IN AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND MEDICATION COMPLIANCE IN ELDERLY WITH HYPERTENSION Siska Sakti Angraini1*. Honesty Diana Morika2. Vino Rika Nofia3. Engla Sulistia4. Anggelina Effendi5 Universitas Syedza Saintika Universitas Baiturrahmah (Email: siska. sakti321@gmail. com, ) ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Salah satu faktor dari keberhasilan pengobatan pasien hipertensi adalah kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi melalui dukungan keluarga berupa dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional, lansia yang mendapatkan berbagai macam dukungan dari anggota keluarga lebih memungkinkan untuk patuh dalam menjalani terapi minum obat sehingga dapat lebih mengendalikan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Pukesmas Andalas Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional studi. Populasinya yaitu lansia penderita hipertensi di Pukesmas Andalas Padang tahun 2025 berjumlah 286 orang. Sampelnya berjumlah 74 orang lansia penderita hipertensi. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian dari 74 responden lansia penderita hipertensi, 31 responden . 9%) mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, dan 34 responden . mendapatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi yang rendah. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 . O 0,. yang menunjukan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Andalas Padang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam minum obat antihipertensi. Disarankan Bagi pelayanan kesehatan yaitu Petugas Kesehatan di Puskesmas Andalas Padang, agar dapat meningkatkan pelayanan serta memberikan informasi berupa lefleat kepada keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi dan juga kepada lansia penderita hipertensi tentang pentingnya kepatuhan atau ketaatan dalam mengkonsumsi obat hipertensi. Kata Kunci: Dukungan Keluarga. Kepatuhan Minum Obat. Lansia Hipertensi ABSTRACT Hypertension is a disease that requires lifelong treatment. One of the factors for the success of treatment of hypertension patients is the compliance of hypertension sufferers in taking antihypertensive drugs through family support in the form of informational support, assessment support, instrumental support and emotional support, elderly who receive various kinds of support from family members are more likely to be JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. compliant in undergoing drug therapy so that they can better control hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and compliance with taking medication in elderly hypertensive patients at the Andalas Padang Health Center in 2025. This type of research is quantitative research using a descriptive analytical research design through a cross-sectional study The population is elderly hypertensive patients at the Andalas Padang Health Center in 2025 totaling 286 people. The sample was 74 elderly hypertensive patients. The sampling technique used accidental sampling. The results of the study from 74 elderly respondents with hypertension, 31 respondents . 9%) received sufficient family support, and 34 respondents . 9%) received low compliance in taking antihypertensive medication. Based on the chi-square test, it shows that the p-value is 000 . O 0. which indicates a significant relationship between family support and compliance in taking medication in elderly with hypertension. The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and compliance of elderly people with hypertension in taking antihypertensive It is recommended that health services, namely Health Workers at the Andalas Padang Health Center, can improve services and provide information in the form of leaflets to families who have elderly people with hypertension and also to elderly people with hypertension about the importance of compliance or obedience in taking hypertension drugs. Keywords: Family Support. Medication Compliance. Elderly with Hypertension PENDAHULUAN Hipertensi pada lanjut usia disebabkan oleh penebalan pada dinding arteri menyebabkan penimbunan zat kolagen pada susunan otot, sehingga pembuluh darah berangsur-angsur hadapi penyempitan serta jadi kaku (Novitaningtyas, 2. Hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer sebagian besar tidak diketahui penyebabnya namun dapat disebabkan oleh interaksi antara penuaan dan faktor lingkungan. Hipertensi sekunder sebagian besar penyebabnya dapat ditentukan dan disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan kelenjar tiroid dan gangguan kelenjar adrenal. Hipertensi termasuk ke dalam Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu masalah kesehatan serius, hipertensi dijuluki sebagai AuSilent KillerAy karena gejalanya yang sulit dikenali bahkan sering tidak menunjukkan gejala dan tanpa adanya keluhan yang muncul sehingga pengidap terlambat menyadari akibat penyakit hipertensi yang berkembang dari tahun ke tahun (Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. Berdasarkan hasil utama riset kesehatan dasar . tahun 2018 menyimpulkan bahwa prevalensi hipertensi penduduk Indonesia di atas umur 18 tahun berdasarkan diagnosis dokter sebanyak 8. 4% penderita hipertensi di Indonesia belum sesuai target yaitu 100%. Adapun proporsi minum obat penderita hipertensi sebesar 54. 4%, sisanya tidak rutin minum obat dan 13. 3% tidak mengonsumsi obat hipertensi (Kementerian Kesehatan RI, 2. Prevelensi hipertensi di Sumatera Barat tertinggi terdapat di Kota Padang, yaitu sebesar 35,6%. Sementara itu. Prevelensi hipertensi terendah terdapat di Kabupaten Pasaman Barat, yaitu sebesar 19,8 %. Pada data profil Kota Padang menampilkan data estimasi jumlah penderita hiperetensi berusia diatas 15 tahun sejumlah 555 orang. (Profil Dinas Kesehatan Sumatera Barat, 2. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit hipertensi pada seseorang dibagi menjadi dua faktor risiko yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A dapat diubah seperti umur, jenis kelamin dan Faktor risiko yang dapat diubah seperti merokok, konsumsi garam berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi kopi dan stres. Terjadinya penyakit hipertensi perlu adanya dari interaksi berbagai faktor risiko secara bersama-sama (Kemenkes, 2. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode non Metode farmakologi dilakukan oleh petugas kesehatan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, sangat berhubungan dengan kepatuhan dalam minum obat (Choudhry et al. Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi menjadi salah satu faktor penentu Kepatuhan terhadap pengobatan didefinisikan sebagai perilaku seorang pasien dalam menaati aturan, nasihat yang dianjurkan oleh petugas kesehatan selama menjalani pengobatan. Anjuran untuk mengikuti aturan dalam mengonsumsi obat hipertensi secara teratur berguna untuk mengontrol tekanan darah, sehingga memerlukan kepatuhan dalam mengonsumsi obat hipertensi tersebut. Lamanya pengobatan memunculkan rasa bosan, jenuh terhadap pengobatan yang dijalani, sehingga semakin lama menjalani pengobatan hipertensi menjadi penyebab ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan (Afina, 2. Dampak Ketidakpatuhan minum obat antihipertensi pada lansia merupakan penyebab kegagalan terapi, hal itu dapat mengakibatkan berkurangnya manfaat terapeutik bagi lansia, seringnya kunjungan ke rumah sakit dan dokter meningkatnya pengeluaran layanan kesehatan, suatu kondisi yang kerusakan pada organ tubuh, serta menjadi faktor pemicu proporsi prevalensi hipertensi pada lansia berada pada angka tertinggi berdasarkan kelompok umur (Husen, et al Adanya dukungan dari keluarga mereka DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. merupakan kegiatan mendasar yang diperlukan untuk meningkatkan dorongan mereka untuk minum obat, dan ini akan menjadi ukuran seberapa berhasil mereka dapat pulih (Maulidan et al. , 2. Dukungan keluarga merupakan unsur terpenting dalam membantu individu menyelesaikan masalah. Apabila ada dukungan, rasa percaya diri akan bertambah dan motivasi untuk menghadapi masalah yang terjadi akan meningkat. Anggota keluarga mempunyai pandangan bahwa mendukung adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya yang sakit, berupa dukungan informasional, dukungan Lansia mendapatkan berbagai macam dukungan dari anggota keluarga lebih memungkinkan untuk patuh dalam menjalani terapi minum obat sehingga dapat lebih mengendalikan hipertensi (Friedman, 2. Dalam pengendalian hipertensi pada lansia keluarga berperan dalam keterlibatannya pada lansia seperti bertindak menjadi pengawas minum obat, dalam mengantar lansia periksa ke fasilitas kesehatan dan mengambil air minum untuk lansia minum obat membuat lansia lebih termotivasi patuh minum obat. Selain itu, dukungan dari keluarga yang mempunyai keeratan dengan lansia seperti suami dan anak tentu dapat memberikan dukungan emosional yang lebih baik, dibandingkan dukungan dari yang bukan keluarga (Wintariani et al. ,2. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Andalas Padang dengan mewawancarai 10 orang lansia yang menderita hipertensi, 7 di antaranya mengatakan ke pelayanan kesehatan sendiri, tidak didampingi oleh keluarganya karna keluarganya sibuk bekerja, mereka lupa meminum obat karna keluarga tidak mengingatkan untuk minum obat, tidak membawa obat saat berpergian, merasa kondisi tubuh membaik. Sedangkan 3 di antaranya mengatakan didampingi keluarga mereka dan mengatakan minum obat secara JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A teratur, karena keluarga selalu mengingatkan mereka untuk minum obat. Melihat kondisi tersebut, peneliti meninjau terhadap dampak Hipertensi jika tidak ditangani dengan baik akan terjadi berbagai komplikasi. Jika mengenai jantung dapat terjadi gagal jantung dan jantung koroner, pada otak terjadi stroke, bila mengenai ginjal terjadi gagal ginjal kronis, dan bila mengenai mata akan terjadi gangguan penglihatan. Berbagai komplikasi yang mungkin timbul merupakan penyakit yang sangat serius dan berdampak terhadap psikologis lansia karena kualitas hidupnya rendah terutama pada kasus stroke, gagal ginjal, gagal jantung (Anshari, 2. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian bersifat cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Andalas DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. pada bulan Januari 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Andalas Padang sebanyak 286 lansia yang menderita hipertensi selama tiga bulan terakhir dari bulan Maret Ae Mei 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 74 lansia penderita hipertensi di Puskesmas Andalas Padang. Sampel diambil Teknik accidental sampling yaitu berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila ditemui cocok sebagai sumber data. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data diolah menggunakan uji chi square. HASIL Analisa Univariat Kepatuhan minum obat Tabel 1 Kepatuhan Minum Obat Pada Responden Lansia Hipertensi di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2025 Kepatuhan Minum Obat Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa responden, dari kepatuhan minum obat pada hampir sebagian . ,9%) responden dengan lansia hipertensi di Puskesmas Andalas kepatuhan minum obat rendah sebanyak 34 Padang tahun 2025. Dukungan keluarga Tabel 2 Dukungan Keluarga Pada Responden Lansia Hipertensi di Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2025 Dukungan Keluarga Kurang Cukup Baik Total JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa responden, dari dukungan keluarga pada lansia hampir sebagian . 9%) responden memiliki hipertensi di Puskesmas Andalas Padang Tahun dukungan keluarga yang cukup sebanyak 31 Analisa Bivariat Tabel 3 Kepatuhan Minum Obat Pada Responden Lansia Hipertensi di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2025 Kepatuhan Minum Obat Dukungan Total P - Value Keluarga Rendah Sedang Tinggi Kurang Cukup Baik 0,000 Jumlah 0 21 21. Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa responden mengalami kepatuhan sedang responden dengan dukungan kurang sebanyak 22 . 4%) dan 20 responden dengan dukungan responden . 1%) mengalami kepatuhan minum baik mengalami kepatuhan tinggi . 0%). obat yang rendah, 0 responden dengan dukungan Hasil uji chi-square diperoleh angka kurang tidak mengalami kepatuhan sedang dan signifikan atau nilai probabilitas . jauh 18 Responden dengan dukungan cukup lebih rendah standar signifikan dari 0,05 mengalami kepatuhan sedang . 