SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENGGUNAAN MEDIA KONGKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS i SD NEGERI 020 KEMANG MANIS Wajiani SD Negeri 020 Kemang Manis. Rengat Barat Indragiri Hulu. Riau. Indonesia e-mail: wajianiaja1234@gmail. Abstrak Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari perolehan nilai, yakni ketuntasan minimal. SD Negeri 020 Kemang Manis telah menetapkan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang harus dicapai siswa pada mata pelajaran matematika kelas i yakni 75. Namun berdasarkan hasil dari mid semester I hasil belajar matematika siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa kelas i pada pembelajaran matematika ditandai dengan rendahnya siswa yang berhasil tuntas, dimana dari 23 siswa kelas i hanya 8 siswa yang berhasil memperoleh nilai mencapai KKM, sedangkan 15 siswa nilainya masih dibawah KKM. Melihat kondisi tersebut penulis berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan media kongkret yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian perbaikan pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 2 siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Penggunaan media kongkret berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Dari perbaikan pelaksanaan pembelajaran didapati hasil belajar siswa yang selalu meningkat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran media kongkret efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis. Kata kunci: Matematika. Media Kongkret. Hasil Bejalar Abstract The success of the learning process can be seen from the acquisition of values, namely minimal State Elementary School 020 Kemang Manis has established a Minimum Mastery Criteria (KKM) that must be achieved by students in mathematics class i subjects that However, based on the results of the mid-semester I student mathematics learning outcomes for students in class i State Elementary School 020 Kemang Manis is still low. The low learning outcomes of students in class i in mathematics learning is marked by the low number of students who have successfully completed, where of 23 students in class i only 8 students have succeeded in obtaining grades reaching KKM, while 15 students whose grades are still below KKM. Seeing these conditions the author tries to improve the quality of learning by using concrete media aimed at improving student learning outcomes. Research to improve the implementation of learning is carried out for 2 cycles. Each cycle is carried out in 2 The use of concrete media has an impact on improving student learning outcomes. From improving the implementation of learning found that student learning outcomes are always Based on this it can be concluded that the concrete media learning model is effectively used to improve mathematics learning outcomes of third grade students of SD Negeri 020 Kemang Manis. Keywords : Mathematics. Concrete Media. Learning Outcomes PENDAHULUAN Sukses dan keberhasilan dalam belajar mengajar peran guru sangat menunjang dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Untuk memperbaiki strategi belajar, guru perlu menentukan dan membuat perencanaan pengajaran secara Hal perubahan-perubahan pengorganisasian kelas. Strategi belajar mengajar, penggunaan metode pengajaran maupun perilaku dan sikap guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangat Jurnal Pendidikan Tambusa. 399 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 dibutuhkan dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mempermudah siswa dalam menerapkan pengetahuannya di masyarakat dan lingkungannya. Guru kadang-kadang kurang menyadari bahwa siswa SD pola berpikirnya masih bersifat konkrit atau nyata. Banyak siswa yang menganggap matematika adalah mata pelajaran yang susah sehingga anak sering menyerah sebelum belajar, karena mereka menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Proses pembelajaran akan lebih bermutu dan bermakna jika guru mampu menciptakan dan membangkitkan minat belajar, keaktifan, dan kreatifitas siswa, serta membangkitkan ide-ide pada siswa. Untuk itu seorang guru perlu secara professional dan berkesinambungan meningkatkan dirinya mencapai kinerja yang lebih baik. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari perolehan nilai, yakni ketuntasan minimal. SD Negeri 020 Kemang Manis telah menetapkan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang harus dicapai siswa pada mata pelajaran matematika kelas i yakni 75. Namun berdasarkan hasil dari mid semester I hasil belajar matematika siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa kelas i pada pembelajaran matematika ditandai dengan rendahnya siswa yang berhasil tuntas, dimana dari 23 siswa kelas i hanya 8 siswa yang berhasil memperoleh nilai mencapai KKM, sedangkan 15 siswa nilainya masih dibawah KKM. Berdasarkan hasil tersebut peneliti tertarik untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Dengan perbaikan pembelajaran diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis. Menurut penelitian yang dilakukan di kelas i yang dilakukan peneliti dengan melakukan konsultasi dengan supervisor 2 dijumpai masalah dalam pembelajaran matematika sebagai berikut: Siswa tidak aktif