JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-Learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Deviyani Vionita1. Trisni Handayani1 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Jakarta. Indonesia *Corresponding author email: deviyanivionita@uhamka. Article Info Article history: Received June 10, 2025 Approved August 15, 2025 Keywords: e-module, assessment, economics educational technology. ABSTRACT Amid the rapid development of the digital era, technology has played a vital role in various aspects of life, including the education sector. This study aims to describe the utilization of a Learning Management System (LMS) and the implementation of several digital learning features namely e-modules, quizzes, and assessments in the teaching and learning process of economics in grade X of senior high school. The research employed a descriptive qualitative method, with observation, interviews, and documentation as data sources. The results of the study indicate that the e-module, quiz, and assessment features in the LMS can enhance student engagement, trengthen understanding of the material, and facilitate teachers in monitoring learning outcomes in real time. These three elements complement each other in creating effective, efficient, and adaptive economics learning aligned with advancements in educational It is recommended that future LMS development includes increased file upload capacity, optimized loading for large content files, and the provision of offlline access features to overcome network limitations. ABSTRAK Ditengah pesatnya perkembangan era digital, teknologi telah berperan penting dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam sektor pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Learning Management System dan penerapan beberapa fitur pembelajaran digital, yaitu e-modul, kuis, dan penilaian, dalam proses pembelajaran ekonomi di kelas X SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur e-modul, kuis, dan penilaian pada LMS mampu mempermudah akses terhadap materi, memperkuat pemahaman materi, serta memudahkan guru memantau hasil belajar secara real-time. Ketiganya saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran ekonomi yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi pendidikan. Disarankan untuk pengembangan sistem LMS ke depan mencakup peningkatan kapasitas unggah file dan menyediakan fitur akses offline untuk mengatasi keterbatasan jaringan. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Vionita. , & Handayani. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-Learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1575Ae1586. https://doi. org/10. 55681/jige. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1575 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . PENDAHULUAN Menurut (Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, 2. tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan dipahami sebagai suatu upaya yang dilakukan secara sengaja dan terstruktur untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi diri Pandangan ini sejalan dengan (Salamadian, 2. yang menenkankan pendidikan sebagai usaha sistematis mempersiapkan individu menghadapi berbagai tantangan kehidupan, serta (Muh. Akib D, 2. yang menegaskan pentingnya kualifikasi pendidik. Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai upaya memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani peserta didik agar bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. John Dewey menekankan pengembangan kemampuan untuk berinterkasi secara kritis, kreatif, dan produktif, sementara Paulo Freire memandang pendidikan sebagai proses pembebasan dari ketertindasan melalui kesadaran kritis (Nurhuda, 2. Dengan demikian, pendidikan dipahami secara beragam oleh para ahli sebagai proses holistik yang bertujuan untuk mengembangkan aspek intelektual, moral, serta keterampilan sosial, guna mempersiapkan individu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas. Perkembangan teknologi digital, khususnya internet, telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan (Ryan Gabriel Siringoringo & Muhamad Yanuar Alfaridzi. Teknologi memungkinkan akses pengetahuan yang luas dan cepat, serta mendorong munculnya e-learning yang fleksibel, dapat diakses kapan saja dan dimana saja (Riska Aini Putri, 2. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada Maret 2020 mempercepat transisi pembelajaran dari tatap muka ke daring (Yeni et al. , 2. Meskipun pembelajaran tatap muka kembali pada 2022 , e-learning tetap digunakan secara luas, sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguasaan materi inti dan pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila (Farma et al. , 2. Teknologi merujuk pada penerapan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis dalam bidang ilmu terapan. Selain itu, teknologi juga dapat dipahami sebagai sarana yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan melalui penyediaan barang-barang, yang manfaatnya diharapkan mampu mendukung kelangsungan hidup umat manusia (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2. Melihat dari pengertian tersebut. Tidak dapat disangkal bahwa teknologi lahir dari kemajuan ilmu pengetahuan, termasuk di bidang pendidikan. Oleh karena itu, adalah hal yang alami jika teknologi dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk memperkuat proses Dalam praktiknya, teknologi digital digunakan oleh institusi pendidikan sebagai media pendukung, baik dalam perannya sebagai sumber informasi untuk mengakses pengetahuan, maupun sebagai alat bantu pembelajaran yang menunjang aktivitas belajar dan pelaksanaan tugas (Sandrasyifa Ully & Nugraheni, 2. Platform e-learning berbasis teknologi internet mampu memberikan akses Pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan secara lebih mendalam, efisien, dan adaptif sesuai kebutuhan mereka. Ini tidak hanya memotivasi mereka untuk belajar lebih aktif tetapi juga mendukung pembentukan sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan terampil dalam teknologi (Meilinda et al. , 2. E-learning yang kuat dan berkembang dengan baik menunjukkan kesiapan suatu bangsa untuk menghadapi transformasi digital, menjadi tolok Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1576 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . ukur kemajuan pendidikan, dan mendukung pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan (Hana & Prasetyo Wibawa, 2. (Permendikbudristek No 22 Tahun 2023, 2. tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Dasar dan Menengah mengatur tentang ketentuan-ketentuan minimum fasilitas fisik dan teknologi yang perlu dimiliki oleh institusi pendidikan pada tingkat dasar dan Dalam konteks ini, regulasi tersebut mendorong penyediaan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah, termasuk perangkat komputer, jaringan internet, dan alat pembelajaran digital lainnya. Fasilitas TIK ini dirancang guna mendukung pembelajaran yang memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan Learning Management System (LMS) sebagai platform untuk pembelajaran daring atau campuran. Learning Management System adalah alat yang digunakan untuk praktik pembelajaran elearning (Zulviana et al. , 2. , yang dirancang untuk mengelola, mendokumentasikan, melacak, dan melaporkan aktivitas pembelajaran (Winanti et al. , 2. Menurut (Heru Mujianto & Mashuri, 2. LMS (Learning Management Syste. adalah sebuah platform yang dibuat untuk mendukung pengelolaan proses pembelajaran secara daring. Learning Management System (LMS) adalah sebuah platform berbasis web yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran daring dan telah mulai diterapkan sejak tahun 1970 (Suriyah et al. , 2. Sama hal nya dengan (Fitriani, 2020 ) yang mengemukakan bahwa Learning Management System merupakan salah satu sarana yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran online atau daring. Learning Management System (LMS) LMS merupakan aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan untuk mendukung manajemen administratif, pencatatan, pencarian konten, pembuatan laporan, serta distribusi materi pelatihan dalam proses pembelajaran daring melalui jaringan internet. Sistem ini menawarkan berbagai fitur yang mempermudah pengelolaan pembelajaran, seperti pengunggahan dan pembagian materi ajar, forum diskusi daring, chat, penyelenggaraan kuis, survei, hingga pembuatan laporan terkait aktivitas pembelajaran (Dewi Utami et al. , 2022. Yauma et al. , 2. Selama pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi yang sebagian besar dilakukan secara daring. Learning Management System (LMS) menjadi salah satu media yang paling banyak dipilih sebagai sarana utama dalam proses belajar-mengajar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Putra yang menyebutkan bahwa LMS merupakan media daring yang paling diminati dalam menyelenggarakan pembelajaran dibandingkan media daring lainnya (Putra et al. , 2020. SMA Muhammadiyah 3, sebagai salah satu sekolah swasta yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, turut mengadopsi teknologi ini melalui platform Muga ELearning. LMS Muga E-Learning dirancang khusus untuk memfasilitasi pembelajaran secara daring di lingkungan SMA Muhammadiyah 3, dengan fitur-fitur yang mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Salah satu fitur utama yang digunakan adalah e-modul, yang memungkinkan guru menyampaikan materi secara sistematis, menarik, dan interaktif dalam bentuk digital. Selain itu, fitur kuis dalam LMS Muga E-Learning juga memiliki peran penting sebagai sarana evaluasi formatif. Fitur lainnya yang tidak kalah penting adalah fitur penilaian, yang berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi hasil belajar siswa. Namun, dalam penerapannya, seperti bagaimana kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan LMS tersebut hingga kendala teknis yang dihadapi selama penggunaan platform tersebut, penggunaan LMS Muga E-Learning masih memerlukan kajian mendalam untuk mengetahui sejauh mana platform ini mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien, baik dari segi penyampaian Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1577 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . materi, interaksi antara guru dan siswa, maupun dalam pencapaian hasil belajar (Muntafi et al. (Puteri et al. , 2. Beberapa penelitian terdahulu yang membahas terkait pengembangan LMS dalam berbagai aspek telah didedikasikan. Pengembangan Media E-Learning Berbasis Moodle Sebagai Suplemen Pembelajaran Geografi Pada Materi Mitigasi Bencana Alam. Pengembangan Smartphone Learning Management System (S-LMS) Sebagai Media Pembelajaran Matematika di SMA. Pengembangan Learning Management System (LMS) Berbasis Edukati Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Aljabar Siswa. Maka berdasarkan uraian masalah peneliti tertarik untuk meneliti terkait sejauh mana Pemanfaatan Learning Management System Muga E-learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 3 jakarta, khususnya dalam penerapan fitur e-modul, kuis, dan penilaian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sistem pembelajaran daring di sekolah, serta mendukung upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara mendalam pemanfaatan Learning Management System (LMS) pada mata pelajaran ekonomi di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengkaji fenomena dalam konteks alaminya, dengan peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan interpretasi data (Nursapiah, 2. Subjek penelitian meliputi, staff bidang kurikulum, guru kelas X, dan peserta didik kelas X. Fokus dan Rumusan Masalah Kajian Teori Pengumpulan dan Analisis data Kualitatif WOD Kesimpulan dan Saran Penyajian data Hasil Penelitian Analisis Data Kualitatif Gambar. Diagram Alur Penelitian Sumber: (Sugiyono, 2. Penelitian terkait pemanfaatan Learning Management System (LMS) dilakukan di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta selama 1 bulan, mulai pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2025. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1578 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian yang berlokasi di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta ini dilakukan dengan tiga proses pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung pada saat proses pembelajaran sedangkan wawancara dilakukan kepada beberapa informan yaitu staff kurikulum yang sekaligus sebagai ketua tim pengembangan pembelajaran digital, guru mata pelajaran ekonomi kelas X, dan 9 siswa kelas X. Pada kegiatan dokumentasi, peneliti mengumpulkan data terkait beberapa data seperti e-modul, data peserta didik, data guru dan tenaga kependidikan dan lain-lain. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penerapan fitur e-modul dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, mengetahui penerapan fitur kuis dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, mengetahui peran fitur penilaian dalam pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Adapun hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Berdasarkan hasil wawancara, implementasi LMS Muga E-Learning di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran, terutama dalam hal evaluasi dan pengelolaan jumlah siswa yang besar. Hal ini sejalan dengan pendapat narasumber 1 selaku staff kurikulum yang menyatakan bahwa sistem manual dinilai tidak lagi relevan karena jumlah siswa mencapai lebih dari 500 orang. Oleh karena itu. LMS dipilih sebagai solusi untuk mengotomatisasi berbagai proses pembelajaran, termasuk penilaian dan penyampaian materi. Sejalan dengan penelitian (Putra et al. , 2. S-LMS berhasil meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Learning Management System (LMS) mulai diadopsi secara luas oleh SMA Muhammadiyah 3 Jakarta sejak tahun 2021 melalui platform Moodle, yang kemudian dikembangkan menjadi Muga E-Learning. Sistem ini digunakan secara intensif khususnya untuk pelajaran ekonomi, dan terintegrasi dengan fitur-fitur yang relevan untuk pembelajaran jarak jauh maupun tatap muka. Sebagaimana yang disampaikan narasumber 1 selaku Staff Kurikulum bahwa pembelajaran basis internet mulai diterapkan 2017, seperti google classroom dan google site. Kemudian baru menggunakan Moodle pada saat pandemi Covid-19 tahun 2021 dan akan terus berkelanjutan. Muga e-learning fleksibel dan paling banyak fitur-nya. Sebagaimana narasumber 2 selaku guru mata pelajaran ekonomi juga menyampaikan bahwa LMS pada pembelajaran dimulai tahun 2021. LMS bisa diakses kapan saja dan dimana saja, didalamnya terdapat aktifitas KBM seperti e-modul, fitur kuis, dan fitur penilaian yang digunakan untuk pembelajaran ekonomi. Semua siswa menyatakan e-modul membantu mereka memahami materi, karena lengkap dan bisa dibaca ulang. Kuis juga dianggap relevan dan menantang sesuai materi (Suriyah et al. , 2. Menurut (H. Wibowo, 2. dalam (E. Wibowo et al. , 2. Learning Management System (LMS) memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara sistematis dan interaktif, serta memberikan kemudahan akses terhadap materi, tugas, dan evaluasi melalui berbagai fitur yang dirancang menarik bagi siswa. Transisi kurikulum juga mempengaruhi penerapan LMS, di mana saat ini sekolah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka untuk kelas X dan XI, sementara kelas XII masih menggunakan Kurikulum 2013. Hal ini berdampak pada struktur pembelajaran yang lebih fleksibel, yang didukung oleh LMS sebagai media pembelajaran adaptif (Fikrianto, 2. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1579 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Penerapan Fitur E-Modul dalam Pembelajaran Ekonomi Salah satu fitur yang disediakan dalam Learning Management System (LMS) di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta adalah e-modul. Fitur ini dimanfaatkan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam format digital. E-modul dirancang secara terstruktur, mulai dari perencanaan isi materi hingga penyajiannya melalui platform Canva, serta dilengkapi dengan visual menarik berupa gambar dan warna yang memudahkan siswa dalam memahami isi E-modul dalam LMS dikembangkan oleh guru melalui platform Google Sites. Proses penyusunannya dimulai dari pembuatan dokumen materi oleh tim guru, yang kemudian disalin ke dalam format digital. Materi dilengkapi dengan media visual seperti gambar, video, dan file PDF agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa (Suriyah et al. , 2. Guru ekonomi kelas X menyatakan bahwa e-modul sangat membantu siswa memahami konsep ekonomi karena penyajian materi yang bersifat visual dan interaktif. Sebagaimana hasil wawancara dengan narasumber 1, mengatakan bahwa siswa tidak perlu lagi membawa buku cetak karena semua materi tersedia secara digital dan dapat diakses kapan saja. Hal ini memperkuat temuan bahwa e-modul mendukung gaya belajar modern yang lebih fleksibel dan Adapun tampilan materi dan video pembelajaran yang terdapat dalam e-modul sebagaimana gambar berikut: Gambar 1. Halaman Judul E-Modul Gambar 2. Materi Pengertian Permintaan Gambar 3. Materi Fungsi Permintaan Gambar 4. Materi Pengertian Penawaran Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1580 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Gambar 5. Video Pembelajaran Berdasarkan hasil temuan observasi peneliti, e-modul terbukti membantu dalam proses pemahaman konsep Permintaan dan Penawaran. Siswa dapat dengan mudah mengakses materi berulang kali, yang