e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 STRATEGI MEMBANGUN BUDAYA MUTU MELALUI PENDEKATAN KREATIF DALAM MANAJEMEN KESISWAAN Alwan Fawwaz1,Aslamiah2 Administrasi Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Email:2341216310013@ulm. Submitted: 16 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Budaya mutu dalam pendidikan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas sekolah dan hasil belajar siswa. Manajemen kesiswaan yang efektif berperan penting dalam membangun budaya mutu yang Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi kreatif dalam manajemen kesiswaan guna menciptakan budaya mutu di sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta observasi terhadap praktik manajemen kesiswaan di beberapa sekolah di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam membangun budaya mutu meliputi: . penguatan nilai budaya mutu dalam kesiswaan melalui kegiatan berbasis karakter dan kedisiplinan, . pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan perkembangan siswa, . peningkatan peran bimbingan dan konseling sebagai pendukung pengelolaan siswa, . kolaborasi sekolah dengan orang tua dan masyarakat dalam pembinaan karakter siswa, dan . sistem monitoring dan evaluasi berbasis data untuk memastikan keberlanjutan Ditemukan pula bahwa kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan masih menjadi tantangan utama, di mana tidak semua sekolah mampu menerapkan strategi secara optimal akibat keterbatasan sumber daya dan kurangnya keterlibatan stakeholder. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan inovatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan siswa serta perlunya dukungan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan sekolah. Kata Kunci: budaya mutu, manajemen kesiswaan, strategi kreatif, sekolah. Pendidikan ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -ABSTRACT A quality culture in education is a key factor in improving school performance and student learning Effective student management plays a crucial role in establishing a sustainable quality culture. This study aims to identify creative strategies in student management to foster a quality culture in schools. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through literature reviews, interviews with school principals and teachers, and observations of student management practices in several schools in South Kalimantan. The findings indicate that effective strategies for building a quality culture include: . strengthening quality culture values through character-based and discipline-oriented activities, . utilizing digital technology to monitor student development, . enhancing the role of guidance and counseling as a support system for student management, . fostering school collaboration with parents and the community in character development, and . implementing a data-driven monitoring and evaluation system to ensure program sustainability. The study also reveals that the gap between policy and practice remains a significant challenge, as not all schools can optimally implement strategies due to limited resources and lack of stakeholder involvement. Therefore, this study recommends innovative and sustainable approaches to student management and the need for more adaptive policies to meet school Keywords: quality culture, student management, creative strategies, schools, education e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa, di mana kualitas peserta didik menjadi indikator keberhasilan sistem pendidikan nasional. Untuk mencapai kualitas pendidikan yang optimal, pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan terkait budaya mutu di sekolah, salah satunya melalui UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif dalam rangka mewujudkan budaya mutu. Selain itu. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan tata kelola sekolah dan peningkatan kualitas peserta didik. Secara lebih spesifik. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa melalui pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran dan pembinaan kesiswaan. Demikian pula. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa manajemen kesiswaan harus dirancang untuk mengembangkan bakat, minat, serta kepribadian peserta didik secara maksimal guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas. Namun, dalam implementasinya, masih ditemukan berbagai tantangan dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang telah ditetapkan dengan realitas yang dihadapi oleh sekolah. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: Kurangnya Kesadaran dan Partisipasi Siswa dalam Budaya Mutu Meskipun pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan yang mendukung penguatan budaya mutu, banyak siswa yang masih kurang memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar. Survei dari Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbudristek . menunjukkan bahwa 40% siswa masih memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah akibat kurangnya metode pembinaan yang menarik dan relevan dengan kebutuhan mereka. Keterbatasan Inovasi dalam Pengelolaan Kesiswaan Banyak sekolah masih menggunakan metode pembinaan siswa yang bersifat konvensional dan kurang kreatif. Menurut penelitian Mulyasa . , metode pembinaan siswa yang hanya berbasis hukuman atau pendekatan administratif tidak efektif dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Minimnya Pemanfaatan Teknologi dalam Manajemen Kesiswaan Di era digital, penggunaan teknologi sangat berperan dalam meningkatkan efektivitas manajemen sekolah, tetapi pembinaan, serta evaluasi program budaya mutu. Selwyn . menekankan bahwa digitalisasi dalam manajemen sekolah dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta keterlibatan siswa dalam program pengembangan diri. Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat yang Masih Rendah Epstein . mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak berkontribusi besar terhadap keberhasilan siswa. Namun, di banyak sekolah, sinergi antara pihak sekolah dan orang tua masih kurang optimal, sehingga pembinaan budaya mutu belum berjalan secara holistik. Kurangnya Monitoring dan Evaluasi yang Terstruktur Evaluasi terhadap program budaya mutu sering kali dilakukan secara sporadis dan kurang berbasis data. Menurut Hoy & Miskel . , sistem evaluasi yang tidak terstruktur dapat menyebabkan kebijakan manajemen kesiswaan tidak berjalan secara efektif dan tidak memberikan dampak nyata bagi siswa. Dari berbagai fenomena di atas, jelas terlihat adanya kesenjangan . antara regulasi dan implementasi di lapangan, di mana peraturan yang telah ditetapkan belum sepenuhnya dapat diterapkan secara optimal di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, diperlukan strategi kreatif dalam manajemen kesiswaan yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut, dengan mengadopsi pendekatan inovatif dan berbasis teknologi untuk menciptakan budaya mutu yang lebih efektif dan e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 keterlibatan orang tua dalam pendidikan kedisiplinan siswa. Monitoring dan evaluasi yang belum optimal, di mana banyak sekolah belum memiliki mekanisme evaluasi yang berbasis data dalam menilai efektivitas program budaya mutu (Hoy & Miskel, 2. Strategi Kreatif Manajemen Kesiswaan untuk Membangun Budaya Mutu Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi kreatif yang dapat meningkatkan efektivitas manajemen kesiswaan dalam membangun budaya mutu. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan: Pendekatan Berbasis Gamifikasi dalam Disiplin Siswa Gamifikasi dalam pendidikan telah terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan Menurut Kapp . , gamifikasi dapat membantu siswa membentuk kebiasaan positif melalui mekanisme penghargaan, tantangan, dan interaksi yang Implementasi gamifikasi dalam manajemen kesiswaan dapat dilakukan . Poin dan reward system untuk partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Kompetisi berbasis proyek kreatif yang mendorong inovasi siswa dalam . Aplikasi pembelajaran interaktif yang membantu siswa memahami konsep budaya mutu dengan cara yang Penggunaan Teknologi Digital dalam Manajemen Kesiswaan Pemanfaatan teknologi dalam manajemen kesiswaan dapat meningkatkan transparansi dan efektivitas dalam membangun budaya Menurut Selwyn . , digitalisasi dapat membantu sekolah dalam mengelola data siswa secara lebih sistematis dan berbasis bukti. Strategi yang dapat diterapkan antara lain: Sistem Manajemen Siswa berbasis aplikasi untuk memantau perkembangan akademik, kehadiran, dan perilaku siswa. Platform komunikasi digital antara siswa, guru, dan orang tua, seperti PEMBAHASAN Konsep Budaya Mutu dalam Manajemen Kesiswaan Budaya mutu dalam pendidikan merujuk pada sistem dan kebiasaan yang diterapkan secara konsisten untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, produktif, dan berorientasi pada keunggulan akademik maupun non-akademik. Menurut Deming . , budaya mutu dapat tercapai jika terdapat komitmen dari seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan karakter siswa. Dalam konteks manajemen kesiswaan, budaya mutu berfokus pada pengelolaan peserta didik secara efektif, mencakup aspek pendidikan karakter, disiplin, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah. Hal ini sejalan dengan teori Total Quality Management (TQM) dalam pendidikan yang dikemukakan oleh Juran . , yang menekankan bahwa keberhasilan manajemen mutu sangat bergantung pada keterlibatan seluruh komponen sekolah dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan Permasalahan dalam Implementasi Budaya Mutu di Sekolah Meskipun konsep budaya mutu telah implementasinya masih menghadapi berbagai Beberapa tantangan utama yang dihadapi sekolah dalam membangun budaya mutu antara lain: Kurangnya menginternalisasi budaya mutu (Mulyasa. Banyak siswa masih menganggap administratif daripada kebutuhan pribadi. Metode pembinaan siswa yang kurang inovatif, sehingga tidak menarik bagi siswa dan kurang memberikan dampak yang Minimnya pemanfaatan teknologi dalam pembinaan kesiswaan, padahal teknologi dapat menjadi alat efektif dalam membangun budaya mutu (Selwyn, 2. Kurangnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam membangun budaya mutu, sebagaimana dinyatakan oleh Epstein e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Google Classroom atau WhatsApp Group, untuk meningkatkan keterlibatan dalam pembinaan kesiswaan. E-portfolio yang memungkinkan siswa akademik dan non-akademik mereka sebagai bagian dari budaya mutu. Pendekatan Kolaboratif antara Sekolah. Orang Tua, dan Masyarakat Menurut Epstein . , keterlibatan orang tua dan komunitas sangat penting