Journal of Health Research Science VOL 3 No. 2 (2023): 99-109 DOI: 10.34305/JHRS.V3I02.946 E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji di Kabupaten Majalengka Samsul Arif, Mamlukah, Lely Wahyuniar, Dewi Laelatul Badriah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan How to cite (APA) Arif, S., Mamlukah, M., Wahyuniar, L., & Badriah, D. L. (2023). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji di Kabupaten Majalengka 2023. Journal of Health Research Science, 3(2), 99-109. https://doi.org/10.34305/jhrs.v3i0 2.946 History Received: 28 September 2023 Accepted: 2 November 2023 Published: 1 Desember 2023 Coresponding Author Samsul Arif, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan; samsularif2012@gmail.com This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License ABSTRAK Latar belakang: Hasil kebugaran calon jemaah haji Kabupaten Majalengka tahun 2022 sebanyak 35 calon jemaah haji (4,29) kategori baik sekali, sebanyak 333 calon jemaah haji (40,91%) kategori baik, sebanyak 380 calon jemaah haji (46,57%), kategori cukup dan 68 calon jemaah haji (8,33%) kategori kurang. Kebugaran jasmani calon jemaah haji diperlukan karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji Kabupaten Majalengka tahun 2023. Metode: penelitian ini analitik deskriptif dengan rancangan penelitian korelasional. Populasi berjumlah 1150 calon jemaah haji dan sampel sebanyak 101 calon jemaah haji yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Chi square) dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil: uji statistik diperoleh umur (p = 0,002), jenis kelamin (p = 0,356), aktivitas fisik (p = 0,009), Indeks Masa Tubuh (p = 0,001), riwayat diabetes mellitus (p = 0,000) dan riwayat hipertensi (p = 0,000) dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji, sedangkan jenis kelamin (p = 0,356) tidak ada hubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji yaitu variabel riwayat penyakit Diabetes mellitus dengan OR 41,895 (95% CI : 5,773 – 304,025. Kesimpulan: diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi istita’ah bagi calon jemaah haji dalam upaya menjaga dan meningkatkan kebugaran jemaah haji pada masa sebelum keberangkatan dan selama menjalankan ibadah haji. Kata Kunci: Faktor-faktor, Kebugaran, Jasmani, Calon Jemaah Haji ABSTRACT Background: The fitness results of prospective pilgrims in Majalengka Regency in 2022 were 35 prospective pilgrims (4.29) in the excellent category, 333 prospective pilgrims (40.91%) in the good category, 380 prospective pilgrims (46.57%) in the fair category and 68 prospective pilgrims (8.33%) in the poor category. Physical fitness of prospective pilgrims is needed because the pilgrimage is a physical worship. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the physical fitness of prospective pilgrims of Majalengka Regency in 2023. Methods: This research is descriptive analytic with correlational research design. The population amounted to 1150 prospective pilgrims and a sample of 101 prospective pilgrims taken with proportional random sampling technique. Data analysis includes univariate analysis, bivariate analysis (Chi square) and multivariate analysis using Logistic Regression. Results: statistical tests obtained age (p = 0.002), gender (p = 0.356), physical activity (p = 0.009), Body Mass Index (p = 0.001), history of diabetes mellitus (p = 0.000) and history of hypertension (p = 0.000) with physical fitness of prospective pilgrims, while gender (p = 0.356) has no relationship with physical fitness of prospective