Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Bulan 2025. Hal. Penguatan Pencatatan Data Remaja dan Dewasa di Posyandu ILP melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Puskesmas Bandarharjo Semarang Strengthening Data Recording for Adolescents and Adults at ILP Posyandu through Community Empowerment Programmes at Bandarharjo Health Centre. Semarang Najelina Tita Atika1* Program Profesi Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah. Semarang. Indonesia *Penulis Korespondensi najelina472@gmail. Riwayat Artikel: Dikirim: 5 Mei 2025 Diterima: 31 Juli 2025 Diterbitkan: 31 Agustus 2025 Abstrak Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kegiatan pelayanan kesehatan guna menguatkan pelayanan kesehatan di wilayah masyarakat bagi seluruh siklus kehidupan darai bayi hingga lansia. Namun, di puskesmas bandarharjo, belum optimal dalam pencatatan data remaja dan dewasa pada posyandu ILP. Kurangnya sistem pencatatan yang optimal juga berdampak pada keterlambatan evaluasi terkait kesehatan remaja dan dewasa. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Ae 22 Maret 2025, menggunakan metode kualitatif dengan desain focused interviews. Pengambilan data menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan di puskesmas bandarharjo. Analisis data yang digunakan melalui pendekatan problem Didapatkan prioritas penyebab masalah yaitu belum optimalnya pencatatan data remaja dan dewasa di posyandu ILP. Alternatif solusi yang dipilih adalah menyederhanakan formuliremaja dan dewasa. Penyederhanaan formulir data remaja dan dewasa akan membantu puskesmas meningkatkan efektivitas pelayanan posyandu ILP. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan kader posyandu untuk mengimplementasikan solusi ini secara optimal. Kata Kunci: Diagnosis Manajemen Puskesmas, posyandu ILP, pencatatan data, remaja, dewasa. Abstract Integrated Primary Service Post (ILP) is a health service activity to strengthen health services in the community for the entire life cycle from infants to the elderly. However, at the Bandarharjo Health Center, data recording for adolescents and adults at the ILP Posyandu is not optimal. The lack of an optimal recording system also has an impact on delays in evaluations related to adolescent and adult health. This study was conducted on March 10-22, 2025, using a qualitative method with a focused interviews design. Data collection used primary and secondary data obtained at the Bandarharjo Health Center. Data analysis used a problem-solving approach. The priority cause of the problem was obtained, namely the suboptimal recording of adolescent and adult data at the ILP Posyandu. The alternative solution chosen was to simplify the adolescent and adult forms. Simplifying the adolescent and adult data forms will help the Health Center improve the effectiveness of the ILP Posyandu service. Therefore, support is needed from the Health Center and Posyandu cadres to implement this solution optimally. Keywords: Diagnosis Management of Health Center. ILP integrated health post, data recording, adolescents, adults. Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Pendahuluan Dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas manusia Indonesia. Kementrian Kesehatan menginisiasi adanya transformasi di bidang kesehatan, salah satunya yaitu transformasi layanan primer. Transformasi Layanan Primer fokus untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan peningkatan dan penguatan promosi serta pencegahan bagi sasaran siklus kehidupan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat (Kementrian, 2. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pencatatan data pada setiap partisipan yang datang, yang meliputi pada setiap siklus kehidupan dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa dan lansia. Data yang tercatat dengan baik akan menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas program, menentukan kebijakan yang akan diambil serta merancang intervensi yang lebih tepat(Kementrian, 2. Namun pada Puskesmas Bandarharjo Semarang, ditemukan permasalahan dalam pencatatan data remaja dan dewasa pada Posyandu Integrasi Primer. Penyebab dari masalah yang terjadi dapat berasal dari faktor kurangnya tenaga pencatatan yang kurang kompeten, alat bantu dalam pencatatan yang tidak memadai, kurangnya koordinasi petugas puskesmas dengan kader Akibatnya, pelaporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan valid, sehingga dapat menghambat evaluasi program untuk meningkatkan Kesehatan Masyarakat (Notoatmodjo, 2. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan diagnosis manajemen guna mengidentifikasi akar penyebab ketidak tepatan pencatatan, serta mencari solusi yang efektif dalam meningkatkan keberhasilan pencatatan data remaja dann dewasa. Dengan sistem pencatatan yang lebih baik, diharapkan program kesehatan remaja dan dewasa di Puskesmas Bandarharjo Semarang dapat berjalan lebih optimal, serta mendukung perencanaan kesehatan yang lebih berbasis data (Indonesia, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen pencatatan data remaja dan dewasa di Posyandu ILP, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan solusi guna meningkatkan kualitas pencatatan. Dengan demikian, perbaikan sistem pencatatan akan berkontribusi dalam penguatan program kesehatan remaja dan dewasa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan pada tanggal 10 Ae 22 Maret 2025, menggunakan metode kualitatif dengan desain focused Pengambilan data menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan di puskesmas bandarharjo. Analisis data yang digunakan melalui pendekatan problem Penelitian ini menyajikan data dalam bentuk teks naratif, grafik, bagan, dan tabel berdasarkan variabel yang diteliti untuk menjelaskan terkait pelaksanaan posyandu ILP di puskesmas Bandarharjo Semarang. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Identifikasi Masalah Berdasarkan telaah pada data PKP bulan Februari tahun 2025 didapatkan 8 cakupan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat sudah memenuhi target 100%, maka telaah identifikasi masalah bergeser pada bagaimana proses bisa mencapai hasil 100% tersebut. Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. antara lain proses perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Hasil wawancara dengan programmer didapatkan bahwa terdapat permasalahan pada pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tentang posyandu ILP yang belum optimal di Puskesmas Bandarharjo. Kemudian dilakukan wawancara dengan pemegang program terkait permasalahan terkait perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian didapatkan masalah: Masalah A : Pelaksanaan pelayanan posyandu ILP yang belum optimal yang ditandai dengan kurangnya kunjungan remaja dan dewasa pada posyandu ILP dimana jumlah sasaran kunjungan remaja sebanyak 282 yang datang hanya 4 dan sasaran kunjungan dewasa sebanyak 936 dan yang datang hanya 37. Masalah B : Pelaksanaan koordinasi yang belum optimal dalam koordinasi lintas sektoral pada posyandu ILP. Masalah C : Pelaksanaan pelayanan posyandu ILP yang belum optimal yang ditandai dengan tidak tercatatnya data remaja dan dewasa pada posyandu ILP jumlah kunjungan remaja sebanyak 4 dan dewasa 37. Prioritas Masalah Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tentang posyandu ILP yang belum optimal pada klaster lintas klaster yang ditandai dengan tidak tercatatnya data remaja dan dewasa di posyandu ILP di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Masalah yang Teridentifikasi Masalah A Pelaksanaan pelayanan Posyandu ILP yang belum optimal yang kunjungan remaja dan dewasa pada posyandu ILP dimana jumlah sasaran kunjungan remaja sebanyak 282 yang datang hanya 4 dan sasaran kunjungan dewasa sebanyak 936 dan yang datang (P. Masalah B Pelaksanaan koordinasi yang belum optimal dalam koordinasi lintas sektoral pada Posyandu ILP. (P. Masalah C Pelaksanaan pelayanan Posyandu ILP yang belum optimal yang ditandai dengan tidak tercatatnya data remaja dan dewasa pada posyandu ILP jumlah kunjungan remaja sebanyak 4 dan dewasa (P. Jumlah/ (Urgenc. (Seriousnes. (Growt. Urutan 10/II 7/i Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Keterangan: 5 = sangat besar, 4 = besar, 3 = sedang, 2 = kecil, 1 = sangat kecil Tingkat urgensinya (U), mendesaknya masalah tersebut perlu diselesaikan dikaitkan dengan AuwaktuAy. Keseriusannya (S), masalah tersebut cukup parah, masalah tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan Auakibat yang timbulAy. Potensi perkembangannya (G), masalah tersebut akan segera menjadi besar dan/atau menjalar, masalah tersebut menjadi berkembang, dikaitkan dengan Aukemungkinan penyebab yang semakin memburuk jika dibiarkanAy. Analisis Penyebab Masalah Analisis penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan analisis fish bone berdasarkan hasil wawancara dengan pemegang program dan data yang diperoleh dari Puskesmas Bandarharjo, didapatkan : Man Progremer belum mensosialisasikan terkait formulir pengisian data remaja dan dewasa kepada para kader. "saat ini, pencatatan data masih menggabungkan data remaja dan dewasa ke formulir data lansia. Ay Money Tidak ada kendala Method Tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data lansia. AuPada saat ini pencatatan data remaja dan dewasa masih tercampur dengan data Ay Pelaksanaan posyandu