JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 PENERAPAN MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA VISUAL PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Yulia Suriyanti STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia Email: suryantiyuli@yahoo.co.id Diterima: 20 Februari 2019; Disetujui: 27 Maret 2019; Diterbitkan: 1 April 2019 Abstract: This research is motivated by the low interest and learning outcomes of class VIII students of SMP Negeri 8 Dedai. The approach used in this research is descriptive qualitative with the form of classroom action research. The research subjects were students of eight class Middle School. The research instruments used were questions about tests, observations, interviews, and documentation. The results of the study were obtained as follows: (1) the average value of the first cycle was 59 with classical completeness of 57% category less (2) the average value of the second cycle was 76.52 with 75% classical completeness in the very good category, (3 ) the average value of the third cycle is 89.28 with 100% classical completeness in the excellent category (4) the questionnaire results of students' interest shows the average questionnaire of the first cycle is 64.98% enough category, the second cycle has increased by 70.78% good category and in the third cycle learning interest reached 90.11%. Thus, it was concluded that the use of snowball throwing models assisted by visual media increased the interest and learning outcomes of eight class of Dedai Middle School. Keywords: Interest In Learning, Learning Outcomes, Snowball Throwing Models, Visual Media Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Dedai”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Dedai. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: (1) nilai rata-rata siklus I adalah 59 dengan ketuntasan klasikal 57% kategori kurang sekali (2) nilai rata-rata siklus II adalah 76,52 dengan ketuntasan klasikal 75% kategori amat baik, (3) nilai rata-rata siklus III adalah 89,28 dengan ketuntasan klasikal 100% kategori amat baik (4) hasil angket minat siswa menunjukan rata-rata angket siklus I adalah 64,98% kategori cukup, siklus II mengalami peningkatan sebesar 70,78% kategori baik dan pada siklus III minat belajar mencapai 90,11%. Dengan demikian, disimpulkan penggunaan model snowball throwing berbantuan media visual meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 8 Dedai. Kata Kunci : Minat Belajar, Hasil Belajar, Model Snowball Throwing, Media Visual Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 27 masih belum optimal, hal ini dikarenakan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek peran guru sebagai fasilitator dalam penting untuk menciptakan Sumber Daya menggunakan media pembelajaran belum Manusia (SDM) yang bekualitas serta optimal sehingga siswa kesulitan dalam berkonstribusi bagi pembangunan Negara. memahami materi IPS Terpadu yang Peningkatan mutu pendidikan diarahkan abstrak untuk meningkatkan kualitas manusia pembelajaran Indonesia tersebut berpengaruh pada aktivitas siswa seutuhnya melalui olahati, tanpa pemanfaatan yang termotivasi Hal olahpikir, olahrasa, dan olahraga agar yang memilki daya saing dalam menghadapi pembelajaran IPS Terpadu yang berjalan tantangan global. tidak optimal. Menurut Bayor dalam Hamdayana kurang mendukung. media Permasalahan dalam mengakibatkan (2014:158) model pembelajaran snowball perolehan hasil belajar siswa dalam mata throwing throwing pelajaran IPS Terpadu kelas VIII tahun yaitu:Snowball merupakan salah satu metode pelajaran 2016/2017 sebagian besar berada pembelajaran aktif yang dalam dibawah KKM yang ditetapkan di Sekolah pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. tersebut yaitu 70. Data menunjukan bahwa Peran guru disini hanya sebagai pemberi dari 21 siswa, hanya 4 siswa yang arahan awal mengenai topik pembelajaran mendapatkan dan Sedangkan 17 siswa lainnya mendapatkan selanjutnya, penertiban terhadap jalannya pembelajaran. nilai diatas KKM. nilai dibawah KKM. Berdasarkan nilai Proses pembelajaran dapat berjalan mata pelajaran IPS Terpadu menunjukkan dengan baik, apabila ada alat bantu atau nilai terendah siswa yaitu 40 dan nilai media dalam penyampaian materi kepada tertinggi 80, dengan rata-rata kelas 59,09. siswa, supaya siswa bisa lebih memahami Dengan data hasil belajar dan pelaksanaan apa yang disampaikan oleh gurunya. mata pelajaran IPS Terpadu perlu Berdasarkan hasil wawancara penulis peningkatan hasil belajar pada proses dengan Guru mata pelajaran IPS Terpadu