siswa, lalu dilanjutkan dengan proses pembelajaran yang akan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL), di mana materi tentang perbandingan dan skala dihubungkan dengan fakta di kehidupan nyata yang dihadapi siswa sehari-hari. Proses pengadministrasian post-test untuk menilai perubahan Dilanjut dengan fase terakhir mencakup Gambar 1. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran CTL. pengumpulan data hasil tes, analisis peningkatan kemampuan numerasi siswa, serta pencatatan proses pembelajaran untuk keperluan laporan penelitian. Pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam penelitian ini dilakukan Analisis data sebelum dan sesudah tes dilakukan melalui tujuh tahapan sistematis yang mengaitkan secara kuantitatif, dengan fokus pada statistik deskriptif konsep matematika dengan konteks kehidupan sehari- untuk melihat gambaran umum seperti nilai rata-rata, nilai minimum, dan nilai maksimum. Kemudian, pembelajaran, di mana guru menyusun materi Tahap pengecekan normalitas dilakukan untuk memastikan Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Perbandingan dan Skala yang dikaitkan dengan (CTL), peneliti menggunakan alat ukur berupa tes di pengalaman riil siswa, seperti perbandingan harga atau awal . re-tes. dan tes di akhir . ost-tes. Kedua tes ini penggunaan skala pada peta. Hal ini sejalan dengan dirancang khusus dengan berpedoman pada materi pendapat Sanjaya . , yang menyatakan bahwa CTL perbandingan dan skala. menuntut perencanaan materi berbasis konteks yang Setiap tes terdiri dari 10 soal yang dirancang dekat dengan keseharian peserta didik. Tahap kedua untuk menilai kemampuan siswa sebelum dan sesudah adalah pengenalan konteks, saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menghubungkan topik mengandung konteks serta mengharuskan siswa untuk dengan fenomena yang familiar, sehingga siswa berpikir logis dan memahami penerapan konsep terdorong untuk belajar karena merasa materi tersebut numerasi dalam kehidupan sehari-hari. relevan dengan kehidupan mereka (Muslich, 2. soal-soal Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar Tahap ketiga adalah eksplorasi materi, di mana soal yang berkaitan dengan materi perbandingan dan siswa dibagi dalam kelompok untuk mencari, skala, dapat disimpulkan bahwa secara umum siswa mengamati, atau mendiskusikan informasi terkait telah memahami konsep dasar perbandingan dan materi perbandingan dan skala. Guru hanya bertindak mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks. sebagai fasilitator yang membimbing proses konstruksi Hal ini terlihat dari sebagian besar jawaban yang pengetahuan siswa secara mandiri dan kolaboratif. menunjukkan kemampuan dalam menggunakan rasio Dalam tahap analisis dan diskusi kelompok, guru atau skala untuk menentukan nilai yang dicari. mengarahkan siswa untuk mengolah data, menemukan Misalnya, pada soal nomor 2 dan 6 yang berkaitan pola, dan menarik kesimpulan bersama. Menurut Nurhadi . , diskusi dalam CTL sangat penting menguraikan proporsi dengan tepat dan menghitung karena melatih kemampuan berpikir kritis dan usia dengan benar. Begitu pula pada soal nomor 10, pemahaman konseptual. Selanjutnya, pada tahap siswa berhasil menghitung bagian dari jumlah uang kontekstual yang harus diselesaikan menggunakan kemampuan dalam memahami dan menggunakan konsep yang telah dipelajari. Di tahap ini, penerapan rasio secara proporsional. pengetahuan ke dalam situasi nyata menjadi tolok ukur pemahaman siswa. Selain itu, siswa juga tampak cukup baik dalam menyelesaikan soal perbandingan yang berbasis skala. Pada refleksi pembelajaran, guru mengajak siswa seperti pada soal nomor 1, 3, 5, dan 7. Siswa dapat mengevaluasi proses belajar mereka, mengaitkan mengalikan panjang atau jarak dengan faktor skala pemahaman yang diperoleh dengan pengalaman untuk mendapatkan ukuran sebenarnya. Hal ini