pilgrims. The most dominant variable associated with the physical fitness of prospective pilgrims is the variable history of Diabetes mellitus with OR 41.895 (95% CI : 5,773 - 304,025. Conclusion: It is hoped that it can be used as an evaluation material for istita'ah for prospective pilgrims in an effort to maintain and improve the fitness of pilgrims before departure and during the pilgrimage. Keywords: Factors, Fitness, Physical, Prospective Hajj Pilgrims 99 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Pendahuluan menunjukkan bahwa sekitar 45% tingkat Berdasarkan data di Indonesia, hasil kebugaran jasmani yang masih kurang dan penelitian tingkat kebugaran penduduk sebesar 44% dalam kategori berat badan perkotaan dengan kategori kurang sebesar overweight dan obesitas (Permana, 2021). 57,6%, ada 26,1% proporsi aktifitas fisik Sementara di Indonesia, berdasarkan data yang tergolong kurang secara umum, 24,1% Riset Kesehatan Dasar 2018, sebanyak proporsi 33,5% masyarakat kurang aktivitas fisik penduduk Indonesia yang berprilaku sedentary life >6 jam per hari (Kementerian Kesehatan Republik (Indonesia., 2013). Indonesia, 2019). Yusri, M. Zulkarnain dan Berdasarkan data profil jamaah haji Rico Januar Sitorus mengadakan penelitian tahun 2022 usia jemaah haji di bawah 65 tingkat kebugaran jasmani calon jamaah tahun sebanyak 164.541 orang, sedangkan haji di Kota Palembang, dengan jumlah usia jemaah haji di atas 65 tahun sebanyak sampel 313 orang menunjukkan kategori 50.636. Dari jumlah itu sebanyak 55,6% kurang sekali berjumlah 1 (0.3 %) orang, adalah jemaah haji perempuan dan 45,4% kategori kurang sebanyak 106 (33.9 %), jemaah haji laki-laki. Berdasarkan tingkat kategori cukup sebanyak 174 (55.6 %), pendidikan, mayoritas jemaah haji tamat kategori baik sebanyak 32 (10.2%) dan SD sederajat (33,1%). Jumlah kematian kategori baik sekali sebanyak 0 (0%) jemaah haji Indonesia pada tahun 2022 (Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, sebanyak 89 orang dari sebanyak 164.541 2020). Jumlah calon jemaah haji Provinsi jemaah haji. Jemaah haji yang meninggal Jawa Barat tahun 2022 sebanyak 17.679 dunia, kebanyakan telah berusia lanjut. orang Penyakit pertama penyebab kematian pada Indonesia. Dinas Kesehatan Jawa Barat jemaah haji, adalah serangan jantung, kedua tahun 2022 mencatat ada 67% jemaah calon masalah pernafasan, dan ketiga adalah haji asal Jawa Barat yang tergolong dalam sirkulasi darah atau stroke. Ketiga penyakit risiko tinggi (Dinas Kesehatan Provinsi ini dipicu oleh kelelahan dan dehidrasi Jawa Barat, 2022). dan merupakan terbanyak di Berdasarkan data Kesehatan Olah akibat aktivitas ibadah di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang berkisar Raga Dinas Kesehatan Kabupaten antara 40-50 0C (Permenkes RI, 2019). Majalengka sampai dengan bulan Mei 2022 kebugaran diketahui bahwa hasil kebugaran dari jasmani yang dilakukan oleh Direktorat sebanyak 816 calon jemaah haji yang Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian dibina, sebanyak 35 calon jemaah haji Kesehatan pada ASN, masyarakat umum (4,29) kategori baik sekali, sebanyak 333 dan Calon Jemaah Haji tahun 2021 calon jemaah haji (40,91%) kategori baik, Hasil pengukuran 100 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index sebanyak 380 calon jemaah haji (46,57%), untuk terjadi status kebugaran tidak bugar kategori cukup dan 68 calon jemaah haji jika calon jemaah haji memiliki faktor (8,33%) kategori kurang. Puskesmas yang faktor risko tersebut sebesar 94,3% (Yusri paling banyak calon jemaah haji dengan et kategori kebugaran kurang yaitu Puskesmas menunjukkan bahwa terdapat hubungan Ligung dari 59 calhaj yang dibina, sebanyak yang signifikan antara aktifivitas fisik 29 calon jemaah haji (49,15%) kebugaran terhadap Tingkat Prediksi VO2Max pada kurang dan Puskesmas Loji dari 45 calhaj Calon Jemaah Haji Lansia di KBIH Kodam yang dibina sebanyak 21 calhaj (46,67%) I Bukit Barisan Kota Medan tahun 2020 dengan kebugaran kurang (Majalengka, (Saragih, 2021) . al., 2020). Penelitian Saragih dengan Terdapat berbagai metode dalam kondisi kebugaran calon jemaah haji pengukuran tingkat kebugaran seseorang. Kabupaten Cirebon dimana sebagian besar Saat ini, Kementerian Kesehatan RI dalam tingkat upaya meningkatkan derajat kesehatan dan 2022). Apabila kebugaran dibandingkan jemaah haji pada pembinaan pertama maupun kedua masuk kebugaran jasmani masyarakat telah dalam kategori cukup. Pada pembinaan mensosialisasikan pengukuran kebugaran tahap pertama sebanyak 814 (60,1%) jantung-paru di lapangan tes lapangan 1,6 jemaah haji termasuk dalam kategori cukup km metoda Rockport, karena dengan sedangkan pada pembinaan tahap kedua pertimbangan tes tersebut mudah, murah, sebanyak 994 (67,8%) jemaah haji, maka masal dan efisien. Tes ini dilakukan dengan kondisi kebugaran calon jemaah haji cara berlari/jalan semampunya di lapangan Kabupaten Majalengka masih terdapat yang memiliki jarak 1,6 km. Metode kategori kurang. Rockport Walking Test adalah salah satu Faktor-faktor yang mempengaruhi metode untuk menilai kesanggupan fungsi tingkat kebugaran jasmani seseorang antara jantung-paru seseorang saat melakukan lain : umur, jenis kelamin, makanan, tidur aktivitas fisik (Indonesia, 2016). Penelitian dan istirahat (Suharjana, 2013). IMT dan ini bertujuan untuk menganalisis faktor- aktivitas fisik berkorelasi signifikan dengan fakor yang berhubungan dengan kebugaran tingkat kebugaran kardiorespirasi (Hsieh et jasmani calon jemaah haji Kabupaten al., 2014). Faktor-faktor yang terbukti Majalengka tahun 2023. menjadi faktor risiko terhadap status kebugaran jasmani tidak bugar yaitu umur, jenis kelamin, Hipertensi, Metode Lingkar Jenis penelitian yang digunakan Pinggang (LP), Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah analitik deskriptif dengan. Sampel dan Diabetes Mellitus (DM). Probabilitas pada penelitian ini adalah 101 calon Jemaah 101 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index haji dengan menggunakan rumus slovin. dengan uji Chi Square. Analisis multivariat Analisis univariat dilakukan pada setiap menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. variable, analisis bivariate dilakukan Hasil Tabel 1. Hasil Analisis Univariat No. 1. Variabel Usia Risiko Tinggi Tidak Risiko Tinggi 2. Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki 3. Aktivitas Fisik Rendah Sedang 4. Indeks Masa Tubuh Tidak normal Normal 5. Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus Diabetes mellitus Normal 6. Riwayat Penyakit Hipertensi Hipertensi Normal 7. Kebugaran Calon Jemaah Haji Tidak bugar Bugar Sumber : Data Primer 2023 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui haji Frekuensi (n) Persentase (%) 38 63 37,6 62,4 50 51 49,5 50,5 67 34 66,3 33,7 45 56 44,6 55,4 12 89 11,9 88,1 23 78 22,8 77,2 32 69 31,7 68,3 dengan aktivitas sedang hampir bahwa pada variabel umur sebagian besar setengahnya yaitu 34 orang (33,7%). Pada umur calon jemaah haji tidak risiko tinggi variabel indeks masa tubuh diketahui yaitu 63 orang (62,4%), sedangkan umur bahwa sebagian besar calon jemaah haji calon jemaah haji yang berumur risiko dengan IMT normal yaitu 56 orang tinggi hampir setengahnya yaitu 38 orang (55,4%), sedangkan calon jemaah haji (37,6%). Pada variabel jenis kelamin dengan diketahui bahwa setengahnya calon jemaah setengahnya yaitu 45 orang (44,6%). Pada haji berjenis kelamin laki-laki yaitu 51 variabel riwayat penyakit Diabetes mellitus orang (50,5%), sedangkan calon jemaah diketahui bahwa pada umumnya calon haji perempuan hampir setengahnya yaitu jemaah haji tidak mempunyai riwayat 50 orang (49,5%). penyakit Diabetes mellitus yaitu 89 orang Pada variabel IMT tidak normal hampir aktifitas fisik (88,1%), sedangkan sebagian kecil calon sebagian besar calon jemaah haji yang mempunyai riwayat jemaah haji dengan aktivitas rendah yaitu penyakit Diabetes mellitus yaitu 12 orang 67 orang (66,3%), sedangkan calon jemaah (11,9%). Pada variabel riwayat penyakit diketahui bahwa 102 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Hipertensi diketahui bahwa sebagian besar Pada variabel terikat kebugaran calon jemaah haji tidak mempunyai riwayat jasmani calon jemaah haji diketahui bahwa penyakit Hipertensi yaitu 79 orang (77,2%), sebagian besar calon jemaah haji dengan sedangkan sebagian kecil calon jemaah haji kategori bugar yaitu 69 orang (68,3%), yang sedangkan mempunyai riwayat penyakit Hipertensi yaitu 23 orang (22,8%). hampir setengahnya calon jemaah haji dengan kategori tidak bugar yaitu 32 orang (31,7%). Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat Variabel Risti Tidak Risti Jumlah Perempuan Laki-laki Jumlah Rendah Sedang Jumlah Tidak normal Normal Jumlah Diabetes mellitus Normal Jumlah Hipertensi Normal Jumlah Kebugaran Calon Jemaah Haji Tidak Bugar Bugar n % n % Umur 19 50 19 50 13 20,6 50 79,4 32 31,7 69 68,3 Jenis Kelamin 18 36,0 32 64,0 14 27,5 37 72,5 32 31,7 69 68,3 Aktivitas Fisik 27 40,3 40 59,7 5 14,7 29 85,3 32 31,7 69 68,3 IMT 22 48,9 23 51,1 10 17,9 46 82,1 32 31,7 69 68,3 Riwayat Diabetes Mellitus 10 83,3 2 16,7 22 24,7 67 75,3 32 31,7 69 68,3 Riwayat Hipertensi 17 73,9 6 26,1 15 19,2 63 80,8 32 31,7 69 68,3 Total OR (95%CI) P value 3,846 (1,593–9,285) 0,002 100 100 100 1,487 (0,639–3,456) 0,356 67 34 101 100 100 100 3,915 (1,347 – 11,383) 0,009 45 56 101 100 100 100 4,400 (1,790 – 10,818) 0,001 12 89 101 100 100 100 15,277 (3,097 – 74,876) 0,000 23 78 101 100 100 100 11,9 (4,010 – 35,316) 0,000 N % 38 63 101 100 100 100 50 51 101 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui jemaah haji laki-laki, ada 37 (72,5%) yang bahwa ada sebanyak 19 (50,0%) calon bugar. Hasil statistic menunjukkan nilai p = jemaah haji yang berumur risti bugar, 0,356 > (0,05) maka keduanya dinyatakan sedangkan diantara calon jemaah haji yang tidak memiliki hubungan. Pada variabel tidak risti, ada 50 (79,4%) yang bugar. Hasil aktivitas fisik ada sebanyak 40 (59,7%) statistic menunjukkan nilai p = 0,002< calon jemaah haji dengan aktivitas fisik (0,05) maka keduanya dinyatakan memiliki rendah bugar, sedangkan diantara calon hubungan. Pada variabel jenis kelamin ada jemaah haji dengan aktivitas fisik sedang, sebanyak 32 (64,0%) calon jemaah haji ada 29 (85,3%) yang bugar. Hasil statistic perempuan bugar, sedangkan diantara calon menunjukkan nilai p = 0,009 < (0,05) maka 103 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index keduanya dinyatakan memiliki hubungan. diantara calon jemaah haji normal, ada 67 Pada variabel IMT ada sebanyak 23 (75,3%) (51,1%) calon jemaah haji dengan Indeks menunjukkan nilai p = 0,000 < (0,05) maka Masa Tubuh tidak normal bugar, sedangkan keduanya dinyatakan memiliki hubungan. diantara calon jemaah haji dengan IMT Dan normal, ada 46 (82,1%) yang bugar. Hasil hipertensi ada sebanyak 6 (26,1%) calon statistic menunjukkan nilai p=0,001< (0,05) jemaah haji dengan riwayat penyakit maka memiliki hipertensi bugar, sedangkan diantara calon hubungan. Pada variabel riwayat diabetes jemaah haji normal, ada 63 (80,8%) yang mellitus ada sebanyak 2 (16,7%) calon bugar. Hasil statistic menunjukkan nilai jemaah haji dengan riwayat penyakit p=0,000<(0,05) maka keduanya dinyatakan Diabetes memiliki hubungan. keduanya dinyatakan mellitus bugar, sedangkan yang pada bugar. variabel Hasil riwayat statistic penyakit Tabel 3 Hasil Analisis Multivariat Variabel 95%CI Koefisien S.E Nilai p OR Umur Aktifitas Fisik IMT Diabetes mellitus 1,629 0,767 1,512 0,663 0,.712 0,663 0,014 0,281 0,023 5,099 2.,154 4,535 Min 1,390 0,534 1,237 3,735 1,011 0,000 41,895 5,773 304,025 Hipertensi Constanta 2,789 -6,310 0,692 1,409 0,000 0,000 16,270 .002 4,187 63,215 menunjukan bahwa Tabel 3 Kabupaten Majalengka Max 18,700 8,689 16,628 2023. Terdapat satu variabel yang paling dominan Bertambahnya usia akan membatasi ruang berhubungan calon gerak sendi, orang tua sendi lebih kaku jemaah haji di Kabupaten Majalengka tahun sehingga akan mempengaruhi kelenturan 2023 yaitu variabel riwayat penyakit atau fleksibilitas gerak. Fleksibilitas atau Diabetes mellitus dengan nilai p = 0,000 istilah lain kelenturan yaitu kemampuan dan OR 41,895 (95% CI : 5,773 – 304,025). sendi untuk melakukan gerakan dalam dengan kebugaran ruang gerak sendi secara maksimal. Orang Pembahasan Hubungan yang memiliki kelenturan yang baik bisa Antara Umur Dengan mencapai tingkat kebugaran yang lebih Kebugaran Calon Jemaah Haji di baik. Usia berpengaruh terhadap tingkat Kabupaten Majalengka 2023 kebugaran seseorang. Tingkat kebugaran Hasil penelitian menunjukkan ada jasmani seseorang akan mencapai maksimal hubungan yang signifikan antara umur pada usia 30 tahun dan terus berkurang dengan kebugaran calon jemaah haji di diperkirakan sebesar 0,8 – 1 % pertahun 104 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index seiring dengan bertambahnya usia terutama menjadi bagi orang yang kurang beraktivitas (Yusri, menjalankan Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, 2020). Testosteron akan meningkatkan jumlah dan serat Penelitian ini sejalan dengan 5α-dihydrotestosterone fungsi ukuran dan intraselnya. otot serta juga penelitian sebelumnya yang menyatakan memperbanyak mitokondria didalam sel bahwa ada hubungan yang bermakna antara sehingga jaringan aktif didalam sel dapat variabel umur dengan status kebugaran meningkat dan ATP yang dihasilkan pun jasmani pada calon Jemaah haji di Kota lebih banyak. ATP yang banyak akan Palembang (p-value =0.000 ). Perhitungan menghasilkan energi yang lebih banyak risk estimate, diperoleh nilai PR = 3,601 sehingga dapat dengan 95% CI: 1,897 – 6,837 sehingga kebugaran dapat disimpulkan bahwa seorang calon dengan perempuan yang memiliki sedikit jemaah haji yang termasuk dalam golongan hormon testosteron menyebabkan ATP umur ≥ 60 tahun berisiko sebesar 3,601 kali yang dihasilkan tidak sebanyak pada laki- untuk memiliki status kebugaran jasmani laki sehingga tingkat kebugaran jasmani tidak bugar dibandingkan dengan calon perempuan tidak sebaik tingkat kebugaran Jemaah haji yang termasuk ke dalam jasmani laki-laki. Pada perempuan yang golongan umur < 60 tahun (Yusri, Y., lebih berperan adalah hormon estrogen Zulkarnain, M., & Sitorus, 2020). yang mana fungsinya dapat meningkatkan meningkatkan tingkat jasmani. Berbeda halnya distribusi lemak tubuh, sehinga jaringan Hubungan Antara Jenis Kelamin yang tidak aktif lebih banyak didalam Dengan Kebugaran Calon Jemaah Haji tubuh dan menurukan tingkat kebugaran di Kabupaten Majalengka 2023 jasmani (Bryantara, 2017).Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan tidak ini sejalan dengan penelitian Fadhilati ada hubungan yang signifikan antara jenis Sabrina, Afriwardi dalam Yusri yang kelamin dengan kebugaran calon jemaah menyatakan bahwa tidak haji di Kabupaten Majalengka 2023. Salah hubungan yang bermakna antara tingkat satu penentu utama dari perbedaan tingkat kebugaran jasmani dengan jenis kelamin. kebugaran jasmani antara laki-laki dan Hasil penelitian ini tidak tidak sejalan perempuan ini adalah sekresi hormon dengan testosteron dan estrogen. Hormon menyatakan testosteron yang dihasilkan berikatan merupakan faktor risiko terhadap status penelitian bahwa sebelumnya yang jenis kelamin dengan Sex Hormone Binding Globulin kebugaran (SHBG) yang ada di menunjukkan bahwa ada hubungan yang testosteron di jaringan. Sebagian jaringan akan diubah jasmani. terdapat hasil penelitian bermakna antara variabel jenis kelamin 105 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index dengan status kebugaran jasmani pada darah, dan peradangan, serta memperkuat calon Jemaah haji di Kota Palembang (p- antibodi. value =0.024) (Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Hubungan Sitorus, 2020). Antara IMT Dengan Kebugaran Calon Jemaah Haji di Hubungan Antara Aktivitas Fisik Kabupaten Majalengka 2023 Dengan Kebugaran Calon Jemaah Haji di Kabupaten Majalengka 2023 Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Indeks Hasil penelitian menunjukkan ada Masa Tubuh dengan kebugaran calon hubungan yang signifikan antara aktivitas jemaah haji di Kabupaten Majalengka 2023. fisik dengan kebugaran calon jemaah haji di IMT Kabupaten Majalengka 2023. pengukuran status gizi, IMT menunjukan merupakan salah satu metode Hasil penelitian ini sejalan dengan proporsi berat badan menurut tinggi badan penelitian sebelumnya yang menyatakan dengan tidak membedakan proporsi berat terdapat hubungan yang signifikan antara yang disebabkan masa otot, tulang, cairan aktifivitas fisik terhadap Tingkat Prediksi atau lemak. Status gizi ini penting karena VO2MAX pada Calon Jemaah Haji Lansia mempengaruhi produktivitas kerja. di KBIH Kodam I Bukit Barisan Kota Hasil penlitian ini sejalan dengan Medan. Kebutuhan oksigen dalam tubuh penelitian sebelumnya yang menyatakan manusia itu dalam jumlah pasti (Saragih, bahwa komposisi tubuh merupakan salah 2021). Hasil penelitian ini sejalan juga satu komponen yang berhubungan dengan dengan kebugaran penelitian Magutah yang jasmani. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan korelasi negatif antara bermakna antara variabel indeks massa variabel aktivitas fisik dengan tingkat tubuh (IMT) dengan status kebugaran VO2Maks (r= - 498). Hal ini menunjukkan jasmani pada calon Jemaah haji di Kota bahwa apabila nilai aktivitas fisik tinggi dan Palembang (p-value = 0,000). Perhitungan nilai VO2Maks rendah maka didapatkan risk estimate, diperoleh nilai PR = 3,567 hasil yang baik (Magutah, 2013). Menurut dengan 95% CI: 1,796 – 7,082 sehingga asumsi peneliti, aktifitas fisik seperti dapat disimpulkan bahwa seorang calon olahraga teratur dapat meningkatkan sistem Jemaah haji yang memiliki indeks massa kekebalan tubuh dan membantu melawan tubuh (IMT) kategori gemuk berisiko infeksi. Sel-sel kekebalan tubuh bekerja sebesar 3,567 kali untuk memiliki status secara efektif dan meningkatkan aliran kebugaran jasmani tidak bugar dibandingkan dengan calon Jemaah haji 106 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) penyakit kategori kurus sampai dengan kategori perubahan struktur dan fungsi organ normal (Yusri, Y., Zulkarnain, M., & terutama mata, ginjal, jantung, sistem Sitorus, 2020). Hasil penelitian ini berbeda syaraf, paru-paru dan pembuluh darah. dengan peradangan yang sistemik terutama pada penelitian Dharmansyah yang sistemik paru-paru yang signifikan antara status IMT dengan menyebabkan gangguan jalan napas. DM kebugaran jasmani juga mengganggu kapasitas difusi alveolar Kementerian Kesehatan pegawai tahun 2021. penderita menyebabkan menyatakan bahwa tidak ada hubungan pada pada yang DM dapat dari paru-paru. Hubungan ini terjadi setelah dilakukan Hasil penelitian ini sejalan dengan kontrol terhadap ras, status merokok, status penelitian sebelumnya yang menyatakan kesehatan, aktivitas fisik dengan cara bahwa ada hubungan yang bermakna antara restriksi pada saat pengambilan sampel; dan variabel Diabetes Mellitus dengan status umur dan jenis kelamin dengan cara kebugaran jasmani pada calon Jemaah haji pengukuran menggunakan metode rockport di Kota Palembang (p-value =0,042). yang hasil Perhitungan risk estimate, diperoleh nilai kebugaran berdasarkan faktor tersebut PR = 2,360 dengan 95% CI: 1,032 – 5,400, (Dharmansyah, D., & Budiana, 2021). sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang telah mengklasifikasikan calon Jemaah haji yang menderita Diabetes Hubungan Antara Riwayat Penyakit Mellitus (DM) berisiko sebesar 2,360 kali Diabetes Mellitus Dengan Kebugaran untuk memiliki status kebugaran jasmani Calon tidak bugar dibandingkan dengan calon Jemaah Haji di Kabupaten Majalengka 2023 Jemaah haji yang tidak menderita Diabetes Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat Diabetes mellitus Mellitus (DM) (Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, 2020). dengan kebugaran calon jemaah haji di Kabupaten Hubungan Antara Riwayat Penyakit Majalengka tahun 2023. Hipertensi Dengan Kebugaran Calon Dampak kronis yang ditimbulkan pada penderita DM yaitu berupa gangguan Jemaah Haji di Kabupaten Majalengka 2023 struktur maupun fungsi organ, diantaranya Hasil penelitian menunjukkan ada yaitu organ jantung, paru dan pembuluh hubungan yang signifikan antara riwayat darah yang merupakan komponen utama Hipertensi dengan kebugaran calon jemaah yang kebugaran haji di Kabupaten Majalengka tahun 2023. jasmani. Diabates Mellitus (DM) adalah Hipertensi dapat menurunkan kebugaran berhubungan dengan 107 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index seseorang, karena hipertensi merupakan faktor resiko kuat Kesimpulan untuk penyakit Hipertensi akan Ada hubungan antara umur, akivitas menyebabkan sklerosis pada dinding arteri. fisik, IMT, riwaya penyakit diabetes Proses kardiovaskular. ini akan mempermudah mellitus, pembentukan bekuan darah dan kebugaran jasmani calon Jemaah haji. melemahkan pembuluh darah penderita Tidak ada hubungan antara jenis kelamin hipertensi, sehingga kemampuan sitem dengan kebugara jasmani. Variabel riwayat pembuluh dalam penyakit diabetes mellitus merupakan menurun, variable dominan yang berhubungan darah menyediakan padahal dan oksigen suplai paru akan oksigen yang baik merupakan salah satu indikator kebugaran riwayat hipertensi dengan dengan kebugaran calon Jemaah haji Kabupaten Majalengka 2023. yang baik. Kebugaran kardiorespirasi yang baik merupakan kemampuan sistem Saran pembuluh darah dan pernafasan untuk Dapat digunakan sebagai bahan menyediakan oksigen guna melakukan pertimbangan untuk membuat program aktivitas fisik yang berkelanjutan. pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Hasil penelitian ini sejalan dengan secara ketat dalam upaya menjaga dan penelitian sebelumnya yang menyatakan meningkatkan kebugaran jemaah haji pada bahwa hipertensi merupakan faktor risiko masa sebelum keberangkatan dan selama yang menjalankan ibadah haji. jasmni. dapat Hasil mempengaruhi penelitian kebugaran menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Daftar Pustaka variabel hipertensi dengan status kebugaran Barat, D. K. P. J. (2022). Jemaah Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2019. jasmani pada calon Jemaah haji di Kota Palembang (p-value =0,001). Perhitungan risk estimate, diperoleh nilai PR = 2,565 dengan 95% CI: 1,447 – 4,545, sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang calon jemaah haji yang menderita Hipertensi berisiko sebesar 2,565 kali untuk memiliki status kebugaran jasmani tidak bugar dibandingkan dengan calon Jemaah haji yang tidak menderita Hipertensi (Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, 2020). Bryantara, O. F. (2017). Faktor yang Berhubungan dengan Kebugaran Jasmani (VO2 MAKS) Atlet Sepakbola. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(2), 237–249. https://doi.org/https://doi.org/10.2047 3/jbe.v4i2.2016.237 Dharmansyah, D., & Budiana, D. (2021). Indonesian adaptation of The International Physical Activity Questionnaire (IPAQ): Psychometric properties. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 7(2), 159– 163., 7(2), 159–163. 108 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index https://doi.org/https://doi.org/10.1750 9/jpki.v7i2.39351 Hsieh, P. L., Chen, M. L., Huang, C. M., Chen, W. C., Li, C. H., & Chang, L. C. (2014). Physical activity, body mass index, and cardiorespiratory fitness among school children in Taiwan: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 11(7), 7275–7285. https://doi.org/10.3390/ijerph1107072 75 Indonesia., K. K. R. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Indonesia, K. K. R. (2016). Petunjuk Teknis Pemeriksaan Dan Pembinaan Kesehatan Haji. Pusat Kesehatan Haji. Lansia. 5(2), 24–30. Suharjana. (2013). Kebugaran Jasmani. Jogja Global Media. Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, R. J. (2020). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Calon Jemaah Haji Kota Palembang Tahun 2019. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(1), 57–68. https://doi.org/https://doi.org/10.1471 0/jekk.v5i1.6911 Yusri, Y., Zulkarnain, M., & Sitorus, R. J. (2020). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Calon Jemaah Haji Kota Palembang Tahun 2019. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(1), 57–68. https://doi.org/10.14710/jekk.v5i1.69 11 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Riset Kesehatan Dasar 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Magutah, K. (2013). Cardio-respiratory fitness markers among Kenyan university students using a 20m shuttle run test (SRT). African Health Sciences, 13(1), 10–16. https://doi.org/https://doi.org/10.4314/ ahs.v13i1.2 Majalengka, D. K. K. (2022). Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Olah Raga. Permana, J. (2021). 33,5 Persen Masyarakat Kurang Aktivitas Fisik. InilahKoran. Permenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kementerian Kesehatan RI. Saragih, H. et al. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Prediksi Vo2Maks Pada Calon Jemaah Haji 109