ILP yang dilaksanakan pada hari kerja. AuPelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan dihari kerja sehingga kunjungan remaja dan dewasa sedikitAy Material Formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. AuBentuk form yang kurang dapat dipahamiAy Market Tidak ada kendala Environment Tidak adanya kebijakan kewajiban dalam pelaporan pencatatan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo. AuUntuk saat ini kader hanya melaporkan data balita, ibu hamil, dan lansia. Ay Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Gambar 1: Analisis Penyebab Masalah dalam Fishbone Menentukan Penyebab Masalah Yang Paling Mungkin Terjadi Setelah dilakukan analisis penyebab masalah menggunakan metode fishbone analysis, maka langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas penyebab masalah paling Untuk menentukan prioritas penyebab masalah paling mungkin dapat menggunakan diagram pareto. Berikut langkah-langkah dalam membuat diagram pareto: Perbandingan Berpasangan (Paired Compariso. Distribusi Frekuensi Penyebab Masalah dengan metode Turus/Tally Membuat tabel pareto dan diagram pareto Tabel 1: Perbandingan Berpasangan (Paired Compariso. Penyebab Masalah Progremer belum mensosialisasikan terkait formulir pengisian data remaja dan dewasa kepada para kader Tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data lansia Pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan pada hari kerja I II i IV V 1 1 1 2 3 4 2 2 2 3 4 5 Formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit 4 Tidak adanya kebijakan kewajiban dalam pelaporan pencatatan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Tabel 2: Metode Taurus/Tally Penyebab masalah Tally Ranking Progremer belum mensosialisasikan terkait formulir pengisian i data remaja dan dewasa kepada para kader Tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data Pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan pada hari kerja Formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit Tidak adanya kebijakan kewajiban dalam pelaporan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo Berdasarkan tabel 2 dan 3 didapatkan urutan prioritas penyebab masalah yang memiliki jumlah paling tinggi hingga rendah sebagai berikut: Formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit dipahami Progremer belum mensosialisasikan terkait formulir pengisian data ramaja dan dewasa kepada para kader Tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data lansia Tidak adanya kebijakan kewajiban dalam pelaporan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo Pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan pada hari kerja Tabel 3: Persentase Kumulatif dari Analisis Penyebab Masalah yang Mungkin Terjadi dengan Tabel Pareto Jumlah Persentase Penyebab masalah Frekuensi Kumulatif Kumulatif Formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit dipahami Progremer belum mensosialisasikan terkait form pengisian data remaja dan dewasa ke pada para kader Tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data Tidak kewajiban dalam pelaporan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo Pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan pada hari kerja Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Gambar 2: Diagram Pareto Akar Masalah, berdasarkan analisis pareto, akar masalah yang didapatkan adalah formulir pengisian data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. Alternatif Penyelesaian Masalah Alternatif penyelesaian masalah terkait belum optimalnya penginputan data dari kader tekait data pasien untuk pengisian promager di Puskesmas Bandarharjo, berdasarkan brainstorming/hasil konfirmasi dengan pemegang program didapatkan beberapa alternatif pemecah masalah sebagai berikut: Alternatif I : Meyederhanakan formulir yang lebih mudah dipahami dan Alternatif II : Membuat petunjuk pengisian formulir untuk membantu memahami cara mengisi formulir Alternatif i : Membuat versi online dari formulir untuk memudahkan mengisi dan mengirimkan formulir. Alternatif IV : Mengadakan pelatihan untuk kader tentang cara mengisi formulir yang benar. Dari beberapa alternatif pemecah masalah yang diusulkan selanjutnya akan diambil pengambilan keputusan pemecah masalah dengan metode matrix cost benefit sebagai Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Tabel 4: Matrix Cost and Benefit Alternatif Alternatif I Alternatif II Alternatif i Alternatif IV Manfaat Biaya Ratio Ranking i Berdasarkan table 4 Matrix Cost and Benefit didapatkan pengambilan keputusan pemecah masalah dengan rangking tertinggi. Menyederhanakan format formulir yang lebih mudah dipahami dan dibaca. Pelaksana Kegiatan (Plan Of Actio. Plan Of Action (POA) disampaikan dalam satu forum yaitu Lokakarya Mini (LOKMIN) Khusus. Lokakarya Mini Khusus dihadiri oleh kepala puskesmas, pemegang program, dosen pembimbing, dan dokter muda. Pada forum tersebut membahas tentang masalah dan solusinya terkait formullir data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. LOKMIN Khusus dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 12 April 2025 pukul 07. 