membantu memperkuat pemahaman mereka (E. Wibowo et al. , 2. Emodul juga memberikan latihan Ae latihan yang dapat langsung diakses oleh siswa setelah membaca materi, sehingga memudahkan guru untuk memantau pemahaman siswa secara realtime. Latihan soal yang tersedia dalam e-modul digunakan sebagai tolak ukur siswa dalam pembelajaran, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terkait materi permintaan dan penawaran yang sudah dipelajari. Gambar 8. Contoh Latihan Soal Dalam penggunaannya, e-modul sangat membantu dalam proses pembelajaran, metode dan strategi yang digunakan tetap sama seperti pembelajaran konvensional akan tetapi sebagaimana hasil wawancara dengan narasumber 1, menyatakan bahwa jika guru menggunakan metode konvensional itu tidak efektif. Maka dengan adanya e-module pada e-learning ini, para peserta didik tidak banyak membawa literatur-literatur pembelajaran seperti buku paket. LKS, dan lain sebagainya. Jadi peserta didik hanya membawa buku tulis dan gadget, seperti laptop ataupun tab. Meskipun demikian, terdapat kendala teknis berupa keterbatasan kapasitas unggahan file berukuran besar, terutama ketika guru-guru ingin memberikan tugas dimana tugas yang dikumpulkan itu berupa gambar. Kendala ini menjadi catatan penting bagi pengembangan sistem LMS ke depan. Penerapan Fitur Kuis dalam Pembelajaran Ekonomi Dalam era digital, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) menjadi solusi efektif untuk meningkatkan interaktivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar (Eka Fahrezi Fahrezi et al. , 2. SMA Muhammadiyah 3 Jakarta telah mengimplementasikan LMS Muga e-learning sebagai bagian dari strategi pembelajaran daring hybrid. Salah satu fitur unggulan yang dimanfaatkan dalam pembelajaran ekonomi di kelas X adalah fitur kuis. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1581 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Fitur kuis menjadi salah satu komponen utama dalam pembelajaran ekonomi melalui LMS (Widya Pangestika Pratomo & Wahanisa, 2. Guru dapat membuat kuis dengan berbagai bentuk soal, seperti pilihan ganda, isian singkat, esai, hingga drag-and-drop. Frekuensi penggunaan kuis cukup tinggi, bahkan digunakan hampir setiap minggu setelah penyampaian materi bab tertentu. Sistem kuis dalam LMS mendukung pengaturan waktu, batas pengerjaan, serta percobaan ulang jika nilai belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini menunjukan bahwa LMS tidak hanya digunakan sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana remediasi (Puteri et al. , 2. Siswa menyambut positif fitur kuis karena dianggap mudah diakses dan hasil nilai kuis bisa langsung terlihat setelah kuis berakhir. Beberapa guru juga menerapkan Safe Exam Browser (SEB) sebagai pengawasan selama kuis berlangsung untuk menghindari kecurangan. Evaluasi hasil kuis dilakukan secara langsung melalui fitur nilai di LMS, dan pembahasan soal dilakukan bersama siswa sebagai bagian dari proses refleksi dan penguatan konsep. Adapun tampilan kuis yang terdapat dalam my course sebagaimana gambar berikut: Gambar 9. Fitur Kuis Peran Fitur Penilaian dalam LMS Fitur penilaian berfungsi untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi ekonomi, seperti konsep permintaan dan penawaran. Dengan adanya instrumen penilaian yang terstruktur, guru dapat melihat kemampuan kognitif siswa dan mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan (Magdalena et al. , 2. Fitur penilaian dalam LMS memberikan kemudahan dalam proses pengolahan dan pelaporan nilai. Soal pillihan ganda dinilai secara otomatis, sementara soal esai masih memerlukan koreksi manual oleh guru (Agripina Shafa. Meskipun demikian, hasil nilai dapat diunduh dalam bentuk Ms. Excel untuk kebutuhan Menurut informan staff kurikulum, guru ekonomi dan siswa, sistem penilaian dalam LMS dinilai akuntabel dan transparan. Siswa dapat mengetahui hasil nilai mereka sendiri, meskipun tidak dapat melihat nilai siswa lain. Guru diberi fleksibilitas untuk menampilkan atau menyembunyikan nilai tergantung kebijakan masing-masing. Fitur penilaian memungkinkan guru memberikan umpan balik yang cepat dan spesifik terhadap pekerjaan siswa. Salah satu keunggulan sistem ini adalah fitur remedial otomatis, di mana siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dapat mengulangi kuis sesuai pengaturan. Hal ini mendorong adanya pembelajaran berkelanjutan dan berorientasi pada penguasaan kompetensi abad ke-21 (Darma et al. , 2. Adapun tampilan yang terdapat dalam fitur penilaian sebagaimana gambar berikut: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1582 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Gambar. 11 Fitur Penilaian Fitur penilaian tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana pembinaan, refleksi, dan pengembangan potensi siswa. Di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, peran fitur penilaian sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran ekonomi yang lebih adaptif, menyenangkan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas belajar siswa. Dukungan Sekolah dan Pengembangan Ke Depan Sekolah mendukung penuh penggunaan LMS melalui pelatihan guru secara berkala, terutama bagi guru baru yang belum familiar dengan sistem digital. Selain itu, sekolah juga memiliki tim pengembangan LMS internal yang bertugas melakukan pemeliharaan dan evaluasi Evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan fungsionalitas fitur, memperbaiki error, serta menyesuaikan dengan versi terbaru dari platform LMS. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah memiliki komitmen terhadap pengembangan pembelajaran berbasis digital secara Pihak sekolah berharap LMS dapat digunakan secara optimal di semua mata pelajaran, tidak hanya ekonomi. Pengembangan fitur baru seperti integrasi dengan sistem administrasi dan rapor digital juga sedang direncanakan. Guru berharap LMS dapat menyediakan fitur yang mendukung pengolahan data ekonomi secara langsung, seperti aplikasi spreadsheet yang Dari sisi siswa, mereka berharap adanya peningkatan pada aspek teknis, terutama kestabilan jaringan dan kapasitas unggahan file, agar proses belajar melalui LMS semakin lancar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian terhadap beberapa penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Learning Management System (LMS) memiliki dampak positif yang signifikan terhadap proses dan hasil pembelajaran di berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. penelitian (Putra et al. , 2. yang mengembangkan Smartphone Learning Management System (SLMS) sebagai media pembelajaran menunjukkan hasil yang positif, dimana penggunaan LMS mampu meningkatkan fleksibilitas, aksesibilitas, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian lainnya mengenai pengembangan media e-learning berbasis Moodle menunjukkan bahwa penggunaan LMS berbasis Moodle dinilai mampu meningkatkan minat belajar dan keterlibatkan siswa melalui fitur-fitur seperti forum diskusi, kuis, e-modul, dan penilaian online (Mariezki et al. , 2. Selanjutnya, penelitian tentang pengembangan LMS berbasis Edukati menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep materi, melalui penyajian materi yang lebih sistematis dan interaktif (E. Wibowo et al. , 2. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga E-learning A - 1583 Vionita & Handayani / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Dengan demikian, pemanfaatan Learning Management System (LMS) Muga e-learning dalam pembelajaran ekonomi di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta secara umum memberikan dampak positif terhadap pengalaman belajar siswa. Sebagian besar siswa merasa terbantu dengan adanya fitur-fitur digital seperti e-modul, kuis, dan penilaian. E-modul dinilai memudahkan siswa dalam memahami materi karena disajikan dengan tampilan menarik dan dapat diakses kapan saja. Adapun pemanfaatan fitur e-modul terbukti mendukung proses pembelajaran ekonomi dengan baik. Guru dapat memantau kemajuan belajar siswa secara real-time, memberikan umpan balik langsung, serta dapat melihat keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Fitur kuis membantu siswa dalam mengukur pemahaman secara langsung, sementara fitur penilaian memberikan kejelasan capaian belajar mereka. Secara keseluruhan. LMS Muga E-learning sebagai alat bantu yang efektif dan efisien dalam menunjang pembelajaran ekonomi, namun tetap memerlukan pengembangan lanjut agar lebih optimal dalam penerapannya seperti, pengintegrasian LMS dengan Sistem Rapor Digital Sekolah, menyambungkan LMS sekolah dengan data induk pemerintah untuk efisiensi administrasi dan pelaporan, dan menambahkan dukungan multi-bahasa atau fitur text-to-speech bagi siswa berkebutuhan khusus. DAFTAR PUSTAKA