Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Sebuah Kajian Sejarah Tentang Perkembangan Pendidikan di Damaskus dan Andalusia Moh Yusup Saepuloh Jamal1. Siti Noer2. Neng Siti3. Ai Amelia4. Said Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Jl. Suryalaya Ae Pagerageung. Desa Tanjungkerta. Kec. Pagerageung. Kab. Tasikmalaya. Jawa Barat Email: 1 mohyusupsj@gmail. com, 2sitinoerazizah75@gmail. sitis9922@gmail. com, 4aiamelia789@gmail. Abstrak Masa pemerintahan Dinasti Bani Umayyah merupakan periode transformasi besar dalam sejarah Islam, di mana sistem pemerintahan berubah menjadi monarki dan wilayah kekuasaan meluas secara signifikan hingga ke Eropa. Perkembangan pendidikan pada era ini didorong oleh kondisi masyarakat yang semakin multikultural serta interaksi intensif dengan peradaban asing seperti Yunani dan Persia. Kemajuan intelektual tercermin dari lahirnya berbagai disiplin ilmu, mulai dari penguatan ilmu keagamaan seperti kodifikasi hadis hingga perkembangan ilmu rasional seperti kedokteran, filsafat, dan astronomi. wilayah Andalusia, pendidikan mencapai puncaknya melalui dukungan penuh para penguasa dan keterbukaan terhadap tradisi keilmuan eksternal, yang menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat peradaban utama bagi dunia Islam maupun Barat. Kata Kunci: Dinasti Bani Umayyah. Sistem Monarki. Pendidikan Islam. Masyarakat Multikultural. Kemajuan Intelektual. Andalusia. Abstract The Umayyad Dynasty represents a significant era in Islamic history, marked by the transition of the governance system into a monarchy and the expansion of its territory toward Europe. Educational development during this period was fueled by an increasingly multicultural society and intensive interaction with foreign civilizations such as Greece and Persia. Intellectual progress is reflected in the emergence of various disciplines, ranging from the strengthening of religious sciences, such as the codification of Hadith, to the development of rational sciences like medicine, philosophy, and In Andalusia, education reached its zenith through the full support of the rulers and an openness to external scientific traditions, positioning the region as a primary center of civilization for both the Islamic and Western worlds. Kata Kunci / Keywords: Sejarah Pendidikan Islam. Bani Umayyah. Damaskus. Andalusia. Ilmu Pengetahuan (History of Islamic Education. Umayyad Dynasty. Damascus. Andalusia. Scienc. Keywords: Umayyad Dynasty. Monarchical System. Islamic Education. Multicultural Society. Intellectual Advancement. Al-Andalus. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan instrumen paling vital dalam pembangunan sebuah peradaban, dan dalam sejarah Islam, peran ini telah terlihat sejak periode awal kenabian hingga masa keemasan kekhalifahan. Setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin, estafet kepemimpinan Islam beralih ke tangan Dinasti Bani Umayyah yang didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 661 M. Peralihan ini tidak hanya mengubah struktur politik dari sistem pemilihan menjadi sistem monarki . , tetapi juga membawa dampak yang sangat luas terhadap perkembangan intelektual dan sistem Dengan pusat pemerintahan yang berpindah ke Damaskus. Islam mulai bersentuhan secara intensif dengan tradisi-tradisi kuno yang kaya akan pengetahuan, seperti peradaban Romawi. Persia, dan Yunani, yang kemudian memberikan warna baru dalam kurikulum dan metode pembelajaran saat itu. Seiring dengan keberhasilan ekspansi militer yang membawa panji-panji Islam hingga ke wilayah Afrika Utara dan daratan Eropa, khususnya Andalusia (Spanyo. , tantangan kependidikan pun semakin kompleks. Dinasti Bani Umayyah dihadapkan pada masyarakat yang sangat heterogen dengan latar belakang budaya, bahasa, dan agama yang Hal ini memicu munculnya kebijakan strategis seperti arabisasi, yang menjadikan bahasa Arab bukan hanya sebagai bahasa administrasi negara, melainkan juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan universal. Proses ini memudahkan transfer pengetahuan antarwilayah dan mempercepat perkembangan ilmu-ilmu naqliyah seperti tafsir dan kodifikasi hadis, serta ilmu-ilmu aqliyah seperti kedokteran, kimia, dan filsafat yang mulai diterjemahkan dari teks-teks klasik. Puncak kejayaan pendidikan pada masa ini juga ditandai dengan munculnya berbagai lembaga pendidikan yang semakin terstruktur. Jika sebelumnya 1 Zuhairini dkk. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. 2 Samsul Nizar. Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia (Jakarta: Kencana, 2. , hlm. 73Ae75. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pendidikan hanya berpusat di masjid dan kuttab, pada era Bani Umayyah mulai dikenal pendidikan khusus di lingkungan istana bagi anak-anak penguasa, serta munculnya institusi kesehatan seperti bimaristan yang juga berfungsi sebagai pusat studi medis. Dinamika intelektual ini mencapai titik tertingginya di Andalusia, di mana para khalifah Umayyah di Barat membangun perpustakaan megah dan universitas yang menarik pelajar dari berbagai penjuru dunia. Kebebasan akademik dan dukungan finansial yang besar dari penguasa menjadikan masa ini sebagai fondasi dasar bagi kebangkitan ilmu pengetahuan Namun, di balik kegemilangan tersebut, terdapat dinamika sejarah yang panjang mengenai bagaimana sistem pendidikan ini dibentuk dan dipertahankan. Pemahaman mengenai sejarah pendidikan pada masa Bani Umayyah menjadi sangat penting untuk melihat bagaimana Islam mampu menyerap unsur-unsur positif dari peradaban lain tanpa kehilangan identitas aslinya. Oleh karena itu, pengkajian mendalam mengenai pola pendidikan, lembaga-lembaga yang berperan, serta kontribusi para ilmuwan di Damaskus dan Andalusia menjadi sangat relevan untuk dipelajari guna memahami akar dari kemajuan intelektual umat Islam yang nantinya akan menjadi obor bagi masa pencerahan di dunia Barat. METODE Penyusunan kajian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur sejarah dan referensi buku yang relevan mengenai perkembangan pendidikan pada era Bani Umayyah. Penulisan difokuskan pada analisis sejarah berdirinya dinasti, dinamika sosial masyarakat, sistem kelembagaan di Damaskus, serta puncak pencapaian intelektual di Andalusia. Informasi yang diperoleh kemudian disintesis untuk memaparkan bagaimana kurikulum, metode pembelajaran, dan peran tokoh-tokoh kunci saling berkaitan dalam membangun fondasi pendidikan Islam di wilayah Timur dan Barat. 3 Abuddin Nata. Sejarah Pendidikan Islam pada Periode Klasik dan Pertengahan (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. , hlm. 55Ae58. 4 Hasan Asari. Menyingkap Zaman Keemasan Islam: Kajian atas Lembaga-Lembaga Pendidikan (Bandung: Citapustaka Media, 2. , hlm. 84Ae87. 5 Sejarah Pendidikan Islam Dalam Perspektif Metode Penelitian Sejarah," Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam 3, no. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Dinasti Bani Umayyah Dinasti Bani Umayyah merupakan dinasti pertama dalam sejarah pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan atau monarki. Dinasti ini didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41 H/661 M setelah berakhirnya masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Tahun tersebut dikenal dengan istilah AoAmm alJamAAoah . ahun persatua. , karena pada masa itu umat Islam sepakat mengangkat MuAoawiyah sebagai khalifah setelah terjadinya berbagai konflik politik di kalangan umat Islam. Berdirinya Dinasti Umayyah tidak dapat dilepaskan dari peristiwa politik yang terjadi setelah wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib. Konflik antara kelompok yang mendukung Ali dan kelompok yang mendukung Muawiyah menyebabkan terjadinya perang Shiffin dan peristiwa tahkim . Setelah wafatnya Ali, kepemimpinan umat Islam sempat dipegang oleh putranya. Hasan bin Ali. Namun, demi menjaga persatuan umat Islam. Hasan kemudian menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. 7 Peristiwa ini menjadi awal berdirinya Dinasti Bani Umayyah. Setelah menjadi khalifah. Muawiyah melakukan beberapa perubahan penting dalam sistem pemerintahan Islam. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah mengubah sistem pemerintahan yang sebelumnya bersifat musyawarah menjadi sistem monarki turun-temurun. Selain itu. Muawiyah juga memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus di wilayah Syam 8. Pemindahan ibu kota ini dilakukan karena Damaskus dianggap lebih strategis dalam mengendalikan wilayah kekuasaan yang semakin luas. Kondisi Sosial dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah Pada masa pemerintahan Dinasti Bani Umayyah, kondisi sosial masyarakat Islam mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh 6 Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. , hlm. 7 Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2. , hlm. Dedi Supriyadi. Sejarah Peradaban Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2. , hlm. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 meluasnya wilayah kekuasaan Islam yang mencakup berbagai daerah dengan latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah meliputi kawasan Arab. Persia. Afrika Utara, hingga sebagian wilayah Eropa seperti Andalusia (Spanyo. Kondisi ini menyebabkan masyarakat Islam menjadi masyarakat yang multikultural yang terdiri dari berbagai etnis seperti Arab. Persia. Romawi, dan bangsa lainnya. Keberagaman sosial tersebut juga mendorong terjadinya pertukaran budaya dan pengetahuan di antara berbagai kelompok masyarakat. Interaksi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa memberikan pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, bahasa, seni, dan budaya dalam dunia Islam. Selain itu, kebijakan para khalifah Bani Umayyah yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi dan pemerintahan juga mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan di berbagai wilayah kekuasaan Islam10 Berbagai bidang ilmu mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Bani Umayyah, antara lain: Ilmu Keagamaan Ilmu-ilmu keagamaan seperti ilmu Al-Quran, hadis, dan fiqh berkembang secara signifikan. Kodifikasi hadis mulai dilakukan pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz. 11 Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga keaslian hadis Nabi Muhammad SAW serta memperluas penyebarannya. Perkembangan ilmu fiqh juga semakin maju dan menjadi dasar bagi lahirnya berbagai mazhab dalam Islam. Ilmu Sejarah dan Geografi Pengetahuan dalam bidang sejarah dan geografi mulai berkembang pada masa ini. Para ilmuwan mulai mencatat berbagai peristiwa penting yang berkaitan 9 Abuddin Nata. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , hlm. 10 Zuhairini dkk. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. 11 Samsul Nizar. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , hlm. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 dengan perkembangan masyarakat Islam serta wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan Islam. Ilmu Bahasa Arab Ilmu bahasa Arab seperti nahwu dan sharaf mulai berkembang pesat. Perkembangan ini bertujuan untuk menjaga kemurnian bahasa Arab serta membantu umat Islam dalam memahami Al-Quran dan hadis secara benar. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Asing Pada masa Dinasti Umayyah mulai muncul minat terhadap ilmu pengetahuan dari peradaban lain seperti Yunani dan Persia. Ilmu-ilmu seperti logika . , astronomi, matematika, dan filsafat mulai dipelajari oleh para ilmuwan Muslim, yang kemudian menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada masa . Ilmu Kedokteran. Kimia, dan Astrologi Dalam bidang kedokteran, ilmu pengobatan mulai berkembang dengan menggabungkan pengetahuan dari tradisi Arab dengan ilmu kedokteran Yunani dan Persia. Salah satu tokoh yang dikenal pada masa ini adalah al-Harits ibn Kaladah dari Thaif yang mempelajari ilmu kedokteran di Persia dan dikenal sebagai salah satu dokter Muslim awal. Seni Rupa Seni rupa berkembang cukup pesat pada masa Dinasti Umayyah. Salah satu ciri khas seni Islam pada masa ini adalah munculnya gaya hias Arabesque yang menggunakan motif tumbuhan dan pola geometris. Contoh perkembangan seni rupa dapat ditemukan pada berbagai bangunan istana dan tempat peristirahatan para khalifah (Hitti, 2. Seni Musik Seni musik juga berkembang pada masa pemerintahan Bani Umayyah. Beberapa khalifah seperti Yazid dan al-Walid dikenal sebagai pelindung para 12 Muhajir. Rismawati. , & Istiqomah. Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Bani Umayyah. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6. 13 Ely Zainudin. Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 3. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 seniman dan musisi. Musik mulai diperkenalkan di lingkungan istana dan berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat pada masa tersebut Sistem Pendidikan pada Masa Bani Umayyah di Damaskus 14 Pada zaman Bani Umayyah Damaskus Pendidikan Islam lebih maju dibanding sebelumnya. Di zaman khulafaurrasyidin pendidikan agama dilaksanakan di Kuttab, masjid, sedangkan di zaman Bani Umayyah Damaskus diselenggarakan majlis-majlis ilmu. Ketertarikan atas ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu fikih dan ilmu kalam mulai nampak. Perluasan wilayah kekuasaan Bani Umayyah juga menjadi sebab wilayah taklukannya mempelajari bahasa Arab. Dikarenakan banyaknya orang luar Arab sehingga menimbulkan dialek-dialek yang bisa merusak bahasa Arab. Keadaan inilah yang menjadikan semakin besar desakan untuk mempelajari bahasa Arab, akhirnya terbentuklah ilmu bahasa Arab. Diantara karakteristik Pendidikan masa Bani Umayyah Damaskus adalah: Arabisasi sistem dan Ilmu pengetahuan Latar belakang arabisasi system dan ilmu penegetahuan dikarenakan kemajemukan suku, bangsa, dan bahasa di masa Bani Umayyah. Pada saat itu belum ada bahasa persatuan, mereka menggunakan bahasa daerahnya masingmasing. Sehingga akhirnya dijadikan bahasa Arab sebagai bahasa persatuan. Hal ini juga untuk memudahkan para muallaf mempelajari Islam. Pada masa ini juga sudah mulai buku-buku bahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Persia dan lain sebagainya. Begitu juga sebaliknya sudah dimulai buku bahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Maka mulailah perkembangan ilmu pengetahuan dimasa ini yang diserap dari pemikiran Yunani dan sebagainya. Seiring berkembangnya bahasa Arab sebagai bahasa persatuan, tata bahasa juga mulai berkembang. Pelopor dari bentuk tulisan tata bahasa Arab ini adalah Abu al-Aswad al-Duali membentuk perbendaharaan kata. Al-Khalid bin Ahmad menyusun kamus bahasa Arab dengan kitabnya al Ayn. 14 Marcel Tri Wahyudi et al. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10. 15 Syatiri et al. Jambura History and Culture Journal, 5. 16 Wenty Septria DS. Syamsuddin. Usman. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. TABYIN Jurnal Pendidikan Islam, volume 5 nomor 2, halaman 59 sampai 69. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Cikal bakal pembentukkan mazhab serta dimulainya berpikir bebas dalam Masa Bani Umayyah merupakan masa yang menanamkam cikal bakal terjadinya gerakan-gerakan filosofis keagamaan hal ini memberikan pengaruh juga terhadap kebebasan berpikir dalam pendidikan Islam. Dimulai pekembangan dan kajian-kajian ilmu keagamaan seperti fiqh, teologi, sufi, dan lain sebagainya. Perkembangan ilmu tersebut tidak terlepas dari cara berpikir para mujtahid dan ahli fuqaha dalam menentukan hukum Islam dan berijtihad. Cara berpikir tersebut secara tidak langsung terpengaruh oleh filsafat Yunani. Sehingga dimasa ini juga dimulai perkembangan mazhab yang dilakukan oleh Imam Abu Hanifah. Perkembangan sastra Arab Bangsa Arab yang memang ahli dalam bersyair sebelum Islam dan terkenal diseluruh dunia, dikembangkan kembali di masa Bani Umayyah dalam rangka memupuk sikap nasionalis pada masa Bani Umayyah. Penulisan puisi dan sastra selalu diadakan dimajlis-majlis yang diselenggarakan Bani Umayyah. Majlis sastra