dalam belajar. Siswa yang di belakang tidak fokus waktu pembelajaran berlangsung. Siswa tidak semangat mengikuti belajar. Siswa kurang percaya diri waktu mengerjakan tugas yang diberikan guru Berdasarkan identifikasi masalah di atas penulis dibantu dengan supervisor 2 melakukan wawancara dengan beberapa siswa, mereka memberi data yang sangat banyak tentang kebiasaan guru dalam mengajar di kelas. Dari hasil tersebut didapat masalah sebagai berikut: Guru sering menggunakan metode ceramah Guru tidak terbiasa memberikan tugas secara kelompok Guru tidak pernah menggunakan media dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Melihat kenyataan tersebut dibutuhkan suatu usaha untuk meningkatkan keaktifan siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran matematika terutama pada materi operasi hitung bilangan. Media yang digunakan guru untuk mengaktifkan siswa adalah dengan menggunakan berbagai macam media seperti batu, buah karet dan lain-lain. Dengan media bervariasi diharapkan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa tersebut menjadi aktif melakukan kegiatan, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam pembelajaran. Selain menumbuhkan keaktifan siswa, dengan menggunakan media bervariasi guru lebih mudah menyampaikan materi karena siswa dapat melihat langsung hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan dari guru. Berdasarkan alternative dan prioritas pemecahan masalah yang telah dipilih, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: AuBagaimanakah Penggunaan Media Kongkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar matematika Kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis Tahun Ajaran 2017/2018?Ay Jurnal Pendidikan Tambusa. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 METODE Penelitian perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan adalah perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran bervariasi . Subjek penelitian perbaikan pembelajaran yang dilakukan penulis adalah siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 11 laki-laki dan 12 Penelitian difokuskan pada mata pelajaran matematika. Penelitian bertempat di SD Negeri 020 Kemang Manis Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, pemilihan tempat didasarkan pada tempat tugas peneliti. Penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan selama 2 siklus, dimana masing-masing siklus dilakukan 2 x pertemuan dan 1x ulangan harian. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan media kongkret terhadap hasil belajar matematika dan keaktifan siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis. Analisis data dilakukan dalam aspek aktivitas siswa, daya serap siswa, dan Aktivitas Siswa Aktivitas siswa dinilai dari hasil pengamatan yang dilakukan selama perbaikan Pengamatan dilakukan dengan mencentang lembar sesuai dengan siswa yang melakukan kegiatan. Daya Serap Siswa terhadap Materi Pembelajaran matematika Daya serap siswa pada mata pelajaran matematika setelah penggunaan media konkret, dapat presentase siswa yang tuntas dalam mengerjakan ulangan harian I dan II. Untuk mengetahui daya serap siswa diberlakukan rumus: Skor ideal = KKM 75 Hasil presentase akan dikategorikan sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Daya Serap Siswa Interval 0 Ae 39 % 40 Ae 59 % 60 Ae 74 % 75 Ae 84 % 85 Ae 100 % (Sumber Depdikbud 2. Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Ketuntasan Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Ketuntasan individu Ketuntasan individu dihitung menggunakan rumus berikut: Ketuntasan individu dikategorikan sebagai berikut: 0 Ae 74 = tidak tuntas 75 Ae 100 = tuntas Ketuntasan Kalsikal Ketuntasan belajar secara klasikan dihitung dengan menggunakan rumus: Jurnal Pendidikan Tambusa. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Penelitian Perbaikan Pembelajaran Perbaikan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan peneliti yakni dengan penggunaan media kongkret. Penggunaan media kongkret dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis. Pembelajaran Matematika yang selama ini peneliti lakukan sering tidak menggunakan media sehingga siswa sulit memahami materi. Perbaikan pembelajaran dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus dilakukan 2 pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Ulangan harian diadakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan media kongkret. Siklus I Pertemuan Pertama Perbaikan pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal guru mengawali dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan awal memberikan motivasi sekaligus menyampaikan bahwa materi yang akan dipelajari berkaitan dengan penjumlahan dengan cara menyimpan. diteruskan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi siswa dalam beberapa kelompok Pada kegiatan inti guru memberikan penjelasan mengenai cara menjumlahkan dengan cara menyimpan dengan bantuan media kongkret seperti kerikil, buah karet dan lain-lain . Dilanjutkan dengan membagikan LKS kepada masing-masing kelompok. selanjutnya secara berkelompok siswa ditugaskan menyelesaikan penjumlahan denga cara menyimpan. Setelah waktu yang disediakan selesai secara bergantian masingmasing kelompok