Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 105-124 Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 PEMENUHAN HAK-HAK ANAK PASCA KELAHIRAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA DI ERA KONTEMPORER Herlina1. Fadila Rahmah2. Asip Efendy3. Muhammad Adib4. Erlina5. Umi Hijriyah6 1Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia 1herlinaliwa99@gmail. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia fadilarahmah75@gmail. 3Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia 3asepefendi0206@gmail. 4Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia 1402@gmail. 5Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia 5erlina@radenintan. 6Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia umihijriyah@radenintan. Submit : 23/07/2024 | Review : 02/10/2024 s. d 21/10/2024 | Publish : 09/12/2024 Abstract Children's rights apply from birth, even while they are still in the womb, and parents and society are responsible for fulfilling them. The family is an important place that shapes a child's morals and This research aims to enhance our understanding of the role of the family in facing the challenges of globalization and how Islamic-based parenting is very important. This research uses a descriptive qualitative approach, namely a literature review. Data collection techniques include formulating research objectives, defining key concepts, determining the unit of analysis, and searching for relevant data. The primary data comes from written sources related to the research. The final step is concluding the research findings. This research found that children's rights are a gift from God, which includes the rights to religion, identity, health, education, and protection from The implementation of children's rights today faces issues such as exploitation, limited education, mental health problems, etc. Families, communities and the government must work together to create an environment that supports children's rights and well-being. There is a possibility that the character education provided by the family is responsible for forming the child's Parents, religious values, and social environment also play a role in helping children behave positively in facing today's challenges. Keywords: Children's Rights. Islamic Perspective. Post-Birth. Modern Era. Family Foundation (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer Pendahuluan Islam tidak hanya menekankan pentingnya akademi pendidikan, tetapi juga mengarahkan orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka dengan berlandaskan pada nilai-nilai moral dan spiritual. Sebagai ayat-ayat Al-QurAoan memberikan panduan tentang mendidik anak. Sebagai contohnya dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya berbunyi. AuWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kejam, keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkanAy (Q. S At-Tahrim . : . Ayat diatas mengandung makna jika orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga dan mendidik keluarganya termasuk anak-anaknya. Yang mana ajaran tersebut harus relevan dengan ajaran Islam. Tujuannya agar terhindar dari siksa neraka. Anak-anak harus di didik sejak dini karena dapat membantu anak mengembangkan berbagai potensi dan karakter mereka. Anak merupakan titipan sekaligus anugerah dari Allah SWT yang harus dipelihara dan dilindungi dengan penuh tanggung jawab. Dalam Islam, hak-hak anak sudah berlaku sejak ia dilahirkan, bahkan sejak dalam kandungan, dan menjadi tanggung jawab orang tua serta masyarakat untuk memenuhinya. Hak-hak tersebut mencakup hak untuk hidup, hak mendapatkan kasih sayang, hak atas pendidikan, hak perlindungan fisik, serta hak untuk mendapatkan bimbingan agama yang benar (Sholihah, 2. Hak-hak ini bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga merupakan perintah syariat yang harus dijalankan guna membentuk generasi yang berakhlak baik, cerdas, dan beriman. Menurut (Zainuddin et al. , 2. di era modern ini, tantangan dalam hak-hak nilai-nilai Perkembangan mempengaruhi dinamika keluarga. Banyak keluarga yang merasa tertekan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 106 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer dalam usaha menyeimbangkan tuntutan modernitas dengan ajaran Islam, terutama dalam hal pengasuhan anak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana hak-hak anak setelah lahir dapat ditegakkan dalam keluarga Islam yang berupaya mencapai kesejahteraan di tengah tantangan zaman. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hal ini selaras dengan penelitian yang di lakukan oleh (Ilham, 2. dengan judul AuPeran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era MilenialAy dan (Sugitanata, 2. AuMembumikan Fikih Flexi-Parenting Sebagai Suatu Pendekatan dalam Pengasuhan Anak di Era ModernAy bahwa, keluarga merupakan institusi yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan moral anak. Keluarga yang harmonis, makmur, dan berpegang pada nilai-nilai Islam diyakini dapat menjadi landasan yang kuat bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua secara individu, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan keluarga yang kuat dan seimbang di tengah perubahan sosial yang cepat. Perbedaan penelitian ini terhadap penelitian terdahulu adalah akan mengkaji secara mendalam mengenai hak anak setelah lahir dalam perspektif agama Islam: menyusun fondasi keluarga sejahtera di era Penelitian penting untuk dilakukan, yang mana bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang peran keluarga dalam menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus menyoroti pentingnya pola asuh yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. BAHAN DAN METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang mana menggunakan pendekatan telaah pustaka . iterature revie. , guna untuk menjawab permasalahan utama yang di ajukan yakni mengenai hak anak setelah lahir dalam perspektif agama Islam: menyusun fondasi keluarga sejahtera di era modern. Telaah Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 107 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer pustaka . iterature revie. adalah jenis penelitian di mana peneliti memperoleh informasi dari berbagai sumber tertulis, seperti laporan ilmiah, buku, disertasi, atau sumber lain, baik dalam bentuk elektronik maupun cetak (Adlini et al. , 2. Oleh karena itu, semua data dan informasi dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan gagasan yang selaras dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi perumusan tujuan yang ingin dicapai, pendefinisian konsep-konsep utama, penentuan unit analisis, serta pencarian data yang relevan dengan penelitian. Dari penjelasan di atas data primer pada penelitian ini di peroleh dari sumbersumber seperti buku. Jurnal-jurnal atau sumber-sumber tertulis lainnya yang relevan dengan penelitian. Langkah yang terakhir yaitu menarik kesimpulan atas hasil temuan. Diskusi/Pembahasan Hak-hak Anak Setelah Lahir dalam Perspektif Islam Dalam perspektif Islam, hak asasi anak merupakan pemberian Allah yang harus dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Dalam Islam dikenal lima macam hak dasar yang disebut adh-dharuriyat al-khams (Burhanuddin, 2. , . Hifdzud Dien Dari Abu Hurairah ra, dia berkata. Rasulullah SAW bersabda: AuSetiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah . erasaan Alla. Maka menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, atau Nasrani ataupun MajusiAy (HR. Bukhar. Berdasarkan Hadist diatas orangtua mempunyai pengaruh yang sangat besar pada diri anak, baik dengan perkataan, keteladanan, cinta dan kasih sayang. Anak senantiasa banyak meniru orangtuanya. Setelah anak lahir ke dunia, orangtua wajib melakukan pembinaan keagamaan terhadap anaknya masing- Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 108 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer masing, yaitu dalam bentuk penanaman keimanan, latihan beribadah, dan pembelajaran hukum agama. Dalam konteks ini, orangtua wajib mengajarkan dasar-dasar agama kepada anaknya, yaitu dengan memantapkan penanaman iman di dalam benaknya dengan mengumandangkan adzan dan ikamat di telinga anak ketika baru lahir (Subaidi et al. , 2. Rasulullah SAW bersabda: AuSiapa mengumandangkan azan pada telinga kanannya dan ikamat pada telinga kirinya maka anak yang baru lahir tidak akan terkena bahaya Ummush SyibyanAy (HR. Baihaqi dan Ibnu Sunn. Hifdzul 'Ird dan Hifdzun Nasb Begitu pentingnya identitas bagi seorang anak dalam Islam sehingga sejak awal kelahirannya anak dianjurkan untuk segera diberi nama oleh orang tuanya (Al-Hasan, 1. Pemberian nama tersebut dapat dilakukan tepat pada hari kelahirannya. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap anak itu digadaikan dengan akikahnya. ari kelahira. nya, diberi nama dan dicukur kepalanya pada hari itu pulaAy. Untuk itu. Islam mengajarkan anak untuk diberi nama dan menyebut nama orang tuanya pada hari ketujuh sambil bersedekah pada orang banyak. Hak dan kehormatan terkait pula dengan kejiwaan anak, sebab jika anak dikenal sebagai anak tak berbapak atau keturunan tidak jelas, maka ia akan mengalami masalah besar dalam pertumbuhan kepribadiannya kelak. Hifdzun Nafs Penyelenggaraan hak kesehatan di dalam Islam di sebut hifdzun nafs . emeliharaan atas jiw. Menjaga kesehatan anak adalah suatu kewajiban, baik secara fisik maupun mental, agar anak dapat tumbuh kembang secara normal, tidak ditimpa penyakit fisik maupun mental. Upaya penyelenggaraan perlindungan hak kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan. Pemenuhan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 109 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer kebutuhan gizi dan vitamin yang cukup dan seimbang saat berada dalam kandungan merupakan salah satu hak kesehatan yang harus diberikan kepada anak (Lisawati, 2. Hifdzul AoAql Penyelenggaraan hak pendidikan anak merupakan pilar kemajuan peradaban manusia yang dalam Islam dikenal dengan istilah hifdzul aql . emeliharaan atas aka. Anak dan masa depan adalah satu kesatuan yang dapat diwujudkan untuk membentuk suatu generasi yang dibutuhkan oleh bangsa. Peningkatan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus lebih ditingkatkan begitu juga dengan aspek-aspek lainnya (Muhajir, 2. Tantangan dalam Implementasi Hak Anak di Era Modern Di era modern ini, tantangan dalam implementasi hak-hak anak tidak hanya berasal dari masalah-masalah lama seperti kemiskinan, akses terhadap pendidikan, dan layanan kesehatan. Namun, dari isu-isu baru seperti pengaruh teknologi digital, perubahan iklim, serta konflik Selain itu, norma sosial dan budaya di beberapa daerah sering kali menghambat kemajuan dalam melindungi hak-hak anak, terutama terkait kesetaraan gender dan upaya melawan kekerasan. Dengan demikian, meskipun terdapat kemajuan besar dalam hak-hak tantangan-tantangan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan Berikut beberapa tantangan utama dalam implementasi hak anak di era modern: Eksploitasi Anak Eksploitasi anak tetap menjadi isu global yang serius, eksploitasi seksual, dan perekrutan anak dalam konflik bersenjata (Damayanti et al. , 2. Di era modern ini, muncul pula bentuk- Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 110 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer bentuk eksploitasi baru, khususnya di ranah digital. Dimana anakanak bisa menjadi korban pelecehan online, eksploitasi seksual, atau perdagangan gambar-gambar yang mengandung kekerasan (Berry et al. , 2. Akses terhadap Pendidikan Meskipun pendidikan merupakan hak dasar yang diakui secara global, jutaan anak di seluruh dunia masih menghadapi Beberapa hambatan utama dalam hal ini termasuk terbatasnya fasilitas pendidikan yang memadai, kekurangan guru yang berkualitas, serta tingginya biaya pendidikan di beberapa negara (Sukarma et al. , 2. Dampak Teknologi dan Media Digital Di era digital, anak-anak semakin mudah mengakses internet dan teknologi. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam hal pendidikan dan hiburan, ada juga risiko yang signifikan. Anak-anak bisa terpapar konten yang tidak pantas, menjadi sasaran perundungan daring . , atau berhadapan dengan predator online (Fuaody et al. , 2. Penggunaan media sosial yang tidak diawasi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional mereka. Dan yang lebih utama adalah tidak semua negara memiliki kerangka hukum yang cukup untuk mengatasi ancaman-ancaman ini. Budaya dan Norma Sosial Budaya dan norma sosial tertentu terkadang menghalangi penerapan hak-hak anak, terutama yang berkaitan dengan hak pendidikan, perlindungan dari kekerasan, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan Di beberapa masyarakat, praktik tradisional seperti pernikahan dini, sunat perempuan, dan diskriminasi berdasarkan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 111 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer gender masih menjadi penghalang besar bagi hak-hak anak praktik-praktik dengan hukum nasional dan internasional (Maharani & Zain, 2. Kemiskinan dan Ketidaksetaraan Ekonomi Kemiskinan menjadi salah satu rintangan terbesar dalam pelaksanaan hak-hak anak. Anak-anak yang hidup dalam kondisi miskin sering kali sulit memperoleh hak-hak dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan gizi yang layak (Wimartha et , 2. Ketimpangan ekonomi yang semakin meningkat di banyak negara memperparah keadaan ini, membuat anak-anak dari keluarga kurang mampu lebih rentan terhadap eksploitasi, . Kurangnya Penegakan Hukum Walaupun banyak negara memiliki undang-undang yang melindungi hak anak, penegakannya sering kali tidak efektif. Banyak negara memiliki peraturan yang baik, tetapi tidak dilengkapi dengan mekanisme yang cukup untuk memantau atau menindak pelanggaran hak anak (Graves et al. , 2. Korupsi, keterbatasan sumber daya, dan birokrasi yang lambat sering kali memperburuk situasi ini. Kekerasan dan Konflik bersenjata Di berbagai wilayah dunia, konflik bersenjata dan kekerasan tetap menjadi hambatan serius bagi implementasi hak-hak anak. Anak-anak yang tinggal di area konflik sering menjadi korban kekerasan, baik sebagai pengungsi, korban kekerasan fisik, atau bahkan direkrut sebagai tentara anak. Anak- anak menghadapi dan menanggung berbagai trauma terhadap apa yang dialami dan disaksikan dengan penyiksaan secara langsung. Selain itu, kehidupan di tengah konflik sering menghancurkan lingkungan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 112 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer perkembangan anak secara sehat (Hazm, 2. Perubahan Iklim dan Krisis Lingkungan Perubahan iklim telah berdampak besar pada kehidupan anak-anak, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan badai. Bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim dapat memaksa anak-anak dan menghambat akses mereka terhadap pendidikan, kesehatan, dan . Kesehatan Mental Anak Isu kesehatan mental anak semakin menjadi sorotan di era modern, terutama seiring dengan meningkatnya tekanan sosial dan Tantangan ini diperburuk oleh adanya stigma terhadap masalah kesehatan mental di berbagai masyarakat, sehingga anakanak yang mengalami gangguan tersebut sering kali tidak mendapatkan perawatan yang diperlukan. Pandemi COVID-19 juga memperparah kondisi ini, menyebabkan banyak anak mengalami isolasi sosial, stres, dan kecemasan (Prasetyo, 2. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi, pendidikan, masyarakat sipil dan pemerintah. Diperlukan regulasi yang lebih kitat, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak anak, serta komitmen nyata dari pemerintah dalam menerapkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan anak. Pentingnya Pemenuhan Hak-hak Anak dalam Pembentukan Karakter di Zaman Modern Pentingnya masa kanak-kanak dalam pembentukan karakter anak di zaman modern merujuk pada peran krusial fase ini dalam membentuk nilai, perilaku, dan sikap anak. Pada tahap ini, anak menyerap berbagai Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 113 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer pengaruh dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga, teman, dan Nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan kreativitas yang ditanamkan selama masa ini akan membentuk dasar karakter mereka, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan dinamika dunia modern yang kompleks (Silahuddin, 2. Di era digital, penting bagi orang tua dan pendidik untuk membimbing anak dalam menggunakan teknologi dengan bijak agar tetap terhubung dengan nilai-nilai positif. Selain itu, interaksi dengan teknologi