ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) (STUDI KASUS: PADA PT. ANUGERAH INDOFOOD BAROKAH MAKMUR) Altatit Dianawati1 dan Rizal Akbar2 Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI ABSTRAK PT. Anugerah Indofood Barokah Makmur merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pengolahan minuman dalam kemasan. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis data secara deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara, populasi data kerusakan pada saat proses produksi, data kerusakan temuan dari hasil proses inspeksi dan data kerusakan yang ditemukan oleh konsumen, pengambilan sample untuk proses inspeksi produk yaitu 1% dari jumlah hasil produksi pershift, dilanjutkan dengan mengolah data menggunakan metode SQC dilakukan tahapan diantaranya mengisi lembar pemeriksaan, membuat histogram, membuat diagram pareto, menghitung peta kendali dan membuat diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga jenis kerusakan pada produk Ichi Ocha dan Fruitamin Cocobit yaitu kerusakan Cap posisi, kerusakan No coding cap, dan kerusakan Label posisi. Hasil analisis diagram sebab-akibat menunjukkan penyebab mutu produk Ichi Ocha dan Fruitamin Cocobit kurang baik yaitu faktor tenaga kerja, metode, dan mesin. Terlihat dari diagram pareto, jenis kerusakan produk lebih dominan pada Cap posisi ukuran sebesar 62,61%, hasil analisis peta kendali menunjukkan bahwa pengendalian mutu di PT. AIBM masih diluar batas kendali. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi kerusakan yaitu menambahkan tenaga kerja untuk bagian inspektor area packing, seringnya melakukan verifikasi pada mesin kamera heuft/inspeksi, melakukan perawatan pada mesin dan stok pada sparepart masih kurang terkontrol. ABSTRACT PT. Anugerah Indofood Barokah Makmur is a company engaged in the processing of packaged drinks. This type of research was conducted using descriptive data analysis methods. The research method used is data collection by means of observation and interviews, population damage data during the production process, damage data findings from the results of the inspection process and damage data found by consumers, sampling for the product inspection process, namely 1% of the total production per shift. , followed by processing the data using the SQC method, steps were carried out including filling out the examination sheet, making histograms, making pareto diagrams, calculating control charts and VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI making causal diagrams. The results showed that there were three types of damage to Ichi Ocha and Fruitamin Cocobit products, namely damage to the position cap, damage to the No coding cap, and damage to the position label. The results of the analysis of the causeand-effect diagram showed the causes of poor quality Ichi Ocha and Fruitamin Cocobit products, namely labor factors, methods, and It can be seen from the Pareto diagram, the type of product damage is more dominant in the Cap position size of 62. 61%, the results of the control chart analysis show that quality control at PT. AIBM is still out of control. Actions taken to reduce damage include adding labor to the inspector section of the packing area, often verifying the camera machine heuft / inspection, carrying out maintenance on the engine and the stock on spare parts is still not controlled. VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan tidak lepas dari konsumen serta produk yang Konsumen berharap bahwa barang yang dibelinya akan dapat memenuhi kebutuhan dan tersebut memiliki kondisi yang baik serta terjamin. Pengendalian kualitas yang dilaksanakan dengan baik akan memberikan dampak terhadap mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan, kualitas