ditugaskan untuk menyajikan hasil diskusinya dan kelompok yang lain diminta untuk menanggapinya. Guru memberikan penghargaan pada masingmasing kelompok. Pada sat menjumlahkan masih banyak siswa yang belum terampil menggunakan media dan banyak siswa yang terlupa menjumlahkan simpanan hasil penjumlahan. Kelemahan itu diatasi dengan memberikan memberikan penjelasan kembali mengenai cara menjumlahkan dengan teknik menyimpan. Pada kegiatan akhir guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang cara menjumlahkan dengan teknik menyimpan. dilanjutkan dengan mengadakan post tes dan tindak lanjut berupa PR. Pertemuan Kedua Perbaikan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal guru mengawali dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan awal memberikan motivasi sekaligus menyampaikan bahwa materi yang akan dipelajari berkaitan dengan pengurangan dengan meminjam. diteruskan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi siswa dalam beberapa kelompok Pada kegiatan inti guru memberikan penjelasan mengenai cara pengurangan dengan meminjam dengan bantuan media kongkret seperti kerikil, buah karet dan lainlain . Dilanjutkan dengan membagikan LKS kepada masing-masing kelompok. selanjutnya secara berkelompok siswa ditugaskan menyelesaikan pengurangan dengan meminjam. Setelah waktu yang disediakan selesai secara bergantian masingmasing kelompok ditugaskan untuk menyajikan hasil diskusinya dan kelompok yang lain diminta untuk menanggapinya. Guru memberikan penghargaan pada masingJurnal Pendidikan Tambusa. 402 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 masing kelompok. Pada sat mengurangi siswa mulai terampil menggunakan media, namun beberapa siswa masih belum mengerti dengan teknik meminjam. Kelemahan itu diatasi dengan memberikan memberikan penjelasan kembali mengenai cara pengurangan dengan meminjam. Pada kegiatan akhir guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang cara pengurangan dengan meminjam. dilanjutkan dengan mengadakan post tes dan tindak lanjut berupa PR. Ulangan Harian I Ulangan harian dilaksanakan setelah perbaikan pembelajaran pertemuan pertama dan kedua selesai laksanakan. Ulangan harian dengan menggunakan soal sebanyak 10 butir. Sebelum ulangan dimulai guru mengingatkan kepada semua siswa untuk tidak bekerja sama. Refleksi Siklus I Setelah perbaikan pembelajaran siklus I selesai dilaksanakan peneliti berdiskusi dengan supervisor 2 untuk mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perbaikan pembelajaran siklus I. Berdasarkan diskusi ditemukan kelemahan selama perbaikan pembelajaran siklus I adalah: Banyak siswa yang belum terampil menggunakan media kongkret. Beberapa siswa masih bingung dengan teknik menyimpan dan meminjam. Temuan-temuan selama perbaikan pelaksanaan pembelajaran siklus I akan dijadikan ukuran untuk memperbaiki jalannya perbaikan siklus II. Sedangkan kelebihan selama perbaikan siklus I peneliti menemukan bahwa siswa mulai aktif dalam Siklus II Pertemuan Ketiga Perbaikan pembelajaran pertemuan ketiga dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal guru mengawali dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan awal memberikan motivasi sekaligus menyampaikan bahwa materi yang akan dipelajari berkaitan dengan perkalian dengan cara bersusun. diteruskan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi siswa dalam beberapa kelompok Pada kegiatan inti guru memberikan penjelasan mengenai cara perkalian dengan cara bersusun dengan bantuan media kongkret seperti kerikil, buah karet dan lain-lain . Dilanjutkan dengan membagikan LKS kepada masing-masing kelompok. secara berkelompok siswa ditugaskan menyelesaikan perkalian dengan cara Setelah waktu yang disediakan selesai secara bergantian masing-masing kelompok ditugaskan untuk menyajikan hasil diskusinya dan kelompok yang lain diminta untuk menanggapinya. Guru memberikan penghargaan pada masing-masing Pada pembelajaran ketiga ini siswa sudah tampak terampil menggunakan media, namun masih ada juga beberapa siswa masih belum berhasil mengalikan dengan benar. Pada kegiatan akhir guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang cara perkalian dengan cara bersusun. dilanjutkan dengan mengadakan post tes dan tindak lanjut berupa PR. Pertemuan Keempat Perbaikan pembelajaran pertemuan keempat dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal guru mengawali dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan awal memberikan motivasi sekaligus menyampaikan bahwa materi yang akan Jurnal Pendidikan Tambusa. 