adalah perhimpunan yang telah disediakan khalifah yang dihadiri sastrawan dan para ulama besar. Majlis sastra ini ajang diskusi untuk merupakan tempat berdiskusi mengkaji sastra dan urusan politik. Pemeliharaan ilmu-ilmu Al quran dan hadis Terjadinya pergolakan sebelum masa Bani Umayyah telah menimbulkan maraknya hadis palsu. Peristiwa ini menyebabkan para ulama hadis pada abad I dan II Hijriah, seperti Maliki. Bukhari. Az-Zuhri dan lainnya, berupaya untuk melakukan pemurnian hadis-hadis Nabi. Usaha yang dilakukan oleh para ulama hadis ini merupakan langkah awal dalam perkembangan pendidikan Islam untuk menciptakan metode dalam memperoleh kebenaran ilmu dan bereksperimen. Perkembangan Pendidikan Pada Masa Dinasti Umayyah di Andalusia 17 Ely Zainudin. Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah. Intelegensia Jurnal Pendidikan Islam, volume 3 nomor 2. 18 Marcel Tri Wahyudi dan tim. Pendidikan Islam pada Masa Daulah Umayyah. Jurnal Pendidikan Tambusai, volume 10 nomor 1. 19 Muhajir. Rismawati. Istiqomah. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. Maharsi Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, volume 6 nomor 3, halaman 171 sampai 177. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Perkembangan pendidikan Islam di Andalusia merupakan salah satu fase penting dalam sejarah peradaban Islam. Setelah runtuhnya kekuasaan Dinasti Umayyah di Damaskus akibat revolusi Dinasti Abbasiyah pada tahun 750 M, salah seorang keturunan Bani Umayyah yaitu Abd al-Rahman I berhasil melarikan diri ke Andalusia dan mendirikan pemerintahan baru pada tahun 756 M dengan pusat kekuasaan di Cyrdoba. Sejak saat itu. Andalusia berkembang menjadi salah satu pusat peradaban Islam yang maju, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan. Selain itu, perkembangan pendidikan di Andalusia juga dipengaruhi oleh kegiatan penerjemahan karya-karya ilmiah dari berbagai peradaban sebelumnya. Banyak karya dari tradisi Yunani. Persia, dan Romawi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Proses penerjemahan ini memperkaya khazanah ilmu pengetahuan Islam serta mendorong berkembangnya berbagai kajian ilmiah yang lebih mendalam. Melalui proses ini pula. Andalusia menjadi salah satu pusat intelektual yang berperan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan ke wilayah Eropa. Perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah di Andalusia menunjukkan kemajuan yang sangat pesat dalam bidang ilmu Dukungan penguasa, keterbukaan terhadap berbagai tradisi keilmuan, serta berkembangnya berbagai disiplin ilmu menjadikan Andalusia sebagai salah satu pusat pendidikan dan peradaban Islam yang paling maju pada Lembaga Pendidikan pada Masa Bani Umayyah di Damaskus dan Andalusia . Damaskus 20 Wenty Septria DS. Syamsuddin, & Usman. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 59Ae69. 21 Syatiri. , et al. Pemikiran Pendidikan Era Bani Umayyah. Jambura History and Culture Journal, 5. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pada masa Dinasti Bani Umayyah Damakus corak pendidikan bersifat Lembaga-lembaga Pendidikan dimasa Bani Umayyah Damakus sebagai berikut: Pendidikan Kuttab Pendidikan kutab adalah tempat belajar baca tulis al Quran. Ketika masa Rasulullah sampai masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin belajar di Kuttab tanpa biaya, tetapi pada masa Dinasti Bani Umayyah di antara pejabatnya ada yang menyiapkan tempat khusus dan menggaji pengajar. Pendidikan Masjid Pendidikan Masjid sudah berlangsung dari zaman Rasulullah hingga Dinasti Bani Umayyah masih tetap berlanjut. Masjid merupakan tempat pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan. Pendidikan Badiah Pendidikan Badiah merupakan tempat pendidikan bahasa Arab yang asli dan fasih. Badiah adalah dusun badui di Padang Sahara, masyarakat di Badiah menggunakan bahasa Arab yang fasih dan murni sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab. Sehingga Badiah dijadikan pusat pembelajaran bahasa Arab. Pendidikan perpustakaan Awalnya surat-surat, koleksi buku, catatan-catatan kajian keagamaan yang diadakan di masjid dikumpulkan dimasjid. Inilah cikal bakal terbentuknya Majlis sastra Majlis khusus yang diadakan oleh khalifah untuk membahas berbagai ilmu Majlis ini sudah ada sejak masa Khulafaurrasyidin yang biasanya diadakan di masjid. Ketika Dinasti Bani Umayyah memerintah kegiatan majlis satra juga turut berubah pelaksanaannya yang semula di Masjid dipindahkan ke istana. Al-Bimaristan Ely Zainudin. Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 3. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Al-Bimaristan merupakan rumah sakit tempat berobat dan merawat orang sakit serta tempat studi kedokteran. Khalifah Khalid bin Yazid adalah cucu Muawiyah sangat tertarik pada ilmu kedokteran dan kimia. Khalifah Khalid ibn Yazid memerintahkan sarjana-sarjana Yunani di Mesir untuk menerjemahkan buku kedokteran dan kimia ke dalam bahasa Arab. Beliau juga membiayai semua kegiatan tersebut. Madrasah Mekkah Muaz bin Jabal merupakan pelopor madrasah Mekkah. Beliau mengajarkan Al Quran dan hukum Islam. Madrasah Madinah Madrasah Madinah yang sebelumnya memang sudah terbentuk menjadi lebih masyhur dan lebih luas ilmunya, karena di sanalah tempat tinggal sahabatsahabat Nabi Muhammad AOEI EON NEE AEOA. Madrasah Basrah Abu Musa Al-asyAoari dan Anas bin Malik merupakan sahabat nabi yang menjadi ulama masyhur di Basrah. Abu Musa Al-AsyAoari ahli dalam ilmu fiqih, hadist, dan Al QurAoan. Madrasah Kuffah Di Kuffah Abdullah bin MasAoud merupakan guru pertama, hingga terbentuk Madrasah Ibnu Masud. Madrasah Damsyik (Sya. Setelah Islam menaklukkan negeri Syam (Syri. maka banyak penduduk Syam memeluk agama Islam. Madrasah Fistat (Mesi. Ulama yang pertama mengajar di madrasah Mesir adalah Abdullah bin Amr bin Al As. Beliau merupakan ahli hadis. Andalusia Kuttab dan Madrasah 23 Syatiri. , et al. Pemikiran Pendidikan Era Bani Umayyah. Jambura History and Culture Journal, 5. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Sebagaimana perkembangan masa Dinasti Bani Umayyah Damaskus. Kuttab dan Madrasah di masa Dinasti Bani Umayyah Andalusia menjadi pusat pendidikan formal yang berkembang lebih pesat dengan kurikulum yang luas, mencakup ilmu agama, ilmu pengetahuan umum, dan seni. Perpustakaan Bani Umayyah Andalusia membangun perpustakaan besar di berbagai kota, seperti Cordoba. Seville, dan Toledo, yang menyimpan koleksi bukubuku dari berbagai peradaban. Universitas Cordoba Didirikan di bawah pemerintahan Abdurrahman i, berlanjut masa kepemimpinan anaknya Al-Hakam II, universitas ini diperluas dan didatangkan profesor dari lembaga terkemuka di Timur, seperti Al-Azhar dan Nizhamiyyah, untuk mengajarkan berbagai disiplin ilmu. Baitul Hikmah Baitul Hikmah merupakan perpustakaan kebanggan Bani Umayyah Andalusia. Tokoh-Tokoh Ilmuwan pada Masa Bani Umayyah Damaskus Ulama besar seperti Hasan al-Basri seorang ulama sufi. Ibn Shihab alZuhri pembuku hadis dan Washil bin Atha seorang teolog dan filsuf muslim merupakan hasil dari adanya pusat kegiatan ilmiah bidang keagamaan di Kufah dan Bashrah. Para ulama tabiin ahli tafsir yang lahir di masa Bani Umayyah antara lain: Mujahid. Athak bin Abu Rabah, dan Ikrimah . Perkembangan Penulisan Al-Quran Tanda-tanda huruf Al Quran diciptakan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang menunjuk Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi untuk mewujudkan hal Al Hajjaj mengintruksikan Nasr bin Ashim dan Yahya bin Yamur 24 Muhajir. Rismawati. , & Istiqomah. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6. , 171Ae177 Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pembukuan Hadis Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengambil inisiatif untuk membukukan hadis pada zamannya dikarenakan pada kekhawatiran wafatnya para ulama hadis yang akan menyebabkan hilangnya hadis. Ulama besar yang membukukan hadis atas intruksi Khalifah adalah: Ibnu Syihab al Zuhri. Nama lengkapnya Abu Bakr Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Syihab al-Zuhri seorang sejarawan dan ulama ahli . Ulama Fikih Ulama-ulama fikih yang muncul dari kemajuan ilmiah antara lain: - Syuriah bin Al Harits, seorang hakim sekaligus periwayat hadis dan tabiin dari Hadhramaut - Alqamah bin Qais, selain ulama fikih beliau juga ahli tafsir - Masuruq al Ajda al Hamadani . Sastrawan Masa Bani Umayyah Para sastrawan masyhur pada masa ini antara lain: - Qays Bin Mullawah, terkenal dengan kisah cintanya kepada Laila, wafat tahun - Jamil Al Uzri, penyair romantis bergelar Jamil Buthayna, wafat tahun 701 M - Al Akhtal, penyair yang terkenal akan kesempurnaan puisinya, wafat tahun 710 Andalusia Beberapa tokoh ilmuwan yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Andalusia antara lain sebagai berikut: Abd al-Rahman i. Ibn Hazm, dan Ibn Rushd Kurikulum dan Metode Pembelajaran pada Masa Bani Umayyah Pada Dinasti Bani Umayyah, perkembangan yang cukup pesat seiring dengan meluasnya wilayah kekuasaan Ely Zainudin. Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 3. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Islam serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Kurikulum pendidikan pada masa ini tidak hanya berfokus pada ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga mencakup berbagai ilmu pengetahuan umum yang berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu. Metode lain yang digunakan adalah talaqqi, yaitu metode pembelajaran di mana murid menerima pelajaran secara langsung dari guru melalui pembacaan dan penjelasan teks-teks keilmuan. Dalam metode ini, murid biasanya mendengarkan, mencatat, dan kemudian menghafal materi yang disampaikan oleh Metode ini banyak digunakan terutama dalam pembelajaran Al-Quran dan Selain itu, terdapat pula metode mujadalah atau diskusi ilmiah. Metode ini digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kritis para pelajar dengan cara berdialog dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan keilmuan. Metode ini banyak digunakan dalam pembelajaran ilmu fiqh, filsafat, dan ilmu-ilmu rasional SIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Dinasti Bani Umayyah memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan dan peradaban Islam. Dinasti ini didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 661 M dengan pusat pemerintahan di Damaskus. Pada masa ini wilayah kekuasaan Islam mengalami perluasan yang sangat luas sehingga terjadi interaksi antara berbagai budaya dan peradaban yang turut memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Perkembangan pendidikan pada masa Bani Umayyah ditandai dengan munculnya berbagai pusat keilmuan di kota-kota besar seperti Damaskus. Kufah. Basrah. Mekkah. Madinah, dan Andalusia. Lembaga pendidikan yang berkembang pada masa tersebut 26 Muhajir. Rismawati. , & Istiqomah. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6. , 171Ae177. 27 Wenty Septria DS. Syamsuddin, & Usman. Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Bani Umayyah. TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 59Ae69. 28 Ely Zainudin. Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 3. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 antara lain kuttab, masjid, majelis ilmu, perpustakaan, serta berbagai madrasah yang menjadi tempat berkembangnya ilmu pengetahuan. Selain itu, kurikulum pendidikan tidak hanya mencakup ilmu-ilmu keagamaan seperti Al-Quran, hadis, fiqh, dan bahasa Arab, tetapi juga meliputi ilmu-ilmu umum seperti kedokteran, filsafat, matematika, dan Kemajuan pendidikan pada masa Dinasti Bani Umayyah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban Islam. Berbagai karya ilmiah, lembaga pendidikan, serta tradisi intelektual yang berkembang pada masa tersebut menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada masa berikutnya. Bahkan, perkembangan pendidikan Islam di Andalusia juga memberikan kontribusi terhadap kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa pada masa pertengahan. DAFTAR PUSTAKA