dari produk perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran dan karakteristik tertentu. Kualitas produk yang baik dihasilkan dari pengendalian kualitas yang baik pula, maka perusahaan yang menggunakan metode tertentu untuk menghasilkan suatu produk dengan pengendalian kualitas yang dalam aktifitasnya menggunakan Statistical Proses Control (SPC) Statistical Quality Control (SQC) dimana proses produksi dikendalikan mulai dari awal produksi. Latar belakang munculnya Statistical Quality Control karena adanya . uality dispersio. antara produk dengan tipe yang sama, urutan proses yang sama, diproduksi pada mesin yang Permasalahan yang dihadapi dalam perusahaan PT. AIBM adalah terdapat produk yang rusak masih ditemukan oleh konsumen, walapun sudah melalui proses inspeksi terlebih dahulu karena belum adanya sistem pengendalian kualitas yang benar pada proses produksi, kerusakan produk yang sering terjadi pada saat proses masih bisa lolos ketangan konsumen tentunya hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan apabila produk yang dipasarkan tidak sesuai dengan standar kualitas, konsumen akan merasa kurang puas apabila hal tersebut terjadi dan akan merusak citra merek perusahaan. Rumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Menganalisis Statistical Quality Control (SQC) pada proses inspeksi finish good di PT. AIBM. Menganalisis Informasi Statistical Quality Control (SQC) dari proses inspeksi. Faktor-faktor apa yang kerusakan/kecacatan pada produk yang diproduksi oleh PT. AIBM. Tujuan Penelitan Melihat rumusan masalah di atas maka penelitian ini mempunyai beberapa tujuan, yang dapat penulis sampaikan sebagai berikut: Memberikan tentang Statistical Quality Control (SQC) pada proses inspeksi finish good di PT. AIBM. Menganalisis Statistical Quality Control (SQC) dari proses inspeksi. Menerapkan Statistical Quality Control (SQC) pada VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI produk yang di produksi oleh PT. AIBM. TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Teori Kualitas Secara harfiah, kualitas Rusdiana merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan, pengertian kualitas adalah keadaan fisik, fungsi, dan sifat produk yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai dengan nilai uang yang telah dikeluarkan. Dalam dunia bisnis, kualitas dapat di tempatkan sebagai alat yang sangat kualitas dapat dipergunakan untuk memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat, sejalan dengan kemajuan teknologi, dapat diketahui bahwa konsumen menghadapi lebih banyak alternatif untuk memilih dan membeli produk dengan kualitas yang sama, namun dengan harga dan pemasok yang berbeda, hal ini menjadi sebuah persoalan penting yang harus diperhatikan perusahaan terutama dalam hal penentuan pilihan produk yang akan dibeli oleh Dimensi Kualitas Menurut Rambat Hamdani Prasastono dan Yulianto 2:6. pengukuran yang terdiri atas aspekaspek sebagai berikut: Performance (Kinerj. Meliputi merek, atributatribut yang dapat diukur, dan aspek-aspek kinerja individu. Features (Keragaman Produ. Keragaman produk perbedaan kualitas suatu Reliability (Keandala. Keandalan suatu produk yang menandakan tingkat kualitas sangat berarti bagi konsumen dalam memilih produk. Conformance (Kesesuaia. suatu produk dalam industri jasa dapat diukur dari tingkat penyelesaian termasuk juga perhitungan kesalahan yang terjadi, keterlambatan yang tidak dapat diantisipasi, dan beberapa kesalahan lain. Durability (Ketahanan atau Daya Taha. Secara teknis sebagai sejumlah kegunaan yang diperoleh seseorang penurunan kualitas. Secara ekonomis suatu produk dilihat dari jumlah kegunaan yang diperoleh sebelum keputusan untuk mengganti Serviceability (Kemudahan Pelayana. Kemudahan pelayanan bisa juga disebut dengan kecepatan, kegunaan. VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI kompetisi, dan kemudahan produk untuk diperbaiki. Aesthetics (Estetik. Estetika suatu produk dapat dilihat dari bagaimana suatu produk terdengar oleh konsumen dan bagaimana penampilan suatu produk yang dihasilkan. Perceived Quality (Kualitas Konsumen mendapat informasi yang lengkap mengenai atributatribut Namun memiliki informasi tentang produk secara tidak langsung. Ukuran Kualitas Menurut Yamit . , terdapat tiga ukuran kualitas yang dapat digunakan untuk barang sebagai berikut: Desain quality (Kualitas Desai. Kualitas desain barang sangat berhubungan dengan sifat-sifat keunggulan pada saat barang mula-mula diimpikan. Hal ini merupakan refleksi dari riset pasar yang intensif untuk memastikan kebutuhan pasar dan kemudian Misalnya, oven microwave merupakan produk yang menggunakan teknologi baru untuk memasak lebih cepat, hemat energi jika dibandingkan dengan Kualitas desain dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: kualitas input, teknologi yang digunakan, kualitas tenaga kerja dan manajer. Performance Quality (Kualitas Penampila. Aspek ini dimasa yang akan datang, yang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: Pertama, . eliability of produc. yang Kedua, perawatan produk . aintenance of produc. mengganti dengan cepat produk yang rusak. Conformance Quality (Kualitas yang memenuh. Berhubungan dengan apakah produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan atau yang diharapkan, dengan kata lain sejauh mana kualitas suatu produk dapat dicapai. Sebagai contoh, apakah bola lampu yang hidup 000 jam merupakan Apakah kemujaraban obat yang ditawarkan sesuai dengan bunyi iklannya? Dalam hal ini terdapat tiga faktor yang mempengaruhi conformance quality, yaitu usia teknik produk . echnical life of produc. , pengaruh produk . mpacts of . ccuracy of produc. Teori Pengendalian kualitas Menurut Ahyari . , pengendalian kualitas adalah usaha . dilaksankan sebelum kesalahan kualitas produk atau jasa tersebut terjadi, melainkan mengarahkan agar kesalahan kualitas tersebut tidak terjadi didalam perusahaan VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI yang Dengan kualitas ini mengandung dua macam pengertian utama, yaitu yang pertama adalah menentukan standar kualitas untuk masingmasing produk atau jasa dari perusahaan yang bersangkutan, sedangkan yang kedua adalah usaha perusahaan untuk dapat memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan tersebut. chart, diagram pareto, diagram sebab akibat, scatter diagram, dan diagram Kerangka Konseptual Teori SQC Menurut Prawirosentono . pengendalian kualitas statistik dikenal sejak tahun 1924 yang dikemukakan oleh Dr. Wolter Shewhart dari perusahaan Bell Telephone Laboratories. Pemikiran METODOLOGI dari Dr. Shewhart dalam buku yang PENELITIAN berjudul Economic Control of Quality of Manufactured Product Tempat dan Waktu Penelitian yang merupakan konsep dasar dari Penelitian ini dilakukan di pengendalian kualitas suatu barang perusahan PT. Anugerah Indofood diperusahaan manufaktur. Dasarnya Barokah Makmur yang terletak di Jl. adalah untuk mengetahui produk Raya Siliwangi Kawasan Industri yang dapat diterima . atau Indolakto produk yang ditolak karena rusak. Desa Pasawahan Cicurug Sukabumi Tujuannya agar produk yang rusak pada Bulan Maret sampai Bulan tidak dijual kepada konsumen, tetapi Agustus 2020. harus dimusnahkan. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis data secara deskriptif. Statistik. Penelitian Menurut Heizer dan penelitian yang dilakukan untuk Render mengetahui nilai variabel mandiri, . pengendalian kualitas baik satu variabel atau lebih secara statistik dengan menggunakan . metode SQC (Statistical Quality Contro. mempunyai 7 . alat menghubungkan dengan variabel statistik utama yang dapat digunakan yang lain (Sugiyono, 2013:. mengendalikan kualitas, antara lain yaitu, check sheet, histogram, control 6 Alat Pengendalian Kualitas VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah PT. AIBM yang mengalami kerusakan/cacat yang tidak diketahui jumlahnya pada proses produksi, yaitu produk rusak yang terdata oleh team produksi maupun oleh team inspeksi produk yang terlewat dari pengamatan pada proses inspeksi yang sampai ketangan konsumen. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah: 1. Wawancaras Merupakan suatu cara untuk dapat mendapatkan data atau informasi dengan melakukan tanya jawab secara langsung pada orang yang mengetahui tentang objek yang diteliti. Dalam manajemen/karyawan di PT. AIBM. Data dan Sumber Data Observasi Merupakan suatu cara untuk mendapatkan data atau informasi dengan melakukan pengamatan langsung di tempat penelitian dengan mengamati sistem atau cara kerja, proses produksi dari awal sampai akhir, dan kegiatan Dokumentasi Merupakan suatu cara untuk mempelari dokumen-dokumen perusahaan yang terkait dengan Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Data Primer Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau obyek penelitian. Data primer tersebut diperoleh dengan melakukan observasi langsung di PT. AIBM. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara bersama manajer dan karyawan di PT. AIBM. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang 3. Teknik Analisis Data didapat secara tidak langsung Dalam melakukan pengolahan data melalui media perantara, misalnya yang diperoleh, maka digunakan melalui buku, jurnal, dokumen, metode Statistical Quality Control dan lain-lain. Data sekunder (SQC). Menurut Heizer dan Render dalam penelitian ini diperoleh dari . membaca buku dan jurnal yang analisa data sebagai berikut: berkaitan dengan manajemen Lembar Pengecekan operasional, data jumlah produk Membuat Histogram rusak/hari. Peta Kendali (Control Char. produksi/hari, dan dokumen dari Mengidentifikasi PT. AIBM. Metode Pengumpulan Data . enggunakan diagram paret. Metode pengumpulan data yang Membuat Diagram Sebab Akibat digunakan dalam penelitian ini pengamatan langsung di perusahaan yang menjadi objek penelitian. VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitan penulis sampaikan berdasarkan uji Statistik quality control (SQC) sebaagai berikut : Lembar Pengecekan Dari data observasi di lapangan mulai bulan April sampai bulan Juli 2020, dapat dijelaskan bahwa perusahaan PT. AIBM dapat memproduksi 178621488 botol dengan jenis produk Ichi Ocha dan Fruitamin Cocobit, total kerusakan pada tabel diatas adalah kerusakan produk keseluruhan terbanyak pada proses inspeksi Finish Good. Total produk kerusakan setelah proses inspeksi sebanyak 5779 botol dalam setahun periode Januri-Desember 2019, kerusakan paling banyak ditemukan Cap posisi sejumlah 3618 botol dan paling sedikit pada Label Untuk memudahkan dalam melihat jenis keruskan yang terjadi sesuai dengan tabel di atas, maka langkah selanjutnya adalah membuat diagram histogram, data produk rusak tersebut disajikan dalam bentuk grafik balok yang dibagi berdasarkan jenis kerusakan masing-masing. Histogram Setelah membuat lembar pengecekan . heck shee. , langkah Histogram berguna membaca atau menjelaskan data dengan cepat, data tersebut perlu untuk disajikan dalam bentuk histogram yang berupa alat penyajian data secara visual berbentuk grafik balok yang memperlihatkan distribusi nilai yang diperoleh dalam bentuk angka Gambar 4. 