403 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 dipelajari berkaitan dengan pembagian dengan cara bersusun. diteruskan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi siswa dalam beberapa kelompok Pada kegiatan inti guru memberikan penjelasan mengenai cara pembagian dengan cara bersusun dengan bantuan media kongkret seperti kerikil, buah karet dan lain-lain . Dilanjutkan dengan membagikan LKS kepada masing-masing kelompok. selanjutnya secara berkelompok siswa ditugaskan menyelesaikan pembagian dengan cara bersusun. Setelah waktu yang disediakan selesai secara bergantian masingmasing kelompok ditugaskan untuk menyajikan hasil diskusinya dan kelompok yang lain diminta untuk menanggapinya. Guru memberikan penghargaan pada masingmasing kelompok. Pada pembelajaran keempat ini siswa sudah semakin terampil menggunakan media. Pada kegiatan akhir guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang cara pembagian dengan cara bersusun. dilanjutkan dengan mengadakan post tes dan tindak lanjut berupa PR. Ulangan Harian II Ulangan harian II dilaksanakan setelah perbaikan pembelajaran pertemuan ketiga dan keempat selesai laksanakan. Ulangan harian dengan menggunakan soal sebanyak 10 butir soal. Sebelum ulangan dimulai guru mengingatkan kepada semua siswa untuk tidak bekerja sama Refleksi Siklus II Berdasarkan hasil diskusi dengan supervisor 2 dapat dikatakan bahwa penggunaan media kongkret sudah dapat membangkitkan minat belajar siswa. Analisis Hasil Penelitian Analisis Hasil Pengamatan Pengamatan Pertama . iklus I pertemuan . : pembelajaran yang dilakukan peneliti sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun, namun masih banyak siswa yang belum terampil menggunakan media. Pengamat Kedua . iklus I pertemuan . : pembelajaran yang dilakukan peneliti sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun, namun masih terdapat beberapa siswa yang belum terampil menggunakan media dan belum menguasai teknik meminjam. Pengamatan Ketiga . iklus II pertemuan . : pada perbaikan pembelajaran siklus II pertemuan 1 siswa mulai terampil menggunakan media kongkret. Pengamatan Keempat . iklus II pertemuan ): secara keseluruhan pembelajaran yang dilakukan peneliti sudah bagus dan siswa juga terampil menggunakan media. Analisis Data Hasil Belajar Ketercapaian KKM Indikator Berdasarkan hasil ulangan harian I yang diperoleh siswa sesudah perbaikan pelaksanaan pembelajaran, maka jumlah siswa yang tuntas dapat dinyatakan dengan tabel berikut ini: Tabel 2. Jumlah Siswa Yang Tuntas pada Ulangan Harian I Jumlah Indikator Siswa Persentase Tuntas Melakukan penjumlahan dengan 73,9% Melakukan pengurangan dengan cara meminjam Jurnal Pendidikan Tambusa. 404 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Dari tabel ketercapaian indicator di atas jumlah siswa yang tuntas mencapai pada ulangan harian I sebanyak 17 dari 23 jumlah siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis. Berdasarkan hasil ulangan harian II yang diperoleh siswa sesudah perbaikan pelaksanaan pembelajaran, maka jumlah siswa yang mencapai tuntas dapat dinyatakan dengan tabel berikut ini: Tabel 3. Jumlah Siswa Yang Tuntas pada Ulangan Harian II Jumlah Siswa Indikator Persentase Mencapai KKM Melakukan Perkalian dengan cara 91,3% Melakukan pembagian dengan cara Pada ulangan harian II tidak semua siswa tuntas dengan KKM yang telah ditentukan, namun jumlah siswa yang mencapai ketuntasan meningkat. Analisis Keberhasilan Tindakan Keberhasilan penggunaan media kongkret terhadap hasil belajar siswa kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Perkembangan Hasil Belajar Siswa Frekuensi Nilai Keterangan Siklus I Siklus II 0 - 74 Tidak Tuntas 75 - 100 Tuntas Siklus II. Siklus I. Siklus I Siklus II Gambar 1. Perkembangan Hasil Belajar Siswa Pembahasan Hasil Belajar Berdasarkan data nilai siswa yang telah terkumpul sebelum dan sesudah perbaikan menggunakan media kongkret dapat dikatakan bahwa perbaikan pembelajaran matematika dengan menggunakan media kongkret telah menunjukkan Jurnal Pendidikan Tambusa. 405 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 399-406 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Dilihat dari rekapitulasi hasil belajar siswa yang telah dituangkan dalam rekap nilai sebelum perbaikan . ra Siklu. , siklus I pertemuan 1, siklus I pertemuan 2, siklus II pertemuan 1, dan siklus II pertemuan 2 dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa setelah menggunakan perbaikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan media kongkret mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum perbaikan hanya terdapat 8 siswa yang berhasil tuntas. Setelah perbaikan pembelajaran siklus I dan diadakan ulangan harian sebanyak 17 siswa berhasil tuntas dengan nilai rata-rata 79,4. Pada perbaikan pembelajaran siklus II jumlah siswa yang berhasil tuntas meningkat menjasi 21 siswa. Peningkatan hasil belajar dikarenakan setelah menggunakan media kongkret siswa siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyani Sumantri yang mengatakan bahwa keuntungan menggunakan media kongkret adalah memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. SIMPULAN DAN SARAN Dari data yang telah terkumpul selama perbaikan pelaksanaan pembelajaran matematika kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis Kecamatan Rengat Barat dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Media Kongkret efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi poko perkalian. Dengan menggunakan media kongkret presentase ketuntasan siswa meningkat. Saran Dari hasil yang dicapai oleh penulis selama perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Matematika pada materi operasi hitung bilangan pada siswa kelas kelas i SD Negeri 020 Kemang Manis Kecamatan Rengat Barat penulis menyarankan untuk: Menggunakan media kongkret pada materi perkalian. Selalu melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA