Pelatihan Tanggap Darurat Bencana: Transportasi dan Evakuasi pada Siswa SMA 9 Binsus Kota Manado dalam Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Sekolah Mulyadi1*, Lenny Ganika1, Rizki Rivaldo Najoan2 1Program Studi lmu Keperawatan (PSIK), FK. Unsrat Manado 2Pogram Studi THT-KL Fakultas Kedokteran Unsrat, Manado Email: mulyadi@unsrat.ac.id ABSTRACT Disaster conditions refer to events or incidents that result in losses economic, social, and environmental to humans, either directly or indirectly, which can be caused by natural or nonnatural factors. One major factor contributing to the high number of disaster victims is the lack of public knowledge and preparedness for disaster response. Given the various potential disasters in Indonesia, including in Manado City, it is essential to increase awareness through community involvement, particularly by enhancing disaster preparedness among high school students. The partner group in this community service project included 42 students from SMA 9 BINSUS, comprising members of the Student Council (OSIS) and the School Red Cross (PMR). Prior to the activity, participants completed a pre-test to assess their knowledge of disaster emergency response, specifically regarding transportation and evacuation. Participants then engaged in demonstrations and practical exercises on transportation, and evacuation, guided by the community service team. In the final session, knowledge was re-assessed using a questionnaire. The results of this community service activity showed that participants were highly enthusiastic about engaging in all program activities. In conclusion, participants followed the program effectively, with a notable increase in knowledge about disaster emergency response, specifically in transportation and evacuation, after the activities. As a recommendation, the partner group expressed interest in continuing this community service activity, with additional time for hands-on practice in transportation and evacuation. Keywords: emergency response, disaster, senior high school ABSTRAK Kondisi bencana kondisi kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan kerugian, baik ekonomi, sosial maupun lingkungan, kepada manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang bisa disebabkan oleh alam maupun non alam. Salah satu faktor utama penyebab timbulnya banyak korban akibat bencana karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bencana dan kesiapan mereka dalam mengantisipasi bencana tersebut. Adanya berbagai potensi bencana yang ada di Indonesia, termasuk di Kota Manado ini sebaiknya direspons dengan meningkatkan kewaspadaan melalui keterlibatan Masyarakat, salah satunya penyiagaan pada siswa Sekolah Menengah Atas. Kelompok Mitra dalam pengabdian Masyrakat ini adalah siswa SMA 9 Binsus, berjumlah 42 peserta yang terdiri dari kelompok Anggota OSIS dan PMR Sekolah. Sebelum kegiatan peserta dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta tentang tanggap darurat bencana: Transportasi dan Evakuasi. Peserta dilibatkan dalam demonstrasi dan praktik transportasi dan evakuasi yang didampingi oleh tim pengabdian. Pada sesi terakhir dilakukan pengukuran pengetahuan menggunakan kuisoner. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini, peserta sangat antusias dalam mengikuti semua program kegiatan. Kesimpulan bahwa peserta mengikuti semua program mengikuti kegiatan dengan baik, terdapat peningkatan pengetahuan tentang tanggap darurat bencana: Transportasi dan Evakuasi sesudah dilakukan kegiatan. Sebagai saran, pihak Mitra mengharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini terus dilanjutkan, dengan menambahkan waktu praktik Transportasi dan Evakuasi. Kata Kunci: tanggap darurat, bencana, Sekolah Menengah Atas 1. PENDAHULUAN Kondisi bencana kondisi kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan kerugian, baik ekonomi, sosial maupun lingkungan, kepada manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang bisa disebabkan oleh alam ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. 2, Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 69 maupun non alam. Salah satu faktor utama penyebab timbulnya banyak korban akibat bencana karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bencana dan kesiapan mereka dalam mengantisipasi bencana tersebut (Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2014). Kondisi ini dapat menyebabkan kondisi kegawatdaruratan sehingga memerlukan upaya penyelamatan jiwa (life saving) (HIPGABI, 2020). Paradigma Pengurangan Risiko melalui tanggap darurat menjadi penting karena pendekatan ini merupakan perpaduan dari sudut pandang teknis dan ilmiah dengan perhatian kepada faktor‐faktor sosial, ekonomi dan politik dalam perencanaan pengurangan bencana. Dalam paradigma ini penanggulangan bencana bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola dan menekan risiko terjadinya bencana (Husna, 2014; Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2014). Adanya berbagai potensi bencana yang ada di Indonesia, termasuk di Kota Manado ini sebaiknya direspons dengan meningkatkan kewaspadaan melalui keterlibatan Masyarakat, salah satunya penyiagaan pada siswa Sekolah Menengah Atas (Hayudityas, 2020). SMA 9 Binsus Manado sekolah yang memiliki ribuan siswa dengan berbagai aktifitas ektrakurikuler yang banyak, sering mengadakan event yang melibatkan banyak orang. Adapun untuk aktifitas yang sering dilakukan sebagian besar dikoordinir dengan OSIS dan PMR sekolah. Sekolah ini berjarak sekitar ± 900 m dari Universitas Sam Ratulangi. Hasil survei wawancara di SMA pada kedua Pengurus (OSIS dan PMR) tersebut bahwa mereka menjadi ujung tombak dalam memberikan pertolongan pertama kondisi kedarurtan, beberapa kejadian saat memerlukan pertolongan mereka bingung bagaimana cara melakukan transportasi dan evakusi korban yang baik dan benar. Lebih lanjut, Petugas OSIS dan PMR belum semua memiliki pengalaman pelatihan kebencanaan: transportasi dan evakuasi, dan sekolah belum ada program pelatihan rutin, atau pendampingan dari Institusi kesehatan maupun dari pendidikan kesehatan. Tanggap darurat bencana adalah setiap kegiatan yang dilakukan sebelum terjadinya bencana yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam operasional dan memfasilitasi bagaimana berespon dengan efektif ketika terjadi suatu bencana(Husna, 2014). Tindakan awal yang tepat saat menolong korban sangat penting, karena tindakan yang salah saat menolong bisa menambah cidera bahkan kematian (Chanif, Maryam, & Widodo). Sebuah studi melaporkan bahwa program sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam bagi siswa SMA menunjukan hasil terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan (Saldi, Rizto. S, Zakri. S, Maiyudi. R, & Anaperta, 2020) Berdasarkan uraian pada analisis situasi di atas, maka Mitra dan Tim Pengusul melihat bahwa ada dua permasalahan yang perlu diselesaikan agar (1) Siswa SMA khususnya Pengurus OSIS dan PMR di sekolah memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam tanggap bencana transportasi dan evakuasi; (2) Meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam tanggap darurat bencana. Berdasarkan dari hasil-hasil penelitian di atas menunjukan adanya adanya evidenced based yang bisa ditindak lanjuti dengan sebuah kegiatan program kemitraan masyarakat dalam hal ini layanan pendidikan dan kesehatan. ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. 2, Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 70 2. METODE PELAKSANAAN Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi, demonstrasi & praktikum, dan pendampingan. a. Pada sesi pertama Penyuluh menggunakan metode ceramah, dilanjutkan dengan pemutaran video tentang tentang tanggap darurat bencana: Transportasi dan Evakuasi. b. Selanjutnya pada sesi kedua dilakukan demonstrasi dan praktikum. Demonstrasi dilakukan oleh tim penyuluh dengan praktek langsung pada perwakilan siswa (berperan sebagai korban) dan diberikan tindakan Transportasi dan Evakuasi. Selanjutnya sesi praktik oleh peserta dengan pendampingan tim Pengabdian Masyarakat. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan soal pre-test, dan setelah kegiatan selesai, dilakukan post-test untuk mengukur pengetahuan mereka tentang tanggap darurat bencana: Transportasi dan Evakuasi. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMA 9 Manado dengan melibatkan dua kelompok yaitu (Siswa Kelompok OSIS, dan Siswa Kelompok PMR Sekolah). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2024 (Gambar 1, 2). Gambar 1. Foto Peserta dan Tim PKM Gambar 2. Simulasi Transportasi Korban Peserta dari kedua Mitra adalah siswa SMA yang mewakili dari kelas X, XI dan XII (OSIS dan PMR) dengan jumlah 42 siswa. Semua siswa mengikuti sesi pengabdian masyarakat di mulai dari edukasi, demonstrasi, praktek dan pelaksanan evaluasi. Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan Pengetahuan No Pengetahuan Pre Post n 7 % 16.7 n 0 % Kurang 2 Cukup 3 Baik Total 25 10 42 59.5 23,8 100 8 34 42 19.1 80.9 100 1 Berdasarkan tabel 1 menunjukan distribusi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilaksanakan seluruh program pengabdian Masyarakat. Sebelum dilakasanakan kegiatan terdapat 7 peserta (16.7%) yang memiliki pengetahuan tentang transportasi dan evakuasi pada kategori kurang. Selanjutnya sebagian besar 25 peserta (59.5%) ada pada kategori pengetahuan yang cukup baik. Setelah dilaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari edukasi, demonstrasi dan praktek dalam pendampingan terjadi perubahan pengetahuan peserta. Tidak ada peserta yang memiliki pengetahuan yang masuk dalam kategori yang kurang dan sebagian besar, atau 34 peserta (80.9%) ada pada kategorik yang baik. Hasil pengabdian ini mendukung dari sebuah studi sebelumnya yang melaporkan bahwa program sosialisasi mitigasi dan ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. 2, Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat kesiapsiagaan bencana alam bagi siswa SMA menunjukan hasil peningkatan pengetahuan yang signifikan (Saldi et al., 2020). Kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya tentang edukasi ekstrikasi dan Transportasi korban pada anggota Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Pontianak juga menunjukan hasil peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah diberikan edukasi (Fauzan, Rahmah, Pramana, A., & Herdaningsih, 2024). Peningkatan pengetahuan ini juga dilaporkan pada penelitian sebelumnya tentang pemberian edukasi penanganan kegawatan sehari hari, diantaranya penanganan korban pingsan dan bantuan hidup dasar pada siswa SMA (Alfaridzi & S., 2023; M. Mulyadi, Sembiring, Tenda, Pajow, & Pangalila, 2023). Peserta pegabdian Masyrakat ini dapat mengikuti semua kegiatan dengan semangat, dimulai dari pemaparan materi, melihat video transportasi dan evakuasi dan dilanjutkan dengan sesi praktik. Peningkatan pengetahuan siswa SMA dalam kegiatan ini juga bisa dipengaruhi karena adanya metode pembeljaran yang menyenangkan mereka, terbukti antusias yang tinggi terutama saat melihat peragaan ketrampilan melalui video dan dilanjutkan demonstrasi oleh fasilitator. Hal ini dikuatkan oleh penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa edukasi berbasis tehnologi dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam praktik (M. Mulyadi, Tonapa, Rompas, Wang, & Lee, 2021). Pada kegiatan PKM ini semua siswa mendapat kesempatan untuk melakukan simulasi transportasi dan evakuasi sesuai dengan Prosedur yang sudah dijarkan dan demonstrasikan oleh fasilitator. Beberapa faktor pendukung pada kegiatan PKM ini adalah dukungan dari Sekolah melalui kehadiran Wakil Kepala Sekolah dan Pembina PMR dalam seluruh kegiatan yang dilakukan. Selain itu, metode pembelajaran yang dirancang secara menarik serta keterlibatan mahasiswa sebagai tim pengabdian masyarakat turut meningkatkan antusiasme siswa anggota OSIS dan PMR sebagai peserta. Faktor yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat di masa mendatang meliputi penambahan waktu untuk sesi praktikum terutama Transportasi dan Evakuasi. 4. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa anggota OSIS dan PMR terkait tanggap darurat bencana, khususnya dalam hal transportasi dan evakuasi. Oleh karena itu, Halaman 71 diperlukan program serupa yang dilaksanakan secara rutin dan terjadwal dengan melibatkan siswa yang telah mengikuti pelatihan, sehingga mereka dapat membagikan pengetahuan ini kepada siswa lain yang belum berpartisipasi. DAFTAR PUSTAKA Alfaridzi, A. G., & S., S. (2023). Pengaruh Pemberian Edukasi Bantuan Hidup Dasar Dengan Media E-Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa PMR SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, Volume 7, Nomor 1, April 2023. Chanif, Maryam, & Widodo, S. OPTIMALISASI UKS DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN DI SEKOLAH MELALUI PELATIHAN KEGAWATDARURATAN DASAR. The 2nd University Research Coloquium 2015. Fauzan, S., Rahmah, G. V., Pramana, Y., A., M. M., & Herdaningsih, S. . (2024). PROGRAM EDUKASI EKSTRIKASI DAN TRANSPORTASI KORBAN UNTUK ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA DENGAN SMA NEGERI 1 PONTIANA. JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), VOLUME 7 NOMOR 7, HAL 2881-2887. doi:10.33024/jkpm.v7i7.13094 Hayudityas, B. (2020). PENTINGNYA PENERAPAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA DI SEKOLAH UNTUK MENGETAHUI KESIAPSIAGAAN PESERTA DIDIK. Jurnal Edukasi NonFormal, Vol. 1 – No. 2 year (2020), page 94-102 ISSN: 2715-2634 (Online) HIPGABI. (2020). Modul Pelatihan Basic Trauma cardiac LIe Support: Hipgabi Sulut. Husna, C. (2014). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPSIAGAAN BENCANA DI RSUDZA BANDA ACEH. Idea Nursing Journal, Vol. III No. 2 2014. Mulyadi, M., Sembiring, E., Tenda, N., Pajow, N., & Pangalila, M. L. (2023). PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN SEHARI-HARI PADA SISWA PALANG MERAH REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA MANADO. Communnity Development Journal, Vol.4 No. 5 Tahun 2023, Hal. 9874-987. Mulyadi, M., Tonapa, S. I., Rompas, S. S. J., Wang, R. H., & Lee, B. O. (2021). Effects of simulation technologybased learning on nursing students' ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. 2, Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat learning outcomes: A systematic review and meta-analysis of experimental studies. Nurse Educ Today, 107, 105127. doi:10.1016/j.nedt.2021.105127 Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2014). Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Perka BNPB No. 11/2014). Saldi, T. G., Rizto. S, Zakri. S, Maiyudi. R, & Anaperta, Y. M. (2020). PKM Sosialisasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Alam di SMA N 2 Kota Solok. Jurnal Bina Tambang,, Vol 5 No. 3. Halaman 72