CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Penerapan Nilai-Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik dalam Kehidupan Sehari-Hari Erlita Umi Masytoh1. Wawan Shokib Rondli2 1, 2 Universitas Muria Kudus Email: erlitaumimasytoh@gmail. com, wawan. shokib@umk. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila untuk meningkatkan karakter peserta didik dalam kehidupan seharihari. Permasalahan pendidikan karakter banyak terjadi pada anak sekolah dasar, hal ini terjadi akibat kurangnya pemahaman peserta didik terhadap sikap benar salah yang kurang arahan dari pihak sekolah terkait pendidikan karakter. Pancasila sebagai ideology berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia. Oleh karena itu. Pancasila harus dipahami dan dikomunikasikan kepada masyarakat melalui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir pancasila. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VI SDN 3 Temulus. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai pancasila yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan pembiasaan berdasarkan petunjuk guru dapat membentuk karakter siswa sekolah dasar. Pendidikan karakter yang bersumber dari pancasila hendaknya terus diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan dasar, guna meningkatkan kualitas bangsa Indonesia di masa depan. Kata Kunci: Nilai-nilai Pancasila. Karakter Peserta didik. Pendidikan Pancasila Abstract This research aims to find out how to apply Pancasila values to improve students' character in everyday life. Character education problems often occur in elementary school children, this occurs due to students' lack of understanding of right and wrong attitudes and lack of direction from the school regarding character education. Pancasila as an ideology plays an important role in shaping the character of Indonesian society Therefore. Pancasila must be understood and communicated to society through the values contained in each point of Pancasila. The type of research used is qualitative research. The subjects of this research were all class II students at SDN 3 Temulus. Observation and interview data collection techniques, the results of this research show that the application of Pancasila values which are integrated into learning and habituation based on teacher instructions can shape the character of elementary school students. Character education that originates from Pancasila should continue to be applied in the world of education, especially at the basic education level, in order to improve the quality of the Indonesian nation in the future. Keywords: Pancasila Values. Student Character. Pancasila Education JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pendahuluan Sebagai ideologi nasional. Pancasila mempunyai peranan penting dalam arah dan landasan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Indonesia. Pancasila sebagai pedoman hidup juga mempunyai arti penting dalam memperkuat sikap Sebagaimana disampaikan Mendiknas, nilai-nilai Pancasila mempunyai pengaruh yang besar terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pembentukan karakter bangsa, dan para founding fathers sudah memilikinya sejak Para founding fathers menyadari bahwa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia, mereka perlu membangun tidak hanya negara tetapi juga bangsa. Pancasila dianggap sesuatu yang paling penting dan setiap warga negara wajib menghafalkan dan mengikuti seluruh isinya. Namun mayoritas masyarakat Indonesia hanya menganggap Pancasila sebagai dasar negara/ideologi, tanpa mempertimbangkan makna dan manfaatnya bagi kehidupan. Tanpa kita sadari, makna nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sangatlah berguna dan Banyaknya penyimpangan dan kesalahan tertentu yang terjadi sebenarnya disebabkan oleh tidak terlaksananya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Oleh karena itu, untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila kita juga dapat mengamalkan dan melaksanakannya sebagai pendidikan Pendidikan karakter adalah upaya mewujudkan misi Pancasila dan pembukaan UUD 1945 yang didasarkan pada realitas yang terjadi saat ini di lembaga pendidikan. Nilai-nilai Pancasila dilandasi oleh kepribadian masyarakat Indonesia. Setiap butir Pancasila mengandung makna yang mewakili setiap aspek, golongan, dan adat istiadat setiap negara. Dalam konteks pendidikan karakter. Pancasila merupakan pedoman dan sumber utama pembangunan bangsa, mengingat Pancasila mencerminkan jati diri bangsa, oleh karena itu sudah sepatutnya warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan, salah satu cara dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila adalah dengan pendidikan Sianturi & Dewi, . Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah sarana peserta didik dapat secara aktif mengembangkan bakat, kekuatan agama dan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan, serta memperoleh akhlak yang luhur, menggambarkannya sebagai upaya sadar dan kesengajaan serta upaya menciptakan suasana dan proses belajar Yuherman, . Keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, negara, dan bangsa. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam segala situasi agar tujuan pendidikan dapat Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tujuan pendidikan nasional adalah menjadi manusia yang berilmu, kompeten, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab Ismail et al. , . Pendidikan Pancasila merupakan bagian penting dalam mencerdaskan anak bangsa, kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan yang tidak hanya berpaku pada kecerdasan intelektual melainkan kecerdasan yang menyeluruh dan mampu dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri Wahyu Ariyani & Prasetyo, . Hal ini juga sesuai dengan tujuan pendidikan nasional JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Sedangkan dalam tujuan pendidikan nasional juga memuat karakter berakhlak mulia sebagai bukti bahwa Indonesia mengharapkan jati diri bangsanya sesuai dengan norma-norma yang telah diterapkan. Karakter yang cerdas adalah landasan berpikir yang memungkinkan manusia dapat hidup baik lebih baik, rukun, dan sejahtera serta bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain Manalu et al. , . Namun kenyataannya saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis moral akibat kurangnya pemikiran yang cerdas khususnya di lingkungan sekolah. Beberapa masalah yang umum terjadi di lingkungan sekolah antara lain bullying, pergaulan bebas, bolos, tidak jujur, dan rendahnya rasa hormat terhadap orang tua dan guru. Hal tersebut menujukkan bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah belum membuahkan hasil, apalagi pendidikan karakter dan bimbingan orang tua serta guru belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, guru sebagai pengajar harus mengambil tindakan yang tepat untuk membentuk anak bangsa yang kreatif, intelektual dan berakhlak mulia Resmana & Dewi, . Oleh karena itu, langkah yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan pendidikan karakter berdasarkan Pancasila harus ditanamkan kepada siswa sejak sekolah Bagi siswa SD pengajaran nilai-nilai Pancasila menjadi lebih mudah dipahami, karena pada tahap ini siswa mempunyai potensi yang besar dalam mencerna apa yang telah diajarkan oleh guru. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Sianturi & Dewi, . yang mengatakan bahwa penanaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sangat penting bagi pembentukan karakter pribadi warga negara pada generasi ini, sehingga generasi ini dapat menjungjung tinggi perdamaian dan moralitas,hidup dan bersaing dalam bidang. Karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mempunyai banyak makna dalam kehidupan sehari-hari seperti agama, mengemukakan pendapat, dan lain-lain, maka pendidikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak posistif bagi masyarakat agar masyarakat mengikuti dan taat pada nilai-nilai Pancasila. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kualitatif adalah penelitian yang dilakukan secara nyata dalam melakukan penelitian suatu fenomena Adlini et al. , . Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Penelitian dilaksanakan pada bulan April tahun ajaran 2023/2024, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang diteliti adalah siswa kelas VI. Hasil dan Pembahasan Pendidikan karakter terdapat persoalan yang sangat kompleks dalam menentukan kualitas warga negara suatu bangsa. Hal ini terkait dengan krisis JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 moral yang muncul belakangan ini. Secara khusus, menurunnya akhlak siswa menjadikan sekolah sebagai tempat yang cocok untuk pendidikan karakter Shofia & Dadan . Sekolah diharapkan dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai baik untuk membentuk karakter siswa. Sebab, pendidikan tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan intelektual saja, namun juga berperan dalam membentuk watak, budi pekerti, dan budi pekerti peserta didik Wika et al. , . Dalam kaitan ini, kepribadian manusia pada dasarnya berkembang seiring dengan tahap perkembangan usia. Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai aspek lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan tempat anak memperoleh ilmu setiap hari yaitu sekolah. Pemahaman bahwa karakter dapat tumbuh memerlukan bimbingan dan arahan dari semua orang yang terlibat dengan siswa, termasuk sekolah. Memahami karakter siswa sekolah dasar, maka Pancasila menjadi dasar penerapannya dalam kehidupan siswa. Pancasila di sini tidak hanya berfungsi sebagai landasan negara tetapi juga sebagai landasan pembentukan kepribadian. Pancasila memiliki nilai-nilai yang dapat membentuk karakter masyarakatnya, seperti kesalehan, akhlak mulia, dan toleransi. Dalam kaitan ini, akhlak yang berdasarkan Pancasila dimaksudkan untuk menjadi cara berpikir dan bertindak seluruh warga negara ini. Makna dan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Pancasila