Lesmana. dan Rimadias. Faktor-faktor Pembentuk Behavioral Intentions Pada Klub. 2460-8114 . 2656-6168 . Faktor-Faktor Pembentuk Behavioral Intentions Pada Klub Persija Jakarta: Studi Penelitian Pada Komunitas Suporter The Jakmania Rangga Lesmana STIE Indonesia Banking School ranggalesmana92@gmail. Santi Rimadias STIE Indonesia Banking School Santi. rimadias@ibs. Abstract In the times of growing football industry, behavioral intentions of football fans are also getting changed with the times. The behavior of the fans loyalty has become an important strategic tool used by the management of football clubs in the country in the face of competition existing competition. The main objective of this study was to investigate the factors that form the behavioral intentions of supporters in a match watched his favorite football club. This research is classified as descriptive analysis method to take samples and questionnaires as the main tool. Samples were supporters club Persija Jakarta, whice have a membership card The Jakmania, fans who live and stay in Jakarta and fans who've watched the match Persija Jakarta directly in the stadium. Respondents were selected using non probability sampling techniques and sampling purposive. The results of the analysis using Structural Equation Model (SEM) to analyze the results. The results can be summarized as follows: 1. Sport attachment has positive influence on team identification, 2. Player attachment has positive effect on team identification, 3. Local city attachment has positive effect on team identification, 4. Fans community attachment did not effect on team identification, 5 . Team identification positive effect on behavioral intentions, 6. Game satisfaction positive effect on behavioral intentions, 7. Service satisfaction did not effect on behavioral intentions. Keywords: Sport Attachment. Player Attachment. Local City Attachment. Fans Community Attachment. Team Identification. Game Satisfaction. Service Satisfaction. Behavioral Intentions. Abstrak Di era industri sepak bola yang berkembang, niat perilaku para penggemar sepak bola juga semakin berubah seiring dengan perkembangan zaman. Perilaku loyalitas para suporter menjadi salah satu alat strategis penting yang digunakan oleh manajemen klub sepak bola tanah air dalam menghadapi persaingan yang Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk niat berperilaku suporter dalam menonton pertandingan klub sepak bola kesayangannya. Penelitian ini tergolong metode analisis deskriptif dengan pengambilan sampel dan kuesioner sebagai alat utama. Sampel adalah suporter klub Persija Jakarta, yang memiliki kartu keanggotaan The Jakmania, suporter yang tinggal dan menetap di Jakarta serta suporter yang pernah menyaksikan pertandingan Persija Jakarta langsung di stadion. Responden dipilih dengan menggunakan teknik non probability sampling dan pengambilan sampel purposive. Hasil analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) untuk menganalisis hasil. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Keterikatan olahraga berpengaruh positif terhadap identifikasi tim, 2. Kelekatan pemain berpengaruh positif terhadap identifikasi tim, 3. Kelekatan kota lokal berpengaruh positif terhadap identifikasi tim, 4. Kelekatan komunitas penggemar tidak berpengaruh tentang identifikasi tim, 5. Identifikasi tim berpengaruh positif terhadap niat berperilaku, 6. Kepuasan game berpengaruh positif terhadap niat berperilaku, 7. Kepuasan layanan tidak berpengaruh pada niat berperilaku. Kata Kunci: Sport Attachment. Player Attachment. Local City Attachment. Fans Community Attachment. Identifikasi Tim. Kepuasan Game. Kepuasan Layanan. Niat Perilaku. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Sepakbola adalah olahraga yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Penggemar sepakbola sama sekali tidak mengenal usia, jenis kelamin, agama maupun suku bangsa. Dalam olahraga yang satu ini, setiap individu bebas mengekspresikan kecintaan mereka terhadap sepakbola dan tim-tim yang mereka dukung dan pemain sepakbola yang mereka idolakan. Namun tidak se80 tiap individu mengerti benar sejarah sepakbola dunia, dari mana sepakbola berasal dan bagaimana sepakbola menjadi olahraga yang sangat populer. Persija Jakarta adalah sebuah klub sepakbola yang terletak di Jakarta. Persija berdiri pada tanggal 28 November 1928 dan memiliki julukan AuMacan KemayoranAy. Keberadaan Persija dalam kancah Liga Indonesia dan bermain dalam divisi utama Liga Indonesia memberikan warna tersendiri, bukan hanya oleh permainannya yang menawan tetapi juga pada pendukung yang terbilang fanatik, pen- Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 3. No. 2 Agustus 2017: 80-88 dukung Persija Jakarta menamai dirinya AuThe Jakmania. Ay The Jakmania adalah suporter dari klub Persija Jakarta. The Jakmania tidak hanya tersebar di Kota Jakarta saja tetapi tersebar di berbagai daerah di Indonesia, minat beli The Jakmania pada tiket pertandingan tentunya akan dipengaruhi oleh daya tarik dari klub sepakbola tersebut. Besarnya daya tarik tersebut tentu akan dipengaruhi oleh perilaku konsumen karena beberapa faktor, seperti prestasi dari klub Persija Jakarta dan kondisi manajemen Suporter dan sepakbola adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan, dimana ada pertandingan sepakbola maka disitu ada suporter sebagai pendukungnya. Kehadiran suporter dalam pertandingan sepakbola tentu sangat bola itu sendiri. Selain sebagai pendukung yang bisa mengangkat moral dan semangat pemain di lapangan, suporter juga memberi keuntungan tersendiri dari segi finansial selain dari sponsor dan penjualan merchandise Suporter ketika mendukung, menonton, dan menikmati pertandingan sepakbola tentunya berharap mendapat hiburan olahraga yang memadai dan menarik. Identifikasi Permasalahan Untuk menentukan solusi yang tepat dalam suatu permasalahan, maka terlebih dahulu permasalahan tersebut dianalisis dan disusun ke dalam bentuk formulasi yang sistematis. Adapun perumusan masalah yang akan dibahas pada skripsi ini adalah: Apakah sport attachment memiliki pengaruh positif terhadap team identification pada suporter disebuah klub sepakbola? Apakah player attachment memiliki pengaruh positif terhadap team identification padasuporterdisebuah klub sepakbola? Apakah local city attachment memiliki pengaruh positif terhadap team identification pada suporter disebuah klub sepakbola? Apakah fans community attachmentmemiliki pengaruh positif terhadap team identification pada suporter disebuah klub sepakbola? Apakah team identification memiliki pengaruh positif terhadap behavioral intentions pada suporter disebuah klub sepakbola? Apakah game satisfaction memiliki pengaruh positif terhadap behavioral intentions pada supporter disebuah klub sepakbola? Apakah service satisfaction memiliki pengaruh positif terhadap behavioral intentions pada supporter disebuah klub sepakbola? Landasan Teori Sport Attachment Beaton, et. al, . Filo et. al, . Funk dan James, . di dalam P. Panagiota, et. Sport Attachment merupakan hubungan psikologis yang kuat yang terjadi ketika seorang individu memberikan sebuah emosional, fungsional, dan makna simbolik ke objek rekreasi . isalnya, aktivitas olahraga, acara olahraga, tim Player Attachment Menurut Dhurup, . player attachment yaitu pemain favorit yang dipilih fans di dalam sebuah tim dan apabila pemain favorit ini tidak terpilih oleh tim, mereka merasa bahwa hal itu akan berdampak besar pada kepentingan tim. Penelitian sebelumnya telah menunjukanbahwa player attachment dapat menjadi sebuah kekuata dalam mempengaruhi perilaku penonton (Mahony & Moorman, 2. didalam Mahony. Local City Attachment Menurut Heere dan James . local city attachment yaitu klub sepakbola yang terletak di kota besar, dan nama klub sepakbola itu mencerminkan nama kota tersebut, sama seperti yang kota lain lakukan dan kota dalam hal ini dipandang sebagai bauran multi-budaya, dan bukan sebagai mencerminkan budaya negara. Karena perbedaan ini, para penggemar tim sepakbola memiliki identitas yang lebih tinggi terhadap kota jika di bandingkan dengan identitas negara. Fans Community Attachment Menurut Holt, . dalam Yoshida. Heere, and Gordon, . fans community yaitu sekelompok penggemar aktif yang menikmati sebuah pergelaran pertandingan olah raga beserta atributnya . eperti: memperlihatkan warna tim, bendera, menyanyi, dan bersora. dan saling berinteraksi dengan penggemar tim olahraga lainnya . berbicara, tertawa, dan tersenyum dalam perayaan, memeriahkan suasana di acara olahrag. untuk menghibur satu sama lain. Beberapa ikatan yang terbentuk di dalam hubungan antar attachment, yaitu antara konsumen terhadap tim olahraga terkait dilakukan untuk mengembangkan identifikasi konsumen terhadap tim olahraga tersebut (Heere. James, et al. , 2011. Heere. Walker, et al. , 2011. Mahony et al. , 2002. Trail et al. , 2. di dalam Yoshida. Heere, and Gordon, . Team Identification Menurut Trail et al. , . team identification didefinisikan sebagai prediktor kuat dari perilaku konsumsi fans olahraga. Fans yang setia dalam team identification lebih mungkin untuk menghadiri pertandingan, membayar lebih untuk tiket, menghabiskan lebih banyak uang untuk merchandise tim, dan tetap setia kepada tim selama Lesmana. dan Rimadias. Faktor-faktor Pembentuk Behavioral Intentions Pada Klub. periode kinerja yang buruk. Teori identitas sosial merupakan dasar identifikasi, setiap individu memiliki kebutuhan untuk dapat mengungkapkan siapa mereka kepada orang lain. Meurut Lee, et al. , . team identification adalah salah satu orientasi psikologis dasar yang mempengaruhi perilaku penggemar olahraga. Team identification menganggap adanya sebuah hubungan antara suporter dan klub sepakbola. Cross . didalam G Hertel dan ST Solansky . , berpendapat bahwa hasil yang dihasilkan oleh sebuah tim sangat tergantung pada kekuatan identifikasi antara individu-individu. Perbedaan penting antara orientasi individu dan tim adalah sejauh mana anggota individu mampu mengidentifikasi terhadap tim atau kelompok mereka (Desivilya dan Eizen, 2005. Fiol dan OAoConner. Tyler dan Bladder, 2. didalam G Hertel dan ST Solansky . , identifikasi adalah kunci untuk kerja sama tim karena tingkat kerjasama individu dengan kelompok dapat dibentuk oleh sejauh mana mereka mengidentifikasi kelompoknya (Tyler dan Bladder, 2. didalam G Hertel dan ST Solansky . Tim dengan tingkat identifikasi yang tinggi maka akan memiliki anggota yang berkomitmen tinggi juga untuk tim dan tujuan tim daripada tujuan dirinya sendiri (Van der Vegt dan Bunderson, 2. didalamG Hertel dan ST Solansky. Sejumlah penelitian pada konsep team identification telah dikaitkan dengan berbagai perilaku dan fenomena yang dapat diamati dalam olahraga. Heere dan James . menyatakan bahwa team identification dapat disebabkan oleh kekuatan simbolis tim olahraga untuk mewakili identitas kelompok, seperti universitas, pekerjaan, jenis kelamin, atau negara, dan lainnya. Identifikasi penonton dengan tim sangat penting bagi tim, tidak hanya menilai kinerja pemain di lapangan, tetapi juga dapat menilai kontribusi tim dalam meningkatkan pendapatan dari penjualan tiket dan barang dagangan. Setiap individu merasa memiliki hubungan emosional dengan tim mereka. Dengan pengelolaan yang efektif, kondisi ini dapat menyajikan tim olahraga yang profesional dan memiliki kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang diinginkan. Game satisfaction Game satisfaction mengacu pada kepuasan konsumen terhadap keseluruhan permainan olahraga dengan pengalaman permainan dalam kaitannya dengan kompetisi olahraga di lapangan (Yoshida dan James, 2. Service satisfaction Service satisfaction disisi lain, didefinisikan sebagai keseluruhan kepuasan konsumen terhadap layanan yang dialami di sebuah acara olahraga 2460-8114 . 2656-6168 . (Yoshida dan James, 2. Behavioral Intentions Behavioral intention didefinisikan sebagai probabilitas subjektif seseorang bahwa ia akan tertarik dan terlibat dalam sebuah perilaku (Riddle, 1. , dalam penelitian ini menurut Yoshida dan James . behavioral intentions di sebuah pertandingansepakbola ditunjukkan dengan: Merekomendasikan klub sepakbola tersebut untuk suporter lain Menghadiri kembali acara olah raga dengan klub sepakbola yang sama Tetap setia kepada klub sepakbola yang di Berdasarkan teori quality satisfaction behavioral intentions (Cronin dan Taylor, 1992. Dobholkar et , 2000. Zeithaml et al. , 1. didalam Yoshida dan James . bahwa ada dua jenis hipotesa kepuasan pelanggan di acara olahraga yaitupelayanan dan kepuasan pertandingan yang nantinya akan mempengaruhi behavioral intentions. Menurut (Brady et al, 2006. Cronin et al, 2. dalam Yoshida dan James . , ada tiga indikator niat perilaku: Niat pembelian kembali Informasi positif dari mulut ke mulut, dan Loyalitas pelanggan Berdasarkan teori diatas, dapat disimpulkan bahwa behavioral intentions adalah suatu indikasi dari bagaimana orang bersedia untuk mencoba dan seberapa banyak sebuah usaha yang mereka rencanakan untuk dikerahkan dalam upaya menunjukan perilaku. Rerangka Konseptual Pengaruh antara attachment points dan team Dalam penelitian Yoshida. Heere, dan Gordon . menunjukkan adanya keterikatan antara sport consumerAos psychologicaluntuk beberapa objek . port, player, local city, fans communit. terhadap team identification dan dapat mendorong pada perilaku konsumen. Attachment theory menunjukkan bahwa manusia cenderung untuk membentuk dan memelihara ikatan psikologis dengan objek tertentu (Bowlby, 1. didalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Menurut attachment theory di dalam pemasaran, konsumen yang tingkat psychological attachment tinggi terhadapsuatu merek maka lebih cenderung untuk berkomitmen, terlibat langsung, dan mendukung merek tersebut (Park et al. , 2010. Thomson. MacInnis, & Park, 2. didalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti memuat hipotesis berikut : Ha1a: Terdapat pengaruh positif sport attachment terhadap team identification Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 3. No. 2 Agustus 2017: 80-88 pada suporter klub Persija Jakarta Ha1b: Terdapat pengaruh positif player attachment terhadap team identification pada suporter klub Persija Jakarta Ha1c: Terdapat pengaruh positif local city attachment terhadap team identification pada suporter klub Persija Jakarta Ha1d: Terdapat pengaruh positif fans community attachment terhadap team identification pada suporter klub Persija Jakarta Pengaruh antara team identification dan behavioral intentions Teori social identity menunjukkan individu memperoleh manfaat psikologis yang positif dari keanggotaan mereka dalam sebuah kelompok (Ashforth dan Mael, 1989. Tajfel dan Turner, 1. dalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Dalam olahraga, ketika sikap suporter terhadap sebuah klub sepakbola menjadi suatu hal yang menguntungkan, makaia cenderung memiliki tingkat identifikasi yang lebih tinggi terhadap klub sepakbola tersebut (Funk dan James, 2. dalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Dalam Yoshida. Heere, dan Gordon . mendefinisikan team identification seperti yang dirasakan adanya hubungan antara suporter dengan klub sepakboladan cenderung keberhasilan dan kegagalan klub sepakbolatersebut sebagai pengala- man dalam diri. Menurut Sutton et al. , . dalam Yoshida. Heere, dan Gordon . berpendapat bahwa suporter yang lebih mengidentifikasi klub sepakbola favoritnya lebih cenderung berkomitmen untuk klub sepakbola tersebut, rela membayar harga yang lebih tinggi, dan menjadi pemegang tiket pertandingan dalam semusim. Penelitian lainnya telah memiliki kesimpulan yang sama bahwa team identification suporter dengan klub sepakbola favoritnya memiliki pengaruh positif terhadap behavioral intention Yoshida. Heere, dan Gordon,. Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti memuat hipotesis berikut : Ha2: Terdapat pengaruh positif team identification terhadap behavioral intentions pada suporter klub Persija Jakarta Pengaruh antara consumer satisfaction dan behavioral intentions Consumer satisfaction terhadap produk olahraga dapat membuat keuntungan jangka panjang untuk organisasi olahraga tersebut, karena adanya informasi yang positif dari mulut ke mulut, crossbuying, dan loyalitas konsumen ( Yoshida dan James, 2. Untuk menurunkan tingkat pembelotan pelanggan dan meningkatkan repurchase behavior, telah diakui baik praktisi dan akademisi bahwa consumer satisfaction adalah elemen kunci dalam strategi retensi pelanggan (Bolton dan Lem- Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber: diadaptasi dari Yoshida. Heere, dan Gordon . Mahony et al. , . Heere dan James . Yoshida dan James . Lesmana. dan Rimadias. Faktor-faktor Pembentuk Behavioral Intentions Pada Klub. on, 1999. Cronin et al, 2000. Oliver, 1. didalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Sebuah tinjauan menyeluruh dari literatur sport management mengungkapkan bahwa ada dua konseptualisasi yang berbeda dari kepuasan konsumen, yaitu: game satisfaction dan service satisfaction (Yoshida dan James, 2. Sampai saat ini, para peneliti sebelumnya telah mengidentifikasi game satisfaction berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral intentions (Laverie dan Arnett, 2000. Trail et al. , 2005. Tsuji et al. , 2. didalam Yoshida. Heere, dan Gordon . Selain itu, masuknya service satisfactionakan memperhitungkan dampak layanan tambahan terhadap behavioral intentions (Yoshida dan James. Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti memuat hipotesis berikut : Ha3a: Terdapat pengaruh positif game satisfaction terhadap behavioral intentions pada suporter klub Persija Jakarta Ha3b: Terdapat pengaruh positif service satisfaction terhadap behavioral intentions pada suporter klub Persija Jakarta Metodologi Penelitian Objek Penelitian Pemilihan objek dalam penelitian ini didasarkan pada perkembangan industri sepakbola di Indonesia yang semakin maju dan modern. Suporter klub Persija Jakarta yaitu The Jakmania menjadi objek pada penelitian ini dimana The Jakmania merupakan salah satu basis suporter terbesar yang ada di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 70. 000 anggota dari 56 koordinator wilayah . yang tersebar di seluruh Indonesia. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan bagian dari penelitian conclusive dengan tujuan mendeskripsikan sesuatu biasanya karakteristik atau fungsi pasar (Maholtra, 2. 2460-8114 . 2656-6168 . Desain penelitian ini adalah penelitian cross sectional design dimana jenis rancangan riset terdiri dari pengumpulan informasi mengenai sample tertentu dari elemen populasi hanya sekali (Maholtra. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data untuk penyelesaian penelitian bersumber dari data primer dan sekunder. Data Primer. Data primer pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner lewat media internet menggunakan aplikasi google docs. Penelitian ini menggunakan skala interval dengan skala jawaban responden adalah 1 (Sangat Tidak Setuj. sampai 7 (Sangat Setuj. Data Sekunder. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, internet, dan sumber lain guna mendukung penelitian ini. Populasi dan Sampel Populasi merupakan kumpulan elemen yang ingin dibuat dari beberapa kesimpulan Cooper dan Schindler . Populasi dalam penelitian ini adalah suporter klub Persija Jakarta yang pernah mendukung langsung klub Persija Jakarta di stadion. Sedangkan sampel merupakan elemen bagian dari populasi yang dipilih sebagai partisipan di dalam sebuah percobaan Cooper dan Schindler . Metode sampling yang digunakan di penelitian ini adalah -non-probability sampling dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan karakteristiknya. Menurut Maholtra . , purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu, yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel. Teknik ini dipilih karena populasi dan sampel yang diambil memiliki karakteristik Karakteristik tersebut anta lain: Tabel 1. Operasional Variabel . Variable Sport Attachment (SA) Definisi Sport Attachment merupakan hubungan psikologis yang kuat yang terjadi ketika seorang individu memberikan sebuah emosional,fungsional, dan makna simbolik ke objek rekreasi . isalnya, aktivitas olahraga, acara olahraga, tim (Beaton,et al, 2009. Filo et al. Funk dan James, 2. di dalam Panagiota. , et al . Measurement SA1: Sepakbola adalah olahraga favorit saya SA2: Saya menyukai sepakbola pada seluruh tingkatan . ntar sekolah, warga . t/r. , domestik, international, dl. SA3: Saya yakin bahwa sayapenggemar sepakbola sejati (Yoshida. Heere, dan Gordon Scale Interval Scale Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 3. No. 2 Agustus 2017: 80-88 Tabel 1. Operasional Variabel . Variable Player Attachment (PA) Definisi Player attachment yaitu pemain favorit yang dipilih fans di dalam sebuah tim dan apabila pemain favorit ini tidak terpilih oleh tim, mereka merasa bahwa hal itu akan berdampak besar pada kepentingan tim. (Dhurup, 2. Measurement PA1: Saya penggemar berat salah satu pemain yang bemain di klub Persija Jakarta. PA2: Saya mengenal karakteristik