pribadi, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka menunjukkan bahwa siswa telah memahami bahwa Refleksi merupakan ciri penting dalam CTL skala merupakan perbandingan antara ukuran pada gambar dan ukuran sesungguhnya. Namun, dalam membentuk kesadaran metakognitif siswa (Rusman, beberapa soal seperti nomor 1 dan 5, tampak bahwa Terakhir, pada tahap evaluasi hasil belajar, guru siswa kurang cermat dalam menuliskan satuan akhir memberikan post-test untuk menilai peningkatan Misalnya, meskipun telah menghitung jarak kemampuan numerasi siswa, serta mengevaluasi sebenarnya dengan tepat, siswa tidak menyertakan keterlibatan dan partisipasi aktif mereka selama satuan yang sesuai seperti AucmAy atau AumAy, atau kadang pembelajaran berlangsung. Dengan pendekatan ini, mencampur penggunaan satuan dalam satu konteks. CTL tidak hanya mengembangkan pemahaman Hal ini menunjukkan bahwa aspek ketelitian dan konseptual, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan berpikir siswa secara menyeluruh. memperkuat makna Guna mengukur sejauh mana peningkatan keterampilan numerasi siswa setelah menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Media dan Zat Pengatur Tumbuh: Induksi Kalus Embriogenik Gambar 2. Respon siswa sebelum pembelajaran CTL . Di sisi lain, masih terdapat beberapa kekeliruan memperhatikan detail seperti satuan dan format yang mencerminkan perlunya penguatan konsep. Hal ini akan membantu meningkatkan Misalnya, pada soal nomor 4 tentang rasio jumlah siswa laki-laki dan perempuan, meskipun jawabannya sudah dituliskan dengan angka Au40 siswa perempuanAy. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa atas lembar catatan dari guru menunjukkan bahwa siswa tidak soal numerasi yang mencakup materi perbandingan menjelaskan langkah-langkah atau alasan di balik dan skala, tampak bahwa siswa menunjukkan jawaban tersebut. Hal ini menandakan bahwa siswa kemampuan numerasi yang sangat baik. Hal ini terlihat perlu didorong untuk menyertakan proses berpikirnya dari hampir seluruh jawaban yang diberikan sudah secara tertulis, agar guru dapat memverifikasi cara kerja benar dan disertai dengan proses penyelesaian yang Sementara itu, pada soal 8 dan 9, siswa Misalnya, pada soal nomor 1 yang meminta siswa menghitung jarak sebenarnya berdasarkan skala peta menyelesaikan perbandingan berat dan panjang, 1:250. 000, siswa mampu mengalikan jarak pada peta . meskipun tetap ada catatan kecil terkait satuan dan c. dengan benar hingga diperoleh jawaban 5 km, yang format penulisan yang kurang konsisten. bahkan kemudian dikonversikan lagi menjadi 7,5 km Secara keseluruhan, siswa telah menunjukkan sesuai konteks soal. Ini menunjukkan bahwa siswa kemampuan numerasi yang cukup baik, terutama tidak hanya memahami perbandingan skala, tetapi juga dapat mengonversi satuan dengan baik. perbandingan serta skala dalam berbagai konteks. Kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah Namun demikian, beberapa aspek seperti ketelitian perbandingan juga tampak pada soal nomor 2 dan 6, dalam penulisan satuan, konsistensi jawaban, dan yang berkaitan dengan rasio umur dan tinggi badan. kemampuan menjelaskan proses pengerjaan masih Siswa perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pembelajaran ke menerapkannya dalam konteks yang sesuai, seperti depan perlu difokuskan tidak hanya pada penyelesaian menentukan tinggi badan Adi dari rasio tinggi badan soal, tetapi juga pada pembiasaan menuliskan proses atau menentukan umur berdasarkan perbandingan. berpikir matematis secara runtut dan jelas serta Hal yang sama terlihat pada soal nomor 5 dan 9, di Jurnal Sains Indonesia C Volume 29 C Nomor 1 C Januari - Maret 2005 Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 mana siswa bisa memahami dan mengaplikasikan bahwa siswa memiliki pemahaman konseptual yang rasio dalam konteks keuangan dan panjang benda kuat terhadap arti perbandingan dalam kehidupan berdasarkan gambar 3. Keberhasilan ini menunjukkan sehari-hari. Gambar 3. Respon siswa setelah pembelajarna CTL (Siswa . mendalam untuk memperkuat pemahaman konseptual Di sisi lain, siswa juga menunjukkan ketelitian dan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah. dan kecermatan dalam menjawab soal-soal yang Dalam hal Ketepatan Jawaban. Siswa setelah melibatkan informasi kontekstual. Pada soal nomor 4 penerapan CTL menunjukkan ketepatan jawaban yang dan 7, yang melibatkan data jumlah siswa dan panjang lebih tinggi dibandingkan siswa sebelum penerapan rumah, siswa dapat menyusun perhitungan secara logis CTL. Hampir seluruh soal pada lembar jawaban siswa dan memberikan jawaban yang sesuai. Bahkan, pada kedua dijawab dengan benar dan mendapat apresiasi beberapa soal terlihat siswa menyertakan alternatif langsung dari guru dengan catatan AuGood!Ay, tanpa ada langkah atau koreksi kecil sebagai bentuk refleksi atas koreksi besar. Sementara itu, pada lembar jawaban siswa proses berpikirnya. Ini menandakan bahwa siswa tidak pertama, terdapat beberapa kesalahan perhitungan dan hanya melakukan perhitungan mekanis, tetapi juga ketidaksesuaian satuan, misalnya dalam soal skala dan mampu mengevaluasi hasil kerja mereka sendiri. panjang sebenarnya, yang mengharuskan guru memberi Secara keseluruhan, siswa ini menunjukkan Hal ini menunjukkan bahwa siswa kedua memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap konsep pemahaman yang baik terhadap konsep perbandingan perbandingan dan skala serta mampu menerapkannya dan skala serta keterampilan penerapan dalam berbagai secara akurat. Kemampuan ini mencerminkan kecakapan Dalam dalam berpikir proporsional, memahami satuan, serta menuliskan langkah-langkah perhitungan secara runtut menghubungkan matematika dengan situasi nyata. dan jelas. Setiap jawaban disertai dengan proses Guru penghitungan, termasuk tahapan membandingkan, mengalikan, atau mengkonversi satuan yang relevan. kontekstual yang menantang serta diskusi yang Hal ini memudahkan dalam menilai alur berpikir siswa Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 serta menunjukkan bahwa siswa memahami prosesnya, pembelajaran dikaitkan dengan situasi nyata dalam bukan hanya menebak hasil. Sebaliknya, siswa pertama kehidupan sehari-hari. cenderung langsung menuliskan hasil akhir tanpa menunjukkan proses lengkap, sehingga tidak seluruh Tabel 1. Statistik Deskriptif data pretest dan posttest Statistik deskriptif Prestest Postest Gain Score Rata-rata Standar Deviasi Nmax Nmin Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Ketidaktampakan proses ini menyulitkan dalam menilai apakah kesalahan terjadi karena kesalahan konsep atau hanya ketidaktelitian. Dari sisi presentasi, hasil kerja siswa kedua tampak lebih rapi dan terstruktur. Tulisan jelas, penempatan angka konsisten, serta tidak terdapat coretan atau perbaikan yang mengganggu keterbacaan. Sebaliknya, pada lembar siswa pertama, terdapat beberapa bagian yang kurang rapi, terutama karena adanya coretan koreksi dari guru yang menandakan adanya kekeliruan awal. Keterbacaan yang baik sangat penting dalam evaluasi pekerjaan siswa karena mempengaruhi pemahaman terhadap cara berpikir dan penerapan konsep matematika. Siswa kedua juga lebih konsisten dalam menggunakan konsep perbandingan, skala, dan Ia mampu mengonversi satuan dengan tepat dan mengaplikasikan rumus matematika secara sistematis di berbagai jenis soal. Hal ini menandakan bahwa pemahaman konsepnya sudah cukup matang dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks Sementara itu, siswa pertama menunjukkan pemahaman konsep yang cukup baik namun masih ada ketidakkonsistenan, khususnya dalam menyusun Konsistensi ini penting agar siswa tidak hanya mampu menyelesaikan soal yang familiar, tetapi juga soal yang menantang