dalam membangun budaya mutu di sekolah. Strategi yang dapat diterapkan meliputi: Program AuOrang Tua sebagai MitraAy, di mana orang tua dilibatkan dalam diskusi kebijakan sekolah terkait pengembangan karakter dan disiplin siswa. Kegiatan berbasis masyarakat, seperti kerja bakti atau proyek sosial yang melatih siswa untuk berkontribusi pada lingkungan sekitarnya. Kolaborasi dengan dunia industri dan perguruan tinggi untuk memberikan wawasan lebih luas mengenai standar mutu dalam dunia kerja dan pendidikan Penguatan Budaya Reflektif dan SelfRegulated Learning Budaya mutu juga dapat dibangun dengan menanamkan kebiasaan refleksi dan pembelajaran mandiri pada siswa. Menurut Zimmerman . , self-regulated learning membantu siswa mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap pencapaian akademik dan pengembangan diri mereka. Strategi yang dapat diterapkan meliputi: Jurnal reflektif harian yang membantu siswa mengevaluasi perilaku dan pencapaian mereka. Sesi mentoring atau coaching oleh guru atau alumni untuk membantu siswa dalam merancang tujuan belajar dan pengembangan diri mereka. Program self-assessment memungkinkan siswa menilai kemajuan mereka dalam budaya mutu secara Monitoring dan Evaluasi Berbasis Data Menurut Hoy & Miskel . , sistem evaluasi yang berbasis data sangat penting dalam memastikan program budaya mutu berjalan secara efektif. Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan sistem evaluasi yang: Menggunakan data real-time dalam menilai efektivitas program budaya . Melibatkan seluruh stakeholder dalam evaluasi, termasuk siswa, guru, dan orang tua. Menggunakan feedback loop untuk terus melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap program yang dijalankan. Implikasi dan Dampak dari Penerapan Strategi Kreatif Manajemen Kesiswaan Implementasi strategi kreatif dalam manajemen kesiswaan akan memberikan dampak positif bagi sekolah, antara lain: Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Siswa Pendekatan gamifikasi dan self-regulated learning akan membantu siswa membangun kebiasaan positif secara lebih alami dan Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi dalam Pengelolaan Kesiswaan Pemanfaatan teknologi digital akan mempermudah pengelolaan data siswa dan memonitor perkembangan mereka secara real-time. Membangun Keterlibatan yang Lebih Kuat antara Sekolah. Orang Tua, dan Masyarakat Pendekatan kolaboratif akan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung budaya mutu secara Membantu Sekolah Mencapai Standar Nasional Internasional Dengan menerapkan strategi berbasis inovasi, sekolah dapat lebih mudah memenuhi standar mutu pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga PENUTUP Kesimpulan Membangun manajemen kesiswaan memerlukan strategi yang sistematis, inovatif, dan berkelanjutan. Dari pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa budaya mutu di sekolah sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan siswa, keterlibatan semua pemangku kepentingan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses Tantangan seperti rendahnya disiplin e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 siswa, metode pembinaan yang kurang inovatif, serta minimnya keterlibatan orang tua dan masyarakat harus diatasi dengan strategi yang kreatif dan berbasis data. Pendekatan berbasis budaya mutu dalam pembinaan siswa, pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta sistem monitoring dan evaluasi berbasis data merupakan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas. Implikasi dan Rekomendasi Berdasarkan hasil kajian ini, ada beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan dalam upaya membangun budaya mutu di sekolah: Penguatan Nilai Budaya Mutu dalam Kesiswaan Sekolah perlu menginternalisasi nilainilai budaya mutu dalam setiap aktivitas, baik akademik maupun non-akademik, agar menjadi bagian dari kebiasaan positif Penggunaan Teknologi Manajemen Kesiswaan Sekolah harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam pembinaan siswa, seperti dengan sistem pemantauan prestasi berbasis data dan aplikasi komunikasi sekolah-orang tua. Meningkatkan Peran Bimbingan dan Konseling Layanan bimbingan dan konseling harus diperkuat untuk membantu siswa dalam aspek akademik, sosial, dan emosional agar lebih siap menghadapi tantangan Meningkatkan Kolaborasi dengan Orang Tua Masyarakat Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu ditingkatkan agar pendidikan dapat berjalan lebih efektif Sistem Monitoring dan Evaluasi yang Berkelanjutan Sekolah perlu memiliki mekanisme evaluasi yang sistematis dan berbasis data agar dapat mengukur keberhasilan program manajemen kesiswaan serta melakukan perbaikan yang diperlukan. Saran untuk Penelitian Selanjutnya Penelitian ini masih memiliki keterbatasan dalam cakupan implementasi di berbagai jenjang pendidikan dan kondisi sosial yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi budaya mutu dalam berbagai konteks, seperti di sekolah berbasis inklusi, madrasah, atau sekolah vokasi. Selain itu, kajian lebih mendalam mengenai dampak pemanfaatan teknologi dalam manajemen kesiswaan juga perlu dikembangkan untuk memahami pengaruh jangka panjangnya terhadap mutu pendidikan. Dengan penerapan strategi yang tepat, diharapkan sekolah dapat menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global. DAFTAR PUSTAKA