1 Histogram Kerusakan Produk Dari histogram di atas dapat dilihat jenis kerusakan yang paling VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI sering terjadi terdapat pada Cap posisi dengan jumlah kerusakan produk 3618 botol. Kerusakan yang sering terjadi kedua terdapat pada jenis No Coding Cap jumlah kerusakan produk 1103 botol. Kerusakan yang sering terjadi ketiga terdapat pada label posisi jumlah kerusakan 1058 botol. 3 Peta Kendali (Control Char. Menghitung Persentase Kerusakan Persentase untuk melihat kerusakan produk pada tiap sub-group (Mingg. Rumus untuk menghitung persentase kerusakan adalah : ycuycy P= A. ycu Keterangan : np : Jumlah gagal dalam sub grup n : Jumlah yang diperiksa dalam sub grup subgroup : Minggu keBerdasarkan Tabel 4. menggunakan Microsoft Excel 2019 untuk mencari persentase kerusakan dari setiap subgroup (Mingg. Berikut ini adalah tabel hasil pengolahan data. Menghitung batas kendali bawah (LCL) . Oe ycE) yayaya = ycE Oe 3(O. ycu Keterangan : P= Ratarata kerusakan produk n = Jumlah produksi Contoh perhitungan batas kendali bawah (LCL) di minggu 1 adalah sebagai berikut: P = 3,24 n yayaya VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI Hasil batas kendali bawah (LCL) di 1 adalah 2,14 Mengidentifikasi Jenis Kerusakan . enggunakan Tabel 4. Jenis Kerusakan Kerusakan Jenis Kerusakan Cap Posisi No Coding Label Posisi Total Jumlah Jumlah Kerusakan (Pc. Untuk mengetahui masingmasing presentase kerusakan dapat Rumus: Presentase yaycycoycoycaEa ycyceycuIOyc ycoyceycycycycaycoycaycu Dari hasil perhitungan nilai presentase dari setiap subgrup, nilai garis tengah (CL), nilai batas atas ( UCL), dan nilai batas bawah (LCL) diketahui, maka selanjutnya dapat dibuat peta kendali p yang dapat dilihat pada gambar berikut ini: ycNycuycycayco ycycycoycoycaEa ycoyceycycycycaycoycaycu Tabel 4. Persentase kerusakan Total Jenis Kerusa Cap Posisi Coding Label Posisi Jumlah Kerusa (Pc. Persent Kerusa Persent Kumul 62,61 62,61% % 81,69 19,09% % 18,31% Gambar 4. 2 Grafik Peta Kendali P . -char. Berdasarkan hasil perhitungan data di atas maka dapat digambarkan dalam diagram pareto yang VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI menunjukkan perbandingan jenis kerusakan yang terjadi, seperti gambar berikut: Machine (Mesi. mesin dan berbagai peralatan yang digunakan selama proses produksi. Method (Metod. instruksi dan cara kerja yang harus Gambar 4. Kerusakan Produksi Diagram Pareto Berdasarkan diagram pareto di atas menunjukkan jenis kerusakan terbanyak adalah cap posisi dengan jumlah kerusakan sebanyak 3618 botol atau 62,61%. Selanjutnya jenis kerusakan yang sering terjadi kedua yaitu no coding jumlah kerusakan 1103 botol atau 19,09%. Selanjutnya kerusakan yang sering terjadi ketiga yaitu label posisi jumlah kerusakan 1058 botol atau 18,31%. Mencari Faktor Penyebab Kerusakan . engan Diagram Sebab Akiba. Diagram sebab akibat, yang juga dikenal sebagai diagram Ishikawa atau diagram tulang ikan faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan produk. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab kerusakan produk secara umum adalah: Man (Manusi. yaitu, tenaga kerja yang terlibat langsung pada saat proses produksi. Materials (Bahan bak. yaitu, komponen-komponen yang diikuti tenaga kerja dalam proses Setelah jenis-jenis kerusakan dan faktorfaktor yang kerusakan produk, maka proses selanjutnya adalah membuat diagram sebab akibat. Berikut ini diagram sebab akibat sesuai dengan jenis kerusakan masing-masing: Gambar 4. Kerusakan Produksi Diagram VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI Pareto Dari gambar diagram sebab akibat pada jenis kerusakan cap posisi ditemukan masalah pada faktor manusia, tidak ada man power yang berjaga diarea packing. Faktor metode juga ditemukan pada kamera heuft/inspeksi area filiing kerusakan cap posisi tidak bisa terdeteksi/kebuang oleh mesin. Faktor mesin terdapat botol miring heuft/inspeksi packing no 2 yang berfungsi/rusak mengakibatkan botol yang tanpa kode produksi tidak terbuang tetapi lolos kegudang produk akhir. singkronisaasi yang tidak baik antar starwheel di mesin filiing. Gambar 4. 6 Diagram Pareto Kerusakan Produksi diarea capper. Botol miring ini disebabkan oleh Gambar 4. Diagram Pareto Kerusakan Produksi Dari gambar diagram sebab akibat pada jenis kerusakan no coding ditemukan masalah pada faktor manusia, tidak ada man power inspektor yang berjaga diarea packing, yang kurang fokus team produksi pada saat botol jatuh diarea conveyor tidak konsisten untuk Faktor mesin ditemukan botol sering macet diarea conveyor kamera heuft/inspeksi packing, mengakibatkan botol yang belum di print kode produksi terlewat oleh mesin Ink Jet Printer (IJP), kamera Dari gambar diagram sebab akibat pada jenis kerusakan label posisi ditemukan masalah pada faktor manusia, tidak ada man power insepektor yang berjaga diarea packing. Faktor metode ditemukan pada verifikasi kamera heuft/inspeksi tidak konsisten. Hal terkontrolnya penurun kesetabilan di kamera heuft/inspeksi. Faktor mesin yang paling berpengaruh terhadap defect/rusak pada label, dikarenakan mesin leister label atau pengatur posisi tinggi turununnya label rusak, dan kamera heuft no 2 dengan kondisi off . VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI Rekomendasi Setelah jenis dan penyebab kerusakan pada produk Teh Ichi Ocha dan Fruitamin Cocobit, maka disusun suatu usulan tindakan perbaikan secara umum dalam upaya meminimalisir jumlah kerusakan produk yang di produksi oleh PT. AIBM sebagai tabel berikut: Variabel Masalah Jenis Faktor Penyebab Kerusakan Penyebab Masalah Manusia Cap Posisi Metode Mesin Bahan Baku Manusia coding Metode Mesin Bahan Baku Manusia Metode label posisi Mesin Bahan Baku Gambar 4. Kerusakan Produksi Perbaikan Tidak ada man Penambahan power inspektor power inspector Sensitivitas Melakukan verifkasi heuft/Inspeksi Issue singkronisasi Pengecekan singkronisasi botol pada awal proses Tidak ada man Penambahan power inspektor power inspektor Kurang Pengarahan team Qc tentang ke jalur Botol stuck di area Mengganti sparepart conveyor kamera conveyor Kamera heuft no 2 Perbaikan Tidak ada man Penambahan power inspektor power inspektor Sensitivitas Melakukan verifkasi heuft/Inspeksi Pergantian Mesin settingan Leister menjadi angin Kamera heuft no 2 Perbaikan Diagram Pareto Jenis Kerusakan Cap Posisi Menambahkan man power untuk bagian inspektor produk pada saat produksi diarea packing setelah kamera inspeksi packing, sebagai double cek, untuk meminimalisir produk yang tidak sesuai standar. Usulan perbaikan pada faktor metode heuft/inspeksi dan adjustment setting kamera inspeksi filiing perjam. Performan kamera inspeksi filiing akan cenderung menurun yang bisa disebabkan karena kotornya kamera inspeksi filiing . erkena cipratan air Verifikasi adjustment setting kamera inspeksi mengontrol sejauh mana penurunan performa tersebut. Jika hasil verifikasi tidak bisa meriject botol yang defect, maka dapat dilakukan parameter pada kamera inspeksi Namun jika tetap tidak dapat di setting parameternya maka perlu dilakukan cleaning terhadap kamera inspeksi area filiing. Usulan perbaikan pada mesin ialah adanya botol miring diarea capper . emasangan cap pada boto. singkronnya antara starwell diarea mesin filler. Masalah ini dapat di tanggulangi dengan cara melakukan singkronisasi setiap sebelum proses atau pada saat terlihat botol miring diarea filler. Singkronisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan adjustment posisi griper antar starwell atau menganti griper yang sudah bengkok. Jenis Kerusakan No Coding Cap Menambahkan man power untuk bagian inspektor produk pada saat produksi diarea packing setelah kamera inspeksi packing, sebagai double cek. Selanjutnya adalah untuk faktor ketelitian man power yang kurang, dilakukan penyegaran mengenai kualitas oleh team QC 1 VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI jam sekali, mengenai pengecekan SIMPULAN DAN SARAN finish good yang jatuh di area Berdasarkan hasil analisis dan Perbaikan pada faktor mesin adalah di jalur conveyor dilakukan dalam penelitian ini, maka dengan mengganti bagian shaft dan dapat diambil beberapa kesimpulan sproket conveyor untuk mencegah dan saran sebagai berikut: terjatuhnya botol diarea kamera Kamera inspeksi no 2 off . service maintance kepihak ke 5. Simpulan 3 . endor pembuat kamera heuft/ Berdasarkan hasil peta kendali p . bahwa kualitas produk Jenis Kerusakan Label Posisi Menambahkan man power untuk bagian inspektor produk pada saat produksi diarea packing setelah kamera inspeksi packing, sebagai double cek. Untuk usulan perbaikan pada faktor metode verifikasi heuft/inspeksi adjustment setting kamera inspeksi Performan kamera inspeksi akan cenderung menurun yang bisa disebabkan karena kotornya kamera inspeksi . erkena cipratan air Verifikasi dan adjustment setting kamera inspeksi ini berfungsi untuk mengontrol sejauh mana penurunan performa tersebut. Jika hasil verifikasi tidak bisa riject botol yang defect, maka dapat dilakukan penyesuaian pada setting parameter pada kamera inspeksi. Namun jika tetap tidak dapat di setting parameternya maka perlu kamera inspeksi. Faktor mesin Leister yang sering rusak ada pergantian settingan sparepart untuk mesin Leister berganti dari mesin Leister dengan Nozzle udara yang di setting dengan tekanan. Kamera inspeksi no 2 off . service maintance kepihak ke 3 . endor heuft/inspeks. masih berada diluar batas kendali seharusnya, hal ini dapat dilihat pada menunjukkan masih banyak titik-titik yang berada diluar batas kendali dan titik tersebut berfluktiasi sangat tinggi dan tidak beraturan. Fenomena ini merupakan indikasi bahwa proses berada dalam keadaan tidak terkendali atau masih mengalami Berdasarkan histogram yang dibuat, tingkat kerusakan yang paling tinggi adalah cap posisi dengan jumlah kerusakan 3618 Tingkat kerusakan tertinggi kedua adalah no codding cap sebanyak 1103 botol dan tingkat kerusakan terakhir label posisi sebanyak 1058 botol, kerusakan tersebut selama tahun 2019 dari total produksi 178. 488 botol. Sedangkan total kerusakan adalah 779 botol dari total produksi 488 selama tahun 2019. Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada produk di perusahaan PT. AIBM adalah tenaga kerja yang kurang untuk ditempatkan di area inspeksi packing, metode masih tidak heuft/insepksi jika mengalami penurunan sensitivitas, dan mesin VOL. NO. 2 TAHUN 2021 Ae ISSN Ae 2088-1312 | JURNAL GICI harus Sprarepart secara berkala. Saran Berdasarkan yang terjadi pada perusahaan PT. Anugerah Indofood Barokah Makmur penulis memberikan usulan, antara lain: Perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan metode pengendalian Statistik Quality Control produk akhir, dengan cara mengatasi faktorfaktor penyebab kerusakan yang timbul pada saat produksi agar tingkat kerusakan minimal dan persentase produk yang rusak tidak melewati batas Upper Control Limit. (UCL). Sebaiknya melakukan penambahan sumber daya manusia . enaga kerj. untuk bagian inspektor pada saat proses, agar meminimalisir jika ada kerusakan pada produk bisa ditemukan terlebih dahulu. Perusahaan membuat jadwal yang jelas untuk pergantian sparepart pada mesin, agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar, efektif dan DAFTAR PUSTAKA