pembelajaran, agar siswa aktif, terampil pada tanggal 9 April 2018. Melalui data dan memahami materi pelajaran IPS hasil belajar ditemukan masalah mengenai Terpadu. Rekapitulasi Hasil Belajar Harian kualitas pembelajaran IPS pada siswa Siswa Kelas VIII ditampilkan dalam tabel kelas VIII SMP Negeri 8 Dedai yang 1 berikut: Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 28 | Yulia Suriyanti, Penerapan Model Snowball Throwing Tabel 1 Rekapitulasi Hasil Belajar Semester I Mata Pelajaran IPS Terpadu Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 21 orang Dedai Jumlah Siswa Tuntas 4 orang Jumlah Siswa Tidak Tuntas 17 orang Nilai KKM 70 Nilai Tertinggi 80 Nilai Terendah 40 Rata-Rata Nilai Siswa 59,09 Sumber: data hasil belajar siswa SMP Negeri 8 Dedai Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 8 Dedai, diketahui rendahnya minat diakhiri dengan kegiatan penilaian hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya pangkal dan proses belajar. “ belajar siswa khususnya mata pelajaran IPS yakni, sikap dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS rendah, siswa malas mengerjakan tugas, waktu yang seharusnya disekolah untuk belajar tetapi siswa menghabiskan waktu untuk bermain dari pada memperhatikan pembelajaran. Berdasarkan penulis tertarik penelitian masalah tersebut untuk melakukan dengan tujuan untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa model snowball dengan Menggunakan hrowing berbantuan media visual Pada Pembelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Dedai, Tahun Pelajaran 2018/2019”. Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh oleh siswa itu sendiri sehingga menjadi tolak ukur sejauh mana keberhasilan seseorang siswa dalam belajar. Hasil belajar kognitif merupakan hasil belajar yang berorientasi pada kemampuan yang dimiliki oleh seorang siswa sedangkan hasil belajar afketif adalah hasil belajar yang merujuk pada sikap dan perilaku siswa. Sedangkan hasil belajar psikomotorik keterampilan siswa. mengacu pada Maka dapat disimpulkan, bahwa hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku walaupun tidak semua perubahan tingkah laku KAJIAN TEORI merupakan hasil belajar, akan tetapi Arifin (2012: 298) menyatakan: aktivitas “Hasil belajar merupakan suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar belajar umumnya disertai perubahan tingkah laku. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 29 setelah menerima pengalaman belajarnya. potensi. Secara Hasil (Karwati, 2014:149) belajar merupakan hasil yang konseptual, Krapp mengkategorikan diperoleh setelah seseorang melalui proses minat peserta didik menjadi tiga dimensi belajar, besar, yaitu (1) Minat Personal, (2) Minat sehingga hasil belajar harus menunjukkan perubahan baik perubahan pengetahuan dan tingkah laku Situsional, )3) Minat Psikologikal. yang Slameto (Karwati, 2014:150) bersifat menetap. Hasil belajar merupakan menyatakan siswa yang berminat dalam puncak dari proses belajar, hasil belajar belajar tersebut dapat diketahui karena adanya berikut: evaluasi yang dilakukan guru. a. Kemudian, minat belajar merupakan dua kata yang berbeda yaitu, “Minat’ dan “Belajar” kedua kata ini ciri-ciri sebagai Mempunyai kecenderungan yang tetap memperhatikan dan untuk mengenang sesuatu yang dipelajari. b. memiliki arti yang berbeda namun saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. mempunyai Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati. c. Memperoleh sesuatu kebanggaan Slameto, (2015: 180) mengatakan minat dan kepuasan pada sesuatu yang pada dasarnya adalah penerimaan akan diminati. Ada rasa ketertarikan pada suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu suatu diminati. diluar. mengatakan Anitah, belajar (2009: 25-27) merupakan suatu d. aktivitas-aktivitas yang Lebih menyukai suatu hal yang proses, artinya dalam belajar akan terjadi menjadi minat dari pada lainnya. proses melihat, membuat, mengamati, Model pembelajaran snowball menyelesaikan masalah atau persoalan, throwing adalah suatu model pembelajaran menyimak dan latihan. yang diawali dengan pembentukan Berdasarkan pandangan para ahli kelompok yang diwakili ketua kelompok dapat diambil kesimpulan bahwa minat untuk mendapat tugas dari guru, kemudian belajar adalah suatu rasa perhatian yang masing-masing siswa membuat pertanyaan dapat menyebabkan seseorang melihat, yang membuat, mengamati dan giat melakukan pertanyaan) lalu dilempar ke siswa yang sesuatu yang telah menarik minatnya. lain yang masing-masing siswa menjawab Sehingga minat itu besar pengaruhnya pertanyaan dari bola yang diperoleh. terhadap Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dibentuk seperti bola pelaksanaan (kertas model seseorang. Setiap individu peserta didik snowball throwing menurut Hamdayana memiliki berbagai macam minat dan (2014:159-150) sebagai berikut: Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 30 | Yulia Suriyanti, Penerapan Model Snowball Throwing a. b. c. d. e. f. g. h. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai. Guru membentuk kelompokkelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit. Setelah siswa dapat satu bola atau satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Evaluasi. Penutup. Keunggulan-keunggulan modelsnowball throwing tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa. Kelemahan model snowball throwing menurut Hamdayana, 2014:161) adalah: a. b. c. d. e. f. Sangat bergantung pada kemampuan siswa dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya sedikit Ketua kelompok yang tidak mampu menjelaskan dengan Tidak ada kuis individu maupun penghargaan kelompok Memerlukan waktu yang panjang Murid yang nakal cenderung untuk berbuat onar Kelas sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh murid. Sedangkan media visual yaitu media yang memegang peran sangat penting dalam proses belajar mengajar. Media visual dapat mempelancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat (Hamdayana, siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia 2014:161) sebagai berikut: a. b. c. nyata, bentuk visual bisa berupa: gambar, Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain. Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lain. Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa diagram, peta, grafik seperti tabel, grafik seperti tabel, 2014:89). Nariya, grafik, bagan (Arsyad, Selanjutnya Djamarah dalam (2015:52) menyatakan bahwa media visual adalah film strip, slides foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Adapula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 31 dan film kartun”. Dengan demikian, media 1. Nilai rata-rata siswa kelas VIII SMP visual yang digunakan dalam penelitian ini Negeri 8 Dedai pada mata pelajaran adalah gambar serta film. IPS Terpadu minimal 90. 2. kategori amat baik (>80%) dari METODE PENELITIAN jumlah peserta didik keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskripsi. Pendekatan Ketuntasan hasil belajar termasuk ini 3. Hasil angket minat belajar siswa termasuk kategori amat baik (>85%) berkenaan dengan perbaikan atau peningkatan proses dan hasil pembelajaran pada suatu kelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk penelitian ini adalah penelitian Penelitian dilaksanakan dalam tiga tindakan kelas (PTK) dimana peneliti siklus. Hasil belajar siswa pada siklus I bekerja sama dengan guru mata pelajaran menunjukkan masih banyak siswa yang IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 8 belum Dedai. mengikuti pembelajaran Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP 21 siswa yang dan tes akhir hanya 12 siswa yang nilainya mengalami ketuntasan dan terdapat 9 siswa yang tidak menetapkan kelas VIII sebagai subjek mampu menuntaskan pembelajarannya. penelitian karena kelas tersebut hasil dan Adapun rata-rata nilai kelas adalah 59 dan minat dalam ketuntasan klasikal hanya 57%, dari hasil pembelajaran IPS Terpadu. Subjek terdiri tersebut dapat disimpulkan bahwa proses dari 21 siswa yang aktif, dengan komposisi pembelajaran pada siklus I menggunakan 9 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. model pembelajaran snowball throwing Instrumen berbantuan media masih penelitian VIII. Dari Peneliti belajar kelas tuntas. kurang yang digunakan visual belum bisa adalah soal tes, observasi, wawancara, dan dikatakan berhasil sehingga peneliti akan dokumentasi. Teknik analisis terdiri dari melanjutkan pada tahap siklus selanjutnya (1) Data Collection (Pengumpulan Data), yaitu siklus II. (2) Data Reduction (Reduksi Data), (3) Data Display (Penyajian Data), (4) Kesimpulan. Hasil nilai siswa pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 76,52 dan jumlah siswa yang tuntas 20 siswa sedangkan Indikator dalam penelitian ini adalah siswa yang tidak tuntas berjumlah 1 siswa. sebagai berikut: Dari hasil nilai rata-rata diketahui bahwa hasilnya sudah mencapai KKM yaitu Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 32 | Yulia Suriyanti, Penerapan Model Snowball Throwing 76,52 akan tetapi secara klasikal rata-rata diketahui bahwa hasilnya sudah ketuntasan kelas masih 75% yang artinya mencapai KKM yaitu belum mencapai indikator