0%), 12 <0. Ha diterima yang berarti ada hubungan responden dengan dukungan cukup mengalami dukungan keluarga dengan kepatuhan minum kepatuhan rendah . 2%), dan 1 responden obat anthipertensi pada lansia penderita dengan dukungan cukup mengalami kepatuhan hipertensi di puskesmas andalas padang tahun tinggi . 8%). 0 Responden dengan dukungan baik tidak mengalami kepatuhan rendah, 1 PEMBAHASAN Hasil penelitian didapatkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Pukesmas Andalas Padang Tahun 2025 dengan nilai p value = 0,000 . O 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa responden dengan dukungan kurang sebanyak 22 responden . 1%) mengalami kepatuhan minum obat yang rendah, 1 Responden dengan dukungan cukup mengalami kepatuhan sedang . 8%), dan 20 responden dengan dukungan baik mengalami kepatuhan tinggi . 0%) pada 74 responden kepatuhan minum obat di Pukesmas Andalas Padang Tahun 2025. Kepatuhan minum obat bagi lansia penderita hipertensi mempunyai fungsi yang sangat penting karena pasien yang menderita hipertensi akan menerima perawatan seumur hidup untuk mengontrol tekanan darahnya. Tujuan dari kepatuhan minum obat anti hipertensi pada lansia penderita hipertensi agar tekanan darah pada lansia tetap stabil, berkurangnya kunjungan kerumah sakit, dan berkurangnya pengeluaran pada pelayanan kesehatan (Madarina,2. Dukungan keluarga merupakan suatu bentuk hubungan antar anggota keluarga sehingga anggota keluarga dapat merasakan perhatian yang meiliputi sikap, tindakan, penerimaan oleh anggota keluargannya, berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasional (Friedman, 2. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A Dukungan keluarga adalah sebuah proses yang terjadi sepanjang masa kehidupan, sifat dan jenis dukungan berbeda dalam berbagai tahap siklus kehidupan. Dukungan keluarga dapat berupa dukungan sosial internal seperti dukungan dari suami, istri atau dukungan dari saudara kandung dan dapat juga berupa dukungan keluarga eksternal diluar keluarga inti. Dukungan keluarga membuat keluarga mampu berfungsi dengan berbagai kepandaian dan akal. Sebagai akibatanya, hal ini meningkatkan kesehatan dan adaptasi keluarga (Friedman. Dukungan keluarga memiliki fungsi yang sangat penting bagi lansia dimana keluarga sebagai motivator paling utama bagi lansia untuk patuh dalam terapi apabila keluarga selalu mendampingi lansia dalam pengobatan, sebagai pengingat dan menyiapkan obat pada lansia, sebagai sarana akomodasi lansia untuk rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas dan permasalahan yang dialami oleh lansia (Friedman,2. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi pada lansia. Dukungan tersebut dapat berbentuk bantuan fisik . engantar ke fasilitas kesehatan, mengingatkan waktu minum oba. , dukungan emosional . emberi semangat, . enyampaikan informasi mengenai pentingnya pengobatan yang teratu. Lansia yang merasa diperhatikan dan didampingi oleh keluarganya cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk patuh pada regimen pengobatan. Faktor usia, penurunan kognitif, serta kondisi psikologis seperti depresi dan kecemasan sering kali menjadi penghalang bagi lansia dalam menjalankan pengobatan jangka panjang. Kehadiran keluarga yang aktif memberikan hambatan tersebut KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul penelitian tentang DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Pukesmas Andalas Padang, maka dapat bahwa hampir sebagian . ,9%) responden dengan kepatuhan minum obat rendah sebanyak 34 responden, hampir sebagian . responden memiliki dukungan keluarga yang cukup sebanyak 31 responden dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi . value = 0,. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi. Diharapkan petugas kesehatan melibatkan keluarga dalam edukasi dan konseling pengobatan dapat meningkatkan efektivitas manajemen hipertensi di kalangan Selain itu, program penyuluhan yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi lansia dapat menjadi langkah ketidakpatuhan minum obat. DAFTAR PUSTAKA