juga harus dipandu agar anak dapat berkembang secara holistik, menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan sosial. Pentingnya masa kanak-kanak dalam pembentukan karakter anak di zaman modern sebagai berikut : Potensi Berkembang Cepat Membangun karakter anak . haracter buildin. dimulai dari keluarga dan di terapkan sejak anak usia dini karena pada usia dini sangat menentukan dalam mengembangkan potensinya serta dapat mengantarkannya pada karakter yang baik. Membangun karakter anak merupakan hal yang penting dan mendasar bagi orang tua sebagai pendidikan pertama karena setelahnya anak akan dididik di lembaga pendidikan dan akan dibesarkan di Pendidikan karakter ini hendaknya dilakukan sejak usia dini, karena usia dini merupakan masa keemasan . olden ag. yang sangat menentukan kualitas anak di masa dewasanya (Sudaryanti, 2. Interaksi Pertama Anak. Peran Keluarga Pembentukan karakter pribadi anak sebaiknya dimulai dalam keluarga karena interaksi pertama anak terjadi dalam lingkungan Orang tua berperan dominan dalam menanamkan moral anak-anak. Keluarga memberikan stimulasi visual dan motorik kepada anak, tetapi juga Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 114 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer mengarahkan perilaku mereka melalui interaksi harian (Haris, . Pendidikan Karakter Fundamental Pendidikan karakter fundamental adalah suatu pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan nilai-nilai dan sikap positif dalam diri individu. Pendidikan karakter harus dimulai sejak dalam kandungan dan usia dini. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter yang baik, sehingga anak dapat berperilaku secara etis, bertanggung jawab, dan memiliki integritas. Berikut fundamental menurut (Listiyarti, 2. Penanaman Nilai: Pendidikan nilai-nilai tanggung jawab, dan kerja sama. Nilai-nilai ini menjadi panduan bagi anak dalam berinteraksi dengan orang lain dan menghadapi situasi sehari-hari. Pembelajaran Melalui Teladan: Anak-anak meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua harus menjadi teladan yang baik dalam menunjukkan perilaku positif dan nilai-nilai yang Pengalaman Praktis: Pendidikan karakter sering melibatkan pengalaman langsung, seperti kegiatan sosial, kerja sama dalam kelompok, atau proyek komunitas. Pengalaman ini membantu anak memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pengembangan Keterampilan Sosial: Pendidikan karakter juga mencakup pengembangan keterampilan sosial, seperti komunikasi, empati, dan penyelesaian konflik. Keterampilan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 115 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer ini sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan produktif. Refleksi Diri: Mendorong anak untuk melakukan refleksi atas memahami dampak dari perilaku mereka. Ini penting untuk perkembangan kesadaran diri dan tanggung jawab. Konteks Budaya: Pendidikan karakter harus relevan dengan konteks budaya dan masyarakat di mana anak hidup. Hal ini membantu anak menghargai keberagaman dan memahami nilai-nilai lokal. Keterlibatan Keluarga dan Komunitas: Pendidikan karakter lebih efektif ketika melibatkan keluarga dan komunitas. Kerjasama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Di zaman modern, tantangan moral dan etika sering muncul, pendidikan karakter menjadi semakin relevan karena dengan pendidikan karakter mempunyai landasan yang kuat bagi anakanak untuk menghadapi situasi-situasi komplex dan dinamik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan karakter, anak-anak dipersiapkan untuk menjawab secara etis dan moral berbagai dilema yang muncul, sehingga mereka dapat hidup sebagai warganegara yang bijaksana dan peduli terhadap kelompok sosialnya (Zubaedi, 2. Pengaruh Langsung pada Pembentukan Jiwa Usia kanak-kanak adalah periode pembentukan jiwa yang sehat melalui agama. Jiwa yang sehat akan ditampilkan dalam karakter yang baik dan berakhlaq mulia. Konsep-konsep dasar tahun-tahun perkembangan adalah dasar pembentuk kepribadian seseorang. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter memiliki kedekatan dengan pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak menurut (Majid. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 116 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer 2. , yaitu pembentukan perilaku berdasarkan nilai-nilai agama dan etika. Dalam konteks Islam, pendidikan akhlak berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Akhlak merupakan perangkat tata nilai yang bersifat samawi dan ajali yang mewarnai cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang muslim terhadap dirinya, terhadap Allah, dan Rasulnya, terhadap sesama dan terhadap . Penerapan Dan Pembiasaan Konsep Moral Penerapan dan pembiasaan konsep moral dapat mencegah individu agar tidak melakukan hal-hal yang terlarang. Oleh karena itu, penting untuk membangun perilaku yang baik sejak dini agar anak-anak tidak mengalami gangguan mental maupun sosial di masa depan. Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan mempengaruhi cara individu tersebut memandang diri dan lingkungannya dan akan tercermin dalam perilakunya seharihari. Seiring dengan perkembangan zaman yang disertai dengan pergeseran nilai dan banyak prilaku menyimpang yang terjadi pada anak-anak, sehingga orangtua dan lembaga pendidikan serta lingkungan masyarakat perlu memberikan perhatian serius dalam membangun pendidikan karakter anak. Membangun pendidikan karakter anak harus dimulai sejak dalam kandungan dan sejak usia dini, karena usia dini adalah usia emas (Mufidah, 2. Kontribusi Sekolah dan Lingkungan Sekolah juga bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anak. Guru memiliki peran dominan dalam mendidik anakanak tentang nilai-nilai kebenaran, kesopanan, dan empati. Pendidikan karakter di sekolah dapat mempersiapkan anak-anak Dengan demikian, masa kanak-kanak merupakan fase kritikal dalam pembentukan karakter anak, dan upaya pendidikan Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 117 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer karakter yang intensif pada tahap ini sangatlah penting untuk menghasilkan generasi yang handal dan berbudi pekerti luhur (Subaidi et al. , 2. Pentingnya Menyusun Fondasi Keluarga Sejahtera di Era Modern Keluarga sebagai unit sosial pertama dan utama memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk lingkungan yang harmonis bagi Lingkungan keluarga yang sehat dan sejahtera tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak. Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri orang tua dan keberfungsian keluarga berperan penting dalam menciptakan suasana yang mendukung perkembangan anak, termasuk bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti Down syndrome (Caryn & Ratag, 2. Keberhasilan orang tua dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik dan fasilitator sangat mempengaruhi motivasi belajar anak, yang merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak(Putri & Rahmi, 2. Hak anak untuk dibesarkan dalam lingkungan yang harmonis mencakup berbagai aspek, termasuk hak asuh, pendidikan, dan perlindungan dari kekerasan. Dalam konteks perceraian, misalnya, perlindungan hukum terhadap hak anak menjadi sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa dalam proses perceraian, seringkali hak-hak anak diabaikan, baik secara sengaja maupun tidak, oleh orang tua yang terlibat (Iksan et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi sistem hukum untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi anak, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan perlindungan dari kekerasan (Firdaus, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan hukum yang menjamin hak-hak mereka, termasuk hak untuk tidak menjadi korban kekerasan seksual (Rizqian, 2. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 118 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer Keluarga juga berperan sebagai madrasah pertama bagi anak, di mana nilai-nilai moral dan karakter dibentuk. Peran ibu dalam pendidikan karakter anak sangat penting, terutama dalam konteks pendidikan agama dan moral (Mulyani, 2. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang mendukung dapat berkontribusi pada perkembangan karakter yang baik . Selain itu, kegiatan bermain yang dilakukan dalam lingkungan keluarga juga memberikan kontribusi pada perkembangan fisik dan sosial anak, yang menunjukkan bahwa interaksi positif antara orang tua dan anak sangat penting dalam membentuk kepribadian anak (Tawakal dan Kurniati. Di era modern ini, tantangan yang dihadapi keluarga dalam membangun fondasi yang sejahtera semakin kompleks. Faktor-faktor eksternal seperti kemiskinan, disfungsi keluarga, dan kekerasan dalam rumah tangga dapat mengancam kesejahteraan anak (Kurniasari, 2. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung keluarga, melalui program-program pemberdayaan dan perlindungan anak (Erni, 2. Masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam konteks kewarganegaraan, anakanak hasil perkawinan campuran juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan hukum dan status kewarganegaraan yang jelas (Agustin, n. Hak anak tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi juga harus dijamin oleh negara. Pentingnya membangun fondasi keluarga sejahtera di era modern tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan yang Penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 119 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer kunci dalam mendorong motivasi belajar anak, terutama dalam situasi tantangan yang semakin umum di masa pandemi (Putri & Rahmi, 2. Dengan memberikan dukungan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk tetap termotivasi dan berprestasi dalam pendidikan. Selain itu, perlindungan terhadap hak anak juga mencakup upaya untuk mencegah eksploitasi dan kekerasan (Erni. Penting bagi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, serta bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Oleh karena itu, menyusun fondasi keluarga sejahtera di era modern adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang harmonis. Keluarga sebagai unit pertama dalam pendidikan dan perkembangan anak memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi hak-hak anak, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, perlindungan dari kekerasan, dan dukungan emosional. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan negara sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan anak. Kesimpulan Dalam ajaran Islam, hak-hak anak adalah pemberian ilahi yang harus dijamin dan dilindungi oleh orang tua, keluarga, dan masyarakat. Islam menetapkan lima hak dasar anak yang mencakup aspek keagamaan (Hifdzud Die. , identitas (Hifdzul 'Ird dan Hifdzun Nas. , kesehatan (Hifdzun Naf. , pendidikan (Hifdzul 'Aq. , dan perlindungan dari bahaya fisik serta psikis. Setiap hak ini merupakan landasan untuk perkembangan karakter, kesehatan, serta kesejahteraan anak, yang harus dipenuhi dengan kasih sayang dan membimbing pendidikan anak secara Di era modern, penerapan hak-hak anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan-tantangan tersebut meliputi isu Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 120 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer eksploitasi, terbatasnya akses pendidikan, pengaruh teknologi digital, konflik bersenjata, perubahan iklim, dan kesehatan mental. Faktor-faktor seperti kemiskinan, norma sosial yang membatasi, serta lemahnya penegakan hukum juga memaafkan hak anak. Oleh karena itu, diperlukan membangun lingkungan yang mendukung hak-hak anak. Pendidikan karakter yang kuat, terutama dalam keluarga sebagai lingkungan pertama, menjadi dasar pembentukan moral anak di masa Pengaruh langsung orang tua, nilai-nilai agama, dan lingkungan sosial memiliki peran sentral dalam membentuk kepribadian dan mengarahkan anak-anak untuk berperilaku positif di tengah dinamika Keluarga dan masyarakat yang sejahtera dan harmonis menjadi landasan penting bagi kesejahteraan anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, komunitas, dan negara sangat diperlukan untuk memastikan anak tumbuh di lingkungan yang mendukung kesejahteraan Referensi Adlini. Dinda. Yulinda. Chotimah. , & Merliyana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 974Ae980. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Agustin. Syifa Agustin ( Status Kewarganegaraan Ganda Anak Hasil Perkawinan Campuran Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Australi. 