Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2023 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Smart Classroom : Digital Learning Generasi Z Dan Alpha Smart Classroom: Digital Learning Generation Z and Alpha Dewa Made Alit1*. Ni Luh Putu Tejawati2* Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jalan Seroja No. 56 Denpasar. Bali. Indonesia *pos-el: dewaalit@mahadewa. tejawati@mahadewa. Abstrak. Revolusi industry 4. 0 telah melahirkan era disrupsi. Revolusi industry 4. 0 yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis mempengaruhi semua sendi kehidupan manusia bukan saja dalam bidang perekonomian, industry, pemerintahan melainkan juga dalam dunia Dunia pendidikan sudah selayaknya memanfaatkan dampak revolusi indutri 4. 0 tersebut yang bercirikan internet of thing, big data, cloud computing maupun artificial intelegent. Pemanfaatan internet yang semakin meluas dikalangan generasi Z dan generasi Alpha, dunia pendidikan sudah selayaknya menggunakan pembelajaran yang berbasis internet salah satunya adalah smart classroom. Keunggulan smart classroom ini adalah mampu menampilkan konten pembelajaran yang interaktif, bahan ajar disimpan dalam bentuk digital, guru bertindak sebagai fasilitator. Semua itu akan memberikan pengalaman belajar yang interaktif kepada siswa, sumber belajar yang sangat banyak, partisipasi siswa meningkat, mendorong rasa ingin tahu siswa yang melahirkan berpikir kreatif yang semua itu akan bermuara pada pemahaman yang lebih luas. Kata kunci : digital learning, generasi Z dan Alpha, smart classroom Abstract. The industrial revolution 4. 0 has given birth to an era of disruption. The industrial revolution 4. which integrates the physical, digital and biological worlds affects all aspects of human life not only in the fields of economy, industry, government but also in the world of education. The world of education should properly take advantage of the impact of the 4. 0 industrial revolution which is characterized by the internet of things, big data, cloud computing and artificial intelligence. The use of the internet is increasingly widespread among the Z and Alpha generation, the world of education should use internetbased learning, one of which is the smart classroom. The advantage of this smart classroom is that it is able to display interactive learning content, teaching materials are stored in digital form, the teacher acts as a facilitator. All of this will provide an interactive learning experience for students, a lot of learning resources, increased student participation, encourage students' curiosity which gives birth to creative thinking which all of that will lead to a broader understanding. Keywords: digital learning, generation Z and Alpha, smart classroom Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia PENDAHULUAN Konsep revolusi indutri 4. 0 atau yang sering disebut cyber physical system (Mantik, 2. pertama kali diperkenalkan oleh Klaus Schwab seorang ekonom asal Jerman dalam bukunya yang berjudul AuThe Fourth Industrial RevolutionAy (Schwab, . Rosyadi, 2. Revolusi indutri 4. telah mengubah cara kerja manusia serta kehidupannya secara mendasar. Secara tegas Schwab menyatakan Au this revolution is different in scale, scope and complexity from any that have come before. Characterized by a range of new technologies that are fusing the physical, digital and biological worlds, the developments are affecting all disciplines, economies, industries and governments, and even challenging ideas about what it means to be humanAy Pada aspek fisik dikembangkannya kendaraan yang bisa bergerak maju ke tempat tujuan tanpa harus ada yang mengemudikannya, robot yang canggih, grafena yang 200 kali lebih keras dari baja dan lebih keras dari berlian sebagai penghantar listrik yang sangat efisien. Pada aspek biologis berkat kemajuan ilmu komputasi dapat menguji variasi genetic dengan sangat akurat. Pada aspek digital atau cyber fhysical telah dikembangkan kecerdasan buatan . rtificial intelligenc. , data yang melimpah . ig dat. serta penggunaan internet . nternet of thin. Bahkan sekarang dunia industry sudah menghubungkan manusia dengan data dan Dengan internet of thing manusia bisa melihat kondisi rumahnya sambil bekerja di kantor, mengunci pintu dari jarak jauh ( Ansari, 2. Pengaruh revolusi industry 4. ditandai dengan penggunaan internet yang semakin meluas, berbeda dengan revolusi 0, penggunaan internet sudah ada namun belum digunakan secara massif, masih menggunkana kertas dan pena, begitu juga dalam urusan sehari-hari manusia masih didominasi oleh tatap muka untuk berbagai keperluan. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat modern sekarang sangat tergantung pada gadget. Secara tidak sadar hampir semua urusan kegiatan manusia sehari-hari didasari oleh revolusi Revolusi menyebabkan terjadi perubahan model dan cara komunikasi sosial. Sebelum revolusi 0 pendeta sebagai tokoh agama, politisi maupun birokrat mempunyai pengaruh yang sangat besar sebagai sumber penggerak massa, namun saat ini peran tradisional mereka telah diambil alih oleh komputer dan telepon pintar. Media ini membuat setiap orang meiliki akses yang sangat besar untuk menyampaikan opini mereka kepada publik melalui media sosial, bahkan ada kecendrungan mana dulu menjadi wilayah domestik, urusan pribadi yang hanya boleh diketahui oleh individu bersangkutan dan suami atau istri, sekarang bukan tabu lagi untuk disampaikan di wilayah publik yang bisa diketahui oleh masyarakat umum. Generasi Z yang disebut juga iGeneration atau generasi internet adalah mereka yang lahir tahun 2001-an atau ada juga yang mengatakan adalah mereka yang lahir antara tahun 1998 sampai 2010 (Murad, dkk, 2. saat teknologi informasi sudah sangat modern sehingga dari usia dini mereka sudah terbiasa dengan laptop, internet maupun ponsel Au They have started surfing the internet and the web over their ages since they have not spoken yet. Gen Z has guided and encouraged by parents to use social networking sites since childhood. In other words, the Gen Z grew in a world all connected with technology from the very beginningAy (Murad dkk. Generasi Alpa adalah mereka yang dilahirkan antara tahun 2011 sampai 2025 adalah generasi yang paling dekat dan erat dengan Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia teknologi digital, tidak bisa lepas dengan gadget dan dianggap paling cerdas dibanding dengan generasi sebelumnya (Fadlurrohim, dkk, 2. Mereka sudah terbiasa melakukan berbagai kegiatan dalam waktu yang bersamaan seperti nge-tweet dengan ponsel, mencari informasi dengan laptop sambil mendengarkan musik atau nonton film di you tube. Mereka adalah generasi yang sangat fasih teknologi, tech-savvy, web-savvy, appfriendly generation, generasi sangat sangat fasih dan sangat tergantung pada teknologi informasi dan apikasi Mereka mendapatkan informasi yang diperlukan secara mudah dan cepat untuk kepentingan pendidikan maupun kebutuhan lainnya (Wijoyo, dkk. Beberapa diperkirakan akan terjadi perubahan tuntutan ketrampilan kerja para lulusasn yang bila tidak disiapkan untuk menguasai teknologi informasi secara baik maka akan tertinggal. Pekerjaan yang ada di level menengah adalah yang pertama akan menjadi korban karena pelan tapi pasti akan tergantikan oleh teknologi otomatisasi, utamanya pekerjaan membutuhkan kecepatan dan ketelitian tinggi (Schwab, 2. Menghadapi perubahan akibat dari adanya revolusi 0, peserta didik perlu dibekali ketrampilan yang akan digunakan ketika mereka terjun dalam dunia kerja dan Peserta didik dibekali kemampuan untuk menghadapi perubahan yang oleh Said Hamid Hasan ditujukan untuk Auto prepare students with ways of communicating, collaborating and other skills necessary to develop a future better quality of life (Hasan, 2. Penduduk Indonesia dan yang menjadi peserta didik yang ada sekarang ini adalah mereka yang berasal dari generasi Z dan Alpha yang saat ini berumur antara satu tahun hingga 20 tahun rata-rata masih anakanak remaja yang masih mengenyam Melihat komposisi peserta didik sekarang ini sangat dibutuhkan model memanfaatkan dan mengakses informasi yang ada dengan berselancar di dunia maya untuk memilih dan menentukan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan AuPenguasaan penggunaan alat dan media informasi menjadi sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh pembelajar sehingga merdeka belajar dapat terwujud tanpa harus terkukung oleh kurikulum yang kaku dan mengekang pembelajarAy (Reza. & Tinggogoy. Singkatnya, perlu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik generasi Z dan Alpha. Pembelajaran yang menjadikan guru sebagai aktor utma tidak lagi cocok dengan kemajuan zaman (Viridi, 2. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah smart classroom. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Generasi Z dan Alpha Belum ada kesepakatan diantara para ahli mengenai batasan generasi terutama menyangkut tahun mulainya suatu generasi. Menurut Manheim . dalam Putra . , generasi adalah suatu konstruksi sekelompok orang yang memiliki kesamaan umur dan pengalaman historis yang sama. Smith . memberi batasan generasi adalah kelompok yang dapat diidentifikasi berdasarkan tahun lahir, usia, lokasi dan kepribadian mereka. Sebuah generasi dapat dilahirkan oleh peristiwa kehidupan yang signifikan seperti perang, teknologi baru, atau transisi ekonomi besar. Peristiwa ini membentuk kepribadian, nilai, dan harapan generasi tersebut. Selanjutnya Murad dkk . , suatu generasi melukiskan suatu kondisi yang mana setiap individu mempunyai pengalaman hidup Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Karakteristik Generasi yang khusus, juga mencerminkan tentang siapa kita dan bagaimana kita melihat dunia berdasar sudut pandang individu yang Masing-masing generasi mempunyai kepribadian, keyakinan, nilai, budaya, persepektif, ketrampilan dan cara menghadapi pekerjaan dan kehidupan. Berdasarkan tahun kelahirannya, beberapa ahli mengelompokan generasi menjadi beberapa kelompok seperti terlihat pada tabel 1. Table 1 Pengelompokan Generasi (Rahmawati, 2019. , lihat pula Putra. Tyrccsik . Zsuzsa Emese Csobanka memberikan rincian karakter masingmasing generasi tersebut seperti namapak pada table 2. Csobanka . , untuk karakteristik Gen Z lihat pula Gaidhani, . Tabel 2 Gen Z adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang lahir setelah Dalam hal pembelajaran. Gen Z tentunya memiliki gaya belajar yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dengan merujuk pada Hari Wibawanto, . Muhazir & Ismail . dan Gaidhani et al. Roslinda Murad dkk, . mengemukakan beberapa gaya belajar Gen Z. Learning by doing. Mereka lebih bereksperimen, berlatih dibanding dengan belajar dengan duduk di Guru dituntut untuk kreatif dalam proses pembelajaran. Clear goals and fast feedback. Sebelum belajar. Gen Z harus mengetahui topik yang akan dipelajari dan hasil yang Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia diharapkan dari kegiatan belajar A tutor like friend. Gen Z lebih menyukai dan belajar dengan baik jika guru dapat memposisikan diri sebagai temannya, mengajar dengan pendekatan personal, tidak terlalu merendahkan dan tidak terlalu intens memberikan tekanan yang mengerikan. Focus on audio learning. Bagi Gen Z, memiliki kemampuan audio visual jauh lebih maju, sehingga bentuk pembelajaran visual perlu dibuat lebih menarik dan efektif serta menyenangkan. Learnthrouhtthe gadget. Perangkat smartphone menjadi alat yang paling sering digunakan oleh Gen Z dalam mendukung proses Dengan smartphone, mereka tidak terpaku pada buku pelajaran saja sehingga mereka bisa mencari lebih banyak informasi yang dapat meningkatkan proses belajarnya. Learn as a game. Belajar dengan menyenangkan dan efektif. Game ini akan memotivasi diri untuk penguasaan materi pelajaran. More critical thinking. Gen Z lebih cenderung fokus pada pemikiran kritis untuk dapat menyelesaikan suatu masalah daripada menghafal informasi. Oleh karena itu, dalam proses belajar mereka lebih suka dan penerapan konsep-konsep konkrit daripada menghafalkan rumusrumusnya. Multitasking. Gen Z termasuk generasimultitasking,yaitu berbagai tugas dalam satu waktu. Jangan heran jika seseorang dari Gen Z bisa belajar banyak hal Mereka menggunakan berbagai media berbeda secara bersamaan dalam satu waktu. Dengan ini mereka kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, gen Z sering menggunakan beberapa gaya Hadion Wijoyo dkk, . juga mengemukakan bahwa generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasigenerasi sebelumnya diantaranya : Fasih Teknologi, tech-savvy, websavvy, appfriendly generation. Mereka adalah Augenerasi digitalAy yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya. Sosial. Mereka sangat intens berinteraksi melalui media sosial dengan semua kalangan. Mereka sangat intens berkomunikasi dan kalangan, khususnya dengan teman sebaya melalui berbagai situs jejaring, seperti: FaceBook, twitter, atau melalui SMS. Melalui media ini, mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara spontan. Ekspresif. Mereka toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan Multitasking. Mereka dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Mereka bisamembaca,berbicara. Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Mereka menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan dan berjalan serba cepat. Mereka tidak menginginkan hal-hal yang bertele-tele dan berbelit-belit. Cepat berpindah dari satu pemikiran/pekerjaan ke pemikiran/pekerjaan lain . ast switche. Ay Senang berbagiAy. Generasi Alpha cukup berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama karena realitas mereka, dan segala aspek kehidupan telah didominasi oleh teknologi. Generasi Alfa tumbuh di masa perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan inovasi teknologi yang cepat, dan mereka adalah bagian dari eksperimen dunia yang tidak disengaja di mana layar ditempatkan di depan mereka sebagai dot, hiburan, dan alat bantu pendidikan sejak mereka masih sangat kecil. Generasi Alpha adalah generasi yang lahir ketika perkembangan teknologi sudah dalam puncaknya, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana hidup bila tidak ada internet, komputer ataupun telepon pintar. Generasi Alpha ini memiliki ciri-ciri diantaranya : Generasi instan, ingin segala sesuatu dengan mudah dan cepat, cendrung pada sesuatu yang praktis. Missal membeli makanan lewat gofood. Cinta kebebasan dalam artian menyukai tantangan. Mereka lebih suka bermain drone dibanding layangan. Percaya pada diri sendiri. Salah satu sikap positif mereka adalah memiliki kepercayaan diri yang Ingin mendapat pengakuan orang lain. Mereka ingin mendapatkan reward setiap prestasi yang dicapai. Mudah mendapatkan informasi, sumber bacaan dari internet seperti e-book. Pintar memakai gadget, hidup mereka tak bisa lepas dari gadget (Anwar, 2. Ryder . dalam Amrit Kumar Jha . menyebut generasi sebagai demographic metabolism. Mark McCrindle, seorang peneliti sosial, futuris, dan demografis Australia, adalah orang pertama yang mengusulkan istilah "Generasi Alfa". Nama menandai kebaruan dan bukan kembali kepada yang lama (Ziatdinov. , & Cilliers. Generasi Alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 2010 sampai 2025, dari orang tua milenial. Tahun kelahiran mereka bertepatan dengan tahun AuaplikasiAy karena bertepatan dengan mulai diluncurkannya iPad dan Instagram yang menjadi merek dan media social yang sangat Teknologi adalah dunia mereka, hiburan, game, berkomunikasi dengan teman sebaya dan bahkan pendidikan ditengah wabah Covid-19, kehidupan mereka berputar disekitar teknologi. Adalah hal biasa dewasa ini anak umur dua tahun sudah menguasai layar sentuh dan dengan mudah menavigasi melalui berbagai aplikasi di ponsel cerdas, membutuhkan waktu yang panjang untuk menguasainya sehingga mereka pantas disebut Audigital nativeAy. Siswa saat ini menjadi digital natives dari bahasa computer, video game dan internet. Digital native adalah penduduk asli yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang canggih menggunakan teknologi informasi ( Tootell et al. , 2. Smart Classroom Untuk Geneasi Z Dan Alpha Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Yeti dan Muhmuh . dalam (Hermawan, 2. mengatakan bahwa Aupeserta didik adalah objek utama yang kepadanyalah segala yang berhubungan dengan aktivitas pendidikan dirujukanAy. Lebih lanjut dikatakan bahwa pembelajaran di era modern perlu mempertimbangkan dan memperhatikan karakteristik siswa, sehingga dalam pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik, gaya belajar dan tingkat kecerdasan peserta didik. Salah satu karakteristik generasi milenial adalah kedekatannya dengan dunia digital. Mereka smartphone, akses informasi tanpa batas, dan media sosial sebagai norma, dan mereka selalu mengharapkan kemudahan dalam berkomunikasi dengan hanya beberapa menit Auwaktu pencarianAy di PC dan beberapa klik mouse (Afandi, dkk, 2. management of feellings, problem solvingAy. Mengapa