dengan konteks berbeda. Dengan demikian, secara keseluruhan siswa kedua memperlihatkan performa numerasi yang lebih unggul di seluruh aspek yang dianalisis. Kemudian data kuantitatif dari hasil pretest memperlihatkan bahwa kemampuan awal siswa dalam memahami konsep numerasi masih tergolong rendah, dengan rata-rata skor sebesar 53,8. Setelah penerapan pembelajaran menggunakan pendekatan CTL, nilai posttest mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata mencapai 88,0, sehingga terjadi kenaikan ratarata sebesar 34,2 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa paired sample t-test, maka diperoleh nilai signifikansi . sebesar 0,000 . < 0,. dengan nilai t sebesar 14,06. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil dari pretest maupun posttest siswa setelah diterapkannya pendekatan pembelajaran CTL. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran CTL efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi yang diajarkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan CTL efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa SMP, khususnya pada materi perbandingan dan skala. Pembahasan Hasil penerapan model pembelajaran CTL memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian Ritonga dan Azis . yang menyatakan CTL membantu siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika berbasis cerita. Selaras dengan itu, studi yang dilakukan oleh Hilaliyah dkk. juga CTL pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 1 Gondangwetan memperkuat bukti bahwa model Contextual Teaching and Learning berdampak nyata terhadap peningkatan kemampuan numerasi. Hal ini terlihat dari lonjakan rata-rata nilai numerasi siswa dari 54,4 pada saat pretest menjadi 87,2 setelah posttest. Peningkatan sebesar 32,8 poin ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memahami materi numerasi ketika pembelajaran Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 dikaitkan langsung dengan situasi kehidupan sehari- memberikan pengalaman belajar yang bermakna sehingga mendorong penguatan keterampilan berpikir Pendekatan CTL mendorong siswa untuk kritis siswa. menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman Penelitian ini juga memperkuat pendapat Arends nyata yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. yang menyebutkan bahwa CTL adalah strategi Dalam pembelajaran numerasi, khususnya pada topik yang efektif dalam membantu siswa membangun perbandingan dan skala, keterlibatan siswa dalam makna dari apa yang mereka pelajari melalui kegiatan yang kontekstual memudahkan mereka keterlibatan aktif dalam konteks yang autentik. Dewi memahami konsep karena mereka dapat melihat kaitan langsung antara pelajaran dan pengalaman pribadi. Sesuai Primayana CTL Suparno meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dengan menjadikan pembelajaran lebih relevan dan membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman Selain itu. Ridwan. Sari, dan Lestari . bermakna, bukan hanya menghafal. Mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari juga mempermudah meningkatkan pemahaman matematika siswa melalui pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan keterlibatan aktif mereka selama proses pembelajaran. (Suparno, 2020. Nurhadi, 2. Temuan Firdaus et al. Secara keseluruhan. CTL terbukti menjadi model . juga mendukung hal ini dengan menyatakan pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan CTL SMP. meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis Pendekatan CTL dapat menjadi alternatif yang strategis serta memecahkan masalah matematika. untuk mengatasi rendahnya kemampuan numerasi di Secara statistik. Hasil akhir uji coba paired tingkat SMP, terutama jika diterapkan secara konsisten sample t-test memperlihatkan nilai signifikansi sebesar dan kontekstual dengan kehidupan siswa. Dengan 0,000 . < 0,. dengan nilai