Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember PERAN EKONOMI SOSIAL KELUARGA DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT STUDI ANAK DUSUN PATEGALAN-TAMBAK- BAWEAN-GRESIK TAHUN 2016 Ahmad Khalid Dosen Tetap PGMI Universitas Islam Jember Hp. 085 746 324 403. Email. munqidz@ymail. Abstrak: Peneliti menemukan informasi berasal dari anggapan masyarakat bahwa pada umumnya masyarakat kelas ekonomi social berada pada kelas menengah dan kelas bawah dan hidup di pegunungan bahwa mereka tidak memikirkan pendidikan anak, tidak membayangkan anak tuntas pendidikannya. Itu disebabkan pertama karena ruang gerak mereka sempit jadi memandang hidup dunia anak hanya dipahami dunia anak itu sekitar mereka hidup, tidak mereka pikirkan bahwa dunia luas berinteraksi dengan orang luar penuh kompetisi bebas menitikberatkan pada kompetensi . Kedua adanya semangat yang lemah dari orang tua, tidak menyadari suatu saat anaknya akan sukses dan berprestasi. Semangat lemah orang tua itu sudah mengakar kuat menjadi racun asumsi anak untuk maju berpengalaman luas, sebagaimana hasil rekam interview ditemukan bahwa aku anak orang gunung, tidak punya uang, kerja orang tua kesawah dan ngarit beri makan sapi, tinggal di desa, pendidikan tidak mendatangkan uang, saya tidak butuh pendidikan tinggi, yang penting pendidikan SD lulus sekedar bisa baca tulis. Ungkapan kata-kata itu, akibat lemah ekonomi social orang tua, sehingga mengekang anak supaya dapat membantu pekerjaan orang tuanya Aungarit, kesawah1, anak-anak mereka tidak berani menyampaikan keinginan belajar dan melanjutkan studinya, kadang sebagian kecil ada orang tua yang keras,Ayketika si anak itu diperintah orang tua Aungarit, kesawahAy tidak mau, maka orang tua itu marah dan memukul anaknya. Key word: Ekonomi Sosial Keluarga. Meningkatkan Semangat Studi Anak Pendahuluan Fungsi lembaga pendidikan untuk membebaskan manusia dari berbagai belenggu persoalan hidup yang dihadapinya. Pendidikan hadir ditengah-tengah masyarakat diproyeksikan kepada manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya supaya menjauh dari berbagai Ngarit, kesawah adalah pekerjaan sehari-hari orang tua untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember kekerasan, penyiksaan, kebodohan dan ketertinggalan. Pendidikan yang maju tidak berdiri sendiri akan tetapi dipengaruhi oleh banyak kekuatan-kekuatan ekonomi sosial dan budaya. salah satu faktor yang utama adalah kesadaran keluarga untuk menuntaskan pendidikan Status social ekonomi keluarga menengah kebawah terkadang tidak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, akan tetapi pendidikan yang bermutu lebih banyak melayani kelas ekonomi social tingkat atas. Itu menjadi bayang-bayang orang tua kelas ekonomi sosialnya tingkat menengah-kebawah enggan untuk menuntaskan pendidikan anaknya. Peneliti sangat antusias untuk menganalisis semangat studi anak dari ekonomi social kelas menengah kebawah serta kelas ekonomi tingkat atas. Penegasan makna Ekonomi menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini Ekonomi adalah segala hal yang bersangkutan dengan penghasilan, pembagian dan pemakaian barang serta kekayaan / uang2. Istilah Ekonomi berasal dari bahasa yunani kuno (Gree. berarti A mengatur urusan rumah tanggaA. Menurut istilah pakar ekonomi, ekonomi adalah usaha untuk mendapatkan dan mengatur harta baik material ataupun non-material untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia baik secara individu, maupun kolektif, yang menyangkut perolehan, pendistribusian, ataupun penggunaan untuk memenuhi kebutuhan hidup3. Dalam wacana perekonomian Indonesia, ekonomi diurus oleh negara yang berbunyi Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional4. Melihat titik balik kebelakang bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan secara sama . namun, dalam 2 Bambang Marhijanto. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini, (Surabaya : Terbit Terang, 1. hlm 100 3 Idris, et al, prinsip-prinsip Ekonomi Islam (Jakarta : Perpustakaan Nasional KDT, 2. hlm 5 4 MPR RI, pasal 33 UUD 1945 ayat 4. TentangPerekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial, (Jakarta : sekretariat Jendral MPR RI, 2011 ), hlm 106 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember perkembangannya mereka bisa berlain Ae lainan artinya tergantung pada bakat, kesempatan, dukungan, dan sebagainya. Bakat dan kesempatan yang ada pada masing-masing orang ini dapat berakibat bahwa mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda5. Penempatan status sosial masyarakat bisa dilihat dari tinggi rendahnya ekonomi seseorang, yang paling gampang dilihat adalah dari segi pendapatannya, bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan Primer. Skunder dan Adapun yang mempengaruhi kebutuhan tiap-tiap manusia itu seperti tingkat pendidikan, tingkat kebudayaan, keadaan tempat atau Orang yang tingkat pendidikan dan kebudayaannya tinggi tentu saja berbeda kebutuhannya dengan orang yang tingkat pendidikan dan kebudayaannya rendah, sedangkan kebutuhan hidup setiap orang yang tinggal dalam lingkungan perkotaan jelas berbeda kebutuhannya dengan mereka yang tinggal dalam daerah pedesaan. Kajian perekonomian tersebut, maka tingkat ekonomi social keluarga sangat berpengaruh atas peningkatan studi atau belajar anak menata masa depan. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa banyak siswa/mahasiswa berprestasi akademiknya dari kalangan kelas ekonomi social tingkat bawah. Hasil penelitian bahwa ada sebagian siswa/mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah lebih tertata dan disiplin belajarnya untuk mencapai cita-cita, walaupun sarana belajar terbatas tapi dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sedangkan anak orang kaya sebagian ada yang kemauan studinya karena paksaan sehingga terjadi pergaulan bebas, boros, mewah dalam hidupnya, tidak tekun belajarnya, banyak fasilitas tapi tidak diberdayakan dengan baik. Menurut Ralph Linton Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya Selanjutnya Menurut Barger Kelas sosial adalah stratifikasi sosial Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan atau Saifuddin et al. Islam Untuk Disiplin Ilmu Ekonomi, (Jakarta: DEPAG RI, 1. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember perekonomian individu. Tingkatan Ekonomi Penggolongan tingkat ekonomi keluarga Augolongan sosial ekonomi masyarakatAy dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu tinggi, menengah atau sedang, dan rendahAy 6. Tingkatan ekonomi masyarakat tersebut sangat mempengaruhi gaya hidup, tingkah laku, dan sikap mental seseorang di masyarakat. Perbedaan itu akan nampak pada pendidikan, cara hidup keluarga, jenis pekerjaan, tempat tinggal, dan jenis barang yang dimiliki keluarga baik orang tua maupun anaknya. Secara teoritis masyarakat tingkat sosial ekonomi tinggi mereka tidak mengalami hambatan atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan belajar, terpenuhi prasarana belajar, sarana belajar lengkap, makan mewah sesukanya, semua itu memotivasi semangat belajar dan gairah hidup untuk meraih prestasi yang dicita-citakan. Sedangkan keluarga tingkat sosial ekonomi sedang atau menengah, maka kesempatan anak untuk memenuhi kebutuhannya terbatas dan sulit. Lebih-lebih anak yang berasal dari keluarga tingkat sosial ekonomi rendah. kebutuhan serba terbatas dan kekurangan bahkan anak dituntut membantu pekerjaan orang tua atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Kementrian sosial menyebutkan berdasarkan indikator BPS garis kemiskinan yang diterapkan adalah keluarga yang memiliki pengahasilan di bawah Rp. 000 perbulan. Bahkan Bappenas yang berdasarkan pada indikator BPS tahun 2005 batas kemiskinan keluarga adalah memiliki pengahsilan di bawah Rp. 000 perbulan7. Kriteria miskin dengan patokan indeks minimum energi 2. 100 kalori perkapita/ hari . ira-kira 2000-2500 kalori perhari untuk laki-laki dewas. Bank dunia mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan di bawah USD $1/ hari dan kemiskinan untuk pendapatan $2 / hari. Kemiskinan menurut BKKBN adalah mereka yang termasuk kategori prasejahtera dan sejahtera I. Sajogyo . osiolog IPB) tiga dekade lalu menggunakan pendekatan setara beras sebagai penentu garis kemiskinan yang dibedakan antara daerah pedesaan dengan perkotaan. 6 R. Hadi Sadikin. Tata Laksana Rumah Tanga, (Jakarta: FIP,IKIP, 1. , hlm. 7 http://gemaniasbarat. 2014/05/28 /kriteria-dan-batasan- orang-miskin-di-indonesia/ Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Untuk daerah pedesaan ditetapkan rumah tangga miskin jika pengeluarannya kurang dari 230 kg setara beras, miskin sekali jika pengeluaran kurang dari 240 kg setara beras, dan paling miskin jika pengeluaran kurang dari 180 kg setara beras perkapita pertahun. Untuk daerah perkotaan rumah tangga miskin, miskin sekali, dan paling miskin berturut-turut adalah pengeluaran rumah tangga sebesar 480,360, dan 270 kg setara beras. Garis kemiskinan BPS diduga masih terlalu rendah untuk menupang kebutuhan hidup minimum. Kedua garis kemiskinan tersebut masih lebih rendah dari pada garis kemiskinan Bank Dunia sebesar USD 2 per kapita per hari. Garis kemiskinan yang rendah menyebabkan ketidakakuratan dalam penentuan jumlah orang miskin secara nasional. Dengan menggunakan garis kemiskinan BPS, seola-olah orang bisa hidup layak dengan penghasilan setara Rp. 6000 perhari. Rasanya sangat sulit bagi kita bisa makan kenyang dengan uang sebesar itu. Apalagi ditambah kebutuhan sandang, papan dan kesehatan. BPS harus berani mengoreksi garis kemiskinan yang tidak logis ini dengan melihat realitas kehidupan orang miskin dimasyarakat8. Tingkat ekonomi sebuah keluarga ditentukan dengan besar pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan oleh suatu keluarga. Keluarga yang tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dikatakan tingkat ekonomi tinggi sedangkan keluarga yang masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya dikatakan tingkat ekonominya masih kurang. Coteman mengemukakan masalah ekonomi bahwa di beberapa Negara berkembang banyak menyoroti masalah perbedaan tingkat pencapaian hasil belajar antara sekolah, yakni perbedaan latar belakang sosial ekonomi anak didik yang akan menyebabkan perbedaan sosial cultural yang besar pada sekolah, yang akan mendorong pada perkembangan sekolah untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Kondisi tersebut dapat menghambat pada sebagian orang tua untuk berpartisipasi dalam pengelolaan pendidikan di sekolah. Jumlah pendapatan orang tua secara keseluruhan sangat mempengaruhi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab seseorang, lebih-lebih 8http://w. com/2014/06/03/bps-jumlah-penduduk-miskin- capai-31-juta-jiwa Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember tanggung jawab orang tua terhadap anaknya dalam proses pendidikan9 Tentang Keluarga Keluarga adalah unit masyarakat terkecil10. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini keluarga adalah makluk sosial yang terdiri dari individu Ae individu yaitu ayah, ibu, anak Ae anaknya dan seisi rumah11. Keluarga dalam bahasa arab disebut A eA12 . , secara singkat menurut Mubarak bahwa Aukeluarga merupakan unit terkecil dari masyarakatAy 13. Keberhasilan dalam membangun keluarga bahagia melibatkan banyak factor diantaranya terpenuhi kebutuhan materi, kesesuaian psikologis pasangan, kesanggupan menghadapi masalah secara tepat, konsisten dalam sikap dan perbuatan, panduan hidup yang benar. Faktor yang sangat mempengaruhi proses belajar mengajar dapat digolongkan menjadi dua, golongan, yaitu faktor intern dan faktor Faktor intern dapat diartikan sebagai faktor dari dalam individu, sebagai peranan utama sebagai subyek belajar, seperti kesehatan, kenormalan tubuh, minat, watak. Faktor intern sangat perlu mendapatkan perhatian bagi peningkatan prestasi belajar. Sedangkan faktor ekstern seperti faktor keluarga dan lingkungan. Faktor keluarga dapat berupa keadaan atau kondisi ekonomi orang tua atau keluarga Peranan ekonomi orang tua secara umum dapat dikatakan mempunyai hubungan yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa ini disebabkan proses belajar mengajar siswa alat-alat pembelajaran, di mana alat ini untuk memudahkan siswa dalam mendapatkan informasi, pengelolaan bahan pelajaran yang diperoleh dari sekolah. Keluarga Sebagai Pilar Masyarakat 9 Iman Sugema. Indonesia Dalam Era Globalisasi. Jakarta. Fakultas Ekonomi UI. 10 Mubarok Achmad. Psikologi Keluarga, (Jaksel : iT dan Wahana Aksara Prima, 2009 ) hlm 235 11 Bambang. Op. Cit. , hlm 198 12 Mahmud Yunus. Kamus Arab - Indonesia, (Jakarta: PT. Mahmud Yunus Wadzuriyah, 1. hlm 41 13 Mubarok Achmad. Op Cit hlm 235 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Ada tiga lingkaran yang saling mempengaruhi dalam pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat, secara teori keluarga yang baik akan menjadi pilar lahirnya masyarakat yang baik, karena keluarga merupakan unit terkecil masyarakat. banyak keluarga yang belum menjadi keluarga sakinah, rentan terhadap kehidupan sosial sehingga bukannya keluarga mewarnai masyarakat tetapi semua keburukan sosial justru masuk kadalam rumah14. Keadaan ekonomi orang tua siswa turut mendukung siswa dalam pengadaan sarana dan prasarana belajar, yang akan memudahkan dan membantu pihak sekolah untuk peningkatan proses belajar mengajar. Seperangkat pengajaran atau pembelajaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perangkat belajar mengajar maksudnya buku-buku pelajaran, pensil, penggaris, buku-buku Lembar Kerja Soal (LKS), penghapus, dan lain-lain. Dukungan Orang Tua terhadap Hal Positif Anak Menurut A. Shallaby dalam kitab Tarikh Attariyah al-Islamiyah yang dikutib oleh Ahmad Mubarak bahwa AuPendidikan . membutuhkan kesungguhan dan kesabaran, pikiran, dan kasih sayang murni, yang semuanya ini tidak sempurna kecuali berhubungan dengan orang yang telah diberi fitrah uluhiyah bagi pekerjaan mulia ini, yakni kedua orang tuaAy 15. Selain faktor Ekonomi, hal yang juga penting yang menjadi penyebab anak malas belajar tak lain dikarenakan tidak adanya dukungan dari orang tua, apalagi pada masa-masa awal pendidikan. Padahal bagi anak, segala sesuatu yang baru itu mengagumkan dan biasanya perlu bantuan untuk mempelajarinya16. Orang Tua adalah Guru Pertama dan Utama Diriwayatkan dari Abu Hurairah. Rasulullah saw bersabda: Au Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci dan bersih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi yahudi, nasrani, majusi. Sebagaimana seeokr hewan ternak yang melahirkan anaknya . engan sempurna kejadian dan anggotanya ), adakah kamu menganggap hidung, telinga, dan anggota lainnya terpotong?Ay Proses awal terjadi pendidikan anak adalah lingkungan keluarga. Adalah melahirkan anak, merawat, dan membesarkannya. Orang tua 14 Mubarak. Op. Cit. ,hlm 235 15 Mubarak. Op. Cit. ,hlm 143 16 Mubarak. Loc. Cit. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember adalah guru pertama dan utama bagi anak. Orang tua adalah guru agama, akhlaq, bahasa, dan sosial pertama bagi anak. Orang tua adalah orang yang pertama mengajari bahasa dengan mengajari anak mengucapakan kata ayah, ibu, nenek, kakek, dan anggota keluarga Orang tua adalah orang yang pertama mengajarkan anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Orang tua khususnya ibu Ae karena seorang ibu yang biasanya punya banyak waktu bersama anak di rumah Ae bisa menjadi guru yang baik bagi anak Ae anaknya, jika seorang ibu mampu mengarahkan, membimbing, dan mengembangkan fitrah dan potensi anak secara maksimal, pada tahun Ae tahun pertama kelahiran ana, dimana anak belum disentuh oleh lingkungan lainnya. Gerak-gerik, perkataan dan tingkah laku orang tua sehari-hari yang setiap waktu saat dilihat, dirasakan dan didengar oleh anak adalah proses belajar bagi mereka. Kalau materi yang sering diterima anak baik, sebuah keluarga yang harmonis, hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang , maka secara otomatis unsur-unsur kebaikan itu akan tertransfer ke dalam diri anak. saat itu, bisa dikatakan bahwa orang tua telah berhasil menjadi seorang guru yang baik bagi anaknya namun, jika materi yang diterima anak tidak baik seperti kekerasan rumah tangga, perhatian dan kasih sayang yang kurang karena orang tua sibuk dengan urusan masing-masing, ucapan - ucapan yang tidak baik maka saat itu orang tua telah gagal menjadi guru yang pertama dan utama bagi anaknya. Membina Hubungan Orang Tua dengan Anak Ahli ilmu jiwa anak dan tokoh-tokoh pendidikan anak sering mengatakan bahwa salah satu hal yang harus dilakukan oleh orang tua dalam usaha memberikan pendidikan yang baik kepada anak adalah membina hubungan emosional orang tua dengan anak secara makruf, perlu dilakukan sejak anak masih bayi. Salah satu manisfestasinya adalah berupa sentuhan, belaian, pelukan, ciuman, dan berbicara baik dengan anak. Bila usia anak bertambah, komunikasi lisan pun sangat penting. Orang tua mendengarkan pendapat dan perasaan yang dikemukakan anak, maka anak akan merasakan orang tuanya mempunyai perhatian 17 Imam Musbikin. Op Cit, hlm 112 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember terhadap dirinya. Matti Gershenfeld, seorang psikolog dari philadelphia Temple University memberi rumus yang dapat menjdi pegangan bagi orang tua : Secara fisik berdekatan dengan anak Adanya kontak mata Belaian Komunikasi lisan18 Dukungan Orang Tua dalam Membantu Anak Belajar Pendapat bahwa keberhasilan seseorang dalam studi ditentukan dukungan orang tua baik secara materi maupun motivasi, dimulai sejak dia masih dini dan sekolah dasar. Orng tua mempunyai kewajiban memenuhi keperluan sekolah anak, mendukung anak sesuai dengan perkembangan mental dan karakternya. Orang tua mengarahkan anak bisa belajar tentang berhitung, membaca atau menghafal ilmu pengetahuan, belajar tentang tanggung jawab, bertata nilai moral, jujur dan berdisiplin. Beberapa cara yang tepat untuk membantu anak belajar adalah Mulailah mengajarinya untuk belajar dan membuat PR secara teratur dan rutin. Tanamkanlah dalam diri anak bahwa kegiatan belajar adalah sesuatu yang perlu diprioritaskan dalam kegiatan sehari-hari. Perhatikanlah bagaimana si kecil belajar Jika kita melihat anak kesulitan dalam hal belajar atau mengerjakan PR-nya, jangan ragu untuk membantunya. Pujilah usahanya dalam belajar dan membuat pekerjaan rumah Berilah pujian atau penghargaan atas usaha dan susah payahnya Aturlah biar si kecil mempunyai tempat belajar yang cukup dan Sediakan alat tulis yang diperlukan Ajarilah anak untuk membuat jadwalnya sehari-hari Ajaklah anak untuk menceritakan hari-harinya disekolah19 Semangat Studi (Belaja. anak Semangat Studi Menurut kamus lengkap bahasa indonesia masa kini semangat adalah yang mendorong kekuatan badan untuk 18 Imam Musbikin. Op Cit, hlm 118 19 Imam Musbikin. Op Cit, hlm 131-134 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember berkemauan, bersikap, berperilaku, bekerja, bergerak, dan lain-lain20. Sedangkan Suti adalah belajar. Belajar adalah Ausuatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya21. Kebutuhan Anak Orang tua memeperlakukan anak harus memperhatikan kebutuhan belajar anak, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan rohanihnya. Kebutuhan primer misalnya kebutuhan akan makan, minum, pakaian, dan cara mengaturnya. Sedangkan kebutuhan rohani mencakup rasa aman, rasa kasih sayang, pergaulan dan Orang tua tidak semua menuruti kemauan anak tetapi orang tua mampu memilih mana yang bermanfaat untuk anak, orang tua tidak perlu berbuat kasar juga tidak terlalu mengekang atau Tidak boleh bergaul terlalu bebas agar anak tidak berani sama orang tua. Zakiah Drajat mengelompokkan beberapa kebutuhan-kebutuhan itu menjadi : Kebutuhan Primer Kebutuhan Jiwa Kebutuhan Sosial22 Sedangkan Nasution mengelompokkan kebutuhan Ae kebutuhan itu menjadi : Kebutuhan Jasmaniah Kebutuhan Intelektual Kebutuhan Sosial23 Tentu kebutuhan makan dan kesehatan, menjadi prioritas, makanan yang bergizi, menjaga waktu, kebersihan dan lain-lain supaya menjadi anak yang sehat Kebutuhan Jiwa Kebutuhan Rasa Kasih Sayang Kebutuhan Akan Rasa Aman Kebutuhan Intelektual 20 Bambang. Op. Cit. , hlm 292 21 Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya ,(Jakarta : Rineka Cipta, 2010, hlm2 22 Zakiah Darajat. Kesehatan Mental, (Jakarta: Gunung Agung, 1. hlm 78 23 Nasution . Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. hlm 87 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Kebutuhan Sosial Potensi Dasar Pada Anak Kewajiban Belajar Peran Tingkat Ekonomi Terhadap Semangat Belajar Peran Ekonomi keluarga terhadap peningkatan semangat belajar adalah salah faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang berasal dari eksternal siswa. Perlu adanya pengertian tersendiri kepada anak tentang keadaan ekonomi orang tua terutama bagi anak yang keadaan ekonomi orangnya rendah. Terkadang orang tua yang keadaan ekonominya rendah beranggapan bahwa sekolah bagi anaknya sekedar bisa membaca dan menulis sehingga tidak perlu anaknya sekolah tingkat tinggi, karena menginjak dewasa anak itu dipekerjakan keluar negeri (Malaysia, singapu, berunai Darussalam, kerja kapa. untuk membantu perekonomian keluarga. Sesungguhnya pendidikan itu penting sebagai meningkatkan taraf hidup dan bersaing. Akan tetapi semangat rantau tersebut kurang memberikan dampok ketenangan hidup terutama meningkatkan semangat studi anak dan semangat memberantas kebodohan sangatlah minim bila dibandingkan dengan semangat merantau untuk mengumpulkan puing-puing Rupiah, anehnya setelah kembali ke tempat halamannya uang itu hasil rantauan itu habis dikonsumsi jangka pendek, tidak diproyeksikan sebagai penanam modal untuk kepentingan masa tua, masa depan sekolah anak dan sebagainya. Daftar Rujukan Bambang Marhijanto. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini, (Surabaya : Terbit Terang, 1. hlm 100 Bambang. Op. Cit. , hlm 198 http://gemaniasbarat. 2014/05/28/kriteria-danbatasan-orang-miskin-di-indonesia/ http://w. com/2014/06/03/bps-jumlah-pendudukmiskin-capai-31-juta-jiwa Idris, et al, prinsip-prinsip Ekonomi Islam (Jakarta : Perpustakaan Nasional KDT, 2. hlm 5 Iman Sugema. Indonesia Dalam Era Globalisasi. Jakarta. Fakultas Ekonomi UI. Mahmud Yunus. Kamus Arab - Indonesia, (Jakarta: PT. Mahmud Yunus Wadzuriyah, 1. hlm 41 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember MPR RI, pasal 33 UUD 1945 ayat 4. TentangPerekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial, (Jakarta : sekretariat Jendral MPR RI, 2011 ). Mubarok Achmad. Psikologi Keluarga, (Jaksel : iT dan Wahana Aksara Prima, 2. hlm 23 Nasution . Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. hlm 87 Ngarit, kesawah adalah pekerjaan sehari-hari orang tua untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Hadi Sadikin. Tata Laksana Rumah Tanga, (Jakarta: FIP,IKIP, 1. Saifuddin et al. Islam Untuk Disiplin Ilmu Ekonomi, (Jakarta: DEPAG RI, 1. hlm 70 Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya ,(Jakarta : Rineka Cipta, 2010, hlm2 Zakiah Darajat. Kesehatan Mental, (Jakarta: Gunung Agung, 1.