ketrampilan tersebut sangat penting. Kay . dalam Afandi dkk . memberi tiga alas an yakni AuFirst, these skills are considered difficult to be taught and thoroughly evaluated, so they are rarely deliberately included in the en-tire Second, this skill is crucial for all students today in facing challenges in the era of globalization. Third, these skills are skills that are essential for the world of workAy Paradigma Pendidikan abad 21 oleh pemerintah Indonesia (BNSP) telah lama disuarakan dengan mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia abad 21 adalah untuk merealisasikan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera berdiri sejajar dengan bangsabangsa lain yang ada di dunia. Pentingnya ketrampilan abad 21 dan melihat perkembangan generasi Z dan Alpha seperti sudah disampaikan di atas, maka dunia pendidikan kiranya perlu perkembangan peserta didik dan guru khususnya perlu dibekali literasi digital agar tidak terjadi gap yang sangat besar antara guru dan peserta didik, guru sekarang kebanyakan berasal dari digital imigran sedangkan siswa sebagai digital Ziatdinov, dan Cilliers. merangkum berbagai temuan penelitian yang perlu dipertimbangkan dalam pendekatan pendidikan di masa yang akan datang . uture educational approache. dan implikasinya terhadap pembelajaran seperti terlihat pada tabel 3. Secara singkat dapat dikatakan, baik generasi Z maupun Generasi Alpha yang sangat akrab dan tergantung dengan teknologi berpengaruh pada efektivitas dan pengalaman belajar Pengalaman belajar akan menjadi variable penting dalam proses belajar mengajar di masa yang akan datang, menjadikan siswa teribat secara aktif untuk membangun pengetahuan. Alat visual. Abad 21 menuntut berbagai ketrampilan mengingat abad 21 penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Dunia pendidikan hendaknya berbenah diri agar tidak terjadi apa yang disebut oleh Tony Wagner . sebagai global achievement gap yaitu kesenjangan antara apa yang diajarkan disekolah dengan ketrampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik kelak untuk bisa hidup di abad 21. Lebih lanjut Wagner mengungkpakan bahwa untuk bisa eksis di abad 21, seorang individu hendaknya menguasai tujuh ketrampilan diantaranya kemampuan memecahkan masalah atau mampu mempelajari sesuatu yang baru, mampu bertukar pikiran untuk saling memberi dan menyesuaikan diri, memiliki minat wirausaha, memiliki kompetensi dalam berbicara baik lisan maupun tulis, mampu mendapatkan informasi secara cepat dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Hal senada jyga diungkapkan oleh Said Hamid Hasan . seperti Aucritical thinking, creativity, collaboration, coomunication. Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia audio- visual equipment that allows teachers to use a variety of mediaAy, dan Saini & Goel . Auas technology-assisted closed environment that enhances teaching and learning experienceAy. Hrithik Lall dkk . mengatakan bahwa ada beberapa konsep dasar yang menjadi Auadaptability, comfort, connectivity/IoT, personalizationAy. Smart classroom memerlukan konsep fleksibel sehingga mampu untuk Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda demikian juga setiap guru memiliki gaya mengajar tersendiri. Ada siswa yang lebih senang belajar berkelompok dan sebaliknya ada yang senang belajar sendiri. Pembelajaran hendaknya bersifat dinamis yang membuat siswa lebih focus dan terlibat secara mental dalam proses pembelajaran. Misalnya tugas dapat dibuat dalam bentuk video game, vlog maupun yang lainnya. Kenyamanan smart classroom . dibuat secara maksimal untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Smart classroom penuh dengan aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, menonton video, mencari sumber bersama sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Konektivitas/IoT, ada dua hal yakni koneksi perangkat dengan internet dan koneksi sosoal yang mana siswa dapat terhubung dengan siswa, guru maupun Smart classroom yang pertama mengadopsi perangkat seluler dan IoT. Ruang cerdas, sadar lokasi . ocation awar. perangkat IOT. Augmented Reality (AR) maupun Virtual Reality (VR) semuanya untuk meningkatkan kualitas Konsep multiplisitas mengacu pada smart classroom mampu memanfaatkan