1Ae7. Al-Hasan. Pendidikan Anak dalam Islam. Yayasan Al-Sofwa. Berry. Tully. , & Egan. A Case Study Approach to Reducing the Risks of Child Sexual Exploitation (CSE). Journal of Child Sexual Abuse, 26. , 769Ae784. https://doi. org/10. 1080/10538712. Burhanuddin. Pemenuhan Hak-hak Dasar Anak dalam Perspektif Islam. Jurnal Adliya, 8. , 285Ae300. Caryn. , & Ratag. Penerimaan Diri Orangtua dan Keberfungsian Keluarga yang Memiliki Anak Down Syndrome. 557Ae565. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 121 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer Damayanti. Dewi. , & Karyoto. Peran Hukum dalam Mencegah Eksploitasi Anak dalam Kerja Anak dan Perdagangan Manusia. Jurnal Sosial Dan Sains, 4. , 446Ae455. Erni. Peran Keluarga Dan Masyarakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anak Usia Dini. , 236Ae246. Firdaus. Perlindungan Hukum terhadap Hak Anak dalam Proses Perceraian : Studi tentang Kepentingan Anak dalam Pengadilan Keluarga. , 24Ae29. Fuaody. Anggraeni. Maulidia. , & Nugraha. Analisis Pengaruh Digital terhadap Komunisasi Sosial Anak dalam Kehidupan Sehari Ae Hari. Jurnal Basicedu, 8. , 327Ae337. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Graves. Ward. Crotts. , & Pitts. The Greensboro Child Response Initiative: A Trauma-Informed. Mental HealthAeLaw Enforcement Model for Children Exposed to Violence. Journal of Aggression. Maltreatment Trauma, 28. , 526Ae544. https://doi. org/10. 1080/10926771. Haris. Pendidikaan Karakter Dalam Perspektif Islam. JURNAL AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam, 15. , 64Ae82. https://doi. org/10. 58645/jurnalazkia. Hazm. Al-Manzur Al-Islami li Himayah Al-Atfal min Al-AoUnf wa AlMumarasat Al-Darah . th ed. Al-Ahzar University. Ilham. Peran Keluarga dalam Mendidik Anak di Era Millenial. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 3. , 45Ae57. Kurniati. Peran orang tua dalam kegiatan bermain untuk anak usia dini di lingkukan keluarga. Lisawati. Melaksanakan Hak-Hak Anak Dalam Perspektif Islam Sebagai Upaya Pendidikan Agama Pada Anak. Fikrah : Journal of Islamic Education, 1. https://doi. org/10. 32507/fikrah. Listiyarti. Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif. Inovatif, dan Kreatif. Esensi. Maharani. , & Zain. Pengaruh Tingkat Pendidikan. Ekonomi Keluarga dan Faktor Sosial Budaya Terhadap Peningkatan Pernikahan Dini Pada Masyarakat Muslim Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9. , 4192. https://doi. org/10. 29040/jiei. Majid. Rosdakarya. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Remaja Mufidah. Pentingnya Lingkungan Sebagai Pembentuk Karakter Anak Usia Sekolah Dasar Di Era Modern. IJEB: Indonesian Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 122 (Herlina. Fadila Rahmah. Asip Efendy. Muhammad Adib. Erlina. Umi Hijriya. Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Kelahiran dalam Perspektif Islam: Strategi Membangun Keluarga Sejahtera di Era Kontemporer Journal Education Basic, https://doi. org/10. 61214/ijeb. 79Ae87. Muhajir. Materi dan Metode Pendidikan Anak dalam Al-QurAoan. FTK Banten Press. Mulyani. Peran ibu dalam pendidikan karakter anak menurut Pandangan islam. XI. , 3690Ae3694. Prasetyo. Edukasi mental health awareness sebagai upaya untuk merawat kesehatan mental remaja dimasa pandemi mental health awareness education as an effort to treat the mental health of adolescents during pandemic. Journal of Empowerment, 2. , 261Ae Putri. , & Rahmi. Peranan Keluarga Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Pasca Pembelajaran Daring. , 1Ae13. Sholihah. Perbandingan Hak-Hak Anak Menurut UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan Hukum Islam. Al-Afkar. Journal For Islamic Studies, 1. , 88Ae112. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Silahuddin. Urgensi Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini. Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 3. , https://doi. org/10. 22373/bunayya. Subaidi. Don. Kalupae. Jahari. Imron. Ramlan. Santosa. , & Tharaba. Pendidikan Anak dalam Islam . st ed. Pustaka Ilmu.