masing-masing pemain di tim Persija Jakarta Scale Interval Scale PA3: Saya merasa bahwa saya adalah seorang penggemar dari beberapa pemain di tim Persija Jakarta Local City Attachment (LCA) Local city attachment yaitu klub sepakbola yang terletak di kota besar, dan nama klub sepak bola tersebut mencerminkan nama kota tersebut bukan nama negara dan kota ini dipandang sebagai bauran multi-budaya, dan bukan sebagai mencerminkan budaya negara Heere dan James . (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. LCA1: Citra saya sebagai warga Jakarta sangat penting LCA2: Jakarta sangat menggambarkan karakter saya Interval Scale LCA3: Saya menganggap bahwa saya adalah bagian dari kota Jakarta (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. Fans Community Attachment (FCA) Team Identification (TI) Fans community yaitu sekelompok penggemar aktif yang menikmati sebuah pergelaran pertandingan olah raga beserta atributnya . eperti:memperlihatkan warna tim, bendera, menyanyi, dan bersora. dan saling berinteraksi dengan FCA1: Saya merasakan hubungan yang dalam dengan fans Persija Jakarta Interval Scale FCA2: Saya sangat berpihak dengan warga yang mendukung Persija Jakarta penggemar tim olahraga lainnya . eperti: berbicara, tertawa, dan tersenyum dalam perayaan, memeriahkan suasana di acara olahrag. untuk menghibur satu sama lain. FCA3: Saya merasa seperti bagian dari fans club Persija Jakarta (Holt, 1. dalam Yoshida. Heere, and Gordon . Team identification adalah salah satu orientasi psikologis dasar yang mempengaruhi perilaku penggemar olahraga. (Lee, et al 2. (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. TI1: Saya menganggap diri saya sebagai fans dari Persija Jakarta Interval Scale TI2: Saya akan mengalami kerugian jika berhenti menjadi fans Persija Jakarta TI3: Menjadi pendukung Persija Jakarta sangat penting bagi saya Game Satisfaction (GS) Game satisfaction adalah kepuasan konsumen secara keseluruhan terhadap pengalaman menyaksikanpertandingan olahragadalam kaitannya dengan kompetisi pada sebuahacara (Yoshida & James, 2. (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. GS1: Saya puas dengan pertandingan yang saya lihat di stadiion GS2: Saya senang dengan pertandingan yang saya saksikan diStadion Interval Scale GS3: Saya sangat gembira dengan pertandingan yang saya lihat di stadion (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. Service Satisfaction (GS) Servicesatisfactiondidefinisikansebagaikeseluruhankepuasan konsumen terhadap layanan yang dialami di sebuah acara olahraga SS1: Saya puas dengan layanan . Persija yang saya dapatkan di (Yoshida & James, 2. SS2: Saya senang dengan layanan . Persija yang saya dapatkan di Interval Scale SS3: Saya sangat gembira dengan layanan . Persija yang saya dapatkan di stadion. (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. Behavioral Intentions (BI) Behavioral intentiondidefinisikan sebagai probabilitas subjektif seseorang bahwa ia akan tertarik dan terlibat dalam sebuah perilaku (Riddle, 1. BI1: Saya akan kembali datang pada pertandingan Persija Jakarta berikutnya Interval Scale BI2: Saya akan menyisihkan sebagian uang saku saya untuk menghadiri pertandingan Persija Jakarta BI3: Jika saya harus menghadiripertandingan lagi, kemungkinan saya akan memilih pilihanyang sama yaitu menyaksikan pertandingan Persija Jakarta (Yoshida. Heere, dan Gordon 2. Lesmana. dan Rimadias. Faktor-faktor Pembentuk Behavioral Intentions Pada Klub. Suporter klub Persija Jakarta yang tinggal dan menetap di DKI Jakarta Suporter yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jakmania Suporter yang pernah menyaksikan pertandingan klub Persija Jakarta secara langsung di Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya, pada penelitian ini sampel didefinisikan sebagai suporter yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jakmania yang pernah menyaksikan pertandingan klub sepakbola Persija Jakarta secara langsung di stadion. Didalam penelitian ini terdapat 24 indikator. Sesuai dengan pedoman ukuran sample menurut Hairet al. , . yang menyatakan pedoman ukuran sample tergantung pada jumlah indikator. Kali 5 sampai 10. Maka untuk mendapatkan hasil yang valid. Hair et . berpendapat jumlah data minimal yang dikumpulkan adalah 100 datum. Untuk memenuhi syarat tersebut, jumlah indikator minimal dapat dikali 5 sehingga mendapatkan data sebanyak 24 x 5 = 120. Jadi jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 120. Analisis dan Pembahasan Profil Responden Seluruh responden yang berjumlah 120 adalah 72,30% laki-laki dan 27,70% perempuan, sesuai dengan responden yang dituju peneliti. Mayoritas responden pada penelitian ini adalah responden yang berusia <20 tahun berjumlah 31 orang atau sebesar 26,19%, lalu responden yang berusia 20 tahun hingga 35 tahun berjumlah 89 orang atau sebesar 73,90%. Dari 120 responden, dapat dilihat bahwa jumlah karyawan sebanyak sebanyak 46 orang dengan persentase mencapai 37,80%. Jumlah responden pelajar atau mahasiswa sebanyak 60 orang dengan persentase mencapai 50,20%. Jumlah responden wiraswasta sebanyak 11 orang dengan persentase mencapai 9,20% dan sisanya pekerjaan lain-lain sejumlah 3 orang dengan persentase mencapai 2,50%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berprofesi sebagai mahasiswa atau pelajar. Pendapatan responden perbulannya dalam penelitian iniadalah yang kurang dari Rp 5. berjumlah 104 orang atau sebesar 86,60%, lalu responden dengan pendapatan per bulan Rp 000-Rp 10. 000 berjumlah 13 orang atau sebesar 10,9%, selanjutnya dengan pendapatan per bulan sebesar Rp10. 000- Rp 25. 000 berjumlah 2 orang atau sebesar 1,70%, untuk responden dengan pendapatan lebih dari Rp 25. berjumlah 1 orang atau sebesar 0,8%. Hasil Analisis Data Hasil validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel memenuhi kriteria yang 2460-8114 . 2656-6168 . ditentukan (Factor Loading Ou 0 memenuhi syarat nilai yang diinginkan sehingga data mendukung hipotesis,Construct Realibility Ou 0,70. Variance Extracted Ou 0,. Hasil pengolahan data output regression weights yang menunjukkan apakah hipotesis yang diajukan didukung data atau tidak dengan syarat nilai p-value Ou 0,05. Tujuh hipotesis memenuhi syarat nilai yang diinginkan, sedangkan untuk lima data mendukung hipotesis dan dua data tidak mendukung hipotesis. Implikasi Manajerial Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektif peran darisport attachment, player attachment, local city attachment, fans community attachment, team identification, game satisfaction, dan service satisfactionterhadap behavioral Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diberikan implikasi manajerial bagi manajemen klub Persija Jakarta. Beberapa implikasi yang dapat diberikan kepada manajemen Persija Jakarta adalah sebagai berikut Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, variabel team identification memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap behavioral intentions dengan besar estimasi 1. Ketika suporter The Jakmania sudah menganggap dirinya sebagai satu kesatuan dengan klub Persija Jakarta maka itu akan memberikan manfaat bagi klub tersebut. Manfaat yang didapat adalah suporter akan menentukan niat perilakunya terhadapat klub favoritnya tersebut, perilaku tersebut bisa berupa hadir kembali secara langsung menyaksikan klub Persija Jakarta bertanding di stadion. Untuk dapat mempertahankan hal tersebut manajemen Persija Jakarta ada baiknya untuk memberikan sebuah prestasi yang membanggakan untuk para suporternya, tentu untuk mendatangkan prestasi tersebut harus di dukung berbagai aspek dan sarana yang memadai. Salah satu sarana yang penting adalah memiliki tempat latihan sendiri, selama ini manajemen Persija kerap berpindah-pindah tempat latihan yang membuat para pemain harus beradaptasi dengan lapangan latihannya, hal itu tentu tidak baik bagi pemain dan mempengaruhi performa pemain ketika bertanding, terlebih kualitas lapangan yang bisa dikatakan kurang baik. Manajemen Persija Jakarta bisa saja bekerja sama dengan pihak sponsor dalam hal penyediaan lapangan latihan yang lebih memadai untuk tim Persija Jakarta. Sedangkan game satisfaction memiliki pengaruh terhadap behavioral intentions dengan nilai estimasi 0. Permainan yang menarik di lapangan juga akan mempengaruhi niat berpilaku suporter dimasa yang akan datang. Jika permainan klub Persija Jakarta itu menarik untuk disaksikan hal tersebut sangat berdampak positif bagi klub Persija Jakarta, karena suporter The Jakmania akan dengan Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol 3. No. 2 Agustus 2017: 80-88 sendirinya untuk dapat hadir kembali secara langsung di stadion untuk menyaksikan tim favoritnya Untuk dapat memberikan permainan yang menarik pihak manajemen ada baiknya benar-benar memilih dan menyeleksi siapa saja pemain yang layak untuk bermain di klub Persija Jakarta. Karena walau pemain bintang sekali pun jika tidak sesuai dengan karakter permainan Persija itu tidak akan berdampak positif bagi permainan tim di lapangan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian ini, dari tujuh hipotesis penelitian yang diperoleh hasil sebagai Sport attachment berpengaruh secara positif terhadap team identification. Semakin The Jakmania menyukai acara olahraga dalam hal ini sepakbola maka The Jakmania tersebut semakin akan menunjukan bahwa dirinya adalah fans dari Persija Jakarta salah satunya dengan memiliki kartu tanda anggota The Jakmania. Player attachment berpengaruh secara positif terhadap team identification. Semakin The Jakmania mengenal dan memahami karakter para pemain Persija Jakarta maka itu akan mempengaruhi perilaku The Jakmania dalam mendukung tim Persija Jakarta. Local city attachment berpengaruh secara positif terhadap team identification. Semakin The Jakmania bangga terhadap kota Jakarta maka The Jakmania terutama berasal dari Jakarta juga akan menunjukan dirinya sebagai fans klub sepakbola yang berasal dari Fans community attachment tidak berpengaruh terhadap team identification. The Jakmania yang tergabung ataupun tidak tergabung didalam komunitas, hal itu tidak akan mempengaruhi dukungannya terhadap tim Persija Jakarta dan tetap menganggap dirinya sebagai suporter klub Persija Jakarta. Team identification berpengaruh secara positif terhadap behavioral intentions. Semakin The Jakmania merasa dirinya sebagai fans dari Persija Jakarta, maka The Jakmania akan merasa ingin selalu terlibat langsung dalam setiap kegiatan ataupun pertandingan yang dilakoni Persija Jakarta. Game satisfaction berpengaruh secara positif terhadap behavioral intentions. Kepuasan permainan yang diberikan klub Persija Jakarta di suatu pertandingan akan mempengaruhi niat berperilaku para The Jakmania dalam menyaksikan pertandingan Persija Jakarta dimasa yang akan datang. Service satisfaction tidak berpengaruh ter- hadap behavioral intentions. Pelayanan yang kurang memuaskan dari pihak manajemen ternyata tidak mempengaruhi niat para The Jakmania untuk hadir kembali ke stadion untuk menyaksikan Persija Jakarta bertanding. Saran Dala=m penelitian ini tentunya terdapat keterbatasan yang dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran baik untuk manajemen klub Persija Jakartamaupun untuk peneliti selanjutnya sebagai berikut : Untuk manajemen Persija Jakarta Manajemen Persija Jakarta harus bisa memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk latihan para pemainnya, sarana dan prasarana itu dapat diwujudkan dengan berkerja sama antara pihak manajemen Persija Jakarta dengan pihak sponsor Manajemen tetap menjaga kinerja klub Persija Jakarta dengan tetap berhubungan baik dengan para suporternya yakni The Jakmania, salah satu cara berhubungan baik itu bisa dengan menerima saran dan kritik The Jakmania melalui media sosial dah website yang sudah dimiliki Persija Jakarta. Pihak manajemen Persija Jakarta bisa memberikan pelayanan lebih kepada The Jakmania dengan memfasilitasi The Jakmania agar bisa memesan tiket tanpa harus lelah mengantri dan takut kehabisan tiket, sebagai contoh pihak manajemen bisa membuka layanan ticketing online dengan membuat aplikasi layanan tiket sendiri sebagai wadah bagi The Jakmania agar dapat memesan tiket jauh hari sebelum pertandingan. Untuk penelitian selanjutnya Peneliti selanjutnya menggunakan penelitian yang serupa tapi ada baiknya mengganti objek penelitian untuk melihat apakah hasil pada objek yang berbeda memiliki perbedaan yang lebih baik. Objek penelitian yang berbeda itu bisa berupa mengganti objek suporternya. Menambah variabel loyalty untuk melihat tingkat loyalitas suporter dalam mendukung klub sepakbola favoritnya langsung di stadion. Daftar Pustaka