t sebesar 14,06, yang menghadirkan pembelajaran yang mengaitkan materi mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan matematika pada pengalaman sehari-hari siswa. Temuan ini mereka menjadi lebih termotivasi, aktif dalam belajar, mendukung penelitian Siregar & Manurung . , dan mampu memahami materi secara lebih mendalam. pretest dan posttest. yang juga menemukan bahwa CTL secara nyata meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran Penutup Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Menurut Dewi & Primayana . CTL tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu mengurangi kecemasan matematika. Ini dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa menjadi penting karena kecemasan seringkali menjadi kelas Vi di SMP Negeri 1 Gondangwetan. Dengan penghambat bagi siswa dalam menyerap materi melibatkan 25 siswa dan menggunakan desain pretest- Pendekatan CTL mendorong siswa agar lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran peningkatan rata-rata skor dari 54,4 saat pretest menjadi melalui kegiatan seperti diskusi dalam kelompok, 87,2 pada posttest, atau mengalami lonjakan sebesar eksplorasi lingkungan sekitar, serta penyelesaian 32,8 poin. Analisis data dilakukan melalui uji paired masalah yang didasarkan pada situasi nyata (Mallika, sample t-test dan menghasilkan nilai signifikansi p = Ridwan et al. , 2. 0,000 . < 0,. dengan nilai t sebesar 14,06, yang Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa model mengindikasikan bahwa penerapan CTL memberikan CTL memberi ruang bagi pengembangan keterampilan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) seperti analisis dan numerasi siswa. evaluasi, sebagaimana dinyatakan oleh Suryawati & Osman . , bahwa pembelajaran berbasis konteks Hasil pendekatan CTLAiyang Toyiba. Fuat. Lestari. Badriyah. , & Kholifah. Penerapan Contextual Teaching. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 antara materi pelajaran dengan situasi kehidupan nyataAidapat meningkatkan pemahaman konsep. Journal of Education and Practice, 6. , 125Ae mendorong partisipasi aktif, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu. Mallika. Studi kasus penerapan pendekatan model pembelajaran CTL direkomendasikan untuk Contextual Teaching Learning diimplementasikan secara lebih luas dalam pengajaran pembelajaran matematika. International Journal of numerasi di tingkat SMP, dengan dukungan kebijakan Educational Research, 12. , 89Ae97. sekolah serta pelatihan guru yang memadai. Model ini Nasution. , & Siregar. Dampak pendekatan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat Contextual Teaching and Learning terhadap literasi numerasi di kalangan siswa. kemampuan pemecahan masalah matematika Journal of Mathematics Education, 10. , 45Ae52. Ucapan Terima Kasih OECD. PISA 2018 results (Volume I): What students Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Pengampu Mata Kuliah Publikasi Artikel Ilmiah atas bimbingan dan pendampingannya selama proses OECD Publishing. https://doi. org/10. 1787/5f07c754-en Nurhadi. Contextual penulisan artikel ini. Ucapan terima kasih juga Menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan disampaikan kepada keluarga, sahabat, dan semua dan bermakna. PT Remaja Rosdakarya. pihak yang telah memberikan dukungan selama Prastowo. Suryani. , & Hidayat. pelaksanaan penelitian. Penghargaan khusus diberikan Kesalahpahaman siswa dalam memahami rasio kepada pengelola jurnal ilmiah atas kesediaannya dan proporsi: Studi kasus. Journal of Mathematics menyediakan wadah publikasi, dengan harapan karya Education, 13. , 101Ae110. ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan turut Putra. , & Surya. Pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar matematika siswa. International Journal of numerasi siswa. Sciences: Basic and Applied Research, 52. , 1Ae10. Daftar Pustaka