Jurnal METHODIKA. Vol. 3 No. 1 MARET 2017 ISSN : 2442-7861 SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA DEALER SEPEDA MOTOR HONDA Lusi Herlina Siagian Universitas Sumatera Utara Email : elina_1015@yahoo. ABSTRAK Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan usaha: Sewa Guna Usaha. Anjak Piutang. Usaha Kartu Kredit dan atau Pembiayaan Konsumen. Skema bisnis perusahaan pembiayaan didasari oleh adanya underlying asset. dekatnya jaringan industri pembiayaan dengan industri manufaktur, distributor dan pemegang merek tunggal. serta mudah dan cepatnya pelayanan, membuat industri pembiayaan lebih dekat ke konsumennya dibandingkan industri pemberi kredit sejenis. Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para masyarakat, karena mereka dapat menggunakan sepeda motor langsung, tanpa mengeluarkan biaya besar untuk pembelian secara tunai. Cukup dengan mengeluarkan dana untuk uang muka atau Down Payment (DP), melalui leasing mereka bisa memperoleh dan untuk membiayai pembelian sepeda motor dengan jangka waktu antara 1 sampai 3 tahun. Pemanfaatan Sistem Penunjang Keputusan ini dapat membantu approval atau pejabat yang bersangkutan dalam melakukan putusan permohonan kredit dengan kemudahan dan waktu yang relatif cepat dan mengurangi resiko kredit berdasarkan bobot yang sudah ditentukan dengan menggunakan metode fuzzy. Metode penelitian menggunakan metode SDLC, dengan pemanfaatan metode fuzzy menggunakan variable penghasilan, pengeluaran serta variable angsuran, pada tahapan kesimpulan mendapatkan nilai angsuran yang layak pada setiap nasabah. Kata kunci: Sistem Penunjang Keputusan (SPK). Fuzzy Tsukamoto. Sepeda Motor. Honda. Kredit PENDAHULUAN Secara harfiah leasing sendiri berasal dari bahasa Inggris Lease yang berarti menyewakan. Dalam definisi yang lebih luas leasing yang sering dikenal juga dengan sewaguna-usaha, leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan oleh bank atau lembaga dan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu Dalam jangka waktu itu seseorang yang mengajukan leasing harus melakukan pembayaran secara berkala dengan disertai hak kepemilikan setelah semua pembayaran telah selesai dilunasi. Sedangkan dalam surat Keputusan Menteri Keuangan no. 1169/K. MK. 01/1991, disebutkan bahwa leasing atau sewa guna usaha adalah Aukegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi . inance leas. maupun sewa gunas usaha tanpa hak opsi . perating leas. untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkalaAy. Dalam hal ini. Honda Motor sebagai produsen sepeda Motor Honda tentu ingin memasarkan produknya secara massal guna mendapatkan profit . yang sebesar-besarnya. Kendala terbesar muncul ketika disadari bahwa harga jual sepeda motor tidaklah cukup murah untuk dapat dimiliki masyarakat secara umum, sedangkan pada masa sekarang ini, keberadaan sepeda motor sebagai alat transportasi sudah tidak dapat dipungkiri sangat vital. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala harga jual tersebut adalah dengan menggunakan pihak ketiga dalam proses transaksi jual-beli sepeda motor, yaitu dengan memanfaatkan keberadaan perusahaan pembiayaan. Menurut Ahmad Awari, ada 3 pihak utama dalam leasing. Pihak perusahaan sewa guna usaha (Lesso. adalah perusahan atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada lessee dalam bentuk barang modal. Pihak penyewa (Less. adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor. Supplier atau Dealer adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lesse dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Dalam melakukan perjanjian leasing terdapat prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan yang secara garis besar dapat diuraikan sebaga berikut : Lesse bebas memilih dan menentukan peralatan yang dibutuhkan. Setelah lesse mengisi formulir permohonan lease, maka dikirimkan kepada lessor disertai dokumen lengkap. Lessor mengevaluasi kelayakan kredit dan memutuskan untuk memberikan fasilitas lease dengan syarat dan kondisi yang disetujui lesse . ama kontrak pembayaran sewa leas. , setelah ini maka kontrak lease dapat ditandatangani. Pada saat yang sama, lesse dapat menandatangani kontrak asuransi untuk peralatan yang dilease dengan perusahaan asuransi yang disetujui lessor, seperti yang tercantum dalam kontrak lease. Supplier dapat mengirimkan peralatan yang dilease ke lokasi lesse. Untuk mempertahankan dan memelihara kondisi peralatan tersebut, supplier akan menandatangani perjanjian purna Lessee menandatangani tanda terima peralatan dan menyerahkan kepada supplier. Jurnal METHODIKA. Vol. 3 No. 1 MARET 2017 ISSN : 2442-7861 Supplier menyerahkan tanda terima . ang diterima dari less. , bukti pemilikan dan pemindahan pemilikan kepada supplier. Lessor membayar harga peralatan yang dilease kepada supplier. Lesse membayar sewa lease secara periodik sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah dditentukan dalam kontrak lease. Perjanjian yang dibuat antara lessor dengan lessee disebut lease agrement, dimana didalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja bersyarat antara kedua belah pihak. Isi kontrak yang dibuat secara umum memuat antara lain: Nama dan alamat lease Jenis barang modal yang diinginkan Jenis atau jumlah barang yang dileasekan Syarat Ae syarat pembayaran Syarat kepemilikan atau syarat lainnya Biaya Ae biaya yang dikenakan Sangsi Ae sangsi apabila lesse ingkar janji Setiap fasilitas leasing yang diberikan oleh perusahaan leasing kepada pemohon (Lesse. akan dikenakan berbagai macam biaya yang dibebankan terhadap lesse Pembiayaan melalui leasing merupakan pembiayaan yang sangat sederhana dalam prosedur dan pelaksanaannya dan oleh karena itu leasing yang digunakan sebagai pembayaran alternatif tampak lebih menarik. Sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan modal bagi perusahaan Ae perusahaan, maka leasing didukung oleh keuntungan Ae keuntungan sebagai berikut: Fleksibel. Tidak diperlukan jaminan. Cepat dalam pelayanan. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional. Sebagai pelindung terhadap inflasi. Adanya hak opsi bagi lesse pada akhir masa Adanya kepastian hukum. TINJAUAN PUSTAKA SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti . sebagai suatu cara pemecahan masalah. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam membangun suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK), diantaranya analytical hierarchy process (AHP). Dalam masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah merancang suatu sistem yang dapat membantu pihak Lessor dalam mengambil keputusan untuk menentukan siapa yang layak menerima perjanjian lease berdasarkan urutan nilai prioritas global yang tertinggi. Menurut Simon, proses pengambilan keputusan meliputi tiga fase utama yaitu inteligensi, desain, dan kriteria. menambahkan fase keempat Gambaran konseptual pengambilan keputusan dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1 : Pengambilan Keputusan Proses Pemodelan SPK Proses pengambilan keputusan dimulai dari fase Realitas diuji, dan masalahdiidentifikasi dan Kepemilikan masalah juga ditetapkan. Selanjutnya pada fase desain akan dikonstruksi sebuah model yang merepresentasikan sistem. Hal ini dilakukan dengan membuat asumsiasumsi yang menyederhanakan realitas dan menuliskan hubungan di antara semua Model ini kemudian di validasi dan ditentukanlah kriteria dengan menggunakan prinsip memilih untuk mengevaluasi alternatif tindakan yang telah diidentifikasi. Proses pengembangan model sering mengidentifikasi solusi-solusi alternatif dan demikian sebaliknya. Selanjutnya adalah fase pilihan yang meliputi pilihan terhadap solusi yang diusulkan untuk model . idak memerlukan masalah yang disajika. Solusi ini diuji untuk menentukan viabilitasnya. Begitu solusi yang diusulkan tampak masuk akal, maka kita siap untuk masuk kepada fase terakhir yakni fase implementasi Hasil implementasi yang berhasil adalah dapat dipecahkannya masalah riil. Sedangkan kegagalan implementasi mengharuskan kita kembali ke fase FUZZY LOGIC Fuzzy secara bahasa diartikan sebagai kabur atau samarsamar. Dalam fuzzy dikenal derajat keanggotaan yang memiliki rentang nilai 0 hingga 1. Berbeda dengan himpunan yang memiliki nilai 1 atau 0. Sedangkan logika fuzzy adalah suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input kedalam suatu ruang output, mempunyai nilai Fuzzy dinyatakan dalam derajat dari suatu keanggotaan dan derajat dari kebenaran. Oleh sebab itu sesuatu dapat dikatakan sebagian benar dan sebagian salah pada waktu yang sama . Tsukamoto . yaitu setiap konsekuen pada aturan berbentuk IF-THEN harus dipresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy, dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya. Jurnal METHODIKA. Vol. 3 No. 1 MARET 2017 ISSN : 2442-7861 output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan dengan berdasarkan predikat . ire strengt. Hasil akhir diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobot. Misalkan ada 2 variabel input, yaitu x dan y serta satu variabel output z. Variabel x terbagi atas dua himpunan yaitu A1 dan A2, sedangkan variabel y terbagi atas himpunan B1 dan B2. Variabel z juga terbagi atas dua himpunan yaitu C1 dan C2. Tentu saja himpunan C1 dan C2 harus merupakan himpunan yang bersifat monoton. METODE PENELITIAN Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam merancang dan membangun perangkat lunak ini adalah System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri atas: Perencanaan. Pengumpulan Data. Analisis Sistem. Perancangan Sistem. Implementasi Sistem. Pengujian dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Fuzzy Tsukamoto Data Perhitungan Fuzzy Data perhitungan fuzzy seperti terlihat pada Tabel 3. yang bersumber dari besarnya angsuran yang dapat diberikan dan di hitung dari banyaknya penghasilan yang Variable Nilai Penghasilan Tertinggi Penghasilan Terendah Pengeluaran Tertinggi Pengeluaran Terendah Angsuran Tertinggi Angsuran Terendah Gambar. 2 : Variabel Input Penghasilan . Fungsi keanggotaan penghasilan R . = Penghasila. 2,5 Juta Oe z 1,5 Juta : jika A . z O 1 juta O 1 juta O jika A z O 2,5 juta A : jika A . z Ou 2,5 juta T . = Penghasila. z Oe 1 juta 1,5 Juta : jika A . z O 1 juta O 1 juta O jika A z O 2,5 juta A : jika A . z Ou 2,5 Juta . Nilai Keanggotaan Penghasilan Tabel 1 Data Perhitungan Proses pembentukan himpunan fuzzy ini digunakan untuk menghitung nilai keanggotaan yang terdiridari beberapa masukan yaitu variabel-variabel yang mempengaruhi Adapun komposisi penilaian yang digunakan adalah sebagai berikut : Rendah . 000 Oe 1. = 0,6667 Tinggi . 000 Oe 1. = 0,3333 Variabel Pengeluaran Variabel pengeluaran merupakann variabel angsuran lain atau pengeluaran calon dibitur yang akan mengambil Variabel penghasilan dibagi menjadi 3 himpunan fuzzy yaitu: Rendah (R). Tinggi(T). Himpunan Rendah dan Tinggi megunakan kurva linier rendah dan tinggi, sedangkan himpunan Sedang mengunakan kurva bentuk segitiga, seperti terlihat pada gambar 3 Variabel Input Penghasilan Variabel penghasilan merupakann variabel pendapatan atau gaji atau penghasilan calon dibitur yang akan mengambil kredit. Variable penghasilan dibagi menjadi 2 himpunan fuzzy yaitu: Rendah (R). Tinggi(T). Himpunan Rendah dan Tinggi meggunakan kurva linier rendah dan tinggi, seperti terlihat pada gambar 2 Gambar 3 : Variabel Input Pengeluaran . Fungsi keanggotaan pengeluaran Jurnal METHODIKA. Vol. 3 No. 1 MARET 2017 ISSN : 2442-7861 R . = Pengeluara. Pengeluaran Angsuran : jika A . z Ou 1,5 juta Tinggi Tinggi Rendah Tinggu Rendah : jika A . z O 900. O 900. 000 O jika A z O 1,5 juta A Rendah Tinggi Rendah : jika A . z Ou 1,5 Juta Rendah Rendah Rendah THEN Penghasilan T . = Pengeluara. Oe Variabel Input : jika A . z O 900. O 900. 000 O jika A z O 1,5 juta A 1,5 Juta Oe z Variabel Input Tinggi . Nilai Keanggotaan Pengeluaran Rendah . 000 Oe 1. = 0,8333 Tinggi . 000 Oe 900. = 0,1667 Variable Angsuran Variabel Input ANGSURAN Variabel angsuran merupakan variabel cicilan atau angsuran yang harus dibayar oleh calon dibitur yang akan mengambil kredit. Variabel angsuran dibagi menjadi 3 himpunan fuzzy yaitu: Rendah (R). Tinggi(T). Himpunan Rendah dan Tinggi megunakan kurva linier rendah dan tinggi, sedangkan himpunan Sedang mengunakan kurva bentuk segitiga. Seperti terlihat pada gambar 4 Gambar 4 : Variabel Input Angsuran . Fungsi keanggotaan Angsuran R . = Angsura. 1,9 Juta Oe z : jika A . z O 98. O 98. 000 O jika A z O 1,9 juta A : jika A . z Ou 1,9 juta T . = Penghasila. Oe : jika A . z O 98. O 98. 000 O jika A z O 1,9 juta A : jika A . z Ou 1,9 Juta Tabel 2 Tabel Rule Pada tabel 2 digunakan sebagai aturan yang akan menentukan nilai himpunan fuzzy. Nilai angsuran yang dicari untuk setiap aturan menggunakan fungsi MIN pada aplikasi fungsi implikasi, untuk aturan fuzzy [R] yang dinotasikan dengan 1 diperoleh dengan rumus sebagai . IF penghasilan tinggi and pengeluaran tinggi THEN angsuran rendah Ae Predikat1 = penghasilantinggi O pengeluarantinggi = min ( penghasilantinggi. ,5 j. , pengeluarantinggi. ,5j. = min. ,3333. 0,1. = 0,1667 Himpunan angsuran rendah, z1=zmax Ae 2. max Ae zmi. z1 adalah nilai z untuk aturan fuzzy [R. Menurut fungsi keanggotaan himpunan Angsuran Rendah dalam aturan fuzzy [R. , maka nilai z1 adalah: Z1 = 1. 000-0,1667 * . 000Ae98. = 1. IF penghasilan tinggi and pengeluaran rendah THEN angsuran tinggi Ae Predikat1 = penghasilantinggi O pengeluaranrendah = min ( penghasilantinggi. ,5 j. , pengeluaranrendah. = min. ,3333. 0,8. = 0,3333 Himpunan angsuran rendah. Z2 = 1. 000 * 0,3333 98. = 698. IF penghasilan rendah and pengeluaran tinggi THEN angsuran rendah Ae Predikat1 = penghasilanrendah O pengeluarantinggi = min ( penghasilanrendah. , pengeluarantinggi. ,5 j. = min. ,6667. 0,1. = 0,1667 Himpunan angsuran rendah. Z3 = 1. 000 - 0,1667 * . 000 Ae 98. = 1. IF penghasilan rendah and pengeluaran rendah THEN angsuran rendah Ae Predikat1 = penghasilanrendah O pengeluaranrendah Jurnal METHODIKA. Vol. 3 No. 1 MARET 2017 ISSN : 2442-7861 = min ( penghasilanrendah. , pengeluaranrendah. = min. ,6667. 0,8. = 0,6667 Himpunan angsuran rendah. Z4 = 1. 000 - 0,6667 * . 000 Ae 98. = 698. Menentukan Output Crisp (Deffuzzyfikas. Pada metode Tsukamoto, untuk menentukan output crisp digunakan defuzifikasi rata-rata terpusat, yaitu: ycs= 1 O z1 2 O z2 3 O z3 4 O z4 1 2 3 4 0,1667 O 1599607 0,3333 O 698607 0,1667 O 1599607 0,6667 O 698607 1 2 3 4 266654,5 232845,7 266654,5 465760,6 1,3334 ycs = 923. 916,667 Kesimpulan yang dapat diambil dari perhitungan diatas bahwa calon debitur mampu diberikan kredit dengan eksplosure angsuran dibawah 923. 916,6667. ycs= Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulan telah berhasil menganalisis Sistem Penunjang Keputusan untuk menentukan kelayakan pemberian kredit sepeda motor menggunakan variabel penghasilan dan pengeluran dan menghasilkan jumlah plafond yang dapat diberikan calon debitur sesuai kemampuan dalam angsuran dengan model fuzzy Tsukamoto serta hasil pengujian dengan blackbox hasil manual yang diperoleh hampir sama dengan menggunakan sistem. Sistem yang telah dikembangkan sudah memenuhi kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dalam membantu mengambil keputusan pemberian kredit, diharapkan pengembangan kedepan SPK dapat terintregrasi dengan aplikasi internet di pihak Perusahaan Pembiayaan, sistem nantinya dapat diterapkan pada sistem android untuk memudahkan pekerja lapangan sehingga dapat mengerjakan pada saat analisis di lapangan, tidak hanya sampai dengan keluaran berapa banyak angsuran yang dapat diberikan tetapi sampai dengan hasil akhir persetujuan dari pekerja lapangan plafond dan jangka waktu sudah langsung terintregrasi Daftar Pustaka