merupakan landasan tertinggi politik nasional negara Indonesia, dan Pancasila sebagai ideologi berperan dalam pedoman kehidupan bermasyarakat dengan mengamalkan nilai-nilai luhur dari setiap sila Pancasila. Pancasila telah mengalami berbagai tantangan dalam proses pembangunan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi Ratri, . Kemajuan tersebut berdampak pada setiap aspek kehidupan, baik itu dunia ekonomi, budaya, politik, adat istiadat, dan pendidikan. Hal ini dapat mempengaruhi keberadaan Pancasila di tengah masyarakat, sehingga sebagai generasi penerus bangsa, siswa sekolah dasar harus mampu menerapkan dan menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupannya, termasuk dalam dunia pendidikan mencapai kualitas konstruksi yang unik bagi bangsa Putri, . Menurut kamus sosiologi, nilai adalah kemampuan yang diyakini ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Pada hakikatnya, nilai adalah sifat yang melekat pada suatu benda-benda itu sendiri tidak mengandung nilai. Dengan kata lain, ia memiliki ciri dan sifat yang unik. Oleh karena itu, sila Pancasila pada hakikatnya merupakan seperangkat nilai-nilai yang harus melekat pada diri bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. Pancasila lahir dari individualitas bangsa Indonesia. Menurut Sari & Najicha, . Keberagaman yang ada di Indonesia baik agama, adat istiadat, suku, pulau, dan warna kulit dapat diintegrasikan dengan Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bagian sila Pancasila mencerminkan jati diri bangsa yang melekat pada setiap warga negara kesatuan Negara Republik Indonesia. Ada lima silaturahim dalam Pancasila, dan masing- JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 masing silat mempunyai arti tersendiri tergantung pada kepribadian masyarakat Indonesia. Ketuhanan (Religiu. Sila pertama. Ketuhanan Yang Maha Esa, memuat nilai bahwa negara Indonesia merupakan wujud ketaatan umat manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, negara harus menanamkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam operasionalnya, mulai dari undangundang hingga kehidupan sehari-hari warganya. Perintah pertama ini merupakan nilai yang memuat dan menjiwai keempat perintah lainnya. Nilai-nilai religius atau keagamaan adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan keterkaitan individu dengan apa yang diyakininya sebagai kekuatan sacral, suci, agung, dan mulia. Memahami Tuhan sebagai pedoman hidup berarti menciptakan masyarakat yang bertaqwa, masyarakat Indonesia yang berjiwa dan bersemangat mencari keridhoan Tuhan dalam setiap perbuatan baik. Dilihat dari etika agama, negara yang berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah negara yang menjamin kebebasan setiap penduduknya untuk menganut dan beribadah kepada agama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Berdasarkan hal tersebut, sudah menjadi kewajiban warga negara Indonesia untuk menjadi umat Tuhan dan umat beragama, apapun agama atau kepercayaannya. Kemanusiaan (Moralita. Sila kedua didasarkan dan dipahami oleh sila pertama dan ketiga. Sila ini mencakup nilai-nilai yang harus disadari oleh seseorang tentang sikap moral dan perilaku yang pantas agar dapat menjadi warga negara yang Sila ini juga mencakup pentingnya negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah terbentuknya kesadaran akan ketertiban sebagai asas kehidupan. Karena setiap orang mempunyai potensi untuk menjadi manusia seutuhnya, manusia yang beradab. Masyarakat dengan peradaban maju tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan sepenuh hati, mengikuti proses dan pola kehidupan bermasyarakat yang teratur, serta akrab dengan hukum-hukum universal. Kesadaran tersebut merupakan semangat yang membangun kehidupan sosial dan kosmis untuk mencapai kebahagiaan melalui upaya yang tiada henti dan dapat diwujudkan dalam sikap hidup yang harmonis, toleran, dan damai Hartanti & Said, . Persatuan Indonesia (Kebangsaa. Sila ketiga mengandung arti bahwa Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa tentu mempunyai banyak kendala karena banyaknya perbedaan seperti golongan, agama, ras, dan golongan. Oleh karena itu. Negara kesatuan Republik Indonesia menjadi satu kesatuan dengan semboyan Binneka Tunggar Ika. Bagi siswa sekolah dasar, menghadapi perundungan dan perselisihan adalah hal yang tidak biasa. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Dengan menerapkan sila ketiga Pancasila, siswa sekolah dasar diharapkan mempunyai sikap pengertian dan toleran. Persatuan merupakan gabungan dari beberapa bagian serta keberadaan Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini tidak dapat Bangsa Indonesia hadir untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada seluruh suku bangsa dari Sabang hingga Merauke. Persatuan Indonesia tidak boleh soal sikap atau pandangan yang dogmatis dan sempit, melainkan upaya melihat diri sendiri secara lebih obyektif dari dunia luar. Negara kesatuan NKRI lahir setelah melalui sejarah perjuangan yang panjang dan terdiri dari berbagai suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak dapat diganggu gugat dan membentuk kesatuan Indonesia. Permusyawaratan dan Perwakilan Sila keempat mencakup nilai-nilai demokrasi yang harus diamalkan dalam kehidupan berbangsa. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila keempat antara lain Adanya kebebasan dengan tanggung jawab terhadap masyarakat nasional dan moralitas terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat umat manusia, menjamin persatuan dan kesatuan dalam hidup berdampingan, dan Penguatan. Sebagai makhluk sosial, manusia bergantung pada kehidupan bersama orang lain, dan interaksi ini biasanya menciptakan persatuan dan saling menghormati berdasarkan tujuan dan kepentingan bersama. Prinsip kerakyatan merupakan cita-cita utama bangsa Indonesia untuk membangkitkan dan mewujudkan potensinya di dunia modern. Dengan kata lain, kita adalah umat yang mampu mengendalikan diri dan tabah mengendalikan diri, meski di tengah gejolak besar yang membawa perubahan dan pembaharuan. Kebijaksanaan adalah suatu keadaan sosial di mana masyarakat berpikir pada tingkat yang lebih tinggi sebagai suatu bangsa dan terbebas dari belenggu pemikiran yang didasarkan pada kelompok atau aliran sempit tertentu Dila, . Keadilan Sosial Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung tinggi norma berdasarkan keadilan, keseimbangan, dan kesetaraan. Terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bangsa dan negara. Semua ini berarti menciptakan negara sosial yang terintegrasi secara organik di mana semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang dan belajar hidup sesuai dengan kemampuan alami mereka. Segala upaya diarahkan pada potensi masyarakat, pengembangan karakter, peningkatan kualitas masyarakat, dan pemerataan kesejahteraan. Dari penjelasan nilai kelima Pancasila menunjukkan betapa tertib dan mulianya nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika karena kurangnya kesadaran dan sikap terhadap revitalisasi Pancasila, nilai-nilai tersebut hanya menjadi wacana belakang dan tidak diwujudkan sebagaimana mestinya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila antara lain pentingnya setiap warga negara mempunyai kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai agama, nilai-nilai sosial, nilai-nilai budaya, nilai-nilai musyawarah, dan nilai-nilai keadilan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Namira, . Hal ini sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang tertuang dalam 11 nilai karakter yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Nasional. 11 nilai karakter tersebut terdiri dari berbagai aspek karakter individu, seperti dedikasi, integritas, disiplin, demokrasi, keadilan, tanggung jawab, dan moralitas. Patriotisme terhadap sesama, keinginan untuk berprestasi, gotong royong, rasa syukur dan rela berkorban Dole, . Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa Pancasila mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter suatu Pembentukan Karakter Anak Sekolah Dasar Pengembangan karakter siswa sekolah dasar tidak lepas dari tugas pendidikan guru. Tugas guru sebagai pendidik tidak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang baik. Anatasya & Dewi, . menyatakan bahwa misi seorang guru adalah menjadi pribadi yang berkarakter baik sebagai guru, pendidik, dan pelatih siswa. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengembangan karakter siswa sekolah dasar: Menentukan kepribadian dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus dapat menentukan kepribadian seperti apa yang diharapkan setelah proses pembelajaran selesai. Pentingnya menentukan karakter ini sesuai dengan kepribadian anak sekolah dasar, agar anak memahami nilai karakter dan tidak merasa dibatasi dalam menerapkannya. Pengembangan karakter Pengembangan karakter dapat dicapai dengan mengintegrasikan nilai karakter ke dalam pembelajaran yang berlangsung agar siswa lebih mudah mencerna dan memahami makna dari setiap karakter. Pembiasaan Perilaku Berkarakter untuk dapat membentuk karakter siswa maka pembiasaan harus dilakukan secara konsisten. Dengan latihan yang terus menerus maka karakter ini akan tertanam dalam perilaku siswa. Pembiasaan merupakan kunci terpenting dalam memahami kepribadian anak. Oleh karena itu, penguasaan pelajaran oleh guru sangat diperlukan. Ketiga hal tersebut memungkinkan guru sebagai pendidik mempunyai peranan penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada peserta Guru mampu menggunakan strategi dan model pembelajaran yang menarik untuk merangsang semangat belajar siswa. Guru harus mampu menjadikan proses pembelajaran inovatif, menarik dan mudah dipahami. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mulai dari sila 1 sampai dengan sila 5 yang wajib diterapkan atau dijelaskan dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut: Prinsip keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa meliputi nilai-nilai keagamaan sebagai berikut: Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu, dengan sifat sempurna dan ketuhanan seperti kemahakuasaan, dan kemahatahuan, misalnya mencintai dan merawat tanaman. Islam bahkan menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 membuat kerusakan di muka bumi, namun menyukai orang-orang yang selalu bertakwa dan selalu berbuat baik. Lingkungan hidup di Indonesia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa dan bangsa Indonesia merupakan anugerah dan rahmat Tuhan, serta menjadi sumber kelangsungan hidup dan penghidupan bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia agar tetap eksis hal tersebut harus dipertahankan dan dikembangkan Wandani & Dewi, . Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memuat nilai-nilai kemanusiaan yang patut diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut antara lain: Adanya harkat dan martabat manusia serta pengakuan harkat dan martabat manusia beserta segala hak dan kewajibannya. Penerapan, pengamalan/penerapan perintah-perintah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: dapat diwujudkan dalam bentuk penghormatan terhadap hak setiap individu atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Hak setiap orang untuk memperoleh informasi lingkungan hidup mengenai peranannya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Hak setiap orang untuk ikut serta dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sila persatuan Indonesia memuat nilai persatuan bangsa dalam arti harus memperhatikan aspek-aspek berikut dalam persoalan persatuan bangsa: Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang bertempat tinggal dan mempunyai kewajiban mempertahankan wilayah Indonesia pertahankan . Mengenali Binneka Tungal Ika dan suku . serta kebudayaan bangsa . erbeda-beda namun satu jiw. serta memberikan arahan yang mengedepankan persatuan bangsa. Cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan bangsa Indonesia . Penerapan sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari antara lain: dengan melakukan inventarisasi nilai-nilai tradisional yang harus selalu diperhatikan dalam perancangan kebijakan dan pengelolaan pembangunan lingkungan hidup di wilayah, serta dalam pengelolaannya pengembangan lingkungan lebih lanjut. Pengembangan melalui pendidikan dan pelatihan, informasi dan nasehat dalam pengenalan nilai-nilai tradisional dan sistem nilai keagamaan yang mengedepankan perilaku manusia untuk melindungi sumber daya dan lingkungan hidup. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dalam hal tersebut. Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu: Mengenali, memperluas, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Mewujudkan, memperluas, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Memungkinkan, memperluas, mengembangkan dan meningkatkan kemitraan, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk menjaga kelestarian dan kinerja lingkungan hidup. Prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mencakup nilai-nilai keadilan sosial. Antara lain, aspekaspek berikut harus diperhatikan: Penerapan sila ini dapat ditemukan dalam ketentuan hukum yang mengatur masalah lingkungan hidup Samosir, . JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter Pendidikan karakter merupakan perwujudan kewajiban yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan pendidikan karakter juga selaras dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Yang tertulis sebagai berikut: AuHal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peserta didik yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, kompeten, dan kreatif serta menjadi warga negara yang mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, warga negara yang mampu dan mau mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berwarganegara. Menurut Juliani & Bastian, . nilai-nilai pendidikan karakter antara lain: Religius: Sikap dan perilaku taat menjalankan ajaran agamanya, toleran terhadap praktik ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Kejujuran: Perbuatan yang didasari oleh upaya untuk selalu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dalam perkataan, perbuatan, dan pekerjaan. Toleran: Sikap dan perilaku yang menghargai agama, ras, suku, pendapat, sikap, dan perbedaan perilaku orang lain yang berbeda dengan diri sendiri. Disiplin: Perilaku yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh terhadap berbagai peraturan dan perundang-undangan. Kerja Keras merupakan perilaku yang menunjukkan upaya sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan dan tantangan belajar serta menyelesaikan tugas dengan kemampuan terbaiknya. Kreatif: Berpikir atau melakukan sesuatu untuk menciptakan sesuatu yang baru atau mendapatkan hasil dari sesuatu yang sudah dimiliki. Mandiri: Sikap dan perilaku yang membuat sulit bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas. Demokrasi: Cara berpikir, bertindak, dan bertindak yang sama-sama menghormati hak dan tanggung jawab diri sendiri dan orang lain. Rasa ingin tahu: sikap dan perilaku yang berupaya mempelajari lebih dalam dan komprehensif tentang apa yang dipelajari, dilihat, dan didengar. Cinta tanah air merupakan pemikiran, tindakan, dan perilaku yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan rasa hormat yang tinggi terhadap lingkungan bahasa, fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik suatu negara. Ramah: tindakan yang menunjukkan kesenangan dalam berbicara, bersosialisasi, dan bekerja sama dengan orang lain. Cinta Damai: sikap, perkataan, dan tindakan yang membuat orang lain merasa bahagia dan aman dengan kehadirannya. Kepedulian Sosial: Sikap dan tindakan yang ditujukan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dan komunitas yang selalu membutuhkan. Semangat Kebangsaan: cara berpikir, berperilaku, dan pengetahuan yang mendahulukan kepentingan orang atau bangsa di atas kepentingan diri sendiri atau Apresiasi Prestasi merupakan suatu sikap atau perilaku yang mendorong seseorang untuk menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat serta mengakui dan menghargai keberhasilan orang lain. Pertimbangan Lingkungan: Sikap dan tindakan yang bertujuan untuk selalu mencegah kerusakan lingkungan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 alam sekitar dan berupaya memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi. Tanggung Jawab: Sikap dan perilaku seseorang terhadap pemenuhan tugas dan kewajibannya terhadap dirinya, masyarakat, lingkungan . lam, sosial, buday. , negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Pentingnya Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter Membentuk generasi bangsa yang bermoral dan berkualitas diperlukan beberapa proses. Salah satunya dengan membekali mereka dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Sebab. Pancasila merupakan landasan negara dan pandangan hidup masyarakat yang mengamalkannya. Mereka harus memahami, memaknai dan mengamalkan seluruh nilai yang terkandung pada Pancasila. Sebab nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter dapat memperbaiki sikap dan perilaku menyimpang. Berikut ini makna menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan: Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT, menumbuhkan rasa cinta kepada anggota keluarga, menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada orang tua dan orang yang lebih tua, menumbuhkan rasa dan sikap toleran, menumbuhkan rasa dan sikap gotong royong, menumbuhkan perasaan cinta kasih terhadap seua orang dan tidak membeda-bedakan, menumbuhkan rasa cinta musyawarah untuk mencapai mufakat, memperkuat tali persaudaraan, berorientasi pada masa depan dan menghargai perubahan dan kemajuan. Hasanah, . Segala bentuk kekerasan dan pemaksaan dapat dihindari. Mempunyai kemandirian, kedaulatan, dan kemerdekaan. Saling menghargai kualitas dan menghindari rasisme dan diskriminasi. Penghargaan untuk pekerjaan, kreativitas, dan produktivitas. Memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dan menaati peraturan dan hukum formal. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang nasionalisme dan patriotisme Bintari et al. , . Simpulan Pancasila mempunyai nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Penanaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sangat penting bagi pembentukan karakter pribadi warga negara pada generasi ini, sehingga generasi ini dapat menjunjung tinggi perdamaian dan moralitas, hidup dan bersaing dalam segala bidang. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak hanya sekedar mengetahuinya namun juga mengamalkannya dalam kehidupan. Dan penerapan pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini agar kedepannya nilai-nilai Pancasila dapat mengakar dalam karakter dan kepribadian setiap individu dalam masyarakat dan selalu terciptanya bangsa Indonesia yang damai. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian dari berbagai sumber sastra dapat diketahui bahwa kepribadian yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia dapat dicapai melalui pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Upaya pengembangan kepribadian dapat dilakukan sebagai bagian dari proses Dalam pendidikan, nilai-nilai Pancasila dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran sekolah melalui praktik yang dapat diterapkan guru dalam kegiatan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Karena Pancasila merupakan landasan pertama bagi berkembangnya kepribadian seseorang yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila sebagai kaidah dan falsafah nasional harus diterapkan dalam kehidupan warga negara Indonesia. Hal ini dikarenakan Pancasila merupakan pedoman dasar bagi masyarakat Indonesia dalam membentuk kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat Indonesia dalam mempelajari Pancasila melalui pendidikan yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mulai dari sila pertama hingga sila kelima. Referensi