keberhasilan ketuntasan kelas mencapai dari penelitian. Dari hasil tersebut dapat Sehingga dapat peneliti simpulkan bahwa disimpulkan bahwa proses pembelajaran proses pembelajaran pada tahap siklus III pada siklus II dengan menggunakan model dengan menggunakan model snowball pembelajaran throwing throwing berbantuan media visual sudah visual belum bisa berhasil dan nilai hasil tes siswa pada dikatakan berhasil sehingga peneliti akan siklus III mengalami peningkatan dari melanjutkan pada tahap siklus selanjutnya siklus sebelumnya (siklus II). Berikut yaitu siklus III. grafik peningkatan hasil belajar siswa snowball berbantuan media Hasil nilai siswa pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 89,28 dan jumlah 89,28 dan 100%. dengan menggunakan model snowball throwing berbantuan media visual: siswa yang tuntas 21 siswa. Dari hasil nilai 120 100 80 60 40 20 0 Siklus I Siklus II Siklus III Grafik 1 Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar Siswa (%) Demikian pula dengan minat belajar belajar sudah mencapai kategori amat baik siswa juga mengalami peningkatan setiap dengan hasil angket 90,11%. Berikut siklusnya. Siklus I minat belajar siswa grafik peningkatan minat belajar siswa hanya 64,98% pada kategori cukup. Siklus dengan menggunakan model snowball II throwing berbantuan media visual: mencapai 70,78% kategori baik. Kemudian pada siklus yang ke III minat Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi JURKAMI Volume 4, no 1, 2019 | 33 100,00% 50,00% 0,00% Siklus I Siklus II Siklus III Grafik 2 Minat Belajar Siswa Berdasarkan pelaksanaan penelitian siswa memahami pembelajaran, yang yang telah dilakukan pada siklus I, II dan mana sebanyak 50% yang sampai pada siklus III, keterampilan guru disampaikan terserap oleh siswa. Temuan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan ini sesuai dengan kerucut pengalaman oleh menggunakan Edgar Dale (Sadiman, dkk, 2011: 8) bahwa model snowball throwing visual pada pembelajaran dari berbantuan media penggunaan media visual berada pada pembelajaran Ilmu tingkat Pengetahuan Sosial mengalami peningkatan sebagai media Terpadu pembelajaran yang baik. Hal ini dibuktikan sangat dengan hasil observasi pada siswa yang signifikan dan dapat dikatakan sangat baik. dilakukan oleh observer, pada siklus I Aktivitas pembelajaran yang meningkat mencapai 60%, siklus II 70% dan pada terlihat dari siklus I, II dan ke siklus III siklus III sebayak 100% siswa aktif dalam yaitu pembelajaran. siswa (IPS) menengah terlihat yang menyimak Dengan demikian pembelajaran dengan sangat baik. Siswa berdasarkan hasil penelitian yang telah juga mengumpulkan tugas tepat waktu. diperoleh bahwa Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil snowball throwing penelitian yang dilakukan oleh Fatima visual dapat meningkatkan minat dan hasil Jahro Rambe (2012), dimana subjek belajar siswa Sekolah Menengah Pertama penelitian juga siswa kelas VIII Sekolah (SMP) Negeri 8 Dedai. model pembelajaran berbantuan media Menengah Pertama. Setelah menggunakan model snowball throwing guru dapat dengan mudah PENUTUP mengkondisikan kelas Hasil penelitian menunjukkan bahwa karena model ini menyenangkan menurut pelaksanaan pembelajaran siswa. Demikian pula penggunaan media menggunakan model visual berupa gambar-gambar menarik snowball serta film pada penelitian ini membantu visual pada Sekolah Menengah Pertama Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938 throwing dengan pembelajaran berbantuan media 34 | Yulia Suriyanti, Penerapan Model Snowball Throwing Negeri 8 Dedai berlangsung sebanyak tiga siklus. Penerapan model pembelajaran snowball throwing berbantuan media visual mampu meningkatakan minat dan hasil belajar siswa. Siswa dan guru mata pelajaran IPS Terpadu terlihat antusias dalam menggunakan model tersebut. Siswa juga tampak aktif dalam belajar dan bersemangat DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. Suhardjono, Supardi. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara Hamdayana, J. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Jakarta. Ghalia Indonesia. Nawawi, H. 2015. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: GadjahMada University Press. Sukmadinata, N. S. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Rambe, J, F. 2012. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia Di Kelas VIII-1 MTsN 1 Padangsidimpuan Tahun Pelajaran 2011/2012”.Jurnal (online). Sadiman, arief, dkk. 2011. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers Copyright © 2019 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938