JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda sebagai Gerakan Warga Negara Tika Paskayati M Simanjuntak1*. Suyato1 Fakultas Ilmu sosial. Hukum, dan ilmu Politik. Universitas Negeri Yogyakarta *Corresponding author email: mailto:tika0234fishipol. 2023@student. Article Info Article history: Received Augustus 28, 2025 Approved November 20, 2025 Keywords: Youth Organization. Social Responsibility. Young Generation. Citizen Movement. ABSTRACT This study investigates the role of the Karang Taruna organization in fostering youth social responsibility as an integral part of civic engagement in Siopat Suhu Subdistrict. Pematangsiantar City. As a community-based youth organization. Karang Taruna occupies a strategic position in character formation and in promoting the active involvement of young people in societal life. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews with organizational leaders, members, and community figures, as well as through documentary analysis. The findings reveal that Karang Taruna in Siopat Suhu has implemented a range of social programs, including communal service activities, vocational training, and educational outreach, all of which enhance awareness of the vital role of youth in social development. These initiatives contribute significantly to strengthening social responsibility, solidarity, and civic consciousness among the younger generation. Accordingly. Karang Taruna serves as a pivotal agent of social development and a catalyst for youth participation in both community and national ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan organisasi Karang Taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial generasi muda sebagai bagian dari gerakan warga negara di Kelurahan Siopat Suhu. Kota Pematangsiantar. Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pengurus Karang Taruna, anggota, serta tokoh masyarakat setempat, dan didukung oleh studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna di Kelurahan Siopat Suhu telah menjalankan berbagai program sosial, seperti kegiatan gotong royong, pelatihan keterampilan, serta penyuluhan yang mendorong kesadaran akan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan sosial. Kegiatankegiatan ini berkontribusi terhadap terbentuknya rasa tanggung jawab sosial, solidaritas, dan kesadaran generasi muda sebagai warga negara yang aktif. Dengan demikian. Karang Taruna berperan penting sebagai agen pembinaan sosial dan penggerak partisipasi pemuda dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Simanjuntak. , & Suyato. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda sebagai Gerakan Warga Negara. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2694Ae2703. https://doi. org/10. 55681/jige. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda A - 2694 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . PENDAHULUAN Pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa karena menjadi fondasi utama sekaligus simbol potensi masa depan. Mereka sering dijuluki sebagai generasi emas yang menyimpan energi transformasional dan motor penggerak perubahan sosial di masyarakat (Rizkasari, 2. Kapasitas pemuda sebagai agen perubahan . gent of chang. bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari proses pembentukan karakter yang konsisten dan berkelanjutan (Lahijani et al. , 2. Diperlukan pembinaan dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab sosial agar generasi muda mampu menjadi pelanjut estafet perjuangan bangsa dengan kualitas yang mumpuni. Dalam hal ini, pembangunan karakter menjadi elemen fundamental yang tidak dapat diabaikan. Dengan landasan karakter yang kuat, pemuda tidak hanya mampu berpikir visioner, tetapi juga terlibat secara aktif dalam menciptakan perubahan nyata yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas. Untuk mencapai idealisme tersebut, pemuda perlu memiliki semangat belajar yang tak pernah padam serta tekad yang kokoh dalam menggali dan memperluas wawasan serta Proses pembelajaran ini tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi juga harus diperluas melalui interaksi sosial, keterlibatan dalam kegiatan komunitas, serta partisipasi aktif dalam organisasi kemasyarakatan maupun kelembagaan. Organisasi, dalam hal ini, berperan sebagai ruang aktualisasi diri sekaligus laboratorium kepemimpinan yang memungkinkan pemuda untuk mengasah keterampilan interpersonal, manajerial, dan empatik (Firdaus, 2. Melalui partisipasi dalam organisasi, pemuda belajar menghadapi dinamika kelompok, menyelesaikan konflik, dan menyusun strategi kolaboratif. Oleh karena itu, organisasi menjadi landasan penting dalam menyiapkan pemuda sebagai pilar perubahan sosial (Kristianti & Loisa, 2. Hal ini penting mengingat saat ini kita tidak dapat menemukan pemuda yang memiliki rasa tanggung jawab sosial di komunitasnya. Terlepas dari pengaruh modernitas dan kemajuan teknologi yang berdampak pada berkurangnya semangat solidaritas sosial khususnya pada masyarakat perkotaan. Saat ini juga banyak kita jumpai para pemuda kota yang mengikuti trend lifestyle hedonis dan konsumtif tanpa mengabaikan hal lain sehingga partisipasi pemuda dalam hal ini minim untuk dapat berkontribusi pada lingkungan (Putri & Khoiryasdien, 2. Hanya sebagian kecil pemuda yang masih berkontribusi nyata. Padahal, kesadaran etis dan tanggung jawab sosial merupakan dimensi fundamental dalam kehidupan berbangsa (Saumantri & Bisri. Dengan kesadaran tersebut, tindakan sosial pemuda tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter dan moralitas. Karang Taruna adalah tempat di mana kaum muda dapat belajar tentang pentingnya berkontribusi untuk kemajuan komunitas mereka dan negara secara keseluruhan. Di mana Karang Taruna menjadi wadah yang dapat digunakan sebagai sarana penyalur kreativitas dan mendorong tumbuh kembangnya kegiatan dan program yang dilaksanakan (E. Retnowati et al. Sebagai organisasi kepemudaan. Karang Taruna berfungsi sebagai wadah pembinaan, pemberdayaan, dan penyaluran kreativitas generasi muda (Tasyali, 2. Karang Taruna juga diposisikan sebagai katalisator perubahan sosial melalui program-program yang berdampak nyata, mulai dari pemberdayaan ekonomi, aksi lingkungan, pendidikan nonformal, hingga pelatihan keterampilan (Solihah, 2. Menurut data BPS 2021, jumlah pemuda usia 15Ae29 Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2695 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . tahun mencapai 25,87% dari total populasi Indonesia (Setiawan, 2. Angka ini menegaskan besarnya potensi pemuda yang dapat diberdayakan melalui organisasi sosial. Organisasi Karang Taruna merupakan salah satu bentuk organisasi pemuda yang memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat, khususnya dalam konteks tanggung jawab sosial generasi muda (Fadillah et al. , 2. Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur menjadi salah satu contoh nyata organisasi kepemudaan yang aktif. Di masa pandemi 2021, mereka mendirikan pos penjagaan, melakukan penyemprotan disinfektan, dan mengadakan sosialisasi anti narkoba bersama BNN. Selain itu, pelatihan keterampilan seperti desain sablon, las, dan salon juga digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya pemuda (A. Retnowati & Sitorus, 2. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa Karang Taruna bukan hanya sarana berkumpul, melainkan wadah membangun karakter, kepemimpinan, dan kesadaran sosial pemuda. Meskipun demikian, organisasi Karang Taruna juga menghadapi berbagai tantangan. Hasil studi menunjukkan bahwa hanya 30% pemuda memahami konsep tanggung jawab sosial. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia, finansial, dan stigma negatif masyarakat menjadi hambatan tersendiri. Banyak Karang Taruna yang tidak memiliki program kerja jelas, sehingga sulit menarik partisipasi pemuda. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas organisasi agar peran Karang Taruna lebih efektif dan berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini memfokuskan kajian pada peranan Karang Taruna dalam membentuk tanggung jawab sosial generasi muda sebagai gerakan warga negara. Fokus penelitian meliputi program-program pengembangan kepemudaan yang dijalankan, dampak aktivitas sosial Karang Taruna terhadap sikap generasi muda, serta tantangan yang dihadapi organisasi. Rumusan masalah yang diajukan adalah: . program apa saja yang dijalankan Karang Taruna Siopat Suhu untuk mendorong tanggung jawab sosial. bagaimana dampak kegiatan Karang Taruna terhadap partisipasi generasi muda. apa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menggali secara mendalam makna, proses, dan dinamika sosial yang terjadi pada objek penelitian. Data yang dikumpulkan lebih menekankan makna daripada generalisasi, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran organisasi Karang Taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial generasi muda. Peneliti hadir secara langsung di lapangan untuk melakukan pengumpulan data sekaligus berperan sebagai instrumen utama penelitian. Kehadiran peneliti sangat penting untuk mengamati fenomena sosial secara langsung, melakukan wawancara, serta menjalin interaksi dengan subjek penelitian. Lokasi penelitian ditetapkan di Kelurahan Siopat Suhu. Kecamatan Siantar Timur. Kota Pematangsiantar. Karang Taruna di wilayah ini dipilih karena masih aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial, konsisten melaksanakan program kemasyarakatan, dan bahkan pernah menjadi nominasi Karang Taruna Teladan tingkat kota. Karakteristik tersebut dianggap representatif untuk menggambarkan dinamika organisasi kepemudaan pada tingkat lokal. Subjek penelitian melibatkan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu, pengurus organisasi. Kepala Kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka dipandang relevan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai program, dampak, serta Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2696 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . kendala organisasi. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, laporan, buku, artikel, jurnal, serta arsip yang terkait dengan kegiatan Karang Taruna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam dilaksanakan secara fleksibel dan tidak terstruktur agar informan dapat lebih leluasa mengemukakan pandangan dan pengalaman Saat melakukan wawancara mendalam, peneliti dan informan terlibat dalam percakapan dengan tujuan tertentu dalam pikiran. Tujuan ini mungkin termasuk menjawab pertanyaan atau menguji hipotesis tetapi dialognya lebih terfokus pada eksplorasi pengalaman. serta pentingnya peristiwa tersebut (Mania, 2. Observasi partisipatif digunakan untuk mengamati aktivitas langsung Karang Taruna dalam berbagai kegiatan sosial, sementara studi dokumentasi melengkapi data dengan menelaah dokumen dan catatan organisasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui teknik triangulasi, baik triangulasi sumber maupun metode. Triangulasi dilakukan untuk memastikan kebenaran dan konsistensi data sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh proses penelitian dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari pra-lapangan, pengumpulan data, hingga analisis dan penyusunan laporan. Dengan demikian, metode penelitian ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peranan Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu dalam mewujudkan tanggung jawab sosial generasi muda sebagai gerakan warga negara. HASIL DAN PEMBAHASAN Program-Program Karang Taruna Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu menjalankan berbagai program yang berfokus pada tanggung jawab sosial dan pengembangan generasi muda. Berdasarkan hasil wawancara dengan mantan pengurus. Bapak Afrendo Hutagalung, pada masa kepengurusannya Karang Taruna aktif melaksanakan kegiatan sosial. AuDulu kami rutin mengadakan bakti sosial setiap tiga bulan sekali. Selain itu ada pelatihan menjahit untuk remaja putri, pelatihan komputer dasar, dan kelas musik. Kami juga menggerakkan program kebersihan lingkungan setiap minggu,Ay ujar Andri . awancara, 10 Juni 2. Ibu Efi Fantri Sidabuke menambahkan bahwa program-program tersebut dirancang untuk mengembangkan keterampilan pemuda sekaligus menjawab kebutuhan sosial masyarakat. AuKegiatan ini kami rancang supaya anak muda punya skill, tapi juga tetap peduli sama lingkungan dan masyarakat sekitar,Ay jelas Ratna . awancara, 12 Juni 2. Selain itu. Bapak Raju Simbolon menuturkan bahwa keberadaan program keterampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi generasi muda pada masanya. Hal ini menunjukkan bahwa Karang Taruna periode sebelumnya memiliki fokus pada pemberdayaan sosial berbasis Hasil wawancara dengan pengurus aktif, seperti yang disampaikan Sondang Roma Sibarani, menegaskan konsistensi Karang Taruna dalam menyelenggarakan program sosial: AuKami rutin mengadakan edukasi lingkungan, seperti gotong royong membersihkan sungai dan penanaman Selain itu, ada pelatihan kewirausahaan untuk pemuda, misalnya membuat kerajinan dan usaha kuliner kecil-kecilanAy. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2697 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Narasumber lain. Jonglis Simanjuntak, juga menambahkan bahwa Karang Taruna memiliki kegiatan kampanye sosial serta olahraga. AuKami juga punya kampanye anti-narkoba yang dilakukan lewat seminar dan media sosial, serta kegiatan olahraga antar-RT untuk mempererat hubungan warga,Ay ungkapnya. Program-program tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Warga setempat, seperti Masta Dame Sihombing . , menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan menjadi salah satu aktivitas yang terasa langsung manfaatnya. AuKalau dari saya pribadi, yang paling terasa itu kegiatan bersih-bersih lingkungan tiap bulan. Selain bikin lingkungan lebih rapi, juga jadi ajang silaturahmi antarwarga,Ay ungkapnya. Hal yang sama diungkapkan Hari Simanjuntak . yang menilai kegiatan olahraga antar-RT memiliki dampak signifikan. AuKegiatan turnamen voli dan futsal yang diadain Karang Taruna itu bagus. Anak-anak muda jadi punya wadah menyalurkan hobi dan energi mereka ke hal positif,Ay jelasnya. Sementara itu. Mesdi Hutauruk . menekankan arti penting kegiatan bakti sosial. AuBakti sosial seperti pembagian sembako dan donor darah itu membantu sekali, apalagi untuk warga yang kurang mampu,Ay tuturnya. Bapak Rikki Rembo Manurung. STP. , selaku Lurah Siopat Suhu, juga menegaskan bahwa semangat pemuda di Karang Taruna sangat besar dalam membantu masyarakat. AuAnak-anak Karang Taruna ini punya semangat besar untuk bantu masyarakat. Kegiatan mereka itu beragam, mulai dari bakti sosial di lingkungan, pelatihan keterampilan untuk pemuda, sampai kampanye kebersihan dan penghijauan. Semua diarahkan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, bukan sekadar acara seremonial,Ay . awancara, 12 Agustus 2. Analisis hasil wawancara menunjukkan bahwa program Karang Taruna berfokus pada tiga pilar utama, yaitu kebersihan lingkungan, pengembangan minat bakat olahraga, dan dukungan sosial bagi kelompok rentan. Program-program ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mengedepankan kepedulian sosial, pendidikan nonformal, serta pembangunan kapasitas Dampak Kegiatan terhadap Generasi Muda Dampak dari kegiatan Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu terlihat pada meningkatnya kepedulian sosial, kebersamaan, dan partisipasi pemuda. Menurut Raju Simbolon, kegiatan yang mereka jalankan berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan antaranggota meskipun tingkat partisipasi tidak selalu stabil. AuKalau kegiatannya sesuai minat, ramai yang ikut. Tapi kalau sifatnya formal atau butuh komitmen panjang, biasanya yang hadir berkurang,Ay ungkap Hasan . awancara, 12 Agustus 2. Ia menegaskan bahwa semangat pemuda sangat dipengaruhi oleh relevansi kegiatan dengan kehidupan sehari-hari. AuAnak-anak muda lebih semangat kalau ada kegiatan yang seru dan manfaatnya kelihatan langsung,Ay ujar Raju. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Efi Sidabuke yang menilai adanya efek positif berupa solidaritas antaranggota. AuSetelah ikut bakti sosial, mereka jadi lebih dekat satu sama lain. Hubungan personalnya jadi lebih kuat,Ay kata Efi. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2698 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Secara akademik, temuan ini selaras dengan Youth Engagement Theory yang menjelaskan bahwa keterlibatan pemuda meningkat jika kegiatan memiliki makna personal, relevansi, dan hasil yang terlihat nyata. Lurah Siopat Suhu. Rikki Manurung, juga menekankan bahwa kegiatan Karang Taruna sangat efektif menarik partisipasi pemuda ketika sesuai dengan minat mereka. AuKalau kegiatannya olahraga atau pelatihan usaha, anak-anak muda semangat ikut. Mereka jadi lebih kenal sama Karang Taruna dan merasa bagian dari organisasi,Ay jelasnya . awancara, 13 Agustus Hal senada diungkapkan Alfredo Hutagalung yang menyebutkan bahwa kegiatan seru dan bermanfaat membuat pemuda semakin aktif. AuBanyak yang awalnya cuma ikut sekali, tapi karena kegiatannya seru dan bermanfaat, mereka jadi aktif Ada juga yang akhirnya mau jadi pengurus,Ay ungkapnya. Hasil wawancara lain juga menunjukkan bahwa kegiatan olahraga menjadi pemicu utama Raju Simbolon menuturkan: AuKalau ada kegiatan olahraga, anak-anak muda banyak yang ikut. Malah ada yang akhirnya jadi rutin ikut rapat Karang Taruna,Ay jelasnya. Hari Simanjuntak menambahkan bahwa kegiatan Karang Taruna juga berdampak pada hubungan sosial antarwarga. AuAnak-anak remaja sekarang jadi lebih akrab sama warga karena sering ketemu di kegiatan. Mereka juga jadi ngerti kalau membantu masyarakat itu seru, bukan cuma capek,Ay katanya. Dari perspektif teori partisipasi sosial, hasil ini memperlihatkan bahwa kegiatan berbasis aksi dan interaksi langsung lebih efektif dalam menumbuhkan partisipasi pemuda, sedangkan kegiatan administratif cenderung kurang diminati. Dengan demikian, keterlibatan generasi muda di Karang Taruna Siopat Suhu dapat dikategorikan masih bersifat event-based, yaitu aktif pada kegiatan tertentu, tetapi belum membentuk komitmen jangka panjang dalam struktur Kendala yang Dihadapi Karang Taruna Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan Hasil wawancara dengan tiga mantan pengurus menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada keterbatasan dana dan fasilitas. AuDana sering jadi masalah. Kadang kita mau buat acara, tapi harus putar otak cari sponsor,Ay ungkap Raju Simbolon. Ia juga menambahkan bahwa fasilitas seperti ruang pertemuan dan peralatan kegiatan masih sangat terbatas. AuWaktu itu kami sering pinjam aula sekolah untuk kegiatan. Kalau lagi dipakai pihak sekolah, ya terpaksa nunda acara,Ay jelasnya. Selain masalah dana dan fasilitas, kesulitan mempertahankan komitmen anggota juga menjadi hambatan. Hal ini diungkapkan oleh Alfrendo Hutagalung yang menyoroti penurunan semangat anggota seiring waktu. AuAwalnya semangat, tapi setelah beberapa bulan, banyak yang mulai sibuk atau kurang tertarik,Ay kata Efi Sidabuke. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2699 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Secara ilmiah, kendala ini menunjukkan keterbatasan kapasitas organisasi. Organisasi berbasis komunitas sering menghadapi kesulitan menjaga keberlanjutan program karena keterbatasan sumber daya manusia maupun finansial. Keterangan dari pengurus aktif Karang Taruna juga menegaskan hal tersebut. Efi Sidabuke AuKendala terbesar itu dana. Banyak ide yang mau dijalankan, tapi terhambat karena anggarannya minim. Fasilitas juga terbatas, misalnya peralatan olahraga yang seadanyaAy. Alfrendo Simbolon menambahkan kesulitan dalam menjangkau seluruh pemuda di AuSulit menjangkau semua pemuda karena mereka punya kesibukan masing-masing, ada yang kuliah, kerja, atau kurang tertarik sama kegiatan sosialAy. Warga juga merasakan kendala dalam keberlangsungan program. Sondang Romatua Sibarani menyoroti masalah pendanaan. AuKadang kegiatan terbatas karena dana yang ada nggak cukup. Jadi skalanya kecil dan nggak semua warga bisa merasakan,Ay ujarnya. Ia juga menambahkan kendala partisipasi yang fluktuatif: AuKalau pas musim hujan atau dekat musim panen, banyak yang nggak hadir, soalnya sibuk kerja atau cuaca nggak mendukungAy. Sementara itu. Hari Simanjuntak menekankan keterbatasan fasilitas sebagai hambatan AuLapangan olahraga kurang terawat. Kalau ada fasilitas yang memadai, kegiatan pasti bisa lebih rutin dan ramai,Ay jelasnya. Analisis dari temuan ini memperlihatkan bahwa ada tiga kendala utama: keterbatasan finansial yang membatasi skala program, keterbatasan fasilitas yang mengurangi daya tarik kegiatan, dan tantangan mempertahankan komitmen anggota yang fluktuatif. Faktor eksternal seperti musim dan kesibukan pribadi juga memperkuat hambatan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus aktif Karang Taruna, mantan pengurus, warga setempat, dan Lurah, diperoleh sejumlah temuan yang menjawab rumusan masalah Temuan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai program, dampak, serta kendala yang dihadapi Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kepemudaan berbasis sosial. Karang Taruna Siopat Suhu secara konsisten melaksanakan berbagai program dengan orientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Program yang menonjol meliputi: Bakti Sosial, berupa pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu, bantuan untuk korban bencana, serta gotong royong membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Karang Taruna terhadap solidaritas sosial dan membangun citra positif organisasi di mata masyarakat. Edukasi Lingkungan, mencakup kampanye kebersihan, penanaman pohon, serta pengelolaan sampah berbasis pemilahan. Beberapa kegiatan diintegrasikan dengan event olahraga atau festival pemuda untuk menarik partisipasi yang lebih besar. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2700 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pendampingan Anak Putus Sekolah, melalui kelas belajar sukarela, pengajaran keterampilan dasar, dan motivasi untuk kembali bersekolah. Walaupun skala program terbatas, kegiatan ini menunjukkan perhatian Karang Taruna pada masalah sosial Dari perspektif teori tanggung jawab sosial organisasi, program-program ini telah memenuhi dimensi pemberdayaan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan, sejalan dengan visi Karang Taruna sebagai agen perubahan sosial di tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Karang Taruna yang interaktif, relevan dengan minat pemuda, dan memberikan manfaat langsung lebih efektif menarik partisipasi. Olahraga sebagai Pemicu Partisipasi, seperti turnamen futsal, voli, dan e-sport, terbukti mengundang antusiasme tinggi. Olahraga juga menjadi pintu masuk untuk mengenalkan program sosial lain. Pelatihan Kewirausahaan, seperti workshop produk kreatif, digital marketing, dan usaha kecil, disambut baik oleh pemuda yang ingin mandiri secara ekonomi. Kampanye Sosial, seperti anti-narkoba, donor darah, dan kesehatan mental, meningkatkan pengetahuan sekaligus menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab Namun, keterlibatan pemuda cenderung bersifat event-based. mereka aktif ketika ada acara tertentu, tetapi kurang terlibat dalam struktur organisasi secara berkelanjutan. Penyebabnya antara lain padatnya jadwal pribadi, kurangnya program tindak lanjut, serta keterbatasan komunikasi intensif antara pengurus dan anggota. Dalam perspektif teori partisipasi masyarakat, keterlibatan ini masih berada pada tingkat tokenism . artisipasi simboli. , belum sampai pada tingkat citizen power di mana pemuda terlibat penuh dalam perencanaan dan pengambilan Hambatan utama yang dihadapi Karang Taruna mencakup: Keterbatasan Dana, sehingga kualitas dan skala kegiatan sering kali kecil atau bersifat jangka pendek. Fasilitas Belum Memadai, misalnya peralatan olahraga dan sarana pelatihan yang Tantangan Membangun Komitmen Anggota, partisipasi tinggi hanya pada kegiatan tertentu, tetapi sulit dipertahankan secara konsisten. Upaya mengatasi hambatan dilakukan dengan menggandeng sponsor lokal, memanfaatkan media sosial untuk promosi dan dokumentasi, serta mengembangkan program yang sesuai tren generasi muda seperti e-sport atau workshop kreatif. Namun, langkah-langkah ini belum sepenuhnya menutupi kendala struktural seperti keterbatasan dana dan fasilitas. Temuan Utama Temuan penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna Siopat Suhu telah berperan signifikan sebagai agen sosial di tingkat kelurahan. Program yang dijalankan menyentuh aspek sosial, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi. Partisipasi generasi muda meningkat ketika program relevan dengan minat mereka, meskipun keterlibatan jangka panjang masih menjadi tantangan. Hambatan finansial, keterbatasan fasilitas, dan fluktuasi komitmen anggota menjadi faktor utama yang mengurangi efektivitas program. Oleh karena itu. Karang Taruna membutuhkan inovasi dalam strategi keberlanjutan, kaderisasi, serta dukungan eksternal agar perannya semakin optimal. Peranan Organisasi Karang Taruna dalam Mewujudkan Tanggung Jawab Sosial Generasi Muda - 2701 Simanjuntak & Suyato / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . KESIMPULAN Karang Taruna Kelurahan Siopat Suhu telah menjalankan berbagai program sosial seperti bakti sosial, edukasi lingkungan, pelatihan kewirausahaan, kampanye anti-narkoba, dan kegiatan Program-program ini menunjukkan konsistensi organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat sekaligus membangun kepedulian generasi muda. Kegiatan yang relevan dengan minat pemuda, seperti olahraga dan pelatihan usaha, terbukti mampu menarik partisipasi yang cukup tinggi, meskipun keterlibatan tersebut masih cenderung bersifat eventbased dan belum membentuk komitmen jangka panjang. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan dana, kurangnya fasilitas, serta tantangan mempertahankan partisipasi anggota secara konsisten. Untuk meningkatkan peran Karang Taruna di masa mendatang, diperlukan strategi keberlanjutan melalui kemitraan dengan pihak swasta, lembaga pendidikan, dan organisasi nonpemerintah guna memperkuat sumber daya finansial maupun non-finansial. Selain itu, perlu dikembangkan program berkelanjutan yang sesuai dengan beragam minat generasi muda, disertai sistem kaderisasi dan pendampingan agar keterlibatan tidak hanya sebatas kegiatan tertentu. Dokumentasi kegiatan yang rapi juga penting untuk evaluasi, akuntabilitas, dan publikasi yang dapat meningkatkan citra organisasi di mata masyarakat. Dengan demikian. Karang Taruna dapat semakin optimal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab sosial. DAFTAR PUSTAKA