berbagai rangsangan dan sumber daya. Dalam sistem pembelajaran ini tersedia ruang kreatifitas bersama dengan pemikiran auditori dan kinestetik akan mendukung pembelajaran masa depan. Yang menjadi tantangan adalah kesenjangan literasi antara siswa dengan pengajar untuk meningkatkan koneksi social dan interaksi yang mampu mengembangkan sof skill. Guru wajib menciptakan suasana kelas yang kolaboratif, kritis dan kreatif. Tabel 3 Temuan Penelitian Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Ziatdinov dan Cilliers. Gaya belajar Generasi Alpha yang tidak bisa dipisahkan dengan teknologi dan teknologi sangat mewarnai efektivitas pengalaman belajar yang melibatkan siswa yang memungkinkan untuk menciptakan pengetahuan bersama akan menjadi bagian penting dalam pendekatan pembelajaran dimasa yang akan datang. Berdasarkan pembelajaran smart classroom dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan model pembelajaran untuk perserta didik sebagai digital natives. Beberapa tahun terakhir, smart classroom telah mendapat perhatian yang sangat besar. Phoong dkk . mendifinisikan smart classroom Auas a classroom equipped with a computer and Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia kedalaman dan keluasan materi pelajaranAy. Pada kelas tradisonal materi pelajaran sering ditulis oleh guru di papan tulis, peserta didik mencatat di buku yang telah dipersiapkan dari rumah. Berbeda dengan kelas tradisional, guru yang mengajar di kelas pintar akan menyiapkan, menyajikan dan menggunakan media digital dapat berupa media presentasi, video, animasi, gambar, teks dan lingkungan imersif. Konten digital ini sangat mudah disampaikan kepada siswa dengan menggunakan internet. Ruang kelas pintar sudah menghapus sekat ruang dan jarak, pengajar dapat mengajar siswa dalam waktu bersamaan terlepas dari lokasi tinggal Seorang pengajar juga dapat membuat video pembelajaran yang dapat diputar berulang kali oleh siswa sesuai dengan kepentingannya. Materi ajar yang disampaikan dalam bentuk video, gambar bergerak mampu menyediakan konten kreatif akan membuat kelas menjadi memudahkan siswa untuk mencerna dan Berkait dengan Smart Engagement, merupakan tantangan terbesar bagi seorang guru yang harus mampu membuat siswanya untuk terus memperhatikan, fokus pada Partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran merupakan indikator penting keterlibatan siswa di kelas. Ada berbagai variabel yang mempengaruhi keterlibatan siswa di kelas diantaranya gaya mengjar seorang guru, interaksi, kegiatan kelas, diskusi maupun yang lainnya. Guru yang ideal adalah guru yang mau dan mampu menyesuaikan gaya mengajarnya dengan karakteristik peserta didiknya. Siswa akan terlibat secara penuh dalam pembelajaran bila kelasnya interaktif, ada interaksi antara siswa dengan kritis dan penalaran yang dapat disesuaiakn dengan berbagai gaya belajar dan kebutuhan peserta didik atau yang dikenal dengan AuOut of the BoxAy. Keterbukaan . , dalam smart classroom pembelajaran terjadi di luar ruang kelas yang terbatas, pembelajaran terjadi secara visual dan fisik. Berbeda dengan pembelajaran tradisional, guru hanya pembelajaran berlangsung hanya Personalisasi . , guru dan siswa dapat mempersonalisasi pengaturan mereka sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Siswa dan guru dapat membuat kegiatan baru untuk pembelajaran yang Mukes Kumar Saini dan Neeraj Goel . mengungkapkan bahwa ada empat aspek penting pengalaman belajar yang dapat ditemukan dalam smart classroom persiapan, pengiriman dan pendistribusian konten multimedia yang kaya dan interaktif. Smart interaction and engagement : meliputi interaksi antar siswa, guru siswa dan keaktifan siswa dalam kelas. Smart assessment : adalah penilaian pembelajaran siswa dapat berupa kuis atau yang lainnya yang dapat dijadikan sebagai umpan balik bagi pengajar berkait dengan jalannya proses Smart physical environment adalah lingkungan fisik yang sehat, bisa berkaitan dengan suhu ruangan maupun yang lainnya. Dalam konteks Smartt Content, materi pelajaran atau bahan ajar merupakan bagian penting dalam pembelajaran karena berisi aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus disampaikan kepada peserta didik dalam usaha untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Peraturan