30 Ae 30 WIB. Berdasarkan hasil lokakarya mini khusus didapatkan solusi berupa penyederhanaan formulir remaja dan dewasa pada posyandu ILP, yang terlebih dahulu disepakati melalui diskusi yang terangkum dalam POA dengan judul AuPenyederhanaan formulir data remaja dan dewasa pada posyandu ILPAy. Tabel 5: Rancangan Jadwal Kegiatan POA Formulir Data Remaja dan Dewasa Pada Posyandu ILP Uraian Kegiatan Persiapan Penyederhanaan formulir data remaja dan dewasa dari posyandu ILP II. Pelaksanaan Penyerahan formulir data remaja dan dewasa ke posyandu ILP i. Penilaian Evaluasi dengan programer terkait formulir data remaja dan dewasa Waktu Tempat Sasaran Pelaksana Biaya Maret Puskesmas Pemegang Bandarharjo program, dan kepala Dokter Muda Unimus Maret Puskesmas Pemegang Bandarharjo program Dokter Rp. Muda 000,Unimus. Maret Puskesmas Pemegang Bandarharjo Program Petugas dan Rp. 0,programmer Rp. Jumlah Rp 0. 000,17 Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Berdasarkan hasil Plan of Action (POA) yang sudah dilaksanakan, dihasilkan Action berupa penyederhanaan formulir data remaja dan dewasa pada posyandu ILP yang sudah diserahkan ke programmer pemberdayaan masyarakat pada hari Senin tanggal 24 Maret Hasil keseluruhan Plan of Action (POA) disampaikan dalam satu forum dengan hasil formulir skrining remaja dan dewasa di Posyandu ILP yang sudah disetujui digunakan untuk menunjang pemeriksaan kedepan. Formulir tersebut dijelaskan dalam gambar sebagai berikut: Gambar 3. Formulir Pemeriksaan Anak Usia Sekolah dan Remaja Gambar 4. Formulir Pemeriksaan Usia Dewasa Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Penjelasan Dari hasil analisis pada manajemen posyandu ILP di Puskesmas Bandarharjo Semarang terdapat permasalahan-permasalahan yang muncul dan didapatkan prioritas masalah yaitu tidak tercatatnya data remaja dan dewasa pada posyandu ILP di Puskesmas Bandarharjo setelah dilakukan penilaian dengan metode USG yang mempertimbangkan tingkat urgensi masalah, keseriusan masalah, dan potensi perkembangan masalah. Analisis masalah dari aspek (MAN) yaitu programer belum mensosialisasikan terkait formulir data remaja dan dewasa kepada para kader. Pencatatan data remaja dan dewasa masih menggabungkan dengan pencatatan data lansia. Adapun masalah dari aspek (METODE) yaitu tercampurnya pelaporan data remaja dan dewasa dengan data lansia, dan pelaksanaan posyandu ILP yang dilaksanakan pada hari kerja. Pada saat ini pencatatan data remaja dan dewasa masih tercampur dengan data lansia, dan pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan di hari kerja sehingga kunjungan remaja dan dewasa sedikit. Adapun masalah dalam aspek (MATERIAL) yaitu formulir data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. Bentuk formulir yang terlalu banyak point dan font tulisan yang kecil-kecil. Adapun masalah dalam aspek (ENVIROMENT) yaitu tidak adanya kebijakan kewajiban dalam pelaporan data remaja dan dewasa di puskesmas Bandarharjo. Untuk saat ini kader hanya melaporkan data balita, ibu hamil, dan lansia Adapula masalah dalam aspek (MARKET) tidak ditemukan masalah. Para kader sudah diberikan pembinaan setiap bulannya dan evaluasi setiap setahun dua kali. Adapun dalam aspek (MONEY) juga tidak ditemukan masalah karena sumber pembiayaan berasal dari suadaya. Berdasarkan analisis di atas yang terpilih adalah masalah aspek (MATERIAL) yaitu formulir data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. Bentuk formulir yang terlalu banyak point dan font tulisan yang kecil-kecil. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan prioritas masalah yaitu pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tentang posyandu ILP yang belum optimal pada klaster lintas klaster yang ditandai dengan tidak tercatatnya data remaja dan dewasa di posyandu ILP di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Kemudian analisis penyebab masalah dengan metode fish bone dan penentuan prioritas penyebab masalah dengan metode paired comparison dan tally didapatkan prioritas penyebab masalah yaitu formulir data remaja dan dewasa yang sulit dipahami. Alternatif pemecah masalah yang dipilih menggunakan metode matrix cost benefit yakni dengan menyederhanakan formulir data remaja dan dewasa pada posyandu ILP. DAFTAR PUSTAKA