Mentri Pendidikan Kebudayaan Repbublik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 pada pasal 8 . menegaskan AuStandar Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia siswa, siswa dengan guru dan interaksi langsung siswa dengan konten seperti papan tulis interaktif, lingkungan imersif maupun yang lainnya. Kelas yang penuh interaksi dan kaya kreativitas menjadi indikator partisipasi siswa yang tinggi. Kondisi seperti ini akan mendorong siswa yang awalnya cendrung pasif, untuk ikut berpartisipasi secara non verbal di dalam kelas dan lambat laun seiring munculnya rasa percaya diri maka siswa tersebut akan ikut berpartisipasi secara verbal di dalam proses belajar mengajar. Belajar adalah adalah proses perubahan pengetahuan, ketrampilan, sikap maupun nilai yang dialami oleh seorang individu akibat dari adanya materi pelajaran yang dipelajari. Untuk mengetahui apakah sudah terjadi perubahan pada diri siswa maka perlu diadakan evaluasi yang dapat berupa kuis, tugas maupun ujian. Evaluasi pembelajaran dapat digunakan oleh guru untuk mengukur daya serap siswa terhadap pembelajaran dan juga dapat digunakan untuk memberi nilai kepada siswa sebagai peserta didik. Pada penilaian tradisional, guru akan memberikan lembar kerja kepada siswa yang berisi berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dalam durasi waktu yang sudah ditentukan. Hasil kerja siswa kemudian diperiksa dan diberikan nilai oleh guru. Nampaknya model tradisional ini sangat membosankan, karena evaluasi menggunakan berbagai online flatform seperti Google Forms untuk pertanyaan pilihan ganda yang hasilnya bisa dilihat Penilaian yang lebih menantang adalah bila pertanyaannya berbentuk deskripsi, memberikan uraian. Kemajuan teknologi berupa kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menilai tugas siswa dalam bentuk esai atau dapat juga menggunakan telepon pintar yang memiliki aplikasi yang bisa digunakan oleh siswa untuk menilai tugas presentasi temannya berdasarkan kriterian yang sudah ditetapkan. Smart assessment ini selain memudahkan guru juga akan membuat siwa menjadi lebih mudah dalam menjalani proses evaluasi yang dilakukan oleh guru. Smart physical environment atau lingkungan fisik yang cerdas juga sangat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar siswa. Ada beberapa aspek penting lingkungan kelas yang mempengaruhi proses pembelajaran di kelas diantaranya kualitas udara, pencahayaan ruangan kelas, suhu udara, tingkat kebisingan maupun yang lainnya. Menciptakan lingkungan pembelajaran merupakan suatu tantangan tersendiri mengingat beragamnya siswa yang ada dalam satu kelas, ada yang lebih suka kondisi ruang yang dingin dan ada juga sebaliknya yang kurang menyukai ruangan yang dingin. Demikian juga berpariasi antar siswa. Lall dkk . mengungkap berbagai keunggulan dari smart classroom seperti : smart classroom merupakan metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif. melalpaui batas ruang dan waktu, lingkungan belajar yang fleksibel. memenuhi kebutuhan siswa dan menarik minat siswa. membantu siswa untuk focus pada pembelajaran. guru mudah menilai kinerja peserta didik. mendorong tantangan yang sulit. didasari pada pengajaran modern dan prinsif pembelajaran yang unik. dapat belajar dimanapun dan kapanpun. modul yang dirancang dengan memvisualisasikan konsep jauh lebih baik disbanding gambar statis. metode kreatif dan unik untuk mempelajari konsep yang berbeda bagi siswa. Berbagai kelebihan yang ada pada smart classroom, penerapan model ini sangat berpengaruh pada prestasi peserta Penelitian yang dilakukan oleh Mailewa dkk . AuThe impact of smart classrooms on the academic success of Sri Seminar Nasional(PROSPEK II) AuTransformasi Pendidikan Melalui Digital Learning Guna Mewujudkan Merdeka BelajarAy 1 Pebruari 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi. FKIP. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia DAFTAR RUJUKAN Afandi. Sajidan. Akhyar. , & Suryani. Development frameworks of the Indonesian 21st-century standards for prospective science teachers: A Delphi Study. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8. , 89100. Ansari. Arah pembelajaran bahasa dan